Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pendidikan Multikultural Dalam Menumbuhkan Karakter Toleran Di Sekolah Erny Shoihah; Sarifatus Salmah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6104

Abstract

Pada umumnya, sekolah merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Pendidikan multikultural hadir sebagai pendekatan yang menekankan penerimaan, penghormatan, dan kerja sama dalam lingkungan yang heterogen. Artikel ini bertujuan menguraikan konsep pendidikan multikultural serta perannya dalam menumbuhkan karakter toleran di sekolah. Melalui pengintegrasian nilai tolerance-based dalam kurikulum, budaya sekolah, dan keteladanan guru, siswa didorong untuk memiliki sikap saling menghargai, empatik, dan bebas dari diskriminasi. Dengan demikian, pendidikan multikultural menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menjaga persatuan dan keselarasan dalam keberagaman bangsa Indonesia.
TRADISI YASINAN TERHADAP PEMBENTUKAN KEARIFAN LOKAL DALAM PERSPEKTIF AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH (ASWAJA) Nur Laila Febriani; Andzariatus Syarifah; Nurul Mubin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2063

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaiama tradisi Yasinan dalam masyarakat Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja) berperan dalam menjaga dan membentuk kerifan lokal. Tradisi ini merupakan salah satu praktik keagamaan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat muslim, khususnya yang menganut paham Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja). Bukan hanya sekedar rutinitas semata dalam pembacaan surat Yasin, Yasinan memiliki makna sosial yang mendalam, terutama dalam membangun dan mempertahankan kearifan lokal dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, metode studi kasus, dan observasi partisipatif. Data yang diperoleh melalui keterlibatan langsung peneliti dalam kegiatan tradisi yasinan ini, dengan wawancara lebih mendalam dengan warga sekitar ataupun tokoh agama, serta menganalisis pada dokumen dan teks keagamaan yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yasinan tidak hanya sebagai pengampu ibadah yang kolektif, tetapi juga menjadi sarana penguatan ikatam sosial, media tranmisi nilai-nilai kebudayaan, dan peneguhan identitas keagamaan dalam konteks lokal. Dalam kondisi masyarakat yang terus mengalami perubahan akibat modernisasi dan globalisasi, tradisi yasinan terbukti memiliki perang yang mampu dalam menjaga keharmonisan sosial dan kelestarian nilai budaya lokal yang selaras dengan prinsip ajaran Aswaja.
ANALISIS NGABUBURIT DI BULAN RAMADHAN DALAM PERSPEKTIF ASWAJA Afita Yudha Puspita; Prayogo; Nurul Mubin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 7 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i7.2550

Abstract

Kegiatan ngabuburit merupakan tradisi khas masyarakat Muslim Indonesia dalam mengisi waktu menjelang berbuka puasa di bulan Ramadhan. Tradisi ini memiliki berbagai bentuk, mulai dari kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, kajian Islam, hingga aktivitas hiburan dan rekreasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ngabuburit dalam perspektif Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), khususnya dalam kaitannya dengan nilai-nilai moderat (tawasuth), toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), dan adil (i’tidal). Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap praktik ngabuburit yang berkembang di masyarakat serta ditinjau dari pandangan ulama Aswaja klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ngabuburit dapat bernilai positif apabila diisi dengan kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjaga etika Islami, seperti berbagi kepada sesama, menghadiri kajian, atau mempererat ukhuwah Islamiyah. Pada praktik ngabuburit yang mengarah pada kegiatan yang melalaikan, tidak bermanfaat, atau bahkan mengandung unsur maksiat bertentangan dengan nilai-nilai Aswaja yang mengedepankan akhlak, ilmu, dan kesederhanaan. Perlu adanya pemahaman dan pembinaan agar tradisi ngabuburit tetap menjadi sarana penguatan spiritual dan sosial sesuai ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
SEKATEN SEBAGAI SIMBOL KEBERAGAMAN ISLAM NUSANTARA: KAJIAN TENTANG TRADISI, RITUAL, DAN NILAI ASWAJA Azizah Fatimatuz Zahrah; Sofiatul Mukaromah; Nurul Mubin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 7 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i7.2551

Abstract

Tradisi Sekaten yang berakar sejak Kesultanan Demak hingga terus  dipertahankan di wilayah Yogyakarta maupun Surakarta, bukan hanya sebagai perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai simbol pencampuran anatara budaya lokal dengan ajaran Islam. Tradisi ini berisi rangkaian acara seperti gamelan, pembacaan syahadatain, serta pembagian gunungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan makna simbolik dari berbagai prosesi dan tradisi dalam Sekaten sebagai representasi keragaman Islam Nusantara, serta menggali nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) yang tercermin di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan pemanfaatan data sekunder berupa literatur yang relevan, yaitu dari jurnal dan artikel keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam Sekaten merupakan bentuk akulturasi antara ajaran Islam dan budaya Jawa yang mencerminkan nilai-nilai moderat tawasuth (moderasi), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan) dan i'tidal (keadilan) sebagaimana prinsip utama dalam Aswaja. Hal ini menunjukkan bahwa Sekaten adalah bentuk eskpresi Islam Nusantara yang mengedepankan harmoni antara ajaran Islam dan budaya, serta mencerminkan keberagaman dalam konteks keislaman yang inklusif.
PERAN PENTING FILSAFAT ISLAM DALAM MEMBANGUN DUNIA PENDIDIKAN Febri Aldi Firmansyah; Trisna Nur Khasanah; Nurul Mubin
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 7 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i7.2572

Abstract

Filsafat Islam merupakan bidang studi yang memiliki peran strategis dalam kemajuan pendidikan Islam. Melalui filsafat pendidikan Islam, berbagai tantangan dalam dunia pendidikan dapat diatasi dengan solusi yang rasional dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Filsafat ini menempatkan manusia sebagai objek utama pendidikan dengan pemahaman yang terkait erat pada tujuan hidup dan tujuan pendidikan Islam itu sendiri. Dalam prosesnya, filsafat pendidikan Islam merinci tujuan pendidikan menjadi bentuk yang lebih spesifik dan operasional, sehingga memberikan arahan konkret dalam pelaksanaan pendidikan. Hakikat filsafat Islam adalah berpikir bebas, radikal, dan logis yang berpijak pada wahyu dan akal, menghasilkan kebijaksanaan yang mengintegrasikan rasionalitas dan spiritualitas. Tokoh-tokoh seperti Al-Farabi dan Al-Ghazali menunjukkan bahwa filsafat Islam tidak hanya mengembangkan logika, tetapi juga membawa pengalaman spiritual yang mendalam. Dalam konteks pendidikan, filsafat Islam menyediakan landasan nilai, paradigma iman, tujuan pendidikan, pembentukan karakter, dan kurikulum yang seimbang antara ilmu agama dan pengetahuan umum. Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas, berakhlak mulia, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Peran Guru PAI Dalam Mengatasi Dekadensi Moral Siswa di SMK Ngesti Widhi Husada Kendal Betha Agustian Daryanto; Nurul Mubin; Ahmad Robihan
Journal of Student Research Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v2i4.3164

Abstract

The study aims to investigate the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in overcoming moral decadence of students at SMK Ngesti Widhi Husada Kendal. Moral decadence is often a major concern in the context of education today, especially among vocational high school students. The study used a qualitative approach by conducting in-depth interviews and observations of several PAI teachers at the school. The results of the study show that PAI teachers play a significant role in guiding and directing students to face the moral challenges they face, such as unhealthy use of social media, conflicts between students, and other problems related to moral values. PAI teachers serve as good role models for students, provide moral guidance, and work together with school staff and parents to create a conducive learning environment in efforts to prevent moral decadence.This study also identifies inhibiting and supporting factors in the role of PAI teachers, including collaboration with colleagues, support for facilities and infrastructure, and challenges such as lack of student awareness and lack of family support. The implications of this study indicate the need for a holistic approach in strengthening the role of Islamic Religious Education teachers in supporting the formation of character and morality of students at SMK Ngesti Widhi Husada Kendal.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI ANTAR SISWA DI MTS ASH SHOLIHIN WONOSOBO Muhammad Adib Mubarok; Ernita Supiyanti; Nurul Mubin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6109

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendidikan multikultural dalam membangun sikap toleransi antar siswa di MTs Ash-Sholihin Wonosobo. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya intoleransi di kalangan remaja dan rendahnya internalisasi nilai kebinekaan di madrasah. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural diterapkan melalui integrasi nilai toleransi dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan budaya sekolah. Aktivitas seperti diskusi lintas kelas dan kegiatan sosial efektif menumbuhkan empati dan penghargaan terhadap perbedaan. Namun, keterbatasan pemahaman guru dan minimnya kegiatan lintas budaya menjadi tantangan. Kesimpulannya, pendidikan multikultural berperan penting sebagai sarana transformatif dalam membentuk karakter toleran siswa dan menjadi model bagi pengembangan pendidikan Islam yang inklusif.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Alifa Nurul Mufiroh; Asy Sifa Patricia Pratama; Nurul Mubin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi dan merumuskan strategi implementasi Pendidikan Multikultural dalam konteks Pendidikan Islam sebagai upaya sistematis untuk memperkuat Moderasi Beragama. Indonesia sebagai negara majemuk menghadapi tantangan radikalisme, ekstremisme, dan intoleransi yang berakar dari pemahaman keagamaan sempit. Moderasi Beragama didefinisikan sebagai sikap seimbang (tawāzun), jalan tengah (tawassuṭ), toleransi (tasāmuh), serta akomodatif terhadap budaya lokal dan komitmen kebangsaan. Pendidikan Multikultural dipandang relevan karena merupakan pendekatan progresif untuk transformasi pendidikan guna menjamin persamaan kesempatan dan membantu siswa mengembangkan pengetahuan, sikap, serta keterampilan yang diperlukan untuk berfungsi dalam masyarakat pluralistik. Integrasi Pendidikan Multikultural ke dalam Pendidikan Islam tidak berarti mengabaikan ajaran agama, melainkan justru memperkaya dan mengkontekstualisasi ajaran tersebut agar relevan dengan realitas sosial Indonesia. Implementasi strategi ini harus dilakukan melalui empat pilar: Mengintegrasikan Nilai-Nilai Multikultural Dalam Kurikulum Pendidikan Islam (misalnya mengajarkan perbedaan mazhab sebagai kekayaan), Penerapan Metode Pembelajaran yang Dialogis dan Reflektif (seperti cooperative learning), Penguatan Kompetensi Guru yang non-eksklusif , dan Penciptaan Budaya Sekolah Yang Inklusif dan Berkeadilan. Pendidikan Multikultural terbukti efektif membentuk karakter peserta didik yang terbuka, empatik, dan selaras dengan cita-cita Islam sebagai raḥmatan lil ‘ālamīn (rahmat bagi seluruh alam)
INTEGRASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) UNTUK MEMBENTUK KARAKTER MODERAT DAN TOLERAN SISWA DI ERA DIGITAL Nur Fais; Riska Aprilia; Nurul Mubin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya membentuk karakter siswa yang moderat dan toleran di era digital. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui analisis konten dari berbagai sumber yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI memiliki peran penting dalam pengembangan karakter siswa melalui internalisasi nilai-nilai multikultural, seperti toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Nilai-nilai ini dapat diterapkan melalui pendekatan yang kontekstual, kolaboratif, berbasis nilai, serta melalui dialog, debat konstruktif, studi kasus, dan simulasi sosial. Selain itu, guru PAI perlu bersikap adaptif terhadap kemajuan teknologi digital agar dapat membimbing siswa dalam menyeleksi informasi dan memahami ajaran agama secara moderat. Kehadiran era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk memanfaatkan media digital dalam pembelajaran yang interaktif, inklusif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penerapan nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran PAI menjadi fondasi penting bagi terbentuknya siswa Muslim yang beriman, berwawasan luas, menghargai perbedaan, serta mampu hidup rukun di tengah masyarakat yang beragam
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI PONDASI PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA Nur maulidina Zahrotul Afiyah; Hasna Abiyyu; Nurul Mubin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pendidikan multikultural dalam membentuk karakter bangsa di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pendidikan multikultural mampu menumbuhkan pengakuan, penghargaan, dan integrasi terhadap perbedaan budaya dalam proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berkontribusi dalam membangun karakter peserta didik yang toleran, empatik, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman. Pendidikan multikultural juga memperkuat karakter kebangsaan melalui internalisasi nilai-nilai kemanusiaan, nilai kewargaan, serta rasa cinta tanah air. Melalui implementasi yang tepat, seperti pengembangan sikap inklusif, kesadaran kritis, sensitivitas gender, dan anti-diskriminasi, pendidikan multikultural menjadi fondasi strategis dalam mempersiapkan generasi yang berdaya saing global dan menjaga keutuhan identitas multikultural Indonesia.
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Arina Salsabila Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Dina Lutfa Azizi Dini Syarifah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Ishmatun Nabila Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Latif Khusmawardi LATIFAH Ledyna Bilqis Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miladia Nurul Aulia Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin , Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nanang Sudiyono Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Pratama Surya Haryanto Prayogo Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Ria Tri Hartini Rifana Azzahra Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Wahyuningsih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Sri Nurhayati Stania Rahmah Susan Asasiyah Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Umada Habibatil Mutia Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah