Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI PESANTREN SALAF DALAM MENGGALI INFORMASI MASA KINI Anisa Sholihatun; Alfiatull Laely Lutfiah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6714

Abstract

Pesantren salaf merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang berperan penting dalam menjaga kontinuitas ilmu-ilmu keislaman klasik melalui metode pembelajaran khas seperti sorogan dan bandongan. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi era Society 5.0, pesantren salaf menghadapi tantangan dalam mempertahankan tradisi keilmuan sambil beradaptasi dengan transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dari berbagai sumber ilmiah periode 2017–2025 yang membahas adaptasi pesantren terhadap teknologi modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa walaupun pesantren salaf sering dianggap tertinggal secara teknologi, ia justru memiliki keunggulan dalam melahirkan deep literacy—kemampuan membaca kritis, teliti, dan reflektif. Melalui prinsip al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wal akhdzu bi al-jadid al-ashlah, pesantren salaf mengembangkan strategi adaptif berupa penguatan identitas tradisi keilmuan, selektivitas penggunaan teknologi, penguatan SDM, serta pembaruan kurikulum yang tetap berpijak pada kitab kuning. Pendekatan ini menjadikan pesantren salaf bukan sekadar lembaga pelestari tradisi, tetapi juga penjaga etika informasi dan pusat literasi keislaman di era digital.
PERAN LITERASI DIGITAL DALAM MENANAMKAN NILAI MULTIKULTURAL PADA GENERASI Z Dea Artika Sanri; Lia Amalia; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6715

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang terus meningkat telah mengubah cara berkomunikasi, belajar, dan berinteraksi sosial, terutama pada Generasi Z. Generasi Z tumbuh di tengah era digital, sehingga mereka menggunakan media digital dengan intensitas yang tinggi, baik untuk mendapatkan informasi maupun membangun hubungan sosial. Di samping itu, kondisi masyarakat Indonesia yang beragam membutuhkan penguatan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan empati dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran literasi digital dalam membentuk nilai-nilai multikultural pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam membentuk sikap terbuka, toleran, dan kritis terhadap keberagaman. Namun, ada tantangan seperti ujaran kebencian, prasangka sosial, dan polarisasi identitas yang menghambat penguatan nilai multikultural di ruang digital. Karena itu, diperlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat literasi digital yang didasarkan pada nilai-nilai multikultural.
PENDEKATAN HERMENEUTIKA DALAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM Mahfudh, Anwas; Dinazad Maryam Tsabita; Wulan Rifandina; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6775

Abstract

Pendekatan hermeneutika dalam studi pendidikan Islam merupakan respon metodologis terhadap kebutuhan pemahaman teks-teks keislaman yang relevan dengan dinamika sosial dan pendidikan kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis posisi hermeneutika sebagai kerangka epistemologis dalam pendidikan Islam, mengkaji integrasinya dengan metodologi tafsir Al-Qur’an, serta menelaah implikasinya terhadap praktik pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui telaah kritis terhadap literatur hermeneutika Barat, tradisi tafsir Islam, serta pemikiran cendekiawan Muslim dan sarjana Indonesia. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi dan deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika dapat berfungsi sebagai pendekatan metodologis yang membantu proses pemaknaan teks keagamaan secara kontekstual, dialogis, dan reflektif dalam pendidikan Islam, selama ditempatkan secara proporsional dan tidak menggantikan metodologi tafsir klasik. Integrasi hermeneutika dengan pendidikan Islam berkontribusi pada pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih kritis serta berorientasi pada internalisasi nilai-nilai keislaman. Namun demikian, penerapan hermeneutika juga menuntut kehati-hatian epistemologis agar tidak terjebak pada relativisme makna dan penetrasi paradigma liberal yang berpotensi melemahkan otoritas wahyu. Dengan demikian, pendekatan hermeneutika dalam studi pendidikan Islam perlu diarahkan sebagai instrumen ilmiah untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang normatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Amaliyah, Zulvika; Ahmad Faid Muzakky; Sinta Fatimah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6777

