An effective relationship between teachers and students is a crucial element in the learning process, particularly in pesantren-based schools that integrate formal education with moral and spiritual development. This study aims to analyze the strategies for building effective teacher–student relationships in the learning process of the Religious Program class at MAN 1 Probolinggo, Nurul Jadid Islamic Boarding School. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with teachers and students of the Religious Program, classroom observations during the learning process, and analysis of instructional documentation. The results indicate that effective teacher–student relationships are developed through dialogical communication, pedagogical empathy, and consistent role modeling, which collectively create a safe, comfortable, and participatory learning environment. Observational findings reveal the prevalence of two-way interactions, active student participation, and humanistic classroom management, all of which are achieved without compromising discipline. Meanwhile, documentation analysis reveals the integration of relational strategies in lesson planning, as reflected in lesson plans and syllabi that incorporate pesantren values. Overall, this study confirms that effective teacher–student relationship strategies in the pesantren context are not only pedagogical but also spiritual in nature, thereby strengthening students’ intrinsic motivation, learning participation, and character development. ABSTRAK Hubungan efektif antara guru dan siswa merupakan elemen krusial dalam proses pembelajaran, khususnya dalam konteks sekolah berbasis pesantren yang menggabungkan pendidikan formal dengan pembinaan moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi hubungan efektif antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas Program Keagamaan (PK) MAN 1 Probolinggo Pondok Pