Articles
Potret Kurikulum Merdeka, Wujud Merdeka Belajar di Sekolah Dasar
Dewi Rahmadayanti;
Agung Hartoyo
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3431
Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum alternatif mengatasi kemunduran belajar selama masa pandemi yang memberikan kebebasan “Merdeka Belajar” pada pelaksana pembelajaran yaitu guru dan kepala sekolah dalam menyusun, melaksanakan proses pembelajaran dan mengembangkan kurikulum di sekolah memperhatikan pada kebutuhan dan potensi siswa. Penelitian ini dilakukan untuk memberi gambaran Kurikulum Merdeka sebagai wujud merdeka belajar di sekolah dasar mengenai profil pelajar Pancasila, struktur Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dan perangkat ajar yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Library Research (studi kepustakaan) dan mengunjungi website yang menyajikan informasi berkaitan dengan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah dasar. Dalam persiapan implementasi Kurikulum Merdeka, guru perlu mempelajari lebih jauh mengenai Kurikulum Merdeka, mempertimbangkan projek sesuai fase siswa agar tercapai capaian pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan menyenangkan serta pelajar Pancasila yang berkompeten.
Sinergi Peserta Didik dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Mery Mery;
Martono Martono;
Siti Halidjah;
Agung Hartoyo
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3617
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila hadir sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan karakter profil pelajar Pancasila peserta didik. Melalui proyek ini, peserta didik diajak untuk mengamati lingkungan di sekitarnya dalam rangka menemukan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada. Sinergi yang terbentuk didukung ekosistem satuan pendidikan menjadi kunci pengembangan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pentingnya penerapan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dalam mengembangkan sikap gotong royong dan kreativitas pada peserta didik kelas V Sekolah Dasar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Library Research (Studi Kepustakaan) dan mengunjungi website yang menyajikan informasi berkaitan dengan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Budaya sekolah yang positif kunci utama munculnya sinergi peserta didik dalam mewujudkan karakter gotong royong dan kreativitas.
Pemanfaatan Budaya Lokal untuk Meningkatkan Kompetensi Global Siswa
Rudi Hartono;
Agung Hartoyo;
Hairida Hairida
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3602
Kompetensi global merupakan kemampuan yang harus dikuasai siswa abad 21, merupakan kapasitas multidimensi yang terdiri dari nilai, sikap, keterampilan dan pengetahuan yang mencakup kemampuan untuk: 1) menganalisis isu-isu signifikansi lokal, global dan budaya; 2) memahami dan menghargai pendapat orang lain; 3) terlibat dalam interaksi lintas budaya secara tepat dan efektif; dan 4) bertindak untuk kesejahteraan kolektif dan pembangunan berkelanjutan. Studi pustaka ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab rendahnya kompetensi global siswa Indonesia serta upaya peningkatannya melalui kajian berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menemukan setidaknya 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi rendahnya kompetensi global siswa Indonesia, yaitu : 1) Lemahnya pemahaman terhadap pentingnya memiliki pengetahuan dan cara pandang yang luas mengenai isu-isu global; 2) Rendahnya rasa bangga dan sikap hormat terhadap budaya; 3) Rendahnya indeks pembangunan manusia Indonesia. Pemanfaatan budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran diajukan sebagai sebuah solusi untuk meningkatkan kompetensi global siswa Indonesia. Melalui budaya lokal diharapkan dapat menumbuhkan sikap hormat terhadap budaya lokal maupun budaya luar, membangkitkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap isu-isu global, serta memberikan dampak positif dalam upaya pembangunan manusia Indonesia
Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual di Sekolah Dasar
Aminah Aminah;
Hairida Hairida;
Agung Hartoyo
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3791
Dalam pembelajaran di kelas, sebagian besar peserta didik belum mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan manfaat yang ada dalam kehidupan nyata. Diperlukan suatu metode pembelajaran yang menggunakan pendekatan yang berfokus pada penekanan keterlibatan peserta didik untuk menemukan dan menghubungkan sendiri materi yang dipelajari dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penggunaan dari pendekatan pembelajaran kontekstual pada penguatan pendidikan karakter peserta didik di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi literatur atau penelitian kepustakaan dengan mengambil sumber bacaan dari data sekunder yang dikumpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual memberikan pengaruh positif terhadap penguatan karakter peserta didik di sekolah dasar. Pendekatan kontekstual dalam penguatan pendidikan karakter pada peserta didik sekolah dasar mampu untuk menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatannya dalam kehidupan nyata sehari-hari. Dengan penggunan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran juga merupakan usaha untuk mewujudkan program “Merdeka Belajar” yang digagas Kementerian dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pendekatan kontekstual dapat mewujudkan kemerdekaan belajar yang memberikan kontribusi pada pengaktualisasian program Mendikbud.
Potret Kurikulum Merdeka, Wujud Merdeka Belajar di Sekolah Dasar
Rahmadayanti, Dewi;
Hartoyo, Agung
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3431
Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum alternatif mengatasi kemunduran belajar selama masa pandemi yang memberikan kebebasan “Merdeka Belajar†pada pelaksana pembelajaran yaitu guru dan kepala sekolah dalam menyusun, melaksanakan proses pembelajaran dan mengembangkan kurikulum di sekolah memperhatikan pada kebutuhan dan potensi siswa. Penelitian ini dilakukan untuk memberi gambaran Kurikulum Merdeka sebagai wujud merdeka belajar di sekolah dasar mengenai profil pelajar Pancasila, struktur Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dan perangkat ajar yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Library Research (studi kepustakaan) dan mengunjungi website yang menyajikan informasi berkaitan dengan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah dasar. Dalam persiapan implementasi Kurikulum Merdeka, guru perlu mempelajari lebih jauh mengenai Kurikulum Merdeka, mempertimbangkan projek sesuai fase siswa agar tercapai capaian pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan menyenangkan serta pelajar Pancasila yang berkompeten.
Pemanfaatan Budaya Lokal untuk Meningkatkan Kompetensi Global Siswa
Hartono, Rudi;
Hartoyo, Agung;
Hairida, Hairida
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3602
Kompetensi global merupakan kemampuan yang harus dikuasai siswa abad 21, merupakan kapasitas multidimensi yang terdiri dari nilai, sikap, keterampilan dan pengetahuan yang mencakup kemampuan untuk: 1) menganalisis isu-isu signifikansi lokal, global dan budaya; 2) memahami dan menghargai pendapat orang lain; 3) terlibat dalam interaksi lintas budaya secara tepat dan efektif; dan 4) bertindak untuk kesejahteraan kolektif dan pembangunan berkelanjutan. Studi pustaka ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab rendahnya kompetensi global siswa Indonesia serta upaya peningkatannya melalui kajian berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menemukan setidaknya 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi rendahnya kompetensi global siswa Indonesia, yaitu : 1) Lemahnya pemahaman terhadap pentingnya memiliki pengetahuan dan cara pandang yang luas mengenai isu-isu global; 2) Rendahnya rasa bangga dan sikap hormat terhadap budaya; 3) Rendahnya indeks pembangunan manusia Indonesia. Pemanfaatan budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran diajukan sebagai sebuah solusi untuk meningkatkan kompetensi global siswa Indonesia. Melalui budaya lokal diharapkan dapat menumbuhkan sikap hormat terhadap budaya lokal maupun budaya luar, membangkitkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap isu-isu global, serta memberikan dampak positif dalam upaya pembangunan manusia Indonesia
Sinergi Peserta Didik dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Mery, Mery;
Martono, Martono;
Halidjah, Siti;
Hartoyo, Agung
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3617
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila hadir sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan karakter profil pelajar Pancasila peserta didik. Melalui proyek ini, peserta didik diajak untuk mengamati lingkungan di sekitarnya dalam rangka menemukan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada. Sinergi yang terbentuk didukung ekosistem satuan pendidikan menjadi kunci pengembangan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pentingnya penerapan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dalam mengembangkan sikap gotong royong dan kreativitas pada peserta didik kelas V Sekolah Dasar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Library Research (Studi Kepustakaan) dan mengunjungi website yang menyajikan informasi berkaitan dengan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Budaya sekolah yang positif kunci utama munculnya sinergi peserta didik dalam mewujudkan karakter gotong royong dan kreativitas.
Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik melalui Pendekatan Pembelajaran Kontekstual di Sekolah Dasar
Aminah, Aminah;
Hairida, Hairida;
Hartoyo, Agung
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3791
Dalam pembelajaran di kelas, sebagian besar peserta didik belum mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan manfaat yang ada dalam kehidupan nyata. Diperlukan suatu metode pembelajaran yang menggunakan pendekatan yang berfokus pada penekanan keterlibatan peserta didik untuk menemukan dan menghubungkan sendiri materi yang dipelajari dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penggunaan dari pendekatan pembelajaran kontekstual pada penguatan pendidikan karakter peserta didik di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi literatur atau penelitian kepustakaan dengan mengambil sumber bacaan dari data sekunder yang dikumpulkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual memberikan pengaruh positif terhadap penguatan karakter peserta didik di sekolah dasar. Pendekatan kontekstual dalam penguatan pendidikan karakter pada peserta didik sekolah dasar mampu untuk menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatannya dalam kehidupan nyata sehari-hari. Dengan penggunan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran juga merupakan usaha untuk mewujudkan program “Merdeka Belajar†yang digagas Kementerian dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pendekatan kontekstual dapat mewujudkan kemerdekaan belajar yang memberikan kontribusi pada pengaktualisasian program Mendikbud.