Claim Missing Document
Check
Articles

Kanggoro Mother Care (KMC) untuk Tatalaksana pada BBLR Aprillia, Rika; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low birth weight babies (BBLR) are more often problematic than full-term babies and normal birth weight babies. Especially for BBLR because of premature birth, the function of the organs of the body is still not perfect, so it needs to get special treatment. Problems that are often experienced by BBLR include difficulty maintaining body temperature due to: increased heat loss, lack of subcutaneous fat, large ratio of skin surface area to body weight, and reduced heat production due to inadequate brown fat and inability to shiver. This BBLR can increase mortality, morbidity, disability in neonates, infants and children and have a long-term impact on their lives in the future. Related to the adverse impact of BBLR, general management of BBLR is indispensable to prevent complications. Common assessments that can be given to babies with BBLR are maintaining body temperature, regulating and monitoring nutritional intake, preventing infection, weighing weight, giving oxygen and monitoring the airway. Efforts that can be made are Kangaroo Mother Care (KMC) or Kangaroo Method Care (FMD) which is a treatment for premature babies and low birth weight babies (BBLR) by making direct contact between the baby's skin and the mother's skin or skin-to-skin contact, where the mother uses her body temperature to warm the baby. This study uses a descriptive case study method. Case studies are carried out by researching a problem through a case consisting of a single unit. The method used is a descriptive method of a case study of BBLR management. Data collection techniques with Primary Data are the type of data collected by researchers directly from primary sources through interviews, surveys, experiments, KIA books etc. The care provided after the baby returns home at the age of 10 days is to teach mothers to do KMC (Kanggoroe Mother Care), as well as education related to the use of small baby KIA books. From the obstetric care of By. Mrs. S Low Birth Weight with the application  of Kanggoroo Mother Care (KMC), the results of weight gain from 1430 grams increased to 2600 grams at the age of 1 month and 23 days and body temperature was stable. The authors conclude that the kangaroo method can be used as a non-pharmacological therapy to be prescribed in babies with cases of low birth weight.   Abstrak Bayi  berat  badan  lahir  rendah  (BBLR)  lebih  sering  bermasalah dibanding dengan  bayi cukup bulan dan bayi berat lahir normal. Terutama untuk BBLR karena kelahiran prematur, fungsi organ-organ  tubuh  masih  belum  sempurna,  sehingga  perlu  mendapatkan  penanganan  khusus. Masalah yang sering dialami BBLR antara lain kesulitan untuk mempertahankan suhu tubuh karena: peningkatanhilangnya panas, kurangnya lemak subkutan, rasio luas permukaan kulit terhadap berat badan  yang  besar,  serta  produksi  panas  berkurang  akibat  lemak  coklat  yang  tidak  memadai  dan ketidakmampuan  menggigil. BBLR  ini  dapat  meningkatkan  mortalitas,  morbiditas, disabilitas neonatus, bayi dan anak serta memberikan dampak jangka panjangterhadap kehidupannya di masa depan. Terkait dengan dampak buruk BBLR maka  penatalaksanaan umum pada  BBLR menjadi hal yang sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Penatalaksaan umum yang dapat diberikan pada bayi dengan BBLR yaitu mempertahankan suhu tubuh, pengaturan dan pengawasan intakenutrisi, pencegahan infeksi, penimbangan berat badan, pemberian oksigen dan pengawasan jalan nafas. Upaya yang dapat dilakukan yaitu Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan perawatan untuk bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR) dengan melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu atau skin-to-skin contact, dimana ibu menggunakan suhu tubuhnya untuk menghangatkan bayi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif studi kasus. Studi kasus dilaksanakan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Metode yang digunakan merupakan metode deskritif studi kasus penatalaksanaan BBLR. Teknik pengumpulan data dengan Data Primer adalah jenis data yang dikumpulkan oleh peneliti langsung dari sumber utama melalui wawancara, survei, eksperimen, buku KIA dll. Asuhan yang diberikan setelah bayi pulang ke rumah umur bayi 10 hari yaitu mengajarkan ibu untuk melakukan KMC (Kanggoroe Mother Care), serta edukasi terkait penggunaan buku KIA bayi kecil. Dari asuhan kebidanan pada By. Ny. S Berat Badan Lahir Rendah dengan penerapan Kanggoroo Mother Care (KMC) didapatkan hasil berat badan bertambah dari 1430 gram bertambah menjadi 2600 gr di usia 1 bulan 23 hari dan suhu tubuh dalam keadaan stabil. Penulis menyimpulkan metode kangguru bisa digunakan sebagai terapi nonfarmakologi untuk ditetapakan pada bayi dengan kasus lahir berat badan lahir rendah.
Pelaksanaan Komunitas Praktik Kerja Lapangan Kebidanan Komunitas di Kelurahan Gogik Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Wahyu Indah Lestari; Aprillia, Rika; Jumilah Fitriana; Ryan Nabela Maha Rani; Yulinda Yasa Putri; Alya Fernanda Khairani; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public health issues, particularly in the community midwifery sphere, remain an important concern that requires comprehensive treatment. This activity aims to improve community knowledge and behavior through communication, information, and education to target groups such as pregnant women, postpartum mothers, toddlers, and adolescents in Gogik Village. The methods used include interviews, observations, counseling, and direct practical training such as prenatal yoga, oxytocin massage, and nutrition education and child growth and development. The interview method was carried out directly with community leaders such as the Village Head and Village Midwife to obtain primary data, which was then followed by an assessment of the target through door-to-door interviews  with families. The work steps implemented in community midwifery practice include: initial meetings with midwives and village cadres, identification and assessment of problems from 2-7 June 2025 directly to 19 RT 1 RW, analysis and formulation of problems, determination of priorities and diagnosis of problems based on the data obtained, planning and implementation of activities carried out on June 21, 2025,  and evaluation of the results of activities carried out on the same day. The results of the activity show that there is an increase in understanding and active involvement of the community in maintaining maternal and child health. The education provided also helps the community in recognizing and overcoming basic health problems independently. Thus, a participatory and educational community midwifery approach has proven to be effective in improving the degree of public health in the intervention area. Based on all the activities that have been carried out, both physically and non-physically, it is hoped that the results achieved can provide real benefits to the community and can be maintained and developed sustainably.   Abstrak Masalah kesehatan masyarakat, khususnya dalam lingkup kebidanan komunitas, masih menjadi perhatian penting yang memerlukan penanganan komprehensif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi kepada kelompok sasaran seperti ibu hamil, ibu nifas, balita, dan remaja di Kelurahan Gogik. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, penyuluhan, dan pelatihan praktik secara langsung seperti yoga prenatal, pijat oksitosin, serta edukasi nutrisi dan tumbuh kembang anak. Metode wawancara dilakukan secara langsung dengan tokoh masyarakat seperti Kepala Kelurahan dan Bidan Kelurahan untuk memperoleh data primer, yang kemudian dilanjutkan dengan pengkajian kepada sasaran melalui wawancara door to door kepada keluarga. Langkah kerja yang diterapkan dalam praktik kebidanan komunitas meliputi: pertemuan awal dengan bidan dan kader kelurahan, identifikasi dan pengkajian masalah mulai 2–7 Juni 2025 secara langsung ke 19 RT 1 RW, analisis dan perumusan masalah, penentuan prioritas dan diagnosis masalah berdasarkan data yang diperoleh, perencanaan dan implementasi kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2025, serta evaluasi terhadap hasil kegiatan yang dilakukan pada hari yang sama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Edukasi yang diberikan juga membantu masyarakat dalam mengenali dan mengatasi permasalahan kesehatan dasar secara mandiri. Dengan demikian, pendekatan kebidanan komunitas yang dilakukan secara partisipatif dan edukatif terbukti efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah intervensi. Berdasarkan seluruh kegiatan yang telah dilakukan, baik secara fisik maupun nonfisik, diharapkan hasil yang dicapai dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta dapat dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan.  
Persalinan Aman, Nyaman dengan Teknik Counterpressure Wiwik Ardhiani; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is the process of delivering a fetus that occurs during a term pregnancy (37-42 weeks), occurs spontaneously with a head-first presentation and lasts for 18 hours. The mother's response to pain can lead to weakened uterine contractions resulting in prolonged labor and even death. Labor is a process that begins with uterine contractions, followed by cervical dilation, birth of the baby, and expulsion of the placenta. During this process, mothers often experience pain and anxiety. One way to cope with pain is through counter pressure technique, which involves using a fist to apply constant pressure on the spine during contractions. Additionally, increased anxiety can worsen pain during labor. The counter pressure technique helps relieve muscle cramps, reduce pain and anxiety, accelerate thigh muscle relaxation, and support the dilation of the pelvis by relaxing the muscles around the pelvis. This technique is effective in reducing back pain and is considered relatively safe as it almost does not cause side effects. Research Objective This study aims to determine the effectiveness of the counterpressure massage technique. The research method used in this study is descriptive analytical observational with a case study approach. The sample of this study is a pregnant woman in her third trimester, 39 weeks  pregnant, G1P0A0. This research was conducted at a hospital. The research instrument uses the SOAP documentation method. The data collection techniques used are primary data and secondary data. Primary data is data obtained through interviews either directly or via WhatsApp media, observation, physical examination, and documentation using SOAP documentation. Secondary data is data obtained from KIA books. The results obtained show that counterpressure techniques have been performed to reduce labor pain. The results obtained indicate that midwifery care has been provided to the laboring mother by applying counterpressure techniques to reduce pain during the first stage of labor. It is hoped that the client gains knowledge and understanding about childbirth, newborns, postpartum care, and neonatology that is clearer in accordance with the midwifery care provided. Additionally, the client also receives knowledge about complementary therapies in the midwifery care that has been given..   Abstrak Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37- 42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam. Respon ibu terhadap nyeri dapat menyebabkan melemahnya kontraksi rahim dan berakibat pada persalinan yang lama bahkan kematian. Persalinan merupakan proses yang diawali dengan kontraksi rahim, dilanjutkan dengan pembukaan serviks, kelahiran bayi, dan pengeluaran plasenta. Selama proses ini, ibu sering mengalami nyeri dan kecemasan. Salah satu cara untuk mengatasi nyeri adalah dengan teknik counter pressure, yaitu pijatan menggunakan kepalan tangan yang memberikan tekanan konstan pada tulang belakang selama kontraksi. Selain itu, meningkatnya kecemasan dapat memperburuk rasa nyeri selama persalinan. Teknik counter pressure membantu meredakan kram otot, mengurangi nyeri dan kecemasan, mempercepat relaksasi otot paha, serta mendukung pelebaran tulang panggul dengan merilekskan otot-otot di sekitar panggul. Teknik ini efektif dalam mengurangi nyeri pinggang dan dianggap relatif aman karena hampir tidak menimbulkan efek samping. Tujuan Penelitian Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik massage counterpressure. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus ( Case Study ). Sampel penelitian ini adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 39 minggu, G1P0A0. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh melalui wawancara baik secara langsung maupun melalui media WhatsApp, observasi, dan pemeriksaan fisik, serta dokumentasi menggunakan dokumentasi SOAP. Data sekunder adalah data yang di dapat dari buku KIA. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan teknik counterpressure untuk mengurangi nyeri persalinan. Hasil yang diperoleh yaitu telah dilakukan asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan menerapkan teknik counterpressure untuk mengurangi nyeri pada persalinan kala I. Diharapkan klien mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan neonatus yang lebih jelas sesuai dengan asuhan kebidanan yang diberikan. Selain itu klien juga mendapatkan pengetahuan tentang terapi komplementer pada asuhan kebidanan yang telah diberikan.
Meningkatkan Fleksibilitas Anak Melalui Yoga Kids di PAUD X Iga Rosi Retnawati; Nita Aprilia Devantiyogi; Della Imianuel Resnia Pappang; Nurul Deviana; Nurul Indah Sari; Risma Asmarani; Ida Sofiyanti; Ninik Christiani; Eti Salafas; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During this period, children can develop their curiosity and be able to speak well.( Sue C. Ladner, 2011) This service activity is carried out in several stages, namely stage 1 Permission to the school to hold yoga activities for children and determining the implementation time. Phase 2 is the implementation of yoga activities on children using leaflets and also an orange fruit for meditation media which is carried out on Monday, June 2, 2025 at 08.00 - with the completion in the Paud classroom, this activity was attended by 15 children. Stage 3 is a testimonial from the teacher and the child after doing the child's yoga activities together. This community service activity can bring a good effect for students in paud ngudi rahayu Bergas lor Village in the eastern krajan neighborhood of Semarang Regency, seen from the testimonies that have been done, the children feel happy and full of enthusiasm to do yoga. Yoga that has been done is an early stage yoga that concentrates on physical and mental processing so that it can be useful in increasing learning concentration. Yoga practice is expected to be carried out 1-2 times a week taught in the school by the teacher so that the child's concentration increases. Through yoga, children can be more creative, active and skilled so that they can increase their intelligence.   Abstrak Anak usia prasekolah merupakan anak yang berumur 3-6 tahun dimana pada periode ini terjadi pertumbuhan fisik yang menjadi lambat dan pertumbuhan psikososial dan kognitif akan mengalami kenaikan. Periode ini anak dapat mengembangkan rasa ingin tahunya serta mampu berbicara dengan baik. (Sofiyanti & Setyowati, 2023) Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap 1 Perizinan kepada pihak sekolah untuk diadakan kegiatan yoga pada anak dan penentuan waktu pelaksanaan. Tahap 2 yaitu pelaksanaan kegiatan yoga pada anak dengan menggunakan leaflet dan juga sebuah buah jeruk untuk media meditasi yang dilakukan pada hari Senin 2 Juni 2025 jam 08.00 sampai dengan selesai di ruang kelas Paud, kegiatan ini diikuti 15 anak. Tahap 3 yaitu testimoni dari guru dan anak setelah melakukan kegiatan yoga anak secara bersama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat membawa efek yang baik bagi siswa di Paud Ngudi Rahayu desa bergas lor lingkungan krajan timur Kabupaten Semarang dilihat dari testimoni yang telah dilakukan anak- anak merasa senang dan penuh semangat melaksanakan yoga. Yoga yang telah dilakukan merupakan yoga tahapan awal yang berkonsentrasi pada olah fisik dan pikiran sehingga dapat berguna dalam meningkatkan konsentrasi belajar. Praktik yoga diharapkan di harapkan dapat dilaksanakan 1-2 kali seminggu diajarkan di Paud X oleh guru agar konsentrasi anak meningkat. Melalui yoga anak dapat lebih  kreatif,  aktif  dan  terampil  sehingga  dapat meningkatkan kecerdasan anak.           
Literature Review : Kehamilan dengan Anemia Faktor Risiko dan Dampaknya terhadap Ibu dan Janin Nurul Firdaus; Tuti Emawati; Nurjanah; Emi Widowati; Muslima; Dyna Mardhiyana; Pipit Mawarni; Wartati; Novy Aryani; Maria Goreti Benga; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia during pregnancy is a common health issue, particularly in developing countries. It can have serious consequences for both the mother and fetus, including risks of premature delivery, low birth weight, and maternal mortality. To identify the risk factors associated with anemia in pregnant women and its impact on pregnancy outcomes. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A sample of 100 pregnant women was selected using purposive sampling. Data were analyzed using the chi-square test to determine relationships between variables. Significant factors associated with anemia included maternal age (p=0.03), education level (p=0.01), parity (p=0.04), and iron intake (p=0.001). Anemia was also associated with low birth weight incidence (p=0.02). Anemia in pregnancy is influenced by multiple risk factors and significantly affects pregnancy outcomes. Nutritional intervention and education are essential to reduce anemia prevalence.   Abstrak Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi, terutama di negara berkembang. Anemia dapat berdampak serius bagi ibu dan janin, termasuk risiko persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu. Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan dampaknya terhadap kehamilan  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 100 ibu hamil diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel. Faktor yang signifikan berhubungan dengan kejadian anemia meliputi usia ibu (p=0,03), tingkat pendidikan (p=0,01), paritas (p=0,04), dan asupan zat besi (p=0,001). Anemia juga berhubungan dengan kejadian berat bayi lahir rendah (p=0,02). Anemia pada kehamilan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dan memiliki dampak nyata terhadap hasil kehamilan. Intervensi gizi dan edukasi sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian anemia. 
Literature Review : Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Reni Barus, Emi; L. Sihaloho, Maya; Martina Sri Rejeki Hutapea; Nurmila; Maryani; Nuraini; Wahyu Wulansari, Rizki; Eci Daryanti, Karlina; Nurhidayah, Siti; Binti Baharuddin, Rasdiana; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LBW is an indirect cause and contributes to 60 percent to 80 percent of all neonatal deaths. Low birth weight births are caused by nutrient deficiencies by the mother during pregnancy which disrupts maternal foeto circulation. Factors that contribute to the incidence of LBW include pregnancy checks or antenatal care (ANC), consumption of iron tablets (TTD), maternal medical history, type of mother's job, family income, and other factors. The purpose of the literature review is to identify factors associated with the incidence of low birth weight (LBW). This study uses a systematic review method, namely a search for literature both internationally and nationally. A total of 6 articles sourced from Google Scholar, Garuda, Sinta, Pubmed, Ncbi, Proquest and Science Direct were reviewed for inclusion criteria, namely articles that can be accessed in full text in pdf format, in Indonesian or English, articles published in 2021-2025. The review results of 7 articles show that in general the factors of age, parity, history of illness (anemia, preeclampsia), frequency of ANC, number of pregnancies and gestational age are related to the incidence of low birth weight, 1 article says there is no relationship between age and the incidence of low birth weight (LBW). The conclusion is that the most influential factors on gestational hypertension are parity, history of illness (anemia, preeclampsia), frequency of ANC, number of pregnancies and gestational age. It is hoped that health workers will increase health education and counseling for pregnant women from an early age so that they can avoid risk factors that cause LBW.   Abstrak Continuity of Care (CoC) adalah perawatan yang berkesinambungan oleh bidan dalam kemitraan dengan wanita selama kehamilan, persalinan, dan postpartum. Bidan harus memberikan pelayanan kebidanan yang berkelanjutan dari ANC, INC, asuhan BBL, asuhan postpartum, asuhan neonatus, dan pelayanan KB yang berkualitas. Nyeri saat persalinan pada ibu bersalin disebabkan adanya kontraksi rahim (his), peregangan serviks dan perineum, serta tekanan janin pada panggul merupakan penyebab utama nyeri. Bidan membantu dalam deteksi permasalahan pasien dan dapat menerapkan asuhan CoC untuk memberikan pelayanan komprehensif. Asuhan CoC dapat mengurangi risiko komplikasi ibu dan bayi, menurunkan AKI dan AKB melalui pengawasan berkelanjutan dari masa kehamilan hingga keluarga berencana. Jenis metode dalam asuhan Contuinity of Care yang digunakan adalah Study kasus (Case Study). Metode yang digunakan penulis yaitu menggunakan studi kasus dengan cara mengambil kasus ibu hamil. Asuhan yang diberikan adalah asuhan secara komprehensif mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan KB. Teknik dan pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan pemeriksaan kepada pasien. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity Of Care (COC) pada Ny. S dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi. Pada Ny.S usia 24 tahun G1 P0 A0 usia kehamilan 25 minggu ditemukan masalah yaitu TFU tidak sesuai usia kehamilan, Bidan memberikan KIE untuk mengkonsumsi makanan yang beergizi dan seimbang sertan istirahat yang cukup. Persalinan Ny.S dilakukan di Rumah Sakit secara spontan di tolong oleh Bidan dengan asuhan komprehensif Counter Pressure untuk mengurangi nyeri persalinan pada kala I persalinan. Masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, pengeluaran ASI ibu lancar karena dilakukan pijat oksitosin dan ibu dilakukan senam nifas pada kunjungan 40 hari. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal. Ny. S memutuskan menggunakan KB MAL. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. S adalah bidan sebagai tenaga kesehatan dapat melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan prosedur yang benar dan sesuai dengan kebutuhan klien.
Optimalisasi Pijat Counter Pressure untuk Persalinan Aman dan Nyaman di RSUD dr. H Jusuf SK Tarakan Eni Tri Sudarman; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mothers giving birth often experience intense pain and discomfort due to uterine contractions. This pain not only has a physical impact but can also cause stress and anxiety, potentially delaying the labor process. Therefore, efforts to reduce labor pain are a primary focus of midwifery services to ensure a safe and comfortable delivery. One non-pharmacological technique for reducing labor pain is counter pressure massage. Midwives play a crucial role in improving maternal health and well-being, especially during labor. The method used is descriptive. The report is a case study, taking the case of a mother giving birth at dr. H. Jusuf SK Tarakan Regional Hospital. Results obtained during comprehensive care showed that the patient complained of pain during labor, and appropriate management was provided, including counterpressure to reduce pain. The conclusion is that comprehensive midwifery care was provided to the mother, preventing complications and ensuring a safe and comfortable delivery.   Abstrak Ibu melahirkan sering mengalami rasa nyeri yang intens dan ketidaknyamanan akibat kontraksi rahim. Rasa nyeri ini tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga dapat menimbulkan stres dan kecemasan yang berpotensi memperlambat proses persalinan. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi rasa nyeri persalinan menjadi salah satu fokus utama dalam pelayanan kebidanan agar persalinan dapat berlangsung aman dan nyaman. Salah satu teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan adalah pijat counter pressure. Bidan memegang peran penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu terutama dimasa persalinan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) yaitu dengan cara mengambil kasus ibu bersalin di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Hasil yang diperoleh selama asuhan komprehensif pasien mengeluh nyeri saat persalinan sehingga diberikan tata laksana sesuai dengan kasus dan pemberian counter pressure untuk mengurangi nyeri. Kesimpulannya adalah asuhan kebidanan komprehensif telah diberikan pada ibu bersalin sehingga ibu terhindar dari komplikasi dan menjalani persalinannya dengan aman dan nyaman. Disarankan melalui studi kasus asuhan kebidanan ini mahasiswa dapat menerapkan atau mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah didapatkan pada praktik lahan nanti.
Edukasi "Food Fear of Missing Out (FOMO)" dan Ancaman Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja Sofiyanti, Ida; Putri, Risma Aliviani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4713

Abstract

The phenomenon of Fear of Missing Out (FOMO) toward viral food on social media encourages the excessive consumption of high-sugar and high-calorie foods among adolescents. This trend significantly increases the risk of Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) at a young age. This community service project aimed to raise awareness among students at SMA Muhammadiyah Sumowono regarding the dangers of "food FOMO" and its correlation with T2 DM. The method employed was interactive counseling utilizing PowerPoint presentations and concise flyers or posters. To measure the impact, pre-tests and post-tests were administered to 78 students from grades X and XI. The evaluation results showed a significant increase in student knowledge, with the average score rising from 65 in the pre-test to 88 in the post-test. This activity successfully provided a deep understanding of the health risks associated with impulsive eating patterns, emphasizing the urgency of school-based health education interventions to prevent a surge in Diabetes cases in the future. A recommendation for the school is to distribute digital copies of the flyers or a summary of the activity's findings to parents via WhatsApp groups.   ABSTRAK Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) terhadap makanan viral di media sosial mendorong konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan kalori pada remaja, fenomena tersebut meningkatkan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) di usia muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa SMA Muhammadiyah Sumowono mengenai bahaya food FOMO dan korelasinya dengan DM Tipe 2. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan media ppt dan flyer atau poster ringkas, dan dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman kegiatan pada siswa kelas X dan XI yang berjumlah 78 mahasiswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan siswa, dari rata-rata 65 pada saat pretest menjadi 88 pada saat posttest. Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman mendalam mengenai risiko kesehatan akibat pola makan impulsif, menekankan urgensi intervensi edukasi kesehatan berbasis sekolah untuk mencegah lonjakan kasus DM di masa mendatang. Saran untuk sekolah yaitu menyebarkan salinan digital flyer atau ringkasan hasil kegiatan kepada grup WhatsApp orang tua siswa.
Asuhan Komprehensif pada Ibu Hamil Preeklamsia di Puskesmas Jumo Kabupaten Temanggung Rini Setyani; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is defined as the natural process of fertilization or the union of spermatozoa and ovum, followed by nidation or implantation. Pregnancy and childbirth are normal processes, but there is still a 10% chance of someone experiencing complications during pregnancy and childbirth. Preeclampsia is one of the "triad maternal death" or the three main causes of maternal death. Other main causes are infection and hemorrhage. The trend of increasing incidence of preeclampsia in the last two decades is in contrast to the incidence of infection, which has actually decreased due to the development of antibiotic discoveries. The method in this study is descriptive. The type of report used is a case study, namely through a problem related to the case and the actions and reactions of the case to a treatment. The method used by the author is to manage pregnancy cases until referral for delivery with indications of preeclampsia. The results of the study showed that Mrs. N during pregnancy until UK 33 weeks had normal blood pressure and no urinary protein was found. However, before delivery, blood pressure was found to exceed normal limits and urine protein was positive. Initial pre-referral management included administering MgSO4 and nifedipine, as authorized by the midwife at the community health center, as initial treatment, and referral to PKU Muhammadiyah Temanggung Hospital. The care provided was appropriate and comprehensive. Midwives in practice are expected to improve health services, especially for pregnant women, by providing comprehensive care in order to reduce morbidity and mortality rates among mothers and babies.   Abstrak Kehamilan didefinisikan sebagai proses alami dari fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantansi. Proses kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses yang normal, namun masih ada 10% kemungkinan seseorang mengalami komplikasi pada saat hamil dan bersalin. Preeklampsia merupakan satu dari “trias maternal death” atau tiga penyebab utama kematian Ibu. Penyebab utama lainnya adalah infeksi dan perdarahan.. Kecenderungan peningkatan insiden preeklampsia dalam dua dekade terakhir berbeda dengan insiden infeksi yang justru menurun akibat perkembangan temuan antibiotik. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah  studi  kasus (Case  Study),  yakni  melalui  suatu  permasalahan  yang  berhubungan dengan kasus maupun tindakan dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan. Metode yang digunakan penulis yaitu dengan mengelola kasus kehamilan hingga rujukan persalinan dengan indikasi preeklamsia. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Ny. N selama hamil sampai UK 33 minggu Tekanan darah normal dan tidak ditemukan protein urin. Namun menjelang persalinan ditemukan Tekanan darah melampaui batas normal dan protein urine positif. Penatalaksanaan awal Pra rujukan dengan memberikan MgSO4 dan nifedipin sesuai wewenang bidan di Puskesmas sebagai penanganan awal dan melakukan rujukan ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Asuhan yang diberikan sudah sesuai dan dilakaukan secara komprehensif. Diharapkan para bidan di lahan praktek untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama pada ibu hamil, memberikan asuhan yang komprehensif agar dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun bayi.
Asuhan Kebidanan Komprehensif (COC) pada Ny. SFK P1A0 Hari Ke-3 dengan Produksi ASI Sedikit di Puskesmas Sekaran Kota Semarang Tutuk Wijayantiningrum; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk is the most perfect food for babies in early life. Exclusive breast milk is the most important food for babies, where babies only receive breast milk for the first 6 months since birth. However, the success of exclusive breast milk is influenced by several factors, including maternal, infant, and environmental factors. One of the causes of insufficient breast milk production is the lack of stimulation of the hormones prolactin and oxytocin, both of which play an important role in increasing breast milk production. Another factor is the psychological condition of the breast milk mother, where strong psychological motivation from the mother to breastfeed needs support from the family. Management for breast milk mothers with decreased breast milk production includes providing education to the mother and family (husband) to perform oxytocin massage. The mother also needs family support, especially from her husband and parents living in the same house, so that the mother has strong motivation to breastfeed and believes that her breast milk production is abundant. This case study describes the application of Continuity of Care (CoC) in postpartum mothers with insufficient breast milk production and how to increase breast milk production during breast milk with oxytocin massage and foster motivation for the mother and family support to increase breast milk production so that exclusive breast milk can be given to the baby for up to 6 months. The results of this study are interpreted by the development of outcomes after the intervention, namely increased breast milk production, maternal motivation to breastfeed, and cessation of formula feeding. The results of this study can be concluded that oxytocin massage has a positive effect on increasing breast milk production, thereby increasing confidence and motivation for mothers to only give breast milk to their babies until 6 months of age.   Abstrak ASI merupakan makanan paling sempurna bagi bayi pada awal kehidupan, ASI Eksklusif merupakan makanan terpenting bagi bayi dimana bayi hanya mendapatkan ASI saja selama 6 bulan pertama sejak kelahirannya, namun demikian keberhasilan pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor ibu, bayi dan lingkungan. Salah satu penyebab kurangnya produksi ASI adalah karena kurangnya rangsangan hormone prolaktin dan oksitosin dimana kedua hormone ini berperan penting dalam peningkatan produksi ASI, faktor lainnya adalah kondisi psikologis ibu menyusui dimana kondisi psikologis motivasi yang kuat dari ibu untuk menyusui perlu mendapatkan dukungan dari keluarga. Penatalaksanaan pada ibu menyusui dengan penurunan produksi ASI salah satunya adalah dengan memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga (suami) untuk melakukan pijat oksitosin, ibu juga perlu mendapatkan dukungan keluarga terutama suami dan orang tua yang tinggal satu rumah agar ibu memiliki motivasi kuat untuk menyusui dan yakin bahwa produksi ASInya banyak. Studi kasus ini menggambarkan penerapan Continuity of Care (CoC) pada ibu nifas dengan produksi ASI yang kurang dan bagaimana cara meningkatkan produksi ASI selama menyusui dngan pijat oksitocin dan menumbuhkan motivasi bagi ibu serta dukungan keluarga untuk meningkatkan produksi ASI agar ASI Ekslusif dapat diberikan sampai 6 bulan kepada bayi. Hasil penelitian ini diinterpretasikan dengan perkembangan hasil setelah dilakukan nya intervensi yaitu meningkatnya produksi ASI, motivasi ibu untuk menyusui dan menghentikan pemberian susu formula. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin berpangaruhi positif terhadap peningkatan produksi ASI sehingga meningkatkan keyakinan dan motivasi bagi ibu untuk hanya memberikan ASI saja kepada bayinya sampai usia 6 bulan.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abda Abda Abdul Roni Adelena Adelena Adelia Natalia Bria Agan Sridewi Aice Bela Fitriyani Airin Yuniar Alya Fernanda Khairani Ambarwati, Weni Anggi anis farida farida Annasiyah, Sekarsari Annisa Annisa Efrilian Saepudin Any Sugesti Aprillia, Rika Ari Widyaningsih Arini, Alit Dyaning Ashari, Ayu Asmara, Kinanti Asteria Roswita Kue Asti Puspita Astriani, Suci Atika Rizki Suryani Azelia Dewianti Binti Baharuddin, Rasdiana Br. Nainggolan, Julita Cahyaningrum cantika, clarisa martila Carollyn Dizzy Sagita Carvalho, Filomena de Cholilah, Mila Cici Priskila Cinta Nashita Clarisa Martila Cantika Damaris Nelly Diana Simanjuntak Damayanty, Thisna Dano, Suliani Dayu Kartika Sari Rusanti Defri Novitasari Della Imianuel Resnia Pappang Denok Pratiwi Putri Desi Wijayanti Destia Milda Anggaraini Putri Dewi Maryani Dewi Muawanah Dewi Nuraini Suci Dewi, Putri Astria Dian Wijayati Diens Nanda Diens Nanda Ela Permana Dietha Meidia Puspitasari Dona Rande Bua Dwiyanti, Feni Dyna Mardhiyana Eci Daryanti, Karlina efendi, arifatun Ellenora Lim Elsa Umi Anisa Emi Widowati Emiliana Endang Kartiasih Eni Tri Sudarman Eni Trisniningtyas erika, nurlia Erma Putri Lestari Ernanda, Rika Yunita Eti Salafas Eva Rizqi Arti Fadilah, Amelia Nur Fajar Andriyani Fatchiyah, Siti Fathmah Nurul Aslamiah Fathul Fentisari Feny Marselina Feny Marselina Fera Aldania Feronika Mirino Fitria Primi Astuti Fitriani, Aice Bela Fitriya, Wahida Fransiska Bertha Verdiawati Gabriella Jessica Eriesti Galeh Septiar Pontang Grahita Ayu Mumpuni Hapsari Windayanti Helda Trisnawati Helma Heni Setyowati Heni Setyowati Heny Romdiyani Hermalia Andra Ristanti Hery Widijanto Hilma Tunisah Hutahaean, Heldina Ifra Nasye Nababan Iga Rosi Retnawati Ika Supadmi Ikka Bella Seftiyani Ilawati Ilawati Ilya Wanawati Indra Fitriani Indri Wulaningsih Insiyah Nur Fithriani Intan Agustina Sukmajaya Irma Ismawati Irma Suryani Isfaizah Isnawati, Fevi Isni, Fitri Isroatul Koriah Julita Lerim Jumilah Fitriana Jumilah Fitriana Kartika Dian Pertiwi Khamidah Kharisma Mutiara Dewi KHOLIFAH Kiki Wahyuni Kristina Luruk Bria Kurniawati Tri Utami kusbaryati Kustiyono Kusuma Intan Setianing Fifit L. Sihaloho, Maya Lalita Mafudiah lestari, winda Lim, Ellenora Limbong, Lusiana Tandi Linda Lisjarwati Lumbantoruan, Astuty Mandala Putri, Heryn Margareta, Marisa Maria Goreti Benga Maria Pankrasia Koten Maria Skolastika K Martina Sri Rejeki Hutapea Maryani Maryaty Mayasari Aziz Mega Nasanova Meisinta Vika Putri Melati Apriliana Ramadhani Melly Kurniasari Mil'atul Amaniyah Mila Elvi Ekayanti Misnawati Mudrikah Muhammad Luthfi Muslima Mustikawati, Vivin Nababan, Ifra Nasye Nadia Intan Permata Nadia Oktaviana Naila Duriyatul Chusna Najib Nanda Auliya Rosidin Naning Dianasari Nayla Chusna Ni Kadek Cahyaningsih Ni Wayan Putri Utami Nila Trisna Yulianti Ningsih, Kristiyana Tri Rahayu Ninik Christiani Nita Aprilia Devantiyogi Nova Oktaviani Novi Anita, Meilina Novi Melisa Novi Ridianti Novitasari, Ika Agustina Novy Aryani Nur Hasanah Nur Indah Sari Nurafni Isrina Nuraini Nurjanah Nurlela Nurliyana Nurmila Nurmina Nurmina Nurmina Nurmina, Nurmina Nurul Deviana Nurul Firdaus Nurul Indah Sari Onesima Yolla H Pertiwi, Juniati Pipit Mawarni Pirawati Prasetyati, Harleen Idha Prisma Linda prizkila, cici Purniyati Purwati Putri Cahya Putri Rahmawati Putri, Risma Aliviani Rahayu, Erna Ramadhani, Melati Apriliana Rambu Lika Yuliana Ratih Kumalasari Reni Barus, Emi Reni Mustikaningrum Reni Saputri Riandari, Dian Ayu Rika Aprillia Rika Yunita Ernanda Rila Aneka Rina Pratiwi Rina Rina Rini Septianasari Rini Septianasari Rini Setyani Rini Susanti Rini Susanti Riska Dayang Safitri Riska Susanti Risma Asmarani Riva Mustika Anugrah Rizky Rahayu Pradani Rohmini, Samsi Roni, Abdul Rudh Dama Yanthi Rumishi Rusdayanti Rusdayanti Ryan Nabela Maha Rani Ryan Nabela Maha Rani Sabila, Agil Ayu Samsi Rohmini Sandra, Emilia Sani, Mutia Kasih sapitri, dewi sapitri, wiwik Sari, Lidia Ratna Sari, Umi Suci Purnama Septriana Silaban, Erny Setiyowati Setyowati, Reni Sigit Ambar Widyawati Siswati Siti Aisyah Siti Apriyati Siti Musarofah Siti Nurhidayah Sri Murtiningsih Sri Renita Utami Sri Sulistyani Sri Widyawati Sriwahyuni Sry Wahyuni Suarni, Sri Sudarman, Eni Tri Suharni, Heni Sulisnawati Wonggo Supadmi, Ika supraptini, hemi suprikatin, harni Suryaningsih, Lilin Susanti Rahayu Susiawati Syarifah Zaidah Putri Al-Hinduan Tasik, Yulianti Tesa Dwiputri Rahmadhani Titiek Nur Lincayanti Titis Dwicahya Prabaningrum Tiya Kariyani Tri Hidayani Tri Retno Wati Trisna Yulianti, Nila Tuti Emawati Tutuk Wijayantiningrum Tya Lestari Ucia Rorin Ulya Sesa Febrian Umi Bekti Iriana Untari, Asni Veftisia, Vistra Vioni Jayanti, Vista Vivi Ulviningsih Viviana, Desi Vivin mustika Vivin Mustikawati Wahyu Indah Lestari Wahyu Kristiningrum Wahyu Wulansari, Rizki wahyuni , kiki Wartati Warti Wati, Ambar Wayan Dewi Lestari Widayati Wijayanti, Herning Wiwik Ardhiani Wulan Widi Astuti Yovita Paru Mali Yuli Arianti Yulia Nur Khayati Yuliaji Siswanto Yulianti Yulinda Yasa Putri Yuni Fitria Zainatul Mukaromah Zelda Rizmi Silviana Zusnita, Intan