Tidak semua ibu hamil dapat menjalani persalinan secara spontan; dalam kondisi tertentu, diperlukan tindakan induksi atau persalinan melalui sectio caesaria. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti usia, paritas, usia kehamilan, IMT, skor bishop dan taksiran berat janin. Penelitian ini secara tujuan untuk melaksanakan analisis hubungan antara usia ibu, usia kehamilan, indeks massa tubuh serta taksiran berat janin dengan keberhasilan induksi persalinan. Desain penelitian mempergunakan analitik observasional dengan pendekatan berupa case control study. Sampel penelitian sejumlah 76 responden dimana kelompok case 38 responden dan kelompok control 38 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah usia, usia kehamilan, indeks massa tubuh, dan taksiran berat janin. Data dilaksanakan pengambilan retrospektif dari rekam medis pasien serta dilaksanakan analisis dengan mempergunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian memberi petunjuk bahwa proporsi induksi persalinan sebagian besar usia 20-35 tahun (73,74%), aterm (63,15%), IMT normal (46,05%) dan taksiran berat janin ≤3500 gr (92,10%). Hasil analisis statistik menunjukan bahwa faktor usia (p value: 0,018, OR: 4,304), usia kehamilan (p value: 0,004, OR: 5,471), IMT (p value: 0,005, OR: 4,208), dan taksiran berat janin (p value: 0,025, OR: ∞) memiliki hubungan dengan keberhasilan induksi persalinan (p0,05). Adanya hubungan antara usia ibu, usia kehamilan, IMT, serta taksiran berat janin dengan keberhasilan induksi persalinan di RSUD Waibakul Kabupaten Sumba Tengah.