p-Index From 2021 - 2026
26.067
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PROSIDING SEMINAR NASIONAL Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam AT TA´DIB Intizar Suhuf Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Profetika Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Jurnal Ilmiah Hukum LEGALITY Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia al-Afkar, Journal For Islamic Studies Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) eCo-Buss Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Mendapo: Journal of Administrative Law Journal of Economics and Business UBS Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA) BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Cakrawala: Jurnal Studi Islam Empowerment Journal Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Urecol Journal. Part H: Social, Art, and Humanities Prosiding University Research Colloquium Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pendidikan Amartha Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Jurnal Pengabdian Harapan Bangsa Demak Universal Journal of Islam and Sharia Solo Universal Journal of Islamic Education and Multiculturalism Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities International Journal of Law and Society Multicultural Islamic Education Review Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan FENOMENA: Journal of Social Science RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat International Journal of Halal System and Sustainability ISTIFHAM Journal of Islamic Economic Laws Edumaspul: Jurnal Pendidikan Profetika: Jurnal Studi Islam Bulletin of Islamic Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Manajemen Pembelajaran Tahfidz AL-Quran: MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIDZ Putra, Ali Akbar Sari; Muthoifin, Muthoifin; Badaruddin, Badaruddin
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.176 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i12.1164

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan program tahfidz di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Klaten dan memberi masukan kepada lembaga terkait untuk memajukan program tahfidz di lembaga tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif atau lapangan dengan menggunakan pendekatan fenomenologis tentang pembelajaran tahfidz al-Qur'an.Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dimulai dengan pengumpulan data ,reduksi, penyajian, dan mengambil kesimpulan sedangkan metode yang digunakan metode deduktif yang meneliti dari kejadian-kejadian umum dan kemudian direduksi menjadi bagian kecil atau khusus. Dengan berdasarkan temuan yang ditemui peneliti dilapangan kemudian dapat disimpulkan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Klaten memiliki manajemen pembelajaran tahfidz yang baik diantaranya dalam perencanaan materi, pengelolaan waktu, metode yang digunakan, dan penilaian yang terstrukstur.Pengorganisasian yang dikelola melalui penanggung jawab yang telah disusun dan terstruktur dalam bentuk organisasi. Pelaksanaan pembelajaran yang tercencana dalam bentuk program tahunan, dan evaluasi pembelajaran melalui ujian tahfidz. Diantara faktor pendukung dalam menejemen ini adalah kesungguhan santri, pembentukan halaqoh khusus, motivasi asatidzah,target setiap tahun. Faktor penghambat dalam menejemen ini diantara lain pengoptamalan waktu, kehadiran ustadz di halaqoh, lemahnya tajwid santri.Masukan dari peneliti yakni evaluasi bulanan yang berbentuk tabel dan absen kehadiran asatidzah dengan menambahkan kolom waktu.
Penanaman Nilai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin di Pondok Pesantren Rafsanjani, Hasmi; Jinan, Mutohharun; Muthoifin, Muthoifin
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.534 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i12.1167

Abstract

Pondok Pesantren tidak hanya mencakup struktur dan praktik pendidikan, tetapi juga seperangkat nilai dan standar tertentu, etiket, dan jalur yang mempersiapkan siswa untuk hidup dalam masyarakat santri dan dan realitas masyarakat yang heterogen dan beretika. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tidak bisa dipisahkan dari ruh bangsa ini, sebab pondok pesantren telah menjadi sub-kultur yang mengakar dalam pendidikan di Indonesia. Termasuk dalam menanamkan nilai Islam yang Rahmatan Lil?alamin Pendekatan yang dipilih oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, dengan Pondok Pesantren Addien As Shiddieq dan Pondok Pesantren Al-Irsyad Tengaran, Teknik analisis data yang relevan dengan penelitian ini adalah model analisis interaktif oleh Miles dan Huberman. nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di Pondok Pesantren Addien As Shiddieq Pacitan dan Pondok Pesantren Al-Irsyad Tengaran sudah dilaksanakan sejak awal, dan saat santri masuk ke pondok pesantren, Penanaman nilai-nilai moderasi Islam pada santri dilakukan melalui pembelajaran kitab-kita klasik, budaya pondok, kegiatan rutin pondok dan ekstrakuler, penghambat dalam menanamkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin adalah latar belakang serta sikap santri yang berbeda-beda secara individual, sehingga pondok menyikapinya dengan menerapkan aturan dan pemahaman yang secara bertahap dalam membina santri tersebut, minimnya metode inovasi dalam penggunaan media pembelajaran disaat kegiatan belajar mengajar berlangsung juga menjadi kendala bagi pengajar untuk memberikan inovasi.
