p-Index From 2021 - 2026
15.29
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kedokteran Brawijaya Medula Jurnal Keperawatan Sriwijaya Molecular and Cellular Biomedical Sciences (MCBS) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas JURNAL CITRA KEPERAWATAN Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Amerta Nutrition Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Dunia Kesmas Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Medika Malahayati Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Majalah Farmasetika Human Care Journal Jurnal Analis Farmasi Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Malahayati International Journal of Nursing and Health Science PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen Malahayati (JRAMM) JKPBL (Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung) Nathiqiyyah : Jurnal Psikologi Islam Jurnal Kesehatan Tambusai MAHESA : Malahayati Health Student Journal Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat JAF (Jurnal Analis Farmasi) Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan OVUM : Journal Of Midwifery and Health Sciences Media Informasi JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports JOURNAL OF Mental Health Concerns CHI JOURNAL OF Community Health Issues TMI JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Midwifery Journal Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYEBAB TIDAK LANGSUNG KASUS KEMATIAN MATERNAL DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2008-2011 Gede Merta Mertana; Dessy Hermawan; Andoko Andoko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.135 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i3.197

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan meningkatnya kontraksipembuluh darah arteri yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat dipastikan mempunyai tekanan darah tinggi. Berdasarkanhasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada bulan Februari 2014 terdapat 2094 kasus hipertensi di wilayahkerja Puskesmas Kemiling Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh Pemberian Ekstrak BuahMengkudu (Morindacitrifolia L.) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pria Dewasa Di Wilayah Kerja PuskesmasKemiling Bandar Lampung Tahun 2014.Rancangan survei analitik dengan pendekatan quasi eksperimen, one group pretest-posttest design. Populasidalam penelitian ini berjumlah 2115 orang. Sampel yang diambil pada penelitian ini yaitu 18 responden. Penelitian inimenggunakan analisa dengan Uji paired sampel t test.Hasil penelitian menunjukan tekanan darah penderita hipertensi sebelum diberi ekstrak buah mengkudu rata-ratasistolik 157.78 mmHg dan diastolik 101.11 mmHg. Tekanan darah setelah diberikan ekstrak buah mengkudu rata-ratasistolik 149.44 mmHg dan diastolik 92.22 mmHg. Hasil analisis bivariat didapatkan pv= 0,000; t output sistolik 5.718 dan toutput diastolik 4.531 menunjukan adanya penurunan tekanan darah penderita antara sebelum dan sesudah diberi ekstrakbuah mengkudu. Saran dalam penelitian ini yaitu ekstrak buah mengkudu dapat menjadi salah satu terapi komplementeruntuk menurunkan tekanan darah sehingga kasus hipertensi dapat menurun
Faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja usia 15-18 tahun Apriyadi Apriyadi; Dessy Hermawan; Lolita Sary
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i2.1901

Abstract

Sociocultural factors in practices of early marriage  in 15–18 years old adolescentBackground: Early marriages have a negative impact on health, both for mothers from pregnancy to childbirth and infants due to imperfect reproductive organs. Immature reproductive organs cause women who get married early at risk. In Gunung Labuhan Village, Sungkai Selatan District in 2017 there were early marriage with 27 people married at less than 18 years old.Purpose:  To identify Sociocultural factors in practices of early marriage  in 15–18 years old adolescentMethod: A quantitative, case control research design. The population in this study were all adolescents in Gunung Labuhan Village, Sungkai Selatan District, North Lampung Regency in 2018 with 341 people with 27 cases of early marriage and 27 controls. Statistical tests using the chi square test.Results: There is a relationship between education, parental education, occupation, parental occupation, income with early marriage in Gunung Labuhan Village, South Sungkai District, North Lampung Regency 2018. Suggestions are expected to socialize the time of marriage and the impact of early marriage through counseling and using language that is easily understood to children who entering the age of young women and parents.Conclusion: that the average age is 16.22, the standard deviation is 0.80, the range is 15-17 years, the basic education is 18 (66.7%) respondents, the job is to work 20 (74.1%) the respondents, the parents' work is not permanent 17 (63.0%) respondents, low income 14 (51.9%). The relationship between early marriage and education (p-value 0.014), the relationship between early marriage and parental education (p-value 0.028), the relationship between early marriage and work (p-value 0.006), the relationship between early marriage and parental occupation (p-value 0.029), the relationship between early marriage and income (p-value 0.049).Keywords: Sociocultural factors; Practices of early marriage; Adolescent (15–18 years old)Pendahuluan: Pernikahan usia dini berdampak buruk pada kesehatan, baik pada ibu dari sejak hamil sampai melahirkan maupun bayi karena organ reproduksi yang belum sempurna. Belum matangnya organ reproduksi menyebabkan perempuan yang menikah usia dini berisiko. Di Desa Gunung Labuhan Kecamatan Sungkai Selatan pada tahun 2017 terdapat pernikahan usia dini  dengan jumlah 27 jiwa menikah di usia kurang dari 18 tahunTujuan: Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja usia 15-18 tahunMetode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasinya seluruh remaja di Desa Gunung Labuhan Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara 2018sebanyak  341 orang dengan jumlah kasus pernikahan dini 27 orang, dan 27 kontrol.Uji statistik menggunakan uji chi square.Hasil: Bahwa usia dengan rata – rata 16,22, standar devisiasi 0,80, rentang 15-17 tahun, pendidikan dasar 18 (66,7%) responden, pekerjaan dengan bekerja 20 (74,1%) responden, pekerjaan orang tua tidak tetap 17 (63,0%) responden, pendapatan rendah 14 (51,9%). Hubungan antara pernikahan dini dengan pendidikan (p-value 0,014), hubungan antara pernikahan dini dengan pendidikan orang tua (p-value 0,028), hubungan antara pernikahan dini dengan pekerjaan (p-value 0,006), ubungan antara pernikahan dini dengan pekerjaan orang tua (p-value 0,029), hubungan antara pernikahan dini dengan pendapatan (p-value 0,049).Simpulan: Ada hubungan pendidikan, pendidikan orang tua, pekerjaan,  pekerjaan orang tua, pendapatan dengan pernikahan usiadini di Desa Gunung Labuhan Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara 2018. Saran diharapkan mensosialisasikan waktu  pernikahan dan dampak pernikahan dini  melalui penyuluhan dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami kepada anak yang memasuki usia remaja putri dan orang tua.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN TIPE D DAN FAKTOR FISIOLOGI DENGAN VITAL EXHAUSTION PADA PASIEN INFARK MIOKARD Bambang Hirawan; Dessy Hermawan; Rika Yulendasari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.195 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.670

Abstract

Pemberian terapi intravena diperlukan secara terus menerus dan dalam jangka waktu tertentu sehingga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi dari pemasangan infus, salah satunya adalah flebitis. Insiden flebitis meningkat sesuai dengan lamanya pemasangan jalur intravena, komposisi cairan atau obat, ukuran dan tempat kanula dimasukkan, pemasangan jalur intravena yang tidak sesuai, dan masuknya mikroorganisme pada saat penusukan. Berdasarkan hasil pra survei yang dilakukan terhadap 25 pasien yang terpasang infus lebih dari tiga hari, terdapat 6 pasien (24%) yang mengalami tanda-tanda flebitis, sehingga mengakibatkan bertambahnya masa rawat di Rumah Sakit dibandingkan 19 pasien (76 %) yang tidak mengalami tanda-tanda flebitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan lamanya pemasangan kateter intravena dengan kejadian flebitis di Ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Jend. A. Yani Metro tahun 2013. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dirawat di Ruang Penyakit Dalam RSU Jend. A. Yani metro pada bulan November 2013 sejumlah 90 pasien, sedangkan sampel yang diambil  sama dengan jumlah populasi yaitu  berjumlah 90 pasien (sampling jenuh). Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square menyimpulkan ada hubungan antara lamanya pemasangan kateter intravena dengan kejadian flebitis di Ruang Penyakit Dalam RSU Jend. A. Yani Metro Tahun 2013 ( Ha diterima ), dengan nilai p value = 0,000 (p-value < 0,05). Faktor lamanya pemasangan kateter intravena sangat berpengaruh terhadap kejadian flebitis, maka hendaknya perawat dapat menerapkan waktu penggantian kateter sebelum 72 jam  dan pihak rumah sakit  agar lebih ketat dalam menerapkan standar operasional prosedur tentang pemberian terapi intravena.
ANALISIS PENYEBAB-PENYEBAB PRIMER KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM PADA IBU BERSALIN DI KECAMATAN DENTE TELADAS KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG Fitria Anita; Dessy Hermawan; Andoko Andoko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.802 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i3.217

Abstract

Penderita hipertensi perlu mendapatkan perawatan yang serius dan harus ditangani dengan cepat. Salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi adalah kandungan kolesterol darah yang tinggi atau hiperkolesterolemia. Berdasarkan profil kesehatan Kota Bandar Lampung diketahui bahwa prevalensi penyakit hipertensi di Puskesmas Gedung Air mencapai 10,1%. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan kadar kolesterol dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Gedung Air Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien baru yang datang ke Puskesmas Gedung Air Kota Bandar Lampung pada bulan Agustus – September 2014 dengan rata-rata sejumlah 62 orang. Sampel total populasi sejumlah 62 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi. Analisa data yang digunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kadar kolesterol dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Gedung Air Kota Bandar Lampung. (p value 0,025, OR 4,073). Saran bagi masyarakat yang menderita hipertensi, hendaknya mengurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi mengendalikan stress, berolahraga teratur dan melakukan pemeriksaan kolesterol dan tekanan darah secara teratur dalam jangka waktu tertentu.
Pijat teknik marmet pada post partum dan produksi ASI Dewi Yustianti; Susilawati Susilawati; Dessy Hermawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i3.1855

Abstract

The effect of marmet technique and breast milk production in postpartumBackground: Breast milk coverage in Indonesia is only 42%. This figure is clearly below the WHO target which requires coverage of breast milk up to 50%. The inability of breastfeeding mothers can be prevented by teaching appropriate techniques to expedite the release of breast milk, one of which is the technique of marmet which is a massage using two fingers that can stimulate the hormone oxytocin to produce milk.Purpose: Knowing the effect of marmet technique and breast milk production in postpartum.Methods: This type of quantitative research with quasi-experimental research designs or quasi-experimental with two groups pretest-posttest. The study population of post partum at community medical center (BPM Nurhayati, S.ST) Jati Agung Sub district, South Lampung Regency of 56 post partum mothers and 30 samples. 15 samples treated marmet technique and 15 as comparison groups. The technique sample with accidental sampling. Analysis data of univariate and bivariate t-test.Results: There was a significant difference before and after the Marmet technique shows the highest significant was after the Marmet technique because of the meanest values with a difference of 40.63 milliliters of Breast milk and t-test results 11.398 and p-value 0.000 <0.05.Conclusion: There was a significant influence before and after the technique of Marmet on breast milk Production in Post Partum.Keywords: Breast Milk Production; Marmet technique; PostpartumPendahuluan: Cakupan ASI di Indonesia hanya 42%. Angka ini jelas berada di bawah target WHO yang mewajibkan cakupan ASI hingga 50%. Ketidakmampuan ibu menyusui dapat dicegah dengan mengajarkan teknik yang sesuai untuk memperlancar pengeluaran ASI, salah satunya dengan teknik marmet yang merupakan pijitan dengan menggunakan dua jari yang dapat merangsang hormone ositosin untuk memproduksi ASI.Tujuan: Diketahui pengaruh tekhnik marmet terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan two group pretest-postest. Populasi penelitian ibu post partum di BPM Nurhayati, S.ST Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 56 ibu post partum dan sampel sebanyak 30 ibu. Dimana dibagi 2 kelompok, 15 ibu dilakukan perlakuan (teknikmarmet) dan 15 ibu sebagai kelompok pembanding. Teknik sampel dengan acidental sampling. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test).Hasil: Ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah teknik Marmet menunjukan signifikan tertinggi terdapat pada sesudah teknik Marmet karena sesudah teknik Marmet mempunyai nilai mean paling banyak dengan perbedaan sebanyak 40,63 mililiter ASI dan hasil t-test 11,398 dan nilai p-value 0,000 < 0,05.Simpulan: Ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah teknik marmet terhadap produksi ASI pada ibu post partum. 
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN BBLR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARTARAHARJA KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Dessy Hermawan; Djunizar Djamaludin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.605 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i2.224

Abstract

Pendahuluan: Kanker merupakan masalah kesehatan yang sangat serius.Kanker payudara paling banyak ditemui pada perempuan dan disetujui sebagai pasangan nomor 2 setelah kanker leher rahim, dan meningkatkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.Penyebab kanker telah diaktifkan secara lengkap.DI RSUD Dr. H. Abdul Moeloek 1.797 pasien kanker payudara pada tahun 2014 dan mendapat posisi tertinggi.Tujuan dari penelitian ini adalah hubungan usia, menstruasi dini dan penggunaan alat kontrasepsi dengan kejadian kanker payudara di ruang Mawar RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampungtahun 2016.Metode: Jenis penelitian kuantitatif analitik analitik dengan penelitian kontrol kasus. Populasi dalam penelitian pada kelompok kasus adalah pasien wanita yang menderita kanker payudara, sedangkan pada kelompok kontroladalah pasien yang tidak menderita kanker payudara yang dirawat di rumah sakit di ruang Mawar RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Sampel penelitian ini berjumlah 122 sampel, yang terdiri dari 61 kasus 61 kontrol (1: 1). Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan uji Chi Square.Hasil: Dalam penelitian menunjukkan sebagian besar responden pada kelompok usia beresiko sebanyak 53 (86.9%) dari seluruh responden.Sebagian responden pada kelompok kasus menstruasi dini tidak beresiko sebanyak 52 (85.2%) dari keseluruhan responden. Sebagian responden pada kelompok kasus menggunakan alat kontrasepsihormonal sebanyak 56 (91.8%) dari keseluruhan responden. Ada hubungan usia dengan kejadian kanker payudara (p-value0.002 dan OR 4.297). Tidak ada hubungan menstruasi dini dengan kejadian kanker payudara (p-value 0.480). Ada hubungan penggunaan alat kontrasepsi dengan kejadian kanker payudara (p-value 0.010 dan OR 4.327 ).Saran pada petugas kesehatan diharapkan melakukan edukasi yang tepat dalam peningkatan informasi kepada masyarakat, seperti : pemberian leaflet , poster dan video tentang penyebab kanker payudara dan pencegahannya.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN MIOPIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2009 UNIVERSITAS MALAHAYATI Tia Mitrawati; Andoko Andoko; Dessy Hermawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.036 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i2.238

Abstract

Berdasarkan data hasil presurvey yang diperoleh di Ruang Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Jend. A. Yani Metro dari bulan Januari sampai Juni tahun 2014 sebanyak 88 pasien yang menderita apendisitis dan yang dilakukan operasi sebanyak 82, sebanyak 60 mengalami komplikasi perporasi, 50 pasien yang tidak melakukan mobilisasi memerlukan waktu lebih dari 5 hari perawatan luka sampai buka jahitan. Sedangkan 32 pasien yang melakukan mobilisasi dini memerlukan 3 sampai 5 hari perawatan luka sampai buka jahitan dan tidak ada komplikasi. Beberapa alasan dari penderita yang tidak segera melakukan mobilisasi adalah karena rasa sakit pada luka operasi, takut kalau dibuat bergerak jahitan pada luka operasi lepas sehingga penyembuhan luka menjadi lama, dan tidak tahu kalau sebenarnya sudah diperbolehkan untuk mobilisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk Diketahui adanya hubungan antara mobilisasi dini dengan lamanya penyembuhan luka pasien pasca operasi appendiktomi di ruang Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Jend. A. Yani Metro Tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra eksperimental dengan pendekatan one group pra-post tes design. Hasil penelitian ini dari 15 responden dengan tingkat mobilisasi dini  bergerak, memiliki lama penyembuhan lambat sebanyak 7 orang (87,5%), dan yang memiliki lama penyembuhan cepat sebanyak 1 orang (12,5%). Sedangkan dari 2 responden yang memiliki tingkat mobilisasi dini tidak bergerak, lamanya penyembuhan luka lambat 2 orang  (28,6%) orang, dan yang cepat penyembuhan luka sebanyak 5 orang (71,4%) Hasil penelitian menunjukan bahwa Hasil uji Chi Square dilaporkan bahwa nilai P value 0,020, artinya lebih kecil dari nilai alpha (0,020 < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan secara statisik dengan derajat kepercayaan 95%, berhasil menolak Ho atau ada hubungan antara mobilisasi dini dengan lamanya penyembuhan luka pasien pasca operasi apendiktomi di ruang rawat bedah RSUD Ahmad Yani Metro Tahun 2014.       Sedangkan nilai CI 95%  = 17,500 (1,233-250,357), artinya responden yang memiliki tingkat mobilisasi dini bergerak berpeluang untuk memilki penyembuhan luka 17,500 kali lebih cepat dibandingkan dengan responden yang memiliki tingkat mobilisasi dini tidak bergerak
PERSPEKTIF HUKUM: KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR INFORMED CONSENT DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD MENGGALA KABUPATEN TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2014 Rahma Elliya; Dessy Hermawan; Eka Trismiana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.473 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i1.229

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat maju, baik pria ataupun wanita, tua ataupun muda bisa terserang penyakit ini, dan gejalanya tidak terasa. Penyakit ini disebut sebagai silent diseases dan merupakan faktor risiko utama dari perkembangan atau penyebab penyakit jantung dan stroke. Bila tidak terkontrol akan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh lainnya, seperti otak, ginjal, mata dan kelumpuhan organ-organ gerak. Dalam penelitian penulis menggunakan jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian survei analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan ituterjadi dan menggunakan pendekatan metode survey. Adapun yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang mengalami hipertensi Di UPTD Panti Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan, yang berjumlah 48 resonden. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode total populasi.Hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,000 yang berarti bahwa ada perbedaan tekanan darah pada penderita hipertensi yang sebelum dan sesudah diberikan jus mentimun (Cucumis sativus) Di UPTD Panti Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2015. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapatmeningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui pendidikan kesehatan, sehingga petugas kesehatan dapat membantu menurunkan angka kejadian hipertensi.
Pengaruh terapi musik klasik (mozart) terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Rahma Elliya; Satria Baharuddin; Dessy Hermawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.1605

Abstract

The effect of classic music therapy (mozart) on blood pressure in elderly with hypertensionBackground: Based on the Health Profile of North Lampung Regency in 2018 the number of people with hypertension in the last three years increased to 600 in 2017 and in 2018 the number of sufferers was 741 sufferers.Purpose: To determine the effect of classical music therapy (Mozart) on blood pressure.Method: Quantitative research uses a quasi-experimental approach. The population was patients with hypertension at the Elderly Post health service (Posyandu) at Kalibalangan Health Center, which amounts to 80 people. A sample of 62 participants divided into 2 groups, 31 participants by music therapy + antihypertensive drug (amlodipine), and 31 other participants only take the antihypertensive drug as amlodipine. Data collection techniques by monitoring of blood pressure. The statistical test used is the Independent Test.Results:The average blood pressure of systole before being given Classical Music (Mozart) + Amlodiphine is 164.2 mmHg, diastole 102.7 mmHg. The average blood pressure of systole before being given Amlodipine is 163.5mmHg, diastole 103.9 mmHg. Average blood pressure of systole after given Classical Music (Mozart) + Amlodipine is 147.1mmHg, diastole 89.03mmHg. The mean systole blood pressure after Amlodipine is 152.3mmHg, diastole 95.2 mmHg. There are differences in systolic blood pressure in patients with moderate hypertension between the intervention groups (classical music therapy (mozart) ) and the control group (p-value = 0,000) There is a difference in diastolic blood pressure in patients with moderate hypertension between the intervention group (classical music therapy (mozart) and the control group (p value = 0.016).Conclusion: There is an influence of classical music therapy (mozart) on blood pressure, it is recommended to use the results of this study as an alternative therapy in the treatment of primary hypertension and so that it can be socialized to the communityKeywords: Classical Music Therapy (Mozart); Blood Pressure; Hypertension; ElderlyPendahuluan: Jumlah penderita hipertensi di Kabupaten Lampung Utara dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan tahun 2015 sebesar 10.743 penderita tahun 2016 sebesar 13.039 penderita dan tahun 2017 sebesar 11.228 penderita. Sementara di Puskesmas Kalibalangan tahun 2015 sejumlah 604 turun menjadi 458 tahun 2016, kemudian meningkat menjadi 600 tahun 2017 dan tahun 2018 sejumlah 741 pasien, musik klasik merupakan salah satu terapi non farmakalogik yang mampu menurunkan tekanan darah.Tujuan: Diketahui pengaruh terapi music klasik (Mozart) terhadap tekanan darah pada lansia.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi di Posyandu Puskesmas Kalibalangan yang berjumlah 80 orang. Sampel sebanyak 62 partisipan dibagi menjadi 2 kelompok, 31 partisipan dengan terapi musik + obat anti hipertensi (amlodipine), dan 31 partisipan lainnya hanya mengkonsumsi obat anti hipertensi sebagai amlodipine. Teknik pengumpulan data dengan mengamati tekanan darah. Uji statistik yang digunakan adalah Independent Test.Hasil: Rata-rata tekanan darah systole sebelum diberi Musik Klasik (Mozart) + Amlodiphine adalah 164.2 mmHg, diastole 102,7 mmHg, pada kelompok yang diberi Amlodipine adalah 163.5mmHg, diastole 103.9 mmHg. Rata-rata tekanan darah systole sesudah diberi Musik Klasik (Mozart) + Amlodipine adalah 147.1 mmHg, diastole 89.03 mmHg, pada kelompok yang diberi Amlodipine adalah 152.3 mmHg, diastole 95.2 mmHg. Ada perbedaan tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi sedang antara kelompok intervensi (terapi music klasik (mozart) dan kelompok control (p-value = 0,000). Ada perbedaan tekanan darah diastolic pada penderita hipertensi sedang antara kelompok intervensi (terapi music klasik (mozart) dan kelompok control (p value =0,016).Simpulan: Ada pengaruh terapimusik klasik (Mozart) terhadap tekanan darah pada lansia, sehingga disarankan agar menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu terapi alternative dalam pengobatan hipertensi primer dan agar dapat disosialisasikan kepada masyarakat.
KADAR BESI SERUM, SATURASI BESI DAN TOTAL IRON BINDING CAPACITY PADA TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus) AKIBAT PEMBERIAN ZAT BESI BERSAMA KALSIUM Dessy Hermawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5333.37 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.867

Abstract

Kalsium dan zat besi sering diberikan bersama-sama baik dalam bentuk makanan/minuman ataupun obat-obatan. Padahal penyerapan kalsium di dalam usus menggunakan divalen metal transforter 1 (DMT 1) yang juga digunakan oleh zat besi, sehingga dapat menimbulkan hambatan kompetitif diantara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar kadar kalsium terendah yang menyebabkan penyerapan besi terhambat, sehingga akan berdampak pada kadar besi serum, TIBC & saturasi besi.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sederhana : pre post test group control design. Subyek penelitian adalah tikus putih betina (Strain Wistar Rattus norvegicus) yang berumur 8 minggu dengan BB 125-150 mg. Sebelum diberikan perlakukan, tikus diukur profil besi darahnya, kemudian dibuat menjadi anemia defisiensi besi dengan diambil darahnya secara rutin 2 kali seminggu selama 1 bulan. Kemudian sampel dibagi menjadi 5 kelompok dan diberi perlakukan selama 7 hari. Sebelum dan sesudah perlakuan, tikus diukur kadar besi serum, saturasi besi & total iron binding capacity. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada pada kondisi tikus yang mengalami anemia defisiensi besi, kadar kalsium 50 mg/hari sudah mulai terjadi penghambatan penyerapan besi dan tampak sangat nyata pada kadar 75 mg/hari (1 72 kali dari angka kecukupan normal). Semakin tinggi kadar kalsium yang diberikan peroral, maka akan semakin rendah besi yang dapat diserap oleh usus, sehingga tidak akan mampu meningkatkan kadar besi serum, saturasi besi dan menurunkan TIBC. 
Co-Authors Aan Oktavia yuman Achmad Gus Fahmi Adli, Mulki Agus, Zaenal Arifin Nang Ajeng Febiyola Aknes Yulyanto Alfarisi, Ringgo Amirus , Khoidar Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Angelina, Christin Angga Saputra Yasir Anggraini, Yuni Anita Anita Anjani, Ni Wayan Oktavia Aprilia Dwi Sukowati Apriyadi Apriyadi Archangela Olitia Arfina Yulistiani Arisandi, Syafik Ariyanti Wardiyah Arizwansyah Arizwansyah Arja, Andria Dhesvia Aryanti Wardiyah Aryanti, Riski Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Asri Mutiara Putri Astri Pinilih Aulia, Garizah Auliya Warda Ningrum Ayati, Tri Azis, Jhon Bambang Hirawan Bertha Luthfiyah Hanna Badja Sanusi Cahya, Yuwika Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Cindi Cantika Viyani Corryna Riva Destrado Dalfian, Dalfian Desi Eka Wijaya Desi Mailan Sari Detty, Ade Utia Devi Kurnia Sari Devi Ratna Sari Dewi Kusumaningsih Dewi Sri Sumardilah Dewi Yustianti Diah Adelia Emilda Diah Astika Winahyu Diana, Averia Eva Dina Dwi N Dina Dwi Nuryani Dininta, Gilang Fitra Dita Fitriani Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Dwi Yanti Dwiartho, Muhammad Fiqi Dwiyana, M Rizal Dzikra, A Farhan Adz Easter Yanti, Dhiny Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Ema Listiyaningsih Endah Kurniasari Eri Murni Asih erika maulina yanti Erlina Wati Erna Listiyaningsih Erna Listyaningsih Erna Manik Ersa Junika Esteria Marhayuni Evayanti, Yulistiana Fadila, Syabil Salza Fakhri Rizki Farich, Achmad Fauzurrahman Al Amin Febra ayudiah Febriani Putri, Devita Ferdinan Gultom Festy Ladyani Festy Ladyani Festy Ladyani Mustofa Festy Ladyani Mustofa Firmansyah Firmansyah Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Fitri Ekasari Siregar Fitri Rahmawati Fitria Anita Fitriani, Dita Fredy Setiawan Furqoni, Prima Dian Gede Merta Mertana Gunawan Irianto Gusti Ayu Rai Saputri Gusti Ayu Rai Saputri Hakim, Nazwa Agrilussana Hany Musliha Hasbie, Neno Fitriyani Hasni Diana Heki Febrianto Hendy Pratama, Hendy Henni Puji Lestari Rahayu Hermawan, Ergo Esa Muharram Hesti Wulandari Hetti Rusmini Hetti Rusmini Ida Rahmawati Ika Artini Ike Hesti Puspasari Imron Saputra Indah Mulia Herwisdiane Indah Mulia Herwisdiane Indra Kumala Indwiani Astuti Indwiani Astuti Indwiani Astuti Intan Ayu Pratiwi, Intan Ayu Iqmy, Ledy Octaviani Irianto, Gunawan Ismalia Husna Ismayani Ismayani Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Iwan Syahjoko Saputra Jasmen Nadeak Joko Martono Jumaida Jumaida K Widhi Indra Pagestu Kadarsih, Sri Karbito Karbito Karlina Herawati Keswara, Umi Romayati Khoidar Amirus Khoisiah, Hidayatul Kholis, Muhammad Ubayya Kiki Apriyana Koidar Amirus Kumalasari, Fadila Isti Kurniasari, Devi Kurnisari, Devi Lara Sapti, Lintan Lestari, Sri Maria Puji Lilis Marlia Liza Ayu Pratiwi Lolita Putri Nanda Utami Lolita Sary Loren Juksen Luthfianawa, Dewi M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan Made Prativi Mandala, Zulhafis Martinah, Yuliana Maternity, Dainty Megarahayu, Soelastika Meisya Royani Miftah Lisalwa Lubis Mimin Septi Wahyuni Mira Puspita MS, Shaharuddin Muhammad Yunus Muhammad Yusmansyah Lubis Muhani, Nova Mutiara Ghassani Pangestu Mutiara Tasya Sazabilla Nabila Aurelia Hidayat Nabila Aurelia Hidayat neni triana Neti Nurmala Sari Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Wayan Sukesni Mayasari Nisrina Fadhilaturrabani Nofita, Nofita Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Noviansyah Novikasari, Linawati Novita Novita Nur’afni Balqis Julia Nurhalina Sari Nurhimah Apriyanti nurmalasari, yesi Octarianingsih, Fonda Oktaviana Sari Oktaviani, Meli Oktaviasari, Devi Pangaribuan, Betseba Natalia Paranggai, Elhi Andi Prameswari, Kevin Andhara Setya Prima Dian Furqoni Primadiamanti, Annisa Putri Kusuma Putri, Ratna Dewi Putri, Restika Ananda Rafie, Rakhmi Rahma Eliya Ramasarie, Dina Reni, Christina Kusuma Rery Tri Berliyanti Rimawati, Veronica Ela Rina Kriswiastiny Rini Okaputri Riska Wandini, Riska Risky, Ririn Mutiara Rivan Nur Rizki Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rizka Nur Fadilah Rizki, Ahyan Fuadi Robby Dewan Tanjung Rosmiyati Rosmiyati Rudi Winarno Safira , Adinda Safitri, Bella Sahara, Nita Salman Solah Samino Samino Sandayanti, Vira Sani, Nopi Santiana Santiana Saputri, Gusti Ayu Rai Sari, Devi Ratna Sari, Fitri Eka Satria Baharuddin Satrio Lelono Sekar Dewi Cahyani Septian, Gilang Shaharuddin MS Shariff, Fonda Octarianingsih Siti Fadilah Siti Fadilah Siti Nurjanah Siti Sarah Langki Siti Selvia Vebriani Sjahriani, Tessa Slamet Widodo Slamet Widodo Slamet Widodo Sri Haryani Sri Kadarsih Sri Kadarsih Sri Kadarsih Soejono Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sudiadnyani, Ni Putu Sudiadnyani, Niputu Sugeng Juwono Mardihusodo Sukesni Mayasari, Ni Wayan Sumarni Sumarni Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarti Sunarti . Sunarti Sunarti Sunarti, ' Supriyati Supriyati Supriyati Supriyati Suryaneta Susanto Susanto Susanto Susanto Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Syafrizal AR T. Marwan Nusri Tanti Kristiana Teguh Pribadi Tia Mitrawati trio pranoto Trisilo Wahyudi Tusy Triwahyuni Tyani Khoerunissa Upik Febriani Uswatul Hasanah, Uswatul Utami, Vida Wira Vera Yulyani Wahid Tri Wahyudi Wahyu Karhiwikarta Wahyudi , Wahid Tri Wayan Aryawati Wayan Aryawati Wenda Serli Dewanti Winahyu, Diah Astika Winarno, Rudi Wulan Anggarini Wulan Marniasih Wulandari, Mardheni Wuryanti, Lestari Yanti, Dhiny Easter Yesi Nurmalasari Yessi Aprianti Yessi Nurmalasari Yoga Purnama Haidir Yogi Kurniawan, Yogi Yohana Christine Simatupang Yovita Endah Lestari Yulendasari, Rika Yuli Yantina Yuliati Amperaningsih Yulyani, Vera Yunita Sari Yustinus Windartono Yusuf Firmansyah Zaenal Abidin Zaenal Abidin Zaenal Arifin Nang Agus Zainal Arifin Nang Agus Zainal Arifin Nang Agus Zaleha Ulfa