Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PEMBELAJARAN ILMU TAJWID DALAM MEMBANGUN KOMPETENSI SPIRITUAL DAN LITERASI QUR’ANI PESERTA DIDIK Shendya Lukyana Yumna; Fathara Aydalhaqq; Nurul Mubin
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i6.7014

Abstract

Learning Tajweed plays a crucial role in developing students' spiritual competence and Qur'anic literacy. By understanding the rules of Tajweed, students can read the Qur'an correctly and precisely according to the rules of recitation taught by the Prophet Muhammad (peace be upon him), thereby improving the quality of their reading and understanding of the Qur'an's message. Learning Tajweed not only improves reading skills such as tartil, accuracy, and fluency, but also motivates students to continue reading and deepening their understanding of the Qur'an regularly. This has a positive impact on the development of spiritual competence because students are able to internalize the meaning and values ​​of the Qur'an, which strengthen their faith and piety. Therefore, learning Tajweed is an important foundation in building holistic Qur'anic literacy, encompassing both the technical aspects of reading and the spiritual aspects of students as Muslims. Research shows a significant relationship between mastery of Tajweed and improvements in Qur'anic reading skills and students' spiritual motivation.
Peran Guru Dalam Membangun Karakter Siswa Melalui Pendidikan Multikultural Khayatul Mustaqimah; Tiya Feza Qarina; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6184

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan aspek krusial dalam sistem pendidikan Indonesia yang dicirikan oleh keberagaman budaya, etnis, agama, dan bahasa. Artikel ini mengkaji peran guru dalam menanamkan nilai-nilai multikultural kepada siswa sebagai upaya pembentukan karakter yang inklusif dan toleran. Dengan pendekatan pendidikan multikultural, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar materi akademik, tetapi juga sebagai agen sikap sosial yang menghargai keberagaman. Proses pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan multikultural diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menghargai perbedaan dan mengembangkan perilaku positif yang mendukung kehidupan sosial yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan analisis deskriptif, memanfaatkan berbagai dokumen dan literatur relevan yang membahas teori dan praktik pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru perlu menerapkan berbagai strategi pembelajaran inklusif, menciptakan lingkungan kelas yang aman dan terbuka untuk dialog antarbudaya, serta mengintegrasikan nilai-nilai multikultural ke dalam materi pembelajaran. Peran guru juga mencakup pembentukan karakter siswa dengan menyikapi perbedaan agama, bahasa, dan status sosial secara demokratis dan tanpa diskriminasi. Lebih lanjut, pendidikan multikultural yang diterapkan secara efektif di sekolah dasar dapat menumbuhkan sikap toleransi dan damai pada siswa sejak usia dini. Guru diharapkan berperan sebagai panutan dan fasilitator, membimbing siswa dalam mengarungi keberagaman melalui rasa saling menghormati dan berkolaborasi. Pendidikan multikultural juga berperan dalam mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab dengan kesadaran sosial yang kuat dalam masyarakat yang majemuk. Artikel ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman guru tentang pentingnya pendidikan multikultural dalam membangun karakter siswa. Implementasi nilai-nilai multikultural yang berkelanjutan akan memperkuat persatuan dan kerukunan bangsa, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta memperkuat fondasi demokrasi yang humanis dan inklusif.
PENERAPAN TEORI HUMANISTIK DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENUMBUHKAN RASA EMPATI KEPADA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PAI Shoimatus Safitri; Ngulya Nafisatun; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6198

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan teori humanistik dalam pendidikan multikultural untuk menumbuhkan rasa empati siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teori humanistik yang menempatkan siswa sebagai subjek dengan potensi unik dikombinasikan dengan pendidikan multikultural yang mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, integrasi kedua pendekatan ini penting untuk membentuk karakter inklusif, toleran, dan empatik pada peserta didik. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi literatur digunakan untuk menganalisis konsep dan strategi pembelajaran yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI dengan pendekatan humanistik dan multikultural mampu menciptakan suasana belajar yang dialogis, reflektif, dan berbasis pengalaman yang menumbuhkan empati siswa. Pembelajaran tersebut tidak hanya menekankan aspek kognitif tetapi juga afektif dan spiritual, sehingga mendukung pembentukan karakter siswa yang humanis dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat plural.
KONSEP PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUSAN Dena Nafikhatul Aulia; Navida latifa Naja; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6199

Abstract

Artikel ini membahas konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam penanaman nilai-nilai multikultural pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui kajian kepustakaan. Keragaman etnis, budaya, agama, dan bahasa di Indonesia menuntut adanya pendidikan yang mampu menumbuhkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Kajian menunjukkan bahwa Sistem Among dengan prinsip asah, asih, dan asuh relevan dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, empati, dan sikap saling menghargai di lingkungan sekolah. Konsep Tri Pusat Pendidikan—keluarga, sekolah, dan masyarakat—menjadi dasar kolaborasi dalam pelestarian budaya dan internalisasi nilai multikultural. Selain itu, gagasan Merdeka Belajar memberikan ruang ekspresi budaya serta memperkuat pemahaman keberagaman melalui pembelajaran kontekstual. Peran guru sebagai pamong sangat penting dalam menuntun siswa melalui keteladanan dan pembentukan lingkungan belajar yang inklusif. Artikel ini menyimpulkan bahwa konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara memiliki relevansi kuat dalam membangun karakter multikultural siswa SMK, terutama melalui pendekatan humanis, kolaboratif, dan berbasis kearifan lokal.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SISWA Tefanifaza Masrurothun Azmi; Nailatur Rohmah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6200

Abstract

Studi ini mengeksplorasi strategi pembelajaran multikultural sebagai pendekatan penting untuk menumbuhkan empati di antara siswa di lingkungan pendidikan yang beragam. Masyarakat multikultural Indonesia, yang kaya akan etnis, bahasa, dan agama, menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam mengembangkan pembelajar yang inklusif dan empati. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif, studi ini menganalisis literatur yang relevan tentang pendidikan multikultural, strategi pengajaran, dan pengembangan empati pada siswa. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran multikultural menekankan kesetaraan, penghormatan terhadap keberagaman, inklusivitas, dan keadilan sosial sebagai prinsip-prinsip intinya. Guru memainkan peran penting tidak hanya sebagai instruktur tetapi juga sebagai fasilitator yang membangun kesadaran sosial, mempromosikan toleransi, dan mencontohkan perilaku empati. Melalui metode pengajaran yang interaktif, kooperatif, dan responsif terhadap budaya—seperti kerja kelompok heterogen, diskusi reflektif, dan proyek sosial—siswa belajar memahami perspektif orang lain dan mengembangkan empati terhadap teman sebaya dari beragam latar belakang. Implementasi pendidikan multikultural di sekolah memiliki dampak yang signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang demokratis, inklusif, dan harmonis. Hal ini meningkatkan kepekaan sosial siswa, mengurangi prasangka, dan menumbuhkan nilai-nilai saling menghormati dan solidaritas. Oleh karena itu, strategi pembelajaran berbasis multikultural bukan hanya alat pedagogis, tetapi juga landasan moral untuk mengembangkan warga negara masa depan yang berempati dan adil.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS KESENIAN TRADISIONAL SEBAGAI SARANA PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA Laela Silvia Dewi; Mir’atil Islamiati; Nurul Mubin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan multikultural di Indonesia yang berakar pada kesenian tradisional berfungsi sebagai media untuk memperkuat identitas budaya bangsa. Pendidikan multikultural dipandang sebagai pendekatan strategis untuk mengapresiasi keberagaman budaya sekaligus memperkokoh persatuan nasional. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi literatur, artikel ini membahas bagaimana kesenian tradisional seperti tari, musik gamelan, dan batik dapat menjadi instrumen yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan kebanggaan budaya pada peserta didik. Temuan studi menunjukkan bahwa integrasi kesenian tradisional dalam pendidikan tidak hanya memperkaya estetika seni tetapi juga memperkuat rasa identitas budaya dan kohesi sosial di kalangan generasi muda dari berbagai latar belakang. Pendidikan multikultural berbasis kesenian tradisional di sekolah, melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, proyek lintas budaya, dan kolaborasi dengan komunitas lokal, diyakini mampu menumbuhkan rasa saling menghormati dan mempererat persatuan dalam keberagaman bangsa Indonesia.
Peran Pesantren dalam Membangun Budaya Multikultural: Studi Kasus Toleransi di Masyarakat Indonesia Dini Syarifah; Zulia Nela Aziza; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6192

Abstract

Fenomena meningkatnya intoleransi di tengah masyarakat Indonesia menjadi tantangan nyata bagi lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, yang selama ini dikenal sebagai pusat pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pesantren dalam membangun budaya multikultural melalui praktik toleransi di lingkungan masyarakat sekitar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menelusuri bagaimana pola pendidikan, tradisi, serta interaksi sosial di pesantren berkontribusi pada terciptanya sikap saling menghormati antarumat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi lembaga keagamaan, tetapi juga ruang sosial yang menanamkan nilai inklusivitas, keterbukaan, dan dialog lintas budaya melalui kegiatan keagamaan, pembelajaran, serta keteladanan kiai dan santri. Kesimpulannya, pesantren berperan strategis dalam memperkuat kohesi sosial dan mencegah konflik berbasis perbedaan identitas. Implikasinya, model pendidikan pesantren dapat menjadi alternatif solusi dalam memperkuat pendidikan multikultural di Indonesia.
Perspektif Islam terhadap Konsep Multikulturalisme di Indonesia Angkin Dayu Safitri; Riza Maysharoh; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6193

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana perspektif Islam memberikan fondasi normatif dan etis bagi penguatan multikulturalisme di Indonesia, yang secara empiris ditandai oleh meningkatnya gesekan identitas, polarisasi sosial, serta penyempitan ruang dialog antar kelompok. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ajaran Islam yang relevan dengan prinsip multikulturalisme serta menelaah bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia yang majemuk. Menggunakan kajian pustaka terhadap literatur primer dan mutakhir, penelitian ini menemukan bahwa konsep rahmatan lil ‘alamin, prinsip keadilan (al-‘adl), toleransi (tasamuh), dan pengakuan terhadap keragaman (ikhtilaf) menjadi landasan penting dalam membangun multikulturalisme yang inklusif. Hasil telaah menunjukkan bahwa perspektif Islam tidak hanya kompatibel dengan multikulturalisme, tetapi juga mampu memperkuat kohesi sosial melalui pendidikan karakter, moderasi beragama, dan rekonstruksi wacana keberagaman di ruang publik. Meskipun demikian, penelitian ini juga menegaskan bahwa implementasi nilai multikultural dalam masyarakat Muslim masih menghadapi tantangan berupa konservatisme tekstual, bias sosial, dan minimnya internalisasi nilai toleransi di tingkat akar rumput. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan multikulturalisme berbasis nilai Islam dapat menjadi strategi integral dalam menjaga persatuan bangsa serta mendorong rekonsiliasi sosial pada konteks kebinekaan Indonesia.
Tantangan dan Peluang Implementasi Pendidikan Multikultural pada Era Digital Muthi’ Fauziyah; Marfuah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6195

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas interaksi sosial pada era digital yang memunculkan tantangan empiris berupa bias, segregasi virtual, dan ketimpangan akses informasi dalam pelaksanaan pendidikan multikultural. Studi ini bertujuan menganalisis berbagai tantangan serta peluang pengembangan pendidikan multikultural pada konteks digital melalui penelaahan literatur ilmiah yang relevan dan mutakhir. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ekosistem digital menyediakan peluang besar bagi perluasan akses pembelajaran lintas budaya, peningkatan kolaborasi, dan pengayaan perspektif peserta didik melalui teknologi interaktif; namun, tantangan seperti misinformasi, polarisasi identitas, rendahnya kompetensi digital pendidik, serta kesenjangan literasi media menjadi hambatan signifikan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa implementasi pendidikan multikultural pada era digital memerlukan strategi pembelajaran yang adaptif, literasi digital yang kuat, dan pendekatan yang inklusif untuk menjawab dinamika keragaman di ruang digital. Implikasi studi ini menekankan pentingnya penguatan kompetensi pendidik dan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial-budaya.
Urgensi Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Membentuk Karakter dan Identitas Bangsa Indonesia Muchamad Aldifa Ramadhani; Sofi Junia Fahma; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6196

Abstract

Fenomena meningkatnya intoleransi, stereotip antarkelompok, serta melemahnya sensitivitas sosial di berbagai institusi pendidikan Indonesia menunjukkan adanya kesenjangan antara keragaman budaya dengan praktik pendidikan yang belum optimal dalam menanamkan nilai-nilai multikultural. Penelitian ini bertujuan menguraikan urgensi implementasi pendidikan multikultural dalam membentuk karakter dan identitas bangsa melalui analisis teori dan temuan empiris terkini yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural memiliki kontribusi kuat dalam membangun sikap toleransi, empati, penghargaan terhadap keberagaman, serta identitas nasional yang inklusif melalui internalisasi nilai, pembiasaan budaya sekolah, dan penguatan materi ajar. Penelitian juga menegaskan bahwa minimnya penerapan nilai multikultural berpotensi memunculkan konflik sosial, eksklusivisme, dan krisis identitas pada peserta didik. Kesimpulannya, pendidikan multikultural merupakan kebutuhan strategis dalam memperkuat karakter kebangsaan, dengan implikasi pada pembaruan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan strategi pembelajaran yang sensitif terhadap keberagaman.
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Arina Salsabila Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Dina Lutfa Azizi Dini Syarifah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Ishmatun Nabila Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Latif Khusmawardi LATIFAH Ledyna Bilqis Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miladia Nurul Aulia Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin , Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nanang Sudiyono Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Pratama Surya Haryanto Prayogo Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Ria Tri Hartini Rifana Azzahra Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Wahyuningsih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Sri Nurhayati Stania Rahmah Susan Asasiyah Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Umada Habibatil Mutia Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah