Articles
Perception, Attitude, and Student Awareness in Working on Online Tasks During the Covid-19 Pandemic
Maison Maison;
Dwi Agus Kurniawan*;
Lika Anggraini
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 9, No 1 (2021): JANUARY 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.204 KB)
|
DOI: 10.24815/jpsi.v9i1.18039
Pandemic Covid-19 requires people to carry out their activities from home, or in other words, online. Likewise, all educational activities are carried out online to avoid and break the pandemic virus's transmission chain. This study examines the effect of students’ perceptions and attitudes on student awareness of doing online assignments due to the spread of the Covid-19 pandemic affecting learning in education. Learning that initially took place traditionally (face to face) shifted to virtual learning (online learning). The research method uses mixed methods with a sequential explanatory design with a total sample of 312 students of physics education at the University of Jambi. The instruments in this study used questionnaires and interviews. The data will be analyzed using SPSS 21. The research results show that students' perceptions, attitudes, and awareness in carrying out their assignments online are in a good category. This fact shows a significant effect of perceptions and attitudes on students' awareness of doing assignments online. It is evidenced by the effect of 70.5% of students 'perceptions and attitudes on students' awareness of doing assignments online. The remaining 29.5% is influenced by other variables not found in this study.
PENGEMBANGAN DAN NORMALISASI SISTEM IRIGASI TERINTEGRASI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS HASIL PERTANIAN DI KELURAHAN MUDUNG LAUT KOTA JAMBI
Maison;
Nurhidayah;
Samsidar Samsidar;
Linda Handayani;
Rustan;
M. Ficky Aprianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak Vol. 3 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kelurahan Mudung Laut merupakan salah satu desa di kecamatan Pelayangan yang memiliki potensi dibidang pertanian dan perkebunan dengan produk unggulan adalah pertanian padi merah. Masyarakat Kelurahan Mudung Laut memiliki kendala kebutuhan perairan pertanian yang sangat tergantung dengan musim hujan. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan mitra di Kelurahan Mudung Laut Kecamatan Pelayangan Kota Jambi Seberang, maka solusi yang ingin ditawarkan dari kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat instalasi dan pemasangan pompa elektrik dan pompa vakum di areal persawahan mitra dan memberikan edukasi kepada Kelompok Tani Abadi Kelurahan Mudung Laut RT 09 Kecamatan Pelayangan tentang penggunaan dan perawatan pompa elektrik dan pompa vakum dalam penerapan sistem irigasi terintegrasi. Metode pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat meliputi tahap Survei Pendahuluan, Sosialisasi Rencana Pelaksanaan, Pelaksanaan Kegiatan dan Evaluasi. Proses intasalasi pompa vakum telah berhasil dilakukan dan dapat beroperasi dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kelurahan mudung laut
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) BERBASIS STEM TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA FISIKA
Nurliza Hanim;
Maison Maison;
Dwi Agus Kurniawan
Prosiding Amal Insani Foundation Vol. 1 (2022): PROSIDING NASIONAL
Publisher : Amal Insani Foundation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keterampilan proses sains siswa dengan menggunakan model pembelajaran project based learning berbasis STEM oleh siswa fisika. (2). mengetahui pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap keterampilan proses sains siswa fisika berbasis STEM. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa fisika dalam ranah psikomotorik. Jenis penelitian yang digunakan yakni model penelitian pengembangan perangkat pembelajaran dengan menggunakan model yang disusun oleh Thiagarajan yaitu model 4D. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu pendefinisian (define),perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate).
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS TEKNOLOGI DI SMAN 8 TANJUNG JABUNG BARAT PADA ERA MERDEKA BELAJAR
Shintya Azzahra;
Nuri Istifah Khasanah;
Dwi Agus Kurniawan;
Maison Maison
Prosiding Amal Insani Foundation Vol. 1 (2022): PROSIDING NASIONAL
Publisher : Amal Insani Foundation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan kemajuan teknologi media di bidang pendidikan, maka proses pembelajaran harus mengikuti teknologi terkini sesuai dengan era merdeka belajar. Untuk itu dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran fisika, diperlukan alat bantu yang berupa media. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis media pembelajaran fisika yang digunakan di SMAN 8 Tanjung Jabung Barat; (2) menganalisis kebutuhan pendidik dan peserta didik terhadap media pembelajaran fisika berbasis teknologi di SMAN 8 Tanjung Jabung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah pendidik dan peserta didik SMAN 8 Tanjung Jabung Barat. Dan sampel penelitian yaitu pendidik mata pelajaran fisika dan peserta didik kelas XI dengan jumlah sampel 1 pendidik dan 2 peserta didik. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah dalam wujud data primer. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah metode observasi dengan melakukan wawancara secara lisan dan tulisan dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data interaktif yaitu berdasarkan data yang diperoleh menurut Milles dan Huberman. Analisis kebutuhan media pembelajaran fisika berbasis teknologi menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran fisika berbasis teknologi sangat dibutuhkan oleh pendidik dan peserta didik untuk meningkatkan kecakapan dalam berfikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas serta menumbuhkan minat dan motivasi belajar peserta didik. Selain itu, juga dapat menjadi alternatif agar peseta didik tidak tertinggal oleh perkembangan zaman di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang miliki keterampilan 9C, IMT dan FLIPS sesuai dengan kurikulum Merdeka Belajar.
Analisis Rekonstruksi Konsep Siswa pada Soal Bangun Datar Segiempat dan Segitiga Ditinjau dari Teori APOS
Dania Noviyla;
Syaiful Syaiful;
Maison Maison
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2631
Ketika siswa dihadapkan pada situasi yang mengharuskan untuk menggunakan kembali konsep yang telah dimilikinya, maka siswa harus merekonstruksi kembali konsep yang ada. Siswa dan guru dapat menerapkan dan memanfaatkan prinsip-prinsip dalam Teori APOS untuk lebih memahami mata pelajaran. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana kemampuan rekonstruksi konsep siswa pada soal materi bangun datar segitiga dan segiempat ditinjau dari teori APOS di salah satu SMP Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan subjek menggunakan metode purposive sampling, subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII disalah satu SMP Kota Jambi. Instrumen penelitian ini terdiri dari soal tes uraian dengan think aloud dan wawancara. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukan kemampuan rekonstruksi konsep siswa dalam pemecahan masalah pada materi bangun datar ditinjau dari teori APOS masih kurang memadai, hal ini dikarenakan subjek lupa dengan rumus, kemampuan yang dimiliki subjek masih kurang, subjek tidak terbiasa menyelesaikan masalah secara rinci, subjek kurang teliti dalam mencermati soal, subjek tidak terbiasa untuk mengembangkan pengetahuannya, subjek tidak terlatih dalam berhitung, pemahaman materi prasyarat subjek masih kurang. Manfaat yang didapatkan setelah mengetahui diharapkan agar peserta didik dapat memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka sehingga mereka akan merasa nyaman ketika belajar dan diharapkan peserta didik dapat mengubah atau mengembangkan suatu permasalahan. Untuk guru dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran yang efisien dan efektif.
THE INFLUENCE OF ONLINE LEARNING ON STUDENTS' AWARENESS IN DOING ASSIGNMENTS DURING COVID-19 PANDEMIC
Maison Maison;
Dw Agus Kurniawan;
Lika Anggraini
Ta'dib Vol 23, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31958/jt.v23i2.2416
Abstract: Learning that initially took place traditionally (face to face) has shifted to virtual learning or online learning. This study aimed to identify online learning's influence on students’ awareness of doing assignments during the Covid-19 pandemic. The mixed-method research with the sequential explanatory design was used to collect and analyze data with a total sample of 305 physics education students at Jambi University. The results showed that students' perceptions and awareness in carrying out tasks online are in a good category. There is a significant effect of online learning on student awareness in doing assignments with a contribution of 72.1%. The remaining 27.9% was influenced by other variables not found in this study. Abstrak: Pembelajaran yang semula berlangsung secara tradisional (tatap muka) telah bergeser ke pembelajaran virtual atau pembelajaran online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran online terhadap kesadaran mahasiswa dalam mengerjakan tugas selama pandemi Covid-19. Metode penelitian campuran dengan desain eksplanatori sekuensial digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dengan jumlah sampel sebanyak 305 mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dan kesadaran mahasiswa dalam melaksanakan tugas secara online berada pada kategori baik. Ada pengaruh yang signifikan pembelajaran online terhadap kesadaran mahasiswa dalam mengerjakan tugas dengan kontribusi sebesar 72,1%. Sisanya 27,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ditemukan dalam penelitian ini.
Study of Needs for the Development of PBL-Based E-Modules to Improve Numeracy Literacy
Yuni Lestari;
Nizlel Huda;
Maison Maison
Ta'dib Vol 25, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31958/jt.v25i2.5898
This study intends to ascertain whether e-modules based on problem-based learning (PBL) on numbers should be produced, when the current teaching resources are textbooks. For students, the supply of textbooks became a concern. The abstract issues in the textbook that pupils must solve continue to stump them. A descriptive approach is employed in the research method, which is qualitative. The information was gathered by giving questionnaires to 30 pupils who are familiar with the notion of numbers and by speaking with three math teachers at the school. The findings of this study (1) demonstrate that students require cutting-edge instructional materials in the form of e-modules. (2) To prevent students from getting easily bored while studying, PBL-based e-modules are not only delivered in written form; they can also be integrated to videos and animations.
Online Vs Offline: Comparison of Effectiveness of PhET Simulation and Science KIT in Junior High School
Firda Nikmah;
Maison Maison;
Syamsurizal Syamsurizal
Integrated Science Education Journal Vol 4 No 3 (2023): September
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37251/isej.v4i3.472
Purpose of the study: This study aims to compare the effectiveness of online and offline simulation media. Especially during the transition period from the new normal, hybrid learning and back to the new normal. Methodology: The research design used was quasi-experimental. The study sample was taken using a random sampling technique. The data collection techniques used are observation and tests. Observation is carried out to find out more about the subject of research. A trial is conducted to determine the condition of students before and after receiving treatment. There are two test instruments used, namely pretest and posttest. The treatment given to the control class is learning using Science KIT, and the experimental class will use PhET Simulation. The results of the study will be processed using SPSS. Main Findings: PhET media and science KIT based on the N-gain test proved to increase on average after treatment. In the control class, the gain value was 0.7, while the gain value was 0.8 in the experimental class. According to the criteria, both classes are in the high category. but in contrast to the percentage of effectiveness, the use of PhET is effective with a rate of 86%, while KIT science is quite practical with a ratio of 71%. Novelty/Originality of this study: PhET simulation media and science KIT can explain abstract material to improve cognitive understanding. The use of this simulation media can be adjusted to learning conditions. if offline, use KIT, and if online, use PhET.
Identifikasi Miskonsepsi Five Tier Diagnostic Test Pada Materi Energi Dan Hukum Kekekalan Energi
Sri Wahyuni;
Maison Maison;
Muhammad Hidayat
Jurnal Metaedukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 4, No 1 (2022): Metaedukasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/metaedukasi.v4i1.4850
PenelitianÂ- ditujukan untuk mengetahui miskonsepsi yang sedang dialami siswa pada materi energi dan hukum kekekalan energi. Dalam penelitian ini digunakan instrumen five tier diagnostic test. Hal tersebut dikarenkan instrumen ini lebih baik dalam mengidentifikasi miskonsepsi siswa karena terdapat 5 tingkatan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa. Adapaun tingkatannya yaitu: jawaban soal, tingkat keyakinan terhadap jawaban, alasan jawaban, tingkat keyakinan terhadap alasan dan sumber informasi utama siswa. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model 4D yaitu mulai tahap define, design, develop dan disseminate. Â Subjek uji coba dalam penelitian ini dilakukan terhadap 100 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Timur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat miskonsepsi pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Timur terdadap materi Energi dan hukum kekekalan energi dengan presentase sebesar 20,2 %.
Using an Isomorphic Instrument: What Do Physics Education Students Think About Buoyance?
Maison;
Hidayati;
Dwi Agus Kurniawan;
Riska Fitriani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.5341
Physics education students' understanding of buoyancy can differ from student to student and is difficult to know accurately. Appropriate instruments are needed to diagnose the conception of physics education students. This research aims to determine how physics education students think about buoyancy by applying a five-tier isomorphic instrument. The respondents of this research were physics education students at Padang State University who had studied Archimedes' principle regarding buoyancy, totaling 135 people. The research results show that physics education students have different average percentages of correct answers regarding the number of tiers. The average percentage of correct answers in the first tier is 13%, while in the combination of tier 1 and tier 3 (two-tier) is 7%. Overall, the average percentage of correct scores based on tiers one to four (four-tier instrument) on the buoyancy concept is 4%. They are, furthermore, based on isomorphic analysis: ISO-1 = 8%, ISO-2 = 1%, and ISO-3 = 8%. These results are then classified as poor conceptual understanding because the percentage of conceptual understanding obtained is below 30%. The source of physics education students' conceptions comes from personal thoughts about 80%, from observations about 15%, and the rest from other sources.