p-Index From 2021 - 2026
19.788
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Farabi Jurnal Diskursus Islam AL-Fikr Jurnal Pilar Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Religi: Jurnal Studi Agama-agama Sulesana JICSA Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam SHAHIH : Jurnal Ilmu Kewahyuan Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Living Islam: Journal of Islamic Discourses Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam jurnal ilmiah hospitality Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Open Access Indonesia Journal of Social Sciences BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Jurnal Filsafat Indonesia FiTUA : Jurnal Studi Islam IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kewarganegaraan Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Open Access Indonesia Journal of Social Sciences Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Kolaboratif Sains Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies COMPARATIVA: Jurnal Ilmiah Perbandingan Mazhab dan Hukum Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan ADIBA: Journal of Education Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Jurnal Tafsere El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Innovative: Journal Of Social Science Research Kartika: Jurnal Studi Keislaman Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Moderasi : Journal of Islamic Studies Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Fastabiq: Jurnal Studi Islam Carita : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Socius: Social Sciences Research Journal Asthadarma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Innovative and Creativity MADIKA: Jurnal Politik dan Governance International Journal of Islamic Studies Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Al-Risalah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Rahmad Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Quran Al Urwatul Wutsqa Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ)
Claim Missing Document
Check
Articles

Rasionalisme Mu’tazilah dan Ushul al-Khamsah: Analisis Historis, Teologis dan Relevansi Kontemporer: Mu'tazilah Rationalism and Ushul al-Khamsah: Historical, Theological Analysis and Contemporary Relevance Haidar Ali; Indo Santalia; Agus Masykur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9552

Abstract

Penelitian ini membahas rasionalisme Mu’tazilah dan lima prinsip pokoknya (Ushul al-Khamsah) melalui kajian historis-teologis untuk memahami kontribusinya dalam perkembangan pemikiran Islam. Tujuan utama penelitian ini adalah menjelaskan akar kemunculan aliran Mu’tazilah, menguraikan struktur teologinya, serta menilai relevansinya dalam konteks pemikiran Islam kontemporer. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan analisis tematik terhadap literatur klasik dan modern yang membahas perkembangan historis, doktrin, dan pengaruh intelektual Mu’tazilah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Mu’tazilah tidak hanya muncul dari perdebatan mengenai status pelaku dosa besar, tetapi juga sebagai upaya sistematis untuk membangun teologi Islam yang rasional, logis, dan konsisten. Ushul al-Khamsah memperlihatkan cara pandang yang mengutamakan kemurnian tauhid, keadilan Tuhan, tanggung jawab manusia, serta posisi moderat dalam menyikapi persoalan teologis. Penelitian ini juga menemukan bahwa warisan rasionalisme Mu’tazilah memiliki relevansi kuat terhadap isu kontemporer seperti dialog agama–sains, kebebasan berpikir, reformasi pemikiran Islam, dan pendidikan kritis. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya kajian teologi Islam dengan menunjukkan bahwa pendekatan rasional Mu’tazilah tetap relevan dan dapat menjadi inspirasi dalam merespons tantangan intelektual umat Islam di era modern.
Rekonstruksi Historis Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah: Historical Reconstruction of the Main Principles of Ahmadiyya Teachings Ratna; Indo Santalia; Agus Masykur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9570

Abstract

urnal ini mengkaji tentang asal usul gerakan Ahmadiyah dan ajaran intinya dari perspektif historis-teologis. Ahmadiyah muncul di India pada akhir abad ke-19, periode kritis di mana umat Muslim mengalami kemunduran politik setelah runtuhnya Kekaisaran Mughal, menghadapi tekanan dari aktivitas misionaris Kristen, dan bergulat dengan modernitas kolonial. Konteks sosial-politik yang rapuh ini membentuk respons Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah, yang menawarkan pembaharuan spiritual dan intelektual. Studi ini berpendapat bahwa doktrin inti Ahmadiyah terkait erat dengan kondisi zamannya. Melalui analisis isi dari sumber primer dan sekunder, artikel ini mengidentifikasi dua aspek kunci: pertama, analisis kontekstual latar belakang munculnya Ahmadiyah sebagai reaksi terhadap kolonialisme, Kristenisasi, dan fragmentasi internal umat Muslim di India; Kedua, studi ini meneliti tujuh ajaran teologisnya yang paling kontroversial, terutama interpretasi tentang Nabi Penutup, klaim Mirza Ghulam Ahmad sebagai Mesias dan Mahdi yang Dijanjikan, konsep jihad damai, dan kepercayaan pada kematian Yesus (saw). Studi ini menyimpulkan bahwa Ahmadiyah merupakan upaya untuk menafsirkan kembali Islam secara radikal untuk mengatasi tantangan zaman modern, tetapi sekaligus menciptakan perdebatan teologis yang mendalam tentang makna dengan Islam arus utama, menjadikannya salah satu gerakan paling kontroversial dalam sejarah Islam modern.
Analisis Historis: Akar-Akar Kemunculan dan Konsolidasi Syiah dalam Sejarah Islam Awal: Historical Analysis: The Roots of the Emergence and Consolidation of Shi'ism in Early Islamic History Afifah Amatullah; Indo Santalia; Agus Masykur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9571

Abstract

Jurnal ini mengkaji sejarah kemunculan dan perkembangan mazhab Syiah dalam dunia Islam melalui pendekatan penelitian historis. Kajian ini menyimpulkan bahwa akar kemunculan Syiah bersifat politis, bermula dari peristiwa Saqifah Bani Sa'idah dan klaim hak kepemimpinan (imamah) Ali bin Abi Thalib beserta keturunannya. Konsolidasi identitas Syiah semakin mengkristal pasca-tragedi politik Tahkim dan terutama setelah peristiwa tragis pembunuhan Husain bin Ali di Karbala, yang menjadi momentum pembentukan doktrin teologis dan solidaritas kolektif. Perkembangannya ditandai oleh dinamika konflik dan resistensi, mulai dari penindasan di masa Bani Umayyah dan awal Abbasiyah, fragmentasi internal menjadi berbagai sekte seperti Zaidiyah, Imamiyah, dan Ismailiyah, hingga upaya bertahan dan berekspansi melalui pendirian dinasti-dinasti seperti Idrisiyah, Fatimiyah, dan kekuasaan Bani Buwaihi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa Syiah berevolusi dari sekadar dukungan politik personal menjadi mazhab teologis-politis yang kompleks, yang formasi dan perkembangannya tak terpisahkan dari narasi konflik, penindasan, dan legitimasi keturunan Nabi Muhammad SAW.
Keragaman Dalam Islam: Pokok Ajaran Syiah, Perbedaan Dengan Sunni, Dan Jalur Menuju Persaudaraan: Diversity in Islam: The Core Teachings of Shia, Differences with Sunni, and the Path to Brotherhood Ilfah Luthfiah; Indo Santalia; Agus Masykur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9769

Abstract

Islam, sebagai agama yang global, mengalami berbagai interpretasi yang muncul karena perubahan politik dan teologis, yang kemudian membentuk mazhab besar salah satunya Sunni dan Syiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ajaran utama Syiah Tauhid, Nubuwwah, Imamah, Al-‘Adl, dan Ma‘ad serta membandingkannya dengan prinsip-prinsip Sunni dalam hal kepemimpinan, otoritas keagamaan, sumber hukum, dan praktik ibadah, serta harmonisasi keduanya, melalui metode tinjauan pustaka yang menggabungkan analisis deskriptif dan komparatif, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meski ada perbedaan dalam doktrial, kedua mazhab memiliki kesamaan dalam hal pokok keimanan dan ibadah. Penemuan ini menegaskan pentingnya dialog antarmazhab, pendidikan yang inklusif, dan kolaborasi sosial untuk memperkuat solidaritas umat Islam. Penelitian ini berkontribusi terhadap pembentukan harmoni antaragama dengan menjadikan keberagaman teologis sebagai aset intelektual dan spiritual, bukan sebagai penyebab perpecahan.
Emotional Education in the Qur'an: Narrative Analysis of Stories of Qur'anic Decisions in Islamic Education Hamzah, Ekawati; Santalia, Indo; Qoimah, Lailatul
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v7i1.2409

Abstract

Until now, the world of education tends to be dominated by the concept of intellectual intelligence (IQ) both in theory and practice, while the aspect of emotional intelligence (EQ) is often neglected. However, in the context of Islamic education, emotional intelligence is a crucial foundation for forming individuals who are knowledgeable and have noble morals according to the guidance of sharia. Therefore, this study aims to explore the dimensions of emotional intelligence in the Qur'an through the narratives of the Prophet Moses, the Prophet Joseph, and Luqman al-Hakim. The focus of this study is to analyze how these figures manage emotional stress, make decisions, and carry out leadership and guidance effectively. This study uses a qualitative approach with a narrative-thematic analysis method and a maudū'i (thematic) interpretation approach. Through this technique, patterns of emotional education are identified from the Qur'anic texts to see their relevance to modern Islamic psychopedagogy. The research findings show that the Qur'an not only contains cognitive and spiritual aspects but also provides a comprehensive affective structure in the Islamic learning process. The stories of the prophets provide concrete models of self-regulation, empathy, and mental resilience, which are at the heart of emotional intelligence. This research significantly contributes to the development of a revelation-based character education curriculum. The results can serve as a theoretical foundation for educational practitioners in designing learning models that integrate emotional and spiritual intelligence contextually.
ANALISIS PSIKOLOGI PENDIDIKAN TERKAIT KESEIMBANGAN NILAI AKADEMIK DAN HAFALAN AL-QUR’AN PADA SISWA KELAS 6 UPTD SDN 4 MADDUKKELLENG Nurrahmadhani Nadar; Andi Muhammad Darul Aqsah; Karina Arianti; Erfika; Rifki; Putri Amanda Lestari; Besse Mutmainnah; Indo Santalia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39854

Abstract

This study examines the efforts to achieve balance between formal academic grades and the Al-Qur’an memorization target (tahfidz) among 6th-grade students at UPTD SDN 4 Maddukkelleng, who are in a dynamic cognitive development phase and face significant dual curriculum demands. The main challenges identified are the high cognitive load and psychological pressure (stress and achievement anxiety) stemming from both internal and external expectations. The students' success in balancing these two demands heavily relies on mastering time management (such as Time Blocking and Minimal Spacing strategies), adaptive learning strategies (Active Recall and Chunking), as well as self-discipline and mental resilience (grit). Furthermore, the central role of social support particularly from tahfidz teachers, assisting teachers, and parents is proven to be essential in fostering students' intrinsic motivation and self-efficacy, ensuring that the tahfidz process is based on awareness and love rather than coercion. This integrated approach ultimately aims to produce individuals who are not only academically and memorizationally successful, but also responsible, focused, and morally upright.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA PESERTA DIDIK MADRASAH IBTIDAIYAH AS’ADIYAH NO. 3 SENGKANG PERSPEKTIF ILMU JIWA Subhan, Nuraini; Nurul Intan, Magfira; Khatimah, A. Khusnul; Hunaifi, Ilham; Mukarrama, Amalia; Mutmainnah, Besse; Santalia, Indo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.40670

Abstract

This study aims to describe the implementation of religious moderation values among students at Madrasah Ibtidaiyah As'Adiyah No. 3 Sengkang based on a psychology perspective. The study used qualitative methods through literature studies combined with observation, and interviews. The results showed that religious moderation values have been consistently applied through religious habits, learning activities, and social interactions within the madrasah environment. Students demonstrate tolerance, respect for differences in beliefs, are able to resolve conflicts peacefully, and work together regardless of religious background. From a psychology perspective, the application of religious moderation values contributes to cognitive, affective, and psychomotor development, while also forming a moderate, empathetic, and inclusive personality. These findings emphasize the importance of the role of teachers as role models and the effectiveness of religious habits as a basis for character formation since elementary education.
Konsep Emanasi Perspektif Filsuf Islam Eka Mahendra Putra; Indo Santalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.508

Abstract

Alam semesta merupakan entitas kompleks yang senantiasa menjadi objek kajian lintas disiplin, mulai dari fisika, astronomi, hingga filsafat dan teologi. Meskipun ilmu pengetahuan modern terus berupaya mengungkap rahasia penciptaannya, hakikat dan asal-usul alam semesta masih menjadi misteri dan bahan perdebatan mendalam. Dalam tradisi filsafat Islam, konsep penciptaan alam semesta melalui teori emanasi menjadi salah satu pendekatan metafisik yang signifikan. Artikel ini membahas konsep emanasi dari perspektif dua filsuf besar Islam: Al-Farabi dan Ibnu Sina. Keduanya menolak pandangan ex nihilo dan menggagas bahwa alam tercipta dari pancaran Ilahi secara bertingkat melalui proses intelektual murni. Al-Farabi menyusun skema hierarkis emanasi dari Tuhan sebagai Wujud Niscaya hingga terbentuknya dunia materi, sementara Ibnu Sina memperluas pemikiran ini dengan sistem metafisika yang lebih terstruktur dan rasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis deskriptif untuk mengungkap pemikiran kedua tokoh tersebut. Dengan demikian, teori emanasi menjadi jembatan antara akal dan wahyu dalam memahami kosmos dalam bingkai tauhid dan rasionalitas filosofis Islam.
Filsafat Akhlak Dalam Pemikiran Etika Kontemporer syahrir syahrir; Indo Santalia; Tabhan Syamsu Rijal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1135

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang filsafat akhlak dalam etika kontemporer khususnya dari perspektif Islam. Kajian ini akan menelusuri bagaimana prinsip-prinsip etika Islam dapat memberikan kontribusi, kritik, atau bahkan alternatif terhadap berbagai aliran pemikiran etika kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang merupakan bentuk penelitian yang berkaitan dengan analisis teks berupa sumber-sumber kepustakaan yang fokus pada pembahasan filsafat akhlak dalam pemikiran etika kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan filsafat akhlak dalam Islam tidak hanya memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan etika kontemporer tetapi juga menawarkan kerangka alternatif yang berakar pada prinsip-prinsip teologis yang kuat. Filsafat akhlak menantang asumsi-asumsi sekuler dan antroposentris dalam etika modern dan menawarkan perspektif yang lebih holistik, transenden, dan berorientasi pada keadilan dan kemaslahatan yang sejati.
Kajian Kritis Tentang Jiwa dalam Pemikiran Islam (Bedah Anatomi Jiwa dari Berbagai Perspektif) Gishar Hamka; Indo Santalia; Tabhan Syamsu Rijal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1910

Abstract

Kajian tentang jiwa (al-nafs) dalam pemikiran Islam merupakan topik penting yang telah dibahas secara luas oleh para pemikir dari berbagai disiplin, mulai dari tafsir, filsafat, hingga tasawuf. Jiwa dipahami bukan hanya sebagai aspek rohaniah yang menghidupkan tubuh manusia, tetapi juga sebagai pusat kesadaran moral, spiritualitas, dan identitas eksistensial manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis anatomi konseptual jiwa dalam khazanah pemikiran Islam klasik dari perspektif Al-Qur'an dan Sunnah, filsafat Islam, serta tasawuf. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu menganalisis literatur primer dan sekunder yang relevan seperti karya Al-Kindī, Al-Fārābī, Ibn Sīnā, Al-Ghazālī, dan pemikir tasawuf lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun pendekatan terhadap jiwa berbeda—filsafat lebih menekankan rasionalitas dan struktur metafisis, sementara tasawuf lebih menekankan pengalaman spiritual dan penyucian diri—namun keduanya memiliki titik temu dalam memandang jiwa sebagai elemen sentral dalam pembentukan kepribadian dan kesempurnaan manusia. Jiwa dalam Islam digambarkan memiliki perjalanan bertahap, dari nafs ammarah (jiwa yang condong pada kejahatan), menuju nafs lawwāmah (jiwa yang sadar dan mencela diri), hingga nafs muṭma’innah (jiwa yang tenang dan diridai Allah). Temuan ini menunjukkan bahwa konsep jiwa dalam Islam sangat relevan dalam menghadapi tantangan kontemporer seperti krisis identitas, degradasi moral, dan kekosongan spiritual. Oleh karena itu, aktualisasi konsep tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa) sangat penting tidak hanya dalam tataran teoretis, tetapi juga dalam praksis kehidupan Muslim modern sebagai upaya membangun karakter yang utuh dan berintegritas.
Co-Authors A, Arlan Abbas, Nurlelah Abd Ramim Yunus Abd. Rahim Yunus, Abd. Rahim Abdul Rachman Sahrani Abdul Rahmad Abdul Rahman Abdullah Afifah Amatullah Afzazul Rahman Agus Masykur Ahmad M Sewang Ahsun Inayati Al Khair Syam, Akmal Almahdali, Sayyid Syahdan Almutawallid, Almutawallid Alwi Amis, Moh Amri, Muh. Amsil, Alif Fahrezy Ana Dhiqfaini Sultan Andi Aderus Andi Aderus Andi Ahmad Zahri Nafis Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Hasriani Asfar Andi Muhammad Darul Aqsah Anggi Anggraini, Anggi Aniq Akhmad Ali Bawafie Anis Abd Rahman Anwar Abu Bakar Arfah, Andi Muhammad Awaluddin Arfan Arfan Arifin, Zainuddin AshShiddiq, Nashiruddin ASNI Asri Jaya Asy'ary Ulama'i, Khaerul Awal Awal , Awal Ayu Oktoviasari, Vera Bakri, Muammar Barsihannor Annur Basri Basri Besse Mutmainnah Besse Mutmainnah* Cici Nurmianty DARMANSYAH . Eka Damayanti Eka Mahendra Putra Erfika Fajrin, Fajrin Fathuddin, Muhammad Habib Fathul khair fikar, Zulfikar Firmansyah, Fiqih G, Wahyudi G., Wahyuddin Gishar Hamka Guruh Ryan Aulia H, Hartinawanti Haidar Ali Halik, Muamar Kadafi Hammadi, Hammad Farhan Hamzah Harun Al-Rasyid Hamzah, Ekawati Haniah Haq, Fitri Maylan Harun, Hamza Hasriadi, Hasriadi Hayati, Amirullah Herman, Muhammad Akbar Hilman Nafian Hunaifi, Ilham Husnul Khatimah Husyin Saputra Husyin Saputra I, Irmawati Ilfah Luthfiah Ilham Imam Sanusi Irmawati Irmawati Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Isrha, Muhammad Jeprianto Jeprianto Juliasti, Evin Jusmiati Kaharu, Ninin Riska Syahfitri Kamridah Kamridah Karina Arianti Karmawati Karmawati Kasiono Kasiono Kasiono Kasiono Kasiono Kasriadi Kasriadi Kasriadi, Kasriadi KHAIRUL HUDA, KHAIRUL Khaliq Khaliq Khatimah, A. Khusnul Kurniansyah, Muhammad Kurniati La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail M, M. Dahlan Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Makrifat Makrifat Mansur Mansur Masnawati Masnawati Masruraini Masruraini Masruraini Masruraini Mayani Mayani Miftahuddin Miftahuddin MIFTAHUL JANNAH Milawati Milawati Moh Amis Mooduto, Maryam MR, Marwah Muh. Quraisy Mathar Muh. Quraisy Mathar Muh. Raihan Gymnastiar Muin Muh. Yasin Yasin Nur Muhaemin Latif Muhammad Adryan Muhammad Adryan Muhammad Amri Muhammad Amri Muhammad Habibullah Muhammad Haeril Jufri Muhammad Irfan Jufri Muhammad Istiqamah Muhammad Soadikin Muhsana, Nurul Afifah Muhsin Muhsyanur Muhsyanur, Muhsyanur Mukarrama, Amalia Mustamin Giling Mustin, Hilgha Muthmainnah Muthmainnah Mutmainnah, Besse N, Nurfadilah N, Nurhaerat N, Nurhasmi Nafis, Andi Ahmad Zahri Najamuddin, Andi Naufal, Muflih Nawir, Muhammad Yusril Nuha, Ken Ulin Nur Afni A. Nur Ali, St. Maisyah Nur As’ad HL, Muh Nur Qalby Nurbaya N, Nurbaya Nurdin Nurdin Nurfania, Andi Elvira Nurhikmah Nurlaelah Abbas Nurlina Nurlina Nurlina Nurlina Nurman Said Nurrahmadhani Nadar Nurul Alfian Nurul Intan, Magfira Nurul Islamiah Nurul Islamiyah Premiwati, Elsi Pujirana, Andi Isni Purnama, Yulia Putri Amanda Lestari Qoimah, Lailatul Qorina, Ulfa R, Rahmatullah R, Rahmawati R, Restu R, Rian R, Rismayani r, Riswan R, Rusdin Rafika Syahdina Rahantan, Ahmad Rahmah, Jabal Rahmat Arsyad Rasdin, Rasdin Ratna Reni Reni, Reni Ridwan Sahrani Rifki Rifky Akbar Sahrul, Muhammad Rijal, Tabhan Syamsu Rubi Awalia Rubi Awalia Rusli, Nur Fadhilah Rustam Rustam Saenong, M. Kafrawy Sahrullah Sahrullah Salahuddin Saleh Al Hadab Saleh, Syamsudduha Salito Salito Samiang Katu, Samiang Samsudin, La Ode Samsuriadi Samsuriadi Saputra, Muh Ade Satriani Satriani Sitti Aisyah Kara Sitti Nur Fatimah Sopu, Salahuddin St. Salehah Madjid suardi, alfina Subhan, Nuraini Subhan, Nurul Izzah Sudin Yamani Sulfiana Sulkifli Idrus Syafaruddin, Baso syahrir syahrir Syakur, Muh. Asyraf Syamsu Rijal, Tabhan Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuduhha Saleh Syamsul Arif Galib Syamsul Bahri Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Tabhan Syamsu Rijal Talib, Abdullah Tanal, Ana Nurwina Taufik Taufik Thalib, Abdullah Tulhidayah, Radhiah Umar Umar Umar Umar Umar, Hendra Ummu Awaliah Umrati, Umrati Usman Jafar W, Walib Wahda, Nur Aqiqah Wahyuddin G Wahyuddin G Wahyuddin G, Wahyuddin Wahyuddin G. Wahyuddin Halim Wahyuddin Wahyuddin Wahyudi G Wahyudin G Wasfiyah, Faza widia fitria ningsi damang Wulandari, Trikarno yamani, sudin Yasser Mulla Shadra Yessy Kurniati Yusri Handayani Yusriani, Yusriani Zikriadi Zikriadi Zikriadi Zikriadi Zulfahmi Alwi Zulfiani Masud