Claim Missing Document
Check
Articles

Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI di RS Ken Saras Dwiyanti, Feni; Mila Elvi Ekayanti; Putri Cahya; Ida Sofiyanti; Yulia Nur Khayati; Rini Susanti; Siti Musarofah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding for the first 6 months of a baby's life is crucial, yet many mothers still experience challenges with inadequate milk production. Oxytocin massage is one solution to increase breast milk production by stimulating the oxytocin hormone. This community service aims to improve postpartum mothers' knowledge and understanding of oxytocin massage as an effort to increase breast milk production.The method used was observation with 20 postpartum mother respondents at Ken Saras Hospital. The activity was conducted in three stages: 1) Assessment of mothers' initial knowledge about oxytocin massage, 2) Socialization and practice of oxytocin massage, 3) Evaluation of mothers' knowledge after the education.Pre-test results showed that mothers' initial knowledge was still lacking, especially regarding the definition, benefits, and techniques of oxytocin massage. Mothers' education and occupation factors influenced their knowledge level. After the education, there was a significant increase in knowledge. The average pre-test score of 50.83 increased to 81.66 in the post-test. Mothers gained a better understanding of oxytocin massage as an effort to increase breast milk production.In conclusion, education and practice of oxytocin massage effectively improved postpartum mothers' knowledge about the benefits and techniques of oxytocin massage for smooth breast milk production. The increase in knowledge is expected to encourage mothers to apply oxytocin massage independently. Recommendations include: 1) Conducting health promotion with village midwives and local health centers, 2) Providing education and training on oxytocin massage to posyandu cadres, 3) Conducting ongoing mentoring for postpartum mothers. With these efforts, it is hoped that exclusive breastfeeding coverage can be increased through optimization of mothers' breast milk production using the oxytocin massage method..   Abstrak Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi sangat penting, namun masih banyak ibu yang mengalami kendala produksi ASI yang tidak lancar. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produksi ASI dengan merangsang hormon oksitosin. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu nifas tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi ASI.Metode yang digunakan adalah observasi dengan 20 responden ibu nifas di RS Ken Saras. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap: 1) Kajian pengetahuan awal ibu tentang pijat oksitosin, 2) Sosialisasi dan praktik pijat oksitosin, 3) Evaluasi pengetahuan ibu setelah penyuluhan. Hasil pre-test menunjukkan pengetahuan awal ibu masih kurang, terutama terkait pengertian, manfaat, dan teknik pijat oksitosin. Faktor pendidikan dan pekerjaan ibu berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan. Setelah diberikan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan. Nilai rata-rata pre-test 50,83 meningkat menjadi 81,66 pada post-test. Ibu menjadi lebih memahami tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi ASI.Kesimpulannya, penyuluhan dan praktik pijat oksitosin efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang manfaat dan teknik pijat oksitosin untuk kelancaran produksi ASI. Peningkatan pengetahuan diharapkan dapat mendorong ibu untuk menerapkan pijat oksitosin secara mandiri. Saran yang diberikan antara lain: 1) Melakukan promosi kesehatan bersama bidan desa dan puskesmas setempat, 2) Memberikan penyuluhan dan pelatihan pijat oksitosin kepada kader posyandu, 3) Melakukan pendampingan berkelanjutan pada ibu nifas. Dengan upaya tersebut, diharapkan cakupan ASI eksklusif dapat meningkat melalui optimalisasi produksi ASI ibu dengan metode pijat oksitosin.
Pencegahan Stunting dengan Optimalisasi Kesehatan Reproduksi Sepanjang Daur Kehidupan Ilya Wanawati; Ida Sofiyanti; Tri Hidayani; Ni Kadek Cahyaningsih; Ulya Sesa Febrian; Mila Elvi Ekayanti; Ucia Rorin; Zainatul Mukaromah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public health problems are multi-causal problems, so the solutions must be carried out in a multi-disciplinary manner. Public health as an art/practice has a broad scope. All activities, whether direct or indirect, to prevent disease (preventive), improve health (promotive), therapy (physical, mental, social therapy) are public health efforts. MCH and women's health throughout the life cycle are very important public health problems because they have a big impact on the quality of human resources in one generation. The problem is the lack of knowledge of pregnant women about prenatal yoga in Candirejo Village. Activities are carried out through a community service-based Community Midwifery Care practice program so that students are aware of the conditions and community in their environment. Community Midwifery Care Practices for the Midwife Professional Education Study Program are carried out in Candirejo Village using community service methods, namely counseling, training, coercion and simulation. The results of the activity showed a positive response from Candirejo Village and active community participation, including taking part in work programs carried out by female students. Problems that arise in the health sector, especially pregnant women. Management has been carried out optimally with the result: increasing pregnant women's knowledge about prenatal yoga.   Abstrak Masalah kesehatan masyarakat merupakan masalah yang multi kausal, maka pemecahannya harus secara multi disiplin. Kesehatan masyarakat sebagai seni/praktek mempunyai bentangan yang luas. Semua kegiatan baik yang langsung maupun yang tidak langsung untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi (terapi fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat. KIA dan kesehatan wanita sepanjang siklus kehidupannya merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting karena memiliki dampak yang besar terhadap kualitas sumber daya manusia pada satu generasi. Masalah kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang prenatal yoga yang terdapat di Kelurahan Candirejo. Kegiatan dilaksanakan melalui program praktek Asuhan Kebidanan Komunitas berbasis pengabdian masyarakat sehingga mahasiswa mengetahui terhadap kondisi masyarakat dan lingkungannya. Praktek Asuhan Kebidanan Komunitas Prodi Pendidikan Profesi Bidan dilaksanakan di Kelurahan Candirejo dengan metode pengabdian masyarakat yakni penyuluhan, pelatihan, demonstrasi dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respon positif dari Kelurahan Candirejo dan partisipasi aktif masyarakat diantaranya mengikuti program kerja yang dilakukan oleh mahasiswi. Masalah yang muncul dalam bidang kesehatan khususnya ibu hamil. Penatalaksanaan telah dilakukan secara optimal dengan hasil: peningkatan pengetahuan bumil tentang prenatal yoga.
Literature Review : Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Kehamilan Mandala Putri, Heryn; Vioni Jayanti, Vista; Fadilah, Amelia Nur; Lestari, Winda; Sriwahyuni; Br. Nainggolan, Julita; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) data in 2020, an estimated 295,000 women and adolescent girls died due to complications related to pregnancy and childbirth. Gestational hypertension disorders can cause 10–15% of maternal deaths, especially in developing countries. Gestational hypertension is detrimental to the mother and fetus and carries a risk of experiencing other cardiovascular diseases in the future. The aim of the literature review is to identify factors associated with the incidence of pregnancy hypertension. This research uses a systematic review method, namely a search for both international and national literature. A total of 6 articles sourced from Google Scholar, Garuda, Sinta, Pubmed and Science Direct were reviewed for inclusion criteria, namely articles that could be accessed in full text in PDF format, in Indonesian or English, articles published in 2021-2024. The results of a review of 6 articles show that in general the factors age, parity, knowledge of nutritional intake, health history and nutritional status influence the incidence of hypertension during pregnancy, 1 article states that there is no relationship between age and parity and the incidence of hypertension in pregnancy. The conclusion is that the factors that most influence pregnancy hypertension are knowledge, nutritional intake, health history, especially previous history of hypertension, diabetes mellitus and obesity. It is hoped that health workers will increase education and health education for pregnant women from an early age so that they can avoid the risk factors that cause hypertension and it is hoped that the findings of this research can contribute to the development and improvement of prevention of hypertension in pregnancy.   Abstrak Data World Health Organization (WHO) Tahun 2020, diperkirakan 295.000 perempuan dan remaja perempuan meninggal karena komplikasi terkait kehamilan dan persalinan. Gangguan hipertensi kehamilan (gestasional) dapat menyebabkan 10–15% kematian ibu, terutama di negara berkembang. Hipertensi gestasional ini merugikan bagi ibu dan janin serta berisiko mengalami penyakit kardiovaskular lainnya di kemudian hari. Tujuan dari literatur review adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi kehamilan. Penelitian ini menggunakan metode sistematika review yaitu sebuah pencarian literatur baik internasional maupun nasional. Sebanyak 6 artikel bersumber dari Google Scholar, Garuda, Sinta, Pubmed dan Science Direct ditelaah kriteria inklusi yaitu artikel yang dapat diakses secara full text dalam format pdf, berbahasa Indonesia atau Bahasa inggris, artikel terbitan tahun 2021-2024. Hasil tinjuan dari 6 artikel menunjukkan bahwa secara garis besar faktor umur, paritas, pengetahuan asupan nutrisi, riwayat kesehatan dan status gizi mempengaruhi kejadian hipertensi pada masa kehamilan, 1 artikel mengatakan tidak ada hubungan antara umur dan paritas dengan kejadian hipertensi kehamilan. Kesimpulan faktor yang paling berpengaruh terhadap hipertensi kehamilan adalah pengetahuan, asupan nutrisi, riwayat kesehatan terutama riwayat hipertensi sebelumnya, diabetes melitus dan obesitas. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil sejak dini agar mereka dapat menghindari faktor resiko penyebab hipertensi dan diharapkan temuan penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan peningkatan pencegahan penyakit hipertensi kehamilan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) dengan Bendungan ASI pada Ny. L.M. Carvalho, Filomena de; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are crucial indicators in developing country's health status, especially in developing countries like timorense. Despite a decrease, MMR and IMR in Timor Leste remain high, with the Sustainable Development Goals (SDGs) target of 70 per 100,000 live births for MMR and 12 per 1,000 live births for IMR. In Timorense , in 2015, there was an increase in MMR to 570 per 100,000 live births and IMR to 25 per 100,000 live births. The primary causes of MMR are pre-eclampsia/eclampsia and hemorrhage, while the main causes of IMR are low birth weight (LBW) and asphyxia. To address this issue, efforts are made to ensure that every mother and baby receives quality comprehensive midwifery care, including integrated antenatal care (ANC), delivery assistance by trained health personnel, postnatal care, and family planning services. Indonesia has implemented the Continuity of Care (CoC) program, which provides continuous care from pregnancy to family planning, proven effective in reducing mortality and morbidity rates. Based on this background, the author conducts a case study "Midwifery Care Through Continuity of Care for Mrs. L.M in RT 03Veira mar Village" to apply theoretical and practical knowledge, with the expectation of improving the quality of prospective health workers and the health of mothers and infants in Timorense.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan di suatu negara berkembag, AKI dan AKB di Timor Leste masih tinggi. Pada tahun 2015, 215 per 100.000 dan AKB 25 per 100.000 dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu AKI 70 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 12 terjadi peningkatan AKI menjadi 570 per 100.000 KH dan AKB menjadi 25 per 100.000 KH. Penyebab utama per 1.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu (AKI) dan AKB di Timor Leste masih tinggi, AKI 570 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 25 per 1.000 kelahiran hidup. Di Timor Leste, pada tahun 2015 AKI adalah pre-eklamsi/eklamsi dan perdarahan, sedangkan penyebab utama AKB adalah BBLR dan asfiksia. Timor Leste AKI dan AKB yaitu AKI 94 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 25 per 1.000 kelahiran hidup, pada tahun 2015 terjadi peningkatan AKI menjadi 215 per 100.000 KH dan AKI meningkat 570 per 100.000 dan AKB menjadi 25 per 100.000 KH. Penyebatama AKI adalah pre-eklamsi/eklamsi dan perdarahan,dan  penyebab utama AKB  adalah BBLR dan asfiksia.
Yoga pada Anak di TK Nusantara Wati, Ambar; Viviana, Desi; Sofiyanti, Ida; Isfaizah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this sevice is to increase the learning concentration of preschool aged children by implementing  childrn’s yoga. This service was carried out at TK Nusantara on Saturday 15 Juni 2024 at 08.00-09.00 for 35 students. This activity begins by providing education about children’s yoga and teaching children yoga movements which include ballon breathing, bee breathing, butterfly posture, dragon posture, star posture, aiplane posture. Snake posture, silent relaxation and fruit meditation. Result is the service went smoothly and the children’s enthusiasm was high in doing children’s yoga movements, Children’s yoga can increase learning concentration in preschool children and teachers are expected to dot his yoga in ice breaking sessions during class time to refresh children’s brains. Abstrak Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak usia prasekolah dengan penerapan yoga anak. Pengabdian  ini dilakukan di TK Nusantara pada hari Sabtu tanggal 15 Juni 2024 pukul 08.00-09.00 sebanyak 35 siswa. Kegiatan ini dimulai dengan memberikan edukasi tentang yoga anak dan mengajarkan anak gerakan yoga yang meliputi napas balon, napas lebah, postur kupu-kupu, postur naga, postur bintang, postur pesawat, postur ular, relaksasi diam dan meditasi buah. Pengabdian berjalan dengan lancar dan antusiasme anak tinggi dalam melakukan gerakan yoga anak dan meningkatkan konsentrasi belajar anak melalui yoga anak. yoga anak mampu meningkatkan konsentrasi belajar pada anak usia prasekolah dan diharapkan guru melakukan yoga ini di sesi-sesi ice breaking jam pelajaran untuk merefresh otak anak.
Literatur Review : Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Stunting pada Anak Sri Sulistyani; Annasiyah, Sekarsari; Khasanah, Nur; Setyowati, Reni; Zusnita, Intan; Lisjarwati; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children under five caused by chronic malnutrition, recurrent infectious diseases, and inadequate psychosocial stimulation. The problem of stunting in Indonesia is still a problem that receives major attention in the health sector, especially in nutrition. A child under five who is stunted will have an impact on the child's physical growth, motoric and verbal development, hamper the child's intelligence, be vulnerable to both infectious and non-communicable diseases, have lower productivity when the child enters adulthood, and have the potential to be at risk of being overweight and obese. A review of journals is needed with the aim of finding out the factors related to the incidence of stunting in toddlers so that the problem of stunting in Indonesia can be resolved properly. The method used in this research is Systematic Literature Review (SLR) originating from a National journal regarding factors related to stunting in Indonesia using a cross sectional and case control research design. The results obtained in this study show that the direct causal factor that plays the most role in the incidence of stunting is a history of infectious disease. Direct causal factors that have an important role in the incidence of stunting are a history of exclusive breastfeeding, birth weight/LBW, and family socio-economic status. The nutritional status of stunted toddlers is an accumulation of previous eating habits, so that feeding patterns on certain days cannot directly affect their nutritional status. The key to success in fulfilling children's nutrition lies in the mother. Good eating habits are very dependent on the mother's knowledge and skills in how to prepare food that meets the nutritional requirements. Factors determining this relationship include ANC services, exclusive breastfeeding, child immunization history and the mother's consumption of Fe tablets during pregnancy on the incidence of stunting in pre-aged children. school.   Abstrak Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, penyakit infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Permasalahan stunting di Indonesia masih menjadi permasalahan yang mendapatkan perhatian utama dalam bidang kesehatan terutama dalam masalah gizi. Seorang anak balita yang mengalami stunting akan berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan motorik dan verbal sang anak, menghambat kecerdasan anak, rentan baik terhadap penyakit menular maupun tidak menular, produktivitas menjadi semakin rendah pada saat anak memasuki usia dewasa, dan berpeluang berisiko overweight dan obesitas. Review pada jurnal diperlukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita sehingga permasalahan stunting di Indonesia dapat terselesaikan dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review (SLR) berasal dari jurnal Nasional mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting di Indonesia dalam dengan menggunakan rancangan penelitian berupa cross sectional dan case control. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini bahwa faktor penyebab langsung yang paling berperan terhadap kejadian stunting adalah riwayat penyakit infeksi. Faktor penyebab langsung yang memiliki peran penting dalam kejadian stunting yaitu riwayat ASI eksklusif, berat badan lahir/BBLR, dan status sosial ekonomi keluarga. status gizi balita stunting merupakan akumulasi dari kebiasaan makan terdahulu, sehingga pola pemberian makan pada hari tertentu tidak dapat langsung mempengaruhi status gizinya. Kunci keberhasilan dalam pemenuhan gizi anak terletak pada ibu. Kebiasaan makan yang baik sangat tergantung kepada pengetahuan dan ketrampilan ibu akan cara menyusun makanan yang memenuhi syarat zat gizi faktor penentu hubungan tersebut antara lain pelayanan ANC, ASI eksklusif, riwayat imunisasi anak dan konsumsi pemberian tablet Fe ibu selama kehamilan terhadap kejadian stunting pada anak usia pra sekolah.
Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi Asi pada Ibu Nifas Post SC Wiwik Ardhiani; Siti Musarofah; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mother's milk (breast milk) is the best food for a newborn and is the only healthful food the baby needs in the first months of its life. Breast-feeding benefits of infants are Acceptedthose that protect them from infection, diarrhea, and allergies, enhance their relationship with the mother, and increase her resistance, while mothers' benefits are satisfying, more practical, cheaper and thus procrastinating. Breast feeding in the first days after childbirth is due to a lack of oxytocin and prolactin hormones that contribute to the fluency of production so that it requires an alternative action or an expeditious action of oxytocin massage, since oxytocin massage is so effective at encouraging breast emissions. Purpose: carry out an oxytocin massage on the miss nifas post sc H-1 and an evaluation of oxytocin massage on the nifas post sc H-1. Method: Doing a review of the post sc H-1 mothers' knowledge of oxytocin massage and the lack of systematic management with oxytocin massage and then provide a health education on oxytocin massage and, lastly, an evaluation by responding methods and improving the mother and family skills on oxytocin massage. Results: the pre-test post-test mothers' lowest score is 50 and the highest score is 65. And the average is 60. The lowest post-test results of the post-test mother post indicate scores are 80 and 100 higher while the average average is 89.33. These results indicate that the mother's lack of knowledge about oxytocin massage. Conclusion: health education at the post mortem in the diamond room, Ken saras hospital's 15 post-post mothers did so over a week. From the activity comes increased knowledge of the post mother post mortem after given health education.   Abstrak Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir dan merupakan satu-satunya makanan sehat yang diperlukan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Manfaat ASI untuk bayi adalah melindungi dari penyakit infeksi, diare, dan alergi, mempererat hubungan dengan ibu, dan meningkatkan daya tahan ibu, sedangkan manfaat untuk ibu adalah memberikan kepuasan, lebih praktis, murah dan dapat menunda masa subur. ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan yang disebabkan kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan prolaktin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI sehingga dibutuhkan upaya tindakan alternatif atau penatalaksanaan berupa pijat oksitosin, karena pijat oksitosin sangat efektif membantu merangsang pengeluaran ASI. Tujuan: Melaksanakan kegiatan pelaksanaan pijat oksitosin pada ibu nifas post SC H1 dan melakukan evaluasi pengetahuan pijat oksitosin pada ibu nifas post SC H-1. Metode: Melakukan pengkajian pengetahuan ibu post SC H1 tentang pijat oksitosin dan kurangnya pengetahuan penanganan secara komplementer dengan pijat oksitosin kemudian memberikan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin dan yang terakhir melakukan evaluasi dengan metode responsi dan meningkatkan keterampilan ibu dan keluarga tentang pijat oksitosin. Hasil: Hasil pre-test ibu post partum di dapatkan nilai terendah 50 dan nilai tertingginya adalah 65. Sementara nilai rata-ratanya adalah 60. Hasil post-test ibu post partum di dapatkan nilai terendah adalah 80 dan nilai tertinggi 100 sementara nilai rata-ratanya adalah 89,33. Hasil ini menunjukkan bahwa masih kurangnya pengetahuan ibu post partum tentang pijat oksitosin. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan pada ibu post partum di ruang Intan, RS Ken saras yang berjumlah 15 ibu post partum yang dilakukan selama 1 minggu. Dari kegiatan tersebut terjadi peningkatan pengetahuan ibu post partum setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Baby Spa Dan Baby Massage Berpengaruh terhadap Kuantitas Tidur Bayi 3-6 Bulan di Wonosobo: Baby Spa and Baby Massage Influence the Sleep Quantity of 3-6 Month Babies in Wonosobo Naila Duriyatul Chusna; Sofiyanti, Ida
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.279

Abstract

Sleep is an important factor in the growth and development of the baby, growth hormone will be three times more during sleep than when the baby is awake. The benefits of this baby spa can provide a sense of calm, comfort, and freshness. So that you sleep more soundly so that you can increase the number of hours of sleep during the day and night. Massage is a touch therapy needed for basic needs in babies. When the baby is massaged it will create a sense of security and comfort so it can increase serotonin secretion which will suppress the activity of the reticular activating system and cause drowsiness. This type of research is aquasi-experimental quantitative research using a twogroup pretest posttest design. With the number of samples due to 2 independent variables then 15 x 2 = 30 samples. The instrument in this study was to use an observation sheet for the quantity of sleep for infants 3-6 months. Data analysis using paired t-test. The paired sample t-test produces a p value of baby spa is .000 and the p value of baby massage is .000, the value is <0.05. for the effect test carried out using an independent sample test where the results obtained a p value of .026, the value is <0.05. Baby spa and baby massage have an influence on the quantity of sleep for babies 3-6 months at Ceria Mom & Baby Spa Wonosobo. ABSTRAK Tidur menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi, hormon pertumbuhan akan tiga kali lipat lebih banyak saat tidur dibandingkan saat bayi bangun. Manfaat baby spa ini dapat memberikan rasa tenang, nyaman, dan segar. Sehingga tidur lebih nyenyak sehingga dapat menambah jumlah jam tidur siang dan malamnya. Massage merupakan terapi sentuh yang dibutuhkan bagi kebutuhan dasar pada bayi. Ketika bayi dipijat akan menimbulkan rasa aman dan nyaman maka dapat meningkatkan sekresi serotonin yang akan menekan aktivitas sistem pengaktivasi retikularis dan mengakibatkan kantuk Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperimen yang menggunakan rancangan two group pretest posttest design. Dengan jumlah sampel karena 2 variabel independent maka 15 x 2 = 30 sampel. Instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan lembar observasi kuantitas tidur bayi 3-6. Analisa data menggunakan uji paired T-test. uji paired sample t-test menghasilkan p value dari baby spa adalah .000 dan pada p value baby massage .000 maka nilai tersebut <0,05.  Untuk uji pengaruh yang dilakukan menggunakan independent sample test dimana mendapat hasil p value .026 maka nilai tersebut <0,05. Baby spa dan baby massage mempunyai pengaruh terhadap kuantitas tidur bayi 3-6 bulan di ceria mom & baby spa Wonosobo.
DUREN GELIS (Posbindu Remaja untuk Generasi Milenial Sehat) sebagai Langkah Deteksi dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular pada Remaja Usia Sekolah Pertiwi, Kartika Dian; Sswanto, Yuliaji; Sofiyanti, Ida
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.666 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.753

Abstract

Current health burden shows a shift in trends from communicable diseases to increasing non-communicable diseases (NCD). Therefore it is very important if health services are directed to promotive and preventive efforts, such as through health promotion. Teen Health Survey results show increasing obesity disorders, smoking cases, symptoms of diabetes mellitus and hypertension among students. At present, the risk of noncommunicable diseases has already affected young people of school age. Noting this condition, the formation of Posbindu Non-Communicable Diseases (PTM) in schools is considered to be a solution as a step to detect and control PTM risk factors in adolescents. Community service activities DUREN GELIS (Posbindu Adolescent for Healthy Millennial Generation) as a Detection and Control of Non-Communicable Diseases in School Age Adolescents aims to reduce the number of non-communicable diseases in adolescents through early detection of the risk of non-communicable diseases. This activity begins with the preparation phase to obtain an overview of the partners' health conditions followed by the transfer of knowledge related to non-communicable diseases and the postbindu in stages I and II. In stage 2 an initiation or formation of a school health cadre of 23 students was carried out, followed by an early PTM risk detection skills training activity using several medical devices. This activity takes place from January to April 2020. Community service activities DUREN GELIS (Posbindu Adolescent for Healthy Millennial Generation) as a Detection and Control of Non-Communicable Diseases in School Age Adolescents has a positive influence on students' knowledge of non-communicable and posbindu diseases, things this is evidenced by the increase in the number of students in the good knowledge category and the sustainability of the program implementation for partners which is held once a month every Friday the first weekABSTRAK Beban kesehatan pada saat ini menunjukkan adanya pergeseran tren dari penyakit menular menjadi meningkatnya penyakit tidak menular atau non-communicable diseases (NCD). Maka dari itu sangat penting jika pelayanan kesehatan diarahkan ke upaya-upaya promotif dan preventif, seperti lewat promosi kesehatan. Hasil Survei Kesehatan Remaja menunjukkan makin meningkatnya gangguan obesitas, kasus merokok, gejala diabetes mellitus serta hipertensi dikalangan pelajar. Saat ini, resiko penyakit tidak menular sudah menyerang kaum remaja usia sekolah. Memperhatikan kondisi seperti ini, pembentukan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) di sekolah dirasa dapat menjadi solusi sebagai langkah deteksi dan pengendalian faktor risiko PTM pada remaja. Kegiatan pengambdian kepada masyarakat DUREN GELIS (Posbindu Remaja untuk Generasi Milenial Sehat) sebagai Langkah Deteksi dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular pada Remaja Usia Sekolah bertujuan untuk menurunkan angka penyakit tidak meular pada remaja melalui deteksi dini risiko penyakit tidak menular. Kegiatan ini diawali dengan tahap persiapan untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan mitra dilanjutkan dengan transfer knowledge terkait penyakit tidak menular dan posbindu pada kegiatan tahap I dan II. Pada tahap 2 juga dilakukan inisiasi atau pembentukan kader kesehatan sekolah yang berjumlah 23 orang siswa, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan keterampilan deteksi dini risiko PTM mempergunakan beberapa alkes. Kegiatan ini berlansung dari bulan januari hingga april 2020. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat DUREN GELIS (Posbindu Remaja untuk Generasi Milenial Sehat) sebagai Langkah Deteksi dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular pada Remaja Usia Sekolah memberikan pengaruh positif pada pengetahuan siswa terhadap penyakit tidak menular dan posbindu, hal ini terbukti dengan peningkatan jumlah siswa dengan kategori pengetahuan baik dan keberlanjutan pelaksanaan program pada mitra yang dilaksanakan sebulan sekali setiap hari jumat minggu pertama.
Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Kesehatan Mental Anak dengan Yoga di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Sofiyanti, Ida; Astuti, Fitria Primi; Setyowati, Heni
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.795 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.765

Abstract

The condition of the Covid-19 Pandemic will affect social restrictions, including small groups, namely families and children. This change will affect the daily life of the child, namely physical activity and mental health in the child because it changes too fast. These social restrictions make children bored because they have to stay at home and not interact with their friends. A study says the problems that often arise when having to stay at home or stay at home are stress, increased sensitivity in children, temper tantrums. spoiled and not independent One easy method to overcome problems in children in the adaptation of new habits through child yoga. Yoga. This community service helps children to improve their physical abilities and optimal emotional abilities. This stage in community service consists of, stage 1, which is looking for groups of school-age children who will be the targets of implementing children's yoga activities. Stage 2 is the implementation of children's yoga practice activities which are carried out for one month and are divided into 4 sessions. Stage 3 is the children's testimony after doing the children's yoga postures.Yoga is very useful for helping children in facing the adaptation period of new habits by doing physical exercise with yoga where yoga can improve physical and mental health in children. Yoga is done in a fun way because children are invited to play and develop their imagination in doing yoga postures.AbstrakKondisi Pandemi Covid-19 ini akan berpengaruh kepada pembatasan sosial masyarakat termasuk kelompok kecil yaitu keluarga dan anak. Perubahan ini akan berpengaruh pada keseharian anak yaitu aktivitas fisik dan kesehatan jiwa pada anak karena terjadi perubahan terlalu cepat. Pembatasan sosial ini membuat anak menjadi bosan karena mereka harus berdiam di rumah dan tidak berinterkasi dengan teman-temanya. Sebuah penelitian mengatakan problema yang sering muncul ketika harus stay at home atau tinggal di rumah adalah stress, sensitifitas pada anak meninggi, temper-tantrum. manja dan tidak mandiri. Salah satu metode yang mudah untuk mengatasi masalah pada anak di masa adaptasi kebiasaan baru melalui yoga anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu anak meningkatkan kemampuan fisik dankemampuan emosianal secara optimal. Tahapan dalam pengabdian masyarakat ini terdiri dari, tahap 1 yaitu mencari kelompok anak usia sekolah yang akan menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan yoga anak. Tahap 2 yaitu pelaksanaan kegiatan praktek yoga anak yang dilakukan selama satu bulan dan dilakukan 4 sesi setiap akhir minggu. Tahap 3 yaitu testimoni anak-anak setelah melakukan postur yoga anak.Yoga sangat bermanfaat untuk membantu anak-anak dalam menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru dengan melakukan olah fisik dengan yoga dimana yoga mampu meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada anak. Yoga dilakukan secara menyenangkan karena anak diajak untuk bermain, dan mengembangkan imajinasinya dalam melakukan postur yoga.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abda Abda Abdul Roni Adelena Adelena Adelia Natalia Bria Agan Sridewi Aice Bela Fitriyani Airin Yuniar Alya Fernanda Khairani Ambarwati, Weni Anggi anis farida farida Annasiyah, Sekarsari Annisa Annisa Efrilian Saepudin Any Sugesti Aprillia, Rika Ari Widyaningsih Arini, Alit Dyaning Ashari, Ayu Asmara, Kinanti Asteria Roswita Kue Asti Puspita Astriani, Suci Atika Rizki Suryani Azelia Dewianti Binti Baharuddin, Rasdiana Br. Nainggolan, Julita Cahyaningrum cantika, clarisa martila Carollyn Dizzy Sagita Carvalho, Filomena de Cholilah, Mila Cici Priskila Cinta Nashita Clarisa Martila Cantika Damaris Nelly Diana Simanjuntak Damayanty, Thisna Dano, Suliani Dayu Kartika Sari Rusanti Defri Novitasari Della Imianuel Resnia Pappang Denok Pratiwi Putri Desi Wijayanti Destia Milda Anggaraini Putri Dewi Maryani Dewi Muawanah Dewi Nuraini Suci Dewi, Putri Astria Dian Wijayati Diens Nanda Diens Nanda Ela Permana Dietha Meidia Puspitasari Dona Rande Bua Dwiyanti, Feni Dyna Mardhiyana Eci Daryanti, Karlina efendi, arifatun Ellenora Lim Elsa Umi Anisa Emi Widowati Emiliana Endang Kartiasih Eni Tri Sudarman Eni Trisniningtyas erika, nurlia Erma Putri Lestari Ernanda, Rika Yunita Eti Salafas Eva Rizqi Arti Fadilah, Amelia Nur Fajar Andriyani Fatchiyah, Siti Fathmah Nurul Aslamiah Fathul Fentisari Feny Marselina Feny Marselina Fera Aldania Feronika Mirino Fitria Primi Astuti Fitriani, Aice Bela Fitriya, Wahida Fransiska Bertha Verdiawati Gabriella Jessica Eriesti Galeh Septiar Pontang Grahita Ayu Mumpuni Hapsari Windayanti Helda Trisnawati Helma Heni Setyowati Heni Setyowati Heny Romdiyani Hermalia Andra Ristanti Hery Widijanto Hilma Tunisah Hutahaean, Heldina Ifra Nasye Nababan Iga Rosi Retnawati Ika Supadmi Ikka Bella Seftiyani Ilawati Ilawati Ilya Wanawati Indra Fitriani Indri Wulaningsih Insiyah Nur Fithriani Intan Agustina Sukmajaya Irma Ismawati Irma Suryani Isfaizah Isnawati, Fevi Isni, Fitri Isroatul Koriah Julita Lerim Jumilah Fitriana Jumilah Fitriana Kartika Dian Pertiwi Khamidah Kharisma Mutiara Dewi KHOLIFAH Kiki Wahyuni Kristina Luruk Bria Kurniawati Tri Utami kusbaryati Kustiyono Kusuma Intan Setianing Fifit L. Sihaloho, Maya Lalita Mafudiah lestari, winda Lim, Ellenora Limbong, Lusiana Tandi Linda Lisjarwati Lumbantoruan, Astuty Mandala Putri, Heryn Margareta, Marisa Maria Goreti Benga Maria Pankrasia Koten Maria Skolastika K Martina Sri Rejeki Hutapea Maryani Maryaty Mayasari Aziz Mega Nasanova Meisinta Vika Putri Melati Apriliana Ramadhani Melly Kurniasari Mil'atul Amaniyah Mila Elvi Ekayanti Misnawati Mudrikah Muhammad Luthfi Muslima Mustikawati, Vivin Nababan, Ifra Nasye Nadia Intan Permata Nadia Oktaviana Naila Duriyatul Chusna Najib Nanda Auliya Rosidin Naning Dianasari Nayla Chusna Ni Kadek Cahyaningsih Ni Wayan Putri Utami Nila Trisna Yulianti Ningsih, Kristiyana Tri Rahayu Ninik Christiani Nita Aprilia Devantiyogi Nova Oktaviani Novi Anita, Meilina Novi Melisa Novi Ridianti Novitasari, Ika Agustina Novy Aryani Nur Hasanah Nur Indah Sari Nurafni Isrina Nuraini Nurjanah Nurlela Nurliyana Nurmila Nurmina Nurmina Nurmina Nurmina, Nurmina Nurul Deviana Nurul Firdaus Nurul Indah Sari Onesima Yolla H Pertiwi, Juniati Pipit Mawarni Pirawati Prasetyati, Harleen Idha Prisma Linda prizkila, cici Purniyati Purwati Putri Cahya Putri Rahmawati Putri, Risma Aliviani Rahayu, Erna Ramadhani, Melati Apriliana Rambu Lika Yuliana Ratih Kumalasari Reni Barus, Emi Reni Mustikaningrum Reni Saputri Riandari, Dian Ayu Rika Aprillia Rika Yunita Ernanda Rila Aneka Rina Pratiwi Rina Rina Rini Septianasari Rini Septianasari Rini Setyani Rini Susanti Rini Susanti Riska Dayang Safitri Riska Susanti Risma Asmarani Riva Mustika Anugrah Rizky Rahayu Pradani Rohmini, Samsi Roni, Abdul Rudh Dama Yanthi Rumishi Rusdayanti Rusdayanti Ryan Nabela Maha Rani Ryan Nabela Maha Rani Sabila, Agil Ayu Samsi Rohmini Sandra, Emilia Sani, Mutia Kasih sapitri, dewi sapitri, wiwik Sari, Lidia Ratna Sari, Umi Suci Purnama Septriana Silaban, Erny Setiyowati Setyowati, Reni Sigit Ambar Widyawati Siswati Siti Aisyah Siti Apriyati Siti Musarofah Siti Nurhidayah Sri Murtiningsih Sri Renita Utami Sri Sulistyani Sri Widyawati Sriwahyuni Sry Wahyuni Suarni, Sri Sudarman, Eni Tri Suharni, Heni Sulisnawati Wonggo Supadmi, Ika supraptini, hemi suprikatin, harni Suryaningsih, Lilin Susanti Rahayu Susiawati Syarifah Zaidah Putri Al-Hinduan Tasik, Yulianti Tesa Dwiputri Rahmadhani Titiek Nur Lincayanti Titis Dwicahya Prabaningrum Tiya Kariyani Tri Hidayani Tri Retno Wati Trisna Yulianti, Nila Tuti Emawati Tutuk Wijayantiningrum Tya Lestari Ucia Rorin Ulya Sesa Febrian Umi Bekti Iriana Untari, Asni Veftisia, Vistra Vioni Jayanti, Vista Vivi Ulviningsih Viviana, Desi Vivin mustika Vivin Mustikawati Wahyu Indah Lestari Wahyu Kristiningrum Wahyu Wulansari, Rizki wahyuni , kiki Wartati Warti Wati, Ambar Wayan Dewi Lestari Widayati Wijayanti, Herning Wiwik Ardhiani Wulan Widi Astuti Yovita Paru Mali Yuli Arianti Yulia Nur Khayati Yuliaji Siswanto Yulianti Yulinda Yasa Putri Yuni Fitria Zainatul Mukaromah Zelda Rizmi Silviana Zusnita, Intan