Claim Missing Document
Check
Articles

INTERNALISASI NILAI ASWAJA AN-NAHDLIYAH DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA PADA PONDOK PESANTREN ROUDHOTHUT THULLAB Rifana Azzahra; Ria Tri Hartini; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-Nahdliyyah dalam memperkuat moderasi beragama di Roudhotut Thullab. Dalam konteks perkembangan Islam di Indonesia, moderasi beragama menjadi fokus utama untuk menghadapi tantangan ekstremisme dan radikalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Sampel penelitian ini adalah pondok pesantren yang mewakili keberagaman tradisi Islam di Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konsep nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyyah untuk memperkuat moderasi beragama meliputi nilai-nilai a) tawasuth (moderasi), b) tawazun (keseimbangan), c) i'tidal (keadilan), dan d) tasamuh (toleransi). 2) Proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam penguatan moderasi beragama terdiri dari tiga tahap, yaitu: a) Pengetahuan tentang nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyah dan pembelajaran kitab-kitab kuning, b) Penanaman nilai-nilai emosional melalui kegiatan-kegiatan seperti wisata, futsal harian, dan wisata shodakho, dan c) Penerapan nilai-nilai perilaku dengan menggunakan metode pembiasaan dan keteladanan. 3) Dampak internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah Waljama'ah An-nahdliyah terhadap penguatan moderasi beragama meliputi a) keterlibatan negara, b) toleransi, c) penolakan radikalisme dan kekerasan, dan d) konformitas dengan budaya lokal.
PENERAPAN NILAI-NILAI ASWAJA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Nova Dwi Riyani; Zahid Akhmad Surya; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5136

Abstract

Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) merupakan manhaj pemikiran keagamaan yang bersifat moderat, toleran, seimbang, dan adil, yang telah menjadi pondasi utama bagi praktik keislaman masyarakat Indonesia, khususnya dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Nilai-nilai utama dalam Aswaja, yakni tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil), tidak hanya berfungsi sebagai konsep teoretis dalam diskursus keagamaan, tetapi juga telah menyatu dalam praktik kehidupan masyarakat sehari-hari. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan—sosial, budaya, pendidikan, dan keagamaan—serta bagaimana kontribusinya dalam membentuk karakter individu dan kolektif yang inklusif, damai, dan berkeadaban. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis terhadap dinamika sosial keagamaan di masyarakat, serta kajian literatur dari sumber-sumber klasik dan kontemporer, tulisan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja telah membumi dalam kehidupan masyarakat. Tawassuth mengarahkan sikap moderat dalam menghadapi perbedaan pandangan, tasamuh memperkuat semangat toleransi antarumat beragama dan antarmazhab, tawazun menciptakan keseimbangan antara spiritualitas dan kehidupan duniawi, sedangkan i’tidal menjadi prinsip utama dalam mewujudkan keadilan dalam berbagai bidang kehidupan. Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan meningkatnya penyebaran pahampaham ekstrem yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam moderat, nilai-nilai Aswaja menghadapi tantangan besar. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis seperti penguatan pendidikan karakter berbasis Aswaja, pemanfaatan media digital untuk dakwah yang kontekstual dan humanis, serta revitalisasi tradisi keislaman lokal yang inklusif dan membumi. Dengan demikian, nilai-nilai Aswaja dapat terus menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan mampu merespons perubahan zaman secara bijak dan konstrukti
Relevansi Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) dalam Pendidikan Karakter Islami Siswa di Era Kurikulum Merdeka Fitriyani; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5142

Abstract

Kemerosotan moral siswa akibat paparan konten digital menjadi tantangan empiris bagi pendidikan karakter Islami di sekolah. Penelitian ini bertujuan menelaah relevansi budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) sebagai penguat karakter Islami dalam koridor Kurikulum Merdeka. Pendekatan kualitatif‑deskriptif digunakan dengan metode studi pustaka pada artikel Sinta, buku, dan dokumen resmi; data dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil menunjukkan bahwa 5S menginternalisasikan akhlakul karimah, sedekah melalui senyum, doa melalui salam, ukhuwah melalui sapa, adab melalui sopan, dan kedewasaan sosial melalui santun, serta selaras dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Implementasi konsisten 5S di kelas, tata tertib, dan projek P5 memperkuat disiplin, toleransi, dan kepedulian sosial siswa. Simpulan: budaya 5S bukan sekadar kebiasaan, melainkan instrumen strategis pembentukan karakter Islami yang kontekstual. Implikasinya, sekolah perlu memasukkan 5S dalam kebijakan kurikulum, pelatihan guru, dan materi digital agar pendidikan karakter tetap efektif di era teknologi.
Pandangan Aswaja An-Nahdliyah Pada Tradisi Muludan Fita Ulinni’ma; Imas Amanatu Zahro; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5169

Abstract

Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW atau "muludan" merupakan praktik keagamaan yang mengakar kuat dalam masyarakat muslim Indonesia. Kelompok Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), terutama yang diwakili oleh Nahdlatul Ulama (NU), memiliki pandangan khas yang mendukung pelestarian tradisi ini sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW dan media pendidikan spiritual. Artikel ini bertujuan menjelaskan pandangan Aswaja terhadap tradisi muludan, dasar legitimasi keagamaannya, dan bagaimana peran tradisi ini dalam menangkal paham radikal-transnasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aswaja memandang tradisi muludan sebagai amaliyah yang mengandung nilai-nilai luhur dan dapat memperkuat pemahaman Islam moderat di tengah arus fundamentalisme.
PELAKSANAAN NILAI-NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH AN-NAHDLIYAH DI DESA TEGALSARI KECAMATAN GARUNG KABUPATEN WONOSOBO Kuni Ustuviana; Muhammad Khairy Abdullah Dzaky; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) di Desa Tegalsari, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Sebagai wilayah dengan basis Nahdlatul Ulama (NU) yang kuat, masyarakat Desa Tegalsari menjadikan Aswaja An-Nahdliyah sebagai fondasi dalam menjalankan aktivitas keagamaan, sosial, dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh agama, dan dokumentasi kegiatan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai Aswaja tercermin dalam berbagai amaliyah ubudiyah seperti tahlilan, yasinan, manaqiban, peringatan hari besar Islam, serta dalam sistem pendidikan madrasah dan TPQ. Selain itu, organisasi NU seperti Muslimat NU dan GP Ansor juga turut berperan aktif dalam membina masyarakat. Meskipun menghadapi tantangan modernitas dan pengaruh dakwah transnasional, masyarakat Tegalsari tetap mempertahankan identitas Aswaja melalui pendekatan dakwah yang ramah dan adaptif.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TAJWID MELALUI NADZOM TERJEMAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SANTRI DI TPQ THORIQUL HUDA WANAKARSA WANADADI BANJARNEGARA Pratama Surya Haryanto; Nurul Mubin; Ngatoillah Linnaja
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5200

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat anak-anak dalam mengikuti pembelajaran Al-Qur’an, yang berdampak pada kurang maksimalnya pemahaman mereka terhadap ilmu tajwid serta rendahnya kualitas bacaan Al-Qur’an. Kondisi ini mendorong perlunya inovasi dalam metode pembelajaran yang mampu menarik minat santri serta mempermudah proses pemahaman materi. Salah satu metode yang digunakan adalah metode nadzom terjemah berbahasa Indonesia dengan pendekatan Ummi, yang dinilai sesuai dengan karakteristik anak-anak dan lebih mudah diterima dalam proses belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran tajwid melalui nadzom terjemah, serta menilai pengaruhnya terhadap peningkatan pemahaman santri dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian ini dilaksanakan di TPQ Thoriqul Huda, yang berlokasi di Desa Wanakarsa, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah santri TPQ Thoriqul Huda dari berbagai jenjang kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode nadzom terjemah berbahasa Indonesia dengan pendekatan Ummi mampu meningkatkan pemahaman santri terhadap kaidah-kaidah tajwid secara bertahap. Hafalan nadzom yang dilagukan terbukti membantu santri dalam mengingat materi dengan lebih mudah dan menyenangkan. Peningkatan pemahaman ini berdampak langsung pada kualitas bacaan Al-Qur’an para santri, yang menjadi lebih baik dan sesuai dengan aturan tajwid. Dengan demikian, penerapan metode ini dapat menjadi alternatif strategis dalam pembelajaran tajwid di lingkungan TPQ.
PENGAMALAN NILAI- NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH DALAM MAJELIS SHALAWAT NARIYAH AKBAR Azzah Nur Laili; Nurul Inayatiningsih; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5219

Abstract

Shalawat Nariyyah merupakan bacaan sholawat yang populer dikalangan umat islam. Sholawat nariyyah merupakan shalawat yang disusun oleh Syeikh Ibrahim Attaziy Al Maghribiy, sehingga shalawat ini disebut shalawat Taziyah Attafrijiyyah. Menurut paham Ahlussunnah Wal Jamaah shalawat adalah bentuk ungkapan pujian, penghormatan, dan doa kepada Nabi Muhammad SAW. Secara ringkas, dalam perspektif Aswaja, shalawat bukan sekedar ritual belaka, tetapi merupakan bentuk ibadah yang memiliki nilai spiritual dan keutamaan yang besar. Shalawat merupakan wujud kencintaan, penghormatan, dan pengakuan atas kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT. Barang siapa umat yang mencintai Nabi berarti ia juga mencintai Allah, seperti sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa barang siapa yang membaca shalawat satu kali kepadaku, maka Allah akan memberikan rahmat kepadanya 10 kali lipat. Sebagaimana telah kita ketahui bahwasanya setiap aspek kehidupan baik secara duniawi maupun ukhrawi tergantung apa yang kita niatkan. Maka dalam ini kami sangat mengharapkan melalui majelis shalawat nariyyah ini para jamaah bisa paham tentang apakah itu shalawat sehingga mereka tumbuh rasa cinta pada baginda Nabi.
Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Membangun Karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Wahyu Prastiyo; Nur Lu’lu’ul Maknunah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5265

Abstract

Penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter keislaman dan kebangsaan mahasiswa, khususnya dalam konteks ke-NU-an atau An-Nahdliyah. Nilai-nilai Aswaja yang bersumber dari ajaran tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), tawassuth (moderat), dan i’tidal (keadilan) menjadi landasan penting dalam mencetak pribadi mahasiswa yang berintegritas, inklusif, dan berpikiran terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan nilai-nilai Aswaja di lingkungan perguruan tinggi serta dampaknya terhadap pembentukan karakter mahasiswa An-Nahdliyah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Aswaja melalui kurikulum, kegiatan kemahasiswaan, dan pembinaan spiritual mampu membentuk karakter mahasiswa yang religius, nasionalis, dan berwawasan kebangsaan. Penanaman nilai Aswaja yang berkelanjutan berkontribusi pada penguatan identitas ke-NU-an serta menjadi benteng ideologis dalam menghadapi tantangan radikalisme dan disintegrasi sosial.
PENERAPAN NILAI-NILAI AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH AN-NAHDLIYAH DI DESA KALIBEBER MOJOTENGAH WONOSOBO Rindiana; Yoga Khoirul Anam; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5340

Abstract

Paham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) telah menjadi kerangka keislaman yang mendasari kehidupan mayoritas umat Islam Indonesia, termasuk masyarakat Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo. Melalui peran pesantren, khususnya Pondok Pesantren Al-Asy’ariyyah, nilai-nilai Aswaja seperti tawasuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal diterapkan secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dan lapangan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja telah mewarnai praktik ubudiyah, tradisi keagamaan, pendidikan pesantren, hingga kehidupan sosial masyarakat Kalibeber. Tradisi seperti tahlilan, yasinan, haul, dan pengajian menjadi media transmisi ajaran Aswaja yang moderat dan inklusif. Dengan demikian, masyarakat Kalibeber menjadi contoh konkret penerapan ajaran Aswaja dalam konteks lokal yang dinamis dan berakar kuat pada tradisi.
PERBANDINGAN PEMIKIRAN Al-ASY’ARI DAN Al-MATURIDI: KONTRIBUSI TERHADAP TEOLOGI ISLAM Desi Ariani; M. Fatih Ade Raihan; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5358

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan pemikiran dua tokoh besar dalam teologi Islam, yaitu Abu al-Hasan al-Asy'ari dan Abu Mansur al-Maturidi, yang dikenal sebagai pendiri dua mazhab teologi Sunni terbesar: Asy‘ariyah dan Maturidiyah. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan pandangan keduanya dalam isu-isu sentral akidah Islam, seperti sifat-sifat Tuhan, kehendak bebas manusia, serta rasio dan wahyu sebagai sumber pengetahuan keagamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan metodologis dan penekanan tertentu dalam beberapa persoalan teologis, keduanya sepakat dalam prinsip-prinsip dasar keimanan dan berkontribusi besar dalam membentuk kerangka ortodoksi Islam Sunni. Kontribusi pemikiran Al-Asy'ari dan Al-Maturidi memberikan dasar teologis yang kuat bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan intelektual dari kelompok lain, baik internal maupun eksternal, pada masa klasik hingga kontemporer.
Co-Authors Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahmad Faid Muzakky Ahmad Faturrohman Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Alfiatull Laely Lutfiah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alviana, Alviana Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Amaliyah, Zulvika Aminatul Muftihah Aminuyati Andzariatus Syarifah Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Sholihatun Anisa Zulfatusyrifah Aprillia Wahyu Utami Arbain Arbain Arina Salsabila Arum Rizqi Aprilia Asy Sifa Patricia Pratama Atiqotul Azimah Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto David Doresta Wijaya Dea Artika Sanri Debi Selasa Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Desi Ariani Desi Oktavia Desia Lu’luatussholihah Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Dina Lutfa Azizi Dinazad Maryam Tsabita Dini Syarifah Donita Bela Salsabila Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Fathara Aydalhaqq Fathurrizqi Almubarok Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Hasna Abiyyu Helmi Yanti Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Iqbal Bakhits Taufiqurrohman Ircham Taufiqul Hakim Ishmatun Nabila Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Istiana Jauhar Alauddin Al Arkan Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Latif Khusmawardi Lia Amalia Lia Warih Perwitasari Lulis Ujiyanti M. Fatih Ade Raihan M. Najib Alaziz M. Ulinnuha M. Zidan Dermawan Maftukhul Ngaqli Mahfudh, Anwas Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Marsel Hidayat MIFTAHUL JANNAH Miftakhul Arzak Miftakhul Hayat Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Mohammad Imron Nawawi Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhamad Mahrus Amin Muhammad Abu Sofyan Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Hasan Muhammad Iqbal Rosyid Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muizzatur Rokhaniah Mukromin Mukromin Mulia Kholishotussalwa Mursidi Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafi'atus Salmaa Nabila NAILATUR ROHMAH Najwa Ajlina Nur Azizah Nala Fury Ashlah Nanang Sudiyono Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Prasasti Dauliya Pratama Surya Haryanto Prayogo Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Ria Tri Hartini Rifana Azzahra Rifdatul Aisy Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riza Maysharoh Said Arkan Muzakki Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sinta Fatimah SITI FATIMAH SITI SHOLIHAH Siti Suryaningsih, Siti Siti Wahyuningsih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Soleh Hidayah Sri Nurhayati Stania Rahmah Syarif Hamid Syarif Hidayat Syarifatul Amanah T Towijaya Talita Nadia Kamila Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tolkhah Khuriza Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Umada Habibatil Mutia Via Nailil Ngyah Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wildan Rifqi Asyfia Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Rifandina Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah