Articles
Pengaruh Metode Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Lompat Jauh
Sudiadharma;
Abdul Rahman;
Muhammadong
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 2 No. 7 (2022): July 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55927/mudima.v2i7.801
This experimental study aims to distinguish two learning methods of squat style long jump skills, consisting of command learning methods, and play learning methods. This research was conducted at SMK YPPP Wonomulyo Polewali Mandar Regency, 2018/2019. The experimental method uses two groups pre-test-posttest design. The sample consisted of 30 male students of SMK YPPP Wonomulyo Polewali Mandar Regency divided into two groups, each consisting of 15 male students of SMK YPPP Wonomulyo Polewali Mandar Regency. The data analysis technique is a paired and unpaired ttest analysis technique at the level of trust α = 0.05. The results of this study indicate that (1). There was an increase in the learning outcomes of the long jump skill squat command command learning style. Where the value of t arithmetic = 6.826> t table 2.15 and a significance value of 0.00 <0.05 (2). There is an increase in the learning outcomes of the long jump skill squat playing learning method. Where the value of t count = 4.864> t table 2.15 and the significance value 0.00 <0.05 (3). There is a difference between the command learning method and the play learning method against the squat style long jump learning outcomes. The command learning method is more effective for improving squat style long jump learning outcomes. Where the value of t arithmetic = 11.91 > t table 2.15 and a significance value of 0.00 <0.05
Transformasi Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Karakter Mahasiswa Generasi Alpha
Mirzon Daheri;
Nur Kholis;
Ilham Syah;
Muhammadong Muhammadong;
Jenuri Jenuri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13017
Tujuan dari pendidikan karakter bagi mahasiswa adalah guna membentuk pribadi yang beretika, patriotik, toleran serta berorientasi dalam ilmu teknologi dan ilmu pengetahuan serta dipandu oleh iman serta taqwa pada Allah SWT. Bisa dipahami jika penelitian ini dijalankan dengan maksud untuk menganalisa perspektif pendidikan agama Islam dalam menciptakan karakter peserta didik generasi Alpha di era globalisasi. Metode studi pustaka termasuk suatu metode yang digumahasiswaan pada penelitian ini. Hasil riset literature review ini memperlihatkan jika peran pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter mahasiswa ialah sebagai penjaga berbagai nilai kebangsaan serta keagamaan untuk membentuk cendekiawan muslim yang bisa menjadi agen perubahan dari permasalahan yang ada dalam agama serta bangsa. Pendidikan agama Islam di perguruan tinggi merupakan landasan pengembangan kepribadian mahasiswa agar menjadi sosok yang beriman serta bertakwa kepada Allah, mempunyai karakter positif seperti berpikir secara kritis, bersikap rasional serta mempunyai budi pekerti.
KONTEKSTUALISASI YURIDIS PERJANJIAN PERKAWINAN DALAM HUKUM PERDATA DAN HUKUM ISLAM
Alimuddin Alimuddin;
Muhammadong Muhammadong
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 10: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53625/jirk.v2i10.5227
Tujuan penelitian ini ingin mengetahui perjanjian perkawinan perspektif hukum perdata dan hukum Islam. Dalam hukum perdata, esensi perjanjian perkawinan hendak memotivasi kedua pasangan yang hendak melangsungka nperkawinan agar rumah tangga mereka dapat terjaga dengan baik. Perjanjian perkawinan merupakan asset Bersama yang harus dibangun agar tidak diganggu gugat apabila menemukan masalah dalam rumah tangga mereka. Perjanjian Perkawinan hanya bisa dibuat pada waktu atau sebelum perkawinan dilangsungkan berlaku sejak perkawinan dilangsungkan dan tidak dapat diubah selama perkawinan berlangsung, kecuali apabila dari kedua belah pihak ada persetujuan untuk mengubah dan perubahan tidak merugikan pihak ketiga. Hukum Islam menilai perjanjian perkawinan merupakan perkara mubah karena perbuatan tersebut tidak mengikat kedua belah pihak yang akan melangsungkan perkawinan. Kultur kebudayaan sangat menentukan diadakan perjanjian perkawinan karena berimplikasi pada hubungan timbal balik antara pola-pola tindakan dan struktur realitas bagi orang yang tunduk pada aturan agama. Hukum Islam hendak menafikan asumsi bahwa dibuatnya perjanjian perkawinan sebagai bagian dari modal usaha untuk meraih keuntugan antara kedua belah pihak apabila mereka berpisah.
Pemanfaatan Model Integratif dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa untuk Pengembangan Kurikulum Merdeka
MS Viktor Purhanudin;
Joni Hasperi;
Wanda Oktaviani Putri;
Suci Ramadhani;
Muhammadong Muhammadong;
Jetra Viktoria
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joe.v5i4.2738
Based on observations at SMP Negeri 7 Kerinci teachers in carrying out the learning process are menoton, fasif students, there is no interest in students to innovate so that learning is not effective. The integrative model is very important in the successful implementation of the independent curriculum. In addition, the low learning outcomes of students in learning and student learning activities need to be activated, this can be seen from the completeness of student learning which only reaches 40% and many students' scores are below KKM, for that it is very necessary to use better learning by using integrative models in learning. This research is a Classroom Action Research (PTK) consisting of Precycle, Cycle I, Silus II and Cycle III. Each cycle ends with an evaluation. Each cycle consists of planning, execution, evaluation and reflection. Based on the results of the research that has been carried out then analyzed the findings in the field so that it can be concluded that The use of integrative models in improving student learning activities for the development of an independent curriculum can increase the learning activities of SMP Negeri 7 Kerinci students.
Upaya membentuk karakter mahasiswa berbasis masjid kampus di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar
Muhammadong Muhammadong;
Wahyudin Wahyudin;
Saharullah Saharullah
Seminar Nasional LP2M UNM Prosiding Edisi 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (536.386 KB)
Character education is a solution to overcome the problems faced by the government. The character formation is the dream of every university so that it can produce the students who have integrity so that they are not easily affected in anarchic actions. The big hope in creating the character of the students of the Faculty of Sport Sciences, Universitas Negeri Makassar is to make campus mosques as a place to develop the academic insights which contain the Islamic nuances. So that the Faculty of Sports Science can produce the students who have authority and integrity. Religious studies conducted by the students in the campus mosques are extracurricular activities that can increase religious insight so that they can implement the Islamic teachings. The campus mosques are not only made as a place to worship, but also as a place to study with religious studies, religious discussions, and da'wah practices so that the students can have a good character.
Implementasi Model Pembinaan Berbasis Terapi Agama di Rutan Kelas 1 Makassar
Muhammadong Muhammadong;
Abdul Hadis;
Eva Meizara Puspita Dewi
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.769 KB)
Tujuan penelitian ini adalah supaya dapat mengatasi masalah yang dihadapi narapidana di Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar. Sehingga narapidana tidak cendrung lagi melakukan tindakan anarkis sehingga dapat mengabdikan dirinya ketika berada di tengah-tengah masyarakat. Adapun target yang ingin dicapai adalah 1. model pengembangan pembinaan berbasis terapi agama yang dilengkapi buku panduan terapi agama. 2. Mengembangkan model pembinaan berbasis konseling islami sehingga narapidana bukan lagi sebagai obyek tetapi sebagai motivator. 3. Mengembangkan model pembinaan berbasis pesantren sehingga narapidana mampu mengembangkan potensi yang dimiliki ketika berada di tengah-tengah masyarakat. Sedang metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah mengadopsi model yang dikembangkan oleh Borg and Gall pada tahun 1993 yang dimodifikasi oleh tim peneliti menjadi 6 tahapan, yaitu 1) analisis kebutuhan dan perencanaan, 2) pengembangan model, 3) validasi produk/uji pakar, 4) uji coba produk, 5) revisi produk, 6) produk akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembinaan berbasis keagamaan perlu dikembangkan dengan mencari format yang belum dikembangkan di Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar. Diantaranya adalah pengembangan lembaga penghapal Al-Qur’an. Lembaga ini sangat urgen supaya Narapidana ketika keluar dari lembaga pemasyarakatan, mereka dapat mengembangkan bakatnya sebagai penghapal Al-Qur’an. Dalam rangka mengatasi masalah yang dihadapi Narapidana, maka sangat diperlukan lembaga zikir. Lembaga ini bertujuan untuk membentuk karakter Narapida, supaya mereka dapat memperbaiki kepribadiaannya ketika berada di Rumah Tahanan dan tidak mudah terpengaruh dengan Narapidana lain. Dalam rangka mengembangkan wawasan keagamaan, maka dibentuk lembaga pesantren supaya Narapadana dapat melakukan kajian-kajian keagamaan. Sehingga Narapidana bukan lagi menjadi obyek tetapi dapat menjadi subyek ketika keluar dari Rumah Tahanan. Kata Kunci : Pembinaan, Berbasis, Keagamaan
Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bagi Guru SMPN/SMP Swasta Se Kabupaten Maros
Mustari Mustari;
Muhammadong Muhammadong
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.434 KB)
Abstrak. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah persepsi guru terkait perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 bagi guru dalam menjalankan tugas profesinya. Pelaksanaan K3 bagi guru dalam menjalankan tugas profesinya di sekolah Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi guru terkait perlindungan K3 bagi guru dalam menjalankan tugas profesinya. Untuk mengetahui pelaksanaan K3 bagi guru dalam menjalankan tugas profesinya. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Lokasi di Kabupaten Maros. Teknik pengumpulan data adalah angket kepada guru SMPN/SMP Swasta dalam forum MGMP PPKn Kabupaten Maros. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terkait dengan aturan perlindungan K3 bagi guru dalam menjalankan tugas profesinya tergolong sedang. Persepsi guru terkait dengan perlunya perlindungan K3 sangat baik dalam melaksanakan tugas profesinya, perlindungan K3 di sekolah masih sangat terbatas masih sebatas UKS. Oleh karena itu di sekolah sangat diperlukan adanya perlindungan K3 (termasuk alat dan rambu-rambu terkait dengan tindakan penyelamatan bagi guru jika terjadi musibah di sekolah.Perlindungan K3 bagi guru dalam menjalankan tugas profesinya diperlukan kerjasama antara kepala sekolah, komite sekolah, dinas pendidikan, karena hal itu merupakan keharusan dan tanggungjawab yang diamanhkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005. Tentang Guru dan Dosen. Kata Kunci: Perlindungan K3 Bagi Guru.
Subjectivity of Implementation of Islamic Legal Thought Products
Muhammadong Muhammadong;
Moatti Dylan;
Sarkissian Catherine
At-Tasyrih: jurnal pendidikan dan hukum Islam Vol. 9 No. 1 (2023): At-Tasyrih: Jurnal Pendidikan dan Hukum Islam
Publisher : P3M IAI Nusantara Batang Hari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.814 KB)
|
DOI: 10.55849/attasyrih.v9i1.143
Among Muslims, applying the product of Islamic legal thought is the basic assumption in making decisions that can be used as a reference so that there is no need to take other legal products. Fiqh, fatwa, and jurisprudence are the basis for strengthening a decision so that Islamic society gets fair treatment. The product of mujtahid thinking is very subjective because there are no binding standard rules that are able to adjust the legal rules that have been formulated with the situation of society so that there is a great opportunity for change. The solution to overcoming this subjectivity needs to be made in a dictation so that it can be elaborated to find common points so that the products of Islamic legal thought can be accepted in society.
Analisis Tingkat Kemampuan Menggiring Bola Pada Permainan Sepakbola Siswa SMA Negeri 5 Pinrang
Saharullah Saharullah;
Muhammadong Muhammadong;
Andi Atssam Mappanyukki;
Andi Pirmansyah;
Andi Supriman
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joe.v6i1.3589
The formulation of the problem in this study is how the level of dribbling ability in the soccer game of SMA Negeri 5 Pinrang students. The type of research that will be used in this research is quantitative descriptive analysis. In this research design, the research subjects were selected by total sampling with a sample of 30 people. While the data analysis used descriptive test, and frequency analysis. Based on the results of the survey of the ability to dribble in soccer games for SMA Negeri 5 Pinrang students, the results of descriptive analysis of the dribbling ability test obtained a minimum score of = 12.80 maximum score = 18. SUM = 16.566 which is the total number of test results obtained by all sample, the mean = 0.552 which is the average value of the overall test results obtained, range = 5.34 which is the middle value of the minimum and maximum values. The results of the analysis of the test frequency obtained good results 10% of 3 respondents and in the Medium category 90% of 27 respondents. So the level of dribbling ability of soccer players of SMA Negeri 5 Pinrang students is in the medium category.
RELIGIOUSTY AND ISLAMIC NORMATIVISM IN PORNOGRAPHY AS A SOCIAL PHENOMENON
Muhammadong Muhammadong
Aqlam: Journal of Islam and Plurality Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30984/ajip.v8i1.2518
Abstrac: This article is to find out in the study of Islamic normativism about pornography as a social phenomenon caused by technological advances and the development of social media in people's lives. In the Islamic view, pornography is certainly strictly prohibited because it has an impact on moral decadence for the perpetrator. In Islamic studies, there is no clear mention of pornography because what is explained is only the issue of aurat and the consequences of adultery behavior that can damage the cultivation of life if not anticipated. Analysis of pornography in the current context must get answers from religious teachings so that the problems faced can be solved humanely so that the interpretation developed is not based on assumptions but through Islamic normative studies. Keywords: Reinterpretation, Islamic, Pornography, Social Media, TechnologicalAbstrak: Artikel ini untuk mengetahui dalam kajian normativisme Islam soal pornografi sebagai sebuah fenomena sosial yang diakibatkan salah satunya karena kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial dalam kehidupan masyarakat. Dalam pandangan Islam, pornografi tentu sangat dilarang karena berdampak pada dekadensi moral bagi pelakunya. Dalam kajian keislaman tidak disebutkan secara jelas tentang pornografi karena yang dijelaskan hanya persoalan aurat dan akibat yang ditimbulkan dari perilaku perzinahan yang dapat merusak tatanam kehidupan apabila tidak diantisipasi. Analisis tentang pornografi dalam konteks kekinian harus mendapat jawaban dari ajaran keagamaan agar persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan secara manusiawi sehingga interpretasi yang dikembangkan bukan atas dasar asumsi akan tetapi melalui kajian normatif keislaman. Kata Kunci: Reinterpretasi, Islam, Pornografi, Media Sosial, Tekhnologi