p-Index From 2021 - 2026
26.067
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PROSIDING SEMINAR NASIONAL Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam AT TA´DIB Intizar Suhuf Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Profetika Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Jurnal Ilmiah Hukum LEGALITY Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia al-Afkar, Journal For Islamic Studies Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) eCo-Buss Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Mendapo: Journal of Administrative Law Journal of Economics and Business UBS Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA) BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Cakrawala: Jurnal Studi Islam Empowerment Journal Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Urecol Journal. Part H: Social, Art, and Humanities Prosiding University Research Colloquium Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pendidikan Amartha Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Jurnal Pengabdian Harapan Bangsa Demak Universal Journal of Islam and Sharia Solo Universal Journal of Islamic Education and Multiculturalism Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities International Journal of Law and Society Multicultural Islamic Education Review Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan FENOMENA: Journal of Social Science RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat International Journal of Halal System and Sustainability ISTIFHAM Journal of Islamic Economic Laws Edumaspul: Jurnal Pendidikan Profetika: Jurnal Studi Islam Bulletin of Islamic Research
Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL PENJAMINAN MUTU KETERCAPAIAN KOMPETENSI DASAR DALAM SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE PADA SITUASI WORK FROM HOME (WFH) Dwi Astuti; Eko Supriyanto; Muthoifin Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11655

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model penjaminan mutu terhadap ketercapaian KD untuk mata pelajaran Pendidikan Agama di tengah wabah Covid19 di satuan pendidikan Sekolah Dasar. Situasi yang tidak normal dalam tatanan pembelajaran karena Covid 19 menuntut pembelajaran untuk mencapai standar kompetensi dasar harus tetap dilakukan, sehingga diperlukan pelaksanaan pembelajaran yang terjamin mutunya dan memenuhi standar kompetensi. Karakteristik mata pelajaran Pendidikan agama yang berdomain utama afektif dan kognitif membutuhkan model penjaminan mutu pembelajaran yang khusus serta disesuaikan dengan karakter siswa di daerah pedesaan dan tingkat Sekolah Dasar (KD). Untuk mencapai tujuan tersebut jenis riset yang ditempuh adalah R D dengan disertai metode pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis mengalir (flow analysis) yang dilengkapi dengan pemodelan yang dikuatkan dengan FGD yang menghadirkan stakeholder. Subyek penelitian dari penelitian ini adalah guru, siswa dan orang tua siswa kelas VI Sekolah Dasar. Sedangkan untuk memperoleh data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan telah ditempuh trianggulasi dengan cara member check agar diperoleh data yang benar benar valid. Model penjaminan mutu ketercapaian KD untuk mata pelajaran pendidikan agama menempuh sistem sajian melalui youtube dan wa group yang diseleksi dalam dua tahapan agar mutu pembelajaran tergaransi. Tiga tahapan tersebut adalah persiapan yang berusaha mengidentifikasi level dan bobot tuntutan dari pernyataan KD serta menemukan standar instrumen standar mutu, kedua pada tahapan dalam pelaksaan pembelajaran berupa seleksi materi pelajaran yang dikontrol dengan bobot KD sehingga materi dalam youtube dikendalikan dengan kriteria harus memiliki dua domain yaitu kognitif dan afektif. Tahapan ketiga yaitu kontrol mutu yang dilakukan dengan pemberian kuis dan tes terkait dengan penguasaan materi sesuai target KD yang ditetapkan. Keseluruhan tahapan selalu dikontrol dengan instrumen standar mutu yang dikeluarkan oleh Kemdikbud khusus Sekolah Dasar. Model penjaminan mutu disesuaikan feasiblitasnya melalui FGD yang diadakan dengan melibatkan stakeholders.
METODE PEMBELAJARAN TAHFĪŻUL QUR’ᾹN DI MADRASAH IBTIDA’IYAH TAHFĪŻUL QUR’ᾹN AL-MA’SHUM SURAKARTA DAN ISY KARIMA KARANGAYAR JAWA TENGAN Moh. Abdul Kholiq Hasan; Muthoifin Muthoifin; Ali Abdurrohim
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9953

Abstract

Abstract: Madrasah Ibtida'iyyah (MI) is an educational institution under a religious ministry that has a special characteristic to deliver learners into a broad-minded generation, proficient in scholarship and noble character. MI al-Ma'shum Surakarta and MI Isy Karima Karangayar, these two madrasahs have a role in educating the students, the family and the life of the nation by conducting educational programs with the national education curriculum (diknas), the Ministry of Religion (kemenag) and the flagship program of tahfîzul Qurᾱn. Both institutions are trying to get the maximum target of education, especially in Tahfīżul Qur'ᾱn learning which became the focus of research, this research was conducted to find out what method applied in MI al-Ma'shum Surakarta and MI Isy Karima Karangayar and how far the effectiveness and efficiency of learning in it. Abstrak: Madrasah Ibtida’iyyah (MI) merupakan sebuah lembaga pendidikan dibawah kementrian agama yang mememiliki ciri khusus untuk mengantarkan peserta didik menjadi generasi yang berwawasan luas, cakap dalam keilmuan dan berakhlak mulia. MI al-Ma’shum Surakarta dan MI Isy Karima Karangayar, kedua madrasah ini memiliki peran dalam mencerdaskan peserta didik, keluarga dan kehidupan bangsa dengan menyelengarakan program pendidikan dengan kurikulum pendidikan nasional (diknas), kementrian agama (kemenag) dan program ungulan berupa tahfîzul Qurᾱn. Kedua lembaga ini berupaya mendapatkan target pendidikan yang maksimal terutama dalam pembelajaran Tahfīżul Qur’ᾱn yang menjadi fokus penelitian, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode apa saja yang diterapkan di MI al-Ma’shum Surakarta dan MI Isy Karima Karangayar dan sejauh mana efektifitas dan efisiensi pembelajaran didalamnya. 
THE EPISTEMOLOGY OF USHUL FIQH AL-GHAZALI IN HIS BOOK AL-MUSTASHFA MIN USHUF FIQH نظرية المعرفة الأصولية عند الغزالي من خلال كتابه المستصفى من علم الأصول Muhamad Subhi Apriantoro; Muthoifin Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16668

Abstract

This study analyzed the epistemological theory of Ushul Fiqh, which is currently devoid of the interest of enthusiasts of the fundamentals of jurisprudence and followers of the philosophy of science. Given the demands to use this science cannot be separated from the development of his epistemology. For reference, this study evokes Al-Ghazali who has historically been a representative figure as a representative of classical thinkers. The data presented in this study are taken from the main source, Al-Mustasfa's book from the science of Ushul. This study concluded that Al-Ghazali's ushul fiqh epistemology is deductive rationality, very clearly reject non-rational arguments let alone metaphysics. Al-Ghazali has assumed that the senses can be used as a source of knowledge, Illustrated in three models of thinking, which are semantic thinking based on linguistic principles.Kajian ini menganalisis teori epistemologis ushul fikih, yang saat ini sepi dari minat peminat dasar-dasar fikih dan pengikut falsafah sains. Mengingat tuntutan untuk menggunakan ilmu ini tidak lepas dari perkembangan epistemologinya. Sebagai referensi, kajian ini membangkitkan Al-Ghazali yang secara historis merupakan sosok yang representatif sebagai wakil dari para pemikir klasik. Data yang disajikan dalam penelitian ini diambil dari sumber utama yaitu kitab Al-Mustasfa dari ilmu Ushul. Studi ini menyimpulkan bahwa epistemologi ushul fikih Al-Ghazali adalah rasionalitas deduktif, sangat jelas menolak argumentasi non-rasional apalagi metafisika. Al-Ghazali beranggapan bahwa indera dapat digunakan sebagai sumber ilmu, tergambar dalam tiga model pemikiran, yaitu berpikir semantik berdasarkan kaidah kebahasaan. 
TAX MODERNIZATION IN INDONESIA: STUDY OF ABU YUSUF'S THINKING ON TAXATION IN THE BOOK OF AL-KHARAJ Amrin Amrin; Khairusoalihin Khairusoalihin; Muthoifin Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16792

Abstract

tax for a country is one of the main income in the country so that the tax funds collected will have a positive impact on the population of that country, the purpose of this research is to provide education to Muslims that the tax culture that has developed in Indonesia at this time has existed since the classical Islamic era. namely in the time of Abu Yusuf, the type of research carried out by researchers in this paper was a qualitative method using a library method (library) which was reviewed from historical, books and previous research results, in research, it has been suggested that there is a modernization system in taxation in Indonesia where In the era of Abu Yusuf, taxes were focused on three main points, namely agricultural products, crop yields, tax-sharing income, while the tax was developed again by economists in Indonesia, income tax (PPN: Pajak Penambahan Nilai), value-added tax (VAT), sales tax on luxury items PPn BM), Customs duty, Land and building tax (PBB), Acquisition fees for land and buildings (BHTB). The essence of tax is a community granting for assets owned for the common welfare. 
MANAGEMENT OF PRODUCTIVE WAQF FOR EMPOWERMENT OF THE UMMAH Muthoifin Muthoifin; Inayah Firdaus
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13085

Abstract

Research under the title of productive Waqf management strategy in order to empower students in the boarding school of Al-Fath Sukoharjo to be more aware of how productive waqf is being used for the empowerment of students, so that the management can be known. This type of research is included in qualitative research that comes from interviews and data observation. The source of this research data consist of primary data sources, researchers directly conduct interviews to the parties concerned in the management of productive Waqf in the boarding school Tahfidzul Qur'an Al-Fath Sukoharjo, researchers also use secondary data sources such as books, articles and other reference materials. The results explained that in the effort of students Empowerment, Pondok Pesantren Al-Fath Sukoharjo maximizes various ways for the management of productive waqf can continue to grow and its benefits can be perceived by the students.
METODE PEMBELAJARAN TAḤFĪẒ AL-QUR’AN DI MADRASAH ALIYAH TAḤFĪẒ NURUL IMAN KARANGANYAR DAN MADRASAH ALIYAH AL-KAHFI SURAKARTA Suryono Suryono; Ari Anshori; Muthoifin Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i02.5295

Abstract

Madrasah Aliyah (MA) is an educational institution under the ministry of religion affair that have special features to deliver next-generation learners become knowledgeable, proficient in science and morality. MA Taḥfīẓ Nurul Iman Karanganyar and MA al-Kahfi Surakarta, both these madrassas have a role in educating students, families and the nation by organizing educational programs with the national curiiculum, ministry of religion affairs and the flagship program in the form of taḥfīẓ al-Qur'an. This study was a qualitative research to describe the data collected as the scope of its research and field as a place of research (field research). The nature of this research more towards research comparative studies, since the object of research comparing the learning method taḥfīẓ al-Qur'an in MA Taḥfīẓ Nurul Iman Karanganyar and MA al-Kahfi Surakarta. Analyzed is done by way of organizing data. The data collected by using documentation, observation and interviews. All data that has been collected by a variety of techniques organized, sorted, grouped and categorized so you can find an appropriate theme taḥfīẓ method of learning the al-Qur'an at MA Taḥfīẓ Nurul Iman Karanganyar and MA al-Kahfi Surakarta. Researchers concluded that the method applied in teaching taḥfīẓ al-Qur'an in MA Taḥfīẓ Nurul Iman there are seven methods, namely: juz’i, simā’i, tasmī’, murāja’ah, jama’, linking verses with meaning and kitābah, and its implementation has been effective and efficient. Whereas in MA al-Kahfi Surakarta there are five methods, namely: juz'i, jama’, simā’i, tasmī’, and muraja'ah. The operation has been effective but not efficient. Then bring up a comparison that in target taḥfīẓ al-Qur’an  in MA Taḥfīẓ Nurul Iman are more than the target MA al-Kahfi, MA Taḥfīẓ Nurul Iman methods applied more than in MA al-Kahfi and the views of the value produced both have been equally effective, MA Nurul Iman has been efficient while MA al-Kahfi has not been efficient. Madrasah Aliyah (MA) merupakan sebuah lembaga pendidikan di bawah kementerian agama yang memiliki ciri khusus untuk mengantarkan peserta didik menjadi generasi yang berwawasan luas, cakap dalam keilmuan dan berakhlak mulia. MA Taḥfīẓ Nurul Iman Karanganyar dan MA al-Kahfi Surakarta, kedua madrasah ini memiliki peran dalam mencerdaskan peserta didik, keluarga dan kehidupan bangsa dengan menyelenggarakan program pendidikan dengan kurikulum pendidikan nasional (diknas), kementerian agama (kemenag) dan program unggulan berupa Taḥfīẓ al-Qur’an. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menjabarkan data-data yang terkumpul sebagai ruang lingkup penelitiannya dan lapangan sebagai tempat penelitiannya (field research). Sifat dari penelitian ini lebih ke arah pada penelitian studi komparasi, karena objek penelitian membandingkan metode pembelajaran taḥfīẓ al-Qur’an di MA Taḥfīẓ Nurul Iman Karanganyar dan MA al-Kahfi Surakarta. Data-data dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi, observasi dan wawancara. Semua data yang telah dikumpulkan dengan berbagai teknik diatur, diurutkan, dikelompokkan dan dikategorikan sehingga dapat ditemukan tema yang sesuai dengan metode pembelajaran taḥfīẓ al-Qur’an di MA Taḥfīẓ Nurul Iman Karanganyar dan MA al-Kahfi Surakarta. Peneliti menyimpulkan bahwa Metode yang diterapkan dalam pembelajaran taḥfīẓ al-Qur’an di MA Taḥfīẓ Nurul Iman terdapat tujuh metode yaitu: juz’i, simā’i, tasmī’, murāja’ah, jama’, mengaitkan ayat dengan maknanya dan kitābah, serta pelaksanaannya sudah efektif dan efisien. Sedangan di MA al-Kahfi Surakarta terdapat lima metode yaitu: juz’i, jama,’simā’i, tasmī’, dan  murāja’ah. Adapun pelaksanaannya sudah efektif akan tetapi belum efisien. Kemudian memunculkan perbandingan bahwa target hafalan al-Qur’an di MA Taḥfīẓ Nurul Iman lebih banyak dari pada target di MA al-Kahfi, metode yang diterapkan di MA Taḥfīẓ Nurul Iman lebih banyak dari pada di MA al-Kahfi dan dilihat dari nilai yang dihasilkan keduanya sudah sama-sama efektif, MA Nurul Iman sudah efisien sedangkan MA al-Kahfi belum efisien.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN METODE LITTAQWA DI SDIT NUR HIDAYAH SURAKARTA DAN METODE KARIMAH DI MI NURUL KARIM KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2019/2020 Bayu Mufti Sugiyanto; Ari Anshori; Muthoifin Muthoifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11062

Abstract

This research aims to describe the implementation of the Littaqwa method in learning the Qur'an at SDIT Nur Hidayah Surakarta and the karimah method at MI Nurul Karim Karanganyar and describe the supporting and inhibiting factors. This type of research is field research, with a qualitative approach. The object of research is SDIT Nur Hidayah Surakarta and MI Nurul Karim Karanganyar. Research subjects include the Principal / Madrasa, al-Qur'an learning coordinator, teachers who teach the al-Qur'an and several students. Data collection techniques are done by observation, interview and documentation. Data analysis was performed descriptively qualitative. The results showed that the main target of learning the Koran at SDIT Nur Hidayah was an understanding of the principles of recitation with the target of memorization of at least 2 juz (juz 29 and 30) and memorization of hadith, the learning method used was littaqwa by applying three learning models namely classical with the teacher, independent classical and one-on-one classics. Evaluations are conducted at the end of each meeting and evaluation of volume increases. While in MI Nurul Karim the target of memorization is owned by ± 5 juz graduates (juz 26, 27, 28, 29 and 30), learning using the karma method which has four teaching principles namely talqin, tikrar, tahqiq and tabyin. Evaluation of learning is done in 3 stages, namely the class exam, juziyyah and the peak is the best tahfidz school overall champion test. The implementation of al-qu'an learning has implemented a constructivism approach in choosing learning strategies, as an effort to create a learning process that is appropriate to the character of students.Supporting factors that encourage the implementation of the learning of the Qur’an include the standardization of qualified educators and workshops specifically Tahfidz teachers, innovation and strategies in delivering learning, using teaching aids and student handbooks that are easily understood, having Iad classes specifically for 1 grade of elementary school , has its own distinctive tone or hum. While the obstacles faced include students who are not fluent in reading the Koran, lack of guidance and support from families for children, and there are still children who lack concentration and attention when the learning process takes place.Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan implementasi metode littaqwa dalam pembelajaran al-Qur’an di SDIT Nur Hidayah Surakarta dan metode karimah di MI Nurul Karim Karanganyar serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah field research, dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian adalah SDIT Nur Hidayah Surakarta dan MI Nurul Karim Karanganyar. Subjek penelitian diantaranya yaitu Kepala Sekolah/ Madrasah, koordinator pembelajaran al-Qur’an, para guru yang mengajar pelajaran al-Qur’an dan beberapa siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa target utama pembelajaran al-Qur’an di SDIT Nur Hidayah adalah pemahaman tentang kaidah ilmu tajwid dengan target hafalan minimal 2 juz (juz 29 dan 30) dan hafalan hadits, metode pembelajaran yang digunakan adalah littaqwa dengan menerapkan tiga model pembelajaran yaitu klasikal bersama guru, klasikal mandiri dan klasikal satu-satu. Evaluasi dilakukan setiap akhir pertemuan dan evaluasi kenaikan jilid. Sedangkan di MI Nurul Karim target hafalan yang dimiliki oleh lulusannya ± 5 juz (juz 26, 27, 28, 29 dan 30), pembelajaran menggunakan metode karimah yang mempunyai empat prinsip pengajaran yaitu talqin, tikrar, tahqiq dan tabyin. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan 3 tahap yaitu ujian kelas, juziyyah dan puncaknya adalah ujian juara umum terbaik tahfidz sekolah. Implemetasi pembelajaran al-qu’an telah menerapkan pendekatan kontruktivisme dalam memilih strategi pembelajaran, sebagai upaya menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik. Faktor pengdukung yang mendorong implementasi pembelajaran al-Qur’an meliputi standarsasi pendidik yang mumpuni dan workshop terkhusus guru tahfidz, inovasi dan strategi dalam penyampain pembelajaran, menggunakan alat peraga dan buku pegangan siswa yang mudah dipahami, memiliki kelas I’dad terkhusus untuk kelas 1 SD, memiliki nada atau senandung khas tersendiri. Sedangkan kendala yang dihadapi antara lain masih terdapat peserta didik yang belum lancar membaca al-Qur’an, kurangnya bimbingan dan support dari keluarga terhadap anak, dan masih terdapat anak yang kurang konsentrasi dan perhatian ketika proses pembelajaran berlangsung.
PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER DI PAGUYUBAN PENGAJAR PINGGIRAN SUNGAI CODE (P3S) YOGYAKARTA M Fachdir Saputra; Rojif Mualim; Muthoifin Muthoifin; Sudarno Shobron; Subhan Subhan
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 1, Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i1.14775

Abstract

Globalisasi sekarang ini semakin menjadi-jadi dengan kemajuan teknologi dan perkembangan pengetahuan yang semakin hari semakin memanjakan peserta didik, sehingga menghilangkan khasanak bermain dengan teman-teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, penanaman nilai-nilai karakter di Paguyuban pengajar pinggiran sungai code (P3S) Yogyakarta. Pengamatan yang dilakukan peneliti serta melihat fenomena yang terjadi di kegitan bermain dan belajar yang dilakukan oleh kakak relawan (P3S) ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengamati keadaan dilapangan. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Pengujian ini juga dilakukan dengan cara mengecek kembali data yang didapat dilapangan, jika sudah benar maka dapat dinyatakan datanya sudah valid dan dapat dilanjukan kedalam kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang ditanamkan (P3S) ialah karakter kesederhanaan, karakter kemadirian, karakter bertanggungjawab, karakter budi pekerti, karakter menghargai sesama, karakter rela menolong, karakter kepedulian, karakter kreatif dan karakter inovatif. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan (P3S) dalam penanaman nilai-nilai karakter pada anak-anak pinggiran Sungai Code ialah seperti minggu ceria, hari kreatif, hari membaca, hari bermain dan outbond.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TAUHID DALAM KISAH ASHABUL UKHDUD SURAT AL-BURUJ PERSPEKTIF IBN KATSIR DAN HAMKA M Muthoifin; Fahrurozi Fahrurozi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8123

Abstract

Tawhed is to insulate God in creation, worship and name and natures. he must be awake with the best of everything that can divert it. Because tawhed is a very basic and fundamental thing for a Muslim's life. Tawhid is the determinant of a person both in the life of the world and the hereafter, happy or miserable, safe or wretched. tawhed became one of the potential that brought every human being when he was born in the world, the need for educational efforts so that potential is maintained. This study aims to determine the concept of tawhed education in the story of ashabul ukhdud. So important is the story that Allah mentioned in the Qur'an. The second goal is to implement the concepts of Tawhed education in Islamic education. Because the most important element in Islamic education is tawhed education, education that teaches every practice, behavior, purpose of life is only God. The results showed that the ideal Islamic education is very concerned about the implementation of tawhid education, because tawhed is the spirit of Islamic education which consists of three principal, first, tawhed rububiyyah education contained therein such as human nature as the basis of tawhed education, the natural sign as a means of tawhed education, reward and punismant in tawhed education. Secondly, the education of tawhed uluhiyyah such as, the role of educators in tawhid education, evaluation in tawhed education and tawhed education throughout life. Then the third tawhid asthma 'wasifat (names and natures of Allah) education.Tauhid yaitu mengesakan Allah dalam rububiyyah, uluhiyyah dan asma’ washifat, harus terjaga dengan sebaik-baiknya dari segala yang bisa menyelewengkannya. Karena tauhidmerupakan perkara yang sangat pokok dan mendasar bagi kehidupan seorang muslim. Tauhid merupakan penentu seseorang baik di kehidupan dunia maupun akhirat, bahagia atau sengsara, selamat atau celaka. Tauhid menjadi salah satu potensi yang dibawa setiap manusia ketika ia dilahirkan didunia, perlu adanya usaha pendidikan agar potensi itu tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan tauhid dalam kisah ashabul ukhdud. Begitu pentingnya kisah tersebut sehingga Allah menyebutkannya dalam Al-Qur’an. Tujuan kedua yaitu untuk mengimplemen-tasikan konsep-konsep pendidikan tauhid dalam pendidikan Islam. Karena unsur terpenting dalam pendidikan Islam adalah pendidikan tauhid, pendidikan yang mengajarkan setiap amalan, perilaku, tujuan hidup hanya Allah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam yang ideal sangatlah memperhatikan pelaksanaan pendidikan tauhid, karena tauhid merupakan ruh dari pendidikan Islam yang terdiri dari tiga pokok, pertama, pendidikan tauhid rububiyyah yang terkandung didalamnya seperti fitrah manusia sebagai dasar pendidkan tauhid, ayat kauniah sebagai sarana pendidikan tauhid, Targhib dan tarhib dalam pendidikan tauhid. Kedua, pendidikan tauhid uluhiyyah seperti, peran pendidik dalam pendidikan tauhid, evaluasi dalam pendidikan tauhid dan pendidikan sepanjang hayat. Kemudian yang ketiga pendidikan tauhid asma’ wasifat.
ترجيحات الإمام أبي عبيد القاسم بن سلاّم بن عبد الله الهروي في الزكاة من كتاب الأموال M Muthoifin; Sudarno Humaidi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.8084

Abstract

Abstract: The needs of low income families hasn't been fulfilled as it should be. Even poverty issues hasn't been solved yet. Therefore, the writer willing to involve in solving the issue by presenting the results of Tarjih from Ulama who's mastered in so many religious disciplines. He lives in Imam Syafi'ie and imam Ahmad's era. He is famous with his ability in Arabic language. He is Qasim bin Salaam, which commonly known as Abu Ubaid. He states on his book (Kitabul Amwal) Varieties of sources of public wealth managed by the government. Some of them are taxes, Ghanimah, Fa'i, Zakat and so many more. Meanwhile the writer only picks Zakat as his research object. This is because all Muslims have the ability and freewill to manage it at the maximum level. The writer limits his research into two points: first: what is the results of Abu Ubaid's Tarjih. Second: what is the method of Abu Ubaid in his Tarjih. The main purpose of this research is to know his tarjeh and the basis of it. While providing benefits to Amil zakat, fatwa institutions, and alike. So that the result of this research serve as a reference in regulating the wealth allocation on Zakat and in issuing fatwa. The conclusions of the research is: That in general Abu ubaid uses the method (manhaj) of the majority of ulama in interact with Dalils that looks contradictive. First, he tried to colaborate (jam'u) two Dalils that contradictive. Then if it can't be collaborated, he chooses (tarjih) one of the two Dalils without using the others. He wasn't do Naskh because he was able to Tarjih the whole problem of zakat in his book. If there is two Dalils that contradictive, he'll choose the Shohih one. He put Dalil first rather than Atsar and Qiyas. However if the Dalil is Dhoif he will choose Atsar and Qiyas. He put Atsar of the shohabat first rather than the words of ulama after them. If there is two Qiyas that contradictive, he'll choose Qiyas that supported with Dalils or in accordance with the general rules of the religions. Abstrak: Kebutuhan orang-orang yang berkekurangan belum terpenuhi sebagaimana mestinya. Bahkan kefakiran dan kemiskinan juga belum teratasi. penelitian ini sebagai wujud dari andil kami dalam menuntaskan masalah tersebut dengan cara mempersembahkan hasil Tarjih seorang ulama yang menguasai banyak disiplin ilmu Agama, hidup di masa imam Syafi’i dan imam Ahmad dan terkenal sebagai ahli bahasa Arab. Dia adalah Qosim bin Sallam yang biasa disebut Abu Ubaid. Dalam bukunya (Kitabul Amwal) ia menulis bermacam-macam sumber kekayaan umum yang dikelola olah Negara. Seperti pajak, Ghonimah, Fa’i’, Zakat dan lain sebagainya. Permasalahan Zakatlah yang kami pilih sebagai obyek penelitian karena umat Islam memiliki kemampuan dan kebebasan untuk mengelolanya secara maksimal. Penelitihan ini kami batasi pada dua point saja: Pertama : Apa saja hasil Tarjeh Abu Ubaid. Kedua : Sebab atau landasan beliau dalam mentarjih. Tujuan utama dari penelitihan ini adalah mengetahui hasil Tarjeh Abu Ubaid serta landasannya dan memberikannya kepada lembaga-lembaga amil Zakat, lembaga-lembaga fatwa, dan yang serupa dengan itu. Agar hasil penelitihan ini dijadikan sebagai bahan rujukan dan pertimbangan dalam mengatur harta Zakat dan mengeluarkan fatwa. Kesimpulan dari penelitihan ini bahwa secara umum Abu Ubaid menggunakan methode (Manhaj) mayoritas Ulama dalam berinteraksi dengan dalil-dalil yang kelihatannya bertentangan. Yaitu pertama-tama ia berusaha mengkolaborasi (Jam’u) dalil-dalil yang bertentangan. Jika tidak dapat dikolaborasikan, maka ia memilih (mentarjih) salah satu dari dalil-dalil tersebut. Ia tidak melakukan Naskh karena sanggup mentarjih seluruh permasalahan Zakat dalam bukunya. Jika ada dalil-dalil yang bertentangan, maka ia memilih (mentarjih) salah satu yang ia anggap Shohih. Jika ada Hadits, Atsar dan Qiyas saling bertentangan, maka ia mendahulukan Hadits dari pada Atsar dan Qiyas, jika Hadits tersebut Shohih. Jika Haditsnya Dhoif, ia lebih memilih Atsar dan Qiyas. Jika hanya terdapat satu Hadits dalam suatu masalah, jika Hadits tersebut dikuatkan oleh Atsar atau Qiyas, maka ia tetap mengambilnya meskipun Dhoif. Ia mengutamakan Atsar Sabahat dari pada perkataan ulama setelah mereka. Jika ada dua Qiyas yang bertentangan beliau memilih Qiyas yang didukung oleh dalil atau sesuai dengan kaidah-kaidah umum Agama.  الملخص: إن مما يدفع الباحث إلى اختيار هذا الموضوع ما يجري في واقع الحياة بمحتمعنا أن حوائج المحتاجين لم تسد على الوجه المطلوب والفقر والحرمان لم يمحا من الوجود . فأراد الباحث إسهام ما استطاع لأجل المشاركة في حل هذه القضية بتقديم ترجيحات أبي عبيد القاسم بن سلاّم الهروي في مسائل الزكاة . لأنه عالم متقن في كثير من الفنون الإسلامية ومن معاصري الإمامين الشافعي وأحمد وممن يقبله الناس. اختار الباحث مسائل الزكاة من كتابه لتكون موضوعا لبحثه لأن المسلمين لايزالون في سعة وقدرة في تنفيذها بخلاف المسائل الأخرى . وحدد الباحث نقطتين لبحثه . الأولى ترجيحاته والثانية أسباب ترجيحاته وتعليلاتها . مستهدفا معرفة ترجيحات أبي عبيد وأسبابها ، لتكون مرجعا للقائمين بجمع الزكاة وصرفها في مواضعها ، وليسترشدوا بها في تطبيقاتهم لأحكام الزكاة . كما استهدف إبراز جانب الفقه في شخصية أبي عبيد . والمنهج الذي أسير عليه في كتابة هذا البحث هو ذكر أقوال الفقهاء التي ذكرها أبو عبيد وأدلة كل قول بإيجاز ، ثم أذكر ترجيحاته مع بيان أسبابها وتعليلاتها . ثم أذكر موقفي من ترجيحاته موافقة أو مخالفة مع بيان أسباب ذلك. وقد توصل الباحث إلى التنيجة التي تتلخص فيما يلي : إن أبا عبيد قد نهج منهج الجمهور في التعامل بين النصوص الشرعية التي ظاهرها التعارض . حيث إنه حاول الجمع بينها أولا ، وإذا لم يمكنه ذلك قام بترجيحها . ولم يدخل أبو عبيد في النسخ لأنه استطاع ترجيح جميع مسائل الزكاة في كتابه . وعند التعارض بين النصوص قام بترجيح النص الصحيح . وعند التعارض بين النص والآثار والقياس فإنه رجح النص عليها إن كان صحيحا ، وإذا كان ضعيفا فإنه رجح الآثار والقياس عليه . وإذا لم يوجد في المسألة إلا حديث واحد فإنه أخذه بشرط أن تكون هناك آثار وقياس تشهد له وتؤيده ، وإن لم تكن هناك آثار وقياس تشهد له وتؤيده فإنه لا يأخذه . قدم أبو عبيد آثار الصحابة على أقوال من بعدهم . وعند التعارض بين الأقيسة رجح أبو عبيد قياسا صحيحا مؤيَّدا بالنص أو بالقواعد العامة في الدين على قياس فاسد عير معتبر . وقد يرجح بين أقوال الفقهاء بناء على مهارته في تفسير ألفاظ النصوص الشرعية.الكلمات الرئيسة: ترجيح، أبو عبيد، الزكاة، كتاب الأموال.
Co-Authors A Amrin Abd Azis Hasyim Abdualhmeed Alqahoom Abdul Fatah Bintoro Abdul Rohim Luqman Hakim Marwa Ash Sidiq Abdul Rohman Abdullah Mahmud Abdurrohim, Ali Aboubacar Barry Abubakar Muhammad Achmad Sudibyo Adam Endra Dharma Iskandar Adian Husaini Adinda Satria Bagus Adnanda Yudha Rhealdi Adnanda Yudha Rhezaldi Affandi, Muchammad Taufiq Afiv Wahyudi Afiyah, Ishmah Afra Kansa Maimuna Agus Mulyadi Agus Mulyadi Agus Widodo Ahmad Alfarobi Jauharul Ilmi Ahmad Imam Hambali Ahmad Imam Hambali Ahmad Nurrohim Ahmadi Abd Adzim Ahmadi Abdul Adzim Ahmed Khondoker, Saif Uddin Ainiah Ainiah Ainiah, Ainiah Aisha Bahaaeldin Eprahim Ali Aisyah Abdul Jabbar Aisyah Nurhayatii Ajis Subhan Edi Al-Amin Al-Gifari Alam, Faizan Alberto Emmanuel Conti Morales Alberto Emmanuel Conti Morales Alfiana, Chatrine Yorda Alghifari, Muhammad Azmi Alhakam Wicaksono, Imam Ali Abdurrohim Ali Ali Hussein Ghazwan Aliem Amsalu Amel Saib Amel Saib Amir Amir, A Amrin Anas Asy’ari Nashuha Anass Benichou Andri Nirwana AN Andrianto Anindya Salsabila Anindya Salsabila Aqidatul Izza Ari Anshori Ari Anshori Ari Anshori, Ari Ari Kurniawati Arif Wicagsono, Muhammad Arifah Cahyo Andini Suparmun Arina Fadhilaatika Ariq Fadhlur Cahyanto9 Arjun Nath Atikah Markhamah Ayyusufi Aulia Azka Maulana Aulia Azka Maulana A’idatun Nisa B Bernardlauwers Badaruddin Badaruddin Badarudin Badarudin Badrus Zaman Bambang Priyambodo Bambang Priyambodo, Bambang Bambang Sumardjoko Barkah Abdurrohman Barra Hannan Al Harist Barry, Aboubacar Bayu Mufti Sugiyanto Bayu Mufti Sugiyanto Begum, Sazirul Bello Ali Bello Ali Bramantyo Suryo Nugroho Budi Badrul Zaman Cahya Rahma Utami Camila Garcia Conti Morales, Alberto Emmanuel Daffa Ghifari Dania Deby Trisia Dewi Rohmah Didik Hernawan Dimas Setyo Fathoni Dolles Marshal, Fahmi Dwi Astuti Dwi Astuti Edwards Geraldine Eka Intan Kusuma Wardhani Eko Supriyanto Eko Supriyanto Eprahim Ali, Aisha Bahaaeldin Erham Budi Wiranto Erna Wigati Erna Wigati Fadli, Nazar Fahmi Dolles Marshal Fahrurozi Fahrurozi Fahrurozi, Fahrurozi Farah Rhesyfa Abril Faruq Naufaldi Bintoro Fatihah Zakiya Aqmal Fauziah Zulfa Nur Laila Feri Septianto Fiddarain, Zaduna Firdaus, Inayah Firman, Muhammad Syafry Firman, Muhammad Syafry Firman Fuadi Geraldine, Edwards Ghefira Nur Fatimah Ghiffary Aulia Rahman Haidar Ali Haidar Edward Lumbantobing Hajjah Berlian Mustika Halimatus Sa’diyah Hambali, Ahmad Imam Hamzah Assuudy Lubis Hanafi, Murtala Hanif Fibiana Asyhari Hanifa, Hanifa Hanifah Ridha Azzahra Hanifah Wafa Firdaus Hardin La Ramba Hasram Efendi Hatta Ahmad Syarif Heldy Ramadhan Putra P Hendra Dwi Aditya Heni Handriani Henny Purwanti Hidayat, Syamsul Hidayati, Priska Nurul Hikmatunnajat, Mukhammad Ibrahim ElBasiouny, Mohamed Gamal Idad Difaul Haq Ika Safitri Windiarti Ikhlima Yaumil Fitri Bansu Ikhsan Hasang Ikhsanto, Nur Eko Imam Arifin Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Inayah Firdaus Intan Trisakti Iqbal Kurniawan Irfan Rosyadi, Rozi Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Iskandar, Adam Endra Dharma Islam, Rezaul Ismail Abdul Ghani al-Jalal Ismail, Ari Isman Isman Isman Isman Isman, Isman Ivana, Rossalind Mutiara izza, Aqidatul Jihan Husna Srifyan Jihan Husna Srifyan Jihan Husna Srifyan Jobeda Khanom K Khairusoalihin Kaleem Chaghtai Khairusoalihin Khairusoalihin Khaulah tranggano Kiran Nawaz Kurniawati, Ari Kuswardani Dyah Ayu Kusumaningrum Kuswardani Dyah Ayu Kusumaningrum Kyeyune Hamidu Latifah Salsabil Nikmah Laylatushabrina Muharromah Lestari, Putri Dwi Lucísini Fersano Lucísini Fersano Lukman Yafi Luthfi Muhyiddin M Fachdir Saputra M Fachdir Saputra M Mahmudulhassan M. Ainul Yaqin Mahmoud Saleh Mubarak Bin Humaid Mahmudulhassan Mahmudulhassan Mahmudulhassan Mahmudulhassan, M Mahmudulhassan, Mahmudulhassan Maisu, Mr. Anat Mariam Elbanna Mariam Elbanna Mariam Elbanna Marina Ayu Ningtyas Marshal, Fahmi Dolles Masfuroh Misfah Maulana Elpraja Sami’ul Haq Md. Ishaque Meguellati Achour Moh Abdul Kholiq Hasan Mohamed Akhiruddin Ibrahim Mohammad Ali Mohammad Ali Mohammad Fahrurroni Mohammad Ramdhan Mr. Anat Maisu Muchammad Taufiq Affandi Muchammad Taufiq Affandi Muchammad Taufiq Affandi Muchammad Taufiq Affandi Muh Nur Rochim Maksum Muh. Riefqi Aryadi Muhamad Arifin Muhamad Subhi Apriantoro Muhamad Taufik Hidayat Muhammad Ali Muhammad Ali Akbarsyah Muhammad Ammar Al-amudi Muhammad Badat Alauddin Muhammad Fadhli A'la Muhammad Habib Yuldihansyah Muhammad Hamad Al-Nil, Barakat Muhammad Ahmad Muhammad Hamma’Adama Ahmad Muhammad Ibnu Hibban Muhammad Ilham Amrullah Muhammad Imam Riswanto Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Khoirul Malik Muhammad Muhsin Muhammad Rayhandi Isral Muhammad Reza Aziz Prasetya Muhammad Rizal Muhammad Rosyid Ridlo Muhammad Taufik Hidayat, Muhammad Muhammad Thohir Ihsan Muhammad Wael Chafoory Mukhtar Arifin Mulyadi, Agus Mustika, Hajjah Berlian Mutohharun Jinan Muzakkir Muzakkir Muzakkir Muzakkir N Nuha N Nuha Nabila Hadad Pirdos Nabilah Al Azizah Nabilla Andasari Putri Nadhif Rais Al-Mufti Naila Hanin Naswa Naiza Assyafa Amisa Rizki Nanda Kurnia Putra Nasrullah Naufal Farrel Himawan Nazar Fadli Nazmah Nazmah, Nazmah Nikmah, Latifah Salsabil Nisa Azzahro Nisa, A’idatun Noornajihan Jaafar Noto Narwanto Nourelhuda S. B. Elmanaya Nuha Nuha Nuha - Nuha, N Nuha, Nuha Nur Eko Ikhsanto Nur Sillaturohmah Handayani Nur Sillaturohmah Handayani Nur Wachidah Nurdin Arifin Nurhayatii, Aisyah Osman Musa, Eltom Ishaq Parwati Prabu Arya Sembara Pramesty, Icha Pramono, Alya Fatimah Preti Nilam Wailissa Purnama, Erlangga Wanda Putra Anshari Siregar Putra, Ali Akbar Sari Putri Dwi Lestari Putri Dyah Ayu Pramesti Putri, Fernanada Monica Qolbi, Fikri 'Ainul Qoree Butlam Rafsanjani, Hasmi Rahma Nabilah Rahmawati, Saidah Ranatri Puruhita Rania Mahmoud ELSakhawy Rania Mahmoud ELSakhawy Rezaul Islam Rima Aritaningsih Risma Silviani Putri Rita Hartati Riza Monasyifa Rizka Rizka Rizka, R Rizqi Will Ramadlan Rojif Mualim Rojif Mualim Rojif Mualim Rosi Hayyu Rosyid, Muh. Adi Abdur Rozi Irfan Rosyadi Ruwandi Susanto S Sahman Z S Subhan Sabar Narimo Saefuddin, Didin Saidah Rahmawati Saif Uddin Ahmed Khondoker Saifudin Sajiwo Tri Prakoso Salahudin Salahudin Salma Atikassari Salma Nasrin Salsabila, Fahreza Nur Sana Ashraf Sanyoto, Tri Saputro, Yogi Muhammad Sayyid Ridha Sazirul Begum Sa’adatur Robi’ah Sa’diyah, Halimatus Sekar Ayu Aryani Setiawan Budi Utomo SETIAWAN, SUGENG Shahbaz Alam Shofiy Adilah ‘Afaf Sigit Trihariyanto Sigit Trihariyanto Silvan Khowiyunanto Sinta Thia Anggraeni Siti Amalia Wahyu Pratiwi Siti Nadhira Indah P.I Siti Nur Asia Siti Sitatul Mar’ah Soleh Amini Yahman Sondos Jehad Shnewra Sri Mawarni Sri Nurhayati Subhan Subhan Sudarno Shobron Sudarno Shobron Sudarno Shobron Sudarno Shobron, Sudarno Sudarno Sudarno Sudrajat Sudrajat Sugiyanto, Bayu Mufti Suryono Suryono Suryono Suryono Sya'roni Sya'roni Syamsul Bachri SYAMSUL HIDAYAT Syamsul Hidayat Tafrihan Masruhan Tesnawati, Eriz Thufail Al-Mutawakkil Thufail Al-Mutawakkil Tina Oktatianti tranggano, Khaulah Tray Sia Suprapto Tri Maryati Tri Maryati, Tri Tri Oktarina Tri Wahyuningsih Tri Wahyuningsih Tri Wahyuningsih Trihariyanto, Sigit Triono Ali Mustofa Trisno Trisno Susilo Ulfi Nurhida Mahardika Valijon Ghafurjonovich Macsudov Wachidah, Nur Wahyono, Sigit Wahyu Ari Indriastuti Wahyu Ari Indriastuti Waston Waston Wicaksono, Imam Alhakam Widjiono Purnomo Wildan Mahir Muttaqin Yahya Muhammad Thaib Yahya Muhdiana Fauzin Yeni Insyirah Yeti Dahliana Yunita Sari Yusi Mardiah Cahyani Zafran Akhmadery Arif Zahrina Iza Al-Rahman Zahrotul Uyun Zahrotul Uyun Zaini Fajar Sidiq Zakiyyah Nurul Lathifah Zidni, Kusumaning