p-Index From 2021 - 2026
11.463
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Conciencia AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Jurnal Ilmiah Peuradeun Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JCES (Journal of Character Education Society) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Jurnal Pertanian UMSB: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Pertanian Atfaluna: Journal of Islamic Early Childhood Education MANAJEMEN DEWANTARA Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya Bada'a: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Vokasi Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam JOURNAL OF INFORMATICS AND COMPUTER SCIENCE Jurnal Teknodik Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Cahaya Mandalika JURNAL ILMU PERPUSTAKAN (JIPER) MUBEZA Pemikiran Hukum dan Ekonomi Islam TA'DIB Jurnal Pemikiran Pendidikan Journal of Integrated Elementary Education Jurnal of Applied Business and Banking (JABB) TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Journal of Ocean, Mechanical and Aerospace -science and engineering- (JOMAse) Jurnal Manajemen Dakwah Mauriduna : Journal of Islamic studies Journal Transformation of Mandalika Jurnal Tazakkur Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Journal of Islamic Education Counseling e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat International Conference on Health Science, Green Economics, Educational Review and Technology (IHERT) Priviet Social Sciences Journal Communautaire: Journal of Community Service Jurnal Ilmiah Sultan Agung Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Journal of Progressive Innovation Library Service (JPILS) Abdimas Mandalika Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat (M-PKM) Interdiciplinary Journal of Education Malewa: Journal of Multidisciplinary Educational Research Journal of Sharia and Legal Science Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Bridge: Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi LANCAH Jurnal Inovasi dan Tren e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Madania: Jurnal Kajian Keislaman JMAEKA: Jurnal Manajemen Ekonomi Akuntansi Jurnal Pendidikan Islam Samara: Journal of Islamic Law and Family Studies Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN DESA WISATA TENIGA ”PENATAAN KAWASAN TAMAN PECATU” KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA Ismail, Hijril; Yusuf, Dedi; Supriyadi, Supriyadi; Hidayati, Hidayati; Kadir, Abdul; Edi, Edi; Lukman, Lukman; Ariyani, Etika; Abdurrahman, Abdurrahman; Hafiz, Abdul; Ilham, Ilham
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 7, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v7i2.24113

Abstract

Abstrak: Desa teniga merupakan salah satu dari 7 desa yang berada di Dataran tinggi kecematan Tanjung kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat secara geografis desa Teniga berada di ketinggian 400 m di atas permukaan Laut,  Wilayahnya memiliki Luas 1440 H dan jumlah penduduk 2933 jiwa yang dimana penduduk tersebar di 9 Dusun. di Desa Teniga bermayoritas Penduduk beragama Islam dan suku asli Sasak, Desa Teniga Memiliki potensi ekonomi disektor perkebunan dan sektor Pariwisata. Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor, yang memi1iki potensi yang layak untuk dikembangkan dan dikelolaa secara maksimal. Salah satu tempat wisata yang dapat di kembangkan sebagai desa wisata yang ada di desa teniga yaitu taman pecatu. Adapun kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengembangkan potensi wisata yang berada di Desa Teniga  salah satunya menjadikan Taman pecatu sebagai salah satu destinasi wisata  yang diperuntukkan untuk meningkatkan perekonomian desa. Metode yang digunakan ialah melalui penataan Taman pecatu sebagai desa wisata dengan beberapa tahapan didalamnya. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membuat masyarakat di desa Teniga sadar akan besarnya potensi wisata yang dimiliki sehingga dapat terus melanjutkan pengembangan agar ke depannya dapat menarik minat wisatawan dalam jumlah besar berkunjung ke desa Teniga.Abstract:  Abstract: teniga Village is one of 7 villages located in the Highlands of Tanjung kecematan, North Lombok regency, West Nusa Tenggara province geographically Teniga village is located at an altitude of 400 m above sea level, its area has an area of 1440 H and a population of 2933 people where the population is spread over 9 Hamlets. in Teniga village with a majority population of Muslims and Indigenous Sasak, Teniga village has economic potential in the plantation sector and the tourism sector. Tourism in Indonesia is one of the sectors, which memi1iki feasible potential to be developed and managed to the maximum. One of the tourist attractions that can be developed as a tourist village in teniga village is pecatu Park. The service activity aims to help the community develop tourism potential in Teniga Village, one of which is to make pecatu Park as one of the tourist destinations intended to improve the village economy. The method used is through the arrangement of pecatu Park as a tourist village with several stages in it. With this service activity, it is hoped that it can make the community in Teniga village aware of the amount of tourism potential that is owned so that it can continue to develop so that in the future it can attract large numbers of toaurists visiting Teniga village.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kitab Akhlak Lil Banin Karya Syekh Umar Bin Ahmad Baraja: (Kajian Kritis atas Literasi di Pondok Pesantren Al Faqih Babakan Ciwaringin Cirebon) Hafiz, Abdul; Sofy, Malik; Rubiyad, Adib
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 2 No. 2 (2022): Aspek Kehidupan dalam Pandangan Bimbingan dan Konseling
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.75 KB) | DOI: 10.54213/jieco.v2i2.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian kritis atas literasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam Kitab Akhlak Lil Banin karya Syekh Umar bin Ahmad Baraja di Pondok Pesantren Al Faqih Babakan Ciwaringin Cirebon. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan Library research. Pengumpulan data diambil dari analisis sumber primer dari kitab Akhlak Lil Banin di Pondok Pesantren Al Faqih Babakan Ciwaringin Cirebon. Di dalam kitab Akhlak Lil Banin karya Syekh Umar Bin Ahmad Baraja terdapat banyak nilai-nilai Pendidikan karakter seorang guru maupun pelajar dan nilai keluhuran akhlak yang sangat tinggi. Nilai-nilai pendidikan karakter dalam Kitab Akhlak Lil Banin karya Syekh Umar bin Ahmad Baraja di Pondok Pesantren Al Faqih Babakan Ciwaringin Cirebon meliputi: pertama, religius. kedua, ketiga, amanah. keempat, berbuat baik kepada orang tua. kelima, sopan santun. keenam, toleransi, ketujuh, disiplin, kedelapan, tanggungjawab, kesembilan, ihsan, kesembilan, dermawan. sepuluh, rendah hati. sebelas, cinta lingkungan.
Teori Pendidikan Ibn Sina dan Jean Piaget: Perbandingan antara Perkembangan Kognitif dan Pertumbuhan Usia Peserta Didik Hafiz, Abdul; Romdaniah, Leli; Ahmad Nizar, Rasya; Mauliza, Syifa; Nata, Abuddin; Mu'ti, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.819

Abstract

Metode penelitian yang dapat digunakan untuk membandingkan konsep pendidikan Ibn Sina (Avicenna) dan Jean Piaget tentang perkembangan kognitif dan pertumbuhan peserta didik dapat mencakup pendekatan perbandingan filosofis dan psikologis. Pendekatan perbandingan filosofis akan mencari kesamaan dan perbedaan dalam pandangan Ibn Sina dan Piaget tentang konsep pendidikan. Penelitian ini akan menganalisis karya-karya keduanya yang relevan dengan pendidikan, mencari titik-titik persamaan dalam pandangan mereka mengenai bagaimana peserta didik mengembangkan pemahaman, berpikir kritis, dan mencapai tahap perkembangan kognitif yang lebih tinggi. Di sisi lain, pendekatan perbandingan psikologis akan memfokuskan pada teori-teori perkembangan kognitif yang diusulkan oleh Ibn Sina dan Piaget. Penelitian ini akan memeriksa kesesuaian teori-teori ini dengan temuan-temuan ilmiah terkini dalam psikologi perkembangan kognitif. Metode penelitian ini mungkin melibatkan analisis konten terhadap tulisan-tulisan dan karya-karya ilmiah keduanya, serta mungkin juga melibatkan studi kasus yang melibatkan peserta didik yang dipengaruhi oleh pandangan mereka. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pandangan Ibn Sina dan Jean Piaget tentang pendidikan, serta bagaimana pandangan mereka memengaruhi perkembangan kognitif dan pertumbuhan peserta didik. Selain itu, penelitian ini juga dapat membantu dalam merancang pendekatan pendidikan yang lebih efektif dan relevan berdasarkan konsep-konsep dari kedua tokoh tersebut.
Konsep Pendidikan Hasan Langgulung (Berbasis Psikologi dan Agama) dan Konsep Pendidikan Jürgen Habermas (1929) Mazhab Frankfurt; Perbandingan tentang Tujuan, Kurikulum, PBM, Guru, Evaluasi dan Lingkungan Pendidikan Hafiz, Abdul; Romdaniah, Leli; Ahmad Nizar, Rasya; Mauliza, Syifa
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.832

Abstract

Konsep Pendidikan Hasan Langgulung (Berbasis Psikologi dan Agama) dan Konsep Pendidikan Habermas (1929) Mazhab Frankfurt dapat dibandingkan dalam beberapa aspek, terutama dalam konteks pembebasan dari ideologi kapitalis dan penghormatan terhadap nalar spiritual serta positivisme. Meskipun Hasan Langgulung adalah tokoh pemikir Islam Indonesia yang hidup pada abad ke-20 dan memiliki sudut pandang yang berbeda dengan pemikiran Habermas yang berasal dari Mazhab Frankfurt, perbandingan ini akan mencoba untuk mengeksplorasi beberapa elemen kunci dalam kedua konsep pendidikan ini. Penelitian ini akan menganalisis konsep keduanya yang relevan dengan pendidikan, mencari titik-titik persamaan dalam pandangan mereka mengenai Perbandingan tentang Tujuan, Kurikulum, PBM, Guru, Evaluasi dan Lingkungan Pendidikan. Hasan Langgung: Tujuan pendidikan Hasan Langgung adalah untuk membentuk individu yang berakhlak mulia, religius, dan memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai agama. Pendidikan berbasis psikologi dan agama bertujuan untuk mengembangkan karakter dan moral individu serta mempersiapkan mereka untuk mencapai pemahaman spiritual yang lebih dalam. Habermas (Mazhab Frankfurt): Tujuan pendidikan dalam pemikiran Mazhab Frankfurt, termasuk Habermas, adalah menciptakan masyarakat yang lebih adil dan demokratis dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, partisipasi politik, dan kesadaran akan struktur sosial. Tujuan ini bertujuan untuk mencapai pembebasan dari dominasi ideologi kapitalis. Hasan Langgulung Educational Concept (Based on Psychology and Religion) and Habermas's (1929) Frankfurt School Concept of Education can be compared in several aspects, especially in the context of liberation from capitalist ideology and respect for spiritual reason and positivism. Even though Hasan Langgulung was an Indonesian Islamic thinker who lived in the 20th century and had a different point of view from Habermas's thinking which came from the Frankfurt School, this comparison will try to explore several key elements in these two educational concepts. This research will analyze the concepts of both that are relevant to education, looking for points of similarity in their views regarding the comparison of objectives, curriculum, PBM, teachers, evaluation and educational environment. Hasan Langgung: The aim of Hasan Langgung's education is to form individuals who have noble, religious character and have a deep understanding of religious values. Psychology and religion-based education aims to develop individual character and morals and prepare them to achieve deeper spiritual understanding. Habermas (Frankfurt School): The goal of education in Frankfurt School thought, including Habermas, is to create a more just and democratic society by developing critical thinking skills, political participation, and awareness of social structures. This goal aims to achieve liberation from the domination of capitalist ideology.
Konsep Kenabian dan Ajaran Moral dalam Agama-Agama Hafiz, Abdul; Romdaniah, Leli; Ahmad Nizar, Rasya; Mauliza, Syifa
Rayah Al-Islam Vol 8 No 1 (2024): Rayah Al Islam Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i1.912

Abstract

Kenabian merupakan konsep sentral dalam banyak agama-agama yang tersebar di seluruh dunia. Konsep ini merujuk pada wahyu ilahi yang diterima oleh individu tertentu, yang disebut sebagai nabi atau rasul, untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada umat manusia. Artikel ini mengeksplorasi peran kenabian dalam beberapa agama utama, seperti Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, dan Buddha. Dalam Islam, kenabian diwakili oleh serangkaian nabi, dengan Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai nabi terakhir. Mereka dianggap sebagai utusan Tuhan yang membawa petunjuk hidup, hukum moral, dan ajaran-ajaran untuk mencapai kehidupan yang benar di dunia dan akhirat. Sementara itu, dalam Kekristenan, kenabian terfokus pada Yesus Kristus sebagai Anak Allah dan penyelamat umat manusia. Alkitab Kristen, yang mencakup Perjanjian Lama dan Baru, memuat banyak catatan kenabian yang memberikan panduan spiritual. Dalam tradisi Yahudi, kenabian terkait dengan nabi-nabi seperti Musa dan Elia, yang membawa Taurat dan tulisan-tulisan nabi lainnya. Hindu memiliki konsep Avatara, di mana Dewa turun ke dunia sebagai inkarnasi untuk melindungi dharma. Dalam Buddhisme, Siddhartha Gautama, yang kemudian dikenal sebagai Buddha, dianggap sebagai "yang tercerahkan" dan membimbing orang untuk mencapai pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian. Meskipun terdapat perbedaan-perbedaan signifikan dalam pemahaman kenabian di antara agama-agama tersebut, konsep ini secara umum mencerminkan upaya Tuhan untuk berkomunikasi dengan umat manusia melalui utusan-utusan-Nya. Kenabian tidak hanya menjadi dasar ajaran moral dan spiritual, tetapi juga menginspirasi umat manusia untuk mencapai tujuan kehidupan yang bermakna dan mendalam. Artikel ini merinci peran dan signifikansi kenabian dalam kerangka kepercayaan beragam, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana agama-agama memandang hubungan antara manusia dan yang Maha Kuasa. Prophethood is a central concept in many religions spread throughout the world. This concept refers to divine revelations received by certain individuals, referred to as prophets or apostles, to convey God's messages to humanity. This article explores the role of prophecy in several major religions, such as Islam, Christianity, Judaism, Hinduism, and Buddhism. In Islam, prophethood is represented by a series of prophets, with the Prophet Muhammad SAW considered the last prophet. They are considered as messengers of God who bring life guidance, moral laws, and teachings to achieve a right life in this world and the afterlife. Meanwhile, in Christianity, prophecy focuses on Jesus Christ as the Son of God and savior of mankind. The Christian Bible, which includes the Old and New Testaments, contains many prophetic accounts that provide spiritual guidance. In Jewish tradition, prophethood is associated with prophets such as Moses and Elijah, who brought the Torah and the writings of other prophets. Hinduism has the concept of Avatara, where Gods descend to the world as incarnations to protect dharma. In Buddhism, Siddhartha Gautama, later known as the Buddha, was considered "the enlightened one" and guided people to achieve liberation from the cycle of birth and death. Although there are significant differences in the understanding of prophecy between these religions, this concept generally reflects God's efforts to communicate with humanity through His messengers. Prophethood is not only the basis of moral and spiritual teachings, but also inspires humanity to achieve meaningful and deep life goals. This article details the role and significance of prophecy within diverse belief frameworks, providing a better understanding of how religions view the relationship between humans and the Almighty.
Konsep Hubungan Agama dan Negara dalam Kehidupan Masyarakat Hafiz, Abdul; Zuhdi, Muhammad
Rayah Al-Islam Vol 8 No 1 (2024): Rayah Al Islam Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i1.913

Abstract

Artikel ini menggali hubungan yang kompleks antara agama dan negara, membahas dinamika interaksi di antara keduanya dalam berbagai konteks sejarah dan budaya. Fokus utama adalah memahami dampak agama terhadap pembentukan kebijakan negara, struktur politik, dan kehidupan masyarakat. Diskusi melibatkan berbagai pandangan, mulai dari pemisahan ketat antara agama dan negara hingga integrasi yang erat di beberapa sistem politik. Dalam konteks pemisahan antara agama dan negara, ditekankan perlunya menjaga pluralitas dan kebebasan beragama dalam masyarakat. Pemahaman terhadap prinsip sekularisme diuraikan sebagai landasan bagi pembentukan kebijakan yang adil dan inklusif. Sebaliknya, terdapat juga eksplorasi terhadap negara-negara yang mendasarkan identitas dan hukum mereka pada prinsip-prinsip agama tertentu, dan dampaknya terhadap dinamika sosial dan politik. Artikel ini mencermati studi kasus dari berbagai negara, termasuk yang menerapkan hukum berbasis agama, untuk menyajikan analisis yang komprehensif tentang bagaimana hubungan agama dan negara mempengaruhi tatanan masyarakat. Dalam keseluruhan diskusi, ditekankan pula pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama dan kebutuhan untuk menjaga stabilitas politik dan sosial. Kesimpulannya, artikel ini menyediakan kerangka pemahaman yang mendalam mengenai hubungan antara agama dan negara, menyoroti kompleksitas isu-isu tersebut dan menekankan perlunya pendekatan yang bijak dan inklusif untuk memastikan harmoni di antara keragaman keyakinan dalam masyarakat yang semakin global dan multikultural. This article explores the complex relationship between religion and the state, discussing the dynamics of interaction between the two in various historical and cultural contexts. The main focus is understanding the impact of religion on the formation of state policies, political structures, and societal life. Discussions involve a wide range of views, ranging from strict separation of religion and state to close integration in some political systems. In the context of the separation between religion and state, the need to maintain plurality and religious freedom in society is emphasized. Understanding the principles of secularism is described as the basis for forming fair and inclusive policies. Conversely, there is also an exploration of countries that base their identity and laws on certain religious principles, and their impact on social and political dynamics. This article looks at case studies from various countries, including those that implement religion-based laws, to present a comprehensive analysis of how the relationship between religion and the state influences the order of society. Throughout the discussion, the importance of maintaining a balance between religious freedom and the need to maintain political and social stability was also emphasized. In conclusion, this article provides a framework for in-depth understanding of the relationship between religion and state, highlighting the complexity of the issues and emphasizing the need for a wise and inclusive approach to ensuring harmony among the diversity of beliefs in an increasingly global and multicultural society.
Toleransi Beragama dalam Masyarakat Plural : Inisiatif Pendidikan, Kebijakan Publik, dan Peran Media dalam Membentuk Sikap Toleransi Hafiz, Abdul; Romdaniah, Leli; Ahmad Nizar, Rasya; Mauliza, Syifa
Rayah Al-Islam Vol 8 No 1 (2024): Rayah Al Islam Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i1.916

Abstract

Artikel ini mengulas konsep dan praktik toleransi beragama dalam masyarakat plural. Fokus utama adalah menjelajahi bagaimana masyarakat yang beragam dalam hal keyakinan dan kepercayaan dapat mencapai koeksistensi yang harmonis melalui pemahaman, dialog, dan penghargaan terhadap perbedaan. Diskusi melibatkan studi kasus dari berbagai negara dan budaya yang sukses dalam mempromosikan toleransi beragama sebagai landasan bagi kerukunan sosial. Toleransi beragama didefinisikan sebagai sikap terbuka dan penghargaan terhadap variasi keyakinan agama tanpa mengorbankan nilai-nilai fundamental keadilan dan hak asasi manusia. Dalam masyarakat plural, pemahaman terhadap perbedaan keyakinan menjadi esensial untuk mengatasi konflik potensial. Artikel ini membahas inisiatif pendidikan, kebijakan publik, dan peran media dalam membentuk sikap toleransi sejak dini. Studi kasus melibatkan negara-negara yang sukses mengimplementasikan model toleransi beragama, seperti Indonesia dengan falsafah "Bhinneka Tunggal Ika", yang berarti "Berbeda-beda namun tetap satu". Pengalaman-pengalaman positif ini memberikan inspirasi bagi masyarakat di seluruh dunia untuk mengadopsi prinsip-prinsip toleransi dalam konteks keberagaman agama. Artikel ini menyimpulkan dengan menekankan pentingnya menerapkan pendekatan inklusif dalam mempromosikan toleransi beragama, yang melibatkan pendidikan yang mendalam, dialog antaragama, dan peran aktif masyarakat sipil. Pemahaman dan penerimaan terhadap pluralitas keyakinan dianggap sebagai kunci untuk menciptakan masyarakat yang adil, damai, dan bersatu meskipun perbedaan keyakinan agama. This article reviews the concept and practice of religious tolerance in a plural society. The main focus is exploring how societies that are diverse in terms of beliefs and beliefs can achieve harmonious coexistence through understanding, dialogue and respect for differences. The discussion involves case studies from various countries and cultures that have been successful in promoting religious tolerance as a foundation for social harmony. Religious tolerance is defined as an open attitude and respect for variations in religious beliefs without sacrificing the fundamental values ​​of justice and human rights. In a pluralistic society, understanding differences in beliefs is essential for resolving potential conflicts. This article discusses educational initiatives, public policy, and the role of the media in forming attitudes of tolerance from an early age. Case studies involve countries that have successfully implemented a model of religious tolerance, such as Indonesia with the philosophy of "Bhinneka Tunggal Ika", which means "Diverse but still one". These positive experiences provide inspiration for people around the world to adopt the principles of tolerance in the context of religious diversity. The article concludes by emphasizing the importance of implementing an inclusive approach in promoting religious tolerance, involving in-depth education, interfaith dialogue, and the active role of civil society. Understanding and acceptance of a plurality of beliefs is considered the key to creating a just, peaceful and united society despite differences in religious beliefs.
Teori Pendidikan Empirisme Behaviorisme (John Locke) dalam Perspektif Pendidikan Islam Hafiz, Abdul; Suparto
Rayah Al-Islam Vol 8 No 1 (2024): Rayah Al Islam Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i1.917

Abstract

Penelitian ini membahas Teori Pendidikan Empirisme Behaviorisme, terutama melalui lensa pemikiran John Locke, dan menggali perspektif Pendidikan Islam terhadap konsep-konsep tersebut. Teori Empirisme Behaviorisme menekankan pada pengalaman dan observasi sebagai sumber utama pengetahuan dan pembentukan karakter. Dalam konteks Pendidikan Islam, Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam, keyakinan, dan prinsip-prinsip keagamaan dapat diselaraskan dengan teori tersebut. Pandangan Locke tentang "tabula rasa" atau "lembaran kosong" sebagai keadaan awal manusia menjadi titik fokus, dengan penekanan pada peran pengalaman dan lingkungan dalam membentuk karakter dan pengetahuan individu. Sementara itu, perspektif Pendidikan Islam menyoroti konsep "fitrah" sebagai kodrat manusia yang cenderung mencari Tuhan. Penelitian ini juga membahas implikasi teori tersebut dalam proses pendidikan, peran guru, dan pembentukan moralitas dalam konteks Pendidikan Islam. Penggalian nilai-nilai Islam, etika, dan ajaran agama sebagai bagian integral dari pendidikan menjadi penting dalam menyelaraskan konsep empirisme dan behaviorisme dengan prinsip-prinsip Islam. Kesimpulannya, Penelitian ini mengajukan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana Teori Pendidikan Empirisme Behaviorisme, khususnya pandangan John Locke, dapat diaplikasikan dan dimodifikasi agar sejalan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Pendidikan Islam. Melalui integrasi yang bijak, dapat diciptakan pendekatan pendidikan holistik yang memadukan pengalaman, pengembangan karakter, dan nilai-nilai keagamaan untuk membentuk individu yang berkualitas secara spiritual dan moral. This research discusses the Empiricist Behaviorist Education Theory, especially through the lens of John Locke's thinking, and explores the Islamic Education perspective on these concepts. Empiricism Behaviorism theory emphasizes experience and observation as the main sources of knowledge and character formation. In the context of Islamic Education, this research explores how Islamic values, beliefs and religious principles can be aligned with this theory. Locke's view of the "tabula rasa" or "blank slate" as the initial state of man became a focal point, with an emphasis on the role of experience and environment in shaping an individual's character and knowledge. Meanwhile, the Islamic Education perspective highlights the concept of "fitrah" as human nature which tends to seek God. This research also discusses the implications of this theory in the educational process, the role of teachers, and the formation of morality in the context of Islamic education. Exploring Islamic values, ethics and religious teachings as an integral part of education is important in aligning the concepts of empiricism and behaviorism with Islamic principles. In conclusion, this research proposes a deeper understanding of how the Empiricist Behaviorist Education Theory, especially John Locke's views, can be applied and modified to be in line with the values ​​and principles of Islamic Education. Through wise integration, a holistic educational approach can be created that combines experience, character development and religious values ​​to form spiritually and morally qualified individuals.
Prosedur Pendaftaran Haji Melalui Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) Khoirunnisa, Siti; Indriyani, Deswita; Lubbi Ramadhan, Farha; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1028

Abstract

Prosedur pendaftaran Haji melalui Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) merupakan langkah penting bagi calon jamaah yang bermaksud menjalani ibadah haji. Artikel ini akan menyajikan secara komprehensif tahapan-tahapan yang perlu diikuti oleh calon jamaah dalam melakukan pendaftaran Haji melalui lembaga keuangan tersebut. Pertama, calon jamaah perlu memahami proses pengumpulan dan persiapan dokumen yang diperlukan sebelum mendaftar, seperti identitas, surat kesehatan, dan dokumen pendukung lainnya. Selanjutnya, artikel ini akan menjelaskan secara rinci bagaimana calon jamaah dapat mengakses layanan pendaftaran Haji melalui Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), termasuk panduan pengisian formulir dan proses verifikasi data. Adapun, kunci ketiga dalam prosedur ini adalah pembayaran biaya penyelenggaraan ibadah haji melalui bank sebagai lembaga keuangan resmi yang bekerjasama dengan pemerintah. Kemudian, artikel ini akan mengulas tentang sistem monitoring dan follow-up yang diberikan oleh Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) kepada calon jamaah setelah proses pendaftaran selesai. Informasi ini penting bagi calon jamaah agar mereka dapat memahami tahapan selanjutnya dalam persiapan menjalani ibadah haji. Dengan demikian, melalui pemahaman yang mendalam terhadap prosedur pendaftaran Haji melalui Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), calon jamaah dapat mengoptimalkan persiapannya dan menjalani ibadah haji dengan lancar. Artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan komprehensif bagi mereka yang berkeinginan melaksanakan ibadah haji melalui lembaga keuangan resmi dan terpercaya. The procedure for registering for Hajj through the Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) is a crucial step for prospective pilgrims intending to undertake the sacred pilgrimage. This article comprehensively presents the stages that prospective pilgrims need to follow when registering for Hajj through this financial institution. Firstly, prospective pilgrims must understand the process of collecting and preparing the required documents before registration, such as identification, health certificates, and other supporting documents. Subsequently, this article will provide a detailed explanation of how prospective pilgrims can access the Hajj registration services through the Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), including a guide on filling out forms and the data verification process. The third key aspect of this procedure is the payment of the pilgrimage expenses through the bank as an official financial institution collaborating with the government. Furthermore, the article will discuss the monitoring and follow-up systems provided by the Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) to prospective pilgrims after completing the registration process. This information is crucial for prospective pilgrims to understand the subsequent stages in preparing for the pilgrimage. Thus, through a profound understanding of the registration procedure for Hajj through the Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), prospective pilgrims can optimize their preparations and undertake the pilgrimage smoothly. This article aims to provide a comprehensive guide for those wishing to perform Hajj through an official and trustworthy financial institution.
Media Sosial sebagai Alat Informasi dan Komunikasi dalam Manajemen Haji dan Umroh: Studi Kepustakaan Al-Rizki Febriyanti, Clarissa; Sabillah Bahri, Elsa; Taufiqurrahman, Shalman; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1029

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran media social dalam manajemen haji dan umroh, dengan analisis data yang diperoleh dari jamaah melalui survei dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa WhatsApp adalah platform yang paling banyak digunakan (85%), diikuti oleh Facebook (70%), Instagram (55%), Twitter (40%), dan Youtube (35%). Media social terbukti efektif dalam komunikasi dan koordinasi antara jamaah dan penyelenggara, memungkinkan penyebaran informasi cepat dan real-time. Temuan ini sejalan dengan teori komunikasi massa dan difusi inovasi, yang menekankan pentingnya kecepatan dan jangkauan dalam penyebaran informasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses internet dan isu keamanan data perlu ditangani. Penelitian ini menyarankan peningkatan infrastruktur internet, pengembangan kebijakan privasi, serta edukasi penggunaan media social bagi jamaah. Pandemi COVID-19 juga mengeaskan pentingnya media social dalam adaptasi manajemen haji dan umroh selama situasi krisis. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan pada literatur dan menawarkan wawasan praktis untuk peningkatan manajemen haji dan umroh di masa depan. This study explores the role of social media in Hajj and Umrah management, by analyzing data obtained from pilgrims through surveys and interviews. The results show that WhatsApp is the most widely used platform (85%), followed by Facebook (70%), Instagram (55%), Twitter (40%), and Youtube (35%). Social media proved to be effective in communication and coordination between pilgrims and organizers, allowing for quick and real-time information dissemination. This finding is in line with mass communication and innovation diffusion theories, which emphasize the importance of speed and reach in information dissemination. However, challenges such as limited internet access and data security issues need to be addressed. This research suggests improving internet infrastructure, developing privacy policies, and educating pilgrims on the use of social media. The COVID-19 pandemic also emphasizes the importance of social media in the adaptation of Hajj and Umrah management during crisis situations. The findings make a significant contribution to the literature and offer practical insights for the improvement of Hajj and Umrah management in the future.
Co-Authors ., Aslan Abdul Hanan Hawari Abdul Kadir ABDUL MUJIB Abdul Rasyad Abdul Samad Abdul Wahab Abdurahman Abdurrahman Abuddin Nata, Abuddin Ade Destri Deviana Adi Gunawan, Adi AGUNG SETIAWAN Ahmad Alfiansyah Ahmad Muradi Ahmad Nizar, Rasya Ahmad Tohri Akhmad Rusydi, Akhmad Akhmad Sodiq Akmal, Fitria Al Habib, M Fikri Al-Rizki Febriyanti, Clarissa Albab, Muhammad Albi, Allen Albian, Kemil Alkarim, Agung Alma Aulia Alpha Amirrachman Amil, Amil Andriani, Ikha Anggeraini, Hani Anisaturrahmi, Anisaturrahmi Annisa, Rizki Ansari, Muhammad Iqbal Arifin, M Fahmi Ariyani, Etika Arqam, Muhammad Lailan Arsyad Ahlibaet, Bani Rizki Azelya, Iis Azizah, Nisfiatul Badarudin Bahari, Astrid Octavia Baiq Reinelda Tri Yunarni Bambang Eka Saputra Barsihanior Barsihanor, Barsihanor Burhan Cakranegara, Pandu Adi Chulaivi, Ahmad Delfi Wulandari Dendi Pratama Depita Kardiati Dessy Amanda Dewi Fitriani Dimas Tri Frasetiyo Dita Febrianti Dzikri, Dzulfadly edi edi Eikman, Alfian Eline Yanty Putri Nasution Emerald Nahlal Paradise Eriana Saprida Erinna Amelia Ratnaduhita Fadilah, Putri Nurul Fahmi Arifin, M. Fahrul Rozi Tarigan Fardin Hasibuan Fauzi Ahmad Muda Febrionandes, Ikhsan Fitri Astutik, Fitri Galuh Nashrulloh Kartika Mayangsari Rofam Gusfira, Nofil Haekal, T. M. Hafidzah, Aulia Hafizoh Haris, Yogi Sopian Hary Murcahyanto Hasibuan, Rabitah Hanum hastasari, ratih Hastuti, Lidya Herlissha, Novita Hertasmaldi, Hertasmaldi Hidayat, Amirul Hidayati Hidayati Hijril Ismail, Hijril Huldiya Syamsiar Ibrahim Ibrahim Ikram, Muhamad Ilham B, M Arief Ilham Ilham Imamuddin, Muhammad Faiz Indradewa, Rhian Indriyani, Deswita Irfan, Nadir Johari, Harry Irawan Joni Safaat Adiansyah Jumiati Jumiati Khazimi, Ibrahim Zaky Khoiru Tsaqif Daffani KN, Jamiati Kristian, Niko Lalu amirul Khairi Lalu Murdi leli Romdaniah Liston, Sony Lubbi Ramadhan, Farha Lubis Lubis Lyra Lasita M. Fahmi Arifin M. Rasyid Ramadhan M.Irfan Maali, Faqih Maghfiroh, Rodiatul Mahsup, Mahsup Makhfud Syawaludin Mansurdin, Mansurdin Mardianton, Mardianton Marudin Maulana, Refa Mauliza, Syifa Meiwindah Mhd. Habibi Nasution Mintasrihardi, Mintasrihardi Mohamad Rizal Ramadhoni Mu'adz, Hendra Iqranul Mu'ti, Abdul Muchamad Triyanto Muhammad Faqih Idrus Maliki Muhammad Iqbal Ansari Muhammad Mu’tasim Billah Muhammad Nauval Hazieq Muhammad Rayhan Muhammad Reza Muhammad Rizal Muhammad Shobirin Muhammad Shulhan Hadi, Muhammad Shulhan Muhammad Syarqowi Muhammad Zuhdi Murti, Anis Muslem Muslem Muslim, M. Paris Mutamimah Mutamimah MUTMAINNAH . Mu’ti, Abdul Nanda Ria Mentari Nasrul Nasrul Nasution, Muhammad Irwan Padli Naura Ghaida Syifa Nayla Nuzula Khairunnisa Nizar, Rasya Ahmad Novendra, Fazlul Novia Kurnia Cahya Nurdianty, Mitha Sari Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Nurul Fitriah, Nurul Nurul Hikmah Palahuddin, Palahuddin Putra, Deny Jaya Putra, Nirwadi Putra, Purniadi Putri Salzabila Putri, Ade Qoimatus Sadiah Budiarti Rafa Hidayat, Muhammad Yusuf Rahma Rahma Rahma, Rahma Rahmatul Dzikri, Ridho Ramadana, Alief Aulia Ramayanto Rauzi Ramazalena Reza Fahlevi Rezky Ananda, Ariyanti Ridwan Ridwan Rizkah Rizkah Rizkah, Rizkah Rizki Annisa Rofam, Galuh KMR Rohana Rohana Romdaniah, Leli Rosmiati Rosmiati rubiyad, adib Sabillah Bahri, Elsa Sabrina Aziz, Atikah Alfah Sadikin Ali Said Agil Hasan Salami Mahmud Salman Alfarisi Salsabila, Rahmah Sari Dewi, Ratna Sari Kumala Sari, Willa Fatika Sarrah Kurnia Fadhillah Setianto, Akbar Yuli Shifa Nazira Juliasih Shoibul Anwar, Mohammad Silahuddin Silahuddin Siti Khoirunnisa, Siti Sitorus, Iwan Ramadhan Sofy, Malik Suaryansyah, Berandi Suhada Suhada Suhupawati, Suhupawati Sukuryadi, Sukuryadi Sultan Hibrizi Supardi Suparto Supriyadi Supriyadi Sururin, Sururin Susilo Ilham Prayitno Susilo Surahman Syabuddin Syarifah Chairunnisak Syfa Tasya Zahwani Taufiqurrahman, Shalman Tiara Fitari Tiara Nathania Tutus Rani Arifa Tutus Rani Arifa Veryawan, Veryawan W, Sulaiman Wardatul Hamro Warul Walidin Ak Wawan Saputra Wira Kurniawan Panjaitan Wiwik Handayani Yasmar , Renti Yogi, Yogi Sopian Haris Yuli Santri Isma Yulianto Suteja Yuliarstri, Widia Yumna Mardiyah, Khansa Yusron Saudi Yusuf, Dedi Zaenudin Zaenudin Zidni, Zidni Zidni, Zidni Zohri, M Afriandi