Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Pendidikan Islam Relevansi Filsafat Islam di Era Globalisasi dan Teknologi Ainy Mumtaazah, Syifaa; Fatimah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6304

Abstract

Era globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk Pendidikan Islam. Transformasi ini menuntut adanya pembaruan paradigma yang mampu mengintegrasikan kemajuan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi filsafat Islam sebagai landasan epistemologis dan etis dalam mengarahkan perubahan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa filsafat Islam melalui konsep tawhidic worldview, hikmah, maslahah, dan ijtihad mampu memberikan kerangka pemikiran yang holistik dalam memanfaatkan teknologi secara bermoral dan berorientasi kemaslahatan. Pemikiran tokoh klasik seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Arabi tetap menunjukkan relevansi dalam pembentukan model pendidikan yang menyeimbangkan penguasaan teknologi dengan pengembangan spiritual dan akhlak. Hasil penelitian menegaskan bahwa filsafat Islam berperan strategis dalam memastikan bahwa transformasi Pendidikan Islam tidak hanya adaptif terhadap perubahan global, tetapi juga tetap menjaga identitas dan tujuan utama pendidikan, yaitu pembentukan insan kamil yang beradab, beretika, dan berkontribusi positif bagi peradaban modern.  
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM: ANALISIS PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID DAN NURCHOLISH MADJID Yajid Hamdani; M. Zimamin Nasaki; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6313

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep pendidikan multikultural dalam perspektif Islam melalui analisis pemikiran Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid sebagai dua tokoh Muslim Indonesia yang berpengaruh dalam wacana pluralisme dan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah karya-karya utama, pidato, dan pemikiran kedua tokoh yang relevan dengan isu keberagaman dan pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa gagasan Gus Dur mengenai rahmatan lil ‘ālamīn, perlindungan kelompok minoritas, serta pentingnya kesetaraan sosial membentuk fondasi pendidikan Islam yang inklusif. Sementara itu, pemikiran Cak Nur menekankan pentingnya kebebasan beragama, pembaruan pemikiran keagamaan, dan sikap inklusif sebagai basis pembentukan karakter peserta didik dalam masyarakat majemuk. Kedua tokoh sepakat bahwa pendidikan Islam harus menjadi sarana menumbuhkan nilai toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap kemanusiaan. Temuan ini menegaskan bahwa pemikiran mereka relevan untuk merumuskan model pendidikan multikultural yang mampu merespons tantangan keberagaman sosial di Indonesia.
Efektivitas Metode Storytelling sebagai Media Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar Ledyna Bilqis; Nurul Firma Apriliani; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6342

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan empiris bahwa konflik kecil berbasis perbedaan budaya masih sering muncul dalam interaksi siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai keberagaman secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode storytelling sebagai media pendidikan multikultural di sekolah dasar melalui studi literatur terhadap artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian terbitan 2020–2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa storytelling mampu meningkatkan empati, toleransi, serta kesadaran budaya siswa karena cerita memungkinkan internalisasi nilai melalui contoh konkret dan pengalaman emosional. Selain itu, metode ini efektif digunakan pada anak usia sekolah dasar karena sesuai dengan tahap perkembangan kognitif dan imajinatif mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa storytelling merupakan pendekatan yang relevan dan mudah diterapkan untuk menguatkan pendidikan multikultural, dengan implikasi praktis pada pengembangan bahan ajar berbasis cerita dan pelatihan guru dalam teknik penyampaian cerita yang sensitif budaya.
Kesetaraan sebagai Pilar Pendidikan Multikultural: Studi Literatur tentang Perspektif Teoretis dan Praktik Pendidikan Humanistik Astri Aningrum; Muhammad Nur Mahsun Al Affa; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis konsep kesetaraan (equality) sebagai pilar utama dalam pendidikan multikultural melalui pendekatan studi literatur. Kajian ini didasarkan pada analisis tujuh artikel ilmiah terbuka (open access) yang relevan dengan topik kesetaraan, pendidikan multikultural, dan humanisme. Pendidikan multikultural tidak sekadar menanamkan toleransi, tetapi juga menegakkan nilai keadilan sosial dan pengakuan terhadap keberagaman manusia sebagai dasar hubungan pendidikan yang setara. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa kesetaraan menjadi inti dari proses pendidikan humanistik yang berorientasi pada penghargaan terhadap martabat manusia, keadilan gender, inklusi sosial, dan penghapusan diskriminasi struktural di sekolah. Temuan menunjukkan bahwa praktik kesetaraan dalam pendidikan multikultural dapat diwujudkan melalui pembelajaran kolaboratif, kurikulum inklusif, serta penerapan kebijakan Gender, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) sebagaimana diuraikan dalam kurikulum Merdeka. Kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan nilai kesetaraan dalam pendidikan multikultural merupakan prasyarat untuk membangun sistem pendidikan yang demokratis, adil, dan menghargai kemanusiaan.
Fungsi Budaya dalam Membangun Keharmonisan Masyarakat Multikultural Aysse Feby Andini; Wahyu Ika Ramadhani; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6348

Abstract

Masyarakat multikultural kerap menghadapi tantangan berupa potensi konflik, stereotip, dan ketegangan sosial yang muncul akibat perbedaan etnis, agama, maupun tradisi, sehingga diperlukan mekanisme sosial yang mampu menjaga keharmonisan bersama. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi budaya sebagai instrumen penting dalam membangun kohesi sosial, mengurangi potensi konflik, dan memperkuat identitas kolektif dalam masyarakat multikultural. Menggunakan metode studi literatur yang menelaah sumber-sumber primer dan mutakhir, penelitian ini menemukan bahwa budaya berfungsi sebagai medium integrasi melalui nilai bersama, ritual komunal, bahasa simbolik, serta praktik sosial yang meneguhkan rasa memiliki antar-kelompok. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa pemeliharaan kebudayaan lokal, dialog antarkelompok, dan pendidikan multikultural menjadi faktor kunci dalam memperkuat kerukunan sosial. Penelitian menyimpulkan bahwa budaya tidak hanya menjadi sumber identitas, tetapi juga sarana rekonsiliasi dan stabilisasi sosial, meskipun implementasinya sering terkendala ketimpangan sosial, politisasi identitas, dan minimnya ruang interaksi lintas budaya. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya strategi penguatan budaya berbasis komunitas dan kebijakan publik yang mendorong ruang perjumpaan antar-kelompok untuk menjaga harmoni masyarakat multikultural secara berkelanjutan.
Pendidikan Multikultural sebagai Strategi Mencegah Intoleransi di Sekolah Gilang Anis Salsabila; Savira Azkiya; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6349

Abstract

Peningkatan kasus intoleransi di sekolah dalam beberapa tahun terakhir, baik dalam bentuk perundungan berbasis identitas, eksklusi sosial, maupun ujaran kebencian antar-siswa, menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan keberagaman di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendidikan multikultural sebagai strategi preventif untuk mencegah intoleransi di sekolah melalui penelaahan sistematis berbagai temuan empiris terkini. Menggunakan metode studi literatur terhadap artikel jurnal, laporan penelitian, dan dokumen akademik terbitan 2020–2025, penelitian ini mengidentifikasi pola-pola keberhasilan, kelemahan, serta kondisi yang memungkinkan pendidikan multikultural berfungsi secara optimal. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural mampu memperkuat empati antarsiswa, mengurangi prasangka, serta membangun kesadaran kritis mengenai keragaman melalui pendekatan kurikulum inklusif, pelatihan guru, dan praktik pembelajaran dialogis. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa strategi ini efektif diterapkan apabila didukung kebijakan sekolah yang konsisten, kompetensi guru dalam mengelola keberagaman, dan partisipasi aktif siswa. Implikasi penelitian merekomendasikan penguatan materi multikultural dalam kurikulum, pelatihan guru berbasis sensitivitas budaya, serta integrasi nilai inklusivitas dalam kegiatan sekolah.
Nilai-Nilai Multikultural sebagai Pilar Keadilan dan Persatuan di Tengah Keberagaman Lisa Meliana; Amirotul Khalimah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6350

Abstract

Keberagaman budaya, agama, dan identitas sosial di Indonesia kerap memunculkan gesekan sosial yang secara empiris terlihat dari meningkatnya intoleransi dan polarisasi di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai multikultural sebagai pilar keadilan dan persatuan dalam konteks masyarakat majemuk. Menggunakan metode studi literatur atas jurnal, buku, dan laporan penelitian terkini, kajian ini mendeskripsikan bagaimana prinsip multikulturalisme diintegrasikan ke dalam praktik sosial, pendidikan, dan kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai penghargaan terhadap perbedaan, kesetaraan, empati, dan dialog antarkelompok terbukti memperkuat kohesi sosial serta mencegah konflik berbasis identitas. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa internalisasi nilai multikultural merupakan strategi fundamental untuk membangun keadilan sosial dan memelihara persatuan bangsa. Implikasi kajian menekankan pentingnya penguatan pendidikan multikultural, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan pembentukan ruang publik yang inklusif sebagai solusi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan keberagaman.
PERAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MODERNISASI Muhlisun, Farid; Riska Nur Aulia; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6353

Abstract

Pendidikan Islam merupakan hal yang perlu dicermati secara terus menerus sesuai dengan kemajuan zaman agar terpantaunya materi dari pendidikan Islam itu bisa menemukan jalan keluar atas masalah-masalah yang muncul, dari berbagai permasalahan yang ada tentunya akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran pendidikan Islam itu sendiri. Seorang pendidik harus mampu berinovasi dalam mengembangkan  pendidikan Islam agar setiap Tindakan yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan tuntutan zaman, terutama dalam menghadapi arus moderniasi. Perkembangan zaman menuntut upaya ekstra dalam memperkuat aspek keimanan dan keilmuan guna memenuhi kebutuhan hidup, khusunya dalam bidang pendidikan. Pendidikan Islam menjadi sorotan penting untuk terus melakukan pembaruan dan peningkatan agar tidak tertinggal oleh kemajuan zaman. Dengan demikian, penidikan Islam diharapkan mampu bersaing diera modern serta berperan aktif dalam membentuk generasi yang  yang cerdas dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Peran Pendidikan Multikultural dalam Mencegah Sikap Diskriminatif di Sekolah Falakh Khaerul Fadil; Achmad Manarul Hidayat; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6441

Abstract

Fenomena diskriminasi yang masih terjadi di sekolah menunjukkan bahwa institusi pendidikan belum sepenuhnya berhasil membangun ruang belajar yang inklusif bagi seluruh peserta didik, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu mengatasi bias kultural yang muncul dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam mencegah sikap diskriminatif di sekolah melalui telaah literatur atas berbagai studi empiris yang terbit dalam lima tahun terakhir. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis dengan menelaah artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa pendidikan multikultural efektif menurunkan kecenderungan stereotip dan prasangka, memperkuat empati lintas budaya, serta mendorong terciptanya iklim sekolah yang adil dan partisipatif, terutama ketika diintegrasikan dalam kurikulum, pedagogi, serta kebijakan sekolah. Kesimpulannya, pendidikan multikultural berperan signifikan sebagai strategi preventif terhadap perilaku diskriminatif melalui internalisasi nilai kesetaraan dan penghargaan terhadap keberagaman. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum responsif budaya, pelatihan guru berperspektif multikultural, dan kebijakan sekolah yang menegakkan prinsip inklusivitas dalam seluruh aspek pembelajaran.
Tradisi Kenduren sebagai Media Pendidikan Multikultural: Studi Kasus Pengembangan Karakter dan Toleransi di Kalangan Masyarakat Jawa Tengah Aisma Faizah; Hamidatul Hasanah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6443

Abstract

Tradisi kenduren yang masih lestari di berbagai desa di Jawa Tengah menunjukkan dinamika sosial yang relevan dengan pendidikan multikultural, namun praktik ini belum banyak dikaji secara empiris sebagai media pembentukan karakter dan toleransi dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kenduren berfungsi sebagai wahana internalisasi nilai-nilai multikultural, termasuk sikap saling menghormati, gotong royong, dan penguatan kohesi sosial. Menggunakan metode studi kasus kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi di salah satu komunitas desa di Jawa Tengah, penelitian ini menemukan bahwa kenduren berperan sebagai ruang sosial yang memungkinkan interaksi lintas usia, lintas status sosial, bahkan lintas keyakinan secara inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ritual, proses musyawarah, dan distribusi makanan dalam kenduren menciptakan pengalaman belajar sosial yang menumbuhkan karakter toleran dan solidaritas kolektif. Kesimpulannya, tradisi kenduren tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan dan budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan multikultural yang efektif, dengan implikasi penting bagi pengembangan model pendidikan berbasis kearifan lokal.
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Arina Salsabila Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Dina Lutfa Azizi Dini Syarifah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Ishmatun Nabila Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Latif Khusmawardi LATIFAH Ledyna Bilqis Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miladia Nurul Aulia Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin , Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nanang Sudiyono Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Pratama Surya Haryanto Prayogo Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Ria Tri Hartini Rifana Azzahra Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Wahyuningsih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Sri Nurhayati Stania Rahmah Susan Asasiyah Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Umada Habibatil Mutia Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah