p-Index From 2021 - 2026
12.317
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dinamik RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa WIDYATAMA Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Varidika Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual CogITo Smart Journal Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Ilmiah Lingua Idea Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Basicedu Informatik : Jurnal Ilmu Komputer Jurnal Ilmiah Dikdaya Manuju : Malahayati Nursing Journal EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Gentala Pendidikan Dasar GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Building of Informatics, Technology and Science Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Indonesia Berdaya Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Komunitas Bahasa Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Academic Journal of Computer Science Research (AJCSR) Kode : Jurnal Bahasa Educate: Journal of Community Service in Education Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra Jurnal Basicedu Keris: Journal of Community Engagement Widyaparwa Journal of Public Health Concerns Journal of Pragmatics Research Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Journal of Linguistics, Culture and Communication Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Jurnal Pengabdian Masyarakat Nasional Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat Jurnal Ticom: Technology of Information and Communication Jurnal Pengabdian Masyarakat Tekno Indonesia Bergerak: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat AJCD Aksara NMI THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Aksara
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

Sosialisasi pencegahan penyakit pneumonia pada anak di wilayah kerja Puskesmas Satelit Pahoman Rizwan, Al Khairul; Elvania, Dewa Ayu Neli; Mardani, Mardani; Alfian, Rika; Mardiani, Wiwin; Apriyanti, Apriyanti; Yuniarti, Yuniarti; Noprianti, Noprianti; Rita, Desi Risna; Kusumaningsih, Dewi; Setiawati, Setiawati; Novikasari, Linawati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.406

Abstract

Pendahuluan: Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian, khususnya pada anak-anak. Di Indonesia, berdasarkan data pada tahun 2005, sebanyak 28% kematian anak masih disebabkan oleh infeksi yakni infeksi saluran pernapasan. Salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada bayi dan balita adalah pneumonia. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang mengenai jaringan paru-paru. Tujuan: Untuk mensosialisasikan pencegahan penyakit pneumonia pada anak. Metode: Penelitian yang dilakukan melalui ceramah dan menggunakan media leaflet mengenai sosialisasi penyakit pneumonia pada anak. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 Januari 2024 di Puskesmas Satelit Pahoman, Tanjung Agung Raya. Materi sosialisasi yang diberikan yaitu pengertian, penyebab, tanda dan gejala, penatalaksanaan, serta pencegahan pneumonia. Materi disampaikan selama 15 menit dilanjutkan dengan tanya jawab selama 5 menit. Hasil: Salah satu faktor penyebab pneumonia adalah lingkungan dan udara yang tidak sehat. Anak yang tinggal di lingkungan yang padat, sirkulasi udara yang buruk, serta keluarga yang merokok berpotensi lebih besar terkena penyakit ini. Sehingga dalam pencegahannya, menjaga lingkungan dan udara tetap bersih sangat penting untuk dilakukan Simpulan: Penyebab paling umum pneumonia adalah virus dan bakteri, diikuti oleh jamur dan parasit. Pneumonia juga dapat dikatakan sebagai komplikasi dari penyakit yang lain terutama penyakit yang terjadi secara kronis. Kata Kunci: Anak; Kesehatan Masyarakat; Pneumonia.
Asuhan keperawatan masalah ganguan rasa nyaman nyeri pada pasien hipertensi dengan menggunakan terapi air kelapa muda Kusumaningsih, Dewi; Aryanti, Lidya; Saputra, Imron
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v1i3.82

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian / mortalitas. Tekanan darah 140/90 mmHg didasarkan pada dua fase dalam setiap denyut jantung yaitu fase sistolik 140 menunjukan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung dan fase diastolik 90 menunjukan fase darah yang kembali ke jantung. Tujuan : Melakukan Asuhan Keperawatan Masalah Gangguan Rasa Nyaman Nyeri Pada Pasien Hipertensi Dengan Menggunakan Terapi Air Kelapa Muda Di Teluk Betung Barat Bandar Lampung Tahun 2021 Metode: metode asuhan keperawatan ini menggunkan pendengakan dengan perlakukan menggunakan terapi air kelapa muda dengan konsep asuhan keperawatan komprehensif pasa setase keluarga, serta mendeskripsikan dalam bentuk review kasus dengan menganalisi masalah yang terjadi pada demam menggunakan penerapan teknik  Terapi Air Kelapa Muda dengan Gangguan Rasa Nyaman Nyeri Pada Pasien Hipertensi Di Teluk Betung Barat Bandar Lampung Tahun 2021. Hasil : Masalah yang ditemukan  Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan vaskuler serebral, intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakberdayaan fisik, Risiko cidera berhubungan dengan kelemahan evaluasi hari terakhir pemeriksaan tekanan darah terjadi penurunan pada Ny. S, diperoleh dataskala nyeri sebelum diberikan intervensiskala nyeri 6 dan setelah diberikan intervensi pemberian air kelapa muda selama kurun waktu 7 hari dari hasil pemeriksaan didapatkan skala nyeri yaitu 3 dengan di lakukan pemberian terapi air kelapa muda. Dan pada pasien Ny. L didapatkan hasil pemeriksaan skala nyeri yaitu 6 dan sesudah intervensi skala nyeri yaitu 4. Masalah pada nyeri yaitu pada Ny.S sebelum implementasi skala nyeri dari 6 setelah implementasi skala nyeri  3. Simpulan: maka dapat disimpulkan bahwasanya ada pengaruh pemberian terapi minum air kelapa muda terhadap gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien hipertensi. Saran Diharapkan pada penderita hipertensi agar dapat melakukan terapi air kelapa muda sebagai terapi alternatif pengganti obat farmakologi untuk membantu mengatasi masalah baik itu pada nyeri ataupun pada penurunan tekanan darah. Untuk penelitian selanjutnya disarankan agar dapat menggunakan alternatif lain dalam mengurangi nyeri dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi seperti tekhnik relaksasi atau mengkonsumsi herbal lainnya.
Penyuluhan kesehatan tentang cuci tangan Novikasari, Linawati; Setiawati, Setiawati; Kusumaningsih, Dewi; Linggariyana, Linggariyana; Sari, Lisa Yuliana; Sari , Made Novita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i1.171

Abstract

Pendahuluan: Masa anak adalah masa yang paling penting dalam proses pembentukan dan pengembangan kepribadian sehingga menjadi orang yang bertanggung jawab di masyarakat. Anak prasekolah berada diusia golden age yaitu sekitar 3-6 tahun. Usia tersebut merupakan masa kritis bagi perkembangan kemampuan kognitif, kemandirian, koordinasi motorik, dan kreatifitas. Fase tersebut menyebabkan rasa ingin tahu dan minat bereksplorasi terhadap lingkungan semakin meningkat sehingga anak prasekolah rentan menderita penyakit yang berhubungan dengan hygiene Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang cuci tangan. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang cuci tangan dan ke dua setelah diberikan penyuluhan cuci tangan menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan Tanya jawab tentang cuci tangan Hasil: Responden memahami tentang cuci tangan nyeri
Penyuluhan kesehatan tentang bahaya game online Novitasari, Linawati; Wardiyah, Aryanti; Kusumaningsih, Dewi; Setiawati, Setiawati; Gustiani, Dwi; Sartika, Dewi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.188

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan Game Online sendiri tidak lepas juga dari perkembangan teknologi komputer dan jaringan komputer itu sendiri. Meledaknya game online sendiri merupakan cerminan dari pesatnya jaringan komputer yang dahulunya berskala kecil (Small Local Network) sampai menjadi internet dan terus berkembang sampai sekarang. Game Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang bahaya game online Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang bahaya game online dan ke dua setelah diberikan penyuluhan prilaku hidup sehat pasien dengan gangguan ginjal kronik menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan tanya jawab tentang prilaku hidup sehat pasien dengan gangguan ginjal kronik. Hasil: Responden memahami tentang bahaya game online. Simpulan: responden dapat mengetahui tentang bahaya game online
Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang mencuci tangan menggunankan sabun pada anak di Kelurahan Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung Gunawan, Muhammad Ricko; Triyoso, Triyoso; Winarno, Rudi; Kusumaningsih, Dewi; Nirwanto, Nirwanto; Ismi, Aprilia; Nurlaini; Sofa, Taufik; Andriyani, Veni
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.253

Abstract

Introduction: Health is a state of well-being of body, soul and social that allows everyone to live socially and economically productive. Therefore, health is a very important thing to pay attention to because it will underlie the improvement of the quality and quantity of life in the community. This can be done with clean and healthy living behavior, one of which is by washing hands with soap. Without us knowing it, germs and bacteria that stick to the hands are very dangerous to health. Children are one of those who experience a fairly high level of play activity. However, the habit of washing hands with good soap is not realized by some children. Children view soap as only useful for removing dirt and odors. To carry out a hand washing program, wash hands with soap, the availability of water and soap for washing hands is actually not a problem but an obstacle is a factor in children's habits. For this reason, the role of caregivers/early childhood educators is needed to provide useful programs for children, namely getting used to washing hands with soap after completing activities or other activities. Objective: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts are able to understand and apply clean and healthy living behaviors about washing hands with soap properly and correctly. Method: The implementation of the method used is based on ibM. Providing information and visual training to children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts. Results: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts can receive well about the application of clean and healthy living behavior by washing their hands. Conclusion: There is a significant increase in children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung villages on the awareness of the importance of washing hands.   Pendahuluan: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Oleh karena itu kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tanpa kita sadari, kuman dan bakteri yang menempel pada tangan sangat membahayakan kesehatan.anak-anak adalah salah satu yang mengalami aktivitas bermain yang cukup tinggi. Namun, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang baik itu tidak disadari oleh sebagian anak-anak. Anak-anak memandang sabun hanya bermanfaat untuk menghilangkan kotor dan bau. Untuk melakukan program mencuci tangan cuci tangan dengan sabun, ketersedian air dan sabun untuk mencuci tangan sebenarnya bukan masalah tapi menjadi hambatan adalah faktor kebiasaan anak-anak. Untuk itu diperlukan peran pengasuh/pendidik anak usia dini untuk memberikan program yang bermanfaat kepada anak, yaitu membiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah selesai melakukan kegiatan mau pun aktivitas lainnya. Tujuan: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung mampu memahami dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat tentang mencuci tangan menggunakan sabun dengan baik dan benar. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan yaitu berbasis ibM. Pemberian informasi dan pelatihan visual pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung. Hasil: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung bisa menerima dengan baik tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan. Simpulan: Terdapat peningkatan yang signifikan pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung atas kesadaran pentingnya mencuci tangan.
Promosi kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat mencuci tangan dengan menggunakan sabun Kusumaningsih, Dewi; Rizkiawan, Rachmat; Sari, Suci Nur Indah; Hidayat, Taufiq
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.259

Abstract

Background: Public health is one of the main things in advancing the lives of the nation's young generation, the large number of children is 30% of the total population of Indonesia, around 73 million people. School-age children are a golden period for growth and development of life. By instilling the values ​​of clean and healthy living behavior it can potentially be a way of change by promoting clean and healthy living behavior for behavior change from an early age, whether carried out in schools, families, and communities The emergence of various infectious diseases that often attack school-age children (age 6 -10 years), generally related to clean and healthy living behavior. Therefore, early planting in learning places is important and can be done through an approach by the health sector. Purpose: To increase children's knowledge and understanding about clean and healthy living behavior and washing hands with soap properly by cultivating and practicing it in everyday life. Method: The implementation of this activity went through several stages, namely conducting field surveys, holding TPQ meetings to explain technicians for health education activities, providing media to be used for counseling in the form of leaflets, videos and posters, buying tools and materials for the implementation of extension activities. Results: The children were asked to memorize the 6 steps of the hand washing motion shown in the video, and an assessment of the process was carried out in the form of asking the children to do the movement until all participants could do good and correct hand washing movements and the children could answer the questions. questions asked by the presenters regarding the material that has been presented. Conclusion: The participants at TPQ Tahfidz Nurussalam, Pinang Jaya Village, Bandar Lampung City knew about the knowledge of clean and healthy living behavior washing hands on health problems and participants were able to wash their hands using the right soap in order to reduce health problems that existed in the community. Keywords: Clean and Healthy Living Behavior; Hand Wash; Soap Pendahuluan: Kesehatan masyarakat merupakan salah satu hal utama dalam memajukan hidup generasi muda bangsa jumlah anak yang besar yaitu 30% dari total keseluruhan penduduk Indonesia sekitar 73 juta orang. Pada anak usia sekolah merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan kehidupannya. Dengan menanamkan nilai nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dapat berpotensi sebagai suatu cara perubahan dengan mempromosikan PHBS untuk perubahan perilaku sejak dini, baik dilakukan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat Munculnya berbagai penyakit infeksi yang sering menyerang anak usia sekolah (usia 6-10 tahun), umumnya berkaitan dengan PHBS. Oleh karena itu, penanaman sejak dini di tempat pembelajaran adalah hal yang penting dan dapat dilakukan melalui pendekatan oleh pihak kesehatan. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman anak anak tentang perilaku hidup bersih dan sehat serta cuci tangan dengan memakai sabun yang benar dengan membudayakan dan mempraktekan dalam kehidupan sehari hari. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu melakukan survey lapangan, mengadakan pertemuan pihak TPQ untuk menjelaskan tentang teknisi kegiatan pendidikan kesehatan, menyediakan media yang akan digunakan untuk penyuluhan berupa media leaflet, video dan poster, membeli alat dan bahan untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Hasil: Anak-anak diminta buat menghafal 6 langkah gerakan mencuci tangan yang ditayangkan pada video tersebut, serta dilakukan penilaian proses berupa meminta anak-anak melakukan gerakan tersebut sampai semua peserta bisa melakukan gerakan cuci tangan yang baik serta benar dan anak anak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pemateri seputar materi yangsudah disampaikan. Simpulan: Para peserta di TPQ Tahfidz Nurussalam Kelurahan Pinang Jaya Kota Bandar Lampung mengetahui tentang pengetahuan PHBS Cuci tangan terhadap masalah kesehatan dan peserta dapat melakukan cuci tangan memakai sabun yang benar agar mengurangi masalah kesehatan yang ada di dalam masyarakat.
Sosialisasi pencegahan penyakit pneumonia pada anak di wilayah kerja Puskesmas Satelit Pahoman Rizwan, Al Khairul; Elvania, Dewa Ayu Neli; Mardani, Mardani; Alfian, Rika; Mardiani, Wiwin; Apriyanti, Apriyanti; Yuniarti, Yuniarti; Noprianti, Noprianti; Rita, Desi Risna; Kusumaningsih, Dewi; Setiawati, Setiawati; Novikasari, Linawati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.406

Abstract

Pendahuluan: Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian, khususnya pada anak-anak. Di Indonesia, berdasarkan data pada tahun 2005, sebanyak 28% kematian anak masih disebabkan oleh infeksi yakni infeksi saluran pernapasan. Salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada bayi dan balita adalah pneumonia. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang mengenai jaringan paru-paru. Tujuan: Untuk mensosialisasikan pencegahan penyakit pneumonia pada anak. Metode: Penelitian yang dilakukan melalui ceramah dan menggunakan media leaflet mengenai sosialisasi penyakit pneumonia pada anak. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 Januari 2024 di Puskesmas Satelit Pahoman, Tanjung Agung Raya. Materi sosialisasi yang diberikan yaitu pengertian, penyebab, tanda dan gejala, penatalaksanaan, serta pencegahan pneumonia. Materi disampaikan selama 15 menit dilanjutkan dengan tanya jawab selama 5 menit. Hasil: Salah satu faktor penyebab pneumonia adalah lingkungan dan udara yang tidak sehat. Anak yang tinggal di lingkungan yang padat, sirkulasi udara yang buruk, serta keluarga yang merokok berpotensi lebih besar terkena penyakit ini. Sehingga dalam pencegahannya, menjaga lingkungan dan udara tetap bersih sangat penting untuk dilakukan Simpulan: Penyebab paling umum pneumonia adalah virus dan bakteri, diikuti oleh jamur dan parasit. Pneumonia juga dapat dikatakan sebagai komplikasi dari penyakit yang lain terutama penyakit yang terjadi secara kronis. Kata Kunci: Anak; Kesehatan Masyarakat; Pneumonia.
Optimalisasi handover dengan teknik komunikasi SBAR di Puskesmas Rawat Inap Kemiling, Kota Bandar Lampung Pratiwi, Liza Ayu; Triyoso, Triyoso; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.420

Abstract

Background: Handover during shift changes is a very important part of nursing services in transferring information and ensuring continuity of patient care plans. Based on a study conducted in November 2023 at the Kemiling Health Center, it was found that the handover problem was not optimal, which was indicated by the handover being carried out but not in front of the patient and the absence of documentation. Purpose: To apply the handover process using the SBAR communication technique in the KIA Room of the Kemiling Inpatient Health Center UPT, Bandar Lampung City. Method: This type of descriptive research uses a case study approach method. The subjects in the report of the head of the room, and the implementing nurse in the KIA Room of the Kemiling Inpatient Health Center UPT, Bandar Lampung City were 4 people. A meeting was first held on November 21, 2023 to determine the time of intervention as an alternative to solving the problem of nursing overran, namely dissemination of knowledge and role play. The implementation of the dissemination of nursing knowledge using the SBAR technique was carried out on November 22, 2023. Results: The dissemination of knowledge that has been carried out was attended by nurses in the KIA Room and nursing professional students. From the results of the observation, it can be seen that the nurses were enthusiastic in participating in the dissemination of knowledge, all nurses attended the event from start to finish. The implementation of role play has also been carried out by students, and from the results of the observation, nursing overran with the SBAR technique has been carried out optimally and will be even better if carried out in accordance with the theory that has been described in the previous discussion. In its implementation, it has also gone through a process starting from the preparation stage to the implementation stage. Conclusion: The application of the SBAR technique (Situation, Background, Assessment, Recommendation) can be an alternative problem solving in creating a structured communication framework that can be used during patient handove Keywords: Handover; Patient handling; SBAR technique Pendahuluan: Handover selama pergantian shift merupakan bagian yang sangat penting dalam pelayanan keperawatan dalam mentransfer informasi dan menjamin kesinambungan rencana perawatan pasien. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan pada Bulan November 2023 di Puskesmas Kemiling, diperoleh masalah bahwa belum optimalnya permasalahan handover yang ditandai dengan handover dilakukan tetapi tidak dilakukan didepan pasien dan tidak adanya pendokumentasian. Tujuan: Untuk mengaplikasikan proses handover menggunakan teknik komunikasi SBAR di Ruang KIA UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek pada laporan kepala ruangan, dan perawat pelaksana di Ruang KIA UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung sebanyak 4 orang. Terlebih dahulu dilakukan pertemuan pada tanggal 21 November 2023 untuk menentukan waktu intervensi sebagai alternatif pemecahan masalah tentang overran keperawatan yaitu desiminasi ilmu dan role play. Pelaksanaan kegiatan desiminasi ilmu overran keperawatan dengan teknik SBAR dilaksanakan pada tanggal 22 November 2023.   Hasil: Desiminasi ilmu yang telah dilakukan dihadiri oleh perawat-perawat di Ruangan KIA dan mahasiswa profesi ners. Dari hasil observasi terlihat perawat-perawat antusias dalam mengikuti desiminasi ilmu, semua perawat mengikuti acara dari awal sampai akhir. Pelaksanaan role play juga sudah dilakukan oleh mahasiswa, dan dari hasil observasi overran keperawatan dengan teknik SBAR sudah dilakukan secara optimal dan akan semakin baik lagi jika dilakukan sesuai dengan teori yang telah dijabarkan pada pembahasan sebelumnya. Dalam pelaksanaannya pun sudah melalui proses yang dimulai dari tahap persiapan hingga tahap pelaksanaan.   Simpulan: Penerapan teknik SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) dapat menjadi alternatif pemecahan masalah dalam membuat kerangka komunikasi terstruktur yang dapat digunakan saat serah terima pasien atau handover.
Perencanaan pelaksanaan keperawatan (MPKP) metode tim di ruang penyakit dalam Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Herliza, Herliza; Triyoso, Triyoso; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i3.425

Abstract

Background: A hospital is a health service institution that provides comprehensive and complete health services for individuals by providing inpatient, outpatient, and emergency services based on Law No. 44 of 2009. A hospital is an integral part of a social and health organization with the function of providing comprehensive services, curative, and preventive services to the community.. Purpose: To identify the planning for the implementation of professional nursing practice (MPKP) using the team method in the internal medicine room. Method: Descriptive research with a case study approach, conducted at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung in March-April 2024. The population in this study was 14 nurses in the internal medicine room. The sample selection used the purpose sampling technique, obtaining 7 nurses as respondents. The types of data collected were primary and secondary data through discussion methods, interviews, demonstrations (education of knowledge about professional nursing practice methods/MPKP), and structured observations. Results: MPKP uses the team method and the manpower is sufficient to carry out the team method. Problems identified through observation, interviews, and questionnaires are that the implementation of the MPKP team method has not been implemented, nurses' knowledge of the team method, and their roles are still lacking. A mini project has been developed to reduce problems that arise in the room, namely in the form of re-education about the MPKP team method followed by the coordinator, team leader and team members. This has received a very good response. Implementing and evaluating using a post-test of nurses' knowledge and implementation of the team method through observation, with good results and responses to the renewal. Conclusion: Planning the implementation of MPKP using the team method will be closely related to improving the quality of health services, in training nurses to be professional in their duties, and providing satisfaction to patients. Keywords: Internal Medicine; Professional Nursing Practice Method (MPKP); Team Method Pendahuluan: Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi perorangan secara menyeluruh dan paripurna dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat berdasarkan Undang-Undang No. 44 Tahun 2009. Rumah sakit merupakan bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pencegahan penyakit (preventif) pada masyarakat. Tujuan: Untuk mengidentifikasi perencanaan pelaksanaan praktik keperawatan profesional (MPKP) metode tim di ruang penyakit dalam. Metode: Penelitian deskristif dengan pendekatan studi kasus, dilaksanakan di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin, Bandar Lampung pada bulan maret-April 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah 14 perawat ruang penyakit dalam. Pemilihan sampel menggunakan teknik purpose sampling, mendapatkan 7 perawat sebagai responden. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder melalui metode diskusi, wawancara, demontrasi (edukasi pengetahuan tentang metode praktik keperawatan profesional/MPKP), dan observasi terstruktur Hasil: MPKP menggunakan metode tim dan ketenagaan sudah mencukupi untuk dilakukan. Masalah yang teridentifikasi melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yaitu pelaksaan MPKP metode tim belum terlaksana, pengetahuan perawat tentang metode tim, dan perannya masih kurang. Telah menyusun mini projek untuk mengurangi masalah yang muncul di ruangan, yaitu dalam bentuk re-edukasi tentang MPKP metode tim yang dikuti oleh koordinator, ketua tim dan anggota tim. Hal ini mendapat respon yang sangat baik. Melaksanakan dan mengevaluasi menggunakan post test pengetahuan perawat dan pelaksanaan metode tim secara observasi, dengan hasil dan respon yang baik terhadap pembaharuan Simpulan: Perencanaan pelaksanaan MPKP menggunakan metode tim akan sangat berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, dalam melatih tenaga perawat menjadi profesional terhadap tugasnya, dan memberikan kepuasan kepada pasien.  
Edukasi pencegahan tuberculosis (TBC) pada anak di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung Setiawati, Setiawati; Juana, Rika; Alam, Rama Rajasa Ferlanda; Istawala, Anggun; Dhitya, Ray Krisna; Safitri, Hilda Meilinda; Irgi, Muhammad; Saputri, Maida; Muarif, Muhammad Syamsul; Kusumaningsih, Dewi; Wardiyah, Aryanti; Novikasari, Linawati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i3.493

Abstract

Background: Tuberculosis can be transmitted to children when active TB sufferers cough, talk, sneeze, sing, or speak without a mask or personal protective equipment. It is estimated that more than 20,000 cases of childhood tuberculosis occur in Indonesia each year. Indonesia is the country with the second highest number of tuberculosis cases in the world after India. Given that this disease is a dangerous disease, there needs to be sufficient public awareness and understanding of this disease. Purpose : Increase public knowledge about preventing TB transmission in children. Method: Implementation of activities using the lecture method, namely presenting material on preventing tuberculosis in children to participants by conducting interactive discussions. Education is also provided by providing instructions on how to prevent tuberculosis transmission in children. The supporting media used are leaflets and banner stands. Results: In this community service activity, most participants were able to answer well and understood the material presented. This program will be continued to find out how successful it is in increasing knowledge and its application in the work area of ​​the Kedaton Health Center, Bandar Lampung City. Participants were also enthusiastic about asking questions about the material provided. Conclusion: Educational activities to prevent TB transmission in children are very effective in increasing parental knowledge in protecting children from the negative impacts of tuberculosis transmission. Keywords: Children; Prevention; Tuberculosis transmission; Tuberculosis. Pendahuluan: Penyakit TBC dapat menular pada anak ketika penderita TBC aktif batuk, berbicara, bersin, bernyanyi, atau berbicara tanpa masker atau alat pelindung diri. Diperkirakan lebih dari 20.000 kasus tuberculosis anak terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus tuberculosis tertinggi kedua di dunia setelah India. Mengingat penyakit ini merupakan penyakit yang berbahaya, maka perlu adanya kesadaran dan pemahaman masyarakat yang cukup terhadap penyakit ini. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penularan TB pada anak-anak. Metode: Pelaksanaan kegiatan dengan metode ceramah yaitu mempresentasikan materi mengenai pencegahan tuberculosis pada anak kepada para peserta dengan melakukan diskusi interaktif. Edukasi diberikan juga dengan memberikan petunjuk mengenai cara pencegahan penularan tuberculosis pada anak. Dengan media bantu yang digunakan adalah leaflet dan stand banner. Hasil: Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, sebagian besar peserta dapat menjawab dengan baik dan cukup memahami dari materi yang disampaikan. Program ini akan dilanjutkan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilannya yang adanya peningkatan pengetahuan dan penerapannya di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung. Peserta juga berantusias melakukan tanya jawab mengenai materi yang diberikan. Simpulan: Kegiatan edukasi pencegahan penularan TB pada anak sangat efektif dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam melakukan perlindungan terhadap anak dari dampak buruk penularan tuberculosis.
Co-Authors Abdul Kadir Abid, Nuskhan Adam Yogantara Ahmad Hariyadi Ahmad Hariyadi, Ahmad AHMAD, ERWAN Akbariani, Nurhaliza Vania Alam, Rama Rajasa Ferlanda Alfian, Rika Alfin Luluk Kamalia Alisah Rahmah Hidayah Amini, Safrina Andaresta, Hani Greisilavia Andi Bunga Silvia Andri Pitoyo Andriyani, Veni Anggraini, Triana Anisa Puspita Sari Anita, Fenny Annissa, Nurul Huda Fitri Apriyanti Apriyanti Arifah, Irma Arjulayana Arjulayana Arum Puji Astuti Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Aryanti, Lidya Aryanto, Puput Asep Rahmad Hidayat Astantiya Sabarani Bagas Priasmoro Baharuddin Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bayu Ahya Dinata Benedictus Sudiyana Berliana Handini Hanif Bety Ayu Windi Ariyanto Bhrata, Pramudya Dhana Bintang, Bagus Cahyani, Tiara Regita Chrisanto, Eka Yudha Clara Chintya Agustin Daroe Iswatiningsih Dayu Rahma Turista, Dora Devit Setiono Dewi Pertiwi Kusumawati DEWI SARTIKA Dewi, Dwi Wahyu Candra Dhania Aryu Liantika Dhea Eriza Silvyawati Dhitya, Ray Krisna Dian Angen Saputra Dina Martiani Dwi Nopriyanto Dwi Wahyu Candra Dewi Eka Susylowati Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Eli Rustinar Eli Rustinar Eliya, Rahma Elliya, Rahma Elvania, Dewa Ayu Neli Endang Purwaningsih Estu, Maulana Alzura Fachry Abda El Rahman Fahrida Nuraini Yasintaa Faizal Nur, Syukma Rhamadani Farida Nugrahani Farida Nugrahani Farida Nurhasanah Fatiya, Rahma Fortuna, Avika Dara Gunawan, M. Ricko Gunawan, M.Ricko Gustiani, Dwi Hadjianto, Mardi Hafiz Gunawan Hafsah Dwiyanti Halawa, Kerisman Handayani, Intan Putri Dwi Hanifah, Riska Lulu Hanisah Hanafi Hardjianto, Mardi Harlis Setiyowati Hartanta, Djaka Haryanti Budi Utami Herliza Herliza Herliza, Herliza HerryAgusSusanto Susanto Hidayat, Tomi Ibrahim, Idris Ilham Agung Sakti Imanda Sastria Inna Tinita Rahayu Intan Putri Dwi Handayani Ira Yuniati Irfan Maulana, Irfan Irgi, Muhammad Ismi, Aprilia Isnainy, Usastiawaty C.A.S. Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Istawala, Anggun Jaenal Arifin Jelita Zakaria Jimat Susilo Joko Suryono Juana, Rika King, King Kitry, Adelia Lisma Dana Krisna Adi Ismaya Krisna, Dimas Adi Kristanto, Eka Yudha Kundharu Saddhono kusmiarti, reni Kusumawati, Kurnia La Ino Laily Nurlina Latipun Latipun Lestari, Juwita Tri Lilik Ernawati Linawati Novikasari Linggariyana, Linggariyana Lisdayanti, Septina M. Arifki Zainaro M. Sukarno Mahda Rizka Faer Rifa’ie Mahdijaya, Mahdijaya - Malika Dhita Shalaika Man Hakim Mardani Mardani Mardiani, Wiwin Marlena Marlena Marlina Agustina Meida Suswandari Meilisa Nurhana Mohammad Syafrullah Muarif, Muhammad Syamsul Mufidah, Anis Muhammad Iqbal Muhammad Rafli Muhlis Fajar Wicaksana Muhlis Fajar Wicaksana Mukti Widayanti Mulasih, Sri Mutiara Ayu Daniati N. Sofianto, Eko Wahyu Naimah, Myatun Nastiti Nur Kholifah Ni Luh Sumo Nirwanto Nirwanto, Nirwanto nopriani, nopriani Noprianti, Noprianti Nova Poojadixsa Novi Ari Rahmawati Wahyudi Novikasari, Linawati Novindri Ryalita Novitasari, Linawati Nugroho, Adit Nur Arqom Eka F Nur Hidayah, Taufik Nurjanah, Ifah Nurlaini Nuur’ainii, Zahra Lintang Pardyatmoko Partur Khorip Paulina, Yanti Paulina, Yanti Pauline Dewi Juliani Setyaningsih Pramudya Dhanabhrata Prasetyo, Deigo Adit Dwi Pratiwi, Liza Ayu Pudoli, Ahmad Purwanto Purwanto Purwanto Putra, Ikhsan Achmadi Putri Yolanda Utama Putri, Qikka Anisya Ade Rahayu Rahayu Rahmatika, Ida Rani Darmayanti Ratna Kusumawardani Refsi Erpiyana Regina, Dea Tri Restiana Cahyani Rhezina Juni Areza Rifky Sandi Kurniawan Rilyani, Rilyani Rimajon Sotlikova Rinny Meidiyustiani Riska Wandini, Riska Rita, Desi Risna Riyanto, Eko Rizka Lulu Hanifah Rizkiawan, Rachmat Rizky Trisna Saputra Rizqi Puspawati Rizwan, Al Khairul Rohmah, Eis Ainun Rusdah Rustinar, Eli Rustinar, Eli Safitri, Hilda Meilinda Sahrullah, Sahrull Samidi Samidi, Samidi Samsugito, Iwan Sapto Darsono Saptomo , Sri Wahono Saptono Hadi Saptono Hadi, Saptono Saputra, Imron Saputri, Hidayah Nurul Saputri, Maida Sari , Made Novita Sari, Lisa Yuliana Sari, Nurratri Kurnia Sari, Suci Nur Indah Sari, Yossi Permata Sastria Handayani Selamat Riauwanto Septiari, Wahyu Dini Setiawati Setiawati Sindy Monika, Sindy Monika Sintia, Monica Bela Dwi Siti Karomah Siti Nur Hayati Sofa, Taufik Sri Marmoah Sri Mulyati Sri Muryati Sri Muryati Sri Muryati Sri Wahono Saptomo Subandi Subandi Subianto, Subianto Sukarno Sukarno, nFN Suladi, Ronal Yulyanto Sumarni Sumarni Sumo, Ni Luh Suparmin Suparmin Suparmin, Suparmin Suyuthi, Hasmi Syafrullah, Muhammad Syarifuddin, Faisal Tengku Mohd Diansyah, Tengku Mohd Titik Sudiatmi Titik Sudiatmi Tiya Nadila Tomi Hidayat, Tomi Triyoso, Triyoso Tutik Wahyuni Tyaswanti, Anita Tri Wahono Saptomo, Sri Wahono, Sri Wahyu Dini Septiari Wibawa, Satria Agung Wijaya, Bernika Mahalini Wilsa Fentani Winanda, Felia Ayu Winarno, Rudi Winda Setyawati Winda Setyawati Wiwik Darmini Wiwit Nur Fatyimah Nur Fatyimah Yanti Fitria Yoga Yuniadi Yohanes Sugiyanto Yulianawati Yulianawati Yuniarti Yuniarti Zufli Achmad