Claim Missing Document
Check
Articles

Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal sebagai Cermin Multikulturalisme Masyarakat Pegunungan Dieng Arina Salsabila; Amalia Rosyadah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6197

Abstract

Penelitian ini menelaah tradisi Ruwatan Rambut Gimbal di masyarakat Pegunungan Dieng sebagai cermin multikulturalisme yang tercermin melalui praktik keagamaan, adat, dan interaksi sosial antarkelompok masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana tradisi ini membentuk identitas budaya sekaligus menjadi medium penghormatan terhadap keberagaman nilai dan kepercayaan. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tokoh adat, pemangku budaya, dan keluarga pemilik rambut gimbal di Desa Dieng Kulon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwatan Rambut Gimbal tidak hanya berfungsi sebagai ritual penyucian tetapi juga mencerminkan toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan keterpaduan sosial masyarakat. Praktik ini mempertahankan keaslian adat sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika modern, sehingga memberikan solusi autentik terhadap tantangan pelestarian budaya dalam konteks pluralisme. Temuan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana teori multikulturalisme dapat diterapkan untuk memahami integrasi nilai tradisi lokal dan modernitas. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dalam pendidikan multikultural serta pelestarian budaya lokal sebagai sarana memperkuat identitas dan kohesi sosial.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI ANTAR ETNIS DI SD NEGERI CANDIREJO Ahmad Isroruddin; Lucky Rizky Fadhillah; Nurul Mubin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan multikultural serta dampaknya terhadap peningkatan sikap toleransi antar etnis di SD Negeri Candirejo. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan FGD, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural telah diintegrasikan dalam kurikulum, kegiatan pembelajaran, dan aktivitas sekolah seperti diskusi lintas etnis dan perayaan budaya bersama. Guru berperan sebagai fasilitator inklusif yang menanamkan sikap saling menghargai dan empati antar siswa. Implementasi ini berdampak positif terhadap meningkatnya toleransi, solidaritas sosial, dan kesadaran siswa akan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman. Kendati demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan dana, beban administrasi guru, dan minimnya dukungan kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan pendidikan yang sistematis dan pelatihan berkelanjutan bagi guru agar pendidikan multikultural dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
TANTANGAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI ERA DIGITAL: KAJIAN TEORI DAN LITERATUR Wulan Sania Masruroh; Rizqina Tsalatsatun Huwaida; Nurul Mubin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6166

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah berdampak signifikan terhadap bidang pendidikan, termasuk penerapan nilai-nilai multikultural. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan penerapan pendidikan multikultural di era digital dan mengusulkan solusi strategis untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui tinjauan pustaka terhadap sumber-sumber ilmiah terkini. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tantangan utama meliputi akses teknologi yang tidak merata, rendahnya tingkat literasi digital di antara guru dan siswa, bias budaya dalam konten digital, dan kurangnya dukungan dari kebijakan pendidikan inklusif. Namun demikian, era digital juga menawarkan peluang untuk memperkuat nilai-nilai seperti toleransi, empati, dan keadilan sosial melalui pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif, termasuk peningkatan kompetensi digital guru, pengembangan kurikulum multikultural berbasis teknologi, dan penerapan kebijakan yang mendorong pemerataan akses pendidikan. Pendidikan multikultural di era digital diharapkan dapat membentuk generasi yang inklusif, kritis, dan beretika dalam menghadapi tantangan global.
Digital Multicultural Literacy: Tantangan Guru di Era Media Sosial Poliarah Siti Fatimah; Fika Mar’atussa’adah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6229

Abstract

Penelitian ini menganalisis Digital Multicultural Literacy sebagai kompetensi penting yang harus dimiliki guru di era media sosial poliarah, di mana informasi bergerak secara cepat, tidak linier, dan berasal dari banyak arah. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan, artikel ini mengkaji landasan teori, tantangan guru, serta strategi pedagogis yang dapat diterapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurasi algoritmik, ruang gema (echo chambers), serta pertukaran konten lintas budaya dapat menjadi peluang sekaligus risiko bagi pendidikan multikultural. Guru menghadapi tantangan terkait keterampilan pedagogi digital, moderasi konflik, keterbatasan sarana, serta beban emosional dalam mengelola interaksi daring siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan pedagogi kritis digital, penerapan digital storytelling bernuansa multikultural, dan pengembangan pelatihan guru berkelanjutan sangat penting dalam membangun literasi multikultural digital di sekolah Indonesia.
MERANGKAI HARMONI MULTIKULTURAL YANG LEBIH KUAT DAN MENARIK UPAYA MEMBANGUN INTEGRASI SOSIAL DI ERA MODERN Ahmad Faturrohman; Agus Santoso; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6231

Abstract

Di era modern, globalisasi dan kemajuan teknologi digital membuat interaksi antarbudaya semakin meningkat, namun turut menghadirkan tantangan seperti intoleransi dan polarisasi sosial. Penelitian ini menelaah dinamika multikultural saat ini, mengidentifikasi faktor yang mendorong maupun menghambat integrasi sosial, serta merumuskan strategi untuk memperkuat harmoni dalam masyarakat. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural, kebijakan yang mendukung keberagaman, peran komunitas, dan kemampuan literasi digital merupakan komponen penting dalam menjaga kesatuan sosial. Tantangan yang muncul meliputi minimnya pemahaman lintas budaya, ketimpangan sosial, dan meningkatnya polarisasi identitas di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi sosial perlu diperkuat melalui kombinasi nilai kearifan lokal, pemanfaatan teknologi digital secara tepat, serta kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Syarifatul Amanah; Muizzatur Rokhaniah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6288

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan suatu proses pengembangan potensi manusia yang menanamkan sikap menghargai keberagaman serta perbedaan sebagai konsekuensi dari adanya variasi budaya, etnis, suku, dan agama. Dalam praktiknya, pendidikan multikultural mencerminkan penerapan filosofi pluralisme budaya dalam sistem pendidikan yang berlandaskan prinsip kesetaraan, saling menghormati, saling menerima, memahami satu sama lain, serta memiliki komitmen moral terhadap keadilan sosial. Konsep pendidikan multikultural muncul seiring berkembangnya gagasan dan kesadaran tentang interkulturalisme setelah berakhirnya Perang Dunia II. Munculnya kesadaran tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika politik global terkait isu hak asasi manusia, kemerdekaan dari kolonialisme, dan diskriminasi rasial, tetapi juga akibat meningkatnya keberagaman masyarakat di negara-negara Barat sebagai dampak dari arus migrasi besar-besaran dari negara-negara yang baru merdeka menuju Amerika dan Eropa. Pada dasarnya, pendidikan multikultural menekankan pentingnya sikap kepedulian, pengertian terhadap perbedaan, serta pengakuan terhadap eksistensi kelompok minoritas. Pandangan pendidikan ini melihat masyarakat dari sudut pandang yang lebih luas, dengan menyadari bahwa sikap tidak peduli dan penolakan terhadap perbedaan tidak hanya bersumber dari ketimpangan rasial, melainkan juga dari struktur sosial yang tidak adil. Oleh karena itu, pendidikan multikultural membahas isu-isu ketidakadilan, kemiskinan, penindasan, serta keterbelakangan yang dialami kelompok minoritas di berbagai bidang seperti sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan.
Tradisi Pawang Hujan sebagai Bentuk Kearifan Lokal dalam Perspektif Multikultural Nadia Dwi Safitri; Salis Amhailun Naja; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6289

Abstract

Tradisi pawang hujan merupakan praktik budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia sejak masa lampau. Tradisi ini muncul dari kebutuhan manusia untuk menyesuaikan diri dengan alam dan mengatur keseimbangan sosial melalui ritual-ritual simbolik. Dalam konteks multikultural, tradisi pawang hujan mencerminkan keragaman keyakinan, nilai, dan pengetahuan lokal yang hidup berdampingan di Tengah Masyarakat Indonesia yang majemuk. Meskipun islam menekankan bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa atas turunnya hujan, Masyarakat memaknai pawang hujan bukan semata sebagai kekuatan mistik, melainkan juga sebagai bagian dari warisan budaya dan identitas sosial. Artikel ini berupaya meninjau tradisi pawang hujan dari perspektif multicultural meliputi pandangan budaya local, nilai religious, dan pendekatan toleransi antar kepercayaan serta mendorong pemahaman bahwa pelestarian budaya perlu disertai peneguhan nilai-nilai tauhid dan kearifan lokal.
PERAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER TOLERANSI PESERTA DIDIK Alya Renika Utami; Lia Warih Perwitasari; Qurrota A’yun; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6310

Abstract

Kajian ini membahas bagaimana pendidikan multikultural berperan dalam membentuk sikap toleransi pada siswa di Indonesia yang sangat beragam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber seperti buku, jurnal, prosiding, dan dokumen resmi terkait pendidikan multikultural dan pembentukan karakter. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan multikultural sangat berpengaruh dalam menanamkan nilai toleransi melalui empat hal utama: memperkenalkan keberagaman, memperkuat empati sosial, meningkatkan kemampuan berinteraksi lintas budaya, dan membentuk identitas diri yang terbuka. Lewat pendekatan ini, siswa bukan cuma memahami perbedaan, tapi juga belajar menghargainya sebagai kekayaan bangsa. Walaupun ada tantangan seperti kesenjangan sosial, akses pendidikan yang tidak merata, dan penolakan terhadap nilai multikultural, pendidikan ini tetap menjadi cara yang efektif untuk membangun generasi yang toleran, demokratis, dan humanis.
PERAN KELUARGA DALAM PENANAMAN KESADARAN MULTIKULTURAL DI LINGKUNGAN MULTI-ETNIS PERKOTAAN Zahrotu Sindi Nafisah; Miftahul Jannah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran keluarga dalam menanamkan kesadaran multikultural di lingkungan multi-etnis perkotaan. Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan dalam menjaga harmoni sosial di tengah keragaman suku, agama, dan budaya. Dalam konteks ini, keluarga berperan penting sebagai lembaga sosial pertama tempat anak belajar nilai toleransi, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang menelaah berbagai literatur terkait pendidikan dan kesadaran multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga berfungsi sebagai agen sosialisasi utama dalam membentuk sikap inklusif dan toleran melalui tiga mekanisme utama: (1) komunikasi internal keluarga yang menumbuhkan dialog terbuka tentang keberagaman, (2) keteladanan perilaku orang tua dalam menghargai perbedaan, dan (3) fasilitasi pengalaman sosial lintas etnis yang memungkinkan anak berinteraksi dengan berbagai latar budaya. Ketiga mekanisme ini membentuk sistem nilai yang saling melengkapi dalam menumbuhkan kesadaran multikultural sejak dini. Meskipun keluarga perkotaan menghadapi tantangan seperti individualisme, kesibukan, dan pengaruh media, keberagaman sosial di kota juga menjadi peluang besar bagi pembelajaran lintas budaya. Dengan demikian, penguatan literasi multikultural dalam keluarga menjadi kunci dalam membangun masyarakat perkotaan yang inklusif, harmonis, dan berkeadaban multikultural.
UPAYA PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DI SMP TAKHASSUS AL-QUR’AN WONOSOBO Nur Kuni Ngaisatun Silmi; Mufida Salsabila; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendidikan multikultural serta hubungannya dengan kreativitas siswa, dan mengidentifikasi strategi yang efektif dalam meningkatkan kreativitas melalui pendekatan multikultural di SMP Takhassus Al-Qur’an Wonosobo. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap guru PPKn dan Seni Budaya sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural diterapkan melalui integrasi nilai keberagaman dengan nilai keislaman dan kebangsaan, serta melalui pembelajaran berbasis kasus, dialog, dan projek. Penerapan tersebut tidak hanya membentuk sikap toleran dan inklusif, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pengembangan kreativitas siswa. Keberagaman budaya menjadi sumber inspirasi yang memperluas wawasan dan mendorong siswa menghasilkan gagasan orisinal. Adapun strategi efektif yang diterapkan meliputi project-based learning, kolaborasi heterogen, metode 3M (melihat, mencoba, mengolah), problem-based learning, integrasi seni lintas budaya, sistem mentor budaya, serta kegiatan ekstrakurikuler bertema keberagaman. Secara keseluruhan, pendidikan multikultural terbukti berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis sekaligus memfasilitasi pengembangan kreativitas siswa.
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Arina Salsabila Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Dina Lutfa Azizi Dini Syarifah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Ishmatun Nabila Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Latif Khusmawardi LATIFAH Ledyna Bilqis Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miladia Nurul Aulia Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin , Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nanang Sudiyono Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Pratama Surya Haryanto Prayogo Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Ria Tri Hartini Rifana Azzahra Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Wahyuningsih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Sri Nurhayati Stania Rahmah Susan Asasiyah Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Umada Habibatil Mutia Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah