Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PESANTREN DALAM MENUMBUHKAN TOLERANSI DAN PENGHARGAAN TERHADAP KEBERAGAMAN BUDAYA Jihan Hanifah; Maisaroh; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6341

Abstract

Peran pesantren dalam menumbuhkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman budaya di Indonesia. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter santri yang moderat, terbuka, dan menghormati perbedaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. pesantren berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi melalui pembelajaran agama, keteladanan para kiai, serta kehidupan sosial yang berlandaskan prinsip kebersamaan. Selain itu, pesantren juga menjadi wadah penghargaan terhadap keberagaman budaya melalui proses akulturasi antara ajaran Islam dan tradisi lokal, yang melahirkan corak keislaman yang moderat dan ramah budaya. Kegiatan keagamaan dan sosial di pesantren turut memperkuat interaksi positif antara santri dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang inklusif dan harmonis. Dengan demikian, pesantren berperan sebagai agen moderasi beragama dan penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk. Pendidikan pesantren tidak hanya menghasilkan lulusan yang berpengetahuan agama, tetapi juga individu yang memiliki kesadaran sosial, empati, dan penghargaan tinggi terhadap nilai-nilai kebinekaan.
KETERKAITAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA: KAJIAN PUSTAKA Isma Maulana; `Arifah Nurul Azizah; Isqi Faidla Rahmatika; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pendidikan multikultural dan kecerdasan emosional dalam pembentukan karakter siswa melalui pendekatan kajian pustaka. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penanaman nilai keberagaman dan kemampuan pengelolaan emosi di lingkungan pendidikan modern. Penelitian menggunakan metode library research dengan menelaah artikel jurnal nasional, buku ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural memberikan landasan sosial bagi siswa untuk memahami dan menghargai keberagaman, sementara kecerdasan emosional berperan penting dalam membantu siswa mengelola emosi, membangun empati, dan merespons dinamika sosial secara positif. Kedua aspek ini saling melengkapi dan berkontribusi signifikan terhadap perkembangan karakter yang inklusif, toleran, serta berakhlak. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan multikultural dan kecerdasan emosional perlu menjadi bagian penting dari pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran dalam rangka memperkuat pembentukan karakter siswa secara berkelanjutan.
DINAMIKA TRADISI BARITAN : WUJUD KEARIFAN LOKAL DAN NILAI KEISLAMAN MASYARAKAT DESA MARON GARUNG WONOSOBO Khalimatus Sakdiyah; Mailatussakinah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pelaksanaan tradisi Baritan di Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, dengan fokus pada prosesi tradisi, makna simbolis hidangan, waktu dan lokasi pelaksanaan, serta maksud dan tujuan tradisi dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, serta kajian literatur pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dilengkapi dengan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Baritan merupakan ritual budaya yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada Allah SWT. Prosesi Baritan meliputi slametan di sumber mata air, nyadran atau bersih makam, doa bersama pada malam hari, serta penyembelihan kambing kendhit sebagai simbol tolak bala. Tradisi ini juga mengandung makna kebersamaan, solidaritas sosial, dan tanggung jawab ekologis melalui kegiatan pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon dan perawatan mata air. Dengan demikian, tradisi Baritan tidak hanya memiliki nilai religius dan sosial, tetapi juga menjadi identitas budaya dan sarana memperkuat harmoni masyarakat Desa Maron.
STUDI LITERATUR: PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BULLYING BERBASIS SARA Azka Maola Rizky Natanazaly; Azkiatusyarifah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6449

Abstract

Bullying berbasis SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) merupakan bentuk perundungan yang memiliki dampak serius terhadap perkembangan psikologis dan sosial peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam mencegah terjadinya bullying SARA di sekolah melalui pendekatan studi literatur. Sumber data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan isu keberagaman dan pencegahan perundungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berkontribusi signifikan dalam membentuk pemahaman siswa tentang keberagaman, menumbuhkan sikap toleransi, empati, serta kesadaran terhadap hak setiap individu. Penerapan nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran, budaya sekolah inklusif, dan kebijakan anti-diskriminasi terbukti mampu mengurangi prasangka, stereotip negatif, serta potensi tindakan bullying berbasis identitas. Dengan demikian, pendidikan multikultural dapat menjadi strategi efektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, harmonis, dan bebas dari perilaku diskriminatif.
PENGUATAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI MEDIA SOSIAL DI KALANGAN REMAJA Anisa Seli Maresta; Putri Ayu Lestari; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6471

Abstract

Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan besar dalam pola komunikasi dan interaksi sosial, terutama di kalangan remaja yang menjadi pengguna aktif media sosial. Kemajuan teknologi yang begitu cepat tidak hanya memberikan peluang positif, namun juga memunculkan berbagai problem sosial seperti meningkatnya ujaran kebencian, diskriminasi, konflik identitas, serta melemahnya nilai toleransi antar individu. Kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya pemahaman remaja terhadap nilai-nilai multikultural sebagai dasar hidup harmonis dalam masyarakat yang beragam. Media sosial, yang saat ini menjadi ruang utama ekspresi dan pembentukan karakter remaja, memiliki potensi strategis sebagai sarana edukatif untuk memperkuat nilai multikultural apabila dimanfaatkan secara tepat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui pengumpulan dan analisis sumber ilmiah relevan mengenai pemanfaatan media sosial dalam pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran konten edukatif berbasis nilai multikultural melalui platform digital mampu menumbuhkan sikap toleransi, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya pada remaja, serta membentuk karakter yang inklusif dan berintegritas. Penguatan pendidikan multikultural melalui media sosial dapat menjadi strategi efektif untuk membangun karakter generasi muda di era Revolusi Industri 4.0 agar menjadi generasi yang bijak dalam berteknologi dan mampu menjaga persatuan dalam keberagaman.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI DAN KEBERAGAMAN SOSIAL DI ERA MODERN Anisa Zulfatusyrifah; Alfikran Gumohung; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6548

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pendidikan multikultural dalam menghadapi tantangan globalisasi dan dinamika keberagaman sosial di era modern. Arus globalisasi yang semakin kuat membawa dampak pada pola interaksi, nilai budaya, dan cara pandang generasi muda, sehingga diperlukan strategi pendidikan yang mampu menjaga identitas nasional sekaligus membuka wawasan global. Penelitian ini menggunakan studi pustaka (library research), Studi pustaka dipilih karena fokus penelitian adalah pengkajian konsep, teori, dan temuan sebelumnya yang relevan dengan pendidikan multikultural dalam menghadapi tantangan globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural telah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, baik melalui sikap guru sebagai teladan maupun pembiasaan nilai toleransi, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, terutama pengaruh budaya global yang begitu cepat masuk melalui media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pendidikan multikultural perlu melibatkan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar peserta didik memiliki karakter yang inklusif serta mampu beradaptasi dengan perubahan dunia tanpa kehilangan jati diri.
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Hadis Keempat Kitab Al -Arba’in An-Nawawiyyah Karya Syaikh An-Nawawi Via Nailil Ngyah; Nurul Mubin; Ngatoillah Linnaja
Reflection : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 4 (2025): Reflection : Islamic Education Journal
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/reflection.v2i4.1504

Abstract

This study aims to analyze the content and substance of the Fourth Hadith in Al-Arba'in An-Nawawiyyah, explore the Islamic educational values contained within it, and examine its relevance to contemporary Islamic religious education. This research employs a qualitative approach using library research methods through an examination of primary and secondary literature related to the hadith and Islamic educational concepts. The data were analyzed using content analysis techniques to reveal both textual and contextual meanings.The findings show that the Fourth Hadith provides an explanation of the gradual process of human creation, the decree of divine destiny encompassing sustenance, lifespan, deeds, and a person’s final fate, as well as an emphasis on the importance of righteous actions in determining one’s end. The hadith encapsulates holistic educational values, including divine values such as belief in destiny, reliance on God (tawakkul), patience, and spiritual awareness; and humanistic values such as moral responsibility, self-control, self-awareness, and consistency in worship and good deeds. These values remain highly relevant for character building in modern learners, especially in facing moral, spiritual, and social challenges.Based on the results, it can be concluded that the Fourth Hadith of Al-Arba'in An-Nawawiyyah plays a significant role in strengthening contemporary Islamic education, particularly in shaping character grounded in sound creed, noble ethics, and strong mental resilience. The findings are expected to serve as a reference for educators, educational institutions, and society in developing more integrative and applicable educational practices.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMBANGUN BANGSA YANG RELIGIUS DAN NASIONALIS Ircham Taufiqul Hakim; Atiqotul Azimah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6669

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi realitas empiris berupa masih terjadinya konflik horizontal berlatar perbedaan etnis, budaya, dan agama akibat sikap eksklusivisme sebagian kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan multikultural sebagai strategi preventif dalam membangun sikap toleran dan harmonis di tengah masyarakat majemuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satuan pendidikan yang menerapkan nilai-nilai multikultural melalui integrasi materi pembelajaran bernuansa toleransi dan inklusivitas. Subjek penelitian meliputi pendidik dan peserta didik dengan latar belakang sosial, budaya, dan agama yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural yang dirancang secara kontekstual mampu meningkatkan sikap saling menghargai, menurunkan prasangka sosial, dan mencegah potensi konflik antar kelompok. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan multikultural efektif sebagai instrumen penguatan kohesi sosial apabila diimplementasikan secara konsisten dan tidak bias ideologis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran yang berorientasi pada nilai kemanusiaan universal sebagai fondasi keberlanjutan bangsa Indonesia.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KONTEKS MASYARAKAT MAJEMUK Miftakhul Arzak; Miftakhul Hayat; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6671

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada pengakuan dan penghargaan terhadap keberagaman sosial, budaya, etnis, dan agama dalam masyarakat majemuk. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan multikultural dalam membangun sikap toleransi, mengurangi prasangka sosial, serta memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui analisis terhadap buku ilmiah, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan pendidikan multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan penting dalam menciptakan keadilan dan kesetaraan dalam pendidikan dengan memberikan kesempatan belajar yang sama bagi seluruh peserta didik. Implementasi pendidikan multikultural melalui integrasi kurikulum yang inklusif dan pedagogi responsif budaya mampu membentuk sikap saling menghormati serta meningkatkan kualitas interaksi sosial antar kelompok. Namun, penerapan pendidikan multikultural dalam konteks masyarakat majemuk, khususnya di Indonesia, masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi pendidik, minimnya bahan ajar yang representatif, serta adanya resistensi kultural dan struktural. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan kualitas pendidik, dan pengembangan kurikulum yang kontekstual agar pendidikan multikultural dapat diimplementasikan secara optimal.
Manfaat Puasa Senin Kamis dalam Pembentukan Karakter Spiritual Santri Podok Pesantren Daarul Musthofa Nguwet, Kranggan, Temanggung Iqbal Bakhits Taufiqurrohman; Siti Suryaningsih; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6712

Abstract

Puasa Senin-Kamis adalah salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan dalam Islam dan memiliki banyak manfaat, baik dalam aspek spiritual, psikologis, maupun pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat manfaat dari puasa Senin-Kamis bagi para santri di Pondok Pesantren Daarul Musthofa Nguwet, Kranggan, Temanggung, terutama dalam membentuk karakter, mengendalikan diri, meningkatkan kecerdasan emosional, serta menjaga kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data, dilakukan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang melibatkan santri yang selalu menjalani puasa Senin-Kamis serta para pengelola pesantren yang bertugas memberikan bimbingan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjalani puasa Senin-Kamis secara rutin memberikan dampak positif dalam pengembangan kemampuan mengendalikan diri, mengelola emosi, meningkatkan rasa empati, dan menjaga kesejahteraan mental para santri. Selain itu, puasa juga berfungsi sebagai alat efektif dalam membangun pendidikan spiritual yang mendukung pembentukan karakter secara menyeluruh di lingkungan pesantren. Dengan demikian, puasa Senin-Kamis bukan hanya sekadar ritual ibadah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan yang strategis di sekolah berasrama berbasis Islam.
Co-Authors Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahmad Faid Muzakky Ahmad Faturrohman Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Alfiatull Laely Lutfiah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alviana, Alviana Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Amaliyah, Zulvika Aminuyati Andzariatus Syarifah Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Sholihatun Anisa Zulfatusyrifah Aprillia Wahyu Utami Arbain Arbain Arina Salsabila Arum Rizqi Aprilia Asy Sifa Patricia Pratama Atiqotul Azimah Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto David Doresta Wijaya Dea Artika Sanri Debi Selasa Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Dina Lutfa Azizi Dinazad Maryam Tsabita Dini Syarifah Donita Bela Salsabila Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Fathara Aydalhaqq Fathurrizqi Almubarok Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Hasna Abiyyu Helmi Yanti Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Iqbal Bakhits Taufiqurrohman Ircham Taufiqul Hakim Ishmatun Nabila Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Istiana Jauhar Alauddin Al Arkan Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Latif Khusmawardi Lia Amalia Lia Warih Perwitasari Lulis Ujiyanti M. Fatih Ade Raihan M. Ulinnuha M. Zidan Dermawan Maftukhul Ngaqli Mahfudh, Anwas Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Marsel Hidayat MIFTAHUL JANNAH Miftakhul Arzak Miftakhul Hayat Miladia Nurul Aulia Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Mohammad Imron Nawawi Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Abu Sofyan Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Hasan Muhammad Iqbal Rosyid Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muizzatur Rokhaniah Mukromin Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafi'atus Salmaa Nabila NAILATUR ROHMAH Najwa Ajlina Nur Azizah Nala Fury Ashlah Nanang Sudiyono Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Prasasti Dauliya Pratama Surya Haryanto Prayogo Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Ria Tri Hartini Rifana Azzahra Rifdatul Aisy Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riza Maysharoh Said Arkan Muzakki Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Fatimah SITI FATIMAH SITI SHOLIHAH Siti Suryaningsih, Siti Siti Wahyuningsih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Soleh Hidayah Sri Nurhayati Stania Rahmah Syarif Hamid Syarif Hidayat Syarifatul Amanah T Towijaya Talita Nadia Kamila Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Umada Habibatil Mutia Via Nailil Ngyah Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wildan Rifqi Asyfia Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Rifandina Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah