p-Index From 2021 - 2026
12.37
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Publikasi Pendidikan Paramita: Historical Studies Journal Indonesian Journal of Conservation JIKSI (Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi) Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Jurnal Sejarah dan Budaya Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil BANGUN REKAPRIMA E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Sejarah dan Budaya The Journal of Educational Development JESS (Journal of Educational Social Studies) Journal of Indonesian History Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Journal of Maritime Studies and National Integration INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science International Journal of Supply Chain Management Journal of Primary Education Lembaran Sejarah Jurnal Teknologi Terapan Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Jurnal Artefak Jurnal Perspektif Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis Infotech: Journal of Technology Information Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Internet of Things and Artificial Intelligence Journal Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Innovative: Journal Of Social Science Research Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Komunita: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Banda Historia: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Studi Budaya Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Journal of Law and Legal Reform Journal of Multidiscipline and Collaboration Research Jurnal Penelitian Pendidikan J-CEKI JESS (Journal of Educational Social Studies) Journal of Indonesian History Journal of Community Empowerment Media Pendidikan Matematika Paramita: Historical Studies Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Cosmopolitan Palembang: Palembang's Interconnection and Global Trade in 1900-1930 Farida Ratu Wargadalem; Diki Tri Apriansyah Putra; Wasino Wasino
Paramita: Historical Studies Journal Vol 33, No 2 (2023): History and Tragedy
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v33i2.45844

Abstract

The interconnection and global trade developing interrelated regional linkages is an important phenomenon for modern developments, interestingly emphasizing historical context. This aligns with the historical context of Palembang, a region with long-establishing international relations and is considered a cosmopolitan city with global-scale connections toward the 20th century. Therefore, this study aimed to evaluate Palembang's interconnection and global trade from 1900-1930, mainly emphasizing the exploration of worldwide networks and the transformation of the region as a cosmopolitan city. The analysis used a historical method with four stages: heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results showed that Palembang experienced rapid progress after its export commodities, such as coffee, rubber, wood, tea, oil, coal, etc., were extensively traded in the world market. European investors and multinational companies, including Handelsvereeniging Amsterdam, Cultuurmaatschappij Indragiri, Straits Sunda Syndicate, etc., were also competing to open and expand their business in the city. This economic progress triggered the transformation of Palembang into a cosmopolitan city, promoting the impact of social change in the environment. Interkoneksi dan perdagangan global yang menimbulkan keterkaitan wilayah satu sama lain menjadi fenomena penting bagi perkembangan dunia saat ini. Tentu sangat menarik apabila interkoneksi dan perdagangan global dilihat dari konteks kesejarahan. Salah satu wilayah yang telah lama menjalin hubungan internasional adalah Palembang. Menjelang abad 20, Palembang hadir sebagai kota kosmopolitan dengan koneksi berskala global. Artikel ini membahas tentang interkoneksi dan perdagangan global Palembang tahun 1900-1930. Fokus utamanya adalah menelusuri jaringan perdagangan global serta transformasi Palembang sebagai kota kosmopolitan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan jaringan perdagangan global dan transformasi kota kosmopolitan di Palembang. Metode yang digunakan adalah sejarah dengan empat tahapan: heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Palembang telah mengalami kemajuan pesat sejak komoditas ekspornya seperti kopi, karet, kayu, teh, minyak, batubara, dan lain-lain sangat laku di pasar dunia. Investor Eropa, dan perusahaan multinasional seperti Handelsvereeniging Amsterdam, Cultuurmaatschappij Indragiri, Straits Sunda Syndicate, dan lain-lain berlomba-lomba membuka, dan memperluas lahan bisnisnya di daerah ini. Kemajuan ekonomi ini memicu transformasi Palembang menjadi kota kosmopolitan. Serta membawa dampak perubahan sosial dalam masyarakat Palembang. 
Pendidikan Integrasi Bangsa Berbasis Kearifan Lokal Khanduri Pada Masyarakat Multiteknik di Langsa Pasca Konflik Aceh Aulia Rahmana; Wasino Wasino; Suyahmo Suyahmo; Thriwaty Arsal
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi bangsa menjadi isu yang sangat penting di tengah kondisi Aceh pasca konflik. Pengalaman konflik Aceh sejak tahun 1976-2005 menyebabkan rawan disintegrasi bangsa. Terlebih adanya residu pasca konflik berupa etnosentrisme dan masih munculnya rasa curiga terhadap orang baru berpotensi memunculkan disharmoni hubungan masyarakat multi etnik. Langsa sebagai bagian dari wilayah Aceh pasca konflik memiliki masyarakat multietnik dengan keberagaman budaya, bahasa, dan karakter. Tulisan ini secara khusus menganalisis kearifan lokal sebagai media pendidikan integrasi bangsa. Tulisan ini didasarkan pada argumen bahwa kearifan lokal tidak sekedar bersifat berguna bagi satu komunitas masyarakat saja, tetapi telah menjadi media dalam integrasi sosial masyarakat dan menjadi media pendidikan integrasi bangsa yang dapat mengintegrasikan masyarakat multietnik pasca konflik Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini merupakan kerja lapangan (field work) melalui tahapan observasi, wawancara mendalam dan analisis data. Selain itu, data juga didapatkan melalui studi pustaka untuk mendapatkan data yang relevan dengan tema penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa khanduri memiliki nilai-nilai pendidikan integrasi bangsa sehingga mampu menjadi jembatan untuk mengintegrasikan masyarakat multietnik dengan cara membangun kesadaran akan rasa persatuan, saling menghormati, menghargai perbedaan etnik. Kemampuan kearifan lokal sebagai rekayaya sosial dan ketahanan sosial ini dapat dikembangkan sebagai sebuah kebijakan integrasi bangsa berbasis kearifan lokal di Aceh pasca konflik. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menggali dan mendalami peran kearifan lokal dari masyarakat multietnik di Aceh yang dapat berfungsi sebagai media pendidikan integrasi bangsa.
PENDIDIKAN LINGKUNGAN SOSIAL dan RESILIENSI: Reorientasi Pendidikan Pasca Pandemi (Analisis Sistem Ekologisosial dan Ruang Hidup Masyarakat Indonesia) Mufti Riyani; Wasino Wasino; Suyahmo Suyahmo; Nugroho Trisnu Brata
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku masyarakat di tengah pandemi telah mengakibatkan kerentanan sosial. Hal ini ditandai dengan guncangan pada community resilience akibat perilaku sosial yang kontradiktif dan menimbulkan friksi lanjutan. Dalam situasi ini, sistem pendidikan kita dinilai gagal menghasilkan SDM dengan keseimbangan aspek IQ, EQ dan SQ. Penelitian ini bertujuan menganalisis sebab munculnya perbedaaan perilaku sosial di tengah pandemi dan menunjukan posisi strategis pendidikan. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif fenomenologi. Pengambilan data menggunakan tehnik dokumentasi melalui data mining media sosial, observasi dan studi literatur. Analisis data memanfaatkan sentimen analisis dengan bantuan software orange.bioloab.si. Subjek bersifat purposive sampling. Analisis teoritik mengggunakan:1). cognitive perspectives Kurt Lewin serta, 2). teori Brofenbenner. Hasilnya menunjukan bahwa 2 pandangan ini sama-sama menjelaskan kaitan antara lingkungan mental personal individu dengan lingkungan sosialnya. Posisi sekolah dan sistem pendidikan sebagai mesosystem dan exosytem yang mempengaruhi proses mental dalam diri individu dalam menghadapi Pandemi. Pendidikan Lingkungan Sosial dapat direkomendasikan sebagai reorientasi pelaksanaan pendidikan pasca pandemi dengan tujuan membantu individu atau kelompok masyarakat untuk memperbaiki regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, kemampuan menganalisis masalah, efikasi diri dan peningkatan aspek positif yang diperlukan untuk membangun kemampuan resiliensi.
Design Model Environmentally Friendly Smokeless Household Waste Burning Stoves: Reality And Perceptions Rabeea Mohammed Mansour Imleesha; Wasino Wasino; Rusdarti Rusdarti; Eko Handoyo; Meli Adriani Hotma Hasibuane
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Garbage is one of the most common environmental issues in the neighbourhoods. This issue is not limited to villages or towns; even industrialized countries are not immune to it. Several issues, such as the requirement for land for landfills, which has a severe influence on local inhabitants' health owing to smoke from open garbage burning, but whose onset is extremely dangerous to one's health. However, these findings have not been included in global illness burden estimations. Household air pollution is a key environmental risk factor that leads to more fatalities across the world. A garbage incinerator is equipment or machine for burning rubbish using combustion technology that is supposed to be ecologically beneficial and smoke-free in order to reduce air pollution. The objectives of this paper are 1) assess the forms of trash that are discarded in the home, 2) investigate the public understanding of environmental awareness in order to predict dangerous air pollution, and 3) develop an environmental care education model and create a smokeless waste burner stove.). In this mixed-methods design research, the researcher gives priority to main data collection (quantitative) and supporting data collection (qualitative).
Konsep Neo-Sufisme pada Komunitas Maiyah Galuh Kinasih Bumiayu (Studi Kasus Sinau Bareng Edisi Maret 2023) Yuni Suprapto; Wasino Wasino; Trhiwaty Arsal; Sugeng P
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan konsep sufistik yang dilakukan oleh komunitas keagamaan Maiyah Galuh Kinasih, konsep sufistik di dasarkan pada terminology segitiga cinta kasih antara Allah, Muhammad, dan Manusia. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif pendekatan kajian literature dan observasi partisipatif pada edisi Maret 2023, tujuan penelitian ini untuk menemukan konsep neosufistik Maiyah Galuh Kinasih. Hasil penelitian, Neo-sufisme di Maiyah Galuh Kinasih tercermin dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan seperti Sinau Bareng, diskusi dan pengajian modern yang memadukan religiusitas, akademik, seni, dan budaya. Akar dari neo sufisme Maiyah Galuh Kinasih adalah terminology segitiga cinta kasih yakni antara Allah, Rasulullah dan Manusia yang di sampaikan Cak Nun. Maiyah Galuh Kinasih konsep neo sufisme nya sesuai dengan yang disampaikan oleh Buya Hamka, Rahman dan Ibnu Tamimiyyah.
Urgensi Pendidikan Perdamaian di Sekolah Multikultural Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan dan Sekolah Karang Turi Semarang Argitha Aricindy; Wasino Wasino; Hamdan Tri Atmaja; Atika Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Perdamaian adalah program sekolah secara keseluruhan yang inovatif dan integratif yang menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan dan damai yang kondusif untuk memenuhi kebutuhan emosional, sosial, dan intelektual dari populasi sekolah yang beragam. Tujuan utama dari Program EFP (Education for Peace) adalah untuk menciptakan sekolah yang berpartisipasi pada Budaya Damai menciptakan lingkungan yang bebas kekerasan, bebas perundungan, harmonis, dan lingkungan yang damai di seluruh komunitas sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian menggunakan pendekatan natural setting yang mencari pemahaman mendalam tentang fenomena sosial dalam latar alamiahnya. program pendidikan perdamaian yang sudah dilakukan oleh Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan dan Sekolah Karang Turi yaitu Pelatihan dan pembentukan kelompok-kelompok pendukung pendidikan perdamaian sebaya mendukung pendidikan perdamaian sebaya di sekolah-sekolah Untuk meningkatkan minat, komitmen dan partisipasi aktif para aktif siswa terhadap pendidikan perdamaian di sekolah dan melatih siswa dalam memperkuat pendidikan perdamaian melalui kegiatan-kegiatan praktis yang membangun budaya penerimaan dan perubahan perilaku di antara teman-teman mereka di sekolah. Manfaat dari implementasi program ini di sekolah mereka menjadi lebih terbuka untuk terlibat dalam percakapan yang beragam dan juga mencari cara untuk menyelesaikan konflik yang memaksimalkan manfaat bersama.
Sinau Bareng With Cak Nun And Kiai Kanjeng In Religious Diversity Perspective (Case Study Of Sinau Bareng Activities Implementation In Batu Malang City 41177 Edition) Yuni Suprapto; Wasino Wasino; Thiwaty Arsal; At. Sugeng P
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinau Bareng with Cak Nun and Kiai Kanjeng (CNKK), an interesting phenomenon when Sinau Bareng activity with CNKK on 41177 editions in Batu Malang City, there was a Transgender attending the recitation, it was very rare, the authors are interested in dissecting it using a diversity perspective. Cak Nun responded to Mirel phenomenon that he has gave the congregations with attitude of a verse in Qur’an; ya ayyuhan naas inna kholaqnakum min dzakarin wa untsa wa ja’alanakum syu’uban wa qabaaila lita’arafuu, that Allah created humans with male and female potential. As stated in the verse; zakarin (manlike), not mudzakkarin (male). According to the author, the value taken from the events of Sinau Bareng with Cak Nun and Kiai Kanjeng 4117 editions in Batu Malang, is that we should not consider and discriminate other people or humans by assuming that we are superior to others. The analysis of diversity and social studies is that the Sinau Bareng activity with Cak Nun and Kiai Kanjeng (CNKK) accommodates the substantive of diversity value; from a humanitarian point of view. The conclusions of quantitative and qualitative social analysis, that; Malang Community – Mirel (Transgender) = Negative (Does not accommodate Diversity) CNKK - Jamaah Maiyah (recitation) = Positive interaction (accommodates diversity) with members from various backgrounds and social statuses. Mirel – Environment = Positive Interaction (planting orchids and releasing shrimp in the river, able to preserve the environment). CNKK - Mirel = Positive Interaction (accept Mirel As a human being that the same as other).
Psycho Peace Education? Bibliometric Analysis and Research Opportunity in Post-Conflict Areas Mufti Riyani; Wasino Wasino; Suyahmo Suyahmo; Nugroho Trisnu Brata
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to handle psychological through the utilization of educational institutions in post-conflict areas have not been made much. This paper aims to show opportunities for research with peace education based on the condition of social psychology in post-conflict society through bibliometric analysis. The method used in this study uses three software consisting of Publish or perish that functioned as a data-mining program, Mendeley as a reference manager, and VOSviewer to process the initial data into density mapping. The results showed that the opportunity to do this research is still very open. Three keywords consisting education, psycho social, and post-conflict as a fundamental concept offer positive connectedness and great opportunities to be followed up in field research. The conclusion of this study indicates that psycho peace education has the chance to become a new concept developed by activating educational institutions in post-conflict areas to handle psycho-social impacts. The formulation of a model of peace education can be extended by utilizing the principles of psycho-education to produce knowledge, skills, values, and attitudes that support peace.
Mainstreaming Peace Education in Multicultural Schools Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan and Karang Turi Semarang Argitha Aricindy; Wasino Wasino; Hamdan Tri Atmaja; Atika Wijaya
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peace Education for non-violence and peace includes training, skills and information geared towards cultivating a culture of peace based on human rights principles. Learning objectives of peace education may include an understanding of the manifestations of violence, the development of capacities to respond constructively to such violence and specialized knowledge of alternatives to violence. Peace education initiates understanding, tolerance, and friendship among all nations, racial or religious groups and furthermore peace education maintains world security. Peace education has five platforms in the education sector, natural sciences, social and human sciences, culture and communication and information, where the main goal is to promote intercultural dialogue in policies and actions with mutual respect so that the education sector platform in practice has the power to create peace education.
Social Study Learning Model At Primary School Fitria Dwi Prasetyaningtyas; Wasino Wasino; Cahyo Budi Utomo; Arif Purnomo
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A community refers to groups of individuals living in a place and interacting with one another. Individual interaction causes various cultural diversity and must be anticipated to manage social problem emergences. Social science is important to instill an understanding of cultural variety. Thus, diversity preservation will last excellently and construct the global citizen attitude. Therefore, an accommodative learning model is important to improve the attitude and social values of primary school learners. The learning model refers to the described learning from the beginning until the end of a lesson specifically made by the teachers. A learning model is the mode or framework of an approach, a method, a strategy, or a learning technique. The learning model has some syntactic components as the primary reference of all phases to apply the concepts of the learning model. This literature review attempted to determine the applied learning model for social science learning at primary schools.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abadi, Reagent Abda Abda Abdul Muntholib Abdul Rozaq Aditya Rizki Alkautsar Aditya Tanuwijaya Afrinaldi Afrinaldi Agus Nuryatin Agus Riyanto Agus Wahyudin Agus Yuwono Agustin, Anik Selviana Ahmad, Nanang Rendi Ahmad, Nanang Rendi Aisyah Nur Sayidatun Nisa, Aisyah Nur Sayidatun Aji Sofanudin Ajienegoro, Daniel Albert Albert Alfi Rahmi Ali Djamhuri Ali Romdhoni Alkhairunisa, Ayna Ayu Amin Yusuf Amir Mahmud Amna, Radhiah Anak Agung Gede Sugianthara Ananto Aji, Ananto Andy Suryadi Anggraeni Kusnadi Anthony Anthony Anung Suwarno, Anung Apik Budi Santoso Aprilia Rizki Saputri Arcindy, Argitha Arghita Aricindy Argitha Aricindy Argitha Aricindy Argitha Aricindy ARI SUSANTO Aricindy, Argitha Arie Srihardyastutie Arif Purnomo Ariyanto, Arief Subakti Armaidi, Indriana Eko Arman Surya Wibowo Armylia, Manzila Asmarani, Kartika Aspin, Pipin Yunita Asrori Asrori At. Sugeng P Atika Wijaya Atno Atno Aulanni'am, Aulanni'am Aulia Rahman Azhary, Luqman Aziz, Amal Rizqi Azizah, Farinka Nurrahmah Azmi, Inez Kalyana Azzahid, hasib widya Bagus Darmawan Bagus Mulyawan Bahagio Raharjo, Bahagio Bain Bain Bambang Bambang Bambang Subali Bashori, Muzzaki Bianca Debby Brar, Balraj Singh Cahyo Budi Utomo Cahyo Budi Utomo Cahyo Seftyono Carissa Liora chandra, Septian Adi Chandra, Septian Adi Che Noh, Noorsafuan Bin Christy, Dian Eka Dali Santun Naga Daniel Daniel Daniel Hadiyanto Dedi Trisnawarman DENI SETIAWAN Denis Gunawan Desi Arisandi Desi Arisandi Dewanti, Retno Yuni Dewanti, Retno Yuni Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Lisnoor Setyowati, Dewi Lisnoor Dewi, Ezra Shandra Dewi, kustiyanti Diki Tri Apriansyah Putra Djoko Widodo Djono Djono Djono Dodi Pasila Putra Eddy Waluyo, Eddy Edi Kurniawan Edi Sutrisna Edy Trihatmoko Edy, Agus Nowo Eko Handoyo Eko Handoyo Eko Handoyo Elysia Putri Elysia Putri, Elysia Endah Sri Hartatik Endah Sri Hartatik Endah Sri Hartatik Erma Susilowati, Erma Ery Dewayani Etty Nurwati Eunike Eunike Fahrudin Alfi Huda Fakhruddin Fakhruddin Fandy Fandy Farida Ratu Wargadalem Fauzan Syahru Ramadhan Felicia Kasinda Fitria Dwi Prasetyaningtyas Francisca Francisca Fransisca Pranata Fuadi, Muhammad Fathul Ginanjar, Asep Ginting, Yusrina Gosal, Maria Rosa Hadi Sutopo Hadi Sutopo Hadi, Tjokro Hadiprabowo, M Akbar Hadromi - Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Handani, Lisa Novia Handani, Lisa Novia Handoko, Susanto T Happy Ardeena Harprastanti, Primasiwi Haryono Haryono Hendra Hendra Hendra Hendra Hendro Ari Wibowo, Hendro Ari Heri yanto Hermanu Joebagio Hermanu Joebagio Horton, William Bradley Hutagaol, Alice Shizuka Hutagaul, Ferry Ibnu Sodiq Ifada Retno Ekaningrum Irma Suryani Jamal Mahbub Jap Tji Beng Jayusman Jayusman Jeanny Pragantha Jeanny Pragantha Jeffri Alfred Jeffri Alfred, Jeffri Jessen, Jessen Johyandi Lukmana Junaidi Junaidi Juwita Juwita Juwita Juwita, Juwita Kasinda, Felicia Khawismaya, Herlina Putri Khodijah, Isah Siti Khoirun Nisya Kittisak Jermsittiparsert Kristina Kristina Kurniawan, Yanuar Rezza Lailasari Ekaningsih Lawrence, Valerie Leily Fatmawati, Leily Lekatompessy, Astrid Lim, Yulia Limbor, Ellen Gabriel Lina Lina Luh Putu Ratna Sundari Lukmansyah, Nurul Lukmansyah, Nurul Lunzaga, Ele Mahendra, Izam