Developing religious character in elementary school children through Qur'anic dhikr practices often faces challenges, especially in bridging ritual recitation with deeper spiritual internalization. While previous studies highlight the general role of tahfīẓ and dhikr in character formation, little research has examined the operational use of specific Qur'anic verses in structured daily routines for young learners. This study explores the implementation of Sūrat al-Insān verses 25–26 in daily dhikr activities at the Tahfidz Qur'an Islamic Boarding School for Children Raudlatul Falah (PPATQ RF). It identifies its implications for the development of children's religious character. Using a qualitative case study approach, data were collected through one-week participatory observation, in-depth interviews with teachers and parents, and document analysis. Thematic analysis was applied to triangulate findings across interviews, observations, and institutional records. Results show that structured daily dhikr grounded in Qur'anic verses enhances children's spiritual discipline, emotional stability, and religious awareness. Challenges include children's physical adaptation to demanding schedules, limited comprehension of abstract spiritual meanings, and inconsistent family support. The study concludes that an integrated dhikr approach—linking physical, emotional, and spiritual dimensions—significantly strengthens religious character formation. It demonstrates how operationalizing specific Qur'anic verses within a structured educational routine provides a replicable model for early character development. Pembentukan karakter religius pada anak usia sekolah dasar melalui praktik dzikir Qur’ani sering menghadapi kendala, terutama dalam menjembatani antara bacaan ritual dan internalisasi spiritual yang lebih mendalam. Meskipun penelitian sebelumnya menyoroti peran umum tahfīẓ dan dzikir dalam pembentukan karakter, masih sedikit penelitian yang mengkaji penggunaan operasional ayat-ayat Qur’an tertentu dalam rutinitas harian yang terstruktur bagi anak-anak. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi Surat al-Insan ayat 25–26 dalam aktivitas dzikir harian di Pondok Pesantren Anak-anak Tahfidzul Qur’an Raudlatul Falah (PPATQ RF) serta mengidentifikasi implikasinya terhadap pembentukan karakter religius anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik observasi partisipatif selama satu minggu, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta analisis dokumen. Analisis tematik diterapkan untuk menelaah temuan melalui triangulasi data wawancara, observasi, dan dokumen institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dzikir harian yang terstruktur berdasarkan ayat-ayat Qur’an mampu meningkatkan disiplin spiritual, kestabilan emosi, dan kesadaran religius anak. Tantangan yang muncul mencakup adaptasi fisik anak terhadap jadwal yang padat, keterbatasan pemahaman makna spiritual yang abstrak, serta dukungan keluarga yang tidak konsisten. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan dzikir yang terintegrasi—melibatkan aspek fisik, emosional, dan spiritual—secara signifikan memperkuat pembentukan karakter religius. Kontribusi penelitian terletak pada penunjukan bagaimana operasionalisasi ayat Qur’an tertentu dalam rutinitas pendidikan terstruktur dapat menjadi model yang dapat direplikasi untuk pengembangan karakter sejak dini.