Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Kesehatan Masyarakat pada Ibu Hamil, Balita, Ibu Menyusui dan Remaja Putri di Rw 3 Kelurahan Genuk Kabupaten Semarang Emi Rafita Sari; Maria Jessyca Tasuib; Desi Viviana; Milya Rizki; Yuliance Kabak; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and child health is an essential component of public health development. Various health problems are still encountered among pregnant women, toddlers, adolescents, and breastfeeding mothers, including nausea and vomiting and back pain during pregnancy, feeding difficulties among toddlers, anemia and menstrual pain among adolescents, and suboptimal breast milk production among breastfeeding mothers. This community midwifery program aimed to improve community knowledge and skills in maintaining health independently through promotive, preventive, educational, and community empowerment approaches in RW 03 Genuk Village, West Ungaran District, Semarang Regency. The methods included community assessment, identification and prioritization of health problems using the Urgency, Seriousness, and Growth (USG) method, planning, implementation, and evaluation. The target groups consisted of pregnant women, toddlers, adolescents, and breastfeeding mothers. Interventions included acupressure education and demonstrations for reducing pregnancy-related nausea and vomiting, prenatal yoga for relieving back pain, Tui Na massage to improve toddlers’ appetite, anemia education and acupressure for menstrual pain management among adolescents, and hypnobreastfeeding for breastfeeding mothers. The results showed an improvement in participants’ knowledge and skills regarding self-health management. High community participation indicated that the community midwifery approach was effective in improving health awareness and promoting positive health behaviors within the community.   Abstrak Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Berbagai permasalahan kesehatan masih ditemukan pada kelompok ibu hamil, balita, remaja, dan ibu menyusui, seperti mual muntah dan nyeri punggung pada kehamilan, kesulitan makan pada balita, anemia dan nyeri haid pada remaja, serta kurang optimalnya produksi ASI pada ibu menyusui. Kegiatan kebidanan komunitas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri melalui pendekatan promotif, preventif, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat di RW 03 Kelurahan Genuk, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan meliputi pengkajian komunitas, identifikasi dan penentuan prioritas masalah dengan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG), perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan terdiri atas ibu hamil, balita, remaja, dan ibu menyusui. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi dan demonstrasi akupresur untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil, prenatal yoga untuk mengurangi nyeri punggung, pijat Tui Na untuk meningkatkan nafsu makan balita, pendidikan kesehatan anemia dan akupresur nyeri haid pada remaja, serta hypnobreastfeeding pada ibu menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai upaya pemeliharaan kesehatan. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa pendekatan kebidanan komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan masyarakat.
Optimalisasi Pijat Counter Pressure untuk Persalinan Aman dan Nyaman di RSUD dr. H Jusuf SK Tarakan Eni Tri Sudarman; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mothers giving birth often experience intense pain and discomfort due to uterine contractions. This pain not only has a physical impact but can also cause stress and anxiety, potentially delaying the labor process. Therefore, efforts to reduce labor pain are a primary focus of midwifery services to ensure a safe and comfortable delivery. One non-pharmacological technique for reducing labor pain is counter pressure massage. Midwives play a crucial role in improving maternal health and well-being, especially during labor. The method used is descriptive. The report is a case study, taking the case of a mother giving birth at dr. H. Jusuf SK Tarakan Regional Hospital. Results obtained during comprehensive care showed that the patient complained of pain during labor, and appropriate management was provided, including counterpressure to reduce pain. The conclusion is that comprehensive midwifery care was provided to the mother, preventing complications and ensuring a safe and comfortable delivery.   Abstrak Ibu melahirkan sering mengalami rasa nyeri yang intens dan ketidaknyamanan akibat kontraksi rahim. Rasa nyeri ini tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga dapat menimbulkan stres dan kecemasan yang berpotensi memperlambat proses persalinan. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi rasa nyeri persalinan menjadi salah satu fokus utama dalam pelayanan kebidanan agar persalinan dapat berlangsung aman dan nyaman. Salah satu teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan adalah pijat counter pressure. Bidan memegang peran penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu terutama dimasa persalinan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) yaitu dengan cara mengambil kasus ibu bersalin di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Hasil yang diperoleh selama asuhan komprehensif pasien mengeluh nyeri saat persalinan sehingga diberikan tata laksana sesuai dengan kasus dan pemberian counter pressure untuk mengurangi nyeri. Kesimpulannya adalah asuhan kebidanan komprehensif telah diberikan pada ibu bersalin sehingga ibu terhindar dari komplikasi dan menjalani persalinannya dengan aman dan nyaman. Disarankan melalui studi kasus asuhan kebidanan ini mahasiswa dapat menerapkan atau mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah didapatkan pada praktik lahan nanti.
Keberhasilan Persalinan Normal pada Ibu Bertubuh Pendek melalui Pendekatan Continuity of Care Rila Aneka Tanjung Sadewi; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This case study describes the implementation of Continuity of Care (CoC) in managing a physiological labor experienced by a mother with a notably short stature of 136 cm, a condition commonly associated with a higher risk of cephalopelvic disproportion (CPD). Despite this anthropometric risk factor, the labor progressed normally from the first to the fourth stage, with no signs of obstruction. Clinical observations showed regular uterine contractions, progressive cervical dilation, effective fetal descent, and an optimal fetal position, indicating adequate pelvic function. Complementary therapies such as counterpressure, warm compresses, and breathing techniques contributed to pain reduction and maternal comfort, supporting labor progress. The newborn’s length of 46 cm was within the lower limit of normal and proportional to maternal stature. The continuous support provided through the CoC approach played a significant role in enhancing maternal readiness, emotional stability, and overall labor outcomes. This case reinforces that maternal height alone is not a definitive predictor of labor complications and highlights the importance of comprehensive, continuous midwifery care.   Abstrak Studi kasus ini menggambarkan penerapan Continuity of Care (CoC) pada ibu dengan tinggi badan 136 cm yang menjalani persalinan fisiologis tanpa tanda-tanda disproporsi kepala–panggul meskipun memiliki faktor risiko antropometri. Proses persalinan berlangsung normal dari kala I hingga kala IV, ditandai dengan kontraksi uterus yang teratur, pembukaan serviks yang progresif, penurunan kepala janin yang baik, serta posisi janin yang optimal. Terapi komplementer seperti counterpressure, kompres hangat, dan teknik pernapasan membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan ibu sehingga mendukung kemajuan persalinan. Bayi lahir dengan panjang 46 cm, masih dalam batas normal dan sesuai dengan karakteristik ibu. Pendekatan CoC yang dilakukan secara berkesinambungan meningkatkan kesiapan fisik dan emosional ibu, serta berkontribusi terhadap keberhasilan persalinan normal. Kasus ini menunjukkan bahwa tinggi badan rendah tidak dapat dijadikan prediktor tunggal hambatan persalinan dan menegaskan pentingnya asuhan kebidanan komprehensif yang berkelanjutan.
Asuhan Komprehensif pada Ibu Hamil Preeklamsia di Puskesmas Jumo Kabupaten Temanggung Rini Setyani; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is defined as the natural process of fertilization or the union of spermatozoa and ovum, followed by nidation or implantation. Pregnancy and childbirth are normal processes, but there is still a 10% chance of someone experiencing complications during pregnancy and childbirth. Preeclampsia is one of the "triad maternal death" or the three main causes of maternal death. Other main causes are infection and hemorrhage. The trend of increasing incidence of preeclampsia in the last two decades is in contrast to the incidence of infection, which has actually decreased due to the development of antibiotic discoveries. The method in this study is descriptive. The type of report used is a case study, namely through a problem related to the case and the actions and reactions of the case to a treatment. The method used by the author is to manage pregnancy cases until referral for delivery with indications of preeclampsia. The results of the study showed that Mrs. N during pregnancy until UK 33 weeks had normal blood pressure and no urinary protein was found. However, before delivery, blood pressure was found to exceed normal limits and urine protein was positive. Initial pre-referral management included administering MgSO4 and nifedipine, as authorized by the midwife at the community health center, as initial treatment, and referral to PKU Muhammadiyah Temanggung Hospital. The care provided was appropriate and comprehensive. Midwives in practice are expected to improve health services, especially for pregnant women, by providing comprehensive care in order to reduce morbidity and mortality rates among mothers and babies.   Abstrak Kehamilan didefinisikan sebagai proses alami dari fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantansi. Proses kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses yang normal, namun masih ada 10% kemungkinan seseorang mengalami komplikasi pada saat hamil dan bersalin. Preeklampsia merupakan satu dari “trias maternal death” atau tiga penyebab utama kematian Ibu. Penyebab utama lainnya adalah infeksi dan perdarahan.. Kecenderungan peningkatan insiden preeklampsia dalam dua dekade terakhir berbeda dengan insiden infeksi yang justru menurun akibat perkembangan temuan antibiotik. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah  studi  kasus (Case  Study),  yakni  melalui  suatu  permasalahan  yang  berhubungan dengan kasus maupun tindakan dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan. Metode yang digunakan penulis yaitu dengan mengelola kasus kehamilan hingga rujukan persalinan dengan indikasi preeklamsia. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Ny. N selama hamil sampai UK 33 minggu Tekanan darah normal dan tidak ditemukan protein urin. Namun menjelang persalinan ditemukan Tekanan darah melampaui batas normal dan protein urine positif. Penatalaksanaan awal Pra rujukan dengan memberikan MgSO4 dan nifedipin sesuai wewenang bidan di Puskesmas sebagai penanganan awal dan melakukan rujukan ke RS PKU Muhammadiyah Temanggung. Asuhan yang diberikan sudah sesuai dan dilakaukan secara komprehensif. Diharapkan para bidan di lahan praktek untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama pada ibu hamil, memberikan asuhan yang komprehensif agar dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun bayi.
Asuhan Kebidanan Komprehensif (COC) pada Ny. SFK P1A0 Hari Ke-3 dengan Produksi ASI Sedikit di Puskesmas Sekaran Kota Semarang Tutuk Wijayantiningrum; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk is the most perfect food for babies in early life. Exclusive breast milk is the most important food for babies, where babies only receive breast milk for the first 6 months since birth. However, the success of exclusive breast milk is influenced by several factors, including maternal, infant, and environmental factors. One of the causes of insufficient breast milk production is the lack of stimulation of the hormones prolactin and oxytocin, both of which play an important role in increasing breast milk production. Another factor is the psychological condition of the breast milk mother, where strong psychological motivation from the mother to breastfeed needs support from the family. Management for breast milk mothers with decreased breast milk production includes providing education to the mother and family (husband) to perform oxytocin massage. The mother also needs family support, especially from her husband and parents living in the same house, so that the mother has strong motivation to breastfeed and believes that her breast milk production is abundant. This case study describes the application of Continuity of Care (CoC) in postpartum mothers with insufficient breast milk production and how to increase breast milk production during breast milk with oxytocin massage and foster motivation for the mother and family support to increase breast milk production so that exclusive breast milk can be given to the baby for up to 6 months. The results of this study are interpreted by the development of outcomes after the intervention, namely increased breast milk production, maternal motivation to breastfeed, and cessation of formula feeding. The results of this study can be concluded that oxytocin massage has a positive effect on increasing breast milk production, thereby increasing confidence and motivation for mothers to only give breast milk to their babies until 6 months of age.   Abstrak ASI merupakan makanan paling sempurna bagi bayi pada awal kehidupan, ASI Eksklusif merupakan makanan terpenting bagi bayi dimana bayi hanya mendapatkan ASI saja selama 6 bulan pertama sejak kelahirannya, namun demikian keberhasilan pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor ibu, bayi dan lingkungan. Salah satu penyebab kurangnya produksi ASI adalah karena kurangnya rangsangan hormone prolaktin dan oksitosin dimana kedua hormone ini berperan penting dalam peningkatan produksi ASI, faktor lainnya adalah kondisi psikologis ibu menyusui dimana kondisi psikologis motivasi yang kuat dari ibu untuk menyusui perlu mendapatkan dukungan dari keluarga. Penatalaksanaan pada ibu menyusui dengan penurunan produksi ASI salah satunya adalah dengan memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga (suami) untuk melakukan pijat oksitosin, ibu juga perlu mendapatkan dukungan keluarga terutama suami dan orang tua yang tinggal satu rumah agar ibu memiliki motivasi kuat untuk menyusui dan yakin bahwa produksi ASInya banyak. Studi kasus ini menggambarkan penerapan Continuity of Care (CoC) pada ibu nifas dengan produksi ASI yang kurang dan bagaimana cara meningkatkan produksi ASI selama menyusui dngan pijat oksitocin dan menumbuhkan motivasi bagi ibu serta dukungan keluarga untuk meningkatkan produksi ASI agar ASI Ekslusif dapat diberikan sampai 6 bulan kepada bayi. Hasil penelitian ini diinterpretasikan dengan perkembangan hasil setelah dilakukan nya intervensi yaitu meningkatnya produksi ASI, motivasi ibu untuk menyusui dan menghentikan pemberian susu formula. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin berpangaruhi positif terhadap peningkatan produksi ASI sehingga meningkatkan keyakinan dan motivasi bagi ibu untuk hanya memberikan ASI saja kepada bayinya sampai usia 6 bulan.
Optimalisasi Kesehatan dan Konsentrasi Anak Melalui Kegiatan Senam Yoga di TPA KB TK Cahya Mentari Gabriella Jessica Eriesti; Risma Aliviani Putri; Rini Susanti; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood is at a crucial developmental stage that lays the foundation for many aspects of their future lives. Therefore, they require optimal and continuous stimulation. At preschool age, children often struggle to sit still and focus during learning activities because their activities are largely physical and play-based. This situation was also found at the Cahya Mentari Kindergarten TPA KB TK Cahya Mentari in West Ungaran, Semarang Regency, where initial observations indicated that some children tended to be easily distracted, lacked focus during learning, and had not received structured stimulation for concentration. Attention and focus are essential for children's cognitive development, so age-appropriate interventions are necessary. One non-pharmacological intervention that can be implemented is children's yoga, which combines physical activity, breathing techniques, and mental focus. This community service activity aims to improve children's health and enhance their learning concentration, as well as educate teachers about the application of children's yoga as an alternative concentration stimulation method. The methods used in this activity include observation and interviews with teachers to identify children's initial conditions, providing education about the benefits of children's yoga, conducting face-to-face initial yoga sessions using animated videos, and evaluation through direct observation and testimonials from teachers and children. This activity was held at the TPA KB TK Cahya Mentari, West Ungaran, Semarang Regency on Friday, October 3, 2025. The results of the activity showed that children were able to follow the yoga session well, appeared calmer, more enthusiastic, and showed increased focus and attention during learning activities. The teacher also mentioned that children's yoga is easy to implement and has the potential to become a routine activity to support the learning concentration of early childhood. Therefore, the application of children's yoga can be an effective alternative stimulation to improve learning concentration in preschool children.   Abstrak Anak-anak usia dini berada pada tahap perkembangan yang krusial yang meletakkan dasar bagi banyak aspek kehidupan mereka di masa depan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan stimulasi terbaik dan berkelanjutan. Pada usia prasekolah, anak-anak sering kesulitan duduk tenang dan fokus selama kegiatan belajar karena aktivitas mereka sebagian besar bersifat fisik dan berbasis permainan. Situasi ini juga ditemukan di TPA KB TK Cahya Mentari di Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, di mana observasi awal menunjukkan bahwa beberapa anak cenderung mudah teralihkan perhatiannya, kurang fokus selama belajar, dan belum menerima stimulasi terstruktur untuk konsentrasi. Perhatian dan fokus merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif anak, sehingga perlu diberikan intervensi yang sesuai dengan karakteristik usia anak. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan adalah yoga anak, yang menggabungkan aktivitas fisik, teknik pernapasan, dan fokus mental. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak dan meningkatkan konsentrasi belajar mereka, serta mendidik guru tentang penerapan yoga anak sebagai alternatif stimulasi konsentrasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi dan wawancara dengan guru untuk mengidentifikasi kondisi awal anak, memberikan edukasi tentang manfaat yoga anak, melaksanakan sesi yoga awal menggunakan media video animasi secara tatap muka, dan evaluasi melalui observasi langsung dan testimoni dari guru dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di TPA KB TK Cahya Mentari, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada hari jumat, 3 oktober 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mampu mengikuti sesi yoga dengan baik, tampak lebih tenang, lebih antusias, dan menunjukkan peningkatan fokus dan perhatian selama kegiatan belajar. Guru juga menyebutkan bahwa yoga anak mudah dilaksanakan dan berpotensi menjadi kegiatan rutin untuk mendukung konsentrasi belajar anak usia dini. Oleh karena itu, penerapan yoga anak dapat menjadi stimulasi alternatif yang efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar pada anak prasekolah.
Kehamilan Usia Terlalu Muda: Studi Asuhan Kebidanan Komprehensif terhadap Dampak Fisiologis dan Psikologis Carollyn Dizzy Sagita; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy at a very young age, especially due to early marriage, is a major risk factor for obstetric complications. Unpreparedness of reproductive organs, immature psychological conditions, and lack of knowledge about maternal health contribute to increased morbidity and mortality of both mothers and infants. This Continuity of Care (CoC) Midwifery Care Report aims to provide a comprehensive overview of the implementation of midwifery care for a pregnant woman who is married and pregnant as a teenager, starting from pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborn care, and family planning services. The research instrument was carried out through interviews and observations assessments, analysis, establishing obstetric diagnoses, planning interventions, implementing care, and continuous evaluation. This COC Midwifery Care was conducted from June to October 2025. The results of care in this case show that early pregnancy causes psychosocial disorders such as anxiety and unpreparedness to become a mother. Through regular antenatal monitoring, intensive education, early detection of complications, family support, and postpartum family planning counseling, risks can be minimized so that the pregnancy and delivery process can proceed safely.   Abstrak Kehamilan pada usia yang terlalu muda, terutama akibat pernikahan dini, merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya komplikasi obstetri. Ketidaksiapan organ reproduksi, kondisi psikologis yang belum matang, serta kurangnya pengetahuan tentang kesehatan maternal berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi. Laporan Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai penerapan asuhan kebidanan pada seorang ibu hamil yang menikah dan hamil di usia remaja, mulai dari masa kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan KB. Instrumen penelitian dilakukan dengan wawancara dengan melakukan pengkajian, analisis, penegakan diagnosis kebidanan, perencanaan intervensi, pelaksanaan asuhan, serta evaluasi secara berkesinambungan. Asuhan Kebidanan COC ini dilakukan pada bula Juni-Oktober 2025 Dari hasil asuhan pada kasus ini salah satunya yaitu menunjukkan bahwa kehamilan usia muda menimbulkan gangguan psikososial seperti kecemasan dan ketidaksiapan menjadi ibu. Melalui pemantauan antenatal yang teratur, edukasi intensif, deteksi dini komplikasi, dukungan keluarga, dan pemberian konseling KB pascapersalinan, risiko dapat diminimalkan sehingga proses kehamilan dan persalinan dapat berlangsung aman.
Peningkatan Literasi Kesehatan dan Kesejahteraan Ibu Hamil melalui Edukasi Terintegrasi dan Praktik Yoga Prenatal Maria Goreti Benga; Ida Sofiyanti; Syarifah Zaidah Putri Al-Hinduan
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The second and third trimesters of pregnancy are often accompanied by physical discomforts such as back pain and anxiety before childbirth. Prenatal yoga is an effective non-pharmacological intervention to improve physical fitness and mental balance for pregnant women. This community service activity aims to increase knowledge as well as the physical and mental readiness of pregnant women through education and prenatal yoga stimulation. The activity was carried out simultaneously in two locations: Klinik Pratama Polda Kaltara (Tarakan) and TPMB Eka Putri (Tanjung Selor) in December 2025. The targets were 10 pregnant women in their second and third trimesters. The methods included theoretical education, video tutorial demonstrations, and prenatal yoga practice (Warrior poses and relaxation). The evaluation was measured using pre-test and post-test instruments and testimonial interviews. The analysis showed a significant increase in knowledge; before the intervention, the majority of participants (80%) were in the "poorly understood" category, which increased to 100% in the "well understood" category after the intervention. Clinically, participants reported reduced back pain, feeling more relaxed, and increased confidence in facing labor. Prenatal yoga stimulation is effective in increasing the knowledge and physical and mental readiness of pregnant women. It is recommended for healthcare facilities to integrate prenatal yoga into routine Antenatal Care (ANC) services.   Abstrak Kehamilan trimester II dan III sering disertai dengan ketidaknyamanan fisik seperti nyeri punggung dan kecemasan menjelang persalinan. Yoga prenatal merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif untuk meningkatkan kebugaran fisik dan keseimbangan mental ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesiapan fisik dan mental ibu hamil melalui edukasi dan stimulasi yoga prenatal. Kegiatan dilaksanakan secara serentak di dua lokasi, yaitu Klinik Pratama Polda Kaltara (Tarakan) dan TPMB Eka Putri (Tanjung Selor) pada Desember 2025. Sasaran kegiatan adalah 10 ibu hamil trimester II dan III. Metode yang digunakan meliputi edukasi teori, demonstrasi video tutorial, dan praktik yoga prenatal (Warrior poses dan relaksasi). Evaluasi keberhasilan diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test serta wawancara testimoni. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana sebelum intervensi mayoritas peserta (80%) berkategori kurang mengerti, meningkat menjadi 100% berkategori sangat mengerti setelah intervensi. Secara klinis, peserta melaporkan berkurangnya keluhan nyeri punggung, perasaan lebih rileks, dan meningkatnya kepercayaan diri dalam menghadapi persalinan.  Stimulasi yoga prenatal efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan fisik maupun mental ibu hamil. Disarankan bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengintegrasikan yoga prenatal ke dalam layanan rutin Antenatal Care (ANC).
Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan pada Balita Gizi Kurang: Evaluation of the Supplementary Feeding Program for Underweight Toddlers Ida Sofiyanti; Kholifah
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i1.4633

Abstract

The government implemented the Supplementary Feeding Programme (PMT) to address the problem of under-five nutrition. The implementation of the PMT programme needs to be evaluated to improve the quality of implementation so as to achieve the set objectives. This study aimed to evaluate the PMT programme made from Local Food Ingredients at Public Health Center Bojong I in Pekalongan district. The research design was qualitative with phenomenological approach in June 2025. The research subjects consisted of main informants, namely the head of the health centre, nutrition officer, MCH coordinator midwife and village midwife. Triangulation informants consisted of health cadres and mothers of under-fives who were malnourished. The sampling technique used convenience sampling. The research instruments were interview guidelines, recording devices and note-taking tools. Data validity used source triangulation. Data analysis was interactive model. Resources in the implementation of the PMT programme at Public Health Center Bojong I involve the head of the public health center, nutrition officers, MCH coordinator midwives and village midwives. Planning includes determining the number of targets, types and ingredients of food, budget and training for village midwives. Implementation of the PMT programme has been carried out in accordance with the technical guidelines, but still faces obstacles. The immediate result of the PMT programme was increase in body weight of undernourished children. The short-term results of the PMT programme was increased knowledge about toddler nutrition and improved skills in feeding malnourished toddlers. The supplementary feeding programme for undernourished children has been running but there are still obstacles. Innovate PMT by involving nutritionists and cadres with attractive local food ingredients that are appealing to toddlers.   Abstrak Pemerintah melaksanakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mengatasi masalah gizi kurang balita. Pelaksanaan program PMT perlu dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan sehingga mencapai tujuan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal di Puskesmas Bojong I Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian dilakukan pada bulan Juni tahun 2025. Subyek penelitian terdiri dari informan utama yaitu kepala puskesmas, petugas gizi, bidan koordinator KIA dan bidan desa. Informan triangulasi terdiri dari kader kesehatan dan ibu balita yang memiliki gizi kurang. Teknik sampling menggunakan convenience sampling. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara, alat perekam dan alat pencatat. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data yaitu model interaktif. Sumber daya dalam pelaksanaan program PMT di Puskesmas Bojong I melibatkan kepala puskesmas, petugas gizi, bidan koordinator KIA dan bidan desa. Perencanaan meliputi menentukan jumlah sasaran, jenis dan bahan makanan, anggaran dan pelatihan bagi bidan desa. Pelaksanaan program PMT telah dilakukan sesuai dengan juknis, namun masih menghadapi kendala. Hasil langsung yang diperoleh dari program PMT adalah peningkatan berat badan balita gizi kurang. Hasil jangka pendek dari program PMT adalah peningkatan pengetahuan tentang gizi balita dan peningkatan ketrampilan dalam pemberian makanan pada balita gizi kurang. Program pemberian makanan tambahan pada balita gizi kurang sudah berjalan namun masih dijumpai kendala. Melakukan inovasi PMT dengan melibatkan petugas gizi dan kader dengan bahan makanan lokal yang menarik dengan cita rasa yang disukai balita.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abda Abda Abdul Roni Adelena Adelena Adelia Natalia Bria Afriyani, Luvi Dian Agan Sridewi Aice Bela Fitriyani Airin Yuniar Alya Fernanda Khairani Ambarwati, Weni Anggi anis farida farida Annasiyah, Sekarsari Annisa Annisa Efrilian Saepudin Any Sugesti Aprillia, Rika Ari Widyaningsih Arini, Alit Dyaning Ashari, Ayu Asmara, Kinanti Asteria Roswita Kue Asti Puspita Astriani, Suci Atika Rizki Suryani Azelia Dewianti Binti Baharuddin, Rasdiana Br. Nainggolan, Julita Cahyaningrum cantika, clarisa martila Carollyn Dizzy Sagita Carvalho, Filomena de Cholilah, Mila Cici Priskila Cinta Nashita Clarisa Martila Cantika Damaris Nelly Diana Simanjuntak Damayanty, Thisna Dano, Suliani Dayu Kartika Sari Rusanti Defri Novitasari Della Imianuel Resnia Pappang Denok Pratiwi Putri Desi Viviana Desi Wijayanti Destia Milda Anggaraini Putri Dewi Maryani Dewi Muawanah Dewi Nuraini Suci Dewi, Putri Astria Dian Wijayati Diens Nanda Diens Nanda Ela Permana Dietha Meidia Puspitasari Dona Rande Bua Dwiyanti, Feni Dyna Mardhiyana Eci Daryanti, Karlina efendi, arifatun Ellenora Lim Elsa Umi Anisa Emi Rafita Sari Emi Widowati Emiliana Endang Kartiasih Eni Tri Sudarman Eni Trisniningtyas erika, nurlia Erma Putri Lestari Ernanda, Rika Yunita Eti Salafas Eva Rizqi Arti Fadilah, Amelia Nur Fajar Andriyani Fatchiyah, Siti Fathmah Nurul Aslamiah Fathul Fentisari Feny Marselina Feny Marselina Fera Aldania Feronika Mirino Fitria Primi Astuti Fitriani, Aice Bela Fitriya, Wahida Fransiska Bertha Verdiawati Gabriella Jessica Eriesti Galeh Septiar Pontang Grahita Ayu Mumpuni Hapsari Windayanti Helda Trisnawati Helma Heni Setyowati Heni Setyowati Heny Romdiyani Hermalia Andra Ristanti Hery Widijanto Hilma Tunisah Hutahaean, Heldina Ifra Nasye Nababan Iga Rosi Retnawati Ika Supadmi Ikka Bella Seftiyani Ilawati Ilawati Ilya Wanawati Indra Fitriani Indri Wulaningsih Insiyah Nur Fithriani Intan Agustina Sukmajaya Irma Ismawati Irma Suryani Isfaizah Isnawati, Fevi Isni, Fitri Isroatul Koriah Julita Lerim Jumilah Fitriana Jumilah Fitriana Kartika Dian Pertiwi Khamidah Kharisma Mutiara Dewi Kholifah KHOLIFAH Kiki Wahyuni Kristina Luruk Bria Kurniawati Tri Utami kusbaryati Kustiyono Kusuma Intan Setianing Fifit L. Sihaloho, Maya Lalita Mafudiah lestari, winda Lim, Ellenora Limbong, Lusiana Tandi Linda Lisjarwati Lumbantoruan, Astuty Mandala Putri, Heryn Margareta, Marisa Maria Goreti Benga Maria Goreti Benga Maria Jessyca Tasuib Maria Pankrasia Koten Maria Skolastika K Martina Sri Rejeki Hutapea Maryani Maryaty Mayasari Aziz Mega Nasanova Meisinta Vika Putri Melati Apriliana Ramadhani Melly Kurniasari Mil'atul Amaniyah Mila Elvi Ekayanti Milya Rizki Misnawati Mudrikah Muhammad Luthfi Muslima Mustikawati, Vivin Nababan, Ifra Nasye Nadia Intan Permata Nadia Oktaviana Naila Duriyatul Chusna Najib Nanda Auliya Rosidin Naning Dianasari Nayla Chusna Ni Kadek Cahyaningsih Ni Wayan Putri Utami Nila Trisna Yulianti Ningsih, Kristiyana Tri Rahayu Ninik Christiani Nita Aprilia Devantiyogi Nova Oktaviani Novi Anita, Meilina Novi Melisa Novi Ridianti Novitasari, Ika Agustina Novy Aryani Nur Hasanah Nur Indah Sari Nurafni Isrina Nuraini Nurjanah Nurlela Nurliyana Nurmila Nurmina Nurmina Nurmina Nurmina, Nurmina Nurul Deviana Nurul Firdaus Nurul Indah Sari Onesima Yolla H Pertiwi, Juniati Pipit Mawarni Pirawati Prasetyati, Harleen Idha Prisma Linda prizkila, cici Purniyati Purwati Putri Cahya Putri Rahmawati Putri, Risma Aliviani Rahayu, Erna Ramadhani, Melati Apriliana Rambu Lika Yuliana Ratih Kumalasari Reni Barus, Emi Reni Mustikaningrum Reni Saputri Riandari, Dian Ayu Rika Aprillia Rika Yunita Ernanda Rila Aneka Rila Aneka Tanjung Sadewi Rina Pratiwi Rina Rina Rini Septianasari Rini Septianasari Rini Setyani Rini Susanti Rini Susanti Riska Dayang Safitri Riska Susanti Risma Asmarani Riva Mustika Anugrah Rizky Rahayu Pradani Rohmini, Samsi Roni, Abdul Rudh Dama Yanthi Rumishi Rusdayanti Rusdayanti Ryan Nabela Maha Rani Ryan Nabela Maha Rani Sabila, Agil Ayu Samsi Rohmini Sandra, Emilia Sani, Mutia Kasih sapitri, dewi sapitri, wiwik Sari, Lidia Ratna Sari, Umi Suci Purnama Septriana Silaban, Erny Setiyowati Setyowati, Reni Sigit Ambar Widyawati Siswati Siti Aisyah Siti Apriyati Siti Musarofah Siti Nurhidayah Sri Murtiningsih Sri Renita Utami Sri Sulistyani Sri Widyawati Sriwahyuni Sry Wahyuni Suarni, Sri Sudarman, Eni Tri Suharni, Heni Sulisnawati Wonggo Supadmi, Ika supraptini, hemi suprikatin, harni Suryaningsih, Lilin Susanti Rahayu Susiawati Syarifah Zaidah Putri Al-Hinduan Tasik, Yulianti Tesa Dwiputri Rahmadhani Titiek Nur Lincayanti Titis Dwicahya Prabaningrum Tiya Kariyani Tri Hidayani Tri Retno Wati Tuti Emawati Tutuk Wijayantiningrum Tya Lestari Ucia Rorin Ulya Sesa Febrian Umi Bekti Iriana Untari, Asni Veftisia, Vistra Vioni Jayanti, Vista Vivi Ulviningsih Viviana, Desi Vivin mustika Vivin Mustikawati Wahyu Indah Lestari Wahyu Kristiningrum Wahyu Wulansari, Rizki wahyuni , kiki Wartati Warti Wati, Ambar Wayan Dewi Lestari Widayati Wijayanti, Herning Wiwik Ardhiani Wulan Widi Astuti Yovita Paru Mali Yuli Arianti Yulia Nur Khayati Yuliaji Siswanto Yuliance Kabak Yulianti Yulinda Yasa Putri Yuni Fitria Zainatul Mukaromah Zelda Rizmi Silviana Zusnita, Intan