p-Index From 2021 - 2026
12.37
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Publikasi Pendidikan Paramita: Historical Studies Journal Indonesian Journal of Conservation JIKSI (Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi) Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal Sejarah dan Budaya Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil BANGUN REKAPRIMA E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Sejarah dan Budaya The Journal of Educational Development JESS (Journal of Educational Social Studies) Journal of Indonesian History Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Journal of Maritime Studies and National Integration INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science International Journal of Supply Chain Management Journal of Primary Education Lembaran Sejarah Jurnal Teknologi Terapan Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Jurnal Artefak Jurnal Perspektif Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis Infotech: Journal of Technology Information Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Internet of Things and Artificial Intelligence Journal Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Innovative: Journal Of Social Science Research Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Komunita: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Banda Historia: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Journal of Law and Legal Reform Journal of Multidiscipline and Collaboration Research Jurnal Penelitian Pendidikan J-CEKI JESS (Journal of Educational Social Studies) Journal of Indonesian History Journal of Community Empowerment Media Pendidikan Matematika Paramita: Historical Studies Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pembangunan di Jakarta Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Betawi Tahun 1966-1977 Lukmansyah, Nurul; Wasino, Wasino; Ahmad, Tsabit Azinar
Journal of Indonesian History Vol 5 No 1 (2016): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pemerintah Jakarta di tahun 1966-1977 terfokus pada perbaikan, rehabilitasi dan pembangunan kota. Pembangunan yang terus dilakukan oleh pemerintah berhasil merubah wajah Kota Jakarta menjadi kota Metropolitan. Akan tetapi, pembangunan yang semakin gencar pada masa itu tidak dirasakan oleh semua kalangan, terutama masyarakat Betawi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Masyarakat Betawi terlahir karena lunturnya identitas asli mereka yang disebabkan banyaknya perkawinan campur antar etnis di Batavia. Pada masa kolonial masyarakat ini memiliki kualitas hidup yang sangat rendah, sedangkan pada masa kemerdekaan mengalami peningatan, namun tidak terlalu besar. (2) Bentuk-bentuk marginalisasi yang dialami oleh masyarakat Betawi antara lain, marginalisai penduduk, marginalisasi tempat tinggal dan marginalisasi ekonomi. (3) Faktor-Faktor penyebab marginalisasi masyarakat Betawi antara lain, faktor internal seperti kualitas hidup yang rendah dan pengaruh agama yang kuat. Faktor eksternalnya berupa penggusuran dan urbanisasi. Dampak-dampak marginalisasi antara lain dampak sosial, ekonomi dan budaya.
Nasionalisasi Tambang Minyak di Cepu dan Pengelolaannya Tahun 1950-1966 Fatimah, Siti Nur; Wasino, Wasino; Bain, Bain
Journal of Indonesian History Vol 5 No 1 (2016): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah proklamasi kemerdekaan, semua perusahaan-perusahaan masih dikuasai oleh pihak asing. Adanya kebuntuan dalam perjuangan pengembalian Irian Barat dari pihak Belanda ke Indonesia melalui jalur diplomasi setelah perjanjian KMB membuat bung Karno mengambil keputusan yang ekstrim dengan membatalkan perjanjian KMB secara sepihak dan ingin menasionalisasikan perusahaan-perusahaan Belanda. Nasionalisasi merupakan suatu proses untuk mengakhiri dominasi asing dengan merubah sistem perekonomian kolonial menjadi ekonomi nasional dengan membuat perubahan status perusahaan milik Belanda menjadi milik negara Indonesia yang diharapkan kedepannya mampu memajukan perekonomian di Indonesia. Proses nasionalisasi awal dilakukan pada tahun 1957 oleh pengusaha Militer Territorium IV dengan nama Tambang Minyak Nglobo CA. Nasionalisasi secara hukum sesuai dengan UU No.86 Tahun 1958. Pada tahun 1962 tambang minyak Cepu yang masih dikuasai oleh Bataafche Petroleum Maatscappij (BPM/Shell) kemudian diambilalih oleh pemerintah Indonesia dengan ganti rugi. Setelah perusahaan yang dibeli oleh pemerintah dan kemudian dikelola oleh pemerintah mengalami penurunan produksi. Nasionalisasi dilakukan dengan spontan dan dalam perusahaan pertambangan minyak membuat kekurangan pegawai yang kompeten dalam bidangnya sehingga pada tahun 1966 setelah melalui perundingan tambang minyak Cepu yang mengalami penurunan produksi telah disepakati untuk diserahkan kepada Lemigas untuk dijadikan pusat pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Setelah itu didirikan Akademi Minyak dan Gas Bumi (Akamigas) tahun 1966. Untuk menyelenggarakan pengelolaan Akamigas di Cepu, maka dibentuk Pusat Pendidikan dan Pelatihan Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Pusdiklap Migas). Lapangan minyak yang ada kemudian dijadikan sebagai sarana peragaan pendidikan.
Dinamika Produksi Beras dan Pengaruhnya Terhadap Ketahanan Pangan Masyarakat di Kabupaten Grobogan Tahun 1984-1998 Handani, Lisa Novia; Wasino, Wasino; Muntholib, Abdul
Journal of Indonesian History Vol 6 No 1 (2017): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Grobogan adalah kabupaten terluas ke-2 di Jawa Tengah setelah Cilacap. Sebagian besar wilayah Kabupaten Grobogan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, terutama pertanian padi. Padi menjadi komoditas utama karena karakteristik yang unik, padi sebagai makanan pokok, dan harga jual mendukung. Pemerintah membangun KUD, penyuluh pertanian, dan subsidi pupuk. Produksi beras di Kabupaten Grobogan selalu meningkat setiap tahun, produksi tertinggi pada tahun 1998 dan masyarakat Kabupaten Grobogan dapat dikatakan tahan pangan.
DINAMIKA POLITIK PARTAI NAHDLATUL ULAMA DI SEMARANG TAHUN 1952-1979 Sayuti, Akhmad; Wasino, Wasino; Sodiq, Ibnu
Journal of Indonesian History Vol 7 No 1 (2018): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nahdlatul Ulama merupakan jam’iyah yang didirikan oleh ulama-ulama tradisional yang menganut aliran Ahlussunnah Wal Jam’ah dan pengusaha Jawa Timur pada tahun 1926 di Surabaya. Awalnya NU bergerak dibidang sosial keagamaan yang memfokuskan kegiatannya pada pendidikan, ekonomi, dan penyiaran agama Islam, namun pada perkembangannya NU mulai ikut dalam pergerakan politik nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkembangan politik NU di Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, yakni penulisan secara kronologis sebagai hasil penelitian sejarah. Hasil penelitian ini adalah NU di Kota Semarang didirikan oleh KH. Ridwan pada tahun 1926 yang merupakan salah satu ulama yang ikut dalam pendirian NU di Surabaya. Perolehan suara pada Pemilu 1955 merupakan bukti bahwa NU kalah dengan PKI dan PNI, namun NU menjadi partai Islam terbesar di Kota Semarang mengalahkan Masyumi yakni PKI 92.172, PNI 27.619, NU 19.292, dan Masyumi 6.191. Pada perkembangannya NU berfusi menjadi PPP. Muktamar ke-26 di Kota Semarang merupakan langkah NU kembali menjadi jam’iyah dan menyerahkan kegiatan politik kepada PPP.
Kampanye Patai-Partai Politik Menjelang Pemilihan Umum 1955 Di Kota Semarang (Studi Kasus PNI, PKI, Nu, dan Masyumi) Ahmad, Nanang Rendi; Wasino, Wasino; Wijayanti, Putri Agus
Journal of Indonesian History Vol 8 No 1 (2019): Journal of Indonesian History (JIH)
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i1.32213

Abstract

Kondisi sosial-politik Indonesia tahun 1950-an menjadi suatu arena bagi partai-partai politik untuk menunjukan keberadaannya di tengah masalah-masalah sosial-politik yang menimpa Indonesia, setidaknya itu terjadi ketika wacana diselenggarakannya Pemilihan Umum (pemilu) berhembus. Partai-partai politik dengan masing-masing ideologi partai yang diusung saling mengkampanyekan jalan keluar atas masalah-masalah yang dihadapi Indonesia tahun 1950-an. Semua yang dilakukan partai-partai politik itu adalah upaya meraih hati rakyat untuk persiapan Pemilu 1955. Penelitian ini membahas tentang hubungan antara kondisi sosial-politik Indonesia tahun 1950-an dengan kampanye partai-partai politik. Penelitian ini juga mencoba menunjukan bahwa latar belakang historis dan kondisi sosial-politik suatu daerah turut mempengaruhi peta kekuatan politik dan hasil Pemilu 1955. Dalam kasus yang terjadi di Kota Semarang, dengan keluarnya PKI sebagai peraih suara terbanyak dalam Pemilu 1955 di Kota Semarang, menunjukkan bahwa kampanye bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi hasil yang diraih suatu partai. Akan tetapi ada faktor lain yang juga turut mempengaruhi hasil yang diraih suatu partai. Faktor tersebut adalah latar belakang historis dan kondisi sosial-politik di Kota Semarang.
Pabrik Gula Kalibagor: Perkembangan dan Dampaknya Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kalibagor Tahun 1957-1997 Pamikat, Renardi; Wasino, Wasino; Atno, Atno
Journal of Indonesian History Vol 8 No 2 (2019): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v8i2.37053

Abstract

Sukarno's speech on August 17, 1956 signaled the takeover of Dutch-owned companies, which began in December 1957. The Law set up for the nationalization act was Law No. 86 of 1958. One of the things nationalized by the government was the Kalibagor sugar factory. In this study, the author discusses how the process of nationalizing the Kalibagor sugar factory until its closure and the socio-economic dynamics of the community that occurred after nationalization. The results of this study are that the people in Kalibagor experienced some changes. This is the impact of the nationalization. In 1975, the sugar commodity was replaced by rice and tobacco. Then the government issued Presidential Instruction No. 9 of 1975 concerning People's Intensification Sugar Cane (TRI). But the program was also unsuccessful with a number of problems, which made the Kalibagor sugar factory continue to suffer losses. Finally, in 1997 the crisis that occurred in Indonesia resulted in a decline in the sugar industry, so that there were several sugar mills which were closed or diamalgamasi including the Kalibagor sugar factory. Keywords: Kalibagor Sugar Factory, Nationalization, Impact
Penanggulangan Kemiskinan Di Kabupaten Bojonegoro Tahun 1982-2008 Armylia, Manzila; Wasino, Wasino
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.46944

Abstract

Tujuan penelitian ini: (1) mengetahui upaya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro pada Tahun 1982-2008. (2) mengetahui dampak penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 1982-2008. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang meliputi empat tahap yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiogafi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan upaya penanggulangan kemiskinan difokuskan pada bidang pendidikan, ketahanan pangan dan kesehatan. Pelaksanaan kebijakan dengan dibuatnya beberapa program sangat berperan dalam perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro. Dalam usaha menanggulangi kemiskinan melalui bidang pendidikan, ketahanan pangan dan kesehatan menjadikan penduduk di Kabupaten Bojonegoro keluar dari angka kemiskinan karena sudah mempunyai kualitas pendidikan yang baik sehingga penduduk mempunyai mutu prestasi yang berkompeten, dalam masalah ketahanan pangan penduduk miskin mampu keluar dari rawan pangan dan kelaparan, dan penduduk miskin mempunyai kesehatan yang baik karena penduduk miskin dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan secara murah, mudah, cepat dan berkualitas.Kata Kunci: Kemiskinan, Penanggulangan, Kebijakan.
Erupsi Merapi dan Perubahan Pemukiman di Kecamatan Pakem, Turi, dan Cangkringan Kabupaten Sleman tahun 1990-2010 Kurniawan, Yanuar Rezza; Wasino, Wasino
Journal of Indonesian History Vol 10 No 1 (2021): Journal Of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v10i1.47304

Abstract

Gunung Merapi menurut catatan sejarah sudah menunjukan aktivitas vulkaniknya (erupsi) sejak tahun 1003. Pada kurun waktu 1990an sampai 2010 telah terjadi erupsi Gunung Merapi sebanyak tujuH kali, yakni pada tahun 1992, 1994, 1997, 1998, 2001, 2006 dan 2010. Erupsi Gunung Merapi selalu memberikan dampak positif dan negatif kepada masyarakat yang tinggal di Kabupaten Sleman. Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui bagaimana dampak dari erupsi Gunung Merapi dan juga dampaknya bagi masyarakat di beberapa desa di Kabupaten Sleman. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian sejarah. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Perubahan Permukiman yang terjadi di Kecamatan Pakem Turi Cangkringan ini pasca erupsi Gunung Merapi tahun 1994 dan 2010. Erupsi tahun 1994 mengarah ke permukiman masyarakat dusun Turgo dan Erupsi tahun 2010 mengarah ke permukiman masyarakat Umbuharjo, Kepuharjo dan Glagaharjo. Banyak rumah penduduk yang rusak parah tidak dapat dihuni lagi dan sebagian hanya rusak ringan. Peran pemerintah dalam hal ini memberikan tempat relokasi, huntara dan juga huntap (hunian tetap) bagi masyarakat yang terdampak langsung erupsi Gunung Merapi tahun 1994 dan tahun 2010
PENERAPAN IPTEK PEMOTONGAN GAS LPG PEMBUATAN PLAT SIMPUL, BASE PLATE BAJA TOWER AIR BAGI REMAJA PUTUS SEKOLAH KAMPUNG BARITO SEMARANG Triwardaya, Triwardaya; Hadi, Tjokro; Parhadi, Parhadi; Supriyadi, Supriyadi; Wasino, Wasino; Junaidi, Junaidi; Wiyana, Yustinus Eka; Abdillah, Rifqi Aulia; Wicaksono, Teguh Mulyo
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 8, No 1, April (2022): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.714 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v8i1, April.3531

Abstract

Kondisi tahun 2020 New normal di pandemi covid 19 berdampak pada pengusaha kocar-kacir ekonomi di semua sektor PHK dimana-mana tidak terkecuali di kampung Barito Semarang sehingga mata pencaharian yang tidak menentu untuk menghasilkan uang, kita harus punya skill keahlian yang mumpuni untuk mengatasi pengangguran usia remaja perlu memperdayakan masyarakat angkatan kerja yang masih muda muda atau remaja dibekali skill pemotongan LPG secara bertahap sampai mahir. New normal 2020 di Kompleks Barito Semarang untulan usaha-usaha jasa pemotongan LPG untuk plat baja FC NP tempat yang menjadi tenaga pemotong LPG plat baja yang dari luar kota kondisi sepi menjadi dirumahkan atau PHK untuk menyediakan tempat kost untuk pekerja dari luar kota menjadi masalah dari kelangkaan tenaga ahli potong LPG plat baja menjadikan masalah untuk pengusaha pengusaha pemotongan LPG  Untuk mengatasi problem tersebut tim pengabdian masyarakat jurusan Teknik Sipil Polines untuk mengadakan Pelatihan memperdayakan Masyarakat untuk kaum remaja putus sekolah dengan skill 9 pembuatan sifat baja dan lain-lain.
MODERNISASI BUDAYA POLITIK MANGKUNEGARAN Wasino Wasino
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.031 KB) | DOI: 10.17977/sb.v9i2.5016

Abstract

Abstrak. Budaya politik tercermin dari cara elite dalam mengambil suatu kebijakan dan mengimplentasikannya. Mangkunegaran sebagai sebuah kepangeranan hasil dari perpecahan kerajaan Mataram tidak mengikuti budaya politik mataram yang feodal tradisional. Mereka tidak lagi melihat raja sebagai wakil dari Tuhan tetapi mereka berkuasa karena andil dari rakyat. Rakyat yang dimaksud adalah mereka yang berjuang  mendukung sang pangeran melawan penjajah Belanda dan Penguasa Mataram yang dianggap lalim. Terdapat tiga prinsip budaya politik di Mangkunegaran yakni mulat sarira hangrasa wani, rumangsa melu handarbeni, melu hangrungkebi. Ketiga hal ini yang kemudian membuat Mangkunegaran terkesan memodernisasi birokrasi pemerintahan dan secara tidak langsung merubah etiket yang ada.Kata-kata kunci. Budaya politik, elite, kebijakan, MangkunegaranAbstract. The way of elites in issuing and executing a policy reflects the political culture of a state. Mangkunegaran as a principality, from the court of Mataram disintegration, does not imitate the political culture of Mataram which has the traditional-feodal system. They do not look a king as a representation of God but they have a power from people. The people is who is pursuing and supporting the prince to face the Dutch and the corrupt king of Mataram. There are three principles of Mataram political culture. Those are (1) mulat sarira hangrasa wani, (2) rumangsa melu handarbeni, (3) melu hangrungkebi. This shapes Mangkunegaran seemed modernizing governmental bureaucracy and changing the etiquette indirectly.Keywords. Political culture, elite, policy, Mangkunegaran
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abadi, Reagent Abda Abda Abdul Muntholib Abdul Rozaq Aditya Rizki Alkautsar Aditya Tanuwijaya Afrinaldi Afrinaldi Agus Nuryatin Agus Riyanto Agus Wahyudin Agus Yuwono Agustin, Anik Selviana Ahmad, Nanang Rendi Ahmad, Nanang Rendi Aisyah Nur Sayidatun Nisa, Aisyah Nur Sayidatun Aji Sofanudin Ajienegoro, Daniel Albert Albert Alfi Rahmi Ali Djamhuri Ali Romdhoni Alkhairunisa, Ayna Ayu Amin Yusuf Amir Mahmud Amna, Radhiah Anak Agung Gede Sugianthara Ananto Aji, Ananto Andy Suryadi Anggraeni Kusnadi Anthony Anthony Anung Suwarno, Anung Apik Budi Santoso Aprilia Rizki Saputri Arcindy, Argitha Arghita Aricindy Argitha Aricindy Argitha Aricindy Argitha Aricindy ARI SUSANTO Aricindy, Argitha Arie Srihardyastutie Arif Purnomo Ariyanto, Arief Subakti Armaidi, Indriana Eko Arman Surya Wibowo Armylia, Manzila Asmarani, Kartika Aspin, Pipin Yunita Asrori Asrori At. Sugeng P Atika Wijaya Atno Atno Aulanni'am, Aulanni'am Aulia Rahman Azhary, Luqman Aziz, Amal Rizqi Azizah, Farinka Nurrahmah Azmi, Inez Kalyana Azzahid, hasib widya Bagus Darmawan Bagus Mulyawan Bahagio Raharjo, Bahagio Bain Bain Bambang Bambang Bambang Subali Bashori, Muzzaki Bianca Debby Brar, Balraj Singh Cahyo Budi Utomo Cahyo Budi Utomo Cahyo Seftyono Carissa Liora chandra, Septian Adi Chandra, Septian Adi Che Noh, Noorsafuan Bin Christy, Dian Eka Dali Santun Naga Daniel Daniel Daniel Hadiyanto Dedi Trisnawarman DENI SETIAWAN Denis Gunawan Desi Arisandi Desi Arisandi Dewanti, Retno Yuni Dewanti, Retno Yuni Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Lisnoor Setyowati, Dewi Lisnoor Dewi, Ezra Shandra Dewi, kustiyanti Diki Tri Apriansyah Putra Djoko Widodo Djono Djono Djono Dodi Pasila Putra Eddy Waluyo, Eddy Edi Kurniawan Edi Sutrisna Edy Trihatmoko Edy, Agus Nowo Eko Handoyo Eko Handoyo Eko Handoyo Elysia Putri Elysia Putri, Elysia Endah Sri Hartatik Endah Sri Hartatik Endah Sri Hartatik Erma Susilowati, Erma Ery Dewayani Etty Nurwati Eunike Eunike Fahrudin Alfi Huda Fakhruddin Fakhruddin Fandy Fandy Farida Ratu Wargadalem Fauzan Syahru Ramadhan Felicia Kasinda Fitria Dwi Prasetyaningtyas Francisca Francisca Fransisca Pranata Fuadi, Muhammad Fathul Ginanjar, Asep Ginting, Yusrina Gosal, Maria Rosa Hadi Sutopo Hadi Sutopo Hadi, Tjokro Hadiprabowo, M Akbar Hadromi - Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Handani, Lisa Novia Handani, Lisa Novia Handoko, Susanto T Happy Ardeena Harprastanti, Primasiwi Haryono Haryono Hendra Hendra Hendra Hendra Hendro Ari Wibowo, Hendro Ari Heri yanto Hermanu Joebagio Hermanu Joebagio Horton, William Bradley Hutagaol, Alice Shizuka Hutagaul, Ferry Ibnu Sodiq Ifada Retno Ekaningrum Irma Suryani Jamal Mahbub Jap Tji Beng Jayusman Jayusman Jeanny Pragantha Jeanny Pragantha Jeffri Alfred Jeffri Alfred, Jeffri Jessen, Jessen Johyandi Lukmana Junaidi Junaidi Juwita Juwita Juwita Juwita, Juwita Kasinda, Felicia Khawismaya, Herlina Putri Khodijah, Isah Siti Khoirun Nisya Kittisak Jermsittiparsert Kristina Kristina Kurniawan, Yanuar Rezza Lailasari Ekaningsih Lawrence, Valerie Leily Fatmawati, Leily Lekatompessy, Astrid Lim, Yulia Limbor, Ellen Gabriel Lina Lina Luh Putu Ratna Sundari Lukmansyah, Nurul Lukmansyah, Nurul Lunzaga, Ele Mahendra, Izam Susilo Maman Rachman Manatap Dolok Lauro, Manatap Dolok Martitah Martitah Marunduh, Arthur Adhitya Masrukhi Masrukhi Mawardi Mawardi Meddiati Fajri Putri Melani Asta Rosari Meli Adriani Hotma Hasibuane Meyliani Tanjung Millah, Roihatul Moch. Lukluil Maknun Mohammad Ali Sidik Mohd Sohaimi Esa Mudiyono Mudiyono Mufti Riyani Mufti Riyani Muh Doyin Muh. Sholeh Muhammad Iqbal Birsyada Muhammad Iqbal Birsyada Muhammad Mujibur Rohman, Muhammad Mujibur Muhammad Mukhlisin Mulyana Mulyana Mulyo Wicaksono, Teguh Mulyono, Prisca Bebby Triola Angela Muzakki Bashori, Muzakki Nadya Aliwarga, Nadya Nimas Puspitasari, Nimas Nina Witasari, Nina Noeratri Andanwerti Novandi, Ardhi Setyawan Novario Jaya Perdana Noviandi Noviandi Nufitriani Kartika Dewi Nugroho Trisnu Brata Nuha, Farin Hanifatun Nuni Widiarti Nur Aini Setiawati Nur Cholid, Nur Nur Indah Septia Ningsih Nurkholiza, Rahmiyana Nurohman, Nurohman P. Eko Prasetyo Pamikat, Renardi Parhadi Parhadi, Parhadi Pertiwi, Ratih Purnama Prabowo, M. Akbar Hadi Praharseno, Fikri Prasetyo, Muhammad Wahyu Pratama, Agustian Aditya Pratama, Olga S. Pratama, Safrial Fachry Priyanto, Agustinus Sugeng Puji Lestari, Nor Purbiyanti, Elis Dwi Purwadi Suhandini Putra, Vincentius Randy Putri Agus Wijayanti Putri, Erika Ardya Mesia Rabeea Mohammed Mansour Imleesha Rachel Noveris Sukisman Radhiah Rini Amna, Radhiah Rini Rahman, Abdul Haris Bahtiar Retno Suminar Rianafik, Ifti Rifqi Aulia Abdillah, Rifqi Aulia Rio Devilito Risman Risman Risman Risman Robert Robert Ronald Chandra Ronald Chandra Rosikhatul Ilmiyah, Rosikhatul Rosmayanti, Ervi Rosyadi, Ratih Nurillah Rufus, Timothy Rusdarti - S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . S.Pd., Musonef Safitri, Anna Safitri, Rahma Danisa Eka Sahmanita, Riqqah Salsabila Salsabila, Tasya Mulia sandrya, vincent Santoso, Arif Gunawan Saptono Putro Sarwi - Sarwi Sarwi Satya Budi Nugraha Sawri, Sarwi Sayuti, Akhmad Sayuti, Akhmad Sefira, Fasia Meta Setiaji Pamungkas, Nur Sharon Yosephine Shintasiwi, Fitri Amalia Sina, Fortuna Devi Putri Sintarani, Chitra SITI FATIMAH Siti Nur Fatimah Siti Wahyuningsih Slamet . Sri Sudarsih Sri Tiatri SRI WARDANI Steven Steven Subagyo Subagyo Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti SUDARMONO SUDARMONO Sugeng P Sugiyo Sugiyo, Sugiyo Sukardi, Ernawati Sukoyo Sukoyo Sumarlie, Aurellia Clearesta Sunarto Sunarto Suparman Suparman Supriyadi Supriyadi Suroso Suroso Susanto Susanto Sutimin, Leo Agung Sutrisno, Sutrisno Suwarto Suwarto Suwito Eko Pramono Suyahmo Suyahmo Suyahmo Suyahmo Syamsiar, Syamsiar Syifa Fauziah Tedjo Mulyono Teny Handhayani Thiwaty Arsal Thriwaty Arsal Timothius Simon Timothy Rufus Tony Tony Tony Tony Trhiwaty Arsal TRI ASTUTI Tri Handayani Tri Joko Raharjo Tri Suminar Trimurtini, Trimurtini Triwardaya Triwardaya Triwardaya Triwardaya, Triwardaya Tsabit Azinar Ahmad Tutik Wijayanti Udi Utomo Umi Darojah, Umi Umi Muzayanah Utomo, Ilham Nur Valencia Ilona Vemi Widoanindyawati vincent sandrya Vincentius Gunawan, Vincentius Wahjoedi Wahjoedi Wahyu Lestari Wahyu Tri Putra Wahyu Tri Putra, Wahyu Tri Wardana, Shony Warsiti Warsiti Warto Warto Warto Wasro Wasro, Wasro Watcharin Joemsittiprasert Wicaksono, Teguh Mulyo Wijaya, Calvin Wildana Latif Mahmudi, Wildana Latif William Hermawan Woro Sumarni Yahya S.B., Lalu Yansen Henly Halim Yeni Wijayanti Yeri Sutopo Yulianto, Nugroho Yunepto Yunepto Yuni Suprapto, Yuni Yusrina, Nur Yustinus Eka Wiyana, Yustinus Eka Yusuf Falaq, Yusuf Zyad Rusdi Zyad Rusdi