Articles
KELELAWAR PEMAKAN BUAH SEBAGAI POLINATOR YANG DIIDENTIFIKASI MELALUI POLEN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI SUMBER PAKANNYA DI KAWASAN SEKTOR LINGGARJATI, TAMAN NASIONAL CIREMAI JAWA BARAT
Maryati, Maryati;
Kartono, Agus Priyono;
Maryanto, Ibnu
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 5 (2008): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/jbi.v4i5.3217
ABSTRACTPollinator Bat Identification Based on Pollen as Feed Resources at LinggarjatiDistrict-Ciremai National Park, West Jawa. Pollen identification that used for feedresources by six species of frugivorous bats from Ciremai National Park was identifiedunder microscope. The results shown that are known 21 species as important plants forbats and in the contrast possibly for bats as pollinator. By the principle componentanalysis and cluster grouping based on Euclidian distance indicated that Aethalops alecto,Chironax melanocephalus as important polinator role in primary forest and high in elevationlevel, C. brachyotis and Macroglossus sobrinus in secondary or fragmented forest andMegaerops kusnotoi in lower primary forest and Cynopterus tittacheilus is important rolefor intermediate area between primary and secondary forest and at lower elevation range.On the niche overlaps analysis indicated that the highest overlaps were known in C.brachyotis and M. sobrinus (0.881) but the lowest in niche overlaps between M. sobrinusand C. melanocephalus (0.288)Key words: pollen, bats, feed resources
AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK HEKSAN, EKSTRAK ETIL ASETAT, EKSTRAK ETANOL BUAH MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L ) TERHADAP SEL T47D
Maryati, Maryati;
Anas, Ahmad Novian Nur;
Khairudin, Muhammad Nur
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/pharmacon.v17i1.10761
Noni fruit (Morinda citrifolia L) is one of the natural ingredients commonly used as traditional medicine to overcome various diseases, such as cancer. Noni fruit contains anthraquinone and coumarin which have anticancer effects. This study aims to determine the cytotoxic effects of n-hexane, ethyl acetate and ethanol extract of noni fruit and to determine the presence of anthraquinone and coumarin in the extract. Extraction was carried out by maceration method using n-hexane, followed by ethyl acetate and ethanol. The cytotoxic activity on T47D cells was carried out by the MTT method. The presence of anthraquinone and coumarin was identified using thin layer chromatography (TLC). Results showed that n-hexane extract had moderate cytotoxic effect on T47D cells with IC50 value of 582.13 ± 61.64 µg/mL, while the ethanol and ethyl acetate extract did not have cytotoxic effect on T47D cells. TLC results indicated that n-hexane extract of noni fruit contains anthraquinone and coumarin.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF NARASI MELALUI DISCOVERY LEARNING
Maryati, Maryati;
Sunloy, Pasnieni Belandina
Jurnal Holistika Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peningkatan kemampuan siswa dalam penulisan paragraf narasi bahasa Indonesia denganmenggunakan model pembelajaran discovery learning telah dilaksanakan pada siswa kelas V ( lima )SDN Palmeriam 02 Petang Jakarta Timur tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah 40 orang siswa.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penulisan paragraf narasibahasa Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Teknik pengumpulandata yang digunakan adalah observasi dan tes. Penerapan model pembelajaran discovery learningterbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam penulisan paragraf narasi bahasa Indonesia
Model Rancangan Balance Scorecard (BSC) Bank Syariah Menuju Bank Yang Profesional Dalam Sistem Operasionalnya
Maryati, Maryati
Syntax Idea Vol 1 No 8 (2019): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36418/syntax-idea.v1i8.111
Bank syariah ialah bank yang operasionalnya mempunyai pedoman pada usaha yang dilakukan seperti pada zaman Rasullullah SAW. Bentuk-bentuk usaha yang sudah ada sebelumnya yang diperbolehkan oleh Rasul atau dalam bentuk-bentuk usaha baru yang merupakan hasil ijtihad dari para tokoh agama yang tidak melenceng dari AL Qur’an dan Al Hadist. Pada Bulan Mei 2019 pemerintah mengeluarkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024, dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Penguatan halal value chain dengan fokus sektor yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi, (2) Penguatan sektor keuangan syariah dengan rencana induk yang sudah terdapat dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI), (3). Penggerak utama halal value chain adalah dengan penguatan sektor UMKM, dan (4) Perdagangan dan keuangan adalah penguatan utama di bidang ekonomi digital. Untuk mewujudkan bank syariah seperti yang diharapkan menjadi lembaga bank yang diharapkan mampu menyesuaikan dengan MEKSI, maka diperlukan metode dalam kinerjanya, salah satunya yaitu Metode perancangan balance scorecard yang akan diimplementasikan sebagai sistem dari pengukuran kinerja yang dilakukan secara terus menerus dapat memantau keberhasilan baik dari penerapan ataupun strategi perusahaan dan secara komprehensif mengukur kinerja dari perusahaan dan dapat setiap saat kinerja perusahaan dapat dikerjakan dengan seimbang sehingga mampu diketahui secara jelas dan relevan untuk memperkuat keberadaan perbankan syariah. Model yang digunakan adalah perancangan balance scorecard untuk perbankan syariah, meliputi tahap-tahap: (1) Evaluasi dan konsensus visi, misi dan strategi bank syariah, (2) Penentuan strategi bank syariah, (3) Pemilihan perspektif dan penentuan sasaran strategi bank syariah, (4) Tolok ukur balance scorecard bank syariah, dan (5) Analisis hubungan sebab akibat dan juga peta strategi.