Analisis Kebijakan Kementerian Agama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen Tentang Implementasi Matapelajaran Pendidikan Agama Islam di Masa Pandemi Rosyid, Muh. Adi Abdur; Sumardjoko, Bambang; Muthoifin, Muthoifin
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.343 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i1.1250

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kebijakan kementerian agama dengan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupatern Sragen Tentang Implementasi Mata Pelajaran Agama Islam di Masa Pandemi. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui kebijakan dan implementasi mata pelajaran pendidikan agama islam di kementerian agama dan dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten sragen di masa pandemi. Metode penelitrian dalam tulisan ini menggunakan paradigma penelitian kualitatif dan pendekatan phenomenologis yakni mendekati masalah yang diteliti secara mendalam sebagai suatu fenomena. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwasannya Kebijakan Kementerian Agama dengan Dinas Pendidikan dan Kebuayaan Kabupaten Sragen dalam mengatur pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di masa pandemi berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mentri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan Surat Edaran terkait Pemberlakuan dan panduan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19, Serta berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus. Implementasi kebijakan Kementerian Agama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen berdasarkan penyesuaian kebijakan yang disusun oleh Kementerian Agama Kabupaten Sragen dan mengikuti Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 719/P/2020. Hasil temuan dari penelitian yang dilaksanakan di kedua tempat ini memiliki keterkaitan.
The Indonesian government's political economy in the policy of the highest retail price for cooking oil from a sharia perspective Muhammad Muhsin; Rizka Rizka; Muthoifin Muthoifin
eCo-Buss Vol. 5 No. 3 (2023): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v5i3.666

Abstract

Purpose: The phenomenon of a scarcity of cooking oil will occur in Indonesia from the end of 2021 to early 2022, this scarcity will cause prices to rise in markets, causing people to find it difficult to get cooking oil. The Indonesian government, in response to this phenomenon, finally made a policy related to the highest retail price of cooking oil so that the price of cooking oil becomes more stable and easy to reach the public. However, this policy was not welcomed by the public. Therefore this study will discuss the political economy of the Indonesian government in addressing the scarcity of cooking oil from an Islamic perspective. Methodology: This research is descriptive qualitative research, using library research methods by collecting data from literature and books related to the Indonesian government's policy in addressing the scarcity of cooking oil. Results: This study concludes that the scarcity of cooking oil is due to hoarding and an agreement between the four large cooking oil companies to increase their selling price. Government policy in responding to this phenomenon is by Islamic provisions which aim to realize a fair market mechanism. However, there are still many people who think that the purpose of the government policy is bad due to the lack of transparency to the public regarding the policies made by the government
Al-Taubah wa Atsaruhâ fî Al-Intifâ’i bi Al-Mâl Al-Harâm fî Al-Fiqh Al-Islâmî Hatta Ahmad Syarif; Muthoifin; Imron Rosyadi
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.700

Abstract

إن تطور المعاملات بسائر أنواعها المختلفة في مجال الأعمال والتجارات مع وجود الاحتياجات البشرية المتزايدة في العصر الحالي يجعل الكثير من الناس يتنافسون في جمع أكبر قدر ممكن من الأموال والممتلكات. ومن المؤسف ألا يكون الدافع إلى جمع تلك الأموال مصحوبا بالخوف والحذر، مما يتسبب في وقوع كثير من الناس في تعاطي المال الحرام في أنشطتهم الاقتصادية. مع أن المسلمات عند المسلم أنه سوف يكون مسؤولا عنها أمام الله يوم القيامة: "من أين اكتسب ماله وفيما أنفقه؟!". ولكن لما جاءته موعظة من ربه ثم اهتدى يأتي السؤال بعد ذلك؛ كيف يتخلص من ماله المكتسب عن طريق الحرام؟ وما موقف الشرعية من ماله الذي نشأ وأصله من حرام؟ وهل يجوز له الانتفاع به بعد توبته؟ فلهذه التساؤلات يرى الباحث أهمية هذا الموضوع كي يحصل على حل للمسلمين نحو مشاكلهم المالية التي يواجهونها بعد التوبة. وانتهج الباحث في كتابة هذا البحث المنهج الوصفي التحليلي حيث استخدم المراجع والوثائق المكتبية في تكييف هذه المسألة وتخريجه تخريجا فقهيا. ومن أهم النتائج بعد البحث والمطالعة: التائب من المال الحرام لا بد عليه أن يميز مصدر كسبه قبل التخلص منه؛ فإن كان ماله حراما لذاته، مثل الخمر، فعيله إتلافه، وإن كان لكسبه، فلا بد من النظر إليه، إن كان عن طريق الظلم، كالمال المسروق مثلا، فعيله رده إلى صاحبه إن أمكنه الرد إليه وكان معلوما، وإن لم يمكن فإلى وارثه، وإن لم يمكن فيتصدق به عن صاحبه تخلصا لا تقربا إلى الفقراء والمساكين أو يصرفه في مصالح المسلمين بنية الضمان، ورد قيمته إلى صاحبه إن وجده فيما بعد. لا تصح توبته إلا به، ولا يجوز له الانتفاع به. وإن كان مكتسبا عن طريق التراضي، كالقمار مثلا، فطريقة تحلله منه بصرفه إلى الفقراء والمساكين أو إلى مصالح المسلمين. ويجوز له الانتفاع به حال كونه فقيرا أو مسكينا باتفاق العلماء قدر حاجته، وأما مع الغنى فيجوز أيضا في أرجح قولي العلماء ما دام صادقا في توبته. والربح الناشئ من المال الحرام المستثمر في عمل مباح يجب على التائب رد رأس ماله مع تقسيم النصف من ربحه إلى صاحبه، ولو كان الأولى له أن يتخلص من جميعه The development of all kinds of transactions in the field of business and commerce, with the increasing human needs in the current era, makes many people compete in collecting the largest possible amount of money and property. It is unfortunate that the motive for collecting this money is not accompanied by fear and caution, which causes many people to fall into the abuse of forbidden money in their economic activities. Although the Muslim’s postulates are that he will be responsible for them before God on the Day of Resurrection: “From where did he acquire his money and on what he spent it?!”. But when a sermon came to him from his Lord and then he was guided, the question comes after that; How does he get rid of his money earned through haram? And what is the position of legitimacy on his money, which originated from haram? Is it permissible for him to benefit from it after his repentance? For these questions, the researcher sees the importance of this topic in order to obtain a solution for Muslims towards their financial problems that they face after repentance. In writing this research, the researcher followed the analytical descriptive approach, as he used office references and documents in adapting this issue and graduating it jurisprudentially. Among the most important results after research and reading: the one who repents of unlawful money must distinguish the source of his earning before disposing of it; If his money is haraam in and of itself, such as alcohol, then his dependent is to destroy it, and if it is to earn it, then it must be looked at. It was not possible for him to give it in charity on behalf of its owner to get closer to the poor and the needy, or to spend it in the interests of Muslims with the intention of guaranteeing, and returning its value to its owner if he finds it later. His repentance is not valid without it, and it is not permissible for him to benefit from it. And if it was acquired through mutual consent, such as gambling, for example, then the way to get rid of it is by spending it on the poor and the needy, or on the interests of Muslims. And it is permissible for him to benefit from it if he is poor or needy, according to the agreement of scholars, as much as he needs, but with wealth, it is also permissible in the most correct of the two scholarly sayings, as long as he is sincere in his repentance. And the profit arising from unlawful money invested in a permissible work, the repentant must return his capital with dividing half of his profit to its owner, even if it is better for him to get rid of it all. Perkembangan segala macam transaksi di bidang bisnis dan perdagangan, dengan kebutuhan manusia yang semakin meningkat di era saat ini, membuat banyak orang berlomba-lomba mengumpulkan uang dan harta sebanyak-banyaknya. Sayangnya, motif pengumpulan uang ini tidak dibarengi dengan rasa takut dan hati-hati, sehingga banyak orang yang terjerumus dalam penyalahgunaan uang haram dalam kegiatan ekonominya. Meskipun dalil Muslim adalah bahwa dia akan bertanggung jawab atas mereka di hadapan Tuhan pada Hari Kebangkitan: "Dari mana dia mendapatkan uangnya dan untuk apa dia membelanjakannya?!". Tetapi ketika datang kepadanya khotbah dari Tuhannya dan kemudian dia dibimbing, pertanyaannya muncul setelah itu; Bagaimana dia menyingkirkan uangnya yang diperoleh melalui haram? Dan bagaimana kedudukan legitimasi atas uangnya yang asalnya haram? Apakah diperbolehkan mengambil manfaat darinya setelah bertaubat? Untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, peneliti melihat pentingnya topik ini untuk mendapatkan solusi bagi umat Islam terhadap masalah keuangan yang mereka hadapi setelah taubat. Dalam penulisan penelitian ini, peneliti mengikuti pendekatan deskriptif analitis, karena ia menggunakan referensi dan dokumen kantor dalam mengadaptasi masalah ini dan menyelesaikannya secara yurisprudensi. Di antara hasil yang paling penting setelah penelitian dan membaca: orang yang bertaubat dari uang haram harus membedakan sumber penghasilannya sebelum membuangnya; Jika uangnya diharamkan dengan sendirinya, seperti miras, maka tanggungannya adalah menghancurkannya, dan jika untuk mendapatkannya, maka harus diperhatikan. Tidak mungkin dia bersedekah atas nama pemiliknya untuk mendekatkan diri kepada fakir dan miskin, atau membelanjakannya untuk kepentingan umat Islam dengan maksud menjamin, dan mengembalikan nilainya kepada pemiliknya jika dia menemukannya nanti. Tobatnya tidak sah tanpanya, dan tidak diperbolehkan baginya untuk mengambil manfaat darinya. Dan jika diperoleh dengan kesepakatan bersama, seperti judi misalnya, maka cara menghilangkannya adalah dengan membelanjakannya untuk fakir dan miskin, atau untuk kepentingan umat Islam. Dan dibolehkan baginya untuk mengambil manfaat darinya jika dia miskin atau membutuhkan, menurut kesepakatan para ulama, sebanyak yang dia butuhkan, tetapi dengan harta, dibolehkan juga dalam hadis yang paling benar dari dua ulama, selama karena dia tulus dalam pertobatannya. Dan keuntungan yang timbul dari uang haram yang diinvestasikan dalam pekerjaan yang halal, orang yang bertobat harus mengembalikan modalnya dengan membagi setengah dari keuntungannya kepada pemiliknya, bahkan jika lebih baik baginya untuk melepaskan semuanya.
Penerapan Metode Talaqqi dalam Pembelajaran Tahfizul Qur'an Achmad Sudibyo; Syamsul Hidayat; Muthoifin Muthoifin
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i5.1740

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan implementasi metode talaqqi dalam pembelajaran tahfidzul Qur’an di SD Muhammadiyah 23 Semanggi dan SDIT Ar-Risalah Surakarta; Untuk menemukan dampak penerapan metode talaqqi  dalam pembelajaran tahfidzul Qur’an di SD Muhammadiyah 23 Semanggi dan SDIT Ar Risalah Surakarta; Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan metode talaqqi  dalam pembelajaran tahfidzul Qur’an di SD Muhammadiyah 23 Semanggi dan SDIT Ar Risalah Surakarta. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Implementasi metode talaqqi dalam pembelajaran tahfidzul Qur’an di kedua sekolah tersebut bahwa pembelajaran dimulai dengan muraja’ah bersama surat-surat yang telah dihafal. Kemudian mulai mentalqinkan ayat-ayat atau potongan ayat kepada anak-anak sampai selesai tiga baris atau lima baris ayat al-Qur’an. Ketika guru mentalqinkan ayat al-Qur’an anak-anak menirukan sampai bacaan anak benar sesuai contoh yang diberikan guru. Setelah diulang-ulang dengan guru, kemudian mereka diminta untuk menghafal sendiri dalam kelas besar atau dibagi menjadi dua kelompok dengan dua guru. Di kelompok kecil itu hasil talqin tadi diulang lagi kemudian baru mereka menghafal dan menyetorkan bacaan mereka kepada gurunya. Dampak implementasi metode talaqqi dalam pembelajaran tahfidzul Qur’an di kedua sekolah tersebut sangat bagus karena membantu anak-anak dalam menghafal al-Qur’an dengan bacaan yang baik dan benar dengan cara ditalqin. Selain itu bacaan anak-anak juga dapat dikoreksi langsung oleh pengajarnya karena dalam proses talaqqi ada proses setoran secara individu kepada pengajar.
Strategi Guru Bahasa Arab dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Arab Siswa Kelas 10 Matrikulasi MA Al Irsyad Tengaran Widodo Agus Susanto; Muthohharun Jinan; Muthoifin Muthoifin
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i5.1985

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menjelaskan strategi guru Bahasa arab dalam meningkatkan kemampuan berbahasa arab pada siswa kelas 10 matrikulasi MA Al Irsyad Tengaran. (2) menjelaskan kendala guru Bahasa Arab dalam meningkatkan kemampuan berbahasa arab pada siswa kelas 10 matrikulasi MA Al Irsyad. Pada penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu strategi guru Bahasa arab dalam meningkatkan kemampuan berbahasa arab pada siswa kelas 10 matrikulasi MA Al Irsyad Tengaran. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tentang strategi guru Bahasa arab dalam meningkatkan kemampuan berbahasa arab pada siswa kelas 10 matrikulasi MA Al Irsyad Tengaran yaitu guru Bahasa Arab mampu menerapkan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi pandemi ini. Peneliti menemukan strategi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab pada kelas 10 matrikulasi MA Al Irsyad Tengaran antara lain: (1) Strategi pemberian kosakata dengan memperhatikan latar belakang siswa, motivasi siswa, alokasi waktu, media pembelajaran, evaluasi. (2) Strategi pembelajaran langsung, (3) Strategi pemilihan metode pembelajaran, (4) Strategi pemberian tugas. Ada beberapa hambatan yang dihadapi guru Bahasa ini antara lain yaitu factor internal siswa-fisiologis & psikologis, latar belakang pendidikan siswa, keterbatasan waktu dan kemampuan guru. Aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan belajar siswa. Namun, di antara faktor-faktor rohaniah siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial yaitu minat, motivasi, perhatian dan kesiapan.
Konsep Pendidikan Islam (Studi Perbandingan Pemikiran Syed Naquib Al Attas dan Mahmud Yunus) Nur Eko Ikhsanto; Muthoifin Muthoifin; Triono Ali Mustofa
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.4107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran Syed Naquib Al-Attas dan Mahmud Yunus terkait perbandingan konsep pendidikan Islam dari sisi tujuan pendidikan, kurikulum pendidikan, dan metode pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan tentang pendidikan Islam hanya difahami sebagai pemindahan pengetahuan dan nilai-nilai ajaran Islam yang tertuang dalam teks-teks agama, sedangkan ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu alam dianggap pengetahuan yang umum. Syed Naquib Al-Attas dan Mahmud Yunus merupakan tokoh pemikir pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskripitif kualitatif untuk memberikan gambaran konstruksi konsep pendidikan Islam dari pemikiran Syed Naquib Al-Attas dan Mahmud Yunus dan analisis data menggunakan analisis isi dan komparatif. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep pendidikan Islam adalah berupaya melahirkan manusia yang memiliki kebaikan, bermoral, berakhlak mulia, dan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pengetahuan umum. Adanya persamaan pemikiran Syed Naquib Al-Attas dan Mahmud Yunus tentang tujuan pendidikan, yang mana Syed Naquib Al-Attas dan Mahmud Yunus sama-sama mementingkan pendidikan akhlak pada tujuan pendidikan Islam. Dan adapun perbedaannya yaitu terletak pada metode pendidikan.
KARAKTERISTIK PENDIDIKAN PROFETIK DALAM AL-QURAN SURAH AL-AHZAB AYAT 45-46: Studi Komparatif Tafsir al-Baidhawi dan as-Sa’di Barkah Abdurrohman; Syamsul Hidayat; Muthoifin Muthoifin
SUHUF Vol 34, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20947

Abstract

Di tengah krisis moral dan hilangnya sosok teladan dalam dunia Pendidikan saat ini, sudah selayaknya umat Islam berusaha melakukan transformasi dari sistem Pendidikan kapitalis yang berorientasi materialistis menuju sistem Pendidikan profetik yang telah diperjuangkan oleh Nabi Muhammad Saw., Pendidikan saat ini telah mendagradasi nilai-nilai kemanusiaan yang berorientasi pada materialistic semata dan menjauhi nilai-nilai spiritualitas. Pendidikan saat ini semakin menjauhkan manusia terhadap koratnya sebagai hamba Allah yang terikat pada ketentuan syari’atnya. Diperlukan sebuah upaya mengembalikan dan mengenalkan kembali Pendidikan profetik agar manusia dapat Kembali pada fitrahnya sebagai khalifah yang bertanggungjawab mengelola peradaban di Bumi.. Tulisan ini berbasis penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir. Data penelitian yang terdokumentasi dianalisa dengan metode analisa tafsir komparatif (tafsir muqaran). Penelitian yang dilakukan dibatasi pada dua ayat: Q.S. al-Ahzab [33]:45 dan 46. Hasil penelitian ini adalah al-Baidhawi dan al-Sa’di memiliki kesamaan definisi tentang 5 karakteristik Pendidikan profetik dalam menguak isi ayat tersebut; dan keduanya berbeda masa ketika menafsirkan ayat tersebut. Akan tetapi, keduanya memberikan standar pendiidikan Islam yang diaplikasikan oleh seluruh stakeholder Pendidikan untuk mengikuti langkah-langkah pendidikan profetik. sehingga terwujud Pendidikan Islam yang kuat, maju, menggembirakan, dan menjadi pelita alam semesta.
أساليب التسويق في المتجر الإلكتروني شوبي في منظور الفقه الإسلامي Muhammad Iqbal; Muthoifin; Andri Nirwana
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 10 No 2 (2023): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/amj.v10i2.233

Abstract

هذا البحث يكشف أبرز الأساليب التي استعملها التجار كثيرا لجذب المشترين خلال العمليات التسويقية عبر المتجر الإلكتروني شوبي مع بيان الأحكام الشرعية المتعلقة بتلك الأساليب في منظور الفقه الإسلامي. وهذا البحث من حيث طريقة جمع المعلومات فهو بحث ميداني ومكتبي في نفس الوقت. فإن الباحث خلال عملية البحث قام بملاحظة العمليات التسويقية في المتجر الإلكتروني شوبي لاستقراء أبرز الأساليب المستعملة لدى التجار في عرض المبيعات وترغيب المشترين فيها، ثم قام الباحث بعد ذلك بمطالعة الكتب والمراجع الشرعية ليقارن بين الواقع في المتجر الإلكتروني شوبي والأحكام الشرعية التي قررها العلماء في كتبهم. وقد وصل الباحث من خلال هذا البحث إلى النتيجة أن من أهم الأساليب التي استعملها التجار في المتجر الإلكتروني شوبي ستة أساليب، ومعظمها من حيث الأصل مباح، ولكن هناك أمورا غفل عنها كثير من التجار فوقعوا بسبب ذلك فيما نهى عنه الشارع. الكلمات الرئيسية: التسويق، المتجر الإلكتروني، شوبي، الفقه الإسلامي
Co-Authors A Amrin Abd Azis Hasyim Abdualhmeed Alqahoom Abdul Fatah Bintoro Abdul Rohim Luqman Hakim Marwa Ash Sidiq Abdul Rohman Abdullah Mahmud Abdurrohim, Ali Aboubacar Barry Abubakar Muhammad Achmad Sudibyo Adam Endra Dharma Iskandar Adian Husaini Adinda Satria Bagus Adnanda Yudha Rhealdi Adnanda Yudha Rhezaldi Affandi, Muchammad Taufiq Afiv Wahyudi Afiyah, Ishmah Afra Kansa Maimuna Agus Mulyadi Agus Mulyadi Agus Widodo Ahmad Alfarobi Jauharul Ilmi Ahmad Imam Hambali Ahmad Imam Hambali Ahmad Nurrohim Ahmadi Abd Adzim Ahmadi Abdul Adzim Ahmed Khondoker, Saif Uddin Ainiah Ainiah Ainiah, Ainiah Aisha Bahaaeldin Eprahim Ali Aisyah Abdul Jabbar Aisyah Nurhayatii Ajis Subhan Edi Al-Amin Al-Gifari Alam, Faizan Alberto Emmanuel Conti Morales Alberto Emmanuel Conti Morales Alfiana, Chatrine Yorda Alghifari, Muhammad Azmi Alhakam Wicaksono, Imam Ali Abdurrohim Ali Ali Hussein Ghazwan Aliem Amsalu Amel Saib Amel Saib Amir Amir, A Amrin Anas Asy’ari Nashuha Anass Benichou Andri Nirwana AN Andrianto Anindya Salsabila Anindya Salsabila Aqidatul Izza Ari Anshori Ari Anshori Ari Anshori, Ari Ari Kurniawati Arif Wicagsono, Muhammad Arifah Cahyo Andini Suparmun Arina Fadhilaatika Ariq Fadhlur Cahyanto9 Arjun Nath Atikah Markhamah Ayyusufi Aulia Azka Maulana Aulia Azka Maulana A’idatun Nisa B Bernardlauwers Badaruddin Badaruddin Badarudin Badarudin Badrus Zaman Bambang Priyambodo Bambang Priyambodo, Bambang Bambang Sumardjoko Barkah Abdurrohman Barra Hannan Al Harist Barry, Aboubacar Bayu Mufti Sugiyanto Bayu Mufti Sugiyanto Begum, Sazirul Bello Ali Bello Ali Bramantyo Suryo Nugroho Budi Badrul Zaman Cahya Rahma Utami Camila Garcia Conti Morales, Alberto Emmanuel Daffa Ghifari Dania Deby Trisia Dewi Rohmah Didik Hernawan Dimas Setyo Fathoni Dolles Marshal, Fahmi Dwi Astuti Dwi Astuti Edwards Geraldine Eka Intan Kusuma Wardhani Eko Supriyanto Eko Supriyanto Eprahim Ali, Aisha Bahaaeldin Erham Budi Wiranto Erna Wigati Erna Wigati Fadli, Nazar Fahmi Dolles Marshal Fahrurozi Fahrurozi Fahrurozi, Fahrurozi Farah Rhesyfa Abril Faruq Naufaldi Bintoro Fatihah Zakiya Aqmal Fauziah Zulfa Nur Laila Feri Septianto Fiddarain, Zaduna Firdaus, Inayah Firman, Muhammad Syafry Firman, Muhammad Syafry Firman Fuadi Geraldine, Edwards Ghefira Nur Fatimah Ghiffary Aulia Rahman Haidar Ali Haidar Edward Lumbantobing Hajjah Berlian Mustika Halimatus Sa’diyah Hambali, Ahmad Imam Hamzah Assuudy Lubis Hanafi, Murtala Hanif Fibiana Asyhari Hanifa, Hanifa Hanifah Ridha Azzahra Hanifah Wafa Firdaus Hardin La Ramba Hasram Efendi Hatta Ahmad Syarif Heldy Ramadhan Putra P Hendra Dwi Aditya Heni Handriani Henny Purwanti Hidayat, Syamsul Hidayati, Priska Nurul Hikmatunnajat, Mukhammad Ibrahim ElBasiouny, Mohamed Gamal Idad Difaul Haq Ika Safitri Windiarti Ikhlima Yaumil Fitri Bansu Ikhsan Hasang Ikhsanto, Nur Eko Imam Arifin Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Imron Rosyadi Inayah Firdaus Intan Trisakti Iqbal Kurniawan Irfan Rosyadi, Rozi Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Ishmah Afiyah Iskandar, Adam Endra Dharma Islam, Rezaul Ismail Abdul Ghani al-Jalal Ismail, Ari Isman Isman Isman Isman Isman, Isman Ivana, Rossalind Mutiara izza, Aqidatul Jihan Husna Srifyan Jihan Husna Srifyan Jihan Husna Srifyan Jobeda Khanom K Khairusoalihin Kaleem Chaghtai Khairusoalihin Khairusoalihin Khaulah tranggano Kiran Nawaz Kurniawati, Ari Kuswardani Dyah Ayu Kusumaningrum Kuswardani Dyah Ayu Kusumaningrum Kyeyune Hamidu Latifah Salsabil Nikmah Laylatushabrina Muharromah Lestari, Putri Dwi Lucísini Fersano Lucísini Fersano Lukman Yafi Luthfi Muhyiddin M Fachdir Saputra M Fachdir Saputra M Mahmudulhassan M. Ainul Yaqin Mahmoud Saleh Mubarak Bin Humaid Mahmudulhassan Mahmudulhassan Mahmudulhassan Mahmudulhassan, M Mahmudulhassan, Mahmudulhassan Maisu, Mr. Anat Mariam Elbanna Mariam Elbanna Mariam Elbanna Marina Ayu Ningtyas Marshal, Fahmi Dolles Masfuroh Misfah Maulana Elpraja Sami’ul Haq Md. Ishaque Meguellati Achour Moh Abdul Kholiq Hasan Mohamed Akhiruddin Ibrahim Mohammad Ali Mohammad Ali Mohammad Fahrurroni Mohammad Ramdhan Mr. Anat Maisu Muchammad Taufiq Affandi Muchammad Taufiq Affandi Muchammad Taufiq Affandi Muchammad Taufiq Affandi Muh Nur Rochim Maksum Muh. Riefqi Aryadi Muhamad Arifin Muhamad Subhi Apriantoro Muhamad Taufik Hidayat Muhammad Ali Muhammad Ali Akbarsyah Muhammad Ammar Al-amudi Muhammad Badat Alauddin Muhammad Fadhli A'la Muhammad Habib Yuldihansyah Muhammad Hamad Al-Nil, Barakat Muhammad Ahmad Muhammad Hamma’Adama Ahmad Muhammad Ibnu Hibban Muhammad Ilham Amrullah Muhammad Imam Riswanto Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Khoirul Malik Muhammad Muhsin Muhammad Rayhandi Isral Muhammad Reza Aziz Prasetya Muhammad Rizal Muhammad Rosyid Ridlo Muhammad Taufik Hidayat, Muhammad Muhammad Thohir Ihsan Muhammad Wael Chafoory Mukhtar Arifin Mulyadi, Agus Mustika, Hajjah Berlian Mutohharun Jinan Muzakkir Muzakkir Muzakkir Muzakkir N Nuha N Nuha Nabila Hadad Pirdos Nabilah Al Azizah Nabilla Andasari Putri Nadhif Rais Al-Mufti Naila Hanin Naswa Naiza Assyafa Amisa Rizki Nanda Kurnia Putra Nasrullah Naufal Farrel Himawan Nazar Fadli Nazmah Nazmah, Nazmah Nikmah, Latifah Salsabil Nisa Azzahro Nisa, A’idatun Noornajihan Jaafar Noto Narwanto Nourelhuda S. B. Elmanaya Nuha Nuha Nuha - Nuha, N Nuha, Nuha Nur Eko Ikhsanto Nur Sillaturohmah Handayani Nur Sillaturohmah Handayani Nur Wachidah Nurdin Arifin Nurhayatii, Aisyah Osman Musa, Eltom Ishaq Parwati Prabu Arya Sembara Pramesty, Icha Pramono, Alya Fatimah Preti Nilam Wailissa Purnama, Erlangga Wanda Putra Anshari Siregar Putra, Ali Akbar Sari Putri Dwi Lestari Putri Dyah Ayu Pramesti Putri, Fernanada Monica Qolbi, Fikri 'Ainul Qoree Butlam Rafsanjani, Hasmi Rahma Nabilah Rahmawati, Saidah Ranatri Puruhita Rania Mahmoud ELSakhawy Rania Mahmoud ELSakhawy Rezaul Islam Rima Aritaningsih Risma Silviani Putri Rita Hartati Riza Monasyifa Rizka Rizka Rizka, R Rizqi Will Ramadlan Rojif Mualim Rojif Mualim Rojif Mualim Rosi Hayyu Rosyid, Muh. Adi Abdur Rozi Irfan Rosyadi Ruwandi Susanto S Sahman Z S Subhan Sabar Narimo Saefuddin, Didin Saidah Rahmawati Saif Uddin Ahmed Khondoker Saifudin Sajiwo Tri Prakoso Salahudin Salahudin Salma Atikassari Salma Nasrin Salsabila, Fahreza Nur Sana Ashraf Sanyoto, Tri Saputro, Yogi Muhammad Sayyid Ridha Sazirul Begum Sa’adatur Robi’ah Sa’diyah, Halimatus Sekar Ayu Aryani Setiawan Budi Utomo SETIAWAN, SUGENG Shahbaz Alam Shofiy Adilah ‘Afaf Sigit Trihariyanto Sigit Trihariyanto Silvan Khowiyunanto Sinta Thia Anggraeni Siti Amalia Wahyu Pratiwi Siti Nadhira Indah P.I Siti Nur Asia Siti Sitatul Mar’ah Soleh Amini Yahman Sondos Jehad Shnewra Sri Mawarni Sri Nurhayati Subhan Subhan Sudarno Shobron Sudarno Shobron Sudarno Shobron Sudarno Shobron, Sudarno Sudarno Sudarno Sudrajat Sudrajat Sugiyanto, Bayu Mufti Suryono Suryono Suryono Suryono Sya'roni Sya'roni Syamsul Bachri SYAMSUL HIDAYAT Syamsul Hidayat Tafrihan Masruhan Tesnawati, Eriz Thufail Al-Mutawakkil Thufail Al-Mutawakkil Tina Oktatianti tranggano, Khaulah Tray Sia Suprapto Tri Maryati Tri Maryati, Tri Tri Oktarina Tri Wahyuningsih Tri Wahyuningsih Tri Wahyuningsih Trihariyanto, Sigit Triono Ali Mustofa Trisno Trisno Susilo Ulfi Nurhida Mahardika Valijon Ghafurjonovich Macsudov Wachidah, Nur Wahyono, Sigit Wahyu Ari Indriastuti Wahyu Ari Indriastuti Waston Waston Wicaksono, Imam Alhakam Widjiono Purnomo Wildan Mahir Muttaqin Yahya Muhammad Thaib Yahya Muhdiana Fauzin Yeni Insyirah Yeti Dahliana Yunita Sari Yusi Mardiah Cahyani Zafran Akhmadery Arif Zahrina Iza Al-Rahman Zahrotul Uyun Zahrotul Uyun Zaini Fajar Sidiq Zakiyyah Nurul Lathifah Zidni, Kusumaning