p-Index From 2021 - 2026
18.606
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farabi Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr Jurnal Pilar Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Religi: Jurnal Studi Agama-agama Sulesana JICSA Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam SHAHIH : Jurnal Ilmu Kewahyuan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Living Islam: Journal of Islamic Discourses Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam jurnal ilmiah hospitality Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Open Access Indonesia Journal of Social Sciences BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Filsafat Indonesia IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kewarganegaraan Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Jurnal Kolaboratif Sains Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies COMPARATIVA: Jurnal Ilmiah Perbandingan Mazhab dan Hukum Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial ADIBA: Journal of Education Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Tafsere El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Innovative: Journal Of Social Science Research Kartika: Jurnal Studi Keislaman Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Moderasi : Journal of Islamic Studies Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Fastabiq: Jurnal Studi Islam Carita : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Socius: Social Sciences Research Journal Asthadarma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Innovative and Creativity MADIKA: Jurnal Politik dan Governance International Journal of Islamic Studies Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Al-Risalah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Rahmad Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Quran Al Urwatul Wutsqa
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Keseimbangan Kosmik: Keesaan Tuhan dan Pluralitas Makhluk Perspektif Sufi Sulkifli Idrus; Indo Santalia; Andi Aderus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.353

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemahaman sufistik mengenai pluralitas makhluk dan keesaan Khalik, serta dampaknya dalam konteks sosial dan budaya. Pluralitas makhluk merujuk pada keragaman yang diciptakan oleh Allah, di mana setiap makhluk memiliki peran dan fungsi yang unik di alam semesta. Di sisi lain, keesaan Khalik menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta yang menghubungkan semua makhlukNya. Melalui sudut pandang sufisme, studi ini menekankan pentingnya toleransi, kerukunan, dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya dan agama. Pemahaman ini tidak hanya mendorong interaksi sosial yang positif, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab spiritual untuk menciptakan harmoni dalam masyarakat. Dengan menonjolkan kesatuan dalam perbedaan, kajian ini berusaha memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana sufisme dapat berkontribusi pada pemahaman antargama dan budaya yang lebih baik.
Konsep Emanasi Perspektif Filsuf Islam Eka Mahendra Putra; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.508

Abstract

Alam semesta merupakan entitas kompleks yang senantiasa menjadi objek kajian lintas disiplin, mulai dari fisika, astronomi, hingga filsafat dan teologi. Meskipun ilmu pengetahuan modern terus berupaya mengungkap rahasia penciptaannya, hakikat dan asal-usul alam semesta masih menjadi misteri dan bahan perdebatan mendalam. Dalam tradisi filsafat Islam, konsep penciptaan alam semesta melalui teori emanasi menjadi salah satu pendekatan metafisik yang signifikan. Artikel ini membahas konsep emanasi dari perspektif dua filsuf besar Islam: Al-Farabi dan Ibnu Sina. Keduanya menolak pandangan ex nihilo dan menggagas bahwa alam tercipta dari pancaran Ilahi secara bertingkat melalui proses intelektual murni. Al-Farabi menyusun skema hierarkis emanasi dari Tuhan sebagai Wujud Niscaya hingga terbentuknya dunia materi, sementara Ibnu Sina memperluas pemikiran ini dengan sistem metafisika yang lebih terstruktur dan rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis deskriptif untuk mengungkap pemikiran kedua tokoh tersebut. Dengan demikian, teori emanasi menjadi jembatan antara akal dan wahyu dalam memahami kosmos dalam bingkai tauhid dan rasionalitas filosofis Islam.
Filsafat Akhlak Dalam Pemikiran Etika Kontemporer syahrir syahrir; Indo Santalia; Tabhan Syamsu Rijal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1135

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang filsafat akhlak dalam etika kontemporer khususnya dari perspektif Islam. Kajian ini akan menelusuri bagaimana prinsip-prinsip etika Islam dapat memberikan kontribusi, kritik, atau bahkan alternatif terhadap berbagai aliran pemikiran etika kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang merupakan bentuk penelitian yang berkaitan dengan analisis teks berupa sumber-sumber kepustakaan yang fokus pada pembahasan filsafat akhlak dalam pemikiran etika kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan filsafat akhlak dalam Islam tidak hanya memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan etika kontemporer tetapi juga menawarkan kerangka alternatif yang berakar pada prinsip-prinsip teologis yang kuat. Filsafat akhlak menantang asumsi-asumsi sekuler dan antroposentris dalam etika modern dan menawarkan perspektif yang lebih holistik, transenden, dan berorientasi pada keadilan dan kemaslahatan yang sejati.
Kajian Kritis Tentang Jiwa dalam Pemikiran Islam (Bedah Anatomi Jiwa dari Berbagai Perspektif) Gishar Hamka; Indo Santalia; Tabhan Syamsu Rijal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1910

Abstract

Kajian tentang jiwa (al-nafs) dalam pemikiran Islam merupakan topik penting yang telah dibahas secara luas oleh para pemikir dari berbagai disiplin, mulai dari tafsir, filsafat, hingga tasawuf. Jiwa dipahami bukan hanya sebagai aspek rohaniah yang menghidupkan tubuh manusia, tetapi juga sebagai pusat kesadaran moral, spiritualitas, dan identitas eksistensial manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis anatomi konseptual jiwa dalam khazanah pemikiran Islam klasik dari perspektif Al-Qur'an dan Sunnah, filsafat Islam, serta tasawuf. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu menganalisis literatur primer dan sekunder yang relevan seperti karya Al-Kindī, Al-Fārābī, Ibn Sīnā, Al-Ghazālī, dan pemikir tasawuf lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun pendekatan terhadap jiwa berbeda—filsafat lebih menekankan rasionalitas dan struktur metafisis, sementara tasawuf lebih menekankan pengalaman spiritual dan penyucian diri—namun keduanya memiliki titik temu dalam memandang jiwa sebagai elemen sentral dalam pembentukan kepribadian dan kesempurnaan manusia. Jiwa dalam Islam digambarkan memiliki perjalanan bertahap, dari nafs ammarah (jiwa yang condong pada kejahatan), menuju nafs lawwāmah (jiwa yang sadar dan mencela diri), hingga nafs muṭma’innah (jiwa yang tenang dan diridai Allah). Temuan ini menunjukkan bahwa konsep jiwa dalam Islam sangat relevan dalam menghadapi tantangan kontemporer seperti krisis identitas, degradasi moral, dan kekosongan spiritual. Oleh karena itu, aktualisasi konsep tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa) sangat penting tidak hanya dalam tataran teoretis, tetapi juga dalam praksis kehidupan Muslim modern sebagai upaya membangun karakter yang utuh dan berintegritas.
Konsep Ketuhanan Dalam Tiga Mazhab Teologi Islam Klasik dan Kaitannya dengan Kalimat Tauhid: Analisis Komparatif Mu'tazilah, Asy'ariyah, Dan Maturidiyah Muthmainnah Muthmainnah; Indo Santalia; Tabhan Syamsu Rijal; Andi Aderus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai definisi teologi Islam, serta ruang lingkup dan pentingnya dalam konteks pemikiran Islam. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan konsep aspek ketuhanan yang dipahami oleh tiga mazhab besar dalam teologi Islam, yaitu Mu'tazilah, Asy'ariyah, dan Al-Maturidiyah, serta perbedaan pandangan mereka mengenai sifat-sifat Allah dan keesaan-Nya. Selain itu, penelitian ini menggali keterkaitan antara perdebatan teologis mengenai aspek ketuhanan dengan kalimat tauhid ("Lā ilāha illā Allāh"), serta bagaimana masing-masing mazhab menginterpretasikan kalimat tersebut dalam konteks ajaran mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research)Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam pandangan ketiga mazhab mengenai aspek ketuhanan, semua mazhab sepakat bahwa tauhid adalah inti dari ajaran Islam. Perdebatan teologis ini tidak hanya memperkaya khazanah pemikiran Islam, tetapi juga memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana umat Islam memahami hubungan mereka dengan Tuhan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kontribusi pemikiran teologi dalam sejarah Islam dan dampaknya terhadap pemahaman umat Islam tentang ketuhanan dan praktik keagamaan mereka. Akhirnya, penelitian ini bertujuan untuk mendorong diskusi lebih lanjut dan penelitian lanjutan mengenai aspek-aspek ketuhanan dalam teologi Islam, serta relevansinya dalam konteks modern.
Tekstualitas Dan Kontekstualisasi Ajaran Islam Dalam Al Quran Dan Hadis Ridwan Sahrani; Indo Santalia; Tabhan Syamsu Rijal; Abdul Rachman Sahrani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1983

Abstract

This article explores two major approaches in understanding Islamic religious texts: the textual (literalist) approach and the contextual (interpretive) approach, and their implications for contemporary Muslim life. The textual approach emphasizes a literal reading of the Qur’an and Hadith, while the contextual approach takes into account historical, social, and maqāṣid al-sharī‘ah considerations. Using a qualitative library research method, this study examines selected verses and hadiths interpreted through both lenses and proposes an integrative (wasatiyyah) approach to address contemporary challenges without compromising Islam’s normative foundations. The findings reveal that synthesizing both approaches provides an understanding that is both authoritative and socially relevant.
Sunni Syiah: Titik Perbedaan dan Kemungkinan Harmonisasi antara Keduanya Abdul Rahman; Indo Santalia; Tabhan Syamsu Rijal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2033

Abstract

This study investigates the historical, theological, and socio-political differences between Sunni and Shia Islam. By examining core issues such as leadership, understanding of the Prophet's companions, and interpretation of the Quran, the study highlights the complex factors that contribute to sectarian divisions. The paper then explores the potential for harmonization between the two sects, focusing on the importance of interfaith dialogue, education, and community-building initiatives. Although Sunnis and Shias share a common foundation in Islamic belief, their differing perspectives on key doctrinal and historical issues have caused sectarian tensions for centuries. The study argues that by fostering mutual understanding, promoting tolerance, and addressing the underlying political and social factors, sectarian conflict can be reduced and bridges can be built between Sunni and Shia communities. The paper concludes by emphasizing the importance of continued dialogue and cooperation in achieving lasting peace and harmony in the Muslim world.
Kajian Epistemologis Komparatif: Filsafat Sains Modern dan Al-Qur’an dalam Konteks Pengembangan Paradigma Fisika Kontemporer Ana Dhiqfaini Sultan; Andi Aderus; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5824

Abstract

Perkembangan fisika modern menghadirkan tantangan epistemologis mendalam tentang hakikat kebenaran ilmiah. Penelitian ini mengkaji persamaan, perbedaan, dan potensi integrasi epistemologis antara filsafat sains modern dan epistemologi Al-Qur'an dalam konteks fisika melalui studi kepustakaan dengan analisis komparatif konseptual. Sumber data mencakup literatur peer-reviewed (2020-2025), Al-Qur'an, dan tafsir kontemporer, dengan sampel 40-50 sumber dipilih purposif. Data dianalisis menggunakan analisis konten kualitatif dengan koding tematik pada tiga dimensi epistemologis: sumber pengetahuan, metode perolehan, dan konsep kebenaran. Hasil menunjukkan filsafat sains modern menekankan kebenaran provisional berbasis empirisme dan rasionalitas yang dinamis, sedangkan epistemologi Al-Qur'an memposisikan wahyu sebagai kebenaran mutlak terintegrasi dengan akal dan pengamatan dalam kerangka etis-spiritual. Meskipun berbeda, kedua epistemologi memiliki convergence signifikan: keduanya menghargai pengamatan empiris, rasionalitas, dan komitmen pencarian kebenaran. Analisis mengungkapkan potensi integrasi sinergis di mana metodologi ilmiah sains modern menjamin kepastian pengetahuan, sementara epistemologi Al-Qur'an menyediakan orientasi etis-spiritual yang melindungi sains dari relativisme. Implikasi mencakup pembukaan subfield comparative epistemology, pengembangan model pembelajaran fisika holistik yang meningkatkan motivasi dan scientific citizenship bertanggung jawab, dan kemungkinan penelitian yang dipandu nilai-nilai etis-spiritual. Studi ini mengisi kekosongan literatur tentang dialog epistemologis sistematis antara sains modern dan wahyu, dengan rekomendasi riset lanjutan mencakup implementasi empiris, eksplorasi multidisiplin, dan integrasi epistemologi klasik.
Puncak-Puncak Capaian Sufistik Dalam Perspektif Metodologis Andi Hasriani Asfar; Andi Aderus; Indo Santalia; Yasser Mulla Shadra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji puncak-puncak capaian sufistik dalam tradisi tasawuf melalui pendekatan metodologis yang komprehensif. Fokus kajian diarahkan pada konsep-konsep sentral seperti ma‘rifat, fana’, baqa’, ittihad, hulul, dan wihdat al-wujud, serta bagaimana konsep tersebut berkembang dalam konteks historis, epistemologis, dan teologis. Penelitian ini juga menelaah bagaimana pengalaman puncak sufistik dipahami, diinterpretasi, dan dipersoalkan dalam wacana kontemporer, khususnya terkait otoritas spiritual, validitas pengetahuan mistik, serta implikasi etis dan sosialnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi yang dipadukan dengan pendekatan historis-kritis, hermeneutis, dan fenomenologis. Karya-karya klasik tokoh sufi seperti Al-Ghazali, Al-Qusyairi, dan Ibn Arabi, serta literatur akademik kontemporer tentang tasawuf, dijadikan sumber utama dalam merumuskan gambaran metodologis yang utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puncak capaian sufistik merupakan konstruksi multidimensional yang tidak dapat dipahami hanya melalui kerangka teologis, tetapi juga menuntut pembacaan psikologis, sosial, dan epistemologis. Pendekatan fenomenologis mengungkap sifat subjektif namun terstruktur dari pengalaman mistik, sementara pendekatan historis menyoroti konteks sosial-politik yang membentuk kontroversi seputar konsep seperti ittihad atau wihdat al-wujud. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap capaian sufistik harus diletakkan dalam kerangka metodologis yang integratif agar mampu menjelaskan kompleksitas pengalaman spiritual, sekaligus menilai relevansinya dalam menjawab persoalan spiritual modern. Tasawuf tetap memiliki signifikansi kontemporer sejauh dipahami secara kritis, etis, dan berbasis pada otentisitas tradisi.
Pluralitas Makhluk Dan Keesaan Khaliq: Telaah Kritis Konsepsi Para Sufi Mayani Mayani; Andi Aderus; Indo Santalia; Yasser Mulla Shadra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5940

Abstract

Artikel ini membahas konsep pluralitas makhluk dan keesaan Khaliq dalam perspektif tasawuf, dengan menyoroti perbedaan pemaknaan antara tasawuf falsafi dan tasawuf akhlaqi. Pluralitas makhluk dipahami sebagai kenyataan ontologis yang diakui oleh al-Qur’an, sementara keesaan Khaliq merupakan prinsip fundamental tauhid yang menjadi dasar seluruh bangunan teologi Islam. Kajian ini menunjukkan bahwa para sufi tidak menafikan keesaan Tuhan dalam memahami kemajemukan makhluk, melainkan berupaya menjelaskan relasi ontologis antara Yang Esa dan yang banyak melalui pendekatan spiritual dan metafisis. Tasawuf falsafi memaknai pluralitas sebagai manifestasi atau tajalli dari Wujud Tunggal, yang melahirkan konsep-konsep seperti fana’, baqa’, ittihad, hulul, wahdat al-wujud, serta doktrin Nur Muhammad sebagai asal mula kosmik. Sementara itu, tasawuf akhlaqi menegaskan perbedaan esensial antara Khaliq dan makhluk, dengan tetap mengakui pengalaman spiritual selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid dan syari‘ah. Melalui analisis komparatif, artikel ini menegaskan bahwa perbedaan tersebut lebih bersifat metodologis dan ekspresif, bukan pada penolakan terhadap tauhid. Dengan demikian, pemikiran sufistik tentang pluralitas makhluk dan keesaan Khaliq merupakan upaya intelektual-spiritual untuk memperdalam makna tauhid, bukan penyimpangan dari ajaran Islam.
Co-Authors A, Arlan Abbas, Nurlelah Abd Ramim Yunus Abd. Rahim Yunus, Abd. Rahim Abdul Rachman Sahrani Abdul Rahmad Abdul Rahman Abdullah Aderus, Andi Afifah Amatullah Afzazul Rahman Agus Masykur Ahsun Inayati Aisyah Kara Al Khair Syam, Akmal Almahdali, Sayyid Syahdan Almutawallid, Almutawallid Alwi Amis, Moh Amri, Muh. Amsil, Alif Fahrezy Ana Dhiqfaini Sultan Andi Aderus Andi Aderus Andi Aderus Andi Ahmad Zahri Nafis Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Hasriani Asfar Andi Muhammad Darul Aqsah Anggi Anggraini, Anggi Aniq Akhmad Ali Bawafie Anis Abd Rahman Anwar Abu Bakar Arfah, Andi Muhammad Awaluddin Arfan Arfan Arifin, Zainuddin AshShiddiq, Nashiruddin ASNI Asri Jaya Asy'ary Ulama'i, Khaerul Aulia, Guruh Ryan Awal Awal , Awal Ayu Oktoviasari, Vera Bakri, Muammar Barsihannor Barsihannor Barsihannor, Barsihannor Basri Basri Besse Mutmainnah Besse Mutmainnah* DARMANSYAH . Eka Damayanti Eka Mahendra Putra Erfika Fajrin, Fajrin Fathuddin, Muhammad Habib Fathul khair fikar, Zulfikar Firmansyah, Fiqih G, Wahyudi G., Wahyuddin Gishar Hamka H, Hartinawanti Haidar Ali Halik, Muamar Kadafi Hammadi, Hammad Farhan Hamzah, Ekawati Haniah Haq, Fitri Maylan Harun, Hamza Harun, Hamzah Hasriadi, Hasriadi Hayati, Amirullah Herman, Muhammad Akbar Hilman Nafian Hunaifi, Ilham Husnul Khatimah Husyin Saputra I, Irmawati Ilfah Luthfiah Ilham Imam Sanusi Irmawati Irmawati Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Isrha, Muhammad Jafar, Usman Jeprianto Jeprianto Juliasti, Evin Jusmiati Kaharu, Ninin Riska Syahfitri Kamridah Kamridah Kara, Siti Aisyah Karina Arianti Karmawati Karmawati Kasiono Kasiono Kasiono Kasriadi Kasriadi Kasriadi, Kasriadi KHAIRUL HUDA, KHAIRUL Khaliq Khaliq Khatimah, A. Khusnul Kurniansyah, Muhammad Kurniati La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail M, M. Dahlan M. Sewang, Ahmad Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Mansur Mansur Masnawati Masnawati Masruraini Masruraini Mayani Mayani Miftahuddin Miftahuddin Milawati Milawati Moh Amis Mooduto, Maryam MR, Marwah Muh. Quraisy Mathar Muh. Quraisy Mathar Muh. Yasin Yasin Nur Muhaemin Latif Muhajirin, Muhajirin Muhammad Adryan Muhammad Adryan Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Habibullah Muhammad Haeril Jufri Muhammad Irfan Jufri Muhammad Istiqamah Muhsana, Nurul Afifah Muhsin Muhsyanur Muhsyanur, Muhsyanur Mukarrama, Amalia Mustamin Giling Mustin, Hilgha Muthmainnah Muthmainnah Mutmainnah, Besse N, Nurfadilah N, Nurhaerat N, Nurhasmi Nafis, Andi Ahmad Zahri Najamuddin, Andi Naufal, Muflih Nawir, Muhammad Yusril Nuha, Ken Ulin Nur Afni A. Nur Ali, St. Maisyah Nur As’ad HL, Muh Nurbaya N, Nurbaya Nurdin Nurdin Nurfania, Andi Elvira Nurhikmah Nurlaelah Abbas Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurman Said Nurrahmadhani Nadar Nurul Alfian Nurul Intan, Magfira Nurul Islamiah Nurul Islamiyah Premiwati, Elsi Pujirana, Andi Isni Purnama, Yulia Putri Amanda Lestari Qoimah, Lailatul Qorina, Ulfa R, Rahmatullah R, Rahmawati R, Restu R, Rian R, Rismayani r, Riswan R, Rusdin Rahantan, Ahmad Rahmah, Jabal Rahmat Arsyad Rasdin, Rasdin Ratna Reni Reni, Reni Ridwan Sahrani Rifki Rifky Akbar Sahrul, Muhammad Rijal, Tabhan Syamsu Rubi Awalia Rusli, Nur Fadhilah Rustam Rustam Saenong, M. Kafrawy Sahrullah Sahrullah Salahuddin Saleh Al Hadab Saleh, Syamsudduha Salito Salito Samiang Katu, Samiang Samsudin, La Ode Samsuriadi Samsuriadi Saputra, Muh Ade Satriani Satriani Sitti Nur Fatimah Sopu, Salahuddin St. Salehah Madjid suardi, alfina Subhan, Nuraini Subhan, Nurul Izzah Sudin Yamani Sulfiana Sulkifli Idrus Syafaruddin, Baso syahrir syahrir Syakur, Muh. Asyraf Syamsu Rijal, Tabhan Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuduhha Saleh Syamsul Arif Galib Syamsul Bahri Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Talib, Abdullah Tanal, Ana Nurwina Taufik Taufik Thalib, Abdullah Tulhidayah, Radhiah Umar Umar Umar Umar Umar, Hendra Ummu Awaliah Umrati, Umrati W, Walib Wahda, Nur Aqiqah Wahyuddin G Wahyuddin G Wahyuddin G, Wahyuddin Wahyuddin G. Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Wahyuddin Wahyudi G Wahyudin G Wasfiyah, Faza widia fitria ningsi damang Wulandari, Trikarno yamani, sudin Yasser Mulla Shadra Yusri Handayani Yusriani, Yusriani Zikriadi Zikriadi Zulfahmi Alwi Zulfiani