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang utuh dan berakhlak mulia. Artikel ini membahas pendidikan karakter dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, dengan fokus pada landasan filosofis, strategi pembentukan karakter, dan relevansinya dalam konteks pendidikan modern di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, mengkaji literatur primer dan sekunder terkait filsafat pendidikan Islam dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter Islam menekankan pembentukan manusia yang holistik, meliputi aspek kognitif, afektif, sosial, dan spiritual, dengan nilai-nilai utama seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, empati, dan ketaatan pada norma agama. Strategi pembentukan karakter dilakukan melalui teladan, pembiasaan, dan pendidikan nilai secara sistematis dan berkelanjutan, sehingga siswa tidak hanya memahami nilai-nilai moral tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi pendidikan karakter berbasis filsafat Islam terbukti relevan dengan kebutuhan pendidikan modern, karena mampu menyiapkan generasi yang cerdas, tangguh secara moral, dan memiliki kesadaran sosial dan spiritual yang tinggi. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter Islam memberikan fondasi teoretis dan praktis untuk membentuk individu yang unggul secara intelektual dan berakhlak mulia, siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
PERAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENANAMKAN SIKAP TOLERANSI ANTAR SISWA: STUDI LITERATUR Nurul Mubin; Nala Fury Ashlah; Siti Sholihah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam menanamkan sikap toleransi antar siswa di lingkungan pendidikan formal. Fokus kajian meliputi konsep pendidikan multikultural, perannya dalam pembentukan sikap toleransi, serta strategi implementasinya di sekolah berdasarkan berbagai hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research), yaitu dengan menelaah dan menganalisis sumber-sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta publikasi akademik yang relevan dengan topik pendidikan multikultural dan toleransi siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan signifikan dalam membentuk sikap toleransi siswa melalui integrasi nilai-nilai keberagaman dalam kurikulum, proses pembelajaran yang inklusif, serta pengembangan budaya sekolah yang menghargai perbedaan. Pendidikan multikultural tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pemahaman kognitif siswa mengenai keberagaman, tetapi juga pada pembentukan sikap afektif seperti empati, saling menghormati, dan keterbukaan terhadap perbedaan latar belakang sosial, budaya, dan agama. Strategi implementasi yang efektif meliputi integrasi nilai multikultural dalam mata pelajaran, penggunaan metode pembelajaran partisipatif, peningkatan kompetensi guru, serta penciptaan iklim sekolah yang inklusif dan demokratis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan multikultural merupakan fondasi penting dalam membangun lingkungan sekolah yang harmonis dan bebas dari sikap diskriminatif. Oleh karena itu, penguatan pendidikan multikultural perlu dilakukan secara berkelanjutan agar sekolah mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap toleran dan kesadaran sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
MADRASAH DI TENGAH KULTUR SCROLLTANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA GENERASI TIKTOK M. Ulinnuha; Jauhar Alauddin Al Arkan; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6860

Abstract

  Perkembangan media sosial, khususnya platform TikTok, telah melahirkan kultur scroll yang memengaruhi pola belajar dan cara generasi muda dalam memahami informasi. Fenomena ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi pendidikan Islam di madrasah yang menekankan pembelajaran mendalam dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pendidikan Islam di madrasah dalam menghadapi kultur scroll pada generasi TikTok serta upaya adaptif yang dapat dilakukan tanpa menghilangkan esensi nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui kajian literatur dan analisis konseptual terhadap fenomena penggunaan media sosial di lingkungan pendidikan Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kultur scroll berdampak pada menurunnya daya konsentrasi, minat terhadap pembelajaran reflektif, serta kecenderungan pemahaman keagamaan yang bersifat dangkal. Oleh karena itu, madrasah dituntut untuk melakukan adaptasi pedagogis melalui pemanfaatan media digital secara bijak, penguatan peran guru sebagai pembimbing dan teladan, serta penanaman literasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa dengan strategi yang tepat, madrasah dapat menjadikan tantangan kultur scroll sebagai peluang untuk memperkuat relevansi dan peran pendidikan Islam di era digital.
Peningkatan kemampuan Berbicara Bahasa Arab Melaluli Pendekatan Komunikatif di Pondok Pesantren An Nida’ Soleh Hidayah; Marsel Hidayat; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6964

Abstract

Semakin bekembangnya zaman banyak pondok pesantren modern di Indonesia mengadopsi atau mempelajari berbagai Bahasa seperti Bahasa arab.Adapun kemampuan berbicara (maharah kalam) merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama di lingkungan pesantren yang menjadikan bahasa Arab sebagai alat komunikasi utama dalam kegiatan keagamaan dan akademik. Namun, masih banyak santri yang mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide secara lisan karena pendekatan pembelajaran yang cenderung berfokus pada aspek gramatikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan komunikatif dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab di Pondok Pesantren An Nida’. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan komunikatif melalui kegiatan muhadatsah, simulasi, drama, dan lingkungan bahasa (bi’ah lughawiyah) mampu meningkatkan kepercayaan diri, kelancaran berbicara, serta penguasaan kosakata santri secara signifikan. Dengan demikian, pendekatan komunikatif terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual, serta dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran bahasa Arab di pesantren.
Sinergi Tradisi dan Psikologi; Efektivitas Sorogan dan Bandongan dalam Pembelajaran Pesantren Muhammad Iqbal Rosyid; Rifdatul Aisy; Nurul Mubin
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 5 (2025): October: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i5.1563

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the sorogan and bandongan methods in Islamic boarding school (pesantren) learning through the perspective of educational psychology. Using a qualitative-descriptive approach based on library research, this study explores the relevance of these traditional teaching methods to behaviorist, cognitivist, and constructivist learning theories. The findings reveal that the sorogan method, which emphasizes personal interaction between students (santri) and teachers (kiai), plays a crucial role in improving reading accuracy, learning discipline, independence, and metacognitive abilities. Meanwhile, the bandongan method, which is conducted collectively, proves effective in strengthening conceptual understanding, fostering social learning, and internalizing moral and spiritual values within a communal context. The integration of these two methods represents a synergy between the intellectual tradition of pesantren and the principles of modern educational psychology that emphasize affective, cognitive, and psychomotor aspects. The results indicate that the combined application of sorogan and bandongan can support the development of an adaptive pesantren curriculum aligned with the demands of 21st-century education while maintaining the Islamic scholarly tradition that serves as the foundation for character formation and personal development.
Konsepsi Ilmu Menurut Ibn Khaldun dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan Kontemporer Syarif Hamid; Said Arkan Muzakki; Nurul Mubin
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1047

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ilmu pengetahuan menurut Ibn Khaldun dengan menitikberatkan pada klasifikasi ilmu, karakteristik epistemologi, serta implikasinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka (library research), dengan sumber utama berupa karya monumental Ibn Khaldun, Muqaddimah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ibn Khaldun memandang ilmu sebagai kebutuhan asasi manusia yang bersumber dari Allah SWT dan diperoleh melalui proses rasional, empiris, serta wahyu. Ia mengklasifikasikan ilmu ke dalam dua rumpun utama, yaitu ilmu naqliyyat yang bersumber dari wahyu dan tradisi keagamaan, serta ilmu ʿaqliyyat yang bersumber dari akal dan pengalaman manusia. Epistemologi Ibn Khaldun bersifat integratif, rasional kritis, empiris sosiologis, serta fungsional kontekstual. Konsep ilmu ini memiliki implikasi penting dalam membangun integrasi antara ilmu agama dan ilmu rasional, menumbuhkan sikap ilmiah kritis, serta menjadikan ilmu sebagai instrumen pembangunan peradaban. Dengan demikian, pemikiran Ibn Khaldun tetap relevan dalam pengembangan pendidikan, ilmu sosial, dan dialog antara agama dan sains di era modern.
Epistemologi Ilmu Ibnu Rusyd dan Implikasinya terhadap Pendidikan Pesantren Arbain Arbain; Wildan Rifqi Asyfia; Nurul Mubin
Reflection : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Reflection : Islamic Education Journal
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/reflection.v3i1.1855

Abstract

The concept of science according to Ibn Rushd emphasizes the harmony between religion and philosophy, as well as the importance of using rational thinking methods to achieve the truth. He divides human intellectual abilities into three levels, namely rhetoric, dialectical, and demonstrative, and distinguishes science into theoretical and practical sciences. According to Ibn Rushd, knowledge is obtained through cooperation between the senses, imagination, and intellect, so that the human thought process must run systematically and logically. This research uses the library research method to examine the relevance of Ibn Rushd's thought to Islamic boarding school education in the modern era. The results of the study show that Ibn Rushd's ideas can be the basis for integration between religious science and science, encourage the strengthening of students' critical reasoning, and avoid scientific dichotomy. In addition, the application of his thinking has the potential to improve the quality of learning for Islamic boarding schools to be more contextual, inclusive, and adaptive to the development of science and technology. Thus, the concept of Ibn Rushd's knowledge can strengthen the direction of pesantren education towards a holistic and civilization-oriented education system.
Co-Authors Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahmad Faid Muzakky Ahmad Faturrohman Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Alfiatull Laely Lutfiah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alviana, Alviana Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Amaliyah, Zulvika Aminuyati Andzariatus Syarifah Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Sholihatun Anisa Zulfatusyrifah Aprillia Wahyu Utami Arbain Arbain Arina Salsabila Arum Rizqi Aprilia Asy Sifa Patricia Pratama Atiqotul Azimah Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto David Doresta Wijaya Dea Artika Sanri Debi Selasa Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Dina Lutfa Azizi Dinazad Maryam Tsabita Dini Syarifah Donita Bela Salsabila Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Fathara Aydalhaqq Fathurrizqi Almubarok Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Hasna Abiyyu Helmi Yanti Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Iqbal Bakhits Taufiqurrohman Ircham Taufiqul Hakim Ishmatun Nabila Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Istiana Jauhar Alauddin Al Arkan Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Latif Khusmawardi Lia Amalia Lia Warih Perwitasari Lulis Ujiyanti M. Fatih Ade Raihan M. Ulinnuha M. Zidan Dermawan Maftukhul Ngaqli Mahfudh, Anwas Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Marsel Hidayat MIFTAHUL JANNAH Miftakhul Arzak Miftakhul Hayat Miladia Nurul Aulia Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Mohammad Imron Nawawi Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Abu Sofyan Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Hasan Muhammad Iqbal Rosyid Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muizzatur Rokhaniah Mukromin Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafi'atus Salmaa Nabila NAILATUR ROHMAH Najwa Ajlina Nur Azizah Nala Fury Ashlah Nanang Sudiyono Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Prasasti Dauliya Pratama Surya Haryanto Prayogo Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Ria Tri Hartini Rifana Azzahra Rifdatul Aisy Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riza Maysharoh Said Arkan Muzakki Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Fatimah SITI FATIMAH SITI SHOLIHAH Siti Suryaningsih, Siti Siti Wahyuningsih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Soleh Hidayah Sri Nurhayati Stania Rahmah Syarif Hamid Syarif Hidayat Syarifatul Amanah T Towijaya Talita Nadia Kamila Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Umada Habibatil Mutia Via Nailil Ngyah Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wildan Rifqi Asyfia Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Rifandina Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah