p-Index From 2021 - 2026
10.623
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Conciencia KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Jurnal SOLMA Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah JURNAL ILMIAH CAHAYA PAUD JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal of Tropical Horticulture Jurnal Basicedu Jurnal Komposisi ALKIMIA : Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Instructional Development Journal EDUTEC : Journal of Education And Technology Jurnal Asy-Syukriyyah Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Dirosah Islamiyah JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Darma Agung JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI Academia Open Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan Muaddib: Islamic Education Journal Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Juwara : Jurnal Wawasan dan Aksara Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Journal of Educational Sciences Jurnal Basicedu Limas Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Indonesian Research Journal on Education Innovative: Journal Of Social Science Research Bharasumba Jurnal Multidispliner Jurnal Multidisipliner Kapalamada JIMR : Journal Of International Multidisciplinary Research Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Dieksis ID Jurnal Asy-Syukriyyah HYPOTHESIS : MULTIDISCIPLINARY JOURNAL OF SOCIAL SCIENCES SIGNIFICANT : JOURNAL OF RESEARCH AND MULTIDISCIPLINARY FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam LANCAH Jurnal Inovasi dan Tren Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Malay Cultural Meaning in Suap-Suapan and Cacap-Cacapan in Palembang Traditional Wedding Maryamah, Maryamah; Muthmainnah, Ayu; Rahmasari, Fani; Ardila, Ayu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna suap-suapan dan cacap-cacapan dalam pernikahan adat Palembang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu wawancara. Hasil penelitian ini adalah membahas makna yang terkandung dalam acara suap-suapan dan cacap-cacapan dalam pernikahan, contohnya apa makna dari setiap perlengkapan acara suap-suapan dan bagaimana proses acara suap-suapan dan cacap-cacapan. Adapun makna perlengkapan dari suap-suapan dan cacap-cacapan diantaranya, ketan kunyit dan panggang ayam yang mengandung arti kemegahan dan sajian lauk istimewa dalam keluarga. Air cacapan dan kembang tujuh rupa mengandung filosofi air sebagai sumber kehidupan dan bunga sebagai simbolis rumah yang tangga yang indah. Proses acara suap-suapan dan cacap-cacapan dilakukan Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak dalam hitungan ganjil. Suap-suapan dilakukan oleh para ibu, sedangkan cacap-cacapan dilakukan oleh para bapak masing-masing dari kedua belah pihak. Makna acara ini sebagai bentuk cinta kasih dan asuhan terakhir dari orang tua kepada anaknya.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Identitas Budaya Melayu di Madrasah As Sajidah, Azka; Anindya, Salsa; Khadafiah, Harisa; Umam, Bagus Hidayatul; Maryamah, Maryamah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i1.2803

Abstract

Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya Melayu di madrasah. Sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran keagamaan tetapi juga menjadi sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Identitas budaya Melayu yang kaya dengan nilai-nilai religius, sopan santun, dan adat istiadat, dapat terinternalisasi melalui pendidikan agama Islam yang diajarkan di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendidikan agama Islam dapat membentuk dan memperkuat identitas budaya Melayu di madrasah serta mengidentifikasi tantangan dalam proses internalisasi nilai budaya tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan agama Islam memainkan peran strategis dalam menjaga dan mentransmisikan nilai-nilai budaya Melayu kepada peserta didik. Namun, tantangan seperti modernisasi, globalisasi, dan kurangnya integrasi budaya dalam kurikulum madrasah menjadi hambatan dalam proses ini. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih sistematis untuk memperkuat sinergi antara pendidikan agama Islam dan identitas budaya Melayu di madrasah. Abstract Islamic religious education plays a crucial role in shaping Malay cultural identity in madrasahs. As an Islamic-based educational institution, madrasahs not only serve as centers for religious learning but also function as a means of preserving local cultural values. The rich Malay cultural identity, which embodies religious values, politeness, and traditional customs, can be internalized through Islamic religious education taught in madrasahs. This study aims to analyze how Islamic religious education shapes and strengthens Malay cultural identity in madrasahs while identifying challenges in the process of internalizing these cultural values. Using a qualitative descriptive method and a literature review approach, this study finds that Islamic religious education plays a strategic role in preserving and transmitting Malay cultural values to students. However, challenges such as modernization, globalization, and the lack of cultural integration in the madrasah curriculum hinder this process. Therefore, a more systematic strategy is needed to strengthen the synergy between Islamic religious education and Malay cultural identity in madrasah.
Analisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi masyarakat melayu di Kota Palembang Salsabilah, Novalina; Maryamah, Maryamah; Nopriani, Hilda; Pebriani, Erin
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 7 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i7.938

Abstract

Tradisi masyarakat Melayu Palembang memiliki akar sejarah yang kaya dalam hal nilai-nilai budaya dan pendidikan yang dapat diambil sisi positifinya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan apa saja yang terkandung dalam tradisi masyarakat melayu di Kota Palembang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara yaitu mengobservasi kejadian di zaman sekarang mengenai tradisi masyarakat melayu di kota Palembang dan juga melakukan wawancara secara mendalam kepada masyarakat Kota Palembang yang kemudian dibuat kesimpulannya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa tradisi masyarakat melayu yang masih dijalankan di Kota Palembang yaitu Ruwahan, Ngidang-Ngobeng, Rumpak-Rumpak dan Bubur Suro yang memiliki nilai-nilai karakter seperti nilai religius, kerja sama, adil, gotong royong, toleransi, peduli, komunikatif, kebersamaan, saling membantu, kerja keras, peduli sosial, dan saling berbagi.
Islam Budaya Melayu: Analisis Akulturasi Bangsa Cina Dan Arab Di Kota Palembang Maryamah, Maryamah; Vannisa, Saprina Putri; Talia, Jeny; Sakinah, Anastasia Putri
Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2023): Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/histeria.v2i2.939

Abstract

Penelitian ini lebih menitikberatkan pada unsur budaya di Kota Palembang, dengan tujuan untuk mengetahui dan menelusuri di bidang apa saja proses akulturasi dari budaya Cina dan Arab di Kota ini. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Pendekatan ini bertujuan untuk menggambarkan suatu keadaan yang terjadi pada saat penelitian dilakukan dan mengkaji sebab serta gejala tertentu yang terjadi sementara dan hanya dapat mengukur apa yang ada. Masuknya bangsa Arab dan Cina melalui jalur perdagangan di wilayah Sumatera Selatan telah banyak memberikan pengaruh di berbagai bidang kehidupan masyarakatnya, terutama di kota Palembang. Hal ini melahirkan yang namanya akulturasi dari ketiga budaya atau kebiasaan-kebiasaan etnis tersebut. Bentuk akulturasi yang terlihat hingga saat ini dari segi kuliner, pakaian, arsitektur atau gaya bangunan, kebiasaan-kebiasaan positif seperti Ziarah. Meskipun kebudayaan khas Palembang banyak dipengaruhi dari budaya lain dan merupakan hasil dari akulturasi budaya asing, namun di dalamnya tetap mengalir ciri khas bangsa Melayu yang kuat. Sehingga hasil akulturasi budaya ini menjadikan ciri khas baru yang melekat pada masyarakat Palembang.
The Influence Of Flashcard Media On The Ability To Read Hijaiyah Letters Of 5-6 Year Old Children Ela Fitri Dwiriani; Maryamah, Maryamah; Fitri, Izza
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v6i1.6626

Abstract

This study is based on the background before the application of flashcard media found by researchers regarding the ability to read hijaiyah letters of children is less than optimal in utilizing educational game media, on indicators of the ability to read hijaiyah letter recognition, mention letter symbols, and oral pronunciation. The purpose of this study was to determine the effect of flashcard media on the ability to read hijaiyah letters for children aged 5-6 years at TK kemala bhayangkari 1 Palembang. This type of research is quantitative with the Pre-Experimental Design experiment research method. This research design uses One Group Pretest - Posttest Design. The population of this study were children in group B 1, totaling 25 children and sampling using purposive sampling to obtain samples that represented the objectives of the research conducted and had sample selection criteria at TK Kemala Bhayangkari 1 Palembang. Data collection techniques used observation, tests, and documentation. The data analysis technique in this study used validity test, reliability test, normality test, homogeneity test, and t hypothesis test. The results of this study before the application of flashcard media the ability to read hijaiyah letters is less than optimal in the use of educational media, after the flashcard media has increased, it can be seen from the assessment results that the significance value is 0.00 (<0, 05) then H0 is rejected, meaning that there is an influence of flashcard media on the ability to read hijaiyah letters for children aged 5-6 know. Which means that there is a significant effect of flashcard media on the ability to read hijaiyah letters for children aged 5-6 years in Kemala Bhayangkari 1 Palembang kindergarten.
PERAN ORANG ARAB DALAM SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA Anisah, Nia; Maryamah, Maryamah; Purnama, Lidia; Liza, Levi Lauren; Khoirunnisa, Nabila
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 2 No 04 (2023): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v2i04.794

Abstract

Factors in this process was the role of the Arabs. Arabs played a significant role in bringing and developing Islam in the Indonesian archipelago. This article using the literature study method will discuss the role of Arabs in the history of the development of Islam in Indonesia. Arabs first came to Indonesia through maritime trade routes that connected the Middle East with Southeast Asia. Arabs who settled in Indonesia helped expand the trade network and became the center of the spread of Islam to the indigenous people. education also played an important role in the spread of Islam in Indonesia by Arabs. They opened madrassas or religious schools in various regions, where locals could learn about the teachings of Islam. In conclusion, the role of Arabs in the spread of Islam in Indonesia was very important. Through trade and education, they brought the teachings of Islam to the Indonesian islands and contributed to the formation of a strong Muslim society in this region.  
INTEGRASI PEMIKIRAN ISLAM DAN PERADABAN MELAYU Maryamah, Maryamah; Nabilla Zakiyah, Andi; Dwi Oktalena, Dela; Putri, Suciani; Mayang Sari, Tri Adha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v3i01.796

Abstract

The integration of Islamic thought and Malay civilization resulted in acculturation and assimilation between the two, giving birth to a new style of Malay Islamic civilization which had its own characteristics that were different from Islamic civilization elsewhere. The dynamics of Islamic thought in the Malay region from time to time have shaped the Islamic character of Malay civilization. Islam has become a unifying factor for various Malay tribes and 'supra-identity' across geographical boundaries, ethnic sentiment, tribal identity, local Malay customs and traditions. Malay civilization in the past became one of the foundation stones of Southeast Asian civilization. It cannot be denied that the civilizations currently developing in Indonesia, Malaysia and Brunei, Singapore, Southern Thailand, Southern Philippines, Cambodia, Sri Lanka, as far as Madagascar and South Africa, are civilizations that have grown on the basis of cultural elements, some of which or almost entirely derived from living traditions originating from Malay culture.
Peran Budaya Sekolah Dalam Pembentukan Sikap Disiplin Siswa Kelas X MAN 3 Kota Palembang Alfansyur, Andarusni; Hawi, Akhmal; Annur, Saipul; Afgani, Win; Maryamah, Maryamah
Jurnal Dieksis ID Vol. 1 No. 1: Januari - Juni 2021
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.1.1.2021.43

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana peran budaya sekolah dalam pembentukan sikap disiplin siswa kelas X MAN 3 Kota Palembang. Latar belakang dalam penelitian ini adalah bahwa penting untuk mengembangkan sikap disiplin seorang siswa di tengah perubahan zaman. Metode yang diapakai dalam artikel ini adalah studi kasus dengan teknik wawancara dan studi dikumentasi. Hasil yang didapatkan adalah bahwa dengan budaya sekolah yang baik dalam hal ini MAN 3 Kota Palembang menerapakan sistem boarding school maka dapat memberikan peran yang sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap disiplin siswa
Revealing the Existence of “Pantauan Lebaran” Customs in the Midst of Social Changes in Modern Society in Ribang Kemambang, Lahat Regency, South Sumatra Province Oviyanti, Fitri; Maryamah, Maryamah; Afriza, Era; Hasanah, Uswatun; Nugraha, Hafizh Maulana
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.12835

Abstract

General Background: Cultural traditions such as Pantauan Lebaran play a central role in shaping Indonesia’s communal identity. Specific Background: In Ribang Kemambang, Lahat Regency, this Eid al-Fitr visitation ritual persists amid accelerating modernization and digital transformation. Knowledge Gap: However, limited studies examine how this customary practice adapts to contemporary social changes while retaining its moral and cultural essence. Aim: This study investigates the current form, meanings, and adaptive strategies of Pantauan Lebaran as a dynamic cultural system. Results: Using qualitative ethnographic methods, the study finds that the ritual strengthens social cohesion, reinforces Islamic values such as silaturahmi and birrul walidain, and remains resilient through mechanisms like digital coordination, youth involvement, and flexible implementation. Novelty: The research reveals Pantauan Lebaran as a glocalized cultural practice where local wisdom and global modernity coexist, demonstrating reflexive cultural transformation rather than decline. Implications: These findings highlight the community’s capacity to preserve cultural identity while engaging with modern social realities, offering insights for cultural sustainability, Islamic educational development, and policy frameworks supporting local traditions in the digital era. Highlights: Shows how Pantauan Lebaran adapts to modernization while preserving core religious–cultural values Demonstrates youth and digital media as key drivers in sustaining and transforming the tradition Positions Pantauan Lebaran as a model of glocalization and cultural resilience in rural Indonesian society. Keywords: Pantauan Lebaran, Cultural Resilience, Glocalization, Islamic Educational Values, Social Cohesion
Co-Authors Abdul Nasir Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah Adi Fernando, Derri Adiansa, Nadila Adriyansyah, Adriyansyah Afgani, Win Afriza, Era Agra Dwi Saputra Agustina, Keyla Agustina, ria Ahmad Khoiri Aisyah, Neng Akbar Hilmi, Muhammad Al Wasim, Arif Alfansyur, Andarusni Alfarizi, Muhammad Raihan Alfatonah, Indah Nur Aziza Alimron, Alimron Alpia, Nurul Amalia, Laili Aminuyati Amir Hamzah Amrina Rosyada ANANDA SETIAWAN Anggraini, Fina Yulia Anggraini, Talita Anggraini, Tiara Widya Anindya, Salsa Anisah, Nia Anta Riska, Fatia Antalika, Mirta Apriana, Ayu Apriansyah, Andika Ardila, Ayu Arib, M. Farhan Ariesta, Adinda Dwi As Sajidah, Azka Asri Karolina, Asri Astuti, Noni Juli Atika, Nyimas Aufagholi, Gea Ayu Fitriani Ayu, Salsyabina Puspita Aziza, Nur Azzahra, Anisah Azzahra, Radhita Baharudin Baharudin BAITI, MASNUN Berlianna, Romsiah Cholidi Cholidi Cholifah, Miftahul Cindrya, Elsa Damaianti, Siska Dari, Mira Wulan Dela Safitri, Annisa Desilawati, Della Dewi, Kurnia Dewi, Meyana Dian Andesta Bujuri Dianita Ekawati Diwangga, Bandu Putri Dwi Oktalena, Dela Ela Fitri Dwiriani Eliyati, Eliyati Ermis Suryana Ersyliasari, Aulia Fadhluzzakiyy, Kemas Ahmad Fadil, Achmad Fadillah, Trika Nur Fadli, Rahmat Fahmi Fahmi Fairi, Nabiilah Nurrahmah Fajriyah, Rania Zulfi Fani Rahmasari, Fani Fatiha, Keysha Alea Amanah Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra Febrianti, Sindy Febrieanitha Putri, Yecha Ferdian, Ferdian Ferdino, Muhammad Farhan Fetriasih, Riska Firdianti, Annisa Fitri Oviyanti Fitri Oviyanti Fitri, Annidaul Fitri, Izza Ghazali, Anelki Amri Gusniawati, Selfina Hafifah, Hafifah Hasmayanti Agustina, Rika Hawi, Akhmal Hidayanti, Nur Afni Hidayati, Suci Ilhami, Muhammad Wahyu Indah Dwi Sartika Indarissyifa, Lisa Puspita Indradewa, Rhian Indrayani, Titik Ismadi Ismadi Isyara, Larissa Putri Jauhara, Jauhara Jauhara, Nadila Juabdin Sada, Heru Julianti, Ines Darma Julinda, Julinda Karoma, Karoma Kasmiatun, Kasmiatun Khadafiah, Harisa Khaf Shah Khaidir Khaidir Kharismawati, Siti Khoirunnisa, Nabila Khotima, Husnul Kisda, Yonada Viossa Koswara, Ari Kristina Imron Lestari, Septia Sri Letari, Diah Ayu Sri Lewis, Azizul Mahdha Liawan, Febry Endriyani Linda Linda Liza, Levi Lauren Liza, Trisna Lubis, Elfira Rossa Luthfia Ananda, Masykuria Maemonah, Maemonah Maharani, Nabila Maharani, Tyara Mardiah Astuti Marsudin, Ahmad Rizaldi Mawarni, Deviona Mayang Sari, Tri Adha Meriyanti, Meriyanti Miliyarta Lestari, Utami Moh. Hafid Effendy, Moh. Hafid Mortalisa, Tara Putri Muhamad Fauzi Muhammad Rizky muhammad rizky, muhammad Muhtarom Mukjizat, Lailatul Mulyadi Eko Purnomo, Mulyadi Eko Muthmainnah, Ayu Nabilla Zakiyah, Andi Nadilah, Azzahra Nurul Nisa, Ike Hilatun Niswah, Rodiatun Nola, Nola Noor Hidayah Nopriani, Hilda Novita Novita Novriyanti, Nova Nugraha, Hafizh Maulana Nurhafisyah, Dwi Nurhasanah Nurhasanah Nurhusna Nurjana Nurmala, Ula Nyimas Atika oktamarina, lidia Oviyanti , Fitri Oviyanti, Fitri Oviyanti Paramitha, Mouza Dwi Regina Pebriani, Erin Pratiwi, Astrid Putri Purnama, Lidia Putra Pratama, Muhammad Aldri Putri Utami, Melisa Putri, Shabira Panca Putri, Suciani Putri, Wulan Hafisa Rafli, Muhammad Rahayu, Meiliza Suci Rahmania, Elvina Ramadhan, Alfin Ramaputri Tilotama, Azzahrah Ravika, Anzela Rini Apriyani Riyani, Roja Riyanti, Estika Robiaty, Yuniar Romadona, Putri Rosadahe, Lia Laili Safitri, Nadia Saipul Annur Sakinah, Anastasia Putri Salma, Dwi Anjeli Salsabilah, Novalina Sania, Fitri Sanjaya, Cencen Rexsy Sapitri, Wira Saprianingsih, Sri Whenti Sari, Ayu Sekar Sari, Elya Kumala Sari, Juwita Puspita Sari, Rani Puspita Sarmila, Sarmila Sartika Sartika Sartika, Anggun Satria, Indrian Satria, Rama Selviana, Lista Septarina, Aisyah Septia Ningsih, Lisa Setio, Juli Shania, Shania Sibron, A. Sinta Sri Wulandari Sofiana, Ayun Soraya, Nyayu Suhasri, Anugerah Helen Sumarni S, Sumarni S Supriyadi Supriyadi Syafina, Klarisa Anastasya Syafitri, Adesta Syahrudin Syahrudin, Syahrudin Talia, Jeny Tanjung, Akbar Tauhid, Imam Trisnawati, Nadia Umam, Bagus Hidayatul Umi Kalsum Uswatun Hasanah Vannisa, Saprina Putri Vicky Dwi Wicaksono Virgianti, Nanda Enita Wahyudi, Arie Wahyuni, Yulia Wardiansyah, Muhammad Weriana, Weriana Winda Agustin Wulandari, Cherysa Ariesty Yadi, M. Riandry Yecha Febrieanitha Putri Yolanda Yolanda, Yolanda Yudistira Nugraha, Muhamad Yulia Yulia Yuningsi, Putri Zuhdiyah Zuhdiyah, Zuhdiyah Zulhijra, Zulhijra