p-Index From 2021 - 2026
12.003
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Nalar Pendidikan ILMU USHULUDDIN Jurnal KALAM Ar-Raniry, International Journal of Islamic Studies Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Jurnal Ushuluddin Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Islam Futura Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Religio : Jurnal Studi Agama-agama JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman JURNAL PENDIDIKAN FISIKA AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Jurnal Ilmiah Peuradeun Aksara Hasanuddin Economics and Business Review Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Al-Albab SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam JOURNAL OF APPLIED INFORMATICS AND COMPUTING Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Journal Analytica Islamica Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam Journal on Education Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Aqlania Jurnal TAMBORA Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesian Journal of Halal Research El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Sasindo Unpam IJOLTL (Indonesian Journal of Language Teaching and Linguistics) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Fitrah: International Islamic Education Journal Economics and Digital Business Review Ulumuna Jurnal Studi Jurnalistik Academic Journal of Islamic Principles and Philosophy An-Nawa : Jurnal Studi Islam Bisnis Net : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesian Journal of Business and Management Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Ahsana Media : Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian ke-Islaman Journal Peqguruang: Conference Series Jurnal Pemikiran Islam (JPI) Global Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Jurnal Al-Fikrah eScience Humanity Journal Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Islamic Economic and Business Journal Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Tadris: Jurnal Pendidikan Islam Islamic Studies Review Jurnal Yustitia Innovative: Journal Of Social Science Research Shoutika: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Journal of Literature and Education ISTIFHAM Jurnal Studi Islam Academic Journal of Islamic Principles and Philosophy Ameena Journal IJELaSS: International Journal of Education, Language and Social Scince Journal of Marketing Management and Innovative Business Review Jurnal Ilmiah Bongaya (JIB) Studia Islamika Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT)
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMALI DALAM MASYARAKAT ETNIK JAWA DI KOTA SAMARINDA: SUATU TINJAUAN SEMIOTIKA Aryzona, Chandika; Arifin, M. Bahri; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v5i2.3379

Abstract

Penelitian ini membahas tentang interpretasi makna tanda pemali dalam masyarakat etnik Jawa yang berdomisili di Samarinda. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pemali apa yang diketahui serta dilaksanakan oleh masyarakat etnik Jawa dan makna tanda yang tekandung dalam pemali yang dilaksankan oleh masyarakat etnik Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan serta menggunakan pendekatan kualitatif denga metode deskriptif. Data penelitian ini berupa pemali yang didapatkan melalui informan yang mengetahui tentang budaya pemali dan masih melaksanakannya. Selanjutnya, data dikumpulkan dengan metode wawancara, rekam, dan catat. Kemudian, dianalisis dengan teknik reduksi data, transkip data, dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini ditemukan makna tanda pada setiap pemali dengan menggunakan teori semiotika teori kebohongan (The Theory Of Lie) milik Umberto Eco yang dapat dilihat dari dan makna konotatif /metafora (tanda mengelabui atau membohongi) adalah bentuk akibat yang akan menjadi tanda pemaknaan tingkat dua dan makna denotatif atau makna nyata (sebenarnya) yang sesuai kamus adalah pemaknaan tingkat satu, sehingga dari pemali tersebut akan diketahui tanda mana yang mengelabui (konotatif) serta makna sebenarnya (denotatif) pada pemali masyarakat etnik Jawa. Dalam penelitian ini didapatkan 103 pemali yang diketahui dan 30 pemali yang dilaksanakan.
PEMALI DALAM BUDAYA MASYARAKAT ETNIK SUNDA DI KOTA SAMARINDA: TINJAUAN SEMIOTIKA Ulandari, Tri; Arifin, M. Bahri; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i1.5270

Abstract

ABSTRAKPemali merupakan sebuah budaya atau tradisi yang berbentuk lisan dan bagian adat istiadat yang selalu berada dalam ingatan masyarakat. Secara umum, pemali menggunakan untaian kata indah dan nilai tinggi. Salah satu etnik di Indonesia yang masih menerapkan pemali meski telah melakukan migrasi, yaitu etnik Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemali-pemali yang masih dilaksanakan dan diwariskan secara turun temurun. Kepercayaan terhadap pemali di Indonesia terbilang cukup tinggi karena merupakan sesuatu yang dianggap suci atau sakral. Pemali menjelaskan makna tanda dalam masyarakat etnik Sunda. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Data penelitian ini, yaitu pemali yang disampaikan dan diterapkan oleh masyarakat etnik Sunda. Adapun sumber data adalah masyarakat etnik Sunda yang telah menjadi penduduk di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan, yaitu teknik analisis semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemali-pemali yang hanya diketahui dan pemali yang diketahui serta dilaksanakan berhubungan dengan mata pencaharian. Sedangkan pemali yang masih diterapkan, berlaku bagi anak gadis, anak kecil  wanita hamil dan semua kalangan. Pemali tersebut berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, rezeki, dan jodoh yaitu pemali yang mengatur kegiatan sehari-hari. Sedangkan pemali yang masih dilaksanakan oleh masyarakat etnik Sunda di Kota Samarinda sangat erat kaitannya dengan etos yang dimiliki oleh etnik Sunda, yaitu cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), wanter (berani), dan pinter (cerdas). Maka makna yang terkandung dalam pemali juga mengatur hidup agar terbentuk karakter sesuai dengan falsafah hidup etnik Sunda. Adapun nilai yang terkandung dalam pemali yang dilaksanakan, yaitu: (a) nilai sosial, yaitu nilai yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Sang Pencipta, (b) nilai moral, dan (c) nilai etika sebagai tuntunan dalam bertingkah laku.Kata Kunci: semiotika, pemali, masyarakat etnik Sunda ABSTRACTPemali is a culture or tradition that is oral and passed down from generation to generation. The belief in pemali in Indonesia is quite high because it is something that is considered sacred. Pemali becomes part of the customs that are always in the memory of the community. In general, pemali uses strings of beautiful words and high scores.  One of the ethnic groups in Indonesia that still applies pemali even though they have migrated is the Sundanese ethnic group. This study aims to determine the pemali that is still being implemented and to explain the meaning of the sign in the Sundanese ethnic community. This research includes field research with a qualitative approach that is described descriptively. The data of this research, namely pemali submitted and applied by the Sundanese ethnic community. The data source is the Sundanese ethnic community who have inhabited and become residents of Samarinda City, East Kalimantan Province.  The data collection technique used is the interview technique. The data analysis Technique used is the semiotic analysis technique. The results showed that the only known and implemented pemali are related to livelihoods. Meanwhile, pemali, which is still being applied, applies to girls, small children, pregnant women and all groups. Pemali is related to health, safety, sustenance, and a match, namely pemali who regulates daily activities. Meanwhile, pemali which is still carried out by Sundanese ethnic communities in Samarinda City is closely related to the ethos possessed by Sundanese ethnicities, namely cageur (healthy), bageur (good), bener (correct), singer (introspective), wanter (brave),  and smart (smart). So the meaning contained in pemali also regulates life in order to form a character in accordance with the philosophy of life of the Sundanese ethnic group. The values contained in pemali are implemented, namely: (a) social values, namely the values that govern the relationship between humans and humans, humans and nature, and humans and the Creator, (b) moral values, and (c) ethical values as guidance in behavior.Keywords: Semiotics, denotation, connotation, myth, and pemali
DUGAAN FITNAH DALAM TAHAPAN KAMPANYE PILWALKOT BONTANG 2020: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK Rijal, Syamsul
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v9i2.%p

Abstract

Pilkada selalu menyisakan banyak cerita yang wajib diteliti secara ilmiah. Salah satunya adalah adanya beberapa dugaan pelanggaran berupa fitnah, pencemaran nama baik, atau hasutan. Dalam istilah pilkada, politisi menyebutnya sebagai kampanye hitam dan kampanye negatif. Di Kota Bontang Kalimantan Timur, Bawaslu menerima dua laporan dari masyarakat tentang dugaan pelanggaran kampanye. Kasus tersebut terdiri atas satu gambar bertuliskan amit-amit pilih Neni, cukup 1 periode dan satu video berdurasi satu menit. Linguistik forensik menjadi alat bantu penegak hukum untuk menentukan kasus tersebut. Keterangan linguis digunakan oleh penegak hukum dalam menarik keputusan akhir; bahwa apakah kasus tersebut termasuk pelanggaran atau hanya peristiwa kebahasaan biasa. Hasilnya, pelaporan pada kasus pertama  termasuk penghasutan dan ajakan kepada masyarakat untuk tidak memilih nama pasangan calon yang dituliskan namanya, tetapi tidak melanggar undangundang pilkada tentang kampanye. Sedangkan, kasus pada video yang diduga fitnah tidak termasuk pelanggaran karena ketidakjelasan konteks waktu dan tempat serta nama dalam video tersebu
Ethical Analysis of Online Media Journalistic Photos Worth Publishing Based on Images Using the Convolutional Neural Network Method Rijal, Syamsul; Mardin, Aslam; Anas, Anas; Sharif, Tirta Chiantalia; Sunardi, Sunardi
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 9 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v9i6.11349

Abstract

This study aims to develop and test a Convolutional Neural Network (CNN)-based artificial intelligence model to analyze and classify online media journalistic photos based on ethical criteria for publication suitability (suitable or unsuitable). In the context of digital journalism, the process of filtering sensitive visual content that potentially violates the code of ethics is often time-consuming and prone to subjectivity. Therefore, a CNN model is proposed as an automated solution to identify images containing visual elements deemed unethical. An annotated image dataset was used to train and test the CNN model. The model test results showed effective and robust performance in classifying the ethical suitability of photos. The model achieved a weighted average accuracy of 0.86 (86%) and a weighted average F1 - score of 0.86. Specifically, the model performed very well in identifying "suitable" photos with precision, recall, and F1- score values ranging from 0.88 to 0.89. Performance in the "Unsuitable" class was also relatively strong with an F1 - score of 0.81. Overall, these results confirm that the CNN method has great potential as an efficient and objective decision support system in the visual content editing process. Implementing this model not only speeds up the editorial process but also improves online media's adherence to journalistic ethical standards by minimizing the risk of publishing potentially unethical photos.
Economic Neglect as Domestic Violence: Analysis of Divorce Decisions from Fatima Mernissi's Islamic Feminist Perspective Susantin, Jamiliya; Rijal, Syamsul; Jannah, Sofiatul; Himsyah, Fatroyah Asr; Habiburrahman, Muhammad
Nurani Vol 25 No 2 (2025): Nurani: jurnal kajian syari'ah dan masyarakat
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/nurani.v25i2.30116

Abstract

This study explores economic neglect as a dimension of domestic violence within Indonesian divorce cases, analyzed through the lens of Fatima Mernissi’s Islamic feminist framework. Mernissi’s framework is particularly relevant in Muslim-majority contexts, as it critically challenges patriarchal interpretations of Islamic legal norms that continue to shape family law adjudication. Using a qualitative design that integrates juridical-normative and socio-legal approaches, the study analyzes 16 divorce decisions issued by five Religious Courts in Indonesia between 2016 and 2025. The findings reveal that economic neglect never occurs in isolation: 100% of cases intersect with other forms of violence, including psychological, physical, and social abuse. Three patterns of economic neglect are identified: total neglect (37.5%), partial neglect (43.75%), and neglect accompanied by economic exploitation (18.75%). However, only 18.75% of the cases culminated in the imposition of full economic sanctions, reflecting the limited enforcement of women’s economic entitlements. Significant regional disparities were also found, with courts in East Java demonstrating greater consistency than those in other regions. The study proposes legal reforms, including explicit recognition of economic neglect as an autonomous form of domestic violence in Article 9 of the Act of the Republic of Indonesia Number 23 of 2004 concerning the Domestic Violence Elimination Law (UU PKDRT) and reformulation of Articles 80 and 84 of the Compilation of Islamic Law (KHI). These reforms are intended to reinforce enforceable post-divorce economic responsibilities, advance substantive justice, and foster greater consistency in judicial practice at the national level.
IYEQ AS A DOMINANT SIGNIFIER OF POLITENESS IN THE SIDRAP BUGIS LANGUAGE OF SOUTH SULAWESI: A SOCIOPRAGMATIC PERSPECTIVE Rijal, Syamsul; Nurjannah, Sitti; Mursidin, Muthmainnah
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 18, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v18i2.76689

Abstract

Iyeq as a Dominant Politeness Marker in Sidrap Buginese in Sulawesi Selatan: A Sociopragmatic Perspective". The Buginese language in South Sulawesi has several dialects, one of which is the Sidenreng Rappang (Sidrap) dialect. A distinguishing feature of the Sidrap dialect is the high and rapid intonation of its speakers. Due to this intonation, the Sidrap dialect is sometimes perceived as harsh by speakers of other Buginese dialects. However, language cannot be judged solely on speed and intonation, as numerous underlying social factors influence it, including differing standards and markers of politeness. This article is based on a study conducted in Macorawalie Village, Panca Rijang District, Sidrap Regency. The findings reveal that, in addition to age and occupation, speakers of the Sidrap dialect also take family or kinship relations into account when selecting language varieties in conversation. For instance, among older adults, the honorific variety is still employed even when interlocutors are close and of the same age. Furthermore, the word iyeq is identified as a dominant politeness marker in Sidrap Buginese speech. The word iyeq functions as an honorific complement within the politeness strategies of the Sidrap Buginese community. In conversational contexts, the word iyeq is consistently found and is generally placed at the beginning of a sentence.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI MODEL THINK ANALYS WRITE SHARE TERINTEGRASI PERMAINAN TRADISIONAL MABBAGULI Septiawan, Faisal; Rijal, Syamsul; Alim, Arham Nur; Nursyam, Aisyah; Sirwanti, Sirwanti; Aspikal, Aspikal
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v11i1.7880

Abstract

Pembelajaran matematika di SMP seringkali kurang menarik dan belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Salah satu permasalahan utama adalah minimnya media pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan budaya lokal dengan strategi pembelajaran aktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran TAWS-Mabbaguli yang terintegrasi permainan tradisional Mabbaguli untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Uji coba terbatas dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMPN 1 Mare, uji perluasan SMPN 4 Mare dan uji eksprimen SMP Satap 5 Mare dengan instrumen berupa tes, observasi, dan angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan critical thinking sekills peserta didik. Nilai rata-rata pretest naik dari 43 menjadi 68,6% sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 47 menjadi 55,5%. Aktivitas belajar meningkat dari skor 3,2 menjadi 4,0 dan 87% peserta didik merespons positif terhadap efektivitas model TAWS-Mabbaguli dalam pembelajaran matematika berbasis budaya Bugis. Kesiimpulan penelitian ini adalah TAWS-Mabbaguli terbukti efektif meningkatkan critical thinking skills peserta didik
IMPLEMENTASI APLIKASI ETNOGAMES BOARD MABBAGULI UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATERI BANGUN DATAR Rijal, Syamsul; Septiawan, Faisal; Nur Alim, Arham; Nursyam, Aisyah; Taufan Asfar, A. M. Irfan; Naimah, Naimah
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v11i1.7946

Abstract

Pembelajaran matematika di tingkat SMP masih menghadapi tantangan rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa, khususnya pada materi bangun datar. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan media pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan relevan dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi aplikasi Ethnogames Board Mabbaguli dalam pembelajaran matematika untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, yang melibatkan siswa SMP pada tiga sekolah, yaitu SMPN 1 Mare, SMPN 4 Mare, dan SMP Negeri Satap 5 Mare. Implementasi aplikasi dilakukan pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes keterampilan berpikir kritis, lembar observasi aktivitas belajar, dan angket respons siswa terhadap penggunaan aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi Ethnogames Board Mabbaguli memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Nilai rata-rata pretest pada kelas eksperimen meningkat dari 43 menjadi 68,6% pada posttest, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 47 menjadi 55,5%. Aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan, dan sebesar 87% siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan aplikasi dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi aplikasi Ethnogames Board Mabbaguli efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran materi bangun datar. Kata Kunci: Implementasi aplikasi, Ethnogames Board, Mabbaguli, Berpikir kritis, Bangun datar
PEMALI DALAM MASYARAKAT ETNIK BUGIS DI KOTA SAMARINDA:SUATU TINJAUAN SEMIOTIKA Syahfitri, Novi; Arifin, M. Bahri; Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.454 KB) | DOI: 10.30872/jbssb.v3i2.1910

Abstract

Objek penelitian ini adalah kebudayaan tradisi lisan dalam bentuk pemali. Pemali merupakan pantangan yang disampaikan secara turun-temurun antar generasi. Pemali menjadi ekspresi budaya yang menunjukkan kearifan orang-orang terdahulu yang mampu memaknai kehidupan secara arif dan bijaksana di tengah minimnya akses informasi dan sarana teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam pemali Bugis yang diketahui dan yang dilaksanakan masyarakat etnik Bugis di Kota Samarinda. Penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemali dalam masyarakat etnik Bugis di Kota Samarinda berlaku (1) bagi gadis yang belum menikah, (2) wanita hamil, (3) laki-laki pada umumya, (4) anak kecil, dan (5) semua kalangan. Adapun makna yang terkandung dalam pemali mencakup nilai sosial yang mengatur hubungan manusia dengan sesamanya, nilai budaya serta nilai moral dan etika. The object of this research is the culture of oral tradition in the form of a multiplier. Pemali is taboos that are passed down through generations. Pemali is a cultural expression that shows the wisdom of previous people who are able to interpret life wisely and wisely amid the lack of access to information and technological means. The purpose of this study was to describe the meaning contained in Bugis pemali known and carried out by Bugis ethnic communities in Samarinda City. This research was obtained using in-depth interview techniques. Data analysis using qualitative methods. The results of the study show that the pemali in Bugis ethnic communities in Samarinda City applies (1) to unmarried girls, (2) pregnant women, (3) men in general, (4) small children, and (5) all groups. The meanings contained in the pemali include social values that govern human relations with each other, cultural values and moral and ethical values.
KEUNIVERSALAN BUDAYA NUSANTARA DALAM PEMALI DILARANG DUDUK DI ATAS BANTAL: SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Rijal, Syamsul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 4, No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v4i3.4129

Abstract

Keanekaragaman budaya di Nusantara harus dikelola menjadi penguat budaya nasional. Salah satunya dengan intensitas penelitian budaya dan nilai-nilainya. Tulisan ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengumpulkan dan menganalisis salah satu kekayaan budaya di Indonesia, yakni budaya pemali. Pemali memang bertebaran pada setiap etnik di Indonesia. Olehnya itu, tulisan ini memilih satu pemali yang berlaku secara universal pada 21 etnik di Nusantara. Pemali tersebut adalah dilarang duduk di atas bantal, karena nanti bisulan. Pemali ini dianalisis dengan menggunakan kajian semiotika Roland Barthes, yakni pemaknaan dua lapis pada sebuah tanda. Pemaknaan tersebut adalah pemaknaan denotasi dan konotasi yang membentuk penanda dan petanda. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa pada tahap pertama, bisul bermakna sebagai satu penyakit jorok dan menjijikkan. Selanjutnya, pada tahap kedua, penyakit jorok menjadi penanda yang menghasilkan petanda bahwa orang yang mengalami penyakit bisulan adalah orang sering melanggar adat kepantasan, yakni sering menduduki bantal yang fungsinya hanya sebagai alas kepala. Konotasi ini menjadi mitos dalam masyarakat sehingga akhirnya diterima dan dipraktikkan lalu menjadi ideologi. Ideologi dalam hal ini adalah nilai-nilai kultural dan historis tentang bantal, bisul, dan kepala yang telah memasuki sistem budaya masyarakat di Nusantara.
Co-Authors A., Sainal Abd Haris, Abd Abd. Rahim Arsyad Abdul Mugni Abubakar Iskandar Adrianus, Nopli Adung, Narsela Afif Alfiyanto Afif Muamar Afrianto, Afrianto Afrizal, Yogi Hadi Akbar, Andi Makkulai Al Faqih, Shofwan Al Walid, Kholid Alfian Rokhmansyah Alfira, Jihan Alhabsyi, Musa Alkadzim Ali Abdurahman Simangunsong Alim, Arham Nur Amiruddin Amiruddin Amrah, Rosita Anas Anas, Anas Anhar Januar Malik Annisa Akhlak, Annisa Annur, Ash shifa AR, Muh. Sabri Aras, Rezty Amalia Ardhana, Muhammad Reza Ardhiansyah, Hanif Arifin Sahaka, Arifin Arifin, M Bahri Arifin, Syaiful Arimbi Armiah Armiah Arsyad, Abd. Rahim Arsyad, Huzaefah Aryzona, Chandika Aspikal, Aspikal Asriati Asriati, Asriati Astuti, Risna Dwi Aulia Rahmawati AYU LESTARI Ayu Purnamasari Bachtiar, Fauziah Badaru, Benny Bahrullah, Bahrullah Bako, Arpaini Basir @ Ahmad, Aminudin Bayu, Gede Krisna Beverly Thaver Cipta Bakti Gama Darwis, Analta Daud Yusuf Dawati, Sri Dedi Wahyudi Diana Safitri Dinar Pratama DINAR PRATAMA Djaharuddin, Dharmawaty Doahir, Abdul Elyana, Kukuh Endang Dwi Sulistyowati Farhan, Ach Faridzi, Tities Savira Fatroyah Asr Himsyah, Fatroyah Asr Firdaus M. Yunus Fitriana Fitriana Fitriansyah, Fitriansyah Fitriyah, Husnatul Gani, Mustafa Gunawan, Aden Hakim, Lukman Al- Hamzah, M. Nasir Hanafi, Yusuf Maulana Hanum, Irma Surayya Harjoni Harjoni Hasanuddin Remmang, Hasanuddin Hasbi, Hartas Herawati . Ingan, Heroyani Iskandar Arifin Iskandar Iskandar Islamiati, Widya Ismuhul Fadhil Iswary, Ery Jamiliya Susantin Jannah, Sofiatul Jayawarsa, A.A. Ketut Juhri, Juhri Julia, Ade Jurianto Jurianto Juwaini Juwaini Kaharuddin khusnul khotimah Lailatul Qadariyah Langoday, Yohanes Redan Lukman Hakim M Ikhwan M. Agus Wahyudi M. Agus Wahyudi M. Ikhwan M. Rusydi Ahmad, M. Rusydi M. Wahyuddin Abdullah, M. Wahyuddin Macshury, Ajeng Irma Mahdi Mahdi Mahfudin Mahfudin, Mahfudin Majid, Dharmawati Makmun, Armanto Malika, Irhamni Maliki, Imyal Al Mallapiang, A.Indrawati Mallapiang, Andi Indrawati Mappaware, Nasrudin Andi Mardin, Aslam Marzuki, M Fathin Shafly Masyita, Sitti Maulana Maulana Iban Salda Maulana Iban Salda Miri, Mohsen Moh. Mabruri Faozi, Moh. Mabruri Mohd. Nasir Mokhtar, Sulhana Muhammad Habiburrahman, Muhammad Muhammad Hasyim, Muhammad Muhammad Luthfi Muhammad Massyat, Muhammad Muhammad Qadaruddin Muhammad Sarjan Muhammad, Rasyidin Mukhtar Galib Mursalim Mursalim Mursidin, Muthmainnah Murtadlo, Akhmad Murtadlo, Akhmad Musanna, Syarifah Muslimin Kara Mutmainna, A. Indah Naimah Naimah Nasrullah Nasrullah NATALIA KRISTIANI Nina Farliana Norman, Nurul Ain Nur Alim, Arham Nur Arisah Nur Falikhah, Nur Nur Rahman, Wildian Fajrin Nurjannah, Sitti Nuroddin, Handrian Nursyam, Aisyah Nurul Ihksan Purwanda, Hendra PURWANTI PURWANTI Rahmini Hustim, Rahmini Ramadhany, Muhammad Alief Ramdhani Sucipto, Kiki Reski Ramli Ramli Ramli Ramli, Misran Randi Muhammad Gumilang Rasyidin Muhammad Rasyidin Muhammad Ratnah Ratnah Resky Ramdhani, Kiki Ria Wulansarie, Ria Rimakka, Al Isra Denk Rozali, Ermy Azziaty Rujina, Rujina Rurum, Dasrum Safira, Cut Siska Said, Miah Saifuddin Dhuhri Salsabila, Cindy Aulia Sangga Buana, Basudiwa Supraja Sari, Aulia Permata Seliana, Seliana Septiana, Dwiani Septiawan, Faisal Setiadi, Jesicca Ananty Nurul Setiowati, Indah Sharif, Tirta Chiantalia Silahuddin Silahuddin Silahuddin Silahuddin Sirwanti Sirwanti, Sirwanti Siti Helmyati Siti Muthmainah Sofyan Hadi Stevani, Liana Sinta Sucipto, Kiki Resky Ramdhani Suhaimi Suhaimi Sulaiman, Edi Saputra Sunardi Sunardi Suraiya IT Surya, Reni Syahfitri, Novi Syaiful Arifin Syamsiar, Syamsiar Syamsuddin, Muhammad Bachtiar Syamsul, Racmat Faisal Syarli, Syarli Syatria Adymas Pranajaya Syibran Mulasi Tadampali, Andi Caezar To Tafsir, Muhammad Tamaulina Br Sembiring Tamtowi, Moh Taslim H.M. Yasin Taufan Asfar, A. M. Irfan Taufik, Egi Tanadi Thaver, Beverly Tohayudin, Tohayudin Tri Indrahastuti Ulandari, Tri Umiarso Umiarso Wahyono, Sapto Wahyudi, M. Agus Wahyuni, Teti Walid, Kholid Al Wardanengsih, Ery Wati, Usnia Widyatmike Gede Mulawarman Wildan, Raina Wiwik Handayani Yana Fajriah Yani, Siti Nurindah Yansah, Devi Yogi Hady Afrizal Yulianti, Andi Indah Yuni Kartika, Yuni Yusak Hudiyono, Yusak Zacky Khairul Umam, Zacky Khairul Zaenuddin Hudi Prasojo Zain, Hikmah Widya