Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Picky Eating pada Anak Usia Prasekolah: Prevalensi, Faktor yang Mempegaruhi, Dampak terhadap Status Gizi dan Strategi Intervensi pada Picky Eating Heny Romdiyani; Feronika Mirino; Elsa Umi Anisa; Desi Wijayanti; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Picky eating is a feeding behavior characterized  by  refusal  or  excessive preference for certain types of food, which is commonly  observed  in  preschool-aged children. This study aims to explore the prevalence of picky eating, the influencing factors, its impact on nutritional status, and effective intervention strategies to address this behavior. The prevalence of picky eating is influenced by genetic factors, family environment, parenting style, child characteristics,  and  exposure  to  new  foods. The impacts of picky eating in preschool children may include risks of micronutrient deficiencies, weight loss, growth disturbances, and  psychosocial  issues.  Intervention strategies that can be implemented include education-based approaches for parents, modifications to the eating environment, gradual food introduction, applying flexible and enjoyable eating patterns, and support from healthcare professionals. The findings of this  study  are  expected to  provide  practical recommendations for parents, educators, and healthcare professionals to promote healthy eating habits in preschool-aged children.   Abstrak Picky eating adalah perilaku makan yang ditandai  dengan  penolakan  atau  preferensi  yang   berlebihan   terhadap   jenis   makanan  tertentu, yang umum terjadi pada anak usia prasekolah. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi  prevalensi  picky  eating, faktor-faktor yang memengaruhi, dampaknya terhadap status gizi, serta strategi intervensi yang efektif untuk mengatasi perilaku ini. Prevalensi   picky   eating   dipengaruhi   oleh faktor   genetik,   lingkungan   keluarga,   pola asuh, karakteristik anak, dan eksposur makanan  baru.  Dampak  dari  picky  eating pada anak usia prasekolah dapat mencakup risiko kekurangan zat gizi mikro, penurunan berat   badan,   gangguan   tumbuh   kembang, serta masalah psikososial. Strategi intervensi yang dapat diterapkan meliputi pendekatan berbasis edukasi kepada orang tua, modifikasi lingkungan makan, pengenalan makanan secara bertahap, penerapan pola makan yang fleksibel dan menyenangkan, serta dukungan dari tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi orang tua, pendidik, dan tenaga kesehatan untuk mendukung pola makan sehat pada anak usia prasekolah.
Studi Literatur: Pengaruh Konsumsi Susu Formula Terhadap Karies Gigi Intan Agustina Sukmajaya; Nadia Oktaviana; Novi Ridianti; Nurlela; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dental caries is a major health issue among preschool children, often influenced by the consumption of formula  milk. Formula milk, which contains carbohydrates such as sucrose and lactose, has the potential to increase the risk of dental caries, particularly when not accompanied by proper dental care habits. This study aims to analyze the relationship between formula milk consumption and dental caries in preschool children through a literature review approach using the PICOS framework. The reviewed journals were obtained from the ProQuest database with criteria limited to publications within the last five years. The analysis revealed that formula milk consumption is closely related to the prevalence of dental caries. Factors such as parenting styles, parental behavior, and environmental influences were also found to affect formula milk consumption habits and the severity of dental caries. Therefore, parents play a critical role in providing formula milk wisely, along with proper dental care education, to prevent dental caries in children.   Abstrak Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada anak usia prasekolah yang dapat dipengaruhi oleh konsumsi susu formula. Susu formula, yang mengandung karbohidrat seperti sukrosa dan laktosa, memiliki potensi untuk meningkatkan risiko karies gigi, terutama jika tidak diiringi dengan kebiasaan perawatan gigi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi susu formula dan karies gigi pada anak usia prasekolah melalui pendekatan literature review dengan menggunakan framework PICOS. Jurnal yang ditinjau diperoleh dari basis data ProQuest dengan kriteria publikasi dalam lima tahun terakhir. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa pemberian susu formula berhubungan erat dengan prevalensi karies gigi. Faktor- faktor seperti pola asuh, perilaku orang tua, dan lingkungan juga ditemukan memengaruhi kebiasaan konsumsi susu formula dan tingkat keparahan karies gigi. Oleh karena itu, peran orang tua dalam memberikan susu formula secara bijak, disertai edukasi tentang perawatan gigi yang benar, sangat penting untuk mencegah karies gigi pada anak.
Literatur Review : Hubungan Dampak Kabut Asap terhadap ISPA pada Bayi Dan Balita Rudh Dama Yanthi; Airin Yuniar; Maryaty Mayasari Aziz; Julita Lerim; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korest and land fires that occurred in Indonesia, especially in 2019, have caused an increase in cases of acute respiratory infections (ARI) in various regions, including Pekanbaru and Banjarmasin. This research aims to analyze the impact of haze on people's physical health and improve health behavior related to ISPA. The methods used include collecting air quality data and visiting patients with respiratory complaints. The results show that increasing pollutant levels is significantly related to increasing ARI cases. Apart from that, the outreach program at the Central Alalak Community Health Center showed an increase in public knowledge and awareness about the use of masks as an effort to prevent ISPA. Effective education can increase people's proactive behavior in dealing with health risks caused by haze, thereby reducing morbidity and improving quality of life.   Abstrak Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan lingkungan yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kabut asap terhadap proses belajar mengajar di sekolah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kabut asap berdampak signifikan terhadap proses belajar mengajar, meliputi gangguan kesehatan fisik siswa dan guru, penurunan konsentrasi belajar, serta penutupan sekolah sementara. Diperlukan upaya mitigasi dan adaptasi dari berbagai pihak untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap sektor pendidikan.
Pengetahuan Ibu tentang Stunting Berhubungan dengan Kejadian Stunting Mustikawati, Vivin; Sofiyanti, Ida
Midwifery Science Care Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Midwifery Science Care Journal
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/mscj.v2i2.481

Abstract

Toddlers with stunting will have a lower level of intelligence, are susceptible to disease, and in the future have a higher risk of lower productivity in later life compared to normal babies. Lack of mother's knowledge is also one of the factors that can influence the incidence of stunting in their toddlers. Mothers under five who have less knowledge of nutrition automatically tend to feed their children without considering the nutritional value, quality of food, and also the variety of food. This study aims to determine the relationship between the level of mother's knowledge and the incidence of stunting in children under five in Gadingrejo Kepil Village, Wonosobo. This type of research uses a quantitative descriptive cross-sectional design. The population used was all toddlers in the village of Gadingrejo, Wonosobo Regency, totaling 325 toddlers, with a sample of 76 respondents. The instrument used was a questionnaire. Data analysis used the chi-square test. The results showed that the majority of mothers had sufficient knowledge, namely 35 respondents (46.1%), and in cases of stunting, the majority of toddlers did not experience stunting, namely 64 respondents (84.2%). There is no relationship between mother's knowledge and the incidence of stunting. This is evidenced by the results of 2 cells (33.3%) where the expected count value is less than 5 so that it does not meet the requirements for the chi-square test with a p = 0.000. There is no significant relationship between the level of mother's knowledge and the incidence of stunting in Gadingrejo Village, Wonosobo Regency.
Kejadian Hiperbilirubin pada Bayi di Ruang Vinolia RS Pertamina Balikpapan: Hyperbilirubinemia Incident in Infants in the Vinolia Room of Pertamina Balikpapan Hospital Novitasari, Ika Agustina; Sofiyanti, Ida
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i1.3440

Abstract

Hyperbilirubinemia is the excessive accumulation of bilirubin in the blood and is characterised by jaundice. Hyperbilirubinemia in neonates can be obvious if the bilirubin level in the blood is more than or equal to 5 mg/dl. The results of a preliminary study at Pertamina Balikpapan Hospital, it was found that the number of newborns for the January– August 2023 period was 358. Meanwhile, the number of newborns with hyperbilirubin was 76 (21.2%). This research aims to find out the description of the incidence of hyperbilirubin in babies in the Vinolia Room at Pertamina Hospital Balikpapan.  This type of research uses quantitative research with a descriptive research design. The research population was all newborn babies with hyperbilirubinemia in the Vinolia Room at Pertamina Hospital Balikpapan, and the sampling technique used was a total sampling of 76 people. Data collection uses data collection format sheet. Data analysisis a univariate analysis using a percentage frequency distribution test. The description of the incidence of hyperbilirubi in babies based on characteristics mostly occurs in male gender as manyas 40 people (52.6%) andgestational age < 37 weeks as many as 53 people (69.7%). The description of ABO incompatibility in babies was mostly found in the yes category, namely 51 people (67.1%). The description of low birth weight in babies was mostly found in the yes category, namely 50 people (65.8%). Most of the descriptions of prematurity in babies were in  the yes category, namely 53 people (69.7%). The description of the type of delivery for babies was mostly found in the artificial category, namely 59 people (77.6%). Based on research results, the majority of cases of hyperbilirubin in babies at Pertamina Balikpapan Hospital are pathological hyperbilirubin.   Abstrak Hiperbilirubinemia adalah akumulasi bilirubin dalam darah yang berlebihan, ditandai dengan adanya jaundice atau ikterus. Hiperbilirubinemia pada neonatus dapat terlihat nyata jika kadar bilirubin dalam darah lebih dari atau sama dengan 5 mg/dl. Hasil studi pendahuluan di RS Pertamina Balikpapan didapatkan jumlah bayi baru lahir periode Januari-Agustus 2023 sebanyak 358 bayi. Sedangkan jumlah bayi baru lahir dengan hiperbilirubin sebanyak 76 bayi (21,2%). Penelitiаn ini bertujuаn untuk mengetаhui gambaran kejadian hiperbilirubin pada bayi di Ruang Vinolia RS Pertamina Balikpapan. Jenis penelitiаn menggunаkаn penelitiаn kuаntitаtif dengаn desаin penelitiаn deskriptif. Populаsi penelitiаn аdаlаh seluruh bayi dengan hiperbilirubinemia di Ruang Vinolia RS Pertamina Balikpapan dаn teknik pengаmbilаn sаmpel menggunаkаn total sаmpling sebаnyаk 76 orаng. Pengumpulаn dаtа menggunаkаn lembar format pengumpulan data. Аnаlisis dаtа аdаlаh аnаlisis univаriаt menggunаkаn uji distribusi frekuensi. Gambaran kejadian hiperbilirubin pada bayi berdasarkan karakteristik banyak terjadi pada jenis kelamin kelamin laki-laki sebanyak 40 orang (52,6%) dan usia kehamilan < 37 minggu sebanyak 53 orang (69,7%). Gambaran inkompatibilitas ABO pada bayi didapatkan sebagian besar dengan kategori ya sebesar 51 orang (67,1%). Gambaran berat badan lahir rendah pada bayi didapatkan sebagian besar dengan kategori ya sebesar 50 orang (65,8%). Gambaran prematuritas pada bayi didapatkan sebagian besar dengan kategori ya sebesar 53 orang (69,7%). Gambaran jenis persalinan pada bayi didapatkan sebagian besar dengan kategori buatan yaitu 59 orang (77,6%). Berdasarkan hasil penelitian mayoritas kejadian hiperbilirubin di RS Pertamina Balikpapan yaitu hiperbilirubin patologis.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Hypnobreastfeeding untuk Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Nifas di RS X Aprillia, Rika; Rika Yunita Ernanda; Ida Sofiyanti; Wiwik Ardhiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding is giving only breast milk without other foods and drinks to babies from birth to 6 months of age, except for drugs and vitamins (Word Health Organization, 2019). Breast milk is the best food for babies and has ideal nutritional content for baby growth and development. Exclusive breastfeeding from birth to six months of age without any additional food or drinks. Various ways are carried out by mothers so that the breastfeeding process can run smoothly and adequately in giving baby nitriation. One of the efforts that can be made is to hypnobreastfeeding. From the results of interviews that have been conducted at X Hospital on the 5 postpartum mothers on the first day said that their breast milk could not come out, the mother felt not confident that her breast milk would come out, especially in mothers who had just given birth for the first time. So we are interested in doing community service with the title "Hypnobreastfeeding for Increasing Breast Milk Production in Postpartum Women at X Hospital". The population in this study was all spontaneous first-day postpartum mothers and SC (Sectio Caesar) in the Intan room of Ken Saras Hospital from January 30-March 23. The sample was in the study of all spontaneous first-day postpartum mothers and SC (Sectio Caesar) in the Intan room of X Hospital from January 30-March 23 which met the inclusion and exclusion. The results obtained by the author conclude that Hypnobrastfeeding is able to increase breast milk production because it provides relaxation, physical calmness, mind, and comfort during breastfeeding which can provide a positive feedback mechanism in the form of an increased response to the release of oxytocin and prolactin by the pituitary. The hormone prolactin plays a role in stimulating nutrients for the synthesis of milk in the secretory cells of the alveoli. Oxytocin causes myoepitel contraction around the alveolus and releases milk (milk ejection).   Abstrak ASI eksklusif adalah memberikan hanya ASI saja tanpa makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat dan vitamin (Word Health Organization, 2019) Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling baik bagi bayi dan memiliki kandungan gizi yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pemberian ASI eksklusif sejak bayi lahir hingga usia enam bulan tanpa adanya pemberian makanan atau minuman tambahan lainnya. Berbagai cara dilakukan oleh ibu agar proses menyusui dapat berjalan dengan lancar serta dan mencukupi dalam pemberian nitrisi bayi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan hypnobreastfeeding. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan di RS X pada 5 ibu postpartum hari pertama mengatakan ASI nya tidak bisa keluar, ibu merasa tidak percaya diri bahwa ASI nya akan keluar hal ini terutama pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Sehingga kami tertarik melakukan pengabdian masyarakat dengan judul “Hypnobreastfeeding Untuk Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di RS X”. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu postpartum hari pertama spontan maupun SC (Sectio Caesar) di Ruang I RS X dari tanggal 30 Januari-23 Maret 2025. Sampel  pada penelitian semua ibu postpartum hari pertama spontan maupun SC (Sectio Caesar) di ruang I RS X dari tanggal 30 Januari-23 Maret 2025 yang memenuhi inklusi dan eksklusi. Hasil yang didapat penulis menyimpulkan bahwa Hypnobrastfeeding mampu meningkatkan produksi ASI karena memberikan efek rileks, ketenangan fisik, pikiran, dan kenyamanan pada masa menyusui yang dapat memberikan positif feedback mechanism berupa respon peningkatan pelepasan oksitosin dan prolaktin oleh pituitari. Hormon prolaktin berperan dalam merangsang zat gizi untuk sintesis air susu dalam sel-sel sekretorius alveoli. Oksitosin menyebabkan kontraksi mioepitel di sekeliling alveolus dan mengeluarkan air susu (milk ejection).
Penatalaksanaan Anemia Sedang pada Ny. S G1P0A0 Umur 21 Tahun Ernanda, Rika Yunita; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one indicator to measure the level of health of a country. starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, up to family planning. Anemia is one of the indirect causes of death in pregnant women, therefore anemia is a health problem throughout the world, especially in developing countries. The aim of this research is to provide midwifery care to Mrs. S. The research instrument uses a descriptive approach and is documented in SOAP form. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and study of educational lists. This research was conducted in November - Juni 2025. From the results of providing pregnancy care, a problem was found, namely that the mother experienced pregnancy anemia, so she was given Fe tablets according to needs and motivated the mother to consume foods that contain high iron. During labor until postpartum there were no problems, and the mother received vitamin A.     Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Anemia salah satu penyebab kematian tidak langsung pada ibu hamil, maka dari itu anemia menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia terutama negara berkembang. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S. Intsrumen penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi, metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan November- Mei 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami anemia kehamilan sehingga diberikan tablet Fe sesuasi kebutuhan dan memotivasi ibu untuk mengkonsumsi makanan yang mngandung zat besi tinggi. Selama persalinan sampai dengan nifas tidak mengalami masalah, serta ibu mendapatakan vit A. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal.
Edukasi Pijat Common Cold untuk Optimalisai Pertumbuhan pada Anak Fathmah Nurul Aslamiah; Isnawati, Fevi; Limbong, Lusiana Tandi; Margareta, Marisa; Dewi, Putri Astria; Tasik, Yulianti; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute respiratory infections (ARI), including the common cold, are among the leading causes of morbidity in children under five, particularly in areas with poor air quality such as Bulungan Regency, North Kalimantan. One non-pharmacological approach to alleviating common cold symptoms is massage therapy, specifically the common cold massage. This community service program aimed to provide education and hands-on training in common cold massage therapy to health cadres and mothers of toddlers at Posyandu Menur 3, Jelarai Village. The methods included lectures, discussions, demonstrations, and practical sessions with participants. Participants responded enthusiastically and expressed a commitment to applying the massage techniques at home. The massage education program proved effective in enhancing maternal knowledge and skills in managing ARI symptoms in children naturally and has the potential to be a sustainable complementary health intervention within the community.   Abstrak Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), termasuk common cold, merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada anak balita, khususnya di wilayah dengan kualitas udara yang buruk seperti Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala common cold adalah terapi pijat (massage common cold). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan mengenai terapi pijat common cold kepada kader Posyandu dan ibu-ibu balita di Posyandu Menur 3, Desa Jelarai. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung oleh peserta. Respon peserta sangat positif, dengan antusiasme tinggi dan komitmen untuk menerapkan terapi ini secara mandiri. Edukasi pijat common cold efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam penanganan gejala ISPA pada anak secara alami, serta berpotensi menjadi intervensi berkelanjutan di komunitas.                          
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. NA Usia 30 Tahun G3P2A0 dengan KEK dan Kala I Lama di Puskesmas Rizky Rahayu Pradani; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality is defined as all deaths during the period of pregnancy, childbirth and the postpartum period caused by management but not due to other causes such as accidents or incidents. According to the Indonesian Ministry of Health (2023), there were 466 maternal deaths in Central Java Province. In Pekalongan City, based on data from the Pekalongan City Health Service, there were 5 maternal deaths during November 2024 period. Reducing maternal and child mortality rates are priorities for Indonesia's health program. So, midwives must have a midwifery philosophy that emphasizes services for women (Women Centered Care). One of way to improve midwifery  services is implementating Continuity of Care (CoC) Model. CoC is continuous and comprehensive care from pregnancy period until family planning services and the aim of this continuity of care is to prevent complications in pregnancy. The purpose of this case study is the author able to apply theory and practice into real experiences to provide comprehensif Midwifery Care during antenatal, intranatal, postnatal, neonatus and  Family Planning Services. The method is descriptive and the type is Case study by caring of a pregnant woman with gestational age of 20 weeks 5 days in PPS Health Center. The results during comprehensive care found the complications during pregnancy, there were Chronic Energy Deficiency (CED) and Mild Anemia. During the labor stage, found complications, there were prolonged first stage and oligohydramnion, so midwife give the treatment according to the case.  The conclusion is Continuity of Care by the midwife has been provided starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonatus and newborn so that the mother can avoid the complications.     Abstrak Kematian ibu didefinisikan sebagai semua kematian selama periode kehamilan, persalinan, dan nifas yang disebabkan oleh pengelolaannya tetapi bukan karena sebab lain seperti kecelakaan atau insidental. Menurut Kemenkes RI (2023) kasus kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 466 kasus. Di Kota Pekalongan sendiri, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekalongan bahwa kasus kematian ibu per November 2024 adalah sebanyak 5 kasus. Penurunan AKI dan AKB saat ini terus menjadi prioritas program kesehatan Indonesia. Oleh karena itu, bidan harus mempunyai filosofi kebidanan yang menekankan pada pelayanan tehadap perempuan (Women Centered Care). Salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kebidanan adalah menerapkannya model Continuty of Care (COC) yaitu perawatan yang berkesinambungan dan menyeluruh yang diberikan mulai dari masa kehamilan sampai dengan pelayanan keluarga berencana dengan tujuan untuk mencegah komplikasi dalam kehamilan. Tujuan dari studi kasus ini adalah penulis mampu mengaplikasikan teori dan praktek ke dalam pengalaman nyata yaitu dengan melaksanakan asuhan kebidanan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas pelayanan KB serta BBL secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) yaitu dengan cara mengambil kasus ibu hamil dengan usia kehamilan 20 minggu 5 hari di wilayah kerja Puskesmas PPS. Hasil yang diperoleh selama asuhan komprehensif ditemukan peyulit selama kehamilan yaitu ibu mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan Anemia Ringan dan di tahap persalinan ibu mengalami penyulit kala I lama dan Oligohidramnion sehingga diberikan tata laksana sesuai dengan kasus. Kesimpulannya adalah asuhan kebidanan komprehensif telah diberikan dimulai saat hamil, bersalin, nifas, neonatus, bayi baru lahir sehingga ibu terhindar dari komplikasi.
Penatalaksanaan Emesis Gravidarum pada Ny. H G3P2A0 Umur 31 Tahun dengan Pijat Akupresur Sari, Lidia Ratna; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis Gravidarum is a symptom of nausea accompanied by vomiting that occurs in early pregnancy (Niebyl, 2010). The cause of emesis gravidarum is increased levels of the hormones Estrogen, Progesterone and Human Chorionic Gonodothropine (HCG). Nausea and vomiting in pregnancy are often also called "morning sickness". However, around 17% of pregnant women report experiencing nausea and vomiting only in the morning. A prospective study involving 160 mothers found that 74% of mothers reported experiencing nausea with an average duration of 34.6 days. "Morning sickness" occurred in only 1.8% and 80% of mothers reported experiencing nausea that lasted all day. Only half of the mothers reported not experiencing nausea and vomiting after 14 weeks of gestation. The purpose of this study was to provide midwifery care to Mrs. H. The research instrument used a descriptive approach method and was documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in November 2024 - June 2025. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely the mother experienced emesis Gravidarum, so she taught the mother acupressure massage techniques. During labor and postpartum, there were no problems. In newborn care, all were found to be within normal limits. Based on the results of the comprehensive midwifery care report on Mrs. H aged 31 years in Sidorahayu, the researcher obtained the following conclusions: pregnancy care, the mother complained of morning sickness, HB 11 gr / dL, was given comprehensive care with acupressure massage techniques and advised the mother to eat little by little but often. The labor process went smoothly and the mother was given Endorphin massage care to reduce labor pain. The second postpartum care, the mother had no complaints, In newborn care, everything was found to be within normal limits, the baby was given vitamin K 1 mg care, hepatitis B0 immunization and SHK examination. While in family planning care Mrs. H used 3-month injection birth control. It is hoped that the client can apply the midwifery care that has been given so that it can increase knowledge and experience. The family can also be expected to help meet the mother's needs, provide psychological support, carry out the role and function of the family to maintain the health of the mother and child.   Abstrak Emesis Gravidarum adalah gejala mual yang disertai dengan muntah yang terjadi pada awal kehamilan (Niebyl, 2010). Penyebab emesis gravidarum adalah meningkatnya hormon Estrogen, Progesteron dan Human Chorionic Gonodothropine (HCG). Mual dan muntah pada kehamian sering juga disebut ‘’morning sickness’’. Akan tetapi sekitar 17% ibu hamil yang melaporkan mengalami mual dan muntah hanya di pagi hari. Sebuah penelitian prospektif yang melibatkan 160 ibu menemukan bahwa 74% ibu melaporkan mengalami mual dengan durasi rata-rata selama 34,6 hari ‘’morning sickness’’ terjadi hanya pada 1,8% dan 80% ibu melaporkan mengalami mual yang berlangsung sepanjang hari. Hanya setengah dari ibu yang melaporkan tidak mengalami mual muntah setelah usia gestasi 14 minggu. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. H Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024 – Juni 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami emesis Gravidarum, sehingga mengajarkan ibu tehnik pijat akupresur. Selama persalinan sampai dengan nifas tidak mengalami masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal.Berdasarkan hasil laporan asuhan kebidanan komperhensif pada Ny.H umur 31 tahun di sidorahayu, sehingga peneliti memperoleh kesimpulan sebagia berikut asuhan kehmailan, ibu mengeluh mual pada pagi hari, HB 11 gr/dL, diberikan asuhan komperhensif teknik pijat akupresur dan menyarankan ibu untuk makan sedikit-sedikit tapi sering. Proses persalinan berjalan dengan lancar dan ibu diberikan asuhan Endorphin massage untuk mengurangi nyeri persalinan. Asuhan nifas kedua, ibu tidak ada keluahan, Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, bayi diberikan asuhan vitamik K 1 mg, imunisasi hepattis B0 dan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. H menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan klien dapat mengaplikasikan asuhan kebidanan yang telah diberikan sehingga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. Keluarga juga dapat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan ibu, memberikan dukungan psikologis, menjalankan peran dan fungsi keluarga untuk tetap mempertahankan kesehatan ibu dan anak.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Roni Adelena Adelena Adelia Natalia Bria Agan Sridewi Aice Bela Fitriyani Airin Yuniar Alya Fernanda Khairani Ambarwati, Weni Anggi anis farida farida Annasiyah, Sekarsari Annisa Annisa Efrilian Saepudin Any Sugesti Aprillia, Rika Ari Widyaningsih Arini, Alit Dyaning Ashari, Ayu Asmara, Kinanti Asteria Roswita Kue Asti Puspita Astriani, Suci Atika Rizki Suryani Azelia Dewianti Binti Baharuddin, Rasdiana Br. Nainggolan, Julita Cahyaningrum cantika, clarisa martila Carvalho, Filomena de Cholilah, Mila Cici Priskila Cinta Nashita Clarisa Martila Cantika Damaris Nelly Diana Simanjuntak Damayanty, Thisna Dano, Suliani Dayu Kartika Sari Rusanti Defri Novitasari Della Imianuel Resnia Pappang Denok Pratiwi Putri Desi Wijayanti Destia Milda Anggaraini Putri Dewi Maryani Dewi Muawanah Dewi Nuraini Suci Dewi, Putri Astria Dian Wijayati Diana Novita Sari Diens Nanda Diens Nanda Ela Permana Dietha Meidia Puspitasari Dona Rande Bua Dwiyanti, Feni Dyna Mardhiyana Eci Daryanti, Karlina efendi, arifatun Ellenora Lim Elsa Umi Anisa Emi Widowati Emiliana Endang Kartiasih Eni Trisniningtyas erika, nurlia Erma Putri Lestari Ernanda, Rika Yunita Eti Salafas Eva Rizqi Arti Fadilah, Amelia Nur Fajar Andriyani Fatchiyah, Siti Fathmah Nurul Aslamiah Fathul Fentisari Feny Marselina Feny Marselina Fera Aldania Feronika Mirino Fitria Primi Astuti Fitriani, Aice Bela Fitriya, Wahida Fransiska Bertha Verdiawati Galeh Septiar Pontang Grahita Ayu Mumpuni Hapsari Windayanti Helda Trisnawati Helma Heni Setyowati Heni Setyowati Heny Romdiyani Hermalia Andra Ristanti Hery Widijanto Hilma Tunisah Hutahaean, Heldina Ifra Nasye Nababan Iga Rosi Retnawati Ika Supadmi Ikka Bella Seftiyani Ilawati Ilawati Ilya Wanawati Indra Fitriani Indri Wulaningsih Insiyah Nur Fithriani Intan Agustina Sukmajaya Irma Ismawati Irma Suryani Isfaizah Isnawati, Fevi Isni, Fitri Isroatul Koriah Julita Lerim Jumilah Fitriana Jumilah Fitriana Kartika Dian Pertiwi Khamidah Kharisma Mutiara Dewi KHOLIFAH Kiki Wahyuni Kristina Luruk Bria Kurniawati Tri Utami kusbaryati Kustiyono Kusuma Intan Setianing Fifit L. Sihaloho, Maya Lalita Mafudiah lestari, winda Lim, Ellenora Limbong, Lusiana Tandi Linda Lisjarwati Lumbantoruan, Astuty Mandala Putri, Heryn Margareta, Marisa Maria Goreti Benga Maria Pankrasia Koten Maria Skolastika K Martina Sri Rejeki Hutapea Maryani Maryaty Mayasari Aziz Mega Nasanova Meisinta Vika Putri Melati Apriliana Ramadhani Melly Kurniasari Mil'atul Amaniyah Mila Elvi Ekayanti Misnawati Mudrikah Muhammad Luthfi Muslima Mustikawati, Vivin Nababan, Ifra Nasye Nadia Intan Permata Nadia Oktaviana Naila Duriyatul Chusna Najib Nanda Auliya Rosidin Naning Dianasari Nayla Chusna Ni Kadek Cahyaningsih Ni Wayan Putri Utami Nila Trisna Yulianti Ningsih, Kristiyana Tri Rahayu Ninik Christiani Nita Aprilia Devantiyogi Nova Oktaviani Novi Anita, Meilina Novi Melisa Novi Ridianti Novitasari, Ika Agustina Novy Aryani Nur Hasanah Nur Indah Sari Nur Khasanah Nurafni Isrina Nuraini Nurjanah Nurlela Nurliyana Nurmila Nurmina Nurmina Nurmina Nurmina, Nurmina Nurul Deviana Nurul Firdaus Nurul Indah Sari Onesima Yolla H Pertiwi, Juniati Pipit Mawarni Pirawati Prasetyati, Harleen Idha Prisma Linda prizkila, cici Purniyati Purwati Putri Cahya Putri Rahmawati Putri, Risma Aliviani Rahayu, Erna Ramadhani, Melati Apriliana Rambu Lika Yuliana Ratih Kumalasari Reni Barus, Emi Reni Mustikaningrum Reni Saputri Riandari, Dian Ayu Rika Aprillia Rika Yunita Ernanda Rila Aneka Rina Pratiwi Rina Rina Rini Septianasari Rini Septianasari Rini Susanti Riska Dayang Safitri Riska Susanti Risma Asmarani Riva Mustika Anugrah Rizky Rahayu Pradani Rohmini, Samsi Roni, Abdul Rudh Dama Yanthi Rumishi Rusdayanti Rusdayanti Ryan Nabela Maha Rani Ryan Nabela Maha Rani Sabila, Agil Ayu Samsi Rohmini Sandra, Emilia Sani, Mutia Kasih sapitri, dewi sapitri, wiwik Sari, Lidia Ratna Sari, Umi Suci Purnama Septriana Silaban, Erny Setiyowati Setyowati, Reni Sigit Ambar Widyawati Siswati Siti Aisyah Siti Apriyati Siti Musarofah Siti Nurhidayah Sri Murtiningsih Sri Renita Utami Sri Sulistyani Sri Widyawati Sriwahyuni Sry Wahyuni Suarni, Sri Sudarman, Eni Tri Suharni, Heni Sulisnawati Wonggo Supadmi, Ika supraptini, hemi suprikatin, harni Suryaningsih, Lilin Susanti Rahayu Susiawati Tasik, Yulianti Tesa Dwiputri Rahmadhani Titiek Nur Lincayanti Titis Dwicahya Prabaningrum Tiya Kariyani Tri Hidayani Tri Retno Wati Trisna Yulianti, Nila Tuti Emawati Tya Lestari Ucia Rorin Ulya Sesa Febrian Umi Bekti Iriana Untari, Asni Veftisia, Vistra Vioni Jayanti, Vista Vivi Ulviningsih Viviana, Desi Vivin mustika Vivin Mustikawati Wahyu Indah Lestari Wahyu Kristiningrum Wahyu Wulansari, Rizki wahyuni , kiki Wartati Warti Wati, Ambar Wayan Dewi Lestari Widayati Wijayanti, Herning Wiwik Ardhiani Wulan Widi Astuti Yovita Paru Mali Yuli Arianti Yulia Nur Khayati Yuliaji Siswanto Yulianti Yulinda Yasa Putri Yuni Fitria Zainatul Mukaromah Zelda Rizmi Silviana Zusnita, Intan