TIPOLOGI MODEL INOVASI DAN KREATIVITAS PADA BISNIS KELUARGA
Maryati, Maryati
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 7 No 3 (2023): Edisi September - Desember 2023
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31955/mea.v7i3.3517
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tipologi model bisnis keluarga dengan gaya inovasi dan kreativitas masing-masing. Pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data-data dalam artikel ini bersumber dari pebisnis keluarga kaya, pebisnis keluarga menengah, dan pebisnis keluarga miskin/kurang mampu. Seluruh data dalam artikel ini dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data. Artikel ini menemukan tipologi inovasi dan kreativitas dari bisnis yang dilakukan oleh masing-masing keluarga. Tipologi pertama, bahwa bisnis keluarga kaya memiliki keunggulan dalam hal sumber daya finansial untuk berinovasi. tipologi kedua, bisnis keluarga menengah cukup sumber daya finansial, sementara tipologi ketiga, bisnis keluarga miskin/kurang mampu seringkali terbatas oleh keterbatasan sumber daya. Namun hasil penelitian juga menyoroti potensi bisnis keluarga miskin untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas mereka dengan bantuan pelatihan, akses keuangan, dan kerjasama dengan pihak lain. Inovasi dan kreativitas merupakan elemen kunci dalam membentuk masa depan bisnis keluarga. Untuk membangun model bisnis keluarga yang unggul, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait perlu mengambil langkah-langkah yang konkret dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini memberikan kontribusi berharga dalam merancang strategi kebijakan yang efektif untuk meningkatkan bisnis keluarga dan mendorong inovasi di tingkat lokal.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS SURAT PRIBADI DAN SURAT RESMI MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA INOVATIF DI KELAS VII C SMP NEGERI 9 JEMBER
Husnah, Novita Himayatul;
Dzarna, Dzarna;
Maryati, Maryati
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/widyabastra.v12i1.20397
Melalui penggunaan alat pembelajaran kreatif, penelitian ini berupaya untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas VII C di SMP Negeri 9 Jember baik dalam korespondensi resmi maupun pribadi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terbagi dalam dua siklus: persiapan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII C yang berjumlah 32 orang. Alat peraga inovatif yang digunakan meliputi kartu kata, bagan struktur surat, dan contoh surat. Data dikumpulkan melalui cara yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis surat pribadi dan surat resmi. Hasil penelitian menunjukkan adanya temuan studi menunjukkan bahwa kemahiran siswa dalam menulis surat pribadi dan surat resmi telah meningkat secara signifikan. Pada siklus I, rata-rata nilai siswa untuk menulis surat pribadi meningkat dari 65 menjadi 75, sedangkan untuk surat resmi meningkat dari 60 menjadi 70. Pada siklus II, rata-rata nilai untuk menulis surat pribadi meningkat lagi menjadi 85 dan surat resmi menjadi 80. Selain itu, siswa menunjukkan minat dan motivasi yang lebih tinggi dalam kegiatan menulis surat setelah menggunakan alat peraga inovatif. Penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan alat peraga yang inovatif dapat membantu siswa kelas VII C di SMP Negeri 9 Jember dalam menulis surat pribadi dan surat dinas dengan lebih baik. Hal ini juga menyarankan agar guru harus menggunakan alat bantu pengajaran inovatif secara lebih luas dan berkelanjutan untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, khususnya ketika mengajar siswa cara menulis huruf.
Efektivitas Model Problem Based Learning terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Pecahan Fase A
Kasmantoro, Heru;
Patonah, Siti;
Maryati, Maryati
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/anargya.v7i1.12343
The purpose of this study is to evaluate how well the Problem-Based Learning (PBL) model affects learning results in the phase A fraction material for the second-grade class at SDN Pandeanlamper 03 Semarang. This study falls under the category of quantitative pre-experimental design research. The research design employed the One Group Pretest-Posttest model. The population for this study consisted of all second-grade students, totaling 26 students. Sample selection was conducted using nonprobability sampling techniques, with the second-grade B class chosen as the research sample. Data collection methods included tests, documentation, and observation. The data analysis involved t-tests, Shapiro-Wilk tests, and Wilcoxon tests. The results of this research show that the results of the paired sample statistical t-test show that there is a difference in the average pretest score, namely 60, while the average posttest score is 76. It can be seen that the posttest average of the students' critical thinking ability test scores is greater than the average. pretest average, then Ho is rejected and Ha is accepted. So, there is an average difference between students' pretest and posttest scores before and after using the Problem Based Learning model on the critical thinking abilities of class IV students at SDN Pandeanlamper 03
Legal Protection of Banks That Give Business Capital Credit Without Collateral
Mahila, Syarifa;
Hariss, Abdul;
Maryati, Maryati;
Fauzia, Nur
Jurnal Bina Mulia Hukum Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Bina Mulia Hukum Volume 8 Number 2 March 2024
Publisher : Faculty of Law Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23920/jbmh.v8i2.1361
This research aims to analyze legal considerations for business credit without collateral and analyze legal protection for banks that provide business credit without collateral. The research method used in this research is normative juridical. The results of the research show that business credit providers have legal protection if business credit without collateral is carried out through preventive protection, which of course requires a formula based on the contents of credit agreement that has been determined and must be implemented if a default occurs. There is a need for the contents of agreement to be precise so it can be binding and stated in the credit agreement, which of course has also been agreed upon by all parties; legal protection, which is considered repressive; as a reference in taking steps if there is a risk of loss from the business carried out by the capital provider; and the need for an institution to Alternative Dispute Resolution in the Financial Services Sector (LAPS Financial Services Sector) is an institution that resolves disputes in the financial services sector outside of court. If the credit repayment stage is problematic, it is necessary to resolve it without harming both parties based on the amount of credit given is not a large amount. So, an Alternative Financial Services Sector Dispute Resolution Institution (Financial Services Sector LAPS) is needed to resolve disputes through face-to-face meetings before a mediator or arbitrator, electronic media, or document inspection.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA EKSPRESIF ANAK 4-5 TAHUN MELALUI PERMAINAN ULAR NAGA DI PAUD PERMATA HATI
Maryati, Maryati;
Wahyu Widiana, Yudi;
Ismail Fahmi, Ade
Tahsinia Vol 4 No 2 (2023): Oktober
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57171/jt.v4i2.511
Penelitian ini dilatarbelakangi kemampuan Bahasa anak masih belum berkembang bahasa ekspresifnya. Seperti ada anak ketika ditanya masih belum menjawab, hal ini membuktikan bahwa anak kemampuan bahasanya belum berkembang. Ini membuktikan anak kurang mengenal berbagai cara untuk berhubungan dengan orang lain, masih ada anak yang meminjam alat tulis tanpa izin terlebih dahulu. Hal ini menunjukan bahwa interaksi anak belum berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun melalui permainan ular naga. Menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-test dan post-test control group. Partisipan penelitian adalah 30 anak usia 4-5 tahun yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan dengan permainan ular naga, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Penelitian ini menggunakan instrumen observasi dan dokumentasi pada penelitian ini peneliti menggunakan metode PTK penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan model Kemmis dan MC Taggart, pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Permata Hati. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan bahasa ekspresif pada kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan dengan permainan ular naga. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat peningkatan yang signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan ular naga dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun.
Radicalism in Indonesia: Modelling and Legal Construction
Usman, Usman;
Hafrida, Hafrida;
Rapik, Mohamad;
Maryati, Maryati;
Sabri, Ahmad Zaharuddin Sani Ahmad
Journal of Indonesian Legal Studies Vol 8 No 2 (2023): Contemporary Issues on Law, Development, and Justice: Indonesian Context and Beyo
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jils.v8i2.71520
Radicalism, commonly intertwined with terrorism, assumes a critical role in Indonesia's efforts to counter and deradicalize individuals as part of its broader counterterrorism strategies. Despite the incorporation of contra-radicalization and deradicalization measures within the Indonesian Anti-Terrorism Law, the legal framework lacks a precise definition of radicalism. The absence of a clear legal concept prompts ongoing debates among academics and political entities, leaving the definitive elucidation of radicalism largely within the purview of the government. This article contends that for the sake of achieving conceptual uniformity and ensuring legal clarity, a formal regulation addressing the nuanced dimensions of radicalism is imperative. The objective herein is to scrutinize the existing model for gauging radicalism in the Indonesian context and subsequently formulate a robust legal construct surrounding this complex phenomenon. To this end, a set of four criteria—intolerance, fanaticism, exclusiveness, and revolutionary fervor—has been devised to quantitatively measure the extent of radicalism. This measurement process involves the administration of interviews or surveys, with the resultant data shedding light on respondents' inclinations and tendencies. The proposed legal framework posits that an individual or group can be categorized as radical only when they meet the predefined criteria encapsulated within the regulations, encompassing the four specified dimensions. By delineating and operationalizing these criteria, this research endeavors to contribute to the development of a comprehensive legal framework for addressing radicalism in Indonesia. This approach not only facilitates a more nuanced understanding of radicalism but also provides a tangible basis for legal categorization and intervention. Ultimately, the aim is to enhance the effectiveness of counterterrorism efforts by establishing a clear and standardized definition of radicalism within the Indonesian legal landscape.