Articles
KONSEP HAK PENGELOLAAN PERIKANAN SEBAGAI ALAT PENGELOLAAN PERIKANAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA
Abdul Halim;
Budy Wiryawan;
Neil R Loneragan;
M. Fedi A Sondita;
Adrian Hordyk;
Dedi S Adhuri;
Tukul R Adi;
Luky Adrianto
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 9, No 1 (2017): (Mei 2017)
Publisher : Pusat Riset Perikanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3530.693 KB)
|
DOI: 10.15578/jkpi.9.1.2017.11-20
Pengelolaan perikanan di Indonesia saat ini belum sepenuhnya mampu mengatasi motivasi perlombaan menangkap ikan. Kondisi yang dikenal sebagai open access ini, perlu segera diatasi untuk mencegah berlanjutnya tangkap lebih. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep Hak Pengelolaan Perikanan (HPP), yang berpotensi diterapkan sebagai alat pengelolaan perikanan termasuk yang berada dekat pantai di Indonesia untuk mengatasi masalah perikanan open access. Metoda qualitative content analysis yang ditriangulasi melalui diskusi kelompok terfokus melibatkan para ahli, pengambil keputusan dan praktisi, digunakan untuk menjelaskan konsep HPP di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan pengelolaan HPP melegitimasi entitas pemegang HPP mengamankan kesempatannya menangkap ikan secara ekslusif dengan mencegah pihak lain mengeksploitasi sumber daya ikan secara berlebihan. Pembelajaran dari negara lain menunjukkan bahwa HPP yang diintegrasikan kedalam kerangka rencana pengelolaan perikanan, bisa mengatasi permasalahan perikanan open access, karena mampu meredam motivasi dan tindakan nelayan dalam melakukan perlombaan menangkap ikan. Penggunaan ilmu pengetahuan kontemporer dan kearifan lokal dalam menentukan batasan tangkapan lestari dibarengi dengan upaya pemantauan dan penegakan aturan menentukan keberhasilan penerapannya. Terlihat juga bahwa praktek tradisional seperti Sasi di Maluku yang dimungkinkan oleh adanya pengakuan hak ulayat ‘petuanan laut’ merupakan konsep pemanfaatan sumber daya alam secara eksklusif yang selaras dengan esensi dari HPP. Direkomendasikan agar model pengelolaan berbasis HPP ini dilegitimasi kedalam peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Perikanan Republik Indonesia. The existing management measures of Indonesian fisheries has not yet successfully resolved the overfishing. Fishers are still motivated to race for fish resources as typically occurs in an open access fisheries. This circumstance must be addressed immediately to prevent fisheries collapse. This research aims to describe a concept of Fisheries Management Rights (FMRs) as a management tool. This concept is potentially applicable in Indonesia, especially for near-shore fisheries. A qualitative content analysis method, triangulated through focus group discussions that involved experts, decision makers and practitioners was used to describe FMRs concept. The results indicated that this approach legitimizes the entities of the right holders to secure their exploitation right and to prevent others from over exploiting their fisheries resources. Lessons learnt from other countries showed that this approach that have been integrated within fisheries management plan, successfully addressed open access problem as it prevents fishers’ motivation to the race for fish. This approach need the contemporary and traditional sciences to inform allowable catch to ensure the success implementation. For instance, “Sasi”, traditional fishing right in Maluku is have similar framework with the contemporary FMRs. Therefore, FMRs should be acknowledged and adopted into Indonesian’ regulations to prevent the over-exploitation
Konsumsi zat gizi dan parameter lemak tubuh pada wanita umur lebih dari 40 tahun
Kadek Tresna Adhi;
Ni Ketut Sutiari;
Dinar SM Lubis;
Ni Putu Widarini;
I Gusti Ngurah Edi Putra
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 16, No 3 (2020): Januari
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.243 KB)
|
DOI: 10.22146/ijcn.41403
Food intake and body fat parameter among women older than 40 years old in DenpasarBackground: The prevalence of obesity in Indonesia tends to increase, particularly among women older than 40 years old.Objective: This study aimed to identify the associations between nutrient consumption and parameters of body fat among women in Denpasar.Methods: This was an observational analytic study with a cross-sectional approach. The population was women aged older than 40 years old in Denpasar with sampled population were members Dharma Wanita PDAM Kota Denpasar. Eighty out of 200 women were selected through systematic random sampling method. Variables collected in this study included women’s characteristics, nutrient consumption, and body fat parameters: body mass index (BMI), waist circumference (WC), and waist to hip ratio (WHR). Analysis of the relationship between nutrient consumption and body fat parameters using the Spearman Rank correlation.Results: This study found that the majority aged 41-50 years (83.8%), were Balinese (95.0%), have married (98.8%), did not use contraception (65.0%), completed higher education (63.8%), worked in informal sector (60.0%), had low income (65.0%), had no history of obesity (80.0%) and no family with degenerative diseases (73.8%). Based on the body fat parameters, most of the women were obese based on BMI (52.5%), WC (70.0%), and WHR (57.5%) categories. There was a significant association between fiber consumption and waist circumference (p=0.021).Conclusions: There was an association between fiber consumption and waist circumference, thus having a balanced and varied diet is recommended to prevent obesity and reduce risk factors for degenerative diseases.
KOMPETISI ANTAR TERMINAL PETI KEMAS STUDI KASUS PELABUHAN TANJUNG PRIOK
Toufiq Al Amin;
Luky Adrianto;
Bagus Sartono;
Deni Achmad Soeboer
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 1 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.299 KB)
|
DOI: 10.29244/core.2.1.43-56
Artikel ini menginvestigasi kompetisi antar terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Tujuan utama artikel ini adalah untuk dapat melihat kondisi persaingan antar terminal peti kemas dan perilaku terminal peti kemas dan perusahaan pelayaran dalam pengambilan keputusan penentuan terminal. Analisa empirik digunakan terhadap hasil survey kuisioner kepada perusahaan pelayaran berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan pilihan penggunaan jasa terminal peti kemas. Pengujian ANOVA digunakan untuk menguji penilaian yang diberikan oleh responden, diasumsikan efisiensi waktu, kehandalan layanan, administrasi, operasional dan komersil merupakan kategori faktor-faktor yang membentuk penilaian performa terminal peti kemas, sedangkan perbandingan penilaian responden terhadap satu terminal peti kemas dengan terminal peti kemas yang lain dilakukan dengan pengujian Wilcoxon Signed Rank Test. Selanjutnya, analisa biaya digunakan untuk mendapatkan model dasar dari pemilihan terminal peti kemas oleh perusahaan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Priok melalui pemodelan matematis yang terdiri dari 2 komponen utama, yaitu waktu pelayanan dan performa terminal/layanan tambahan terminal. Secara keseluruhan, artikel ini dapat membantu analisis lanjutan tentang peningkatan kemampuan terminal peti kemas dan memungkinkan terminal untuk mengetahui dan menyeimbangkan tingkat permintaan dan kapasitasnya sehingga dapat digunakan untuk menyusun strategi jangka panjang. Artikel ini juga dapat memberikan pengetahuan yang lebih baik terhadap kriteria perusahaan pelayaran saat memilih terminal peti kemas.Kata kunci: Kompetisi antar terminal peti kemas, Pelabuhan Tanjung Priok, teori permainan non kooperatif, kapasitas terminal peti kemas, tarif terminal peti kemas.
PERAMALAN INDEKS TARIF ANGKUTAN PELAYARAN CURAH KERING
Anton Ferdiansyah;
Luky Adrianto;
Bagus Sartono;
Deni Achmad Soeboer
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 1 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.105 KB)
|
DOI: 10.29244/core.2.1.93-105
Volatilitas dan risiko tinggi merupakan ciri khas dari pasar tarif pelayaran curah kering. Ditenggarai hal ini dikarenakan banyaknya ketidakpastian yang mempengaruhinya, mulai dari kondisi ekonomi dunia, guncangan politik, kemajuan teknologi, hingga sensitivitas terhadap sentimen pasar. Banyak akademisi yang memberikan perhatian dan berusaha untuk memahami fenomena ini. Beberapa kajian telah ditulis dan salah satunya adalah mengenai hubungan peramalan sebagai alat yang bisa mengurangi risiko ketidakpastian. Oleh karena itu makalah ini mencoba untuk meramalkan indeks tarif angkutan pelayaran curah kering (BDI) dengan menggunakan pendekatan ekonometrik berdasarkan data pada pasar tarif angkutan curah kering selama periode 1991 sampai 2016. Penelitian ini diawali dengan menjelaskan karakteristik dan gambaran umum dari pasar tarif curah kering dan faktor penentu yang mempengaruhi permintaan dan penawaran pasar juga diidentifikasi dan dianalisa. Variabel yang signifikan diperoleh melalui tinjauan literatur, dan juga beberapa model ekonomi dari penelitian terdahulu juga dipelajari, sehingga berdasarkan pada hal-hal tersebut pondasi dari permodelan dapat dilakukan. Indikator ekonomi yang ditunjukkan oleh GDP dunia digunakan untuk memprediksi volume perdagangan curah kering melalui laut, bersama rerata jarak, kedua variabel tersebut terpilih sebagai faktor penentu dari dari sisi permintaan. Sementara armada kapal curah kering dan harga bahan bakar dijadikan faktor penentu dari sisi penawaran. Regresi Linier dipergunakan untuk membuat model ekonometrik guna meramalkan tingkat harga di pasar tarif ke depannya. Dari peramalan menunjukkan jika pertumbuhan armada kapal tetap mengikuti tren yang ada, maka indeks tarif angkutan curah kering akan sulit naik dan kembali ke titik normalnya.Kata kunci: Baltic Dry Index (BDI), Model Ekonometrik, Pasar Tarif Angkutan Curah Kering, Peramalan tarif angkutan pelayaran, dan Permintaan Penawaran Pelayaran.
Edukasi Zat Aditif Melalui Demonstrasi Kimia di MA NW Ridlol Walidain Batu Bangka
Baiq Fatmawati;
Nurung Adriandani;
Nurul Fajri
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 1 No 1 (2020): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/ab.v1i1.2403
Program PkM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi zat aditif pada makanan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga makanan, bisa berpartisipasi dalam upaya perbaikan diri dan cerdas memilih bahan pangan. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah penyuluhan dan demonstrasi yang melibatkan siswa sebagai khalayak sasaran dan subjek. Demonstrasi dilakukan untuk melatih dan memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengidentifikasi kandungan pengawet berbahaya dalam makanan. Luaran kegiatan ini berupa keterampilan menguji zat aditif pada makanan dan minuman; Artikel ilmiah (publikasi nasional). Hasil kegiatan yang telah dicapai antara lain kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat bagi siswa dan guru disekolah mitra, memiliki keterampilan dalam mengidentifikasi atau menguji zat aditif pada makanan dan minuman yang dapat diaplikasikan serta dijadikan acuan dalam memilih makanan dan minuman yang sehat untuk dikonsumsi.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Kelainan Otot Manusia pada Peserta didik Kelas V Sekolah Dasar
Yanti Purwanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.563 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v3i4.54411
The application of innovative learning models can affect student learning outcomes. Based on observations at SD N Laren 04, the conditions include: students tend to be passive in learning, the learning method used is still monotonous, only lectures, question and answer and have not involved students to make discoveries independently or in groups. This study aims to improve science learning outcomes for muscle disorders in humans with the research subjects being all students of class V SD N Laren 04, totaling 12 students. This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle in this study went through the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques used are observation and field notes. The results showed that the results of observations in the first cycle of 64% and in the second cycle increased to 88%. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of the Problem Based Learning model can improve science learning outcomes for human muscle disorders in class V SD N Laren 04.
Metabolisme Emergi Sumberdaya Kota Pesisir Dan Aplikasinya Untuk Evaluasi Perencanaan Kota Pesisir Yang Berkelanjutan, Studi Kasus Kota Makassar
Syahrial Nur Amri;
Luky Adrianto;
Dietriech G Bengen;
Rahmat Kurnia
Jurnal Segara Vol 13, No 1 (2017): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1323.997 KB)
|
DOI: 10.15578/segara.v13i1.6419
Kestabilan dan keberlanjutan suatu sistem sosial ekologi di Kota Pesisir tergantung dari optimal dan efisiennya pemanfaatan energi sumber daya yang tersedia. Siklus autokatalitik dalam metabolisme kota pesisir memberikan gambaran nyata bagaimana energi sumber daya mengalir antara manusia dan sumberdaya alam dan bagaimana manusia mengatur dan memanfaatkan energi sumberdaya alam yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan siklus energi dan meterial dalam batas sistem kota pesisir yang mengakomodir semua sumberdaya alam yang menghasilkan energi yang dimiliki Kota Makassar dalam rentang waktu tertentu, sehingga mampu menunjukkan trend pemanfaatan dan keberlanjutan sistem dalam upaya menstabilkan diri terhadap dinamika penggunaan lahan dan pertumbuhan penduduk. Metode penelitian yang digunakan didasarkan pada konsep perhitungan aliran emergy dan indeks penilaian keberlanjutan metabolisme kota pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total emergy yang mengalir di tahun 2001 sebesar 1,68E+21 Sej, meningkat menjadi 2,02E+21 Sej pada tahun 2015. Hasil analisis indeks keberlanjutan menunjukkan bahwa energi sumberdaya lokal sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan energy masyarakat Kota Makassar, dan untuk memenuhi ketercukupan energi dalam sistem, input energi berupa impor sumberdaya mendominasi aliran energi dalam sistem. Tentunya diperlukan efisiensi dalam pemanfaatan energi sumberdaya, agar keberlanjutan metabolisme kota pesisir dapat terus berlangsung.
Persepsi Wirausahawan terhadap Perkembangan Usaha di Masa Pandemi Covid-19
Juni Artha Juneli;
Fanny Destiani;
Ammalia Syifa Awaliyah;
Dadan Nugraha
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 5: Al Qalam (September 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35931/aq.v16i5.1161
Persepsi diartikan sebagai suatu proses mengenali, menyusun serta menafsirkan suatu informasi guna memberikan pemahaman yang berguna mengenai informasi tersebut. Penelitian ini mengangkat mengenai persepsi wirausahawan terhadap usaha dimasa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang dirasakan wirausahawan terhadap kegiatan usahanya selama pandemi ini. Partisipan pada penelitian ini adalah satu orang wirausahawan dengan kegiatan usaha membuka warung kecil di rumah pribadinya yang berada di wilayah, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik kuisioner dan observasi serta dilaksanakan dengan cara wawancara secara langsung kepada pelaku usaha. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan desain penelitiannya adalah studi kasus. Masa pandemi saat ini dikatakan membawa dampak buruk bagi pelaku usaha. Sebab, dengan adanya masa pandemi penghasilan yang didapat menjadi berkurang dari yang biasanya. Selain itu, dikarenakan banyaknya orang yang mengalami PHK maka persaingan dagang dilingkungan pun semakin merebak. Hal tersebut menjadikan pelaku usaha untuk lebih keras lagi memutar pikiran guna menghadapi persaingan pasar dan menstabilkan pendapatan.
PERTUMBUHAN DAN TINGKAT EKSPLOITASI IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PERAIRAN LAUT BANDA, MALUKU TENGAH
Amrullah Usemahu;
Luky Adrianto;
Sugeng Hari Wisudo;
Andi Zulfikar
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 28, No 1 (2022): (Maret) 2022
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15578/jppi.28.1.2022.19-30
Penangkapan ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Laut Banda, Maluku Tengah dilakukan secara intensif dalam berbagai ukuran sepanjang tahun oleh berbagai armada penangkapan ikan menjadi ancaman keberlanjutan sumberdaya ikan cakalang kedepan. Informasi ilmiah berkaitan dengan aspek biologi penting disediakan guna penentuan kebijakan pemanfaatan sumberdaya berkelanjutan oleh para pengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan tingkat eksploitasi ikan cakalang di perairan Laut Banda. Data dikoleksi dari berbagai industri penangkapan pole and line (huhate) yang melakukan penangkapan ikan cakalang di perairan Laut Banda dan berpangkalan di PT. Aneka Sumber Tata Bahari Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Metode pengumpulan data mencakup pengambilan data primer dan sekunder berupa ukuran panjang dan berat ikan dari total 428 sampel. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikan cakalang yang tertangkap dengan pole and line memiliki kisaran panjang 31-67 cm, dan ukuran dominan tertangkap berada pada selang kelas 40 - 42 cm menggunakan selang interval kelas 1,2 cm. Pola pertumbuhannya adalah alometrik negatif dengan koefisien pertumbuhan (K) adalah 0,11 dan Tingkat eksploitasi (E) adalah 0,74 yang artinya telah mengalami over fishing. Guna menjamin keberlanjutan ikan cakalang di perairan Laut Banda maka perlu pengurangan upaya penangkapan atau penghentian jenis alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.Fishing skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) in the water of Banda Sea, Central Maluku, intensively in various sizes throughout the year by different fishing fleets, poses a threat to the sustainability of skipjack tuna resources in the future. Current scientific information related to critical biological aspects is provided for decision-makers to determine the policy for sustainable resources. This study analyzes the growth and exploitation rate of skipjack tuna in the Banda Sea waters. The data were collected from the pole and line (huhate) fishing industry that practices skipjack tuna fishing in the Banda Sea water and is based in PT. Aneka Sumber Tata Bahari is located in Salahutu District, Central Maluku Regency. Data collection methods include primary and secondary data collection in the form of length and weight of fish from a total of 428 samples. The results showed that skipjack fish caught by pole and line had a length range of 30-67 cm, and the dominant size was seen in the 40-42 cm class with class intervals of 1.2 cm. The growth pattern is negative allometric with a growth coefficient (K) of 0.11. The exploitation rate (E) is 0.74, meaning that it is in a condition of overfishing. To ensure the sustainability of skipjack tuna fisheries in the water of the Banda Sea, it is necessary to reduce fishing efforts or stop the types of fishing gear that are not environmentally friendly.
PEMECAHAN LINEAR PROGRAMMING DUA VARIABEL MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY
Asep Saepuloh;
Deni Ahmad Jakaria
JUTEKIN (Jurnal Teknik Informatika) Vol 3, No 1 (2015): JUTEKIN
Publisher : LPPM STMIK DCI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51530/jutekin.v3i1.70
Fuzzy logic is a methodology of solving the control system to be implemented in a system, ranging from a simple system, small, large, networks, multi-channel PC or workstation. Besides that, it can be implemented in hardware, software or a combination of both. Fuzzy logic provides a simple way to get definitive conclusions based on ketidaksamaran, ambiguity, imprecision, vagueness, or missing information. Fuzzy logic approach is to control the problem impersonation of someone who will make a decision.Linear programming is a way to establish a fast arrangement of a problem with a simple solution. Set of linear programming gives two reasons: (i) a lot of practical problems which can be formed as a linear programming problem, and (ii) no efficient way (eg simplex method) for solving linear programming problems. Linear programming problems is to find the values of a variable that is not known as a linear objective function that dimaksimasikan under the constraints described by linear equations.On fuzzy linear programming, will look a Z value which is the objective function to be optimized so that is subject to the restrictions are modeled using fuzzy sets. Linear programming is solved by fuzzy logic gives more precise results dibandingakan if without using fuzzy logic. This system provides an opportunity or a chance for the development of the system towards better Keyword : Logic, Fuzzy, Linear, Programming