Articles
Signifikansi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Memaksimalkan Kompetensi Warga Negara
Berchah Pitoewas;
Muhammad Mona Adha;
Eska Prawisudawati Ulpa;
Rohman Rohman;
Ahman Tosy Hartino;
Rhosita Rhosita
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 12 (2021): Desember
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v1i12.508
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi peran utama dalam pengembangan nilai pengetahuan, nilai karakter, dan nilai moral etika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penelitian ini menghasilkan informasi berupa catatan dan data deskriptif yang terdapat di dalam teks yang diteliti. Hasil penelitian memaparkan bahwa materi pendidikan kewarganegaraan memuat tentang pembelajaran salah satunya tentang pembentukan karakter peserta ternyata PPKn tidak hanya membahas tentang pengetahuan saja, namun juga adanya pembelajaran tentang karakter dan nilai yang mana tidak dipelajari seluruhnya dimata pelajaran lainnya. Mata pelajaran PPKn sering kali seorang pendidik hanya menekankan pada ranah kognitif siswa saja tanpa menekankan ranah afektif dan psikomotorik sehingga siswa hanya mampu memahami tentang pengetahuan tentang kewarganegaraan. Tetapi, tidak mampu mengimplementasikan kewarganegaraan dalam kehidupan sehari hari. Oleh sebab itu seorang pendidik dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik harus saling seimbang dan selaras agar tujuan dari mata pelajaran kewarganegaraan itu tercapai.
Efektivitas Pelaksanaan Pembelajaran Daring terhadap Pembentukan Keadaban Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn
Wiwin Winarningsih;
Muhammad Mona Adha;
Abdul Halim
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v2i1.512
Pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat merupakan tujuan dari pendidikan nasional. Salah satu langkah untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan dihadirkannya mata pelajaran PPKn sebagai mata pelajaran yang diharapkan dapat membentuk keadaban peserta didik. Namun pada saat pembelajaran daring dilakukan, untuk sekedar memberikan materi pelajaran pun kesulitan karena banyaknya kendala yang menjadi penghambat. Oleh karena itu, penelitin ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan pembelajaran daring terhadap pembentukan keadaban peserta didik pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Warunggunung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring di SMA Negeri 1 Warunggunung belum berjalan efektif dikarenakan keterbatasan teknologi diantaranya yaitu fasilitas yang tidak mendukung, jaringan internet yang tidak stabil, serta tidak adanya kuota. Hal tersebut berpengaruh pada proses pembelajaran mata pelajaran PPKn, yang mana keadaban peserta didik menjadi sulit untuk dibentuk karena interkasi antara pendidik dan peserta didik sangat terbatas.
Peran Guru Penggerak Dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah
Afis Hafifah Hasanah;
Muhammad Mona Adha;
Ana Mentari
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v2i10.1053
Di era saat ini, terdapat empat tantangan besar dalam dunia pendidikan, diantaranya adalah adanya persoalan terkait nilai luhur dan moral bangsa; perlunya kematangan menjadi warga negara; mendukung perwujudan keadilan sosial dan terciptanya kompetensi abad 21. Menghadapi tantangan tersebut pemerintah membentuk program Guru Penggerak untuk mencanangkan Profil Pelajar Pancasil. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru penggerak dalam mewujudkan profil pelajar pancasila. Untuk menganalisis data pada penelitian ini, penulis menggunakanan alat bantu berupa Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 20. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Guru Penggerak di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Semaka Tanggamus dilihat dari kegiatan pembelajaran maupun kegiatan diluar pembelajaran yang memberikan perubahan dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Guru Penggerak cukup mampu menerapkan perannya dengan baik disetiap perilaku dan tindakannya di lingkungan sekolah.
Pengaruh Kegiatan Pembinaan Terhadap Sikap Kemandirian Anak Didik Pemasyarakatan di LPKA Kelas II Kota Bandar Lampung
Diah Nur Indah Saputri;
Muhammad Mona Adha;
Nurhayati Nurhayati
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 11 (2022): November
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v2i11.1061
Sikap kemandirian merupakan unsur penting yang harus dimiliki anak didik pemasyarakatan sebagai pelengkap menjadi warga negara yang cerdas dan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kegiatan pembinaan terhadap pembentukan sikap kemandirian anak didik pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah anak didik pemasyarakatan di LPKA Kelas II Kota Bandar Lampung dengan jumlah sampel 55 ABH. Teknik penghitungan data menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan uji regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pengaruh kegiatan pembinaan terhadap pembentukan sikap kemandirian anak didik pemasyarakatan LPKA Kelas II Kota Bandar Lampung yang mempunyai pengaruh positif sebesar 57,1% yaitu meningkatnya kesadaran anak didik pemasyarakatan setelah diberikan pembinaan agar selalu disiplin, meningkatnya nilai keimanan dan ketakwaan, meningkatnya civic responsibility dalam memecahkan permasalahan dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat, serta sisanya 42,9% dipengaruhi oleh faktor lain diluar kegiatan pembinaan.
Pengaruh Nilai Modern Contemporary Korean Wave Terhadap Kebudayaan Nasional Warga Negara Muda
Devia Triska Sari;
Muhammad Mona Adha;
Devi Sutrisno Putri;
Rohman Rohman
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Nilai Modern Contemporary Korean wave Terhadap Kebudayaan Nasional Warga Negara Muda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yakni warga Negara muda yang tergabung dalam komunitas Treasure Maker Lampung. Sampel pada penelitian ini berjumlah 55 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dasar berupa angket, serta data pendukung melalui wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara Nilai Modern Contemporary Korean wave Terhadap Kebudayaan Nasional Warga Negara Muda sebesar 42,9% dengan indikator variabel independen (X) yaitu: gaya dan bahasa komunikasi, dan tradisi, keyakinan dan sikap, kemudian dalam indikator variabel dependen (Y) yaitu: bahasa dan kesenian. Kebudayaan nasional adalah bagian dari identitas nasional yang harus kita jaga dan lestarikan sebagai warga negara muda. Sebagai warga negara muda sekaligus penggemar Kpop harus lebih bijak dan pandai dalam memilih produk budaya asing yang akan dikonsumsi agar tidak menjadi dampak negatif bagi kebudayaan nasionalnya.
Penerapan Metode Hybrid Learning dalam Peningkatan Pemahaman Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Diki Rahmawati;
Muhammad Mona Adha;
Febra Anjar Kusuma;
Rohman Rohman
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i2.1571
Penelitian ini dilatarbelakangi pemahaman siswa yang lemah tentang isu-isu kewarganegaraan. Hal ini dikarenakan guru hanya menggunakan metode konvensional serta kurang memanfaatkan penggunaan teknologi dalam proses pembeljaran sehingga membuat peserta didik merasa jenuh dan menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKn. Tujuan penelitian ini untuk mengukur peninkatan pemahaman peserta didik dengan menerapkan metode hybrid learning. Metode yag digunakan adalah quasi experimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji independen sampel t-tes menghasilkan nilai Sig. 2 tailed 0,000 (0,000<0,05) sehingga terdapat perbedaan rata-rata hasil postest kelas eksperimen dan kontrol. Kemudian berdasakan uji N Gain Score kelas eksperimen menghasilkan nilai rata-rata 53,5% dari nilai minimal 32,86% dan maksimal 80,00% yang berarti penggunaan metode pembelajaran hybrid learning berada dalam kategori cukup efektif diterapkan pada mata pelajaran PPKn. Rekomendasi penelitian, bagi guru bisa mempraktikan metode hybrid learning dengan berbagai kreasi sesuai dengan konteks dan kebutuhan sekolah.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Mencegah Perilaku Bullying pada Siswa
Saadatul Azizah;
Muhammad Mona Adha;
Devi Sutrisno Putri
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i3.1572
Indonesia menjadi salah satu negara dengan persoalan perilaku agresif yang tinggi salah satunya adalah perilaku bullying yang menimpa usia remaja. Salah satu faktor penyebab bullying adalah sekolah, karenanya guru sebagai salah satu warga sekolah memiliki peran untuk mencegah perilaku bullying siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam mencegah perilaku bullying siswa. Analisis data pada penelitian ini menggunakan alat bantu Statistical Program For Social Science (SPSS) versi 26. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peran guru PPKn dalam mencegah perilaku bullying siswa sebesar 45,6%. Koefisien regresi yang bernilai positif (+) bermakna bahwa adanya pengaruh positif Peran Guru PPKn dalam Mencegah Perilaku Bullying Siswa. Dengan demikian, dapat dismpulkan bahwa guru PPKn di Sekolah Menengah Pertama Negeri 18 Pesawaran telah mengimplementasikan perannya dengan baik sebagai teladan, inspirator, motivator, dinamisator, dan evaluator yang secara perlahan dapat membentuk karakter baik siswa sehingga tidak berperilaku bullying.
Pengaruh Model Pembelajaran SQ3R Terhahap Kemampuan Mengemukakan Pendapat Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama
Raras Agestia Putri;
Muhammad Mona Adha;
Rohman Rohman
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 4 (2023): April
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SQ3R terhadap. kemampuan. mengemukakan pendapat Peserta Didik di Smp Negeri 3 Sukoharjo. Dalam penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen research atau eskperimen semu. Penelitian ini memiliki sampel dengan jumlah 52 responden yang merupakan 26 responden pada kelas eksperimen dan 26 responden pada kelas kontrol. Dalam penelitian ini pegumpulan data menggunakan test dan selanjutnya dianalisis menggunakan Uji Paired Sample T Test Dan Uji Independent T Test . Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat pengaruh adanya penerapan model pembelajaran SQ3R terhadap kemampuan mengemukakan pendapat peserta didik di SMP Negeri 3 Sukoharjo yang menghasilkan Uji N-Gain Score mempunyai efektivitas sebesar 64% yang dapat dikatakan cukup efektif . Perbedaan selisih nilai rata-rata hasil posttest kelas ekperimen dan kelas kontrol yang signifikan berarti menunjukan kemampuan mengemukakan pendapat anatara kelas eksperimen yang memiliki pemberlakuan khusus menggunakan model pembelajaran SQ3R yang terdiri dari lima langkah yaitu Survey, Question, Read, Recite And Review sementara kelas kontrol menggunakan metode ceramah yang biasa digunakan oleh guru dan tidak memiliki perlakuan khusus.
Pengaruh Civic Engagement Terhadap Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa
Lusi Rahmanisa;
Muhammad Mona Adha;
Devi Sutrisno Putri
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/decive.v3i6.1694
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh civic engagement terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan angkatan 2018 Universitas Lampung. Sampel penelitian ini adalah 39 responden dengan menggunakan program Statistical Product and Service Solutions versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata, berdasarkan hasil perhitungan regresi sederhana yang digunakan dalam penelitian ini dan komponen program pengabdian masyarakat yaitu: pengabdian masyarakat dan pendidikan, pengabdian masyarakat dan lingkungan, pengabdian masyarakat dan bidang kesehatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan dampak partisipasi masyarakat untuk menanamkan partisipasi, tanggung jawab dan rasa persatuan dengan membuat mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat seperti pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata. Dengan melibatkan mahasiswa dalam program kerja yang telah diterapkan dapat memberikan dampak positif, masyarakat memahami terdapat banyak hal yang harus dibenahi, maka dari itu keberadaan program kerja Kuliah Kerja Nyata harus dapat mengubah dari segi pola pikir dan perilaku masyarakat untuk mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat agar menciptakan lingkungan kemajuan.
The use of qr-code media in PKN subjects to foster the democratic character of 21st century students
Ade aransyah;
Herpratiwi Herpratiwi;
M. Mona Adha
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 10 (2022): Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : ARKA INSTITUTE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55904/educenter.v1i10.424
Character is a crucial thing that every human being must have. Along with the development of the times, students who today are commonly referred to as the millennial generation, must also have a strong character, so that they are not uprooted from the noble cultural roots of the Indonesian nation. 21st century education is no longer a discourse or idea, but must be able to be realized through a learning QR code is a two-dimensional image that presents a data, especially data in the form of text. The purpose of this study is to find out how to use QR-Codes in the field of education by utilizing QR-Codes as a learning medium, especially in Civics subjects with the hope that students can grow democratic character in various lives. The method used in this study used the SLR (Systematic Literature Review) method, data collection was carried out using documentation and reviewing all articles related to qr-code and civics subjects of democratic character. The result of this study is that the use of Qr-Code media can help the process of delivering messages or learning to students, so that they can achieve the expected learning outcomes, especially in PPKn learning in fostering democratic character, in 21st century students.