Articles
Sufisme dan Kemiskinan Kultural pada Komunitas Nelayan di Pesisir Teluk Bone Kecamatan Sibulue
Andi Agustang
AL-Fikr Vol 14 No 3 (2010)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This article deals with the relationship between ascetism as practiced by the followers of Tarekat Khalawatiyah Yusuf in Bone, one of major Sufi orders (tariqah) in South Sulawesi and their fatalistic and pessimistic attitude towards worldly works and achievements which, in turn, brings them to a situation which is classified in Sociology as “cultural poverty.” From the field research conducted by the author in Kecamatan SibuluE where the doctrines and practices of the Khalawatiyah Yusuf Sufi order are practiced firmly by its followers among fishermen in the area, it is found that a spiritual quest and even spiritual greed leading to various mystical experience has led the fishermen to abandon the importance of hard work and realistic optimism for material gain and possession. This happans because they tend to put themselves into an absolute dependence on the will of God forth eir destiny and subordination of reason and human own action in managing their worldly life. In other words, the followers of the tariqah among the fishermen of SibuluE put themselves into a fatalistic way of life, submissive to predetermined fate, and to denounce a worldly life, an attitude that has in fact led them to a sort of cultural and economic poverty.
Pemberdayaan Guru Mata Pelajaran Sosiologi Melalui Literasi Digital Berbasis Quick Response Code di Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng
Andi Agustang;
Suardi Suardi;
Andi Dody May Putra;
Shermina Oruh
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/abdi.v3i2.120
Permasalahan guru yang sangat penting untuk diselesaikan melalui kegiatan pengabdian ini adalah (1) Minimnya pengetahuan dan keterampilan kelompok guru sosiologi dalam membuat quick response code (QRC) pada mata pelajaran Sosiologi, (2) Susahnya siswa mendapatkan materi secara online yang terkait langsung dengan materi pelajaran. Solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pelatihan literasi digital berbasis quick response code (QRC) untuk kelompok guru mata pelajaran sosiologi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diperoleh melalui kegiatan literasi digital berbasis quick response code (QRC) untuk kelompok guru mata pelajaran sosiologi dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu tahap penyediaan materi, tahap sosialisasi, tahap penyampaian materi, tahap pembagian literasi digital dan tahap gerakan literasi digital. Sedangkan kegiatan pelatihan literasi digital kepada siswa terdiri dari tahap pembuatan jadwal pertemuan, tahap penyampaian materi, tahap penggunaan literasi digital, tahap pembagian literasi digital dan tahap gerakan literasi digital. Hasil yang diperoleh kegiatan ini sangat bermanfaat baik untuk guru mata pelajaran sosiologi dan siswa yang belajar mata pelajaran sosiologi. Literasi digital berbasis quick response code (QRC) sebagai bagian dari gerakan literasi yang dicanangkan oleh pemerintah Kabupaten Bantaeng di tingkat Kecamatan dan dan di tingkat sekolah.
Utilization of Information Technology at the Mangarabombang District Office
Muh. Nasrullah;
Andi Agustang;
Andi Muhammad Idhan;
Nur Azizah B
Jurnal Ad'ministrare Volume 8, Issue 2, July-December 2021
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/ja.v8i1.25528
Information technology brings together high-speed computing and communications for data, voice, and video. This study aims to determine the use of information technology at the Mangarabombang District Office, Takalar Regency, which focuses on managing Family Cards. To find out these objectives, the researchers used a qualitative descriptive type of research. There were 9 informants in this study and used data collection techniques that were carried out through observation, interviews, and documentation. The data obtained from the research results are processed using data analysis techniques, namely data collection, data reduction, data presentation, conclusion/verification. The results showed that the utilization of information technology at the Mangarabombang District Office, Takalar Regency was optimal. Viewed from the aspect of facilitating communication and obtaining information, developing skills and awareness, increasing the quality and quantity of services, encouraging the growth of democracy. This research can be used as a reference in the realm of using information technology at the sub-district level, because previous research has focused on the district or city level.
The effects of the exploitation of natural resources towards risk society construction in Southeast Sulawesi Province, Indonesia
Ambo Upe;
Darmawan Salman;
Andi Agustang
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (729.298 KB)
|
DOI: 10.15243/jdmlm.2019.062.1587
Exploitation of mining everywhere including gold mining in Bombana Regency, Southeast Sulawesi basically always showed two dilemmatic things. On the one hand, it was expected to have a positive contribution in increasing social welfare. On the other hand, it also aroused the risk society. This research aimed to express a variety of risks that happened as the effect of gold mining exploitation in Bombana Regency. This research used qualitative research, a variant case study that was meant to describe profoundly and holistically the effect caused by the mining exploitation. These findings showed that the exploitation of gold mining in Bombana Regency has the impact on the aspect of human and environmental life, namely ecological and socio-economic effects. The above-mentioned complexity of effect constructed a condition called risk society, covering the risk of socio-economic and natural material structures.
PENERAPAN PUNISHMENT DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA DI SMA NEGERI 1 TAKALAR
Ratna Rtnaa@gmail.com;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.833 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12246
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bentuk penerapan punishment dalam membentuk karakter disiplin siswa. 2) Faktor pendorong dan penghambat penerapan punishment dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMA Negeri 1 Takalar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan kriteria yaitu Kepala Sekolah, guru BK, guru wali kelas dan siswa yang mendapat punishment. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk penerapan punishment dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMA Negeri 1 Takalar meliputi, (a). Penerapan Punishment dengan isyarat seperti menunjukkan raut muka, gerakan mata dan ganjaran atau gerakan tubuh, (b). Punishment dengan perkataan seperti memberikan nasehat kepada siswa, teguran bahkan ancaman atau ultimatum, (c). Punishment dengan perbuatan seperti memberikan tugas tambahan, menyuruh siswa meninggalkan kelas dan mengeluarkan siswa dari kelas (d). Punishment dengan hukuman badan seperti memberikan hukuman kepada siswa dengan mencubit, memukul baik menggunakan alat atau tangan sendiri. Serta punishment yang diterapkan masih bersifat edukatif atau mendidik. 2) Faktor pendorong dan penghambat penerapan punishment dalam membentuk karakter disiplin siswa di SMA Negeri 1 Takalar yaitu: (a). Faktor pendorong yaitu: kurangnya kesadaran diri siswa, dan perilaku siswa yang tetap melakukan pelanggaran walaupun telah diberi punishment. (b). Faktor penghambat yaitu: faktor sikap guru yang tidak peduli dengan keadaan siswa, dan pengaruh buruk dari siswa lain untuk melakukan suatu pelanggaran di sekolah.
Pola Relasi : Kontrak Radikalisme Terhadap Perempuan Milenial
Mario Mario;
Shermina Oruh;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 8, Nomor 3, November 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v8i0.24644
Perempuan milenial merupakan sosok petarung yang tidak diragukan lagi, dalam penelitian ini peneliti memperdalam terhadap perempuan milenial melalui korban media dengan tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran seberapa besar peran perempuan keterlibatan dalam radikalisme dan faktor apa yang menyebabkan perempuan terlibat dalam radikalisme. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif deskriptif dan studi pustaka. Generasi milenial merupakan kelompok sosial yang berproses, mereka terkadang terjebak dalam krisis identitas akibat perubahan sosial, modernisasi dan globalisasi. Perempuan milenial seringkali dihadapkan dan berada dalam lingkaran kompetisi serta akselarasi jaringan teknologi dan ilmu pengetahuan yang intensif. Bagi perempuan milenial yang labil lebih cepat terpengaruh radikalisme. Selain itu keterlibatan perempuan dalam radikalisme akibat pola relasi (keterlibatan keluarga, masyarakat, media dan negara). Keterlibatan perempuan milenial dan melibatkan lebih banyak perempuan dalam radikalisme dikarenakan pertama perempuan dianggap sebagai pengikut yang loyal dan patuh, kedua perempuan mudah percaya dan tunduk dengan label agama, ketiga akses terhadap media social namun dengan literasi yang rendah dan keempat perempuan dianggap dapat mengelabui aparat penegak hukum dengan sisi feminism yang dimikili, kelima perempuan pendamping dan pengikut terbaik yang mudah merekrut dan memobilisasi perempuan lainnya, keenam perempuan merupakan sosok pejuang. Tapi yang sangat signifikan terpaparnya pemahaman radikalisme pada perempuan milenial dikarenakan aktifitas di media social yaitu adanya korelasi tentang cara keberagamaan generasi perempuan milenial dengan social media. Penyebaran radikalisme dimedia social lewat propaganda dianggap menarik oleh generasi muda karena kebutuhan jati diri dan eksistensi. Selain itu perempuan milenial menganggap adanya aspirasi untuk melakukan melakukan sesuatu yang heroik dan juga ada yang menganggap bagian melakukan aksi sosial untuk menolong kelompok yang tertindas.
PRESEPSI MAHASISWA FIK TERHADAP PENYIMPANGAN SEKSUAL LESBIAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FIK UNM)
Sri Rahmania;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11806
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa FIK terhadap penyimpangan seksual lesbian (Studi kasus pada mahasiswa FIK UNM) dan dampak lesbian terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kulitatif dengan teknik dalam menentukan informan menggunakan Purposive Sampling dengan kriteria yaitu Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan, mengetahui tentang adanya penyimpangan seksual di Fakutas Ilmu Keolahragaan dan memiliki informasi tentang pelaku penyimpangan seksual. Jumlah informan yaitu 12 orang. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan model interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Persepsi Mahasiswa FIK Terhadap Penyimpangan Seksual Lesbian secara umum mengatakan bahwa tindakan lesbian merupakan penyimpangan seksual karena telah melenceng dari kebiasaan dan norma yang berlaku dalam masyarakat. 2) Dampak Lesbian terhadap mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan yaitu dilihat dari perlakuan mahasiswa terhadap pelaku lesbian. Sebagaian besar mahasiswa bersikap apatis terhadap masalah lesbian dan beberapa mahasiswpun menjalin hubungan pertemanan dengan pelaku lesbian. Hal ini menunjukan bahwa tidak adanya perlakuan diskrminasi pada individu yang heteroseksual maupun yang homoseksual (lesbian). Sikap apatis yang ditunjukan mahasiswa bukan berarti menerima tindakan menyimpang lesbian yang melenceng dari nilai dan norma adalam masyarakat.
Analisis Disiplin Kerja Pegawai Di Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar
Ismanto Ismanto;
Andi Agustang;
Rifdan Rifdan
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 9, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.32452
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kedisiplinan pegawai sehingga dapat menyebabkan rendahnya kualitas pelayanan administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis disiplin kerja pegawai di Program Pascasrjana Universitas Negeri Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar yang berjumlah 94 orang yang terdiri dari 40 orang Pegawai Negeri Sipil dan 54 orang non Pegawai Negeri Sipil. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menghasilkan data bahwa pada aspek disiplin terhadap waktu belum maksimal. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya angka ketidakhadiran pegawai yang masih cukup tinggi serta terdapat pegawai belum memanfaatkan waktu kerja dengan efisien dan efektif sehingga lebih banyak waktu kerjanya yang terbuang. Disiplin terhadap pekerjaan belum berjalan dengan efektif. Hal tersebut ditunjukkan dengan belum efektifnya penggunaan fasilitas kantor terhadap kepentingan pekerjaannya melainkan lebih banyak digunakan untuk kepentingan pribadinya. Disiplin terhadap proses kerja pegawai sudah cukup baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya komitmen yang tinggi pegawai dalam menjalankan pekerjaannya sesuai daengan aturan yang berlaku dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang telah dibuat. Dengan demikian, penulis menyarankan agar setiap pegawai perlu meningkatkan kehadirannya agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada mahasiswa sebagai pengguna layanan. Selain itu, perlunya sikap pimpinan yang baik sebagai contoh dan panutan oleh bawahnnya sehari-hari. Selain itu, juga dibutuhkan komitmen yang tinggi oleh pegawai agar menjalankan pekerjaannya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 1 SMAN 8 MAKASSAR
Yazid Sofyan;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (657.912 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12220
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan keaktifan belajar pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 8 Makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakanan analisis kuantitatif dengan pendekatan presentase untuk mengetahui sejauh mana tingkat keaktifan belajar pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 8 Makassar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pada siklus I keaktifan belajar siswa sudah mencapai standar dari indikator keaktifan belajar siswa yaitu 80,35% yang diikuti dengan tingkat keberhasilan guru dalam menerapkan model pembelajaran NHT yaitu 78,84%. Tetapi berdasarkan hasil yang didapatkan pada siklus I ini, peneliti belum merasa puas dengan hasil yang didapatkan, dikarenakan hasil yang diperoleh masih tergolong standar atau masih setara dengan tingkat keaktifan belajar siswa pada umumnya, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II dengan melakukan sedikit perbedaan berdasarkan kekurangan di siklus pertama. hasil yang di dapat untuk keaktifan belajar siswa pada siklus II yaitu 91,96% yang diikuti dengan tingkat keberhasilan guru yaitu 90,38%. Berdasarkan hasil yang didapatkan pada siklus II ini maka disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama dua siklus ini telah berhasil dan keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 8 Makassar dapat meningkat melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together).
MAHASISWI BERKELUARGA DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Andi AlQadri Ardiansyah;
Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 3, November 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (55.586 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12345
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa mahasiswi FIS UNM memutuskan menikah di masa kuliah dan untuk mengetahui bagaimana mahasiswi FIS UNM menjalani peran ganda di ranah publik dan domestik setelah berkeluarga. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus. Teknik penentuan informan dipilih secara purposive sampling dengan informan berjumlah 6 orang dengan kriteria yaitu Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar yang berstatus aktif kuliah, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar yang usia pernikahannya telah melebihi 1 tahun, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar yang telah menikah pada masa studi/kuliah, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar yang telah memiliki anak dalam pernikahannya, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar yang tinggal serumah bersama suami dan anaknya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan tahapan mereduksi data, menayajikan data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bawah 1) Mahasiswi FIS UNM memutuskan menikah dimasa kuliah didasari oleh kemaun sendiri, hal tersebut atas keyakinan mahasiswi mengenai kesiapan diri dalam hal kematangan sosial yaitu pengalaman menjalin hubungan yang cukup lama dengan pasangan sebelum menikah. 2) peran ganda yang dijalani oleh mahasiswi FIS UNM dapat dikatan Berjalan dengan baik. Peran di ranah domestik sebagai istri ataupun ibu rumah tangga dapat berjalan baik dengan pemolaan kembali pembagian kerja diranah domestik, yaitu melibatkan suami dalam kerja-kerja kerumahtanggan. Tidak hanya itu, keterlibatan keluarga luas pun turut berperan dalam kehidupan mahasiswi berkeluarga, keberadaan mereka dinilai sangat membantu karena dapat mengurangi beban dari peran ganda yang di jalani. Peran di ranah publik sebagai mahasiswipun berjalan sebagaimana mestinya, berkeluarga dianggap tidak terlalu mempengaruhi peran sebagai mahasiswi terutama dalam persoalan akademik. Pengolaan waktu yang tepat menjadi kunci utama agar tidak terjadi konflik peran ganda.