p-Index From 2021 - 2026
21.259
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora AL-Fikr Equilibrium: Jurnal Pendidikan JICSA Public Health of Indonesia JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Majalah Kesehatan FKUB Jurnal Berkala Kesehatan JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Phinisi Integration Review SOSIOHUMANIKA ATIKAN AcTion: Aceh Nutrition Journal Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Manarang Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Journal of Health Promotion and Behavior Alignment: Journal of Administration and Educational Management Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan JURNAL KOMUNIKATIO Journal on Education Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS) Ensiklopedia of Journal JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Jurnal Kesehatan Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Jurnal Scientia Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Keperawatan Galuh Jurnal Promotif Preventif Jurnal Kesehatan Tambusai Diversity: Disease Preventive of Research Integrity CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Journal of Midwifery and Nursing Studies Jurnal Ilmiah Administrasita' Devotion: Journal of Research and Community Service International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Studi Ilmu Manajemen dan Organisasi Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Journal Peqguruang: Conference Series Jurnal Info Sains : Informatika dan Sains Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Homes Journal: Hospital Management Studies Journal Jurnal Kolaboratif Sains Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Journal of Muslim Community Health (JMCH) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Berita Kesehatan Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Indonesian Journal of Social and Educational Studies Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Mando Care Jurnal Bosowa Journal of Education Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports) Journal of Indonesian Scholars for Social Research Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Hasanuddin Journal of Public Health Mamangan Social Science Journal Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Journal of Global Pharma Technology Jurnal Mitrasehat Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Jurnal Media Hukum International Journal of Health Sciences Carita : Jurnal Sejarah dan Budaya Journal of Social and Humanities Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Journal of Innovative and Creativity Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Indonesian Culture and Religion Issues Advances in Healthcare Research Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Jurnal Kesehatan Marendeng International Journal of Education, Vocational and Social Science Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran IPSSJ Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Joong-Ki Education Specialist Mega Buana Journal of Public Health Indonesian Journal of Intellectual Publication (IJI Publication) Journal of Midwifery and Nursing Studies International Journal of Health Science Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada (JIKSH) Borneo Nursing Journal Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan EDULEC Al-Musannif
Claim Missing Document
Check
Articles

Influence of Social Culture Change on PHBS in Tenga Health Center, South Minahasa Community Lodewyk NN Poluan; Arlin Adam; Andi Alim
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 1 (2025): : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i1.5702

Abstract

Socio-cultural transformations brought about by globalization have had a profound impact on various aspects of human life, including public health behavior, where Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) serves as a crucial indicator in promotive and preventive health efforts. The working area of the Tenga Community Health Center provides a unique context for examining how these socio-cultural changes affect community health practices. This study aimed to analyze the influence of socio-cultural changes on PHBS within this community. Employing a quantitative approach with a cross-sectional design, the research involved 100 respondents selected through purposive sampling, using a questionnaire that was previously validated and tested for reliability. Data analysis utilized the Chi-Square test and simple logistic regression to assess relationships between socio-cultural variables and PHBS practices. Results indicated that new cultural values (p = 0.013), the role of social media (p = 0.004), and shifts in patterns of social interaction (p = 0.031) significantly influenced PHBS practices, whereas traditional customs (p = 0.076) were not found to have a meaningful effect. These findings underscore that socio-cultural changes substantially shape clean and healthy living behaviors in the community. The study highlights the importance of developing health promotion strategies that are not only scientifically sound but also culturally adaptive, taking into account both emerging global influences and the evolving dynamics of local society. By aligning health promotion efforts with socio-cultural realities, policymakers and health workers can foster more effective interventions to strengthen public awareness and adherence to PHBS. Ultimately, the research suggests that a culturally responsive and context-sensitive approach is essential in sustaining improvements in community health behavior amidst the rapid social and cultural transformations driven by globalization.
Pengaruh Stigma Masyarakat dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Kusta di Kabupaten Luwu Tahun 2025 Rina Syarifuddin; Arlin Adam; Andi Alim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2509

Abstract

Kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang kompleks, bukan hanya dari sisi medis tetapi juga dari dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkannya. Stigma sosial terhadap penderita kusta menyebabkan diskriminasi dan pengucilan yang dapat menurunkan kepatuhan dalam menjalani terapi Multi Drug Therapy (MDT). Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh stigma masyarakat terhadap kepatuhan minum obat pada pasien kusta di Kabupaten Luwu melalui pendekatan kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pasien kusta yang sedang atau pernah menjalani pengobatan MDT. Analisis dilakukan menggunakan teknik tematik dengan pendekatan Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para pasien menghadapi stigma sosial, mereka tetap berkomitmen menjalani pengobatan karena motivasi pribadi, seperti tanggung jawab terhadap keluarga dan harapan masa depan. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan menjadi faktor kunci dalam menjaga kepatuhan, sementara kepercayaan awal terhadap unsur mistis berubah setelah mendapatkan edukasi medis. Strategi yang digunakan pasien dalam menghadapi stigma mencerminkan ketahanan psikososial, seperti menjaga kepercayaan diri dan menerima dukungan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan kusta harus mencakup aspek sosial budaya melalui edukasi yang melibatkan tokoh masyarakat, peningkatan empati tenaga kesehatan, serta penguatan dukungan komunitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi intervensi yang lebih efektif dan kontekstual dalam upaya eliminasi kusta.
Dinamika Sosial Budaya dalam Implementasi Program Kesehatan Jiwa Arfianty Zubair; Arlin Adam; Andi Alim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2510

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari sistem kesehatan masyarakat, namun pelaksanaannya masih menghadapi tantangan di wilayah yang sarat dengan dinamika sosial budaya, seperti Kabupaten Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi masyarakat dan praktik petugas kesehatan dalam implementasi program kesehatan jiwa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus intrinsik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, melibatkan informan dari kalangan masyarakat pengguna layanan dan petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap gangguan jiwa masih dipengaruhi oleh stigma, ketakutan, dan pemahaman tradisional, meskipun mulai bergeser ke arah pandangan yang lebih rasional dan psikososial. Pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas semakin diterima, didukung oleh keterlibatan petugas, tokoh masyarakat, serta pendekatan yang peka budaya. Namun, hambatan masih ditemukan dalam bentuk penolakan keluarga, minimnya dukungan pemerintah daerah, serta dominasi praktik pengobatan non-medis. Transformasi sosial budaya dalam memahami gangguan jiwa terjadi secara bertahap melalui peran edukatif petugas kesehatan dan tokoh lokal. Keberhasilan implementasi program sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas aktor, pendekatan kontekstual, dan penguatan dukungan sosial. Diperlukan strategi berkelanjutan yang menggabungkan intervensi medis dengan nilai budaya lokal guna menciptakan sistem layanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif dan berdaya guna.
Dinamika Sosial-Budaya dalam Reformasi Birokrasi Pelayanan Kesehatan Rahmawaty Rahman Pattiwael; Arlin Adam; Andi Alim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2517

Abstract

aspek struktural dan administratif, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dinamika sosial dan budaya lokal. Dalam konteks Dinas Kesehatan, PP dan KB Kabupaten Banggai Laut, nilai-nilai seperti kekeluargaan, hierarki, musyawarah, dan gotong royong memainkan peran penting dalam membentuk budaya kerja dan perilaku birokrasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana gaya kepemimpinan dan pola komunikasi organisasi berinteraksi dengan dinamika sosial-budaya lokal dalam memengaruhi kinerja pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan, PP dan KB Kabupaten Banggai Laut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terbatas, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik dengan teknik triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan validitas temuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan partisipatif dan pola komunikasi dua arah mampu mendorong semangat kerja, keterlibatan pegawai, dan efektivitas pelaksanaan program. Budaya kerja BERSERI yang mengintegrasikan nilai lokal dengan prinsip profesionalisme terbukti memperkuat kohesi dan akuntabilitas organisasi. Meskipun demikian, tantangan berupa resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, serta ketimpangan pemahaman terhadap reformasi masih dihadapi. Kesimpulan: Keberhasilan reformasi birokrasi di sektor pelayanan kesehatan sangat bergantung pada kemampuan organisasi dalam menyelaraskan nilai-nilai budaya lokal dengan prinsip-prinsip tata kelola modern, melalui kepemimpinan yang adaptif dan komunikasi yang partisipatif.
Construction of the image of healthy living in a digital germ campaign: Kritis Analysis Jean Baudrillard Muhammad Ilyas; Samsu A. Kamaruddin; Arlin Adam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v14i2.288

Abstract

Introduction: The increasing use of social media by the Indonesian government as a platform for health promotion has led to the construction of visually appealing and idealized representations of healthy living. In the context of the Healthy Living Community Movement (GERMAS), these representations often emphasise symbolic aesthetics over everyday realities. This study aims to critically analyze how the digital GERMAS campaign constructs the image of healthy living through Jean Baudrillard’s theory of simulation and simulacra. Methods: This research employed a qualitative case study design conducted from August to October 2025, focusing on digital content disseminated through the official platforms of the Ministry of Health, including Instagram, YouTube, and the website kemkes.go.id. Data were collected through digital documentation, online observation, and in-depth interviews with ten informants from risk-vulnerable groups, comprising six adolescents and four homemakers. Thematic analysis was employed to identify symbolic patterns and narratives, which were then interpreted through the lens of Baudrillard’s conceptual frameworks. Results: Findings indicate that the GERMAS digital campaign constructs healthy living as a modern, visually attractive lifestyle that is often disconnected from the lived realities of the target audience. Adolescents perceived the content as aesthetically pleasing yet overly idealized, while homemakers viewed it as informative but challenging to implement due to economic and contextual barriers. Both groups highlighted that the campaign’s imagery often functions as a performative symbol rather than a reflection of authentic health practices. Conclusion: The study concludes that the digital campaign reinforces hyperreality, where symbolic representations of health are consumed more actively than the practices themselves. To achieve a meaningful behavioral impact, digital health communication must adopt more contextual and participatory approaches that resonate with everyday socio-economic conditions.
Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja dan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas : Suatu Tinjauan Literatur Fachrudin Suryadi Harun; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.259

Abstract

Budaya organisasi memegang peran penting dalam mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan di Puskesmas sebagai fasilitas layanan primer. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dan mutu pelayanan di Puskesmas. Kajian dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap sepuluh artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2015–2024. Hasil studi menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya seperti disiplin, empati, kerja sama tim, keterbukaan, dan inovasi secara konsisten mendukung peningkatan kinerja pelayanan, kepuasan pasien, dan keberhasilan implementasi sistem informasi kesehatan seperti E-Puskesmas. Budaya organisasi juga terbukti berperan dalam memperkuat motivasi kerja tenaga kesehatan dan menciptakan lingkungan kerja yang adaptif serta produktif. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi yang positif menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu layanan Puskesmas dan membangun sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Kajian ini merekomendasikan perlunya integrasi nilai budaya kerja dalam kebijakan pengelolaan sumber daya manusia dan pengembangan teknologi informasi di Puskesmas.
Dari Dari Sedenter ke Aktif: : Makna Sosial dan Budaya Perubahan Perilaku Olahraga Pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Adryani Sirandan; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan gaya hidup dari sedenter menjadi aktif secara fisik di kalangan pegawai pemerintahan mencerminkan proses transformasi yang kompleks dan sarat makna sosial-budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna sosial dan budaya perubahan perilaku olahraga pada pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis digunakan untuk memahami pengalaman subjektif pegawai yang mengalami transisi gaya hidup, serta faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut. Informan dipilih secara purposif, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan perilaku olahraga tidak hanya dipicu oleh motivasi personal, tetapi juga didukung oleh lingkungan sosial, budaya organisasi, dan dinamika kelembagaan. Olahraga dimaknai sebagai ekspresi penghargaan diri, peningkatan identitas sosial, serta sarana menjaga kesehatan fisik dan mental. Hambatan seperti keterbatasan waktu, beban kerja, dan fluktuasi semangat diatasi melalui dukungan sosial serta strategi pribadi. Dampak perubahan dirasakan dalam berbagai aspek, mulai dari peningkatan kebugaran, rasa percaya diri, keseimbangan emosional, hingga relasi sosial yang lebih baik. Refleksi dan harapan para informan menggarisbawahi pentingnya peran institusi dalam membentuk budaya kerja yang mendukung gaya hidup sehat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan kelembagaan dan program kolektif sebagai upaya mendorong keberlanjutan perubahan gaya hidup aktif di lingkungan birokrasi.
Inovasi Gerimis Terus Makna Sosial Budaya di Balik Praktik Inovasi “Gerimis Terus” dalam Pencegahan Stunting di Kota Palopo: Stunting, Gerimis Terus, makna sosial budaya, inovasi kesehatan, perubahan perilaku Arman Arman; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna sosial dan budaya di balik pelaksanaan inovasi “Gerimis Terus” sebagai strategi pencegahan stunting di Kota Palopo. Program ini merupakan gerakan minum susu dan makan telur rebus secara rutin yang menyasar anak-anak, ibu hamil, dan balita. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan informan yang terdiri dari petugas kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, ibu hamil, dan ibu balita. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program “Gerimis Terus” memiliki makna sosial dan budaya yang kuat bagi masyarakat. Program ini diterima dengan antusias karena dinilai relevan dengan nilai-nilai lokal seperti gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan generasi penerus. Interaksi sosial antara petugas kesehatan, kader, dan masyarakat berjalan efektif berkat komunikasi yang baik dan peran aktif semua pihak. Masyarakat menunjukkan adaptasi yang positif, terlihat dari perubahan perilaku konsumsi gizi dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan. Faktor sosial budaya, seperti nilai kekeluargaan, mendukung keberhasilan program, meskipun masih ditemukan hambatan berupa kebiasaan makan atau pemahaman yang belum merata. Secara keseluruhan, program ini memberi dampak nyata terhadap perubahan kebiasaan dan pola pikir masyarakat terkait pencegahan stunting. Penelitian ini merekomendasikan agar inovasi “Gerimis Terus” terus dikembangkan dengan memperkuat dukungan lintas sektor, memperluas jangkauan sasaran, serta memperhatikan dinamika sosial budaya lokal sebagai kekuatan dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat.
konstruksi konstruksi sosial masyarakat terhadap program BIAS di tengah ketidakpastian pascapandemi: konstruksi sosial masyarakat terhadap program BIAS di tengah ketidakpastian pascapandemi : studi kualitatif di puskesmas baebunta Jamaluddin Jamaluddin; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.277

Abstract

Pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk persepsi masyarakat terhadap program imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana konstruksi sosial masyarakat terbentuk terhadap Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di masa pascapandemi, dengan fokus pada wilayah kerja Puskesmas Baebunta, Kabupaten Luwu Utara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas orang tua murid, petugas puskesmas, guru sekolah dasar, dan tokoh masyarakat yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis dilakukan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial masyarakat terhadap BIAS mengalami pergeseran signifikan setelah pandemi. Sebelum pandemi, program ini diterima dengan baik oleh masyarakat karena dianggap penting dalam melindungi anak dari penyakit menular. Namun, pascapandemi, muncul resistensi yang didorong oleh informasi negatif dari media sosial, kekhawatiran terhadap efek samping vaksin, dan isu kehalalan yang memengaruhi keyakinan sebagian masyarakat. Meski demikian, terdapat pula masyarakat yang tetap mendukung program BIAS karena memahami manfaatnya secara medis dan sosial. Puskesmas Baebunta merespons dinamika ini dengan strategi komunikasi dan pendekatan sosial, seperti penyuluhan langsung, metode jemput bola, dan edukasi yang melibatkan pihak sekolah serta tokoh masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pelaksanaan program imunisasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga pada konstruksi sosial yang terbentuk di masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan partisipatif dan kultural yang mengedepankan edukasi, kepercayaan, serta kolaborasi lintas sektor untuk membangun kembali partisipasi masyarakat terhadap imunisasi anak di era pascapandemi
Konstruksi Model Intervensi Stunting Berbasis Riset Ilmiah: Tinjauan Literarur Dedeng Nurkholik Sidik Permana; Arlin Adam
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.154

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan masyarakat global yang memerlukan pendekatan multidimensi. Artikel ini memperkenalkan model multifaktorial dalam penanganan stunting dengan mengintegrasikan intervensi kader kesehatan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dengan pola makan dan sanitasi. Artikel ini menggunakan pendekatan program riset ilmiah dengan mengembangkan model untuk menggabungkan teori-teori sebelumnya sehingga menghasilkan kerangka baru yang lebih komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dari jurnal-jurnal akademik sebanyak 20 jurnal dari pubmed, science direct dan proquest, dalam 10 tahun terakhir untuk merumuskan pendekatan multifaktorial yang mencakup intervensi kader, ketahanan pangan, pola makan, dan sanitasi. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan kader kesehatan dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga, kualitas pola makan, dan akses sanitasi, yang secara signifikan menurunkan prevalensi stunting
Co-Authors A Kamaruddin, Syamsu A Safriadi Darmansyah A A Zulfikar Aliuddin A, Adhyatma Abd. Hady J Abdul Ahmad Abdul Gafur Abdul Gafur Adam Badwi, Adam Adhyatma. A Adiaksa, Baso Witman Adnan, Yudhi Adryani Sirandan Agus, Rezki Aprianti Agustang Agustang Agustang, Andi Ahmad Restani Syukron Thayyib Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Akhiruddin Akhiruddin Alam, Muhammad Ichwan Iskandar Alamsyah Alamsyah Ana Welellu Andi Alim, Andi Andi Asrina Andi Ihsan Andi Ihsan Andi Ihsan Andi Nurlinda Andi Nurlinda Andi Nursida Andi Nurul Mutmainnah Andi Sadriani Andi Sadriani Andi Sahrul Jahrir Andi Suwirta, Andi Andi Zulkifli Abdullah Angraeni, Sinta Angriani Kristianita Pamona, Wasti Anita, Nur Anna Handayani Ansyaruddin Ansyaruddin Samad Arfianty Zubair Arham Hidayat Arifuddin Usman Arifuddin Usman Arikalang, Aprillya Arman Arman Armi Indrayuni Arsyad, Ernawati Ashriady, Ashriady Asmuliati, Diana Aspiati Haji Ali Asri Aprilia Rohman Asriani Minarti Aswar Aswar Azaluddin Azaluddin Baehaqi Baso Witman Adiaksa Bastiana Bastiana Benyamin Dimi Chakti, Andi Gunawan Ratu Chikita, Maharani Cita Pratiwi D. Mahing, Maria Goreti Etywati Darmayadi Danduru Darmayanti, Resty Rahayu Dedeng Nurkholik Sidik Permana Dedeng Nurkholik Sidik Permana Desiderius H. J. Goo Diane Rineke Kaunang Dwi Jusrini Palungan Eka Dharmawati Lewa Ema Arisandi Erniati Erniati Erniati Erniati Ersian Rani Gratia Wongkar Ester M. Pongsituru Fachrudin Suryadi Harun Fadli Fadli Fadli Faradiba Anggraeni Firdawati, Yuyun Fricilia Magda Winosoi Kandou Gratia Christine Junet Bofe Hairil Akbar Hajra Hamdan Nur Hamdana Hariani Harisman Harisman Haswindah Hervina Surahman Hidayat, Agit Dwi Ibnu Hajar Ibrahim Sudirman Ibrahim Sudirman Ida Leida Maria Idris Idris, Fairus Prihatin Ifdaliah Chalid Imam Mukti, Imam Imelda Naolin Indrayuni, ST.,MT, Armi Irhasana, Irhasana Irman Susanto Irviani Anwar Ibrahim Ishaq Iskandar Iskandar, Harun Iskandar, Ishaq Iskandar, Muhammad Ishaq Isradi Zaenal Iwan Ramadhan Jahrir, Andi Sahrul Jamaluddin Jamaluddin Jamil, Bidasari Jane Randa Patasik Jayadi, Karta Jelni M. Oruh Jumadi Jumadi Jumriyanti Nasaru Kamaruddin, Samsu A. Kamaruddin, Syamsu Kamaruddin, Syamsu A Kamaruddin, Syamsu A Kamaruddin, Syamsu A. Kamaruddin, Syamsu Andi Karim, Nurwahida Khairani, Nurul Fitri Kristiani Lalan Latif, Sarifudin Andi ledia, Ida Leida, Ida Lilis Widiastuty Lisna Lisna, Lisna Lodewyk NN Poluan Loppies, Imelda Jaqualine Maqfirah Maqfirah, Maqfirah Mariani Loise Mariani Mariani mariyati mariyati Marlina Alia Maya Rante Allo Mega Mustikasari Meilani Meilani, Meilani Meyske Gente, Meyske Mien Asrha Suhardin Minggu, Irvan Susyanto Mohamad Guntur Nangi Mohamad Husni Thamrin Mudarsi, Vivi Muh. Ishaq Iskandar Muhammad Azwar Muhammad Azwar Muhammad Ichwan Iskandar Alam muhammad Ilyas Muhammad Ilyas Muhammad Khaerul Nur Muhammad Rustam Muhammad Syafri Muhammad Syafri Muhammad Syafri Muhammad Syukur Mulkyah Annisa Munadhir Munadhir Musakkar, Mustika Eka Pratama Musdalifah Musdalifah Muslimin B, Muslimin B Muslimin Muslimin Musriadi Musriadi Mustika Eka Pratama Musakkar Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Naolin, Imelda Natsir, Nursanita Nganro, Reski Niar, Niar Ningrum, Sri Hutami Ayu Noeraini, Vina Aresya Noni Widhirexy Novita Novi Purnama Sari Novian Tri Sukma Nufninu, Robert Nur Aini Cora Nuraeni Mustari Nurhasanah Nurhasibah Nurlela Nurlela Nurma Nurma Nurrahmat Nurrahmat Nursiah, Andi Nursida, Andi Nurul Kamaliah Umasangaji Nurul Qalbi Nurwahdaniar Syahrul Obert, Hendra August Palewai, Harpandi Rahim Pasapan, Yasri Pongsituru, Ester M. Pratiwi, Desi Arisma Purnama Purnama Putri, Tharia Nurizky Radiansyah Rahmatullah Rahmatullah Rahmawaty Rahman Pattiwael Rahmawaty Rahman Pattiwael Rahmi, Silatul Rani Wijayanti Ratnaningsih, Muliani Reza Aril Ahri Rina Syarifuddin Riswan Marsal Roberth Edison Nufninu Romansyah Sahabuddin Ros Ismawati Ruhwandi, Ruhwandi Sadriani, Andi Sainuddin, Sudirman Salehuddin Salehuddin Salehuddin, Salehuddin Salkamal, Salkamal Salma Bahsoan Samsu A. Kamaruddin Sangaji, Ayu Indira Sanuddin, Sudirman Saputri Stiawati Sari Arie Lestari Sari Arie Lestari Sarifudin Andi Latif Sartika Sartika Sartika Silatul Rahmi Simunati Sitti Irma Sombolinggi, Yeltiani ST Arifah Sudirman Sainuddin Sudirman Sainuddin Sudirman Sanuddin Suhardin, Mien Asrha Sukma Sukmawati Sukmawati Sulaiman, Herlina Surniah Syahban Nur Syamasu A Kamaruddin Syamsidah, Syamsidah Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A Kamaruddin Syamsu A. Kamaruddin Syamsu A. Kamaruddin Syamsu A. Kamaruddin Syamsu A. Kamaruddin Syamsu A. Kamaruddin Syamsu A. Kamaruddin Syamsu Andi Kamaruddin Syamsu Andi Kamaruddin Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsuri Syakri Syukurman Syukurman Syukurman, Syukurman Taherong, Rosmawati Tamrin, Sopian Tange, Warni Taufiq Djalal Tharia Nurizky Putri Titi Saparina Torro, Supriadi Utomo, Jepri Walewangko, Alfriando Wihdaniah Wihdania Windy Tjiali, Windy Wiwin Imelda Opod Wulandari Maulana, Mulyanti Ayu YANTI, DEFYANTI Yasri Pasapan Yeuis Diah Sri Lestari Yunus, Muhammad Yusri Yusri, Muh. Yusri Yunus Yusriani, Yusriani yusriyanto Yusriyanto Yusriyanto Yusriyanto, Yusriyanto Zaenal, Isradi Zainuddin Zainuddin Zamli Zamli Zamli Zamli Zamli Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain