p-Index From 2021 - 2026
11.595
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tekno - Pedagogi : Jurnal Teknologi Pendidikan Jurnal Visi Ilmu Pendidikan BERKALA SAINSTEK P2M STKIP Siliwangi DIDAKTIK Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Journal of Nonformal Education Jurnal Dimensi Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Empowerment JIM UPB (Jurnal Ilmiah Manajemen Universitas Putera Batam) Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban ABDIMAS SILIWANGI Comm-Edu (Community Education Journal) Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Perspektif Pendidikan dan Keguruan KOLOKIUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Educational Experts (JEE) International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Islamic Economics Lariba Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Journal of Biobased Chemicals (JOBC) Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Journal of Education and Teaching Learning Journal of Nonformal Education Society Curricula: Journal of Curriculum Development
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kapasitas Legislasi Apartur Desa melalui Pendampingan Penyusunan Peraturan Desa di Desa Tanjung, Pademawu, Pamekasan Ansori, Ansori; Dewi Muti’ah; Aprilina Pawestri
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Mei : NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i2.7770

Abstract

The capacity of village officials to understand village legislative procedures is a key factor in realizing accountable and law-based village governance. However, conditions in Tanjung Village, Pademawu District, Pamekasan Regency indicate that village officials' understanding of the village regulation drafting process is still limited, and there are no regulations regarding the management of village tourism potential. This community service activity aims to improve the legislative capacity of village officials through technical assistance in drafting Village Regulations (Perdes). The method used was a participatory approach through field observations, Focus Group Discussions (FGDs), village legal education, and assistance in drafting simple academic papers and Perdes drafts. The activity results indicate an increased understanding of legislative mechanisms among village officials and the development of a draft Village Regulation on Village Tourism Management, which has been submitted to the Tanjung Village Government as one of the main outputs. Furthermore, this activity contributed to the formation of a local legal culture and increased village government participation in the legislative process. This mentoring model can be replicated in other villages as a strategy to strengthen village governance based on regulations and local needs
Konsep Pemeliharaan dan Hubungan Industrial Sebagai Alat Pengukuran Dampak Msdm Di Lembaga Pendidikan Ardaini, Ardaini; Zulbasri, Hadiyanto; Alim, Khoirul; Ansori, Ansori; Yusup, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5612

Abstract

Pemeliharaan sumber daya manusia dan hubungan industrial yang harmonis merupakan elemen penting dalam keberhasilan manajemen sumber daya manusia (MSDM), khususnya di lembaga pendidikan. Praktik pemeliharaan SDM yang baik, seperti pemberian kesejahteraan, pengembangan kompetensi, serta perlindungan hak tenaga pendidik dan kependidikan, perlu didukung oleh hubungan industrial yang sehat antara manajemen dan tenaga kerja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pemeliharaan dan hubungan industrial sebagai alat pengukuran dampak MSDM di lembaga pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah kajian konseptual dengan menelaah literatur ilmiah terkait pemeliharaan SDM, hubungan industrial, dan pengukuran kinerja MSDM. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemeliharaan SDM dan hubungan industrial dapat dijadikan indikator strategis dalam menilai efektivitas MSDM, karena berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja, komitmen organisasi, kinerja tenaga pendidik, serta stabilitas lingkungan kerja. Selain itu, integrasi kedua konsep tersebut dalam kerangka pengukuran dampak MSDM mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai keberhasilan kebijakan dan praktik MSDM di lembaga pendidikan. Dengan demikian, pemeliharaan SDM dan hubungan industrial tidak hanya berfungsi sebagai aspek operasional, tetapi juga sebagai instrumen evaluatif dalam pengambilan keputusan manajerial. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi konseptual bagi pengelola lembaga pendidikan dalam mengembangkan sistem pengukuran dampak MSDM yang berkelanjutan dan berbasis hubungan kerja yang harmonis.
Manajemen Sumber Daya Manusia di Era Digital Putri, Anjellie Dasviana; Nasution, Imam Wahyudi; Ansori, Ansori; Yusup , Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5695

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi elemen fundamental dalam kehidupan manusia di era digitalisasi dan globalisasi, termasuk dalam bidang manajemen sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor pendidikan. Transformasi digital mengubah cara lembaga pendidikan mengelola tenaga pendidik dan kependidikan, mulai dari perencanaan, perekrutan, pengembangan, hingga evaluasi kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran teknologi informasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen SDM, serta mengidentifikasi tantangan yang muncul akibat perubahan karakteristik generasi kerja dan perkembangan teknologi mutakhir. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap berbagai sumber literatur relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi, seperti e-recruitment dan e-learning, mampu meningkatkan jangkauan rekrutmen, mempercepat proses seleksi, serta mengoptimalkan pembelajaran tanpa batasan ruang dan waktu. Namun, pengelolaan generasi milenial dan Generasi Z menghadirkan tantangan tersendiri, seperti kebutuhan akan fleksibilitas kerja, tekanan kesehatan mental, serta ketergantungan pada teknologi digital. Selain itu, Revolusi Industri 4.0 dan penerapan kecerdasan buatan (AI) membawa peluang besar dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja, tetapi juga menimbulkan risiko pengangguran struktural dan kesenjangan kompetensi. Perubahan pola kerja menuju sistem kerja hibrida, jarak jauh, dan fleksibel menuntut inovasi kebijakan dan strategi manajemen SDM yang adaptif. Dengan demikian, integrasi teknologi dalam manajemen SDM menjadi keharusan untuk meningkatkan daya saing lembaga sekaligus kesejahteraan tenaga kerja di era digital.
Literasi Digital Pemuda dalam Konteks Pemberdayaan Masyarakat di era Society 5.0 Dudi Setiadi; Sri Nurhayati; Ansori Ansori; Mohamad Zubaidi; Rudi Amir
Society Vol 11 No 1 (2023): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v11i1.491

Abstract

The purpose of this study is to determine the level of digital literacy among the member of youth organization (commonly called Karang Taruna) of Cicau Hamlet, Gadobangkong Village, Ngamprah Sub-district, West Bandung Regency, West Java Province, Indonesia, focusing on the use of the Internet in the context of community empowerment in the fields of self-development and economy. Case study methodology is employed, with data gathering approaches consisting of in-depth interviews, documentation studies, and observations of fifteen (15) Karang Taruna member informants. The findings of the study indicate that: The youth digital literacy in computer operation and Information and Communication Technology (ICT) abilities in the internet area are fairly strong, but there is still opportunity for improvement through enhancing infrastructure for stable internet connections and educating youth about the most recent ICT advances. When it comes to creating digital products in a variety of formats and models, youth have a low degree of digital literacy. This is due in part to a lack of imagination and creative thinking skills among digital content creators. Youth require continual training to increase their digital literacy and ability to create various types of digital material, which will contribute to the expansion of Indonesia’s creative economy sector. Youth digital literacy must be improved in terms of their ability to collaborate in the digital space, and education about collaboration must be conducted in accordance with digital ethics and security so that the youth of the Indonesian nation can collaborate with respect and remain safe from cybercrime. Youth still lack the digital literacy necessary to pick and filter legitimate and hoax-free content. Digital literacy pertaining to the ability to use digital technology for youth economic empowerment is included in the category of lacking because youth are still not literate and digitally proficient in using digital technology to increase income, raise their economic level through business opportunities in the digital space, and use digital wallets for sales transactions. Youth digital literacy in relation to self-development is also still weak and must be focused to add insight into access to information in the digital realm for career development and self-potential. As well as the usage of communities that are favorable to youth growth and self-healing. This study recommends intensive training and assistance for youth in digital content creation, as well as financial literacy education related to capital management and digital-based creative economy business opportunities.
VERNAKULARISASI FIKIH SALAT: Studi Atas Kitab-Kitab Fasalatan di Jawa Abad XX Jamaluddin, Jamaluddin; Ansori, Ansori; Affaf Mujahidah
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.7661

Abstract

Artikel ini berusaha mengungkapkan kitab-kitab fasalatan yang tersebar luas dan dipelajari oleh umat Islam di Jawa pada abad XX. Abad XX menjadi periode penting, saat mana teknologi cetak digunakan secara masif oleh muslim Indonesia, termasuk Jawa, untuk mencetak dan menerbitkan karya-karya tulis mereka. Salah satu karya yang banyak dicetak adalah kitab fasalatan. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari sumber-sumber primer, seperti fasalatan karya kiai Raden Asnawi (Kudus), Fasalatan Lengkap Sabil al-Najah karya Kiai Ahmad Sakhawi Amin Pekalongan, fasalatan karya Kiai Musyawwir bin Haji Anwar Purworejo, Fasalatan al-Nur al-Mubin fi Adab al-Mushallin karya Kiai Misbah Mustofa Bangilan Tuban, Fasalatan Kiai ‘Alawi Shafwan dan Syiir Fasalatan Kiai Sya’rani bin Haji Shalih Magelang. Berdasarkan analisis historis, terungkap bahwa kitab fasalatan merupakan usaha yang dilakukan oleh kiai-kiai di Jawa dalam membumikan fikih salat sesuai dengan bahasa mereka (bahasa Jawa). Penyesuaian dari bahasa Arab ke dalam bahasa Jawa merupakan bentuk vernakularisasi. Dengan cara ini, akhirnya fasalatan menjadi mudah dipahami dan memainkan peran penting dalam membimbing umat Islam di Jawa dalam melaksanakan ibadah salat yang baik dan benar. Kitab-kitab fasalatan lahir dari ketekunan kiai-kiai yang kental dengan tradisi keilmuan pesantren, sehingga tuntunan salat yang disusun sesuai dengan fikih madzab Syafii, sebagaimana fikih arus utama yang berkembang dan dilestarikan di pesantren-pesantren di Jawa. Kata Kunci: Vernakularisasi; fasalatan; fikih salat; kitab.
Strategi Penguatan Model Pembelajaran Humanistik dalam Membentuk Karakter Siswa Nazil Raihanah; Nur Diana Supriyandini; Ansori Ansori
Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2026): Juli: Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/edukasi.v3i3.3289

Abstract

The purpose of this study is to highlight various methods that can be used to improve the humanistic learning model in shaping student character at Al Fatah Islamic High School in Jambesari, Bondowoso. This study used a qualitative method that collected data through interviews and observations of students, teachers, and the principal. The results showed that humanistic learning can be implemented through a student-centered learning approach. Strategies such as discussion, self-reflection, giving students freedom of speech, and creating a comfortable and empathetic learning environment can be used. In addition, teachers instill character values ​​through role models, responsibility, and collaboration, and adjust learning based on student characteristics. From the students' perspective, humanistic learning improves their social skills, active involvement, and self-confidence. Meanwhile, through evaluation of attitude-based programs, mentoring, and character building, school policies help achieve this. Obstacles faced include limited time, the number of students, and differences in student backgrounds. Overall, it has been proven that the implementation of the humanistic learning model produces students who are more disciplined, responsible, empathetic, and confident.
Developing a Community Education Roadmap for Society 5.0: A Mixed-Methods Study on Digital Literacy and Entrepreneurial Skills Ansori Ansori; Tiffany Estherlita; Nandang Rukanda
Journal of Nonformal Education Vol. 12 No. 1 (2026): Community empowerment and Adult education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jone.v12i1.27009

Abstract

Background - The rapid development of technology in the Society 5.0 era demands transformative changes in community education to create a digitally inclusive and sustainable society. Research Urgency -  Existing community education systems still face gaps in preparing individuals to adapt to technological transformation. Therefore, structured strategies are needed to empower communities through digital literacy, entrepreneurial skills, and adaptive competencies. Research Objectives - This article explores the design and implementation of a roadmap for community education aimed at equipping individuals with digital literacy, entrepreneurial skills, and adaptive competencies. Research Method - The research employs a mixed-method approach, including surveys, focus group discussions, and case studies, to assess the needs and potential of communities. Research Findings - The findings highlight the critical role of digital infrastructure, capacity building for educators, and innovative learning models in fostering inclusive and effective education. The roadmap is structured into five phases: assessment, infrastructure development, capacity building, innovative learning implementation, and evaluation. This structured approach addresses existing gaps and provides actionable strategies to empower communities in embracing technological advancements. Research Conclusion - The results underline the importance of collaboration among stakeholders, including governments, private sectors, and local organizations, in ensuring the roadmap's success. Research Novelty/Contribution - Ultimately, the roadmap offers a strategic framework to prepare communities for the challenges and opportunities of Society 5.0, contributing to a more equitable and resilient society.
Extraction of Bioactive Compounds from Coffee Husk with Acetone Using Microwave Assisted Extraction Method and Analysis of Phenolic Compounds Theressa Julieta Putri Andina; Helda Wika Amini; Ansori Ansori; Yukti Nurani; Ratri Sekaringgalih; Sonya Hakim Raharjo; Merymistika Yufrani Afred
JOBC Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Biobased Chemicals
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Nowadays, coffee husks are limited to animal feed and fertilizer. Therefore, a study used Robusta coffee husk waste as a raw material. The purpose of this study was to determine the effect of several variables and to determine the optimum conditions in the process of extracting bioactive compounds from coffee husk waste. The coffee husk contains bioactive compounds, including anthocyanins and polyphenol compounds, such as flavonols, flavan-3-ols, hydroxycinnamic acids, and caffeine. Coffee husk waste will be extracted using the Microwave-Assisted Extraction (MAE) method with acetone solvent, with several variables: the ratio of material to solvent, microwave power, and extraction time. Analysis of the identification of phenolic compound content was then also carried out using UV-Vis spectrophotometry. The variables of material ratio, extraction time, and microwave power were proven to be interrelated so that they could produce total phenol at optimum conditions. The optimum conditions for extracting bioactive compounds from coffee husk waste were obtained at a material ratio of 0.04 g/mL, 9 minutes, and power of 300 watts, with a total phenol yield of 8.65 GAE/g sample.
Implementing Deep Learning Approaches in Non-Formal Equivalency Education: Strategies and Pedagogical Implications Tiffany Estherlita; Ansori Ansori
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.17040

Abstract

This study aims to explore strategies for implementing deep learning approaches in non-formal equivalency education and to analyze their pedagogical implications for teaching practices. It addresses the limited use of contextual and holistic learning approaches in equivalency education, which often fail to adequately respond to the diverse learning needs and practical life contexts of learners. A descriptive qualitative method with an exploratory design was employed, involving data collection through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The participants consisted of 20 individuals, including 5 tutors, 3 PKBM administrators, and 12 Paket C learners, selected through purposive sampling. Thematic analysis was applied to examine how the four components of deep learning—graduate profile dimensions, learning principles, learning experiences, and instructional frameworks—were integrated into practice. The findings indicate that deep learning strategies were operationalized through community-based and vocationally oriented projects aligned with learners’ economic realities, fostering entrepreneurial skills, critical thinking, collaboration, and economic self-reliance consistent with the empowerment orientation of Community Learning Centers (PKBM). Tutors employed participatory and andragogical approaches supported by flexible learning environments and digital technologies. The study concludes that deep learning has the potential to transform equivalency education into a more humanistic and empowering process, better preparing learners to address 21st-century challenges. It recommends strengthening tutor capacity, developing contextual materials, and enhancing community partnerships to ensure sustainable implementation.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN MENTAL ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI MASA PANDEMI Galih Hanafi; Ansori Ansori
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 7 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/commedu.v7i1.9356

Abstract

Membangun ketahanan mental adalah sebuah penanaman modal untuk masa depan, membekali generasi muda dengan budi pekerti yang luhur dan kepribadian yang baik serta memiliki kemampuan untuk bertahan dalam keadaan apa pun termasuk penyalahgunaan narkoba. Penyelesaian penyalahgunaan yang ada pada remaja dibutuhkan kerja keras, kerjasama dan, peran dari berbagai pihak terutama orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa saja yang dilakukan orang tua dalam membentuk ketahanan mental anak untuk mengantisipasi bahaya narkoba. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa  Saguling, Kabupaten Bandung Barat dengan lima orang tua sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data atau informasi yang diperoleh kemudian di analisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan sampai pada penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan peran orang tua sangat berpengaruh dalam membentuk ketahanan mental dan kepribadian anak sehingga anak tidak mudah terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Co-Authors Abdullah Ali Achmad Hufad Adjat Sudrajat Affaf Mujahidah Aflich Yusnita Fitriana Afred, Merymistika Yufrani Agson Gani, Erzi Agus Hasbi Noor Alam, Syah Khalif Alfun Ni’matil Husna Alim, Khoirul Amperiawan, Gita Anggi, M. Shahid Ani Rohaeni Anik Yuliani Aprilina Pawestri Arawan, Arawan Ardaini, Ardaini Arifah Riyanto Aripin, Faizal Ashri Bunga Dzikrillah ASPAHANI ., ASPAHANI Bekti Palupi Boriboon, Gumpanat Boy Arief Fachri Budi Siswinarto Bulefard, Adinda Religia Cendhy Satya Gumelar Dadan Ahmad Fadili Dadang Hermawan Deden Purnama Nugraha Putra Deni Hermana Dewi Muti’ah Dewi Safitri Elshap Dewi Safitri Elshap, Dewi Safitri Dindin, Imanuel Dini Apriani Ditta Kharisma Yolanda Putri Dodi Warsito Dudi Setiadi Dwiyani Hermawati Enur Aini Indriyani Erni Arum Nursanti Euis Nurfaridah Fathurrachman Batara Sulo, Andi Felix Arie Setiawan Fiqri Vigriawan Bataralipu, Andi Firdaus, Nunu Mahmaud Firdaus, Nunu Mahmaud Fitri Khoerunisa Furqon Nulhakim Galih Dani Septiyan Rahayu Galih Hanafi Hakim, Asep Abdurrahman Hanafi, Galih Helda Wika Amini Heris Hendriana Heris Hendriana Heris Hendriana Heris Hendriana Hilda Huril Ainia Husda, Nur Elfi Ihat Hatimah Indrayati, Ani Sri Ismayanti Ismayanti Istikarani, Mutya Istiqomah Rahmawati Jamaluddin Jamaluddin Jamilah Jamilah Jayawarsa, A.A. Ketut Jenal Arifin Junaidi, Akh Karwati, Lilis Karwati, Lilis Kintan Rizki Amanda Kusmana Kusmana Lenny Nuraeni, Lenny MARYANA, ANA Meinawati, Krisda Lakrisida Meta Fitri Rizkiana Millenia, Dian Moch Dafha Ardya Mohamad Zubaidi Muhammad Naufal Hilmy Muhammad Yusuf Alhadihaq Muhammad Yusup Mulyono, Dinno Mustofa Kamil Nandang Rukanda Nasution, Imam Wahyudi Nazil Raihanah Nila Kurniasih, Novi Widiastuti Erni Puji Astuti Nisa Septisarani Rohmah Noor, Agus Hasbi Nunu Mahmud Firdaus Nur Asia, Nur Nur Diana Supriyandini Nurhanifa, Fathia Karunia Nurhasanah, Nisa Aulia Nursanti, Erni Arum Prima Suci Rohmadheny Prita Kartika, Prita Putri, Anjellie Dasviana Rahmadi, Andri Rahmat, Ramat Ratna Sari Dewi Ratri Sekaringgalih Repolinda, Repolinda Riky Oktaviana Rini Anggraeni Ririn Hunafa Lestari Risnawan, Novan Riswani, Early Sifa Rita Dini Daryani Ritonga, Nurhayani Rosita, Tita Rostikawati, Yeni Hasanah Rozaq, Aryana Arif Muhammad Rudi Amir Rudi Amir Sabintang Rukanda, Nandang Sabarati, Absaralita Safuri Musa Salma Aisyah Fazrulloh Awaliyah Samsudin, Asep Saragih, Ester Yulinar Br Sarah, Siti Sarah Rahmayanti Sari, Deti Yuanita Septiani, Thia Setiawan, Devi Siylvia Shavira Nurislam, Jihan Sheilla Zalzabilla Aljabar Silmy Nurul Firdaus Siti Mahriyani Marsegi siti nurjanah Somantri, Ade Sonya Hakim Raharjo Sri Indarsih Sri Nurhayati Sri Nurhayati Subur Binyati Suciati Suciati Sugeng Riyadi Sugita Sugita Sukma Murni Sulistyowati, Tussi Sumaryadi Sumaryadi, Sumaryadi Supriyatno Supriyatno Susanti, Esti Nurwita Susanto, Sadi Suyitno, Mohtar Syaodih, Cahya Syifa Mukharomah Theressa Julieta Putri Andina Tiffany Estherlita Tiffany Estherlita Tiffany Estherlita Tiffany Estherlita Tiffany Estherlita Tika Santika Ulfiah, Ulfiah Westhisi, Sharina Munggaraning Yanti, Rika Putri Yukti Nurani Yusri, Naelul Yusuf Muhyiddin Yusup , Muhammad Zuhriah Mumtazah Zulbasri, Hadiyanto