p-Index From 2021 - 2026
10.715
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Conciencia AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Jurnal Ilmiah Peuradeun Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JCES (Journal of Character Education Society) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Jurnal Pertanian UMSB: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Pertanian Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya Bada'a: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Vokasi Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Jurnal Teknodik Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Cahaya Mandalika JURNAL ILMU PERPUSTAKAN (JIPER) MUBEZA Pemikiran Hukum dan Ekonomi Islam TA'DIB Jurnal Pemikiran Pendidikan Journal of Integrated Elementary Education Jurnal of Applied Business and Banking (JABB) TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Journal of Ocean, Mechanical and Aerospace -science and engineering- (JOMAse) Jurnal Manajemen Dakwah Mauriduna : Journal of Islamic studies Journal Transformation of Mandalika Jurnal Tazakkur Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal of Islamic Education Counseling e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat International Conference on Health Science, Green Economics, Educational Review and Technology (IHERT) Priviet Social Sciences Journal Communautaire: Journal of Community Service Jurnal Ilmiah Sultan Agung Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Journal of Progressive Innovation Library Service (JPILS) Abdimas Mandalika Interdiciplinary Journal of Education Malewa: Journal of Multidisciplinary Educational Research Journal of Sharia and Legal Science Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Bridge: Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi LANCAH Jurnal Inovasi dan Tren e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Madania: Jurnal Kajian Keislaman JMAEKA: Jurnal Manajemen Ekonomi Akuntansi Jurnal Pendidikan Islam Samara: Journal of Islamic Law and Family Studies Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner
Claim Missing Document
Check
Articles

Media Sosial sebagai Alat Informasi dan Komunikasi dalam Manajemen Haji dan Umroh: Studi Kepustakaan Al-Rizki Febriyanti, Clarissa; Sabillah Bahri, Elsa; Taufiqurrahman, Shalman; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1029

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran media social dalam manajemen haji dan umroh, dengan analisis data yang diperoleh dari jamaah melalui survei dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa WhatsApp adalah platform yang paling banyak digunakan (85%), diikuti oleh Facebook (70%), Instagram (55%), Twitter (40%), dan Youtube (35%). Media social terbukti efektif dalam komunikasi dan koordinasi antara jamaah dan penyelenggara, memungkinkan penyebaran informasi cepat dan real-time. Temuan ini sejalan dengan teori komunikasi massa dan difusi inovasi, yang menekankan pentingnya kecepatan dan jangkauan dalam penyebaran informasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses internet dan isu keamanan data perlu ditangani. Penelitian ini menyarankan peningkatan infrastruktur internet, pengembangan kebijakan privasi, serta edukasi penggunaan media social bagi jamaah. Pandemi COVID-19 juga mengeaskan pentingnya media social dalam adaptasi manajemen haji dan umroh selama situasi krisis. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan pada literatur dan menawarkan wawasan praktis untuk peningkatan manajemen haji dan umroh di masa depan. This study explores the role of social media in Hajj and Umrah management, by analyzing data obtained from pilgrims through surveys and interviews. The results show that WhatsApp is the most widely used platform (85%), followed by Facebook (70%), Instagram (55%), Twitter (40%), and Youtube (35%). Social media proved to be effective in communication and coordination between pilgrims and organizers, allowing for quick and real-time information dissemination. This finding is in line with mass communication and innovation diffusion theories, which emphasize the importance of speed and reach in information dissemination. However, challenges such as limited internet access and data security issues need to be addressed. This research suggests improving internet infrastructure, developing privacy policies, and educating pilgrims on the use of social media. The COVID-19 pandemic also emphasizes the importance of social media in the adaptation of Hajj and Umrah management during crisis situations. The findings make a significant contribution to the literature and offer practical insights for the improvement of Hajj and Umrah management in the future.
Implementasi Zakat Modern Rahmatul Dzikri, Ridho; Yumna Mardiyah, Khansa; Sabrina Aziz, Atikah Alfah; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1030

Abstract

Zakat merupakan sebuah syariat yang eksistensinya amat sangat berpengaruh kepada prospek hidup seseorang terutama pada segmen ekonomi, mengingat adanya zakat juga merupakan sebuah ketetapan yang menjadi salah satu dari lima landasan fundamenta keislaman seseorang sehingga harus difahami tiap muslim baik dari segi tekstual maupun kontekstual. Meninjau hal tersebut penulis berusaha mengemas tentang Konsep Pemahaman Zakat di mana persoalan perekonomian telah menjadi hal yang amat sangat nyata mulai dari kesenjangan sosial dan kemiskinan yang kian menjadi sedangkan Zakat merupakan Solusi yang diberikan Syariat Islam guna mengatasi problemik tersebut maka dari itu penulis ingin memberikan gagasan zakat sebagai Solusi menangani berbagai probemik tersebut. Dengan metode penelusuran Pustaka kemudian merelevansikannya dengan sumber-sumber yang akurat atau tervalidasi lalu disusun dalam satu teori yang kompleks agar melahirkan sebuah keterangan yang dapat dipertanggung jawabkan. Melihat realita sosial yang terjadi menegaskan bahwa zakat amat sangat perlu difahami oleh tiap-tiap muslim demi menjaga dan menjunjung kesejahteraan baik individu, Masyarakat, hingga lingkungan. Dengan adanya penelitian ini nantinya akan melahirkan tentang konsep distribusi Zakat yang Efektif, Pengentasan kesenjangan sosial lewat Syariat Zakat, dan Konsep Zakat yang berlaku di indonesia. Zakat is a Sharia law whose existence significantly influences the life prospects of individuals, especially in economic segments, given that zakat is also a decree that forms one of the five fundamental pillars of a person's Islam and therefore must be understood by every Muslim both textually and contextually. In light of this, the author attempts to encapsulate the Concept of Understanding Zakat, where economic issues have become increasingly evident, from social inequality to poverty that is growing, while Zakat is a solution provided by Islamic Sharia to address these problems. Therefore, the author aims to present zakat as a solution to address various issues. Using the method of literature review and relating it to accurate or validated sources, the author compiles a complex theory to produce accountable explanations. Observing the social reality that unfolds confirms the necessity for every Muslim to understand zakat to uphold individual, societal, and environmental well-being. This research aims to elucidate the concept of Effective Zakat Distribution, Alleviating Social Inequality through Sharia Zakat, and the Concept of Zakat as applicable in Indonesia.
Meningkatkan Transparansi dan Efisiensi dalam Manajemen Haji dan Umrah: Tantangan dan Inovasi untuk Pelayanan Prima Jamaah Salsabila, Rahmah; Hafidzah, Aulia; Maali, Faqih; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1052

Abstract

Dua ibadah penting dalam Islam, haji dan umrah, melibatkan perjalanan ke Tanah Suci Mekah. Untuk memastikan bahwa haji dan umrah berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi para jamaah, sangat penting untuk memiliki manajemen yang baik. Dalam artikel ini, konsep, masalah, dan pendekatan manajemen haji dan umrah dibahas, dengan penekanan khusus pada inovasi sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Selain itu, penelitian mengaitkan "Haji dan Inovasi: Investigasi Proses Inovasi Pelayanan Haji dalam Negeri" dengan perbaikan manajemen haji melalui inovasi. Tingginya permintaan haji di Indonesia menyebabkan banyak masalah. Yang paling menonjol adalah bagaimana dana haji dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Transparansi dan efektivitas pengelolaan dana sangat penting karena hal ini dapat mempengaruhi biaya dan ketersediaan bagi calon anggota. Kebijakan dan praktik pengelolaan dana haji memerlukan analisis dari sudut pandang siyasah maliyah, yang berkaitan dengan prinsip ekonomi Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perdebatan terkait kenaikan biaya perjalanan haji di Indonesia tahun 2023, dengan fokus pada peran dan kinerja BPKH dalam mengelola dana haji. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana haji, sehingga memberikan kepastian dan kepercayaan kepada jamaah haji mengenai pengelolaan dana mereka. Two important pilgrimages in Islam, the hajj and umrah, involve travel to the Holy Land of Mecca. To ensure that the Hajj and Umrah run smoothly, safely and comfortably for the pilgrims, it is very important to have good management. In this article, the concepts, problems and approaches to Hajj and Umrah management are discussed, with special emphasis on innovation as the key to improving efficiency and quality of services. In addition, the research links "Hajj and Innovation: Investigation of the Innovation Process of Domestic Hajj Services" with improving Hajj management through innovation. The high demand for Hajj in Indonesia causes many problems. What stands out most is how Hajj funds are managed by the Hajj Financial Management Agency (BPKH). Transparency and effectiveness of fund management is very important because this can affect costs and availability for prospective members. Hajj fund management policies and practices require analysis from the perspective of siyasah maliyah, which is related to Islamic economic principles. The aim of this research is to identify the debate regarding the increase in Hajj travel costs in Indonesia in 2023, with a focus on the role and performance of BPKH in managing Hajj funds. It is hoped that the results of this research can provide recommendations for increasing transparency, efficiency and accountability in the management of Hajj funds, thereby providing certainty and confidence to Hajj pilgrims regarding the management of their funds.
Perbedaan Fasilitas Sistem Manajemen Haji di Indonesia dan Korea Selatan Dzikri, Dzulfadly; Andriani, Ikha; Albian, Kemil; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1054

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk memberikan layanan terbaik disaat melaksanakan Haji, supaya jamaah dapat melaksanakannya dengan nyaman dan khusyuk; Untuk memberikan pelayanan yang setara dengan pelayanan haji negara Korea Selatan yang mendapatkan fasilitas yang baik dan layak sebagaimana yang digunakan negara asia lain; Dekskriptif Kuantitatif; Ada beberapa kasus yang baru ditemukan, karena adanya perbedaan fasilitas yang seharusnya didapatkan oleh semua jamaah yaitu fasilitas di Mina. Disaat bermalam di Mina sangat terlihat perbedaannya, ketika jamaah haji asal negara Korea Selatan mendapatkan fasilitas bermalam di Mina seperti sebuah kamar dengan beberapa ruangan didalamnya. Dan juga jamaah haji perempuan dan laki-laki terpisah. Sedangkan jamaah haji Indonesia hanya mendapatkan fasilitas seperti aula yang berupa tenda dengan alas dan juga antara jamaah laki-laki dan perempuan digabung. Terlihat adanya perbedaan yang jelas dari kedua negara tersebut. This journal aims to providing the best service when carrying out Hajj and Umrah so that pilgrims can carry it out comfortably and solemnly; To provide services that are equivalent to Hajj and Umrah services in other Asian countries, providing good and appropriate facilities as used by other Asian countries; Descriptive Quantitative; There are several cases that have just been discovered, because there are differences in the facilities that all pilgrims should get, namely the facilities in Mina. When spending the night in Mina, the difference is very visible, when Hajj pilgrims from South Korea get overnight facilities in Mina such as a room with several rooms in it. And female and male Hajj pilgrims are separated. Meanwhile, Indonesian Hajj pilgrims only get facilities such as a hall in the form of a tent with a base male and female pilgrims are also combined. There are clear differences between the two countries.
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular Maulana, Refa; Arsyad Ahlibaet, Bani Rizki; Putri, Ade; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1055

Abstract

Haji reguler, haji plus, dan haji furoda adalah jenis-jenis program haji yang berbeda dengan fitur dan ketentuan masing-masing: Haji Reguler: Program ini merupakan haji yang dilakukan dengan mengikuti prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Peserta haji reguler tidak memiliki opsi untuk melakukan tambahan layanan atau fasilitas ekstra selama perjalanan haji. Haji Plus: Program haji plus menawarkan tambahan layanan dan fasilitas yang tidak disediakan dalam haji reguler. Contohnya adalah pilihan hotel yang lebih mewah, transportasi yang lebih nyaman, dan mungkin juga beberapa tur wisata di luar ibadah haji utama. Program ini biasanya memiliki biaya lebih tinggi dibandingkan haji reguler. Haji Furoda: Haji furoda adalah haji yang dilakukan secara individu tanpa melalui kelompok jamaah tertentu. Peserta haji furoda dapat membuat pengaturan sendiri untuk akomodasi, transportasi, dan jadwal ibadah mereka selama di Mekah dan Madinah. Ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar tetapi juga memerlukan perencanaan yang lebih teliti. Perbedaan utama antara ketiganya terletak pada jenis layanan, fleksibilitas, dan biaya yang terkait dengan masing-masing program. Pemilihan program haji biasanya tergantung pada preferensi individu, anggaran, dan kenyamanan yang diinginkan selama perjalanan ibadah ke tanah suci. Regular Hajj, Hajj Plus, and Hajj Furoda are different types of Hajj programs with their respective features and conditions: Regular Hajj: This program is a Hajj that is carried out by following the procedures and regulations set by the Saudi Arabian government. Regular Hajj participants do not have the option of additional services or extra facilities during the Hajj trip. Hajj Plus: The hajj plus program offers additional services and facilities not provided in the regular hajj. Examples include more luxurious hotel options, more comfortable transportation, and perhaps also some sightseeing tours outside the main Hajj pilgrimage. This program usually has higher costs than the regular Hajj. Furoda Hajj: Furoda Hajj is a pilgrimage carried out individually without going through a particular group of pilgrims. Furoda Hajj participants can make their own arrangements for accommodation, transportation and their worship schedule while in Mecca and Medina. This provides greater flexibility but also requires more thorough planning. The main differences between the three lie in the types of services, flexibility, and costs associated with each program. The selection of a Hajj program usually depends on individual preferences, budget, and desired comfort during a pilgrimage to the Holy Land.
Dakwah dalam Perspektif Pendidikan: Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Proses Pembelajaran dan Peran Kecerdasan Buatan dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Hafiz, Abdul; Mu’ti, Abdul; Amirrachman, Alpha
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1063

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran dakwah dalam perspektif pendidikan, menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Dakwah sebagai upaya menyampaikan ajaran Islam memiliki implikasi signifikan dalam dunia pendidikan, baik formal maupun non-formal. Melalui pendekatan kualitatif, artikel ini mengkaji bagaimana dakwah dapat diimplementasikan dalam kurikulum dan metode pengajaran untuk membentuk karakter dan moralitas peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi dakwah dalam kurikulum, penggunaan metode pengajaran berbasis dakwah, peran guru sebagai da’i, dan pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan efektivitas pendidikan Islam dalam membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan berpengetahuan luas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dan institusi pendidikan Islam dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih komprehensif dan holistik. This article explores the role of da'wah in an educational perspective, emphasizing the importance of integrating Islamic values ​​in the learning process. Da'wah as an effort to convey Islamic teachings has significant implications in the world of education, both formal and non-formal. Through a qualitative approach, this article examines how da'wah can be implemented in the curriculum and teaching methods to shape students' character and morality in accordance with Islamic values. This research found that the integration of da'wah in the curriculum, the use of da'wah-based teaching methods, the role of teachers as preachers, and the use of information technology can increase the effectiveness of Islamic education in forming students with noble character and broad knowledge. It is hoped that the results of this research can become a reference for educators and Islamic education institutions in developing more comprehensive and holistic learning strategies.
Faculties Theory dalam Tasawuf dan Pendidikan Hafiz, Abdul; Mujib, Abdul; Sururin; Sodiq, Akhmad
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1064

Abstract

Teori Fakultas (Faculties Theory) mengemukakan bahwa pikiran manusia terbagi menjadi beberapa bagian dengan fungsi khusus, seperti intelek, emosi, dan kehendak. Asal-usul teori ini dapat dilacak pada filsuf dan psikolog awal seperti Plato dan Aristoteles, dan konsep ini terus berkembang dalam konteks psikologi modern. Teori ini mengklasifikasikan pikiran manusia menjadi bagian-bagian yang berperan dalam pemikiran rasional, pengalaman emosi, dan penggerak tindakan. Meskipun beberapa aspek Teori Fakultas telah diperdebatkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern, pemahaman tentang berbagai fakultas pikiran manusia tetap relevan, terutama dalam pengembangan pribadi, kognisi, dan emosi. Dalam tasawuf, Teori Fakultas menggambarkan struktur batiniah manusia yang terdiri dari fakultas seperti qalb (hati), ruh (jiwa), nafs (ego), dan aql (akal). Konsep ini mencerminkan pemahaman tentang dimensi spiritual dan psikologis manusia dalam konteks pencarian kebenaran, pertumbuhan pribadi, dan hubungan dengan Tuhan. Setiap fakultas memiliki peran penting dalam perjalanan spiritual dan pengembangan diri. Misalnya, qalb sebagai pusat spiritual yang harus dijaga dari penyakit hati, ruh sebagai inti keberadaan spiritual, nafs sebagai ego yang harus dikendalikan, dan aql sebagai akal untuk memahami realitas spiritual. Dalam pendidikan, terutama yang dipengaruhi oleh tasawuf, Teori Fakultas digunakan untuk mengembangkan kesadaran spiritual dan intelektual. Tokoh-tokoh tasawuf seperti al-Ghazali, al-Junayd, dan al-Qushayri memberikan kontribusi besar dalam membentuk pemahaman ini. Mereka memandang bahwa fakultas-fakultas seperti qalb, ruh, aql, nafs, dan sirr dapat dikembangkan untuk mencapai kesempurnaan spiritual. Dengan demikian, Teori Fakultas tidak hanya berfungsi sebagai pandangan psikologis tetapi juga sebagai kerangka spiritual yang dapat diterapkan dalam pendidikan untuk mencapai keseimbangan antara perkembangan intelektual dan spiritual. Faculty Theory (Faculties Theory) suggests that the human mind is divided into several parts with special functions, such as intellect, emotions and will. The origins of this theory can be traced to early philosophers and psychologists such as Plato and Aristotle, and the concept continues to develop in the context of modern psychology. This theory classifies the human mind into parts that play a role in rational thinking, emotional experience, and driving action. Although some aspects of Faculty Theory have been debated in the development of modern science, understanding the various faculties of the human mind remains relevant, especially in personal development, cognition, and emotion. In Sufism, the Faculty Theory describes the inner structure of humans which consists of faculties such as qalb (heart), ruh (soul), nafs (ego), and aql (reason). This concept reflects an understanding of the spiritual and psychological dimensions of humans in the context of the search for truth, personal growth, and relationship with God. Each faculty has an important role in the spiritual journey and self-development. For example, qalb is the spiritual center that must be protected from heart disease, ruh is the core of spiritual existence, nafs is the ego that must be controlled, and aql is the mind to understand spiritual reality. In education, especially those influenced by Sufism, Faculty Theory is used to develop spiritual and intellectual awareness. Sufism figures such as al-Ghazali, al-Junayd, and al-Qushayri made major contributions in forming this understanding. They view that faculties such as qalb, ruh, aql, nafs, and sirr can be developed to achieve spiritual perfection. Thus, Faculty Theory not only functions as a psychological view but also as a spiritual framework that can be applied in education to achieve a balance between intellectual and spiritual development.
Pengembangan Media Pembelajaran Agama Islam Berbasis Kecerdasan Buatan: Perspektif Pendidikan Agama Islam Hafiz, Abdul; Mu’ti, Abdul; Amirrachman, Alpha
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 1 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, May 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i1.1070

Abstract

Pengembangan media pembelajaran yang inovatif menjadi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam konteks pendidikan agama Islam. Penggunaan AI dalam pendidikan agama Islam menawarkan berbagai keunggulan, termasuk personalisasi pembelajaran, peningkatan interaksi siswa-guru, dan aksesibilitas materi pembelajaran yang lebih luas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan ahli pendidikan Islam, praktisi teknologi pendidikan, serta pengamatan langsung terhadap implementasi media pembelajaran berbasis AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis AI dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ajar, memfasilitasi pengajaran yang lebih interaktif, dan memberikan umpan balik yang lebih efektif kepada siswa. Selain itu, integrasi AI dalam pembelajaran agama Islam juga menghadirkan tantangan seperti kebutuhan akan infrastruktur teknologi yang memadai dan pelatihan guru dalam penggunaan teknologi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis AI merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, dengan syarat adanya dukungan yang komprehensif dari berbagai pihak terkait. The development of innovative learning media is important in improving the quality of Islamic religious education in the digital era. This research aims to examine and develop artificial intelligence (AI)-based learning media in the context of Islamic religious education. The use of AI in Islamic religious education offers various advantages, including personalization of learning, increased student-teacher interaction, and wider accessibility of learning materials. The research method used is a qualitative approach with descriptive analysis techniques. Data were collected through interviews with Islamic education experts, educational technology practitioners, and direct observation of the implementation of AI-based learning media. The results showed that AI-based learning media can improve students' understanding of teaching materials, facilitate more interactive teaching, and provide more effective feedback to students. In addition, the integration of AI in Islamic learning also presents challenges such as the need for adequate technological infrastructure and teacher training in the use of the technology. This study concludes that the development of AI-based learning media is a strategic step in improving the quality of Islamic religious education, provided there is comprehensive support from various related parties.
Analysis of the implementation of the Merdeka curriculum with Pancasila-profiled learners in early childhood education Veryawan, Veryawan; Hasibuan, Rabitah Hanum; Anisaturrahmi, Anisaturrahmi; Rosmiati, Rosmiati; Fitriani, Dewi; Hafiz, Abdul; Rahma, Rahma
Aṭfālunā Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 6 No 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/atfaluna.v6i2.6517

Abstract

Merdeka curriculum is interpreted as a learning design that provides learning opportunities for children to learn with freedom and creative thinking, creating a generation of lifelong learners following the values of Pancasila. This research aims to analyze the implementation of the Merdeka curriculum with Pancasila-profiled learners in early childhood education. This research uses a systematic literature review using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis (PRISMA) with three steps: planning, conducting, and reporting the review. The procedure through stages is the development of a review protocol, definition of inclusion and exclusion criteria, literature search in predetermined databases, critical appraisal, data extraction, and information synthesis. The result shows that implementing the Merdeka curriculum with the Pancasila student profiled in early childhood education is carried out in intra-curricular, extra-curricular, and school culture learning, starting with understanding the Merdeka curriculum and learning outcomes. Future research might delve deeper into assessing the holistic impact of the Merdeka Curriculum's Pancasila-student profiling on various aspects of early childhood development beyond values integration, such as cognitive, social, and emotional growth.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN DALAM USAHA TANI KAKAO DI NAGARI TUJUAH KOTO TALAGO KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Hafiz, Abdul; Reza, Muhammad
Journal of Agricultural Science Development (JASED) Vol 4, No 2 (2020): VOLUME 4 NO 2 DESEMBER 2020
Publisher : Journal of Agricultural Science Development (JASED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/pertanian umsb.v4i2.5633

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi umum usaha tani Kakao di Nagari Tujuah Koto Talago serta menganalisis penerapan aspek-aspek manajemen yang dilakukan petani dalam usaha tani Kakao.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Maya Sriangreini (2017) tentang Manajemen Usahatani Cengkeh di Desa Maroko  Kecamatan Rante Angin Kabupaten Kolaka Utara, disebutkan bahwa petani cengkeh di Desa Maroko belum melakukan melakukan manajemen Usahatani dengan baik sehingga produksi yang dihasilkan juga tidak maksimal. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu dilaksanakan di Kecamatan Guguak. Dengan pertimbangan  Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu Kecamatan yang mempunyai perkebunan Kakao rakyat dengan luas areal tanaman Kakao 468 Ha dengan rincian 226 Ha merupakan tanaman yang belum menghasilkan, dan 242 Ha tanaman yang menghasilkan. Selain itu di kecamatan Guguak ada Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang dapat meningkatkan produksi Kakao dengan teknologi terbaru. Sehubungan dengan banyaknya pembagian wilayah administratif dari Kecamatan Guguak, membuat penulis membatasi wilayah hanya pada 1 Nagari saja yaitu Nagari Tujuah Koto Talago. Pertimbangan dalam pemilihan wilayah Nagari Tujuah Koto Talago adalah Nagari Tujuah Koto Talago merupakan penghasil produksi Kakao terbanyak di Kecamatan Guguk. Kondisi umum usaha tani kakao di Nagari Tujuah Koto Talago berada di Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota yang terdiri dari tujuh jorong yaitu Koto Kociak, Padang Japang, Sipingai, Padang Kandi, Ampang Gadang, Tanjuang Jati dan Talago. Nagari VII Koto Talago memiliki luas daerah 21 km2 atau 21.000 Ha, dari luas tersebut 409 Ha merupakan tanah persawahan, 180 Ha kebun, hutan 168 Ha, 247 Ha perumahan dan pekarangan, 101 Ha kolam/tambak ikan dan sisanya merupakan tanah perbukitan yang belum dimanfaatkan sebanyak 121 Ha. Profil Informan Penelitian, pada latar belakang usia, Pada umur 56 tahun sebanyak 5 orang dengan persentase 71.43% dan usia kisaran 17 – 56 tahun adalah sebanyak 1 orang dengan persentase 28.77%. Untuk latar belakang  pendidikan formal SMP berjumlah 1 orang dengan persentase 14.28%,  berpendidkan SMA 2 orang dengan persentase 28.57%, dan S1 berjumlah 3 orang dengan perrsentase Kata Kunci: Implementasi, Manajemen, Usaha Tani
Co-Authors ., Aslan Abdul Hanan Hawari Abdul Kadir ABDUL MUJIB Abdul Rasyad Abdul Samad Abdul Wahab Abdurahman Abdurrahman Abuddin Nata, Abuddin Ade Destri Deviana Adi Gunawan, Adi AGUNG SETIAWAN Ahmad Alfiansyah Ahmad Muradi Ahmad Nizar, Rasya Ahmad Tohri Akhmad Rusydi, Akhmad Akhmad Sodiq Akmal, Fitria Al Habib, M Fikri Al-Rizki Febriyanti, Clarissa Albab, Muhammad Albi, Allen Albian, Kemil Alkarim, Agung Alma Aulia Alpha Amirrachman Amil, Amil Andriani, Ikha Anggeraini, Hani Anisaturrahmi, Anisaturrahmi Annisa, Rizki Ansari, Muhammad Iqbal Arifin, M Fahmi Ariyani, Etika Arqam, Muhammad Lailan Arsyad Ahlibaet, Bani Rizki Azizah, Nisfiatul Badarudin Bahari, Astrid Octavia Baiq Reinelda Tri Yunarni Bambang Eka Saputra Barsihanior Barsihanor, Barsihanor Burhan Cakranegara, Pandu Adi Chulaivi, Ahmad Delfi Wulandari Dendi Pratama Depita Kardiati Dessy Amanda Dewi Fitriani Dimas Tri Frasetiyo Dita Febrianti Dzikri, Dzulfadly edi edi Eikman, Alfian Eline Yanty Putri Nasution Emerald Nahlal Paradise Eriana Saprida Erinna Amelia Ratnaduhita Erwin Erwin Fadilah, Putri Nurul Fahmi Arifin, M. Fahrul Rozi Tarigan Fardin Hasibuan Febrionandes, Ikhsan Fitri Astutik, Fitri Galuh Nashrulloh Kartika Mayangsari Rofam Gusfira, Nofil Haekal, T. M. Hafidzah, Aulia Hafizoh Haris, Yogi Sopian Harry Irawan Johari Hary Murcahyanto Hasibuan, Rabitah Hanum hastasari, ratih Hastuti, Lidya Hertasmaldi, Hertasmaldi Hidayat, Amirul Hidayati Hidayati Hijril Ismail, Hijril Huldiya Syamsiar Ibrahim Ibrahim Ikram, Muhamad Ilham B, M Arief Ilham Ilham Imamuddin, Muhammad Faiz Indradewa, Rhian Indriyani, Deswita Irfan, Nadir Johari, Harry Irawan Joni Safaat Adiansyah Jumiati Jumiati Khazimi, Ibrahim Zaky Khoiru Tsaqif Daffani KN, Jamiati Kristian, Niko Lalu amirul Khairi Lalu Murdi leli Romdaniah Liston, Sony Lubbi Ramadhan, Farha Lubis Lubis Lyra Lasita M. Fahmi Arifin M. Rasyid Ramadhan Maali, Faqih Maghfiroh, Rodiatul Mahsup, Mahsup Makhfud Syawaludin Mansurdin, Mansurdin Mardianton, Mardianton Marudin Maulana, Refa Mauliza, Syifa Meiwindah Mhd. Habibi Nasution Mintasrihardi, Mintasrihardi Mohamad Rizal Ramadhoni Mu'adz, Hendra Iqranul Mu'ti, Abdul Muchamad Triyanto Muhammad Faqih Idrus Maliki Muhammad Iqbal Ansari Muhammad Mu’tasim Billah Muhammad Nauval Hazieq Muhammad Rayhan Muhammad Reza MUHAMMAD RIZAL Muhammad Shobirin Muhammad Shulhan Hadi, Muhammad Shulhan Muhammad Syarqowi Muhammad Zuhdi Muslem Muslem Muslim, M. Paris Mutamimah Mutamimah MUTMAINNAH . Mu’ti, Abdul Nanda Ria Mentari Nasrul Nasrul Nasution, Muhammad Irwan Padli Naura Ghaida Syifa Nayla Nuzula Khairunnisa Nizar, Rasya Ahmad Novendra, Fazlul Novia Kurnia Cahya Nurdianty, Mitha Sari Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurjan, Fatman Nurul Fitriah, Nurul Nurul Hikmah Palahuddin, Palahuddin Putra, Deny Jaya Putra, Nirwadi Putra, Purniadi Putri Salzabila Putri, Ade Qoimatus Sadiah Budiarti Rafa Hidayat, Muhammad Yusuf Rahma Rahma Rahma, Rahma Rahmat, Nurul isnaeni Rahmatul Dzikri, Ridho Ramadana, Alief Aulia Ramayanto Rauzi Ramazalena Reza Fahlevi Rezky Ananda, Ariyanti Ridwan Ridwan Rizkah Rizkah Rizkah, Rizkah Rizki Annisa Rofam, Galuh KMR Rohana Rohana Romdaniah, Leli Rosmiati Rosmiati rubiyad, adib Sabillah Bahri, Elsa Sabrina Aziz, Atikah Alfah Sadikin Ali Said Agil Hasan Salami Mahmud Salman Alfarisi Salsabila, Rahmah Sari Dewi, Ratna Sari Kumala Sarrah Kurnia Fadhillah Setianto, Akbar Yuli Shoibul Anwar, Mohammad Silahuddin Silahuddin Siti Khoirunnisa, Siti Sofy, Malik Suhada Suhada Suhupawati, Suhupawati Sukuryadi, Sukuryadi Sultan Hibrizi Supardi Suparto Supriyadi Supriyadi Sururin, Sururin Susilo Ilham Prayitno Susilo Surahman Syabuddin Syarifah Chairunnisak Syfa Tasya Zahwani Taufiqurrahman, Shalman Tiara Nathania Tutus Rani Arifa Tutus Rani Arifa Veryawan, Veryawan W, Sulaiman Wardatul Hamro Warul Walidin Ak Wawan Saputra Wira Kurniawan Panjaitan Wiwik Handayani Yasmar , Renti Yogi, Yogi Sopian Haris Yuli Santri Isma Yulianto Suteja Yuliarstri, Widia Yumna Mardiyah, Khansa Yusron Saudi Yusuf, Dedi Zaenudin Zaenudin Zidni, Zidni Zohri, M Afriandi