p-Index From 2021 - 2026
12.247
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam JURNAL SIPAKALEBBI Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum PALITA: Journal of Social - Religion Research DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam qolamuna : Jurnal studi islam SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Hukum Ekonomi Syariah JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam UNTAG Law Review Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab Al-Fikru: Jurnal Ilmiah El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam International Journal of Social Science MADDIKA: Journal Of Islamic Family Law Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law An-Nur : Jurnal Studi Islam Al-Manahij : Jurnal Kajian Hukum Islam Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Journal of Sharia (JOSH) AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research Journal of Education Review Provision DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Al-Rasikh : Jurnal Hukum Islam Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Socius: Social Sciences Research Journal Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Bayyinah Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman International Journal of Islamic Studies Jurnal Hukum Islam The Journal Of Socio Legal and Islam Law Journal of Family Law and Islamic Court Multidisciplinary Indonesian Center Journal Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Jurnal Ilmu Hukum
Claim Missing Document
Check
Articles

Fleksibilitas Ibadah bagi Pekerja Modern: Analisis Kaidah Idzā Ḍāqa al-Amru Ittasa‘a dalam Konteks Dunia Kerja Kontemporer Muhammad Nurtaufiq Sudirman; Tarekh Surya Anugrah; Sepmin Alfurqan; Achmad Musyahid Idrus; Muammar Bakry
AHKAM Vol 5 No 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v5i3.10535

Abstract

The worship-related problems of modern workers indicate the need for an understanding of fiqh that is flexible, proportional, and still grounded in sharia provisions, especially when work demands create limitations in time, place, and physical condition in performing worship. This study aims to examine the concept of the maxim idzā ḍāqa al-amru ittasa‘a as a principle of flexibility in Islamic law, analyze the limits of its application in fiqh, and explain its implementation in the worship-related problems of modern workers. This study used a qualitative approach with a library research design through an examination of classical and contemporary fiqh literature and an analysis of various cases involving modern workers. The results show that this maxim provides legitimacy for various forms of rukhsah in worship that are relevant to the conditions of modern workers, such as the permissibility of combining prayers for medical personnel in emergency conditions, transportation workers with high mobility, rescue teams in disaster situations, and concessions in purification through tayamum when adequate facilities are unavailable. Under certain conditions, this maxim also allows adjustments in the performance of worship due to time and place constraints, such as for workers in dense work environments or in situations of extreme traffic congestion, while still observing sharia limits. However, the application of rukhsah is not absolute because it must be adjusted to the provisions and conditions formulated by scholars. The conclusion of this study affirms that Islamic law has a flexible yet measured character in providing ease for mukallaf according to the level of difficulty faced in modern life. The implications of this study contribute to the development of contemporary fiqh studies, particularly in formulating Islamic legal responses that are adaptive to the dynamics of modern work without disregarding the principles of prudence and sharia compliance.
Pluralisme Hukum dalam Sistem Kewarisan Anak Bungko: Dialektika Hukum Adat dan Hukum Islam di Masyarakat Pangkep Maulidah, Tahani Asri; Kurniati; Ilyas, Musyfikah; Tahir, Juraeri; Idrus, Achmad Musyahid
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 7 ISSUE 2, MAY 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v7i2.68614

Abstract

This study examines the inheritance distribution practice of the youngest child (anak bungko) in the Pangkep community from the perspective of legal pluralism between customary law and Islamic law. The main issue is the practice of granting a larger inheritance share to the youngest child, which does not fully conform to Islamic inheritance law. The research questions address the practice itself, societal and Islamic legal perspectives, and its implications for family justice. This study uses a qualitative method with a socio-legal approach based on literature review. The findings show that the larger share given to the youngest child is based on their social role in caring for parents and maintaining family continuity. While considered fair socially, it requires adjustment in Islamic law through grants and wills. This reflects a dynamic interaction between customary and Islamic law within legal pluralism.
Aktualisasi Fikih dalam Menentukan Imam Salat Mumayyiz perspektif Ormas Islam (Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, dan Wahdah Islamiyah) Khaerunnisa Karunia; Achmad Musyahid; Muhammad Saleh Ridwan; Darussalam; Usman Jafar
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.364

Abstract

Hasil penelitian yang ditemukan adalah sebagai berikut; Pertama, Kriteria umum Imam salat dalam Pandangan fikih adalah mengutamakan Hafalan al-Qur’an atau bacaan yang fashih, kemudian yang berilmu atau yang paham akan sunnah terutama mengenai syarat dan rukun imam salat. Kedua, Usia mumayyiz dalam fikih secara umum berkisar antara tujuh tahun sampai sembilan tahun usia yang tidak dikatakan sebagai anak anak namun juga belum mencapai usia balig. dan belum berlaku hukum taklif padanya. Ketiga, Hukum Imam salat mumayyiz menurut ormas: 1. Nahdatul Ulama: boleh tapi masih diperdebatkan dan cenderung memakruhkannya. 2. Muhammadiyah: Membolehkan tapi tetap mengutamakan orang dewasa yang lebih berilmu jika ada. 3. Wahdah Islamiyah: Membolehkan terutama jika bacaan seorang Mumayyiz lebih banyak dan fashih dari orang dewasa yang hadir. Implikasi penelitian, dengan adanya karya tulis ini dengan beberapa pemaparan tentang Aktualisasi Fikih terhadap Hukum Imam Salat Mumayyiz dalam perspektif Ormas Islam (Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, dan wahdah Islamiyah) bisa menjadi referensi penelitian sekaligus menjadi petunjuk praktis bagi peneliti yang akan mengkaji lebih lanjut mengenai pembahasan terkait khususnya dalam menetapkan hukum Islam.
Analisis Kaidah Ad-Dhararu Yuzāl Dalam Pelaksanaan Shalat di Rumah Saat Cuaca Ekstrem Pikhy Ardiansyah; Muh. Farhan Mubarak; Achmad Musyahid Idrus; Muammar Bakri
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan kaidah fikih Ad-Dhararu Yuzāl dalam pelaksanaan shalat di rumah saat terjadi cuaca ekstrem. Fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat, banjir, badai, dan angin kencang dapat menimbulkan bahaya serta kesulitan bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Dalam kondisi demikian, Islam sebagai agama yang menjunjung kemaslahatan memberikan kemudahan (rukhsah) demi menjaga keselamatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kaidah Ad-Dhararu Yuzāl serta penerapannya terhadap kebolehan melaksanakan shalat di rumah saat cuaca ekstrem. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif melalui studi pustaka (library research), menggunakan sumber data berupa Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, kaidah fikih, serta jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah Ad-Dhararu Yuzāl menjadi dasar hukum dalam menghilangkan kemudaratan yang dapat mengancam keselamatan manusia. Cuaca ekstrem dipandang sebagai uzur syar’i yang membolehkan seseorang tidak menghadiri shalat berjamaah di masjid dan melaksanakan shalat di rumah. Hal ini sejalan dengan prinsip maqashid syariah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifzh an-nafs) dan memberikan kemudahan dalam pelaksanaan ibadah. Dengan demikian, pelaksanaan shalat di rumah saat cuaca ekstrem merupakan bentuk fleksibilitas hukum Islam dalam menjaga kemaslahatan umat tanpa menghilangkan esensi ibadah itu sendiri.
Co-Authors A, Asrullah Abbas, Rahmawati Abd Basir Abd. Rahman Abdi Wijaya, Abdi Abdul Aziz Anwar Abdul Mannang Abdul Qayyum, Abdul Rahman Hi Abdul Rahim, Abdul Rahim Abdul Rauf Muhammad Amin Abi Hasan Abu Sahman Nasim Ahmad Arief Ahmad Arief Akbar, Alif Akmal, Andi Muhammad Al Qasdijal, Amran alamsyah Alamsyah - Alamsyah Alamsyah Alauddin, Andi Alif, Muh. Rhesa Alimuddin, Hardiyanti Almuhtadi, Ahmad Saiful Haq Amalia DT, Kiki Reski Amir, Ahmad Zuhry Amir, Rahmah Amran Al Qasdijal Andi Ariiqah Andi Fadhil Andi Aderus Andi Moh. Rezki Darma Anugrah, Panji Anwar Kuba, Imran Arif Rahman Arif, Firman Muhammad As'ad, Muslahuddin Asman Asman Asman Asman ASNI Assegaf, Muhammad Rijal Assiddiq, Mahfuz Asti, Mulham Jaki Azis, Muh. Ilham Aziz, Sherina Mutiara Puteri Azizah Azis Bahrah, Mena Bate, Nurdalia Bhatti, Muhammad Safdar Darussalam DT, Kiki Reski Amalia Erty Rospyana Rufaida Faiz, ABD Karim Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Fauzan, Muh. Zul Fauziah, Nur Aidah FIRMANSYAH, ANDI Fitri Ningsih, Fitri Gunawan, Budi MR Halim Bahri Darwis Halim, Patimah Hamzah Hasan Hartiningsih Hartono, Rudi Hasan, Abi Hasanuddin, Hasriah Hasim, Hasanuddin Heriana, Heriana Hisbullah Hisbullah Ilham, M. Ilyas, Agung Suciati Imran Anwar Kuba Irwan, Nursafitri Isma, Isma Ismail Keri Jailuddin, Syuaib Jamil Juhari, Andi Rezal Khaerunnisa Karunia Khaerunnisa, Nadia Kuba, Imran Anwar Kurniati Kurniati Kurniati Kurniati La Ode Ismail La Ode Ismail Ahmad laman, ilham Lasepe, Risky Rinaldi Lomba Sultan Luthfiah M. Thahir Maloko Maulidah, Tahani Asri Meilani Misbahuddin Misbahuddin Muammar Bakri Muammar Bakry Muh Taqwin Tahir Muh Yusuf Muh. Farhan Mubarak Muhammad Hamsah Muhammad ishky rumaf Muhammad Ishky Rumaf Muhammad ishky rumaf Muhammad Nurtaufiq Sudirman Muhammad Rasywan Syarif Muhammad Sabir Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Yasin Mukarromah, Nurul Faatikhatul Mukhtar Lutfi Mulham Jaki Asti Mundzir, Chaerul Mursalim Mursalim Musliadi Musliadi Mustafa, Adriana Mustafa, Zulhas’ari Musyfikah Ilyas Mutia Hasan Mutmainnah, Iin Nawas, M. Zuhri Abu Nawirman Nazhir, Firman Nugraha, Aliyyul Qayyuum Nur Aidah Fauziah Nurchamidah Nurdin, Roswati Nurdiyanto, Irwan Nurjannah Nurjannah Nursain, Muhammad Rezky Ranuwijaya Nursalam Nurul Fatimah Nurul Huda Oktaviani, Ria Pikhy Ardiansyah Poppy Hippy Qayum, Abdul Rahman Qayyum, Rahman Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma Amir, Rahma Rahmat, Fajar Rahmatiah HL Rahmatiah Rahmatiah Rahmawati Muin Ramli, Arif Rahman Reni Kurniawati Reni Kurniawati, Reni Rifdah Nur Amalina Rina Rosia Riskal Rudin, Syafaat Rufaida, Erty Rospyana S, Samsidar Sabri Samin Safriani, Laela Said, Ali Samsidar Jamaluddin Samsidar Jamaluddin Saudi Sepmin Alfurqan Sofyan Sofyan Sofyan Sri Ayu Andari Putri Alwaris St. Salehah Madjid Sudirman L, Sudirman Sudirman, Ahmad Fauzi Suhartati Sulfianti Sulfianti Sunuwati, Sunuwati Syahida Asia Syam, Sherina Syamsuddin, Darussalam Syarif, Muhammad Fazlurrahman Syatar, Abdul Tahani Asri Maulidah Tahir Maloko Tahir, Juraeri Taqiyuddin BN, Andi Muh. Taqwim, Andi Ahsan Tarekh Surya Anugrah Taudiyah, Nasya Tisfa Tenri Leleang, Andi Umar, Marzuki Usman Jafar Wahid, Khaerunnisa Wahid, Sahid Wahidin Wahidin Widia, Widia Amelia Yakub Yakub Zikri, Abdalul Zulfahmi