Claim Missing Document
Check
Articles

KONSEPSI MODERASI BERAGAMA DALAM RISALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH KARYA KH. HASYIM ASY'ARI: TELAAH KONTEKSTUAL TERHADAP TANTANGAN KEBERAGAMAN MASA KINI Nurul Mubin; Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah; Erisa Nafidlatussifa
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas konsepsi moderasi beragama dalam Risalah Ahlussunnah wal Jama'ah karya KH. Hasyim Asy'ari dan relevansinya dalam menghadapi tantangan keberagaman keagamaan di Indonesia masa kini. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan telaah kontekstual terhadap teks dan dinamika sosial keagamaan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai wasathiyah, toleransi, dan tasamuh yang dikembangkan KH. Hasyim Asy'ari sejalan dengan prinsip moderasi beragama yang menjadi pedoman kehidupan beragama di tengah pluralitas. Kontribusi pemikiran KH. Hasyim Asy'ari penting dalam merawat harmoni sosial dan menghindari ekstremisme
KITAB KUNING: METODE SOROGAN DAN BANDONGAN DI PONDOK PESANTREN Dia Fathul Jannah; Fauzia Adista Wati; Nurul Mubin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitab kuning merupakan kitab klasik berbahasa Arab tanpa harakat (gundul) yang digunakan sebagai rujukan utama dalam pembelajaran Islam di lingkungan pesantren. Kitab ini mencakup berbagai disiplin ilmu keislaman seperti fikih, tauhid, tafsir, hadis, dan tasawuf. Keberadaannya mencerminkan tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan secara turun-temurun. Di pesantren, metode pembelajaran kitab kuning memiliki ciri khas tersendiri, seperti metode bandongan dan sorogan. Setiap metode memiliki pendekatan yang menekankan pada pemahaman teks dan pelatihan logika berpikir kritis terhadap sumber-sumber klasik. Selain itu, pembelajaran kitab kuning juga melibatkan pemahaman gramatikal bahasa Arab melalui ilmu nahwu dan sharaf. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif bersama dengan pendekatan “studi kepustakaan”. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk mempelajari konsep keagamaan secara menyeluruh, terutama tentang bagaimana nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dapat doterapkan dalam pendidikan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian kitab kuning serta menggambarkan metode-metode pembelajaran yang diterapkan di pesantren, sebagai upaya pelestarian khazanah intelektual Islam klasik dalam konteks pendidikan tradisional di Indonesia.
Pengaruh Minat terhadap Capaian Hafalan Al-Qur’an Siswa pada Program Tahfizul Qur’an di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banjarnegara Muhammad Aflah Nurhuda; Nurul Mubin; Ahmad Zuhdi
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i3.197

Abstract

This research aims to explore how students’ interest plays a role in their ability to memorize the Qur’an in the Tahfizul Qur’an program at MTs Negeri 1 Banjarnegara. The study utilizes a descriptive qualitative approach, gathering information through observation, in-depth interviews, and documentation. Participants in this research include tahfiz students, tahfiz teachers, and the program coordinator. The data were processed and analyzed following Miles and Huberman’s framework, which involves phases of reducing data, displaying it, and drawing conclusions. The findings indicate that student interest positively and significantly affects their Qur’anic memorization achievements, both in terms of amount and quality. Higher interest is associated with more effective memorization. Additionally, this interest is influenced by internal factors, such as motivation and satisfaction, as well as external factors, including family and teacher support, all of which help foster a successful tahfiz learning process. The study underscores the necessity of developing and maintaining student interest to maximize the outcomes of the tahfiz program.
HARMONISASI ISLAM ASWAJA DAN TRADISI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN NILAI KEAGAMAAN DI DESA BUNTU KEJAJAR WONOSOBO Dian Tri Wardani; Elma Nur Syafaah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i4.4311

Abstract

Abstrak Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (ASWAJA) sebagai ideologi Islam moderat telah berhasil berintegrasi dengan budaya lokal masyarakat Indonesia. Salah satu contohnya dapat ditemukan di Desa Buntu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, yang masih mempertahankan tradisi lokal seperti slametan, sedekah bumi, dan ziarah ke kuburan. Tradisi ini berfungsi sebagai sarana spiritual dan sosial dalam kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana harmonisasi ajaran Islam ASWAJA dan tradisi lokal dapat meningkatkan nilai-nilai keagamaan masyarakat Desa Buntu. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan nilai-nilai ASWAJA dan tradisi lokal berdampak positif terhadap kehidupan keagamaan masyarakat. Ini juga mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan dan memperkuat identitas Islam yang bersahabat dengan budaya.
Penerapan Nilai Aswaja An-Nahdliyah pada Praktik Shalat Fardhu Mulia Kholishotussalwa; Septiana Laelatul Hikmah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4514

Abstract

Shalat fardhu merupakan kewajiban utama dalam Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai sarana pembinaan spiritual bagi umat Muslim. Dalam perspektif Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah yang dianut oleh Nahdlatul Ulama, shalat fardhu mengandung nilai-nilai keislaman seperti tauhid, disiplin, istiqamah, kesetaraan, dan tanggung jawab individu. Nilai-nilai tersebut dilandasi oleh prinsip-prinsip moderasi seperti tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil), yang menjadi ciri khas ajaran Aswaja.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam praktik shalat fardhu serta menganalisis kontribusinya dalam membentuk karakter moderat dan inklusif di kalangan warga Nahdlatul Ulama. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan menganalisis berbagai literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat fardhu yang dilandasi dengan nilai-nilai Aswaja dapat memperkuat aspek spiritual, etika, dan sosial umat Islam, serta mendorong terciptanya kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat majemuk.
Peran Aswaja dalam menangkal Radikalisme di Kalangan Pemuda Indana Aulia; Zakia Khoshi Oase; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4651

Abstract

Radikalisme yang berkembang di kalangan pemuda saat ini menjadi salah satu ancaman serius bagi stabilitas sosial, keamanan, dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Pemuda sebagai generasi penerus bangsa sangat rentan terpengaruh oleh paham-paham radikal yang seringkali mengandung ajaran kekerasan dan intoleransi. Dalam konteks ini, Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) hadir sebagai paham Islam moderat yang memiliki peran strategis dalam menangkal penyebaran radikalisme. Artikel ini mengkaji secara mendalam bagaimana nilai-nilai dan tradisi Aswaja diaplikasikan dalam berbagai lembaga pendidikan, pesantren, dan komunitas pemuda untuk membentengi mereka dari pengaruh radikalisme. Melalui pendekatan pembinaan karakter yang berlandaskan pada prinsip moderasi, toleransi, dan sikap inklusif, Aswaja mengajak pemuda untuk memahami Islam secara benar, damai, dan penuh kasih sayang. Selain itu, artikel ini juga membahas berbagai metode pendidikan dan dakwah yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai Aswaja, seperti penguatan amaliah keagamaan yang moderat, dialog antarumat beragama, serta pengembangan sikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial. Studi kasus yang dilakukan di beberapa pesantren dan madrasah menunjukkan bahwa penerapan pendidikan Aswaja secara konsisten mampu membentuk sikap resistensi terhadap paham radikal dan meningkatkan kesadaran pemuda akan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi. Dengan demikian, penguatan peran Aswaja tidak hanya menjadi upaya preventif dalam menangkal radikalisme, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam membangun harmoni sosial dan moderasi beragama di Indonesia. Oleh karena itu, artikel ini menegaskan bahwa pengembangan dan peningkatan peran Aswaja melalui pendidikan formal dan non-formal, serta dakwah yang menyentuh kehidupan sehari-hari pemuda, merupakan strategi efektif dan berkelanjutan dalam menjaga generasi muda dari pengaruh radikalisme. Implementasi nilai-nilai Aswaja secara menyeluruh diharapkan dapat memperkokoh karakter pemuda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial, sehingga mampu berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.
Digitalisasi Dakwah Aswaja: Tantangan dan Peluang di Era Media Sosial Faiqotun Nafisah; Zakiyyatul Fuadah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4705

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi dakwah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam menghadapi era digital, khususnya melalui media sosial. Dakwah Aswaja yang sebelumnya berbasis luring kini dihadapkan pada dinamika komunikasi daring yang menuntut adaptasi cepat terhadap teknologi dan preferensi audiens digital, terutama generasi muda. Studi ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif tematik untuk mengeksplorasi tantangan struktural, teknis, dan ideologis dalam digitalisasi dakwah. Temuan menunjukkan bahwa meskipun dakwah Aswaja menghadapi keterbatasan dalam literasi digital, media sosial menawarkan peluang besar untuk memperluas jangkauan pesan Islam moderat secara lebih interaktif dan responsif. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya perancangan strategi dakwah digital yang tidak hanya adaptif secara teknis, tetapi juga konsisten dengan nilai-nilai ideologis Aswaja dalam menjaga harmoni sosial dan menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin di era digital.
Tantangan Pendidikan Multikultural di Indonesia era Globalisasi Muhammad Reza Syahrul Huda; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4742

Abstract

Indonesia merupakan bangsa multikultural dan majemuk, oleh karena itu bangsa Indonesia dapat disebut bangsa yang bersifat multikulturalisme. Era globalisasi ini sering kali diprediksi akan berdampak negatif terhadap semua aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Arus globalisasi membuat sistem kehidupan semakin kompleks, menjadi tantangan baru bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia yang memasuki milenium ketiga saat ini. Hubungan antara budaya lokal, nasional, dan budaya global semakin terkait erat dan sulit dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
INTERNALISASI NILAI ASWAJA AN-NAHDLIYAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PONDOK PESANTREN ROUDHOTHUT THULLAB Rifana Azzahra; Ria Tri Hartini; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-Nahdliyyah dalam memperkuat moderasi beragama di Roudhotut Thullab. Dalam konteks perkembangan Islam di Indonesia, moderasi beragama menjadi fokus utama untuk menghadapi tantangan ekstremisme dan radikalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Sampel penelitian ini adalah pondok pesantren yang mewakili keberagaman tradisi Islam di Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konsep nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyyah untuk memperkuat moderasi beragama meliputi nilai-nilai a) tawasuth (moderasi), b) tawazun (keseimbangan), c) i'tidal (keadilan), dan d) tasamuh (toleransi). 2) Proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam penguatan moderasi beragama terdiri dari tiga tahap, yaitu: a) Pengetahuan tentang nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyah dan pembelajaran kitab-kitab kuning, b) Penanaman nilai-nilai emosional melalui kegiatan-kegiatan seperti wisata, futsal harian, dan wisata shodakho, dan c) Penerapan nilai-nilai perilaku dengan menggunakan metode pembiasaan dan keteladanan. 3) Dampak internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyah terhadap penguatan moderasi beragama meliputi a) keterlibatan negara, b) toleransi, c) penolakan radikalisme dan kekerasan, dan d) konformitas dengan budaya lokal.
PENERAPAN NILAI-NILAI ASWAJA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Nova Dwi Riyani; Zahid Akhmad Surya; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5136

Abstract

Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) merupakan manhaj pemikiran keagamaan yang bersifat moderat, toleran, seimbang, dan adil, yang telah menjadi pondasi utama bagi praktik keislaman masyarakat Indonesia, khususnya dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Nilai-nilai utama dalam Aswaja, yakni tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil), tidak hanya berfungsi sebagai konsep teoretis dalam diskursus keagamaan, tetapi juga telah menyatu dalam praktik kehidupan masyarakat sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan—sosial, budaya, pendidikan, dan keagamaan—serta bagaimana kontribusinya dalam membentuk karakter individu dan kolektif yang inklusif, damai, dan berkeadaban. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis terhadap dinamika sosial keagamaan di masyarakat, serta kajian literatur dari sumber-sumber klasik dan kontemporer, tulisan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja telah membumi dalam kehidupan masyarakat. Tawassuth mengarahkan sikap moderat dalam menghadapi perbedaan pandangan, tasamuh memperkuat semangat toleransi antarumat beragama dan antarmazhab, tawazun menciptakan keseimbangan antara spiritualitas dan kehidupan duniawi, sedangkan i’tidal menjadi prinsip utama dalam mewujudkan keadilan dalam berbagai bidang kehidupan. Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan meningkatnya penyebaran pahampaham ekstrem yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam moderat, nilai-nilai Aswaja menghadapi tantangan besar. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis seperti penguatan pendidikan karakter berbasis Aswaja, pemanfaatan media digital untuk dakwah yang kontekstual dan humanis, serta revitalisasi tradisi keislaman lokal yang inklusif dan membumi. Dengan demikian, nilai-nilai Aswaja dapat terus menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan mampu merespons perubahan zaman secara bijak dan konstrukti
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Arina Salsabila Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Dina Lutfa Azizi Dini Syarifah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Ishmatun Nabila Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Latif Khusmawardi LATIFAH Ledyna Bilqis Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miladia Nurul Aulia Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin , Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nanang Sudiyono Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Pratama Surya Haryanto Prayogo Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Ria Tri Hartini Rifana Azzahra Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Wahyuningsih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Sri Nurhayati Stania Rahmah Susan Asasiyah Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Umada Habibatil Mutia Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah