Munculnya kerancuan pemahaman antar ayat al-Qur’an yang berdampak pada kerancuan identitas keagamaan seseorang akibat pemaknaan yang menganggap semua agama benar, yang diprakarsai oleh kaum pluralis menimbulkan keresahan di kalangan penganut suatu agama tertentu. Pandangan ini berangkat dari pemaknaan beberapa ayat al-Qur’an yang disinyalir sebagai landasan pluralisme agama oleh kaum pluralis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Untuk mengetahui dan mendeskripsikan pandangan kaum pluralis dan al-Sha’ra>wi> terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang disinyalir sebagai landasan pluralisme agama. 2) Mengkomparasikan interpretasi kaum pluralis dan al-Sha’ra>wi> terhadap ayat-ayat yang disinyalir sebagai landasan pluralisme agama. Metode yang dipakai dalam menganalisis penelitian ini adalah metode 1) kualitatif deskriptif, yaitu metode yang menguraikan pembahasan yang ada kaitannya dengan ayat-ayat al-Qur’an yang disinyalir sebagai landasan pluralisme agama oleh kaum pluralis dan bagaimana perspektif al-Sha’ra>wi> mengenai ayat-ayat tersebut. 2) Metode konten analisis (Analisis Data), adalah menganalisis data yang nantinya akan menghasilkan suatu kesimpulan tentang pandangan kaum pluralis dan al-Sha’ra>wi terhadap ayat-ayat yang disinyalir sebagai landasan pluralisme oleh kaum pluralis. Kaum pluralis menyimpulkan bahwa ayat 62 Surah al-Baqarah dan ayat 69 Surah al-Ma>idah merupakan dalil pluralisme agama, yang intinya menyebutkan bahwa siapa pun orangnya, baik sebagai orang Islam, Yahudi, Kristen, maupun S{a>bii>n, yang benar-benar beriman kepada Tuhan dan Hari Kemudian, serta berbuat kebaikan, maka akan mendapatkan pahala di sisi Tuhan. Sementara menurut al-Sha’ra>wi> yang dimaksud orang yang beriman dalam ayat 62 Surah al-Baqarah dan 69 Surah al-Ma>idah adalah semua umat para nabi yang percaya pada ajaran Nabi Muhammad saw., baik mereka pada mulanya beragama Yahudi, Nasrani, maupun S{a>biah mereka semua akan selamat di akhirat nanti, dan bahwa ajaran Islam (ajaran yang dibawa Nabi Muhammad) menghapus semua agama yang ada. Pandangan keduanya berbeda dalam memaknai kata alladhi>na a>manu>, al-di>n dan al-Isla>m, sehingga memiliki kesimpulan yang berbeda pula. Keyword: pluralisme, interpretasi al-Qur’an, al-Sha’ra>wi>, pluralis.