p-Index From 2021 - 2026
20.831
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kepastian Hukum Hak Keperdataan dan Waris bagi Anak Luar Kawin Callista Caesaria Lionoro; Farrel Reyhansyah Abu Bakar; Keiser Shanderos Partogi; Yuni Priskila Ginting
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i01.3239

Abstract

Studi ini menganalisis upaya untuk mencapai kepastian hukum terkait hak-hak sipil dan warisan anak yang lahir di luar perkawinan di Indonesia, khususnya setelah Putusan Mahkamah Konstitusional No. 46/PUU-VIII/2010. Putusan ini secara fundamental mengubah Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menetapkan hubungan sipil antara anak dan ayah biologisnya, asalkan paternitas dapat dibuktikan. Meskipun putusan tersebut bertujuan untuk menegakkan hak-hak konstitusional anak, implementasi praktisnya di pengadilan tingkat bawah menghadapi ambiguitas mengenai kedudukan hukum (locus standi) dan nilai pembuktian bukti dalam perkara pewarisan dan pengakuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif untuk menguji koherensi antara aturan tradisional KUHP tentang kekerabatan dan persyaratan modern untuk bukti ilmiah (misalnya, tes DNA). Temuan menekankan bahwa menjamin kepastian hukum bagi anak membutuhkan konsistensi peradilan yang kuat dan aturan Hukum Acara Perdata yang terstandarisasi tentang bukti. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa hak-hak substantif yang diperluas diterjemahkan secara efektif menjadi klaim warisan yang dapat ditegakkan, sehingga mencegah ketidakpastian hukum dan administratif.
Laporan PPATK, Data Rekening dan Transaksi Keuangan Dapat Dijadikan Bukti Tambahan Tanpa Memerlukan Pembuktian Tambahan Clarissa Sondang Sibarani; Joshua Hutagalung; Michael Zona Pangaribuan; Shabiha Elena Putri; Triani Cahya Hutahaean; Yoandhika Aliantoni; Welly Gosal; Yuni Priskila Ginting
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i01.3240

Abstract

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) merupakan lembaga intelijen keuangan yang berperan sentral dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Indonesia. Melalui kewenangannya, PPATK mengelola laporan transaksi keuangan mencurigakan dan menghasilkan Laporan Analisis (LHA) yang menjadi dasar bagi penyidik ​​untuk menelusuri aliran dana hasil tindak pidana. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan mengkaji Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU serta menganalisis penerapannya dalam Putusan Nomor 203/Pid.Sus/2023/PN PTK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan PPATK, data rekening, dan transaksi keuangan memiliki kedudukan yang krusial sebagai alat bukti tambahan dalam proses penuntutan pidana. Meskipun LHA tidak dapat dijadikan alat bukti langsung di pengadilan karena sifatnya yang rahasia, namun dokumen-dokumen tersebut sah digunakan pada tahap penyidikan untuk memperkuat alat bukti lain dan mengungkap keterkaitan antara tindak pidana asal dengan tindak pidana pencucian uang. Data rekening dan transaksi keuangan memberikan dasar objektif untuk melacak asal-usul dana gelap dan mendukung proses penyitaan dan penyitaan aset. Dengan demikian, laporan PPATK memainkan peran strategis dalam memperkuat sistem pembuktian pidana dan efektivitas penegakan hukum terhadap kejahatan keuangan di Indonesia.
Menakar Efektivitas dan Tantangan Implementasi Sistem E-Court di Indonesia Shelvina Lareta Supandi; Yuni Priskila Ginting
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i01.3241

Abstract

Hukum acara perdata merupakan perangkat yang mengatur penyelesaian sengketa melalui proses litigasi, termasuk pelaksanaan hak dan kewajiban para pihak serta kepatuhan terhadap etika beracara. Ketidakseimbangan antara ketiga aspek ini masih menjadi persoalan yang menurunkan efektivitas peradilan dan berpotensi merugikan pihak yang lemah. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara hak, kewajiban, dan etika beracara dalam mewujudkan keadilan prosedural di peradilan perdata. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan doktrin-doktrin hukum. Data dianalisis secara kualitatif melalui interpretasi sistematis, gramatikal, dan teleologis untuk mengidentifikasi sejauh mana norma hukum mendukung keseimbangan proses beracara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan tidak semata-mata berasal dari kurangnya regulasi, tetapi karena rendahnya kepatuhan para pihak dan lemahnya pengawasan etik dalam proses peradilan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif yang menempatkan hak, kewajiban, dan etika beracara sebagai satu kesatuan yang menentukan terwujudnya prosedur keadilan. Secara implikatif, penelitian ini menegaskan perlunya pengawasan etik yang lebih efektif, sanksi profesional yang tegas, dan peningkatan kesadaran profesionalisme hakim maupun advokat untuk mencegah abuse of process dalam konteks peradilan perdata.
Edukasi Hukum Lingkungan bagi Masyarakat Terdampak Pencemaran Industri sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Tanggung Jawab Korporasi Shelvina Lareta Supandi; Yuni Priskila Ginting
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i01.3242

Abstract

Hukum acara perdata memiliki peranan penting dalam menjamin penyelesaian sengketa secara adil melalui pengaturan hak dan kewajiban para pihak serta penerapan etika beracara di ruang sidang. Namun, praktik peradilan masih menunjukkan adanya penyimpangan etika maupun penyalahgunaan hak prosedural yang berdampak pada keterlambatan penyelesaian perkara dan penurunan integritas persidangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara hak, kewajiban, dan etika beracara dalam hukum acara perdata serta implikasinya terhadap kualitas proses penyelesaian sengketa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Sumber data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan purposive sampling terhadap peraturan, literatur hukum, dan putusan pengadilan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak dan kewajiban para pihak telah diatur secara jelas, namun implementasi etika beracara belum sepenuhnya efektif karena ketiadaan sanksi langsung bagi pelanggaran etik dalam persidangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bahwa integritas persidangan tidak hanya ditentukan oleh penerapan norma hukum, tetapi juga kepatuhan etis sejak awal sampai akhir proses beracara. Implikasi penelitian menegaskan perlunya pembaruan regulasi dan penguatan penegakan etika demi meningkatkan profesionalisme, keadilan, dan efektivitas proses peradilan perdata.
Hak dan Kewajiban Para Pihak Serta Etika Beracara Dalam Hukum Acara Perdata Shelvina Lareta Supandi; Jefferson Clive Wijaya; Azura Fauzan; Tabhina Putri Indraatmaja; Adeya Peranda; Prameysha Khaira Dewanti; Denalia Michelle Lasut; Yuni Priskila Ginting
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i01.3243

Abstract

Penyelesaian sengketa perdata melalui peradilan pada dasarnya bertujuan untuk memberikan kepastian dan keadilan bagi para pihak, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh sejauh mana hak dan kewajiban para pihak dijalankan serta kepatuhan terhadap etika beracara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi hak dan kewajiban para pihak dalam proses beracara, serta sejauh mana etika beracara berperan dalam menjaga profesionalitas dan integritas proses litigasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan dukungan data empiris berupa studi dokumen putusan dan wawancara dengan praktisi hukum. Data dianalisis secara kualitatif melalui analisis deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi kesenjangan antara ketentuan normatif dan praktik beracara di pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif hukum acara perdata telah mengatur hak dan kewajiban para pihak secara komprehensif, namun implementasinya belum berjalan optimal akibat masih terjadinya pelanggaran etika beracara dan penyalahgunaan hak prosedural. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan hubungan integral antara norma prosedural dan etika profesional sebagai indikator keberhasilan proses peradilan perdata. Implikasi penelitian menekankan pentingnya penguatan instrumen pengawasan dan sanksi etik untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian sengketa perdata dan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Cyber Fraud Berbasis Rekayasa Sosial Dalam Sistem Hukum Indonesia Andreas Bintang Raja Sihombing; Patrisia Tanwijaya; Najla Azrijal Chosaf; Michelle Evelyn Marpaung; Keisha Zahra Wibowo; Dyo Ganda Siadari; Dinda Aurelia Rosi Nasution; Boy Gabriel Yohanes Simarmata; Ariel Alexander; Yuni Priskila Ginting
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i01.3261

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas kejahatan siber berbasis rekayasa sosial yang memanfaatkan manipulasi psikologis untuk memperoleh akses ilegal terhadap data pribadi dan aset digital korban. Cyber fraud tidak hanya menimbulkan kerugian finansial yang signifikan, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem elektronik dan ekosistem ekonomi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku cyber fraud berbasis rekayasa sosial dalam sistem hukum Indonesia melalui kajian terhadap penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan pelaku cyber fraud berbasis rekayasa sosial telah memenuhi unsur actus reus, mens rea, serta kemampuan bertanggung jawab, sehingga pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban pidana secara penuh. Sistem hukum Indonesia pada prinsipnya telah memiliki dasar normatif yang cukup komprehensif dalam menanggulangi kejahatan tersebut. Namun, efektivitas penegakan hukum masih bergantung pada peningkatan kapasitas forensik digital, optimalisasi koordinasi antar lembaga penegak hukum, serta penguatan kebijakan preventif melalui literasi digital masyarakat.
Network Forensic Approach in Data Breach Crime Investigation Kurnia Rahmasari; Aghastyar Aghastyar; Bryan Idias; Caelsea Asalyandira Azzahra; Irfan Hakim; Ingrid Bianty Rahmawati; Nimrod Welly Bello; Tri Susanti; Tri Widyasto Prabowo; Yuni Priskila Ginting
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2026): IJHET MAY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i1.738

Abstract

This study aims to analyze the application of a network forensics approach in data breach crime investigations and examine its technical and legal implications. The method used is a qualitative approach through case studies, network log analysis, and a literature review. The research object focuses on the 2021 Microsoft Exchange Server attack case to reconstruct the attack chronology based on network artifacts. The results show that network forensics is effective in systematically identifying attack stages, from initial activity to data exfiltration, and is able to uncover communication patterns and attack methods used by perpetrators. However, challenges arise from the use of anonymity and encryption techniques that complicate the investigation process. From a legal perspective, the analysis results can be used as digital evidence in proving cybercrime in accordance with applicable laws and regulations. This study also emphasizes the importance of forensic readiness in organizations through network monitoring, log management, and the utilization of open information. Thus, network forensics plays a crucial role not only in investigations but also in overall cybersecurity strategies.
The Role of Mobile Forensics as Electronic Evidence in Proving Murder Cases Andreas Bintang Raja Sihombing; Patrisia Tanwijaya; Najla Azrijal Chosaf; Michelle Evelyn Marpaung; Keisha Zahra Wibowo; Dyo Ganda Siadari; Dinda Aurelia Rosi Nasution; Boy Gabriel Yohanes Simarmata; Ariel Alexander; Yuni Priskila Ginting
West Science Law and Human Rights Vol. 4 No. 02 (2026): West Science Law and Human Rights
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wslhr.v4i02.2754

Abstract

This study examines the role of mobile forensics as electronic evidence in proving murder crimes in Indonesia amidst the increasing complexity of crimes and perpetrators' efforts to eliminate digital traces. The study uses a normative juridical method with a descriptive-analytical approach through a literature review of relevant laws and regulations, court decisions, and scientific literature. The results of the study indicate that mobile forensics has an important position in the criminal evidence system because it is able to produce legally valid electronic information and/or electronic documents as recognized in the Criminal Procedure Code, the ITE Law, and strengthened by Constitutional Court Decisions. In murder cases, mobile forensics plays a strategic role in tracing communications, locations, metadata, and digital activities to reconstruct the chronology of events, identify the perpetrator, and strengthen the judge's conviction. However, the strength of its evidence is highly dependent on the authenticity, integrity, and reliability of the data, as well as compliance with legal procedures such as chain of custody, lawful seizure, and the involvement of digital forensic experts. This study concludes that mobile forensics has become an important instrument in modern criminal law evidence, but its optimization still faces challenges in the form of lack of uniform operational standards, limited human resources, and the need to strengthen regulations to create legal certainty, justice, and effective law enforcement in the digital era.
Dignified Justice and the Reconstruction of Indonesia’s Juvenile Criminal Law: Lessons from Australia toward SDG 16 Yuni Priskila Ginting; Anissa Furqanina; Teguh Prasetyo
Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 20 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/fiatjustisia.v20no3.5370

Abstract

Indonesia's juvenile justice system, governed by Law No. 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System, continues to face challenges arising from restrictive diversion provisions and the continued use of detention. Although Australia has developed more flexible diversionary mechanisms under the Youth Justice Act 1992 (Queensland) and the Young Offenders Act 1997 (New South Wales), persistent inequalities affecting First Nations children demonstrate that restorative justice alone cannot eliminate structural disadvantage. This study examines the juvenile justice systems of Indonesia and Australia to develop a reconstruction model for Indonesia based on the concept of dignified justice. Using normative legal research with comparative and conceptual approaches, it analyzes legislation, international instruments, and relevant legal scholarship. The study finds that Indonesia's diversion framework remains constrained by statutory sentencing thresholds rather than the child's individual circumstances and rehabilitative needs. It proposes a dignified justice-based model comprising a hybrid age-responsibility assessment, expanded child-centered diversion, stronger safeguards governing detention, and institutional reform. By positioning the protection of children's dignity as the normative foundation of juvenile justice, this study offers an integrated framework that strengthens child rights protection and supports the achievement of Sustainable Development Goal 16.
Co-Authors Abednego Ozora Abednego Ozora Abiyyu Faruq Ikbar Abraham Jiavello Abraham Jiavello Rumampuk Abraham Lincoln Riady Abu Thalhah Al Anshari Adeya Peranda Aditya, Rifaldo Adzholla Hadzna Sungkar Aghastyar Aghastyar Aghastyar Yudhistira Aisha Saphira Pradyanda Akbar, Muhamad Alief Akbar, Muhammad Alief Akila Kieyenatama Kristanto Aksel Stefan Wenur Al Anshari, Abu Thalhah Al Fathiyah, Nabila Piendra Aldryan Perez Elisa Paka Alesha Arundati Alexandrea Prabarini Alfathiya, Nabila Piendra Aliantoni, Yoandhika Alunuah Yogeta Amandha Ayu Bunga Syabina Amira, Tasya Anabella Andini Anastasia Christina Gracia Tumbelaka Anastasia Christina Gracia Tumbelaka Andi Rania Risya Zamayya Andini, Anabella Andrean Van Jacky Andreas Bintang Raja Sihombing Angelica Caesar Budianto Angelica Suciara Angelie Stefani Angelique Martahan Sibuea Anissa Furqanina Anshari, Abu Thalhah Al Anthony, Jason Matthew Anton, Frity Felicia Anwar Takeshi Oni Aprillia Yovieta Aprillia Yovieta Apsari, Talita Zhazqia Apsari, Talitha Zhazqia Arcelya, Audy Aridah, Naily Ariel Alexander Arletta, Alicia Asihatka, Prima Tiara Muthi’ah Rizky Astrid Athina Indradewi Atara, Irvin Athaya Diah Dakota Athaya Meliala Athena Chen Wendra Athena Chen Wendra Atmadja, Wilhelmina Setia Audy Arcelya Aulia, Zahwa Aurelia ES, Regina Vianca Axel Imanuel Tania Azura Fauzan Baihaqi Haksoro, Raffi Aqil Bantara, Fitaria Behuku, Reyane Dolimariz Putri Bella Vita Bernice Delfina Paulin Bertylla Deva Octania Tjahaja Bimo Nugroho Purnomo Putra Bintang Fardiansyah Hambran Bintang Natanael Bintang Raja Dirgantara Bobby Caesario P. Rachim Bobby Cesario Putra Rachim Boong, Vicariya Retnowati Boy Gabriel Yohanes Simarmata Brenda Hernico Bryan Idias Caelsea Asalyandira Azzahra Cahyani Aisyiah Callista Caesaria Lionoro Callista Lauren Capello, Julio Catherine Catherine Cecillya Rosa Yohanna Surbakti Cecillya Surbakti Celestial Darya Suryadi Celine Celine Celine Loren Celine, Celine Cherish Wu Cherish Young Chika Permana Chory Marsanda Togala Christian Darren Christine Susanti Christine, Gabriela Christo Sitorus Chua, Jennifer Junardi Cicilia, Vionita Cindy Destiani Clarisa Permata Hasian Clarisa Sondang Sibarani Clarissa Sondang Sibarani Claudia Ameilia Putri Oktyaning Claudia Ameilia Putri Oktyaning Cliff Bennett Gustiandy Collin, Lewis Dakota, Athaya Diah Daniel Avelino Jonna Darmawan, Marcphillo Ceyza Darmawan, Marcphillo Ceyzar Darrel Michelin Darren William Hermanto Demonggreng, Yudhiran Denalia Michelle Denalia Michelle Lasut Deon Mordekhay Johanes Warbung Derrel Dzahabi Devina Chandra Dewani, Maheswari Queena Dewi, Salsah Puri Deynisha Efla Putri Dinda Aurelia Rosi Nasution Dirgantara, Bintang Raja Dirgantara, Putra Divani Tsamara Madiyya Djaja, Nelvina Dolimariz, Reyane Donald Franks Ginting Dorothy Limbong, Eva Florence Dyo Ganda Siadari Dzahabi, Derrel Edgar Christiano Kalesaran Edric Hezekiah Rusli Ega Yolanda Lumban Tobing Eka Nurhikmah Ekklesia Nauly Ekklesia Nauly Elisa Paka, Aldryan Perez Elisabeth Prima Ratrisari Elisabeth Puteri Elisabeth Ryanthie Maya Puteri Elisheva Jocelyne Tiasono Elizabeth Prima Ratrisari Elsa Finelia Kumagap Enron, Michael Erica Manuella Gunadi Ester Natacha Londe Eva Florence Dorothy Limbong Eva Florence Dorothy Limbong Evan Hamonangan Evan Rhein Maruli Evelyn Demorin Simatupang Fadhil Ramdani Nurandika Fajar Sugianto Farrel Reyhansyah Abu Bakar Farrel Reyhansyah Abubakar Fasya Tasya Mersilya Santoso Febrian, Valentina Felicia Anter Felicia Evelyn Felicia Odelia Sabrina Fernando Lim Fernando, Yeremia Firliyani, Zahwa Naila Fitaria Bantara Fitri Wahyuni Florencia Cheryl Koswandi Franciscus Xaverius Franciscus Xaverius Wartoyo Franshokyarto Suminto Fransiskus Xaverius Wartoyo Fransiskus Xaverius Wartoyo Frity Felicia Anton Gabriela, Nathanaya Gabriella Jazzy Gani, Maria Gani, Maria Athena Gani, Maria Minerva Gavriela Angelita Tarigan Geissler, Giorgio Ghaniya Raisa Watanata Gilbert Hanly Tan Ginting, Haganta Orvin Giorgio Geissler Giovano Alan Loway Gishella Odilia Lumowa Gosal, Welly Gracia, Jesslyn Huga Gusti Rihhadatul Aisy Gwayneowen Justin Haditama, Talia Haditama, Talia Kallista Haganta Orvin Ginting Haganta Orvin Raja Ginting Haikal, Rewidan Muhammad Haksoro, Raffi Aqil Baihaqi Hambran, Bintang Fardiansyah Hamonangan, Evan Hanunisa, Salma Zhafira Hayer, Bienvenido G.B. Hermanto, Darren William Hulia Laurellie Wijaya Hutagalung, Joshua Hutahaean, Triani Cahya Ida Ayu May Kalinda Ida Ayu May Kalinda Putri Mayun Ida Ayu May Kalinda Putri Mayun Ida Ayu May Kalinda Putri Mayun Idias, Bryan Imanuel Faano Zega Imogen, Lorin Indraputra Silalahi, Jordan Baros Indraputra Silalahi, Thomas Rifera Indy Thesalonica Michelle Lantang Ingrid Bianty Rahmawati Iqbal Bianty Rahmadhani Irene Marcella Irfan Hakim Irvin Atara Irvine Amar Herardi Israel Gabriel Itaar Jacky, Andrean Van Januarita, Shintia Jason Marvin Wijaya Jason Matthew Anthony Jauhanes, Richie Orlando Jeanette Olivia Jeanette Olivia Kurniawati Jefferson Clive Wijaya Jemimah Puteri Rajagukguk Jeni Melisa Karisma Jennifer Almelia Lim Jennifer Eve Jennifer Eve Jennifer Laura Jeremie Widjaja Jesselyn Harijanto Jessica Carol Lee Jessica Carol Lee Jessica Marcella Sadikin Jessyln, Michell Jhonray, Natasha Jhonray, Nathasya Jiavello, Abraham Joanne Natasha Sugianto Johanes Warbung, Deon Mordekhay John Fisher Pandu Jawa Nio Joice Clarissa Jonathan Hutagalung, Joshua Sabam Jordan Baros Indraputra Silalahi Joseph Radya Pandu Nararya Josephine Milhan Tan Joshua Hutagalung Joshua Sabam Jonathan Hutagalung Jovan Rafael Aurelio Susento Jovan Vincentius Toding Julio Capello Justyn Valentino Jusup Aprilius Nainggolan Jusup Aprillius Nainggolan Kamani, Ni Kadek Lely Kartiko, Nafis Dwi Keiser Shanderos Partogi Keisha Zahra Wibowo Keizo Alexander William Kelvin Yohanes Kenneth The Kenzie Betha Addison Kesha Divandra Lusikooy Kesha Divandra Lusikooy Kesya Putri Kuswara Kezya Kezya Kezya, Kezya Khaerunnisa, Vira Khalif Rafa Eko Putra Khalif Rafa Eko Putra Kharren Hadi Kimberly, Victoria Kristanto, Akila Kieyenatama Kurnia Rahmasari Kurnia Tanu Putra Lantang, Indy Thesalonica Michelle Laurencia Laurencia Lee, Jessica Carol Lewis Collin Liandry Tanu Wijaya Liemanjaya, Lovisa Cygnusia Lioni Lioni Anggraini Livia Leta Dharmawan Lovisa Cygnusia Liemanjaya Lumowa, Gishella Odilia Lyviani Claudine Sam Lyviani Sam M Almer Fathoni M Radhitya Arkananta M Reza Baihaki Maheswari Queena Dewani Manalu, Veronica Enjelina Manuel Mekel Marceliani, Rachelina Marcella, Irene Marcphillo Ceyzar Darmawan Margareta Theodora Simatupang Maria Athena Gani Maria Minerva Gani Marsi Adi Purwadi Matthew Harianto Matthew Manuputty Matthew Manuputy Melviana Melviana Melviana Mera Terangta Tarigan Merdiansyah Maulana Mahendi Merdiansyah Maulana Mahendi Michael Antonio Halim Michael Enron Michael Zona Pangaribuan Michelle Clarisa Candra Halim Michelle Evelyn Marpaung Michelle Halim Michelle Lantang, Indy Thesalonica Michelle Priscilla Kusuma Mochamad Edris Mugiono, Mariana Muh. Afdal Yanuar Muhamad Alief Akbar Muhammad Alief Akbar Muhammad Farrel Djaya Putra Muhammad Radhitya Arkananta Muhammad Rafif Muhammad Samy Murni Cahaya Nabila Piendra Al Fathiyah Nabila Piendra Al Fathiyah Nabila Piendra Alfathiya Nada Ainiyyah Tamy Abdullah Nadya Roseline Nafis Dwi Kartiko Najla Azrijal Chosaf Napitu, Olivia Panjiani Nashsahaja Benaya Adhitya Nasim, Abu Sahman Nasution, Raja Farras Natanael Natanael Natanael Natanael, Natanael Nathanaya Gabriela Nathanaya Gabriela Nathania Boe Nathania Boenni Nathania, Cheryl Nathaniela Jessica Nathasya Jhonray Nathasya Jhonray Siregar Naurah Alfi Mufidah Anwar Nicholine Nicholine Nicholine Nicholine, Nicholine Nico Andrianto Nimrod Welly Bello Novela Julia Khosyi Novia Naibaho Novita Theodora Sanjaya Nuralia nuralia Octania Tjahaja, Bertylla Deva Oky Annisa Rizky Noer Janah Olivia Panjiani Napitu Olivia, Jeanette Otniel, Yosafat Marisi Ozora, Abednego Pandu Nararya, Joseph Radya Patrisia Tanwijaya Paul Salim Piers Dickson Pietro Grassio Eko Yulio Pietro Grassio Ekoyulio Prabarini , Alexandrea Prabarini, Alexandrea Prabowo, Tri Widyasto Prameysha Khaira Dewanti Pranoto, Arief Alfred Prasetyo, Teguh Prima Tiara Muthi’ah Rizky Asihatka Prima Tiara Muthi’ah Rizky Asihatka Putra, Muhammad Farrel Djaya Putri Mayun, Ida Ayu May Kalinda Putri, Shabiha Elena Putu Davis Justin Thenata Putu Davis Justin Thenata Rachel Matthew Rachelina Marceliani Raden Ayu Rani Mutiara Dewi Radityo Wirananto Rafael Alfredo Mota Rafael Samuel Tumipa Raffi Aqil Baihaqi Haksoro Rahmadhani, Iqbal Bianty Raja Farras Nasution Raja Ginting, Haganta Orvin Raja Sihombing, Andreas Bintang Rajagukguk, Jemimah Puteri Rangga Adithya Akbar Rangga Adithya Akbar Raphael Valentino Setiawan Ratrisari, Elizabeth Prima Raymon Sitorus Razan Ghani Sastronugroho Regina Vianca Aurelia ES Reyane Dolimariz Richella, Audrianna Richie Orlando Jauhanes Rico Leonard Gunadi Rifky Bagas Setiyarso Risca Veranda Setyawan Risya Zamayya, Andi Rania Ritongga, Heigel Rivaldo Pua Dawe Rivan Riza Rizky Asihatka, Prima Tiara Muthi’ah Roseline, Nadya Ryan Jovan Susanto Ryan Jovan Susanto Sabela, Louise Shania Sadikin, Jessica Marcella Sadina, Amanda Sela Salma Zhafira Hanunisa Salsah Puri Dewi Samantha, Claressa Santoso, Fasya Tasya Mersilya Saudira, Rania Aisya Selvina, Rina Setiawan, Raphael Valentino Setyawan, Risca Veranda Shabiha Elena Putri Shelvina Lareta Supandi Shintia Januarita Sibarani, Clarisa Sondang Silalahi, Jordan Simatupang, Margareta Theodora Sipayung, Yovania Siregar, Sutan Pinayungan Siswahyudianto Sitorus, Christo Slamet Riyadi Soegiono, Samuel Putra Stefana, Violen Ester Stefani, Angelie Steffi Lauw Steven Ignatius Chandra Suciara, Angelica Suhan Chae Sukri, Indah Fitriani Susanto, Ryan Jovan Susento, Jovan Rafael Aurelio Sutan Pinayungan Siregar Sutomo, Tommy Winata Syamhaikel Pavel Budiman Tabhina Putri Indraatmaja Takeisha, Chika Talia Haditama Talia Kallista Haditama Talitha Zhazqia Apsari Tan, Gilbert Hanly Tan, Josephine Milhan Tarigan, Mera Terangta Tasya Amira Tasya Amira Frananda Siregar Thalia Jamiana Kuang Thaufiq Ar Hakim Thenata, Putu Davis Justin Thomas Rifera Indraputra Silalahi Tobing, Daniel Christian P.L. Tommy Winata Sutomo Tri Susanti Tri Widyasto Prabowo Triani Cahya Hutahaean Trista Alessandra Jursito Tumbelaka, Anastasia Christina Gracia Valensia Valensia Valensia, Valensia Valentina Febrian Valentina Febrian Valentino, Justyn Valerie Gracielle Tang Valerie Trifena Eugine Samosir Valerie Trifena Eugine Samosir Vanessa Valentina Vatiha, Gabriel Van Daffa Veranda, Risca Veren Widjaja Verina Tiurlan Catherine Vernand Ferdinand Wiguna Veronica Enjelina Manalu Victoria Kimberly Vincent Vincent Violen Ester Stefana Vionita Cicilia Vira Khaerunnisa Vira Khaerunnisa Wanda Ayu Warbung, Deon Mordekhay Johanes Wartoyo, Franciscus Xaverius Wartoyo, Fransiskus Xaverius Watanata, Ghaniya Raisa Welly Gosal Widjaja, Jeremie Widya Kridawidyani Wiguna, Vernand Ferdinand Wijaya, Jason Marvin Wilhelmina Setia Atmadja William Lawira Yeremia Fernando Yoandhika Aliantoni Yogeta, Alunuah Yohanna Surbakti, Cecillya Rosa Yosafat Marisi Otniel Yovania Sipayung Yudhiran Demonggreng Yuri, Nicole Zahwa Naila Firliyani Zamayya, Andi Rania Risya Zega, Imanuel Faano Zeno Cardenas Soerachmat