Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI EPISTEMOLOGI KEMANUSIAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA Aprillia Wahyu Utami; Ina Niatul Maidah; Nurul Mubin
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 1 No. 3 (2025): Vol. 1 No. 3 : Edisi September 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v1i3.1563

Abstract

Pendidikan multikultural sebaiknya dipahami bukan hanya sebagai bagian dari kebijakan kurikulum atau program inklusi, tetapi sebagai sebuah cara pandang epistemologis yang membentuk bagaimana pengetahuan pendidikan dihasilkan dan dipraktikkan. Perspektif ini menegaskan bahwa harkat manusia, dianugerahi atas keberagaman, serta prinsip keadilan sosial harus menjadi pijakan utama dalam proses pendidikan. Melalui teaah literatur terbaru, artikel ini menunjukkan bahwa pendekatan multikultural berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter bangsa—terutama nilai toleransi, empati, dan tanggung jawab sosial. Bukti konseptual maupun empiris mengindikasikan bahwa penerapan nilai-nilai multikultural dalam proses pembelajaran mampu memperkuat sikap saling menghargai dan menerima terhadap perbedaan, sehingga sangat relevan untuk pengembangan karakter persahabatan dalam konteks masyarakat majemuk.
PENGARUH ALGORITMA DIGITAL TERHADAP PEMBENTUKAN BIAS BUDAYA DALAM PEMBELAJARAN MULTIKULTURAL Stania Rahmah; Rijal Yasrif Al-Amin; Nurul Mubin
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 1 No. 3 (2025): Vol. 1 No. 3 : Edisi September 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v1i3.1564

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran multikultural. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul fenomena bias algoritmik yang berdampak pada pembentukan persepsi budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh algoritma digital terhadap pembentukan bias budaya dalam pembelajaran multikultural dengan menggunakan metode studi literatur (literature review). Data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder seperti buku ilmiah, artikel jurnal internasional, serta laporan lembaga pendidikan global seperti UNESCO dan OECD yang relevan dengan topik algoritma, budaya, dan pendidikan. Hasil telaah menunjukkan bahwa algoritma digital pada platform seperti YouTube, TikTok, dan Google Classroom cenderung memperkuat preferensi pengguna melalui sistem rekomendasi konten. Hal ini menciptakan “gelembung budaya” (cultural bubble), di mana peserta didik hanya terekspos pada budaya dominan dan terbatasi dari keragaman budaya lain. Kondisi ini menghambat tujuan pendidikan multikultural yang menekankan keterbukaan dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital multikultural bagi pendidik dan peserta didik untuk memahami cara kerja algoritma serta dampaknya terhadap persepsi sosial dan budaya. Oleh karena itu, pendidikan di era digital perlu diarahkan pada pengembangan kesadaran algoritmik (algorithmic awareness) agar teknologi tidak menjadi sumber ketimpangan budaya, melainkan sarana memperkuat nilai-nilai keberagaman dan inklusivitas dalam pembelajaran.
MENANAMKAN BUDAYA JAWA TERHADAP SIKAP TOLERANSI SISWA DI SEKOLAH MENENGAH Donita Bela Salsabila; Ferlina Nurlitasari; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6340

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam membentuk generasi muda yang toleran dan menghargai perbedaan. Budaya lokal, khususnya budaya Jawa, memiliki nilai-nilai luhur yang dapat menumbuhkan sikap toleransi pada siswa sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan untuk menganalisis literatur terkait nilai-nilai budaya Jawa, pendidikan karakter, dan pengembangan sikap toleransi di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai sopan santun, gotong royong, musyawarah, hormat terhadap orang lain, serta praktik budaya sehari-hari berperan signifikan dalam membentuk sikap toleran siswa. Integrasi budaya Jawa melalui muatan lokal, kegiatan ekstrakurikuler, praktik sosial, dan penggunaan cerita rakyat atau peribahasa membantu siswa memahami pentingnya menghormati perbedaan dan membangun interaksi sosial yang harmonis. Dengan demikian, pendidikan berbasis budaya lokal tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam menumbuhkan toleransi dan membentuk karakter siswa yang sadar sosial.
PERAN PESANTREN DALAM MENUMBUHKAN TOLERANSI DAN PENGHARGAAN TERHADAP KEBERAGAMAN BUDAYA Jihan Hanifah; Maisaroh; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6341

Abstract

Peran pesantren dalam menumbuhkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman budaya di Indonesia. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter santri yang moderat, terbuka, dan menghormati perbedaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. pesantren berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi melalui pembelajaran agama, keteladanan para kiai, serta kehidupan sosial yang berlandaskan prinsip kebersamaan. Selain itu, pesantren juga menjadi wadah penghargaan terhadap keberagaman budaya melalui proses akulturasi antara ajaran Islam dan tradisi lokal, yang melahirkan corak keislaman yang moderat dan ramah budaya. Kegiatan keagamaan dan sosial di pesantren turut memperkuat interaksi positif antara santri dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang inklusif dan harmonis. Dengan demikian, pesantren berperan sebagai agen moderasi beragama dan penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk. Pendidikan pesantren tidak hanya menghasilkan lulusan yang berpengetahuan agama, tetapi juga individu yang memiliki kesadaran sosial, empati, dan penghargaan tinggi terhadap nilai-nilai kebinekaan.
KETERKAITAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA: KAJIAN PUSTAKA Isma Maulana; `Arifah Nurul Azizah; Isqi Faidla Rahmatika; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pendidikan multikultural dan kecerdasan emosional dalam pembentukan karakter siswa melalui pendekatan kajian pustaka. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penanaman nilai keberagaman dan kemampuan pengelolaan emosi di lingkungan pendidikan modern. Penelitian menggunakan metode library research dengan menelaah artikel jurnal nasional, buku ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural memberikan landasan sosial bagi siswa untuk memahami dan menghargai keberagaman, sementara kecerdasan emosional berperan penting dalam membantu siswa mengelola emosi, membangun empati, dan merespons dinamika sosial secara positif. Kedua aspek ini saling melengkapi dan berkontribusi signifikan terhadap perkembangan karakter yang inklusif, toleran, serta berakhlak. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan multikultural dan kecerdasan emosional perlu menjadi bagian penting dari pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran dalam rangka memperkuat pembentukan karakter siswa secara berkelanjutan.
DINAMIKA TRADISI BARITAN : WUJUD KEARIFAN LOKAL DAN NILAI KEISLAMAN MASYARAKAT DESA MARON GARUNG WONOSOBO Khalimatus Sakdiyah; Mailatussakinah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pelaksanaan tradisi Baritan di Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, dengan fokus pada prosesi tradisi, makna simbolis hidangan, waktu dan lokasi pelaksanaan, serta maksud dan tujuan tradisi dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, serta kajian literatur pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dilengkapi dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Baritan merupakan ritual budaya yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada Allah SWT. Prosesi Baritan meliputi slametan di sumber mata air, nyadran atau bersih makam, doa bersama pada malam hari, serta penyembelihan kambing kendhit sebagai simbol tolak bala. Tradisi ini juga mengandung makna kebersamaan, solidaritas sosial, dan tanggung jawab ekologis melalui kegiatan pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon dan perawatan mata air. Dengan demikian, tradisi Baritan tidak hanya memiliki nilai religius dan sosial, tetapi juga menjadi identitas budaya dan sarana memperkuat harmoni masyarakat Desa Maron.
STUDI LITERATUR: PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BULLYING BERBASIS SARA Azka Maola Rizky Natanazaly; Azkiatusyarifah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6449

Abstract

Bullying berbasis SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) merupakan bentuk perundungan yang memiliki dampak serius terhadap perkembangan psikologis dan sosial peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam mencegah terjadinya bullying SARA di sekolah melalui pendekatan studi literatur. Sumber data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan isu keberagaman dan pencegahan perundungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berkontribusi signifikan dalam membentuk pemahaman siswa tentang keberagaman, menumbuhkan sikap toleransi, empati, serta kesadaran terhadap hak setiap individu. Penerapan nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran, budaya sekolah inklusif, dan kebijakan anti-diskriminasi terbukti mampu mengurangi prasangka, stereotip negatif, serta potensi tindakan bullying berbasis identitas. Dengan demikian, pendidikan multikultural dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, harmonis, dan bebas dari perilaku diskriminatif.
PENGUATAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI MEDIA SOSIAL DI KALANGAN REMAJA Anisa Seli Maresta; Putri Ayu Lestari; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6471

Abstract

Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan besar dalam pola komunikasi dan interaksi sosial, terutama di kalangan remaja yang menjadi pengguna aktif media sosial. Kemajuan teknologi yang begitu cepat tidak hanya memberikan peluang positif, namun juga memunculkan berbagai problem sosial seperti meningkatnya ujaran kebencian, diskriminasi, konflik identitas, serta melemahnya nilai toleransi antar individu. Kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya pemahaman remaja terhadap nilai-nilai multikultural sebagai dasar hidup harmonis dalam masyarakat yang beragam. Media sosial, yang saat ini menjadi ruang utama ekspresi dan pembentukan karakter remaja, memiliki potensi strategis sebagai sarana edukatif untuk memperkuat nilai multikultural apabila dimanfaatkan secara tepat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui pengumpulan dan analisis sumber ilmiah relevan mengenai pemanfaatan media sosial dalam pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran konten edukatif berbasis nilai multikultural melalui platform digital mampu menumbuhkan sikap toleransi, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya pada remaja, serta membentuk karakter yang inklusif dan berintegritas. Penguatan pendidikan multikultural melalui media sosial dapat menjadi strategi efektif untuk membangun karakter generasi muda di era Revolusi Industri 4.0 agar menjadi generasi yang bijak dalam berteknologi dan mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH MENENGAH Muhammad Subagio; Ahmad Fawwazun Rifqi; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6243

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pendidikan multikultural dalam Kurikulum Merdeka di sekolah menengah serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi konsep dasar pendidikan multicultural, prinsip Kurikulum Merdeka, strategi implementasi, faktor pendukung dan penghambat, serta implikasi pembelajaran terhadap perkembangan karakter siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka menyediakan ruang fleksibel bagi guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai multikultural di dalam pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, dan praktik kontekstual. Penerapan yang tepat dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap keberagaman, menumbuhkan sikap toleran, memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta menciptakan budaya sekolah yang inklusif. Namun demikian, implementasinyamasih menghadapi kendala seperti kompetensi guru yang beragam, perbedaan karakter siswa, dan kurangnya dukungan keluarga atau masyarakat. Secara keseluruhan, pendidikan multikultural dalam Kurikulum Merdeka memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi yang berkarakter, demokratis, dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman sosial budaya Indonesia.
DINAMIKA KOMUNIKASI SOSIAL DALAM MASYARAKAT MEDAN YANG BERBASIS PADA KEBERAGAMAN ETNIS DAN REALITAS Alvian Ramadhan; Ahlul Nazza Kaffi; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6245

Abstract

Penelitian ini menelaah secara mendalam dinamika komunikasi sosial dalam masyarakat Kota Medan, sebuah kota yang menjadi cerminan nyata dari keberagaman etnis dan realitas multikultural yang kompleks. Tujuan utama studi ini adalah menganalisis pola interaksi, tantangan, dan strategi adaptasi yang digunakan oleh komunitas etnis utama (Jawa, Batak, Melayu, Tionghoa, India) dalam menjaga harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur (library research) dengan metode kualitatif-deskriptif untuk menyintesis temuan-temuan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika komunikasi sosial di Medan didominasi oleh pola akomodatif, yang termanifestasi melalui penggunaan Bahasa Indonesia sebagai lingua franca dan adanya ruang publik inklusif seperti Kampung Madras yang menjadi arena negosiasi budaya. Meskipun pola ini efektif, tantangan komunikasi masih muncul dalam bentuk stereotip dan prasangka yang diperburuk oleh fragmentasi media digital. Temuan ini menyimpulkan bahwa keberhasilan komunikasi sosial sangat bergantung pada kompetensi komunikasi antarbudaya individu dan peran aktif pemerintah dalam mempromosikan pendidikan multikultural dan dialog terbuka. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan kebijakan komunikasi publik yang berorientasi pada pengakuan dan penghargaan terhadap identitas etnis sebagai kunci untuk mencapai integrasi sosial yang berkelanjutan.  
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Arina Salsabila Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Dina Lutfa Azizi Dini Syarifah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Ishmatun Nabila Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Latif Khusmawardi LATIFAH Ledyna Bilqis Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miladia Nurul Aulia Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin , Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nanang Sudiyono Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Pratama Surya Haryanto Prayogo Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Ria Tri Hartini Rifana Azzahra Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Wahyuningsih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Sri Nurhayati Stania Rahmah Susan Asasiyah Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Umada Habibatil Mutia Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah