Articles
MENINGKATKAN AKTIVITAS, KETERAMPILAN KOLABORASI, DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL BANGKIT DI SEKOLAH DASAR
Noorfarida, Sri;
Jannah, Fathul;
Agusta, Akhmad Riandy;
Sari, Raihanah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.28162
Penelitian ini mempunyai permasalahan yaitu rendahnya aktivitas, keterampilan kolaborasi dan hasil belajar peserta didik pada muatan IPS. Upaya dalam mengatasi permasalahan itu yakni memakai model BANGKIT dalam pembelajaran. Penelitian ini tujuannya untuk mendeskripsikan aktivitas pendidik, menganalisis peningkatan aktivitas, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini memakai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas V. Diperolehnya data kualitatif yaitu dari observasi aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik dan keterampilan kolaborasi peserta didik serta data kuantitatif dari hasil belajar peserta didik dengan tes evaluasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan peningkatan yang signifikan sehingga pada pertemuan keempat aktivitas pendidik mencapai skor 31 yang kriterianya “Sangat Baik”. Aktivitas peserta didik dicapai ketuntasan klasikal 86% dengan kriteria “Sangat Baik”. Keterampilan kolaborasi peserta didik dicapai ketuntasan klasikal 82% dengan kriteria “Sangat Baik”. Hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan klasikal 91% dengan kriteria “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian ini, diberikan kesimpulan bahwa penggunaan model BANGKIT bisa meningkatkannya aktivitas, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar peserta didik.
MENINGKATKAN AKTIVITAS, KETERAMPILAN KOLABORASI, DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL BANGKIT DI SEKOLAH DASAR
Noorfarida , Sri;
Jannah, Fathul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29510
Penelitian ini mempunyai permasalahan yaitu rendahnya aktivitas, keterampilan kolaborasi dan hasil belajar peserta didik pada muatan IPS. Upaya dalam mengatasi permasalahan itu yakni memakai model BANGKIT dalam pembelajaran. Penelitian ini tujuannya untuk mendeskripsikan aktivitas pendidik, menganalisis peningkatan aktivitas, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini memakai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dalam empat kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas V. Diperolehnya data kualitatif yaitu dari observasi aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik dan keterampilan kolaborasi peserta didik serta data kuantitatif dari hasil belajar peserta didik dengan tes evaluasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan peningkatan yang signifikan sehingga pada pertemuan keempat aktivitas pendidik mencapai skor 31 yang kriterianya “Sangat Baik”. Aktivitas peserta didik dicapai ketuntasan klasikal 86% dengan kriteria “Sangat Baik”. Keterampilan kolaborasi peserta didik dicapai ketuntasan klasikal 82% dengan kriteria “Sangat Baik”. Hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan klasikal 91% dengan kriteria “Sangat Baik”. Berdasarkan hasil penelitian ini, diberikan kesimpulan bahwa penggunaan model BANGKIT bisa meningkatkannya aktivitas, keterampilan kolaborasi, dan hasil belajar peserta didik.
MENINGKATKAN AKTIVITAS, PEDULI SOSIAL, DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL BERANI DI SEKOLAH DASAR
Eklima, Mawahesa;
Jannah, Fathul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.30257
Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, peduli sosial, dan hasil belajar peserta didik pada muatan PPKn. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pendidik, peningkatan aktivitas, peduli sosial, dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan di kelas IV SDN Mawar 2 Banjarmasin pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan tes evaluasi untuk hasil belajar peserta didik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan dijabarkan dengan tabel, grafik, dan interpretasi dengan persentase. Berdasarkan temuan penelitian ini, aktivitas pendidik meningkat pada setiap pertemuan hingga mencapai skor 28 pada pertemuan 4 yang memenuhi kriteria “Sangat Baik”. Pada setiap pertemuan, aktivitas peserta didik meningkat hingga mencapai 96% dengan kriteria “Sangat Aktif” pada pertemuan 4. Peduli sosial meningkat pada setiap pertemuan hingga mencapai 92% pada pertemuan 4 dengan kriteria “Sangat Tinggi”. Dan hasil belajar peserta didik meningkat pada setiap pertemuan hingga mencapai 100%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model BERANI dapat meningkatkan aktivitas, peduli sosial, dan hasil belajar peserta didik.
MENINGKATKAN AKTIVITAS, KERJA SAMA, DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BATA DI SEKOLAH DASAR
Fatimatuzzahroh, Fatimatuzzahroh;
Jannah, Fathul;
Agusta, Akhmad Riandy;
Hidayat, Ari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38225
Problematika yang dihadapi pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan kerja sama peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), sehingga berimplikasi pada hasil belajar yang kurang maksimal. Solusi yang digunakan agar meningkatkan aktivitas dan kerja sama siswa dalam pembelajaran IPS adalah dengan mengimplementasikan model pembelajaran BATA. Riset ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas pembelajaran yang dilakukan pendidik serta menganalisis perubahan signifikan pada aktivitas, kerja sama, dan capaian belajar. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah pelajar kelas V SDN Pemurus Luar 1 Banjarmasin sebanyak 22 orang anak yang mana terdiri dari 9 orang anak laki-laki dan 13 orang anak perempuan. Jenis data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dalam penelitian ini termuat dari observasi partisipatif terhadap aktivitas pendidik dan peserta didik serta dinamika kerja sama kelompok. Sementara itu, data kuantitatif mengenai hasil belajar siswa diperoleh dari tes tertulis individu dan kelompok. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase dan indikator ketuntasan belajar yang telah ditentukan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan yang substansial pada aktivitas pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik, dengan skor 27 hingga skor akhir mencapai 36 yang dikategorikan “Sangat Baik”. Analisis data menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aktivitas peserta didik, dari 32% menjadi 100% yang mengindikasikan “Semua siswa aktif dalam pembelajaran”. Analisis data menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kerja sama peserta didik, dari 18% menjadi 100%, sehingga mencapai ketuntasan klasikal. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa ditemukan peningkatan yang substansial atas hasil belajar peserta didik, dengan persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 36% menjadi 91%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model BATA dapat meningkatkan aktivitas, kerja sama, dan hasil belajar
Melawan Tradisi Strategi Konvensional: Analisis Peningkatan Hasil Belajar Fikih dengan Strategi True or False
Azis, Abdul;
Jannah, Fathul;
Nasution, Umy Fitriani
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53802/fitrah.v4i2.617
Student learning outcomes often experience a decline, one of which is due to the lack of varied learning strategies. in this regard, this study aims to analyze the learning process carried out by the teacher and also student participation in the application of true or false learning strategies in Jurisprudence subjects in class VIII C MTs. Negeri 2 Labuhanbatu Utara. The research method used is Classroom action research consisting of two cycles. The main data source is the fiqh teacher in class VIII C MTs. Negeri 2 Labuhanbatu Utara and also students of class VIII C. Data collection techniques use observation sheets, tests, and documentation. The results revealed that learning fiqh using the True or False learning strategy can improve student learning outcomes. The increase in student learning can be seen from Cycle II which is the result of the application of this true or false learning strategy, which is 81.46% of the 48% percentage of the final result. So it can be said that this strategy provides an increase in student learning outcomes. This strategy is also responded well by students because it gives a pleasant impression. The implication of this research is a reference for fiqh teachers or Islamic religious education subject teachers in improving student learning outcomes.
Pelatihan Pembuatan Wafer Pakan Komplit Berbasis Tongkol Jagung pada Kelompok Ternak Sipakainge Kota Parepare
Fitriani;
Asikin, Nevyani;
Yunarti, Yunarti;
Jannah, Fathul;
Denia, Ergi
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/jpu.v6i4.17651
This community service activity aims to improve the knowledge and skills of the Sipakainge livestock group in utilizing corn cob waste, which has potential as animal feed. The method employed in this program was the society participatory approach, which included stages of counseling, training, and mentoring in the application of complete feed wafers for cattle. The evaluation instruments consisted of pre-tests and post-tests administered via Google Forms, and the results were analyzed quantitatively using the gain score (N-Gain) method. The outcomes of this program showed that farmers were able to optimize corn cob waste as a complete feed wafer, combined with Azolla pinnata as a protein source. The results indicated an increase in partners’ knowledge and skills, with two key assessment components: 85% for knowledge of complete feed wafer production and 90% for practical production skills. The implication of this activity is that the partner group now possesses a chopper and pressing machine, enabling them to independently produce complete feed wafers.
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN IKAN PATIN DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN PATIN TINGGI KALSIUM DI KAMPUNG PATIN XIII KOTO KAMPAR
Rz, Ira Oktaviani;
Uthia, Rahmiatul;
Jannah, Fathul;
Yandra, Alexsander
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 2 (2022): Kolaborasi Pendidikan, Pelatihan, dan Pemberdayaan untuk Penguatan Kapasitas Ma
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/diklatreview.v6i2.1110
Tulang ikan merupakan salah satu limbah dari industri perikanan yang belum dimanfaatkan dengan baik. Salah satu pemanfaatan tulang ikan yaitu pengolahan menjadi tepung tulang. Program PKM ini merupakan program lanjutan dari program sebelumnya dan merupakan aplikasi dari penelitian yang dilakukan oleh penulis. Pada program sebelumnya, kegiatan berupaya meminimalisir masalah limbah tulang ikan patin dengan mengubah tulang menjadi tepung tinggi kalsium, pada program kali ini bertujuan dalam meningkatkan pengetahuan mitra akan manfaat tulang ikan patin yang dapat diolah menjadi tepung tulang ikan patin dan mitra dapat mengaplikasikan langsung tepung tulang ikan patin ke dalam pembuatan produk olahan ikan patin hasil olahan kampung ini yaitu bakso ikan patin. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan dalam bentuk penyampaian materi dan pelatihan pembuatan produk dengan metode tatap. Kegiatan yang dilakukan adalah praktek pembuatan tepung tulang ikan dan pemanfaatan tepung tulang ikan patin ke dalam produk olahan ikan patin sehingga menghasilkan bakso ikan patin tinggi kalsium. Pada kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta akan manfaat tepung tulang ikan patin dilihat dari nilai pre test dan post test yaitu sebesar 4,85 menjadi 93,93 dan peserta telah mampu memanfaatkan tepung tulang ikan kedalam bakso ikan patin yang dapat dilihat dari rata-rata keterampilan peserta pelatihan sebesar 88,8%.
Erau Festival: Building Religious Moderation Through Education for Generation Alpha in Kutaikartanegara
Angranti, Wiwik;
Afandi, Nur Kholik;
Jannah, Fathul
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 21 No 2 (2025): JURNAL STUDI AGAMA DAN MASYARAKAT
Publisher : IAIN Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23971/jsam.v21i2.10499
The Erau Festival in Kutai Kartanegara is a traditional ritual that represents gratitude and the multicultural local wisdom of the community. This festival has the potential to serve as a bridge for strengthening religious moderation, particularly among the younger generation. This study aims to develop teaching materials based on the values of the Erau Festival, which are aligned with the four pillars of religious moderation, and to examine their implications on students' mindsets and cultural awareness. The research employs the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The developed teaching materials were implemented and tested in two multicultural schools. Data was collected through observation and interviews, and then analyzed qualitatively. The results indicate a significant increase in cultural awareness, rising from an initial 28% among participants to 58% post-implementation, and the initiative received support from the schools. Furthermore, an observable improvement occurred in social interactions among students. The study concludes that the local wisdom values within the Erau Festival can be transformed into effective teaching materials to instill religious moderation and multicultural awareness in the Alpha generation. The implication of this research provides a practical model for integrating local wisdom into formal education.
PEMBERDAYAAN KADER POSBINDU PTM DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG KORONER
Elmukhsinur, Elmukhsinur;
Alice, Alice;
Jannah, Fathul
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 4 No 3 (2025): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v4i3.1288
Coronary Heart Disease (CHD) is the leading cause of death worldwide and in Indonesia. The incidence of cardiovascular disease continues to increase. PJK can be prevented by adopting a healthy lifestyle. The increase in cardiovascular disease (CVD) is due to the public's lack of knowledge about CVD risk factors, which leads to insufficient efforts by the public to prevent the disease. Preventing cardiovascular disease in the community is not only the responsibility of the government, but of all components within society, including community health workers. The role of cadres in organizing posyandu is very significant, not only as providers of health information but also as mobilizers of the community to attend posyandu. Thiscommunity service aims to increase cadres' knowledge and skills regarding the prevention of cardiovascular disease. The community service will be held from September 13th to October 25th, 2025, at the Pekan Heran Health Center. The implementation method began with a pretest of the cadres' knowledge about preventing cardiovascular disease (CVD), followed by practice and evaluation of the cadres' skills in educating about CVD, as well as practice and evaluation of their skills in measuring blood pressure and checking blood glucose and cholesterol. The data on the knowledge and skills of the cadres were statistically tested using the Paired sample T-test. The results of the statistical test for the knowledge and skills of the cadres showed a p-value of 0.000, meaning there was a significant improvement between the pretest and posttest scores of the cadres' knowledge and skills regarding the prevention of cardiovascular disease before and after the intervention.
Integrasi Model PBL, STAD, dan Make a Match dalam Model MERDEKA untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Muatan IPAS
Rakasiwi, Sandrina Septia;
Jannah, Fathul
Edukasi: Jurnal Penelitian dan Artikel Pendidikan Vol 17 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31603/edukasi.v17i2.14140
The problem in this study is the low critical thinking skills of students in IPAS content. This is due to the lack of student participation in critical thinking during learning. Efforts to overcome this problem are to apply the MERDEKA model, which is a combination of the Problem Based Learning, Student Team Achievement Division, and Make a match models. The purpose of this study is to analyze the improvement in students' critical thinking skills. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted over three sessions. The subjects of this study are 10 fourth-grade students at SDN Teluk Tiram 5 Banjarmasin during the second semester of the 2024/2025 academic year. Qualitative data were collected through observations of students' critical thinking skills. The data were analyzed using a qualitative descriptive approach and presented in graphical form. The research findings revealed an increase in students' critical thinking skills from 10% to 80% with the criterion of “Very Skilled.” Based on these findings, the MERDEKA model has proven effective in enhancing students' critical thinking skills and has the potential to serve as a reference in the IPAS learning process.