p-Index From 2021 - 2026
15.29
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kedokteran Brawijaya Medula Jurnal Keperawatan Sriwijaya Molecular and Cellular Biomedical Sciences (MCBS) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas JURNAL CITRA KEPERAWATAN Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Amerta Nutrition Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Dunia Kesmas Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Medika Malahayati Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Majalah Farmasetika Human Care Journal Jurnal Analis Farmasi Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Malahayati International Journal of Nursing and Health Science PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen Malahayati (JRAMM) JKPBL (Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung) Nathiqiyyah : Jurnal Psikologi Islam Jurnal Kesehatan Tambusai MAHESA : Malahayati Health Student Journal Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat JAF (Jurnal Analis Farmasi) Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan OVUM : Journal Of Midwifery and Health Sciences Media Informasi JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports JOURNAL OF Mental Health Concerns CHI JOURNAL OF Community Health Issues TMI JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Midwifery Journal Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kepuasan Pasien Tes Pcr Di Laboratorium Patologi Klinik Rsud Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021 Robby Dewan Tanjung; Dina Dwi Nuryani; Nurhalina Sari; Dessy Hermawan; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i3.6850

Abstract

Robby Dewan Tanjung1, Dina Dwi Nuryani 2, Nurhalina Sari 3, Dessy Hermawan 4, Yuliati Amperaningsih5.Pasien Covid-19 masih mendapatkan stigma negatif di masyarakat, baik yang baru memeriksakan dirinya maupun yang sudah sembuh dari penyakit ini. Bahkan masih banyak orang yang enggan memeriksakan dirinya karena faktor ekonomi dan stigma negatif yang diterima. masalah testing juga membingungkan, apakah mereka harus rapid tes ataukah PCR Di sisi lain, antrian ketika menunggu untuk PCR seringkali lama dan banyak yang berpikir akan tertular Covid saat menunggu. Hasil study pendahuluan kehandalan (reliability) 81%, cepat tanggap (responsiveness) 73%, kepastian (assurance) 68%, empati (empathy) 72%, kenyataan (tangibles) 77%. Tujuan Diketahui Kepuasan Pasien Tes PCR Di Laboratorium RSUD Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan study kasus. Subjek pada penelitian ini adalah peserta Test PCR SWAB dan perwakilan Institusi terkait yang melakukan test PCR di RSUAM. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Agustus 2021 di Laboratorium Patologi Klinik Di Dr.H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021, Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, analisis data dengan conten analysis.Hasil: Hasil kehandalan (reliability) di dapatkan bahwa bebagian besar mengatakan tidak sesuai karena terjadi keterlambatan hasil keluar dan antrian lama, kenyaman pasien pada saat swab kurang baik, keahlian petugas baik, Hasil cepat tanggap (responsiveness) di dapatkan bahwa respon petgas kurang baik, petugas seperti terburu-buru saat pelaksanaan, tidak memberikan penjelasan jelas pada proses PCR. Hasil kepastian (assurance) di dapatkan hasil Pengetahuan petugas sudah bagus, informasi belum di sampaikan kepada peserta secara menyeluruh, kesopanan kurang. Hasil empati (empathy) di dapatkan Kepeduliaanya kurang baik. Hasil sub fokus kenyataan (tangibles) di dapatkan Fasilitas fisiknya kurang luasnya ruang tunggu, kelengkapan APD sudah baik Petugasnya memakai APD lengkap. Saran Petugas diikutkan pelatihan caring dengan melakukan upgrading pelatihan bagi staff analis agar dapat melayani klien dengan baik, sehingaa cepat tanggan atau responsive petugas tercapai. Kata Kunci : PCR, Kepuasan, covid-19
Program Pendampingan Kader Posyandu untuk Penanganan Stunting di Kelurahan Way Gubak Bandar Lampung Dessy Hermawan; Devi Kurniasari; Vira Sandayanti; Erna Listyaningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8677

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Stunting adalah kondisi anak gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama. Stunting akan mengancam generasi bangsa, karena efeknya tidak hanya jangka pendek, namun juga jangka panjang, seperti mengganggu perkembangan intelektualitas anak di masa depan. Di sisi lain, deteksi dini adanya risiko stunting sangat diperlukan dan kader posyandu adalah ujung tombak yang diandalkan. Namun kader posyandu adalah tenaga sukarela yang pengetahuan dan ketrampilannya terbatas, sehingga diperlukan program pendampingan atau pelatihan agar para kader posyandu mampu menjalankan peran vitalnya dengan baik. Tujuan: Adapun tujuan dari kegiatan PkM ini adalah melakukan pendampingan dan pelatihan penyegaran pada kader posyandu di kelurahan Way Gubak agar mampu memahami tentang stunting serta mampu melakukan pengukuran tinggi badan anak dengan benar. Metode: Kegiatan pendampingan dan pelatihan penyegaran kader ini diikuti oleh 30 orang kader posyandu yang ada di kelurahan Way Gubak. Kegiatan diawali dengan pre test, kegiatan inti dan diakhiri dengan post test. Hasil: tampak terdapat peningkatan pemahaman para kader posyandu akan pengertian dan faktor risiko terjadinya stunting serta pencegahan stunting. Tampak pula peningkatan ketrampilan dalam pengukuran panjang badan bayi serta pengukuran tinggi badan balita pasca pelatihan. Kesimpulan: program pendampingan yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada kader posyandu sehingga perlu terus dilakukan upaya pendampingan agar para kader sehingga mampu melakukan deteksi dini adanya peningkatan risiko stunting di masyarakat. Kata kunci: Stunting, Kader Kesehatan, Posyandu ABSTRACT Introduction: Stunting is a condition of failure to thrive in children caused by a lack of nutrition over a long period of time. Stunting will threaten the next generation of our nation, because the effect is not only short term, but also long term, such as disrupting the intellectual development of children in the future. Early detection of the risk of stunting is urgently needed and Posyandu cadres are the main priority. However, posyandu cadres are volunteers with limited knowledge and skills. so a mentoring or training program is needed so that posyandu cadres are able to carry out their vital roles properly Purpose: the purpose of this PkM activity is to provide assistance and refresher training to posyandu cadres in the Way Gubak sub-district so that they are able to understand stunting and be able to measure children's height correctly. Method: The mentoring and refresher training activities for cadres were attended by 30 posyandu cadres in the Way Gubak sub-district. The activity begins with a pre test, core activities and ends with a post test. Result: There is an increase in the understanding of posyandu cadres regarding the meaning, risk factors and prevention of stunting. There was also an increase in skills in measuring the length of the baby's body and measuring the height of the toddler after the training. Conclusion: This mentoring program is able to increase the knowledge and skills of posyandu cadres so that there is a need to continue mentoring efforts so that the cadres are able to carry out early detection of an increased risk of stunting in the community. Keywords: Stunting, Health Cadre, Posyandu
Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Mengambil Obat Arv pada Odha di Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung Arizwansyah Arizwansyah; Dessy Hermawan; Lolita Sary
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i1.8022

Abstract

ABSTRACT The number of visits by patients who take ARV drugs at 6 Puskesmas in Bandar Lampung City every month was found. It found that there were 66 people in Kedaton Health Center, 64 people in Sukabumi Health Center, 53 people at Pasar Ambon Health Center, and 148 people at Gedong Air Health Center. Moreover, there were 190 people at Simpur Health Center and 107 people at Sukaraja Health Center. There were eight people (7.5%) at the Sukaraja Health Center who did not comply with taking ARV drugs. This study aimed to determine the relationship between family support and compliance to taking ARV drugs for PLWHA (People Living With HIV/AIDS) at the Sukaraja Health Center Bandar Lampung City in 2022. This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The population in this study were all patients who visited and took ARV drugs at the Sukaraja Health Center every month, totaling 107 people. Sampling in this study uses accidental sampling. The results of the univariate analysis obtained good emotional support (69.2%), good instrumental support (61.7%), good information support (53.3%), good appreciation support (58.9%), and respondents adherent to taking ARV drugs (50.5%). While based on the bivariate analysis, it was known that p-value < value (0.05), namely emotional support (0.010), instrumental support (0.000), informational support (0.024), and reward support (0.001 ). The results of the logistic regression test showed that the most dominant effect of award support on adherence to ARV drugs with Exp (B) was 4,397. It is hoped that it can It is hoped that it can increase the provision of award support in the form of praise, enthusiasm and attention to PLWHA for the continuity of ARV treatment. Keywords : Family Support, Adherence, ARV Medicine  ABSTRAK Jumlah kunjungan pasien yang mengambil obat ARV di 6 Puskesmas di Kota Bandar Lampung setiap bulannya didapatkan di Puskesmas Kedaton ada 66 orang, Puskesmas Sukabumi ada 64 orang, Puskesmas Pasar Ambon ada 53 orang, Puskesmas Gedong Air ada 148 orang, Puskesmas Simpur terdapat 190 orang dan Puskesmas Sukaraja ada 107 orang. Puskesmas Sukaraja tercatat sebanyak 8 orang (7,5%) yang tidak patuh mengambil obat ARV. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan mengambil obat ARV pada ODHA di Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung tahun 2022.Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung dan mengambil obat ARV di Puskesmas Sukaraja setiap bulan dengan jumlah 107 orang. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Hasil analisis univariat, didapatkan dukungan emosional yang baik (69,2%), dukungan instrumental yang baik (61,7%), dukungan informasi yang baik (53,3%), dukungan penghargaan yang baik (58,9%) dan responden patuh mengambil obat ARV (50,5%), sedangkan hasil analisis bivariat diketahui ada hubungan dukungan emosional, instrumental, informasi dan penghargaan terhadap kepatuhan mengambil obat ARV dengan p-value < nilai α (0,05) yaitu dukungan emosional (0,010), dukungan instrumental (0,000), dukungan informasi (0,024) dan dukungan penghargaan (0,001) dan hasil uji regresi logistic menunjukkan dukungan penghargaan yang paling dominan pengaruhnya terhadap kepatuhan mengambil obat ARV dengan Exp (B) 4,397. Diharapkan dapat meningkatkan pemberian dukungan penghargaan berupa pujian, semangat dan perhatian kepada ODHA guna kesinambungan pengobatan ARV. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan, Obat ARV
Association between 25(OH)D3 Levels and the Presence of COVID-19 Symptoms Dessy Hermawan; Nurul Aryastuti; Nova Muhani; Syafik Arisandi; Made Prativi
Molecular and Cellular Biomedical Sciences Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Cell and BioPharmaceutical Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21705/mcbs.v7i1.306

Abstract

Background: Recently, there have been studies reporting a relationship between vitamin D levels in the blood and the immune system. This study aimed to analyze the association between vitamin D levels and symptoms of coronavirus disease 2019 (COVID-19).Materials and methods: This study was an analytical survey study with a cross-sectional approach, with lecturers at Universitas Malahayati that have been infected with COVID-19 in 2022 as subjects. Total 47 subjects were included. Subjects were fasted overnight, then blood samples were taken from subjects in the next morning. The blood was centrifuged, then the serum was separated for examination by the direct competitive chemiluminescence immunoassay (CLIA) method using Architect 25-OH Vitamin D Reagent. Data was analyzed using logistic regression.Results: None of the subjects had normal blood levels of 25(OH)D3 and almost half (48.9%) of the subjects had symptoms when infected with COVID-19. There was a significant relationship between the level of 25(OH)D3 (p=0.001) and the status of the COVID-19 vaccine (p=0.013) with the presence of symptoms in COVID-19 patients.Conclusion: The lower the level of 25(OH)D3 in the blood and the more incomplete the COVID-19 vaccine, the greater the onset potential of COVID-19 symptoms. It is necessary to maintain vitamin D intake and increase the coverage of the COVID-19 vaccine, especially at booster doses.Keywords: vitamin D, COVID-19, vaccination, health protocol
Asuhan Keperawatan Masalah Kurangnya Pengetahuan pada Ibu yang Memiliki Anak Usia Toddler dengan Masalah Resiko Tersedak melalui Pemberian Edukasi Video di Desa Langkapura Kota Bandar Lampung Desi Eka Wijaya; Prima Dian Furqoni; Dessy Hermawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9822

Abstract

ABSTRAK Angka kematian akibat tersedak yang terjadi di Inggris mengalami peningkatan. Faktor dominannya adalah makanan yang menyangkut di kerongkongan. Data office for national Statistic, disebutkan 289 kematian pada tahun 2016 dan naik 17 % dari tahun sebelumnya. Penyebabnya adalah tersedak makanan akibat keselek susu formula atau ASI, permen, daging, tulang, buah dan sayuran. Untuk mengetahui asuhan keperawatan masalah kurangnya pengetahuan pada ibu yang memiliki anak usia toddler dengan masalah resiko tersedak melalui pemberian edukasi video di Desa Langkapura Kota Bandar Lampung. Sebanyak 3 responden anak usia 1-3 tahun. Pemberian edukasi ini menggunakan media video, dijelaskan juga melalui pendidikan kesehatan menggunakan leaflet. Teknik yang diberikan menggunakan teknik abdominal trust, back blow and chest trust. Intervensi dilakukan selama 2 hari dengan pemberian edukasi video penanganan tersedak pada anak usia toddler. Hasil penelitian ini didapat evaluasi hari terakhir didapatkan hasil pretes pada 3 responden dengan skor 16, 11, dan 13 setelah dilakukan penyuluhan berupa edukasi video didapat peningkatan skor pengetahuan sebesar 22,21 dan 20 dengan selisih pretes-postes sebesar 7 dan 10 skor. Setelah dilakukan pre-test dan post-test dalam pengisian kuesioner, pemberian edukasi penanganan tersedak terbukti dapat meningkatkan pengetahuan keluarga. Kata Kunci: Edukasi Video, Tersedak Anak Usia Toddler, Pengetahuan  ABSTRACT The number of deaths from choking in the UK has increased. The dominant factor is food stuck in the esophagus. BPS data mentions 289 deaths in 2016 and an increase of 17% from the previous year. The causes are choking on food due to choking on formula or breast milk, candy, meat, bones, fruit and vegetables. To find out about her care, she lost the problem of lack of knowledge in mothers who have children aged under five with a risk of choking through the provision of educational videos in Langkapura Village, Bandar Lampung City. as many as 3 respondents aged 1-3 years. Providing this education using video media, also explained through health education using leaflets. The techniques given are abdominal trust, back blow and chest trust techniques. The intervention was carried out for 2 days by providing educational videos on handling choking in children under five. The results of this study were obtained on the last day of evaluation, the results of the pretest were obtained for 3 respondents with scores of 16, 11, and 13. After counseling in the form of educational videos, an increase in knowledge scores was obtained by 22.21 and 20 with pretest-posttest differences of 7 and 10 scores. After the pre-test and post-test were carried out in filling out the questionnaire, providing education on choking management was proven to increase family knowledge. Keywords: Video Education, Toddler Age Choking, Knowledge
UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI BAWANG DAYAK (ELEUTHERINE PALMIFOLIA (L.) MERR) DAN DAUN INSULIN (TITHONIA DIVERSIFOLIA) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DIINDUKSI NA2EDTA Yoga Purnama Haidir; Gusti Ayu Rai Saputri; Dessy Hermawan
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.7004

Abstract

Umbi bawang dayak dan daun insulin merupakan tanaman tradisional yang digunakan sebagai tanaman obat tradisional yang memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penurunan kadar glukosa darah dari bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan daun insulin (Tithonia diversifolia) dengan dosis 250 mg/kg BB, 300 mg/kg BB, 250 mg/kgBB, 600 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB, 300 mg/kgBB terhadap tikus putih jantan galuh wistar yang diinduksi Na2EDTA. Metode penelitian adalah pre and post control group design. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Sebelumnya tikus diinduksi Na2EDTA kecuali tikus pada kelompok kontrol normal Kelompok I (Kontrol normal) tanpa perlakuan, kelompok II (Kontrol negatif) diberi Na CMC 0,5% kelompok III (Kontrol positif) diberi suspensi metformin 45mg/kgBB, kelompok IV, V dan VI diberi bawang dayak dan daun insulin dengan dosis 250mg/kg BB dan 300mg/kgBB, 250mg/kg BB dan 600mg/kg BB, 500mg/kg BB dan 300mg/kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan selama 15 hari. Pemberian kombinasi ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan daun insulin (Tithonia diversifolia) dengan dosis 500 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB merupakan dosis yang lebih efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan dosis 250 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB, dosis 250 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB. Berdasarkan hasil uji LSD (Least Significance Different) sebagai uji lanjutan atau post hoc test menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan daun insulin (Tithonia diversifolia) dosis 500mg/kgBB dan 300mg/kgBB memiliki akitivitas penurunan kadar gula darah setara dengan kontrol positif, hal ini dapat dilihat dari nilai (P>0,05).
Analisis faktor yang berhubungan dengan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil Yusuf Firmansyah; Wayan Aryawati; Dhiny Easter Yanti; Dessy Hermawan; Karbito Karbito
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.9893

Abstract

Background: Nutritional status was one of the determinants of the health development, WHO predicts 40% of pregnant women worldwide suffer from anemia, the proportion of anemia in pregnant women in Indonesia is 48.9%, in Lampung Province is 37.1%, in West Coast District is 21 % and in Bengkunat Health Center by 18%. the proportion of anemia in pregnant women in Indonesia increased from 37.1% in 2013 to 48.9% in 2018.Purpose: To analyze factors related to the nutritional status of pregnant women based on measurements of Hb levels in the working area of Bengkunat Primary Health Care in Pesisir Barat District year 2022.Method: This type of research was quantitative with a cross-sectional design, a population of 515 pregnant women in the 1st and 2nd trimesters and a sample of 225 pregnant women using quota sampling technique, then analyzed by chi square and logistic regression.Results: The study found a varied and nutritionally balanced diet (p value=0.000 and OR=4.4), intake of foods rich in iron sources (p value=0.015 and OR=2.4), repeated pregnancies in a short time (p-value = 0.004 and OR = 3.1), education (p-value = 0.013), adherence to taking iron tablets (p-value = 0.000 and OR = 3.2) with the nutritional status of pregnant women. The variable most related to the nutritional status of pregnant women was adherence to taking iron tablets (OR 3.0), followed by a varied and nutritionally balanced diet (OR 2.7), repeated pregnancies in a short time (OR 2.2), and education with (OR 2.1) influence on the nutritional status of pregnant women.Conclusion: There is a relationship between the nutritional status of pregnant women based on the measurement of Hb levels. Pregnant women who do not adhere to taking iron tablets have a risk of experiencing anemia 3 times higher than pregnant women who adhere to taking iron tablets.Suggestion: to the UPTD head of the Bengkunat Health Center to create a nutritional literacy program for pregnant women, especially adherence to taking blood-boosting tablets, empowering husbands and families as supervisors for taking blood-boosting tablets and using reminders on personal cellphones to increase medication adherence, launching a fish-eating movement for pregnant women and competitions for counseling for cadres to deliver health nutrition messages on medication adherence in an effort to prevent anemia in pregnancy.Keywords: Nutritional Status; Anemia; Pregnant womenPendahuluan: Status gizi adalah salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan,  WHO memprediksi 40% wanita hamil di seluruh dunia menderita Anemia, proporsi anemia di Indonesia sebesar 48,9%, di Propinsi Lampung 29,1%, di Kabupaten Pesisir Barat sebesar 21%  di UPTD Puskesmas Bengkunat sebesar 18%. Proporsi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dari 37,1% pada tahun 2013 menjadi 48,9% pada tahun 2018.Tujuan: Dianalisisnya faktor yang berhubungan dengan  status gizi ibu hamil berdasarkan pengukuran kadar Hb di wilayah kerja UPTD Puskesmas  Bengkunat  Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2022.Metode: Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi 515 ibu hamil pada trimester 1 dan 2 dan sampel 225 ibu hamil dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Sampel diambil dengan teknik kuota sampling, lalu dianalisis dengan analisis bivariate dengan chi square dan multivariate dengan regresi logistik.Hasil: Didapatkan pola makan beragam dan bergizi seimbang (p value=0,000 dan OR=4,4), asupan makanan kaya sumber zat besi (p value=0,015 dan OR=2,4), kehamilan yang berulang dalam waktu singkat (p value=0,004 dan OR=3,1), pendidikan (p value=0,013), kepatuhan minum tablet tambah darah (p value=0,000 dan OR=3,2) dengan status gizi ibu hamil.  Variabel yang paling berhubungan dengan status gizi ibu hamil adalah kepatuhan minum tablet tambah darah  (OR 3,0), disusul oleh pola makan beragam dan bergizi seimbang (OR 2,7),  Kehamilan yang berulang dalam waktu singkat (OR 2,2) dan pendidikan dengan (OR 2,1) berpengaruh pada status gizi ibu hamil. Simpulan: Terdapat hubungan status gizi ibu hamil berdasarkan pengukuran kadar Hb. Ibu hamil yang tidak patuh minum tablet tambah darah memiliki risiko mengalami anemia 3 kali lebih tinggi dibandingkan ibu hamil yang patuh minum obat tablet tambah darah.Saran: kepada kepala UPTD Puskesmas Bengkunat untuk membuat program literasi gizi ibu hamil khususnya kepatuhan minum tablet tambah darah, memberdayakan suami dan keluarga sebagai pengawas minum tablet tambah darah dan menggunakan alat bantu pengingat di ponsel pribadi untuk meningkatkan kepatuhan minum obat, mencanangkan gerakan makan ikan bagi ibu hamil dan lomba bagi penyuluhan bagi kader untuk menyampaikan pesan gizi kesehatan kepatuhan minum obat dalam upaya pencegahan anemia kehamilan. 
Nutritional factors associated with anaemia in pregnant women in Tulang Bawang Lampung Nisrina Fadhilaturrabani; Dessy Hermawan; Nurul Aryastuti; Fitri Ekasari Siregar; Nova Muhani
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v5i2.9474

Abstract

Background: Anemia is the biggest health problem in the world, especially for women who are pregnant, because it can cause fatigue and decreased work productivity. Knowledge is a factor that encourages pregnant women to avoid anemia. If pregnant women know the causes of anemia, the consequences of anemia, and how to prevent it, pregnant women will avoid pregnancy anemia.Purpose: To find out the determinants of the incidence of Anemia in Pregnant Women at the Non-Inpatient of candra mukti health center and Inpatient health center at capable ponet Tulang Bawang Barat working area in 2022.Method: Quantitative analytic research with cross sectional design. The sampling technique used proportional stratified random sampling, and 171 people met the inclusion criteria. Data analysis used the Chi Square test and multivariate analysis used multiple logistic regression.Results: It is known that the distribution of the majority of anemic mothers (59.1 percent). have less knowledge (53.8 percent). have a positive attitude (52.6 percent). obediently consuming Fe tablets (58.5 percent). 1 glass (66.1 percent) of iron absorption inhibiting drinks (tea, coffee, milk). get good family support (59.6 percent). received the support of good health workers (71.9 percent).Conclusion: There is a significant relationship between knowledge, attitudes, adherence to iron consumption, drinking iron absorption inhibitors (tea, coffee and milk), family support and support from health workers with the incidence of anemia in pregnant women with a p-value of < 0.05. Fe consumption is the dominant factor in the incidence of anemia in pregnant women (p-value = 0.002). 
Hubungan Tingkat Kecemasan dan Depresi Dengan Manajemen Koping Keluarga Pasien Stroke Fitri Rahmawati; Rahma Eliya; Nurul Aryastuti; Satrio Lelono; Dessy Hermawan
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.169 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.51

Abstract

Latar Belakang : Gangguan mental emosional seperti kecemasan dan depresi sering muncul pada keluarga pasien stroke di RS. Banyak keluarga harus beradaptasi terhadap perubahan peran dan fungsi dalam merawat anggota keluarga yang sakit dan sering disebut manajemen koping. Respon koping yang dimunculkan dapat bervariasi pada individu dalam keluarga.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mendalam tentang tingkat kecemasan dan depresi dengan manajemen koping keluarga pasien stroke di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi. Metodologi : Penelitian ini berjenis kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian 54 keluarga pasien stroke yang sedang dirawat di RS dengan memenuhi kriteria tertentu. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner karakteristik keluarga, instrumen HADS, serta F-COPES berjumlah 45 pertanyaan. Teknik analisa pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi logistik ganda model faktor risiko. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ditemukan bahwa keluarga memiliki tingkat kecemasan ringan (61,1%) serta depresi ringan (59,3%). Koping bervariasi mulai dari penggunaan support sosial mal adaptif (53,7%), support spiritual mal adapatif (55,6%), reframing mal adaptif (63,0%), informasi adaptif (53,7%), serta penilaian pasif adaptif (55,6%). Hasil uji bivariat ditemukan semua variabel memiliki hasil bermakna p<0,05.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERIMAAN VAKSIN BOOSTER PADA USIA LANJUT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJABASA INDAH BANDAR LAMPUNG Archangela Olitia; Vera Yulyani; Festy Ladyani; Dessy Hermawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15418

Abstract

Covid-19 pertama kali ditemukan di Indonesia pada bulan  Maret  2020.  Vaksinasi  menjadi  salah  satu  upaya  preventif  yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menekan jumlah kesakitan akibat covid 19. Lanjut usia merupakan kelompok yang paling rentan  terkena  dampak  penyakit  Covid-19. Beberapa determinan kepatuhan terhadap penerimaan vaksin  Covd-19 diantaranya adalah tingkat Pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin booster pada usia lanjut di Wilayah Kerja Puskesmas  Rajabasa Indah  Bandar Lampung Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 161 orang. Analisis data menggunakan Chi Square. Diketahui distribusi  frekuensi penerimaan vaksin mayoritas menerima diberikannya vaksin sebanyak 109 orang (67.7%), tingkat pengetahuan mayoritas baik sebanyak 96 orang (59.6%), sikap  mayoritas positif sebanyak 92 orang (57.1%) dan dukungan keluarga  mayoritas baik sebanyak 110 orang (68.3%).  Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (P-value = 0.001), sikap (P-value = 0.034) dan dukungan keluarga (0.000)  dengan penerimaan vaksin  booster pada usia lanjut.
Co-Authors Aan Oktavia yuman Achmad Gus Fahmi Adli, Mulki Agus, Zaenal Arifin Nang Ajeng Febiyola Aknes Yulyanto Alfarisi, Ringgo Amirus , Khoidar Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Angelina, Christin Angga Saputra Yasir Anggraini, Yuni Anita Anita Anjani, Ni Wayan Oktavia Aprilia Dwi Sukowati Apriyadi Apriyadi Archangela Olitia Arfina Yulistiani Arisandi, Syafik Ariyanti Wardiyah Arizwansyah Arizwansyah Arja, Andria Dhesvia Aryanti Wardiyah Aryanti, Riski Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Asri Mutiara Putri Astri Pinilih Aulia, Garizah Auliya Warda Ningrum Ayati, Tri Azis, Jhon Bambang Hirawan Bertha Luthfiyah Hanna Badja Sanusi Cahya, Yuwika Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Cindi Cantika Viyani Corryna Riva Destrado Dalfian, Dalfian Desi Eka Wijaya Desi Mailan Sari Detty, Ade Utia Devi Kurnia Sari Devi Ratna Sari Dewi Kusumaningsih Dewi Sri Sumardilah Dewi Yustianti Diah Adelia Emilda Diah Astika Winahyu Diana, Averia Eva Dina Dwi N Dina Dwi Nuryani Dininta, Gilang Fitra Dita Fitriani Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Dwi Yanti Dwiartho, Muhammad Fiqi Dwiyana, M Rizal Dzikra, A Farhan Adz Easter Yanti, Dhiny Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Ema Listiyaningsih Endah Kurniasari Eri Murni Asih erika maulina yanti Erlina Wati Erna Listiyaningsih Erna Listyaningsih Erna Manik Ersa Junika Esteria Marhayuni Evayanti, Yulistiana Fadila, Syabil Salza Fakhri Rizki Farich, Achmad Fauzurrahman Al Amin Febra ayudiah Febriani Putri, Devita Ferdinan Gultom Festy Ladyani Festy Ladyani Festy Ladyani Mustofa Festy Ladyani Mustofa Firmansyah Firmansyah Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Fitri Ekasari Siregar Fitri Rahmawati Fitria Anita Fitriani, Dita Fredy Setiawan Furqoni, Prima Dian Gede Merta Mertana Gunawan Irianto Gusti Ayu Rai Saputri Gusti Ayu Rai Saputri Hakim, Nazwa Agrilussana Hany Musliha Hasbie, Neno Fitriyani Hasni Diana Heki Febrianto Hendy Pratama, Hendy Henni Puji Lestari Rahayu Hermawan, Ergo Esa Muharram Hesti Wulandari Hetti Rusmini Hetti Rusmini Ida Rahmawati Ika Artini Ike Hesti Puspasari Imron Saputra Indah Mulia Herwisdiane Indah Mulia Herwisdiane Indra Kumala Indwiani Astuti Indwiani Astuti Indwiani Astuti Intan Ayu Pratiwi, Intan Ayu Iqmy, Ledy Octaviani Irianto, Gunawan Ismalia Husna Ismayani Ismayani Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Iwan Syahjoko Saputra Jasmen Nadeak Joko Martono Jumaida Jumaida K Widhi Indra Pagestu Kadarsih, Sri Karbito Karbito Karlina Herawati Keswara, Umi Romayati Khoidar Amirus Khoisiah, Hidayatul Kholis, Muhammad Ubayya Kiki Apriyana Koidar Amirus Kumalasari, Fadila Isti Kurniasari, Devi Kurnisari, Devi Lara Sapti, Lintan Lestari, Sri Maria Puji Lilis Marlia Liza Ayu Pratiwi Lolita Putri Nanda Utami Lolita Sary Loren Juksen Luthfianawa, Dewi M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan Made Prativi Mandala, Zulhafis Martinah, Yuliana Maternity, Dainty Megarahayu, Soelastika Meisya Royani Miftah Lisalwa Lubis Mimin Septi Wahyuni Mira Puspita MS, Shaharuddin Muhammad Yunus Muhammad Yusmansyah Lubis Muhani, Nova Mutiara Ghassani Pangestu Mutiara Tasya Sazabilla Nabila Aurelia Hidayat Nabila Aurelia Hidayat neni triana Neti Nurmala Sari Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Wayan Sukesni Mayasari Nisrina Fadhilaturrabani Nofita, Nofita Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Noviansyah Novikasari, Linawati Novita Novita Nur’afni Balqis Julia Nurhalina Sari Nurhimah Apriyanti nurmalasari, yesi Octarianingsih, Fonda Oktaviana Sari Oktaviani, Meli Oktaviasari, Devi Pangaribuan, Betseba Natalia Paranggai, Elhi Andi Prameswari, Kevin Andhara Setya Prima Dian Furqoni Primadiamanti, Annisa Putri Kusuma Putri, Ratna Dewi Putri, Restika Ananda Rafie, Rakhmi Rahma Eliya Ramasarie, Dina Reni, Christina Kusuma Rery Tri Berliyanti Rimawati, Veronica Ela Rina Kriswiastiny Rini Okaputri Riska Wandini, Riska Risky, Ririn Mutiara Rivan Nur Rizki Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rizka Nur Fadilah Rizki, Ahyan Fuadi Robby Dewan Tanjung Rosmiyati Rosmiyati Rudi Winarno Safira , Adinda Safitri, Bella Sahara, Nita Salman Solah Samino Samino Sandayanti, Vira Sani, Nopi Santiana Santiana Saputri, Gusti Ayu Rai Sari, Devi Ratna Sari, Fitri Eka Satria Baharuddin Satrio Lelono Sekar Dewi Cahyani Septian, Gilang Shaharuddin MS Shariff, Fonda Octarianingsih Siti Fadilah Siti Fadilah Siti Nurjanah Siti Sarah Langki Siti Selvia Vebriani Sjahriani, Tessa Slamet Widodo Slamet Widodo Slamet Widodo Sri Haryani Sri Kadarsih Sri Kadarsih Sri Kadarsih Soejono Sri Maria Puji Lestari Sri Maria Puji Lestari Sudiadnyani, Ni Putu Sudiadnyani, Niputu Sugeng Juwono Mardihusodo Sukesni Mayasari, Ni Wayan Sumarni Sumarni Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarsih Sunarti Sunarti . Sunarti Sunarti Sunarti, ' Supriyati Supriyati Supriyati Supriyati Suryaneta Susanto Susanto Susanto Susanto Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Syafrizal AR T. Marwan Nusri Tanti Kristiana Teguh Pribadi Tia Mitrawati trio pranoto Trisilo Wahyudi Tusy Triwahyuni Tyani Khoerunissa Upik Febriani Uswatul Hasanah, Uswatul Utami, Vida Wira Vera Yulyani Wahid Tri Wahyudi Wahyu Karhiwikarta Wahyudi , Wahid Tri Wayan Aryawati Wayan Aryawati Wenda Serli Dewanti Winahyu, Diah Astika Winarno, Rudi Wulan Anggarini Wulan Marniasih Wulandari, Mardheni Wuryanti, Lestari Yanti, Dhiny Easter Yesi Nurmalasari Yessi Aprianti Yessi Nurmalasari Yoga Purnama Haidir Yogi Kurniawan, Yogi Yohana Christine Simatupang Yovita Endah Lestari Yulendasari, Rika Yuli Yantina Yuliati Amperaningsih Yulyani, Vera Yunita Sari Yustinus Windartono Yusuf Firmansyah Zaenal Abidin Zaenal Abidin Zaenal Arifin Nang Agus Zainal Arifin Nang Agus Zainal Arifin Nang Agus Zaleha Ulfa