Susilo Maman Rachman Manatap Dolok Lauro, Manatap Dolok Martitah Martitah Marunduh, Arthur Adhitya Masrukhi Masrukhi Mawardi Mawardi Meddiati Fajri Putri Melani Asta Rosari Meli Adriani Hotma Hasibuane Meyliani Tanjung Millah, Roihatul Moch. Lukluil Maknun Mohammad Ali Sidik Mohd Sohaimi Esa Mudiyono Mudiyono Mufti Riyani Mufti Riyani Muh Doyin Muh. Sholeh Muhammad Iqbal Birsyada Muhammad Iqbal Birsyada Muhammad Mujibur Rohman, Muhammad Mujibur Muhammad Mukhlisin Mulyana Mulyana Mulyo Wicaksono, Teguh Mulyono, Prisca Bebby Triola Angela Muzakki Bashori, Muzakki Nadya Aliwarga, Nadya Nimas Puspitasari, Nimas Nina Witasari, Nina Noeratri Andanwerti Novandi, Ardhi Setyawan Novario Jaya Perdana Noviandi Noviandi Nufitriani Kartika Dewi Nugroho Trisnu Brata Nuha, Farin Hanifatun Nuni Widiarti Nur Aini Setiawati Nur Cholid, Nur Nur Indah Septia Ningsih Nurkholiza, Rahmiyana Nurohman, Nurohman P. Eko Prasetyo Pamikat, Renardi Parhadi Parhadi, Parhadi Pertiwi, Ratih Purnama Prabowo, M. Akbar Hadi Praharseno, Fikri Prasetyo, Muhammad Wahyu Pratama, Agustian Aditya Pratama, Olga S. Pratama, Safrial Fachry Priyanto, Agustinus Sugeng Puji Lestari, Nor Purbiyanti, Elis Dwi Purwadi Suhandini Putra, Vincentius Randy Putri Agus Wijayanti Putri, Erika Ardya Mesia Rabeea Mohammed Mansour Imleesha Rachel Noveris Sukisman Radhiah Rini Amna, Radhiah Rini Rahman, Abdul Haris Bahtiar Retno Suminar Rianafik, Ifti Rifqi Aulia Abdillah, Rifqi Aulia Rio Devilito Risman Risman Risman Risman Robert Robert Ronald Chandra Ronald Chandra Rosikhatul Ilmiyah, Rosikhatul Rosmayanti, Ervi Rosyadi, Ratih Nurillah Rufus, Timothy Rusdarti - S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . S.Pd., Musonef Safitri, Anna Safitri, Rahma Danisa Eka Sahmanita, Riqqah Salsabila Salsabila, Tasya Mulia sandrya, vincent Santoso, Arif Gunawan Saptono Putro Sarwi - Sarwi Sarwi Satya Budi Nugraha Sawri, Sarwi Sayuti, Akhmad Sayuti, Akhmad Sefira, Fasia Meta Setiaji Pamungkas, Nur Sharon Yosephine Shintasiwi, Fitri Amalia Sina, Fortuna Devi Putri Sintarani, Chitra SITI FATIMAH Siti Nur Fatimah Siti Wahyuningsih Slamet . Sri Sudarsih Sri Tiatri SRI WARDANI Steven Steven Subagyo Subagyo Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti SUDARMONO SUDARMONO Sugeng P Sugiyo Sugiyo, Sugiyo Sukardi, Ernawati Sukoyo Sukoyo Sumarlie, Aurellia Clearesta Sunarto Sunarto Suparman Suparman Supriyadi Supriyadi Suroso Suroso Susanto Susanto Sutimin, Leo Agung Sutrisno, Sutrisno Suwarto Suwarto Suwito Eko Pramono Suyahmo Suyahmo Suyahmo Suyahmo Syamsiar, Syamsiar Syifa Fauziah Tedjo Mulyono Teny Handhayani Thiwaty Arsal Thriwaty Arsal Timothius Simon Timothy Rufus Tony Tony Tony Tony Trhiwaty Arsal TRI ASTUTI Tri Handayani Tri Joko Raharjo Tri Suminar Trimurtini, Trimurtini Triwardaya Triwardaya Triwardaya Triwardaya, Triwardaya Tsabit Azinar Ahmad Tutik Wijayanti Udi Utomo Umi Darojah, Umi Umi Muzayanah Utomo, Ilham Nur Valencia Ilona Vemi Widoanindyawati vincent sandrya Vincentius Gunawan, Vincentius Wahjoedi Wahjoedi Wahyu Lestari Wahyu Tri Putra Wahyu Tri Putra, Wahyu Tri Wardana, Shony Warsiti Warsiti Warto Warto Warto Wasro Wasro, Wasro Watcharin Joemsittiprasert Wicaksono, Teguh Mulyo Wijaya, Calvin Wildana Latif Mahmudi, Wildana Latif William Hermawan Woro Sumarni Yahya S.B., Lalu Yansen Henly Halim Yeni Wijayanti Yeri Sutopo Yulianto, Nugroho Yunepto Yunepto Yuni Suprapto, Yuni Yusrina, Nur Yustinus Eka Wiyana, Yustinus Eka Yusuf Falaq, Yusuf Zyad Rusdi Zyad Rusdi