Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK TENTANG SABAR DAN IKHLAS DALAM NOVEL SANG ABDI NDALEM KARYA ELIN KHANIN Nabiilah Tsabitul Azmi; Nurul Mubin; Sofan Rizqi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i3.4569

Abstract

This article discusses the values ​​of moral education about patience and sincerity in the novel Sang Abdi Ndalem by Elin Khanin and its relevance to contemporary Islamic education. This research was conducted using a descriptive qualitative approach through literature study, documentation, online data search, and interviews, with content analysis and discourse analysis techniques. The results of the study indicate that this novel contains profound moral lessons about the importance of patience and sincerity, which are reflected in the steadfastness in facing trials, obedience to orders, the ability to control oneself, and acceptance of destiny and sincerity in selfless charity. In addition to being a literary work, Sang Abdi Ndalem also has great potential as a source of learning moral education in the context of modern Islam. The inspiring narrative, rich cultural background, and moral values ​​conveyed subtly make this novel effective in enriching character learning methods. Thus, the use of this literary work in the world of education can be an interesting and meaningful alternative in forming a strong, patient, sincere, and noble Muslim personality in the contemporary era.
KORELASI ANTARA PEMAHAMAN KITAB SAFINATUN NAJAH DENGAN PRAKTIK IBADAH SHALAT SISWA KELAS VIII MTs MA'ARIF GONDANG WATUMALANG Sofiyatul Mukaromah; Nurul Mubin; Muhammad Saefullah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i4.5154

Abstract

The objectives of this research are: 1) To determine the students’ understanding of the book Safinatun Najah in grade VIII at MTs Ma’arif Gondang; 2) To assess the students’ practice of prayer in relation to their understanding of the book Safinatun Najah; 3) To identify the correlation between the understanding of Safinatun Najah and the students’ practice of prayer.This study is a field research using a quantitative correlational approach. Data collection techniques include observation, testing, and documentation. To test the hypothesis, the researcher used the Product Moment correlation formula. The sampling technique used was total sampling, where the number of samples equals the population, namely 68 students.The results of the study show that: (1) The understanding of Safinatun Najah among grade VIII students at MTs Ma’arif Gondang Watumalang falls into the “good” category with an average score of 78.27; (2) The result of the prayer practice test for grade VIII students at MTs Ma’arif Gondang Watumalang also falls into the “good” category with an average score of 88.11; (3) The correlation result between the understanding of Safinatun Najah and prayer practice shows a Product Moment test score of 0.389 with a significance level of 0.001. This is proven by the empirical correlation coefficient (r-count) = 0.389, which is greater than the Pearson Product Moment table coefficient at the 5% significance level = 0.2387 and at the 1% significance level = 0.3104. Thus, the hypothesis proposed by the researcher is accepted, namely “there is a positive and significant correlation between the understanding of the book Safinatun Najah and the practice of prayer among grade VIII students of MTs Ma’arif Gondang Watumalang.”
Dinamika Jilbab dalam Sudut Pandang Sejarah: Dialog antara Budaya dan Agama Nanang Sudiyono; Qurrota A’yun Isbachunuri; Nurul Mubin
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v4i2.5759

Abstract

Wearing a hijab for Muslim women is not just a habit, but an obligation that has a deep meaning in religion and daily life. This tradition is not just owned by Muslims, in ancient times this tradition has been attached as a civilization, so it is important to explore this matter further. This article aims to trace the dynamics of the hijab from a historical perspective. With a qualitative descriptive approach, the study found that the history of wearing the hijab is much older than Islam. The use of the hijab has existed in various cultures and civilizations in the world, even before Islam was born, precisely since the Sumerian civilization in Mesopotamia around 5,000 BC. The tradition of the hijab is also found in ancient Assyrian society. Wearing the hijab can be a symbol of honor and social status, especially for elite women or priestesses, a differentiator between free women and slaves, and part of a particular cultural tradition, as seen in various ancient civilizations. Thus, wearing the hijab is not only a practice related to Islam, but also a social phenomenon that has existed for a long time in the history of human civilization. This finding is important for the creation of a dignified society, amidst the fading awareness of wearing the hijab among Muslim teenagers. This research provides a direction for future research on the importance of the hijab for the honor of women more specifically.
MEMBUMIKAN NILAI – NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH AN-NAHDLIYAH DI ERA GENERASI Z (GEN Z) Wawan Saputro; Ahmad Rizal Muzakki; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5426

Abstract

Generasi Z (Gen Z), sebagai digital native yang tumbuh di tengah arus informasi yang masif, menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari tekanan pada kesehatan mental akibat perbandingan sosial, polarisasi ideologi yang diperkuat oleh algoritma media sosial, hingga krisis identitas di persimpangan budaya global dan lokal. Di tengah kondisi tersebut, ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja), sebagai sebuah metodologi berpikir (manhaj al-fikr) yang mengedepankan prinsip-prinsip moderasi, keseimbangan, dan toleransi, menawarkan fondasi nilai yang fundamental dan terbukti relevan untuk dijadikan pegangan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam relevansi dan merumuskan strategi implementasi nilai-nilai luhur Aswaja dalam konteks kehidupan Gen Z yang tidak terpisahkan dari dunia digital. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan kajian pustaka (literature review), artikel ini mengkaji bagaimana konsep-konsep inti Aswaja seperti Tawassuth (moderat) dapat berfungsi sebagai filter kognitif terhadap informasi yang ekstrem, Tasamuh (toleran) sebagai landasan etika dalam berinteraksi di ruang virtual yang beragam, Tawazun (seimbang) sebagai kunci mencapai kesejahteraan digital (digital wellbeing), dan I'tidal (adil) sebagai kompas dalam aktivisme online. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai ini dapat menjadi jawaban efektif atas berbagai tantangan yang dihadapi Gen Z, tidak hanya untuk menangkal hoaks dan ekstremisme, tetapi juga untuk membangun resiliensi mental, kecerdasan emosional, serta memperkuat karakter kebangsaan yang inklusif. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan adanya sebuah gerakan kolektif untuk "membumikan" ajaran Aswaja, mentransformasikannya dari konsep normatif menjadi aksi nyata melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan ekosistem digital Gen Z, seperti melalui produksi konten media sosial yang inspiratif, pembentukan komunitas online yang positif, dan integrasi yang cerdas dalam pendidikan modern.
INTERNALISASI NILAI- NILAI ASWAJA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER REMAJA DI ERA MEDIA SOSIAL Alyah Kusumawati; Sekar Najwa Sal Sabila; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5428

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat, khususnya media sosial telah membawa dampak signifikan terhadap perilaku dan karakter remaja muslim di era digital. Disatu sisi, media sosial memberikan peluang untuk mengakses informasi dan pengetahuan secara cepat, namun di sisi lain, juga memnculkan berbagai tantangan seperti krisis identitas, dekadensi moral, serta penyebaran paham-paham ekstrem dan intoleran. Dalam konteks ini, nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (ASWAJA) yang mencakup prinsip Tawassuth (moderat), Tasamuh (toleran), Tawazun (seimbang), dan I’tidal (adil) menjadi sangat relevan sebagai dasar pembentukan karakter remaja muslim yang kokoh dan berahlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya internalisasi nilai-nilai Aswaja dalam menghadapi tantangan media sosial serta strategi efektif yang dapat diterapkan oleh keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai nilai Aswaja tidak hanya membentuk karakter yang religius dan moderat, tetapi juga membekali remaja dengan filter moral yang kuat dalam menghadapi arus informasi di media sosial. Penanaman nilai nilai ini harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan akhlak, pembiasaan perilaku, dan keteladanan dari lingkungan sekitar serta penguatan literasi digital berbasis nilai Islam moderat.
Etika Dalam Prespektif Filsafat Pendidikan Islam bela, laela_03; Anindya Septiana Cahyaning Miranti; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5376

Abstract

Etika merupakan cabang filsafat yang membahas prinsip moral, norma, dan nilai-nilai yang menjadi pedoman perilaku manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami makna etika, karakteristik etika dalam ajaran Islam, serta keterkaitannya dengan filsafat pendidikan Islam sebagai fondasi dalam pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan pustaka dengan perspektif filosofis, melalui analisis pemikiran tokoh-tokoh klasik dan modern mengenai etika dan pendidikan Islam. Hasil studi menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis serta menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam membentuk pribadi yang ideal. Etika Islam memadukan unsur wahyu dan rasio, berbeda dengan pendekatan etika Barat yang cenderung bersifat sekuler. Penelitian ini juga mengupas berbagai teori etika seperti hedonisme, utilitarianisme, dan deontologi, serta jenis-jenis etika yang relevan dalam pendidikan Islam, baik dari sisi filosofis maupun teologis. Kesimpulannya, pemahaman etika dalam kerangka filsafat pendidikan Islam sangat penting untuk membangun sistem pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga bermoral. Kajian ini membuka peluang untuk pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang berbasis nilai-nilai etika transendental.
Peran Aswaja An-Nahdliyah Dalam Pembentukan Karakter Moderat Mahasiswa Muslim Devi Rahmawati; Denisa Amni Nabilah Amin; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5434

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) dalam membentuk karakter moderat mahasiswa Muslim di era kontemporer. Moderasi beragama menjadi isu strategis dalam menghadapi tantangan radikalisme dan ekstremisme yang mengancam keharmonisan kehidupan berbangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada mahasiswa Muslim yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan berbasis Aswaja An-Nahdliyah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Aswaja An-Nahdliyah memiliki kontribusi signifikan dalam pembentukan karakter moderat mahasiswa Muslim melalui tiga aspek utama: pertama, internalisasi nilai-nilai tawassuth(moderasi), tawazun (keseimbangan), dan tasamuh (toleransi) dalam kehidupan sehari-hari; kedua, penerapan metodologi manhaj Nahdlatul Ulama yang mengutamakan dialog, musyawarah, dan pendekatan kultural dalam menyelesaikan persoalan keagamaan dan kemasyarakatan; ketiga, pengembangan sikap inklusif dan pluralis yang menghargai keberagaman sebagai sunnatullah. Penelitian ini memberikan rekomendasi pentingnya integrasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam kurikulum pendidikan tinggi dan program pembinaan karakter mahasiswa sebagai upaya preventif terhadap penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda Muslim.
Menghidupkan Tradisi Ibadah ala Aswaja An­-Nadhliyah di Era Modern Desi Oktavia; Anisa Shofiana; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5462

Abstract

Tradisi ibadah ala Ahlussunnah wal Jama’ah (An-Nadhliyah) merupakan warisan berharga dari para ulama Nusantara yang mengintegrasikan ajaran syariat islam, nilai-nilai spiritual tasawuf, dan kearifan lokal. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media perekat sosial, penguatan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, serta sarana pendidikan karakter dalam kehidupan masyarakat. Berbagai amaliah seperti tahlilan, yasinan, maulidan, istighotsah, manaqiban, dan ziarah kubur telah menjadi bagian dari ekspresi keislaman masyarakat Nahdliyin yang moderat, inklusif, dan toleran. Namun, seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan tantangan modernitas, eksistensi tradisi-tradisi ini mengalami tekanan yang signifikan. Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, muncul berbagai tantangan yang dapat melemahkan keberlanjutan tradisi Aswaja An-Nahdliyah. Di antaranya adalah menguatnya arus puritanisme keagamaan yang cenderung menolak praktik-praktik tradisional dan menuduhnya sebagai bid’ah, munculnya gaya hidup individualis yang mengurangi minat terhadap ibadah berjamaah dan tradisi kolektif, serta rendahnya literasi keagamaan di kalangan generasi muda akibat dominasi media digital yang kurang mengedepankan nilai-nilai keislaman yang moderat. Selain itu, pendekatan dakwah yang masih konvensional juga menjadi hambatan dalam menjangkau generasi milenial dan Gen Z. Melalui kajian ini, penulis menawarkan beberapa strategi revitalisasi yang dapat dilakukan untuk menghidupkan kembali tradisi ibadah ala Aswaja An-Nahdliyah di era modern. Strategi tersebut meliputi optimalisasi media digital sebagai sarana dakwah dan edukasi, penguatan kaderisasi Aswaja sejak usia dini melalui lembaga pendidikan formal dan nonformal, reaktualisasi tradisi keagamaan dengan pendekatan budaya yang kreatif dan kontekstual, serta pembentukan komunitas-komunitas pemuda Aswaja yang produktif dan inovatif. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa nilai-nilai Aswaja tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu bersaing secara sehat di tengah arus modernitas dan perubahan zaman. Dengan demikian, menghidupkan kembali tradisi ibadah Aswaja bukan berarti terjebak pada romantisme masa lalu, melainkan membangun jembatan antara warisan keislaman klasik dengan kebutuhan spiritual masyarakat modern. Tradisi Aswaja, apabila dikelola secara bijak dan adaptif, akan terus menjadi kekuatan spiritual dan sosial yang mampu menjawab tantangan zaman serta menjaga harmoni dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat di Indonesia.
Membangun Karakter Mulia Berdasarkan Ajaran Islam Latifah; Wafa Rahma Alia Frida; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.5480

Abstract

Akhlak merupakan salah satu aspek paling penting dalam ajaran agama Islam karena ia menjadi tolak ukur utama dari kualitas keimanan serta perilaku seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), akhlak tidak hanya dipahami sebagai bentuk perilaku baik semata, tetapi juga sebagai bagian integral dari keutuhan ajaran Islam yang meliputi aspek keimanan (aqidah), ibadah, dan muamalah. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji secara mendalam bagaimana nilai-nilai akhlak dalam perspektif Aswaja mampu membentuk karakter mulia bagi setiap individu muslim, terutama dalam konteks pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik studi literatur terhadap karya-karya ulama Aswaja klasik maupun kontemporer, serta kajian empiris terhadap penerapan nilai-nilai tersebut di lingkungan pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip utama Aswaja seperti tawassuth (sikap tengah), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan ta‘ādul (keadilan) mampu membentuk pribadi yang berakhlak mulia, memiliki sikap moderat, toleran, dan adil dalam menghadapi perbedaan, serta mampu hidup secara harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Oleh karena itu, penguatan pendidikan akhlak berbasis Aswaja perlu terus ditingkatkan dalam sistem pendidikan Islam di berbagai jenjang.
MAJELIS SHOLAWAT: APAKAH MASIH SEJALAN DENGAN AJARAN ASWAJA AN-NAHDLIYAH Tri Nurfiani; Naeli Amali; Nurul Mubin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengulas fenomena pertumbuhan majelis sholawat di kalangan generasi muda yang mengalami berbagai perubahan, seperti penggunaan lagu-lagu terkenal dan ekspresi fisik yang provokatif, termasuk tren menari dalam majelis. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah fenomena itu masih sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah. Penulis mengaplikasikan pendekatan kualitatif melalui analisis fenomenologi terhadap praktik majelis sholawat modern, meliputi tradisi ngalap berkah, komodifikasi dalam industri hiburan, serta fungsi sholawat sebagai medium dakwah dan pengajaran spiritual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun majelis sholawat berpotensi sebagai sarana dakwah yang efektif serta alat pelestarian tradisi keagamaan, unsur-unsur modernisasi seperti eksploitasi hiburan dan gerakan yang merangsang syahwat perlu dianalisis agar tidak menyimpang dari esensi spiritual dan adab keislaman yang dijunjung tinggi oleh Aswaja. Penulis menyarankan pemahaman yang mendalam serta pengawasan terhadap pengadaptasian sholawat dalam budaya populer demi mempertahankan kemurnian dan nilai-nilai spiritualnya
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Arina Salsabila Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Dina Lutfa Azizi Dini Syarifah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Ishmatun Nabila Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Latif Khusmawardi LATIFAH Ledyna Bilqis Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miladia Nurul Aulia Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin , Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nanang Sudiyono Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Pratama Surya Haryanto Prayogo Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Ria Tri Hartini Rifana Azzahra Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Wahyuningsih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Sri Nurhayati Stania Rahmah Susan Asasiyah Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Umada Habibatil Mutia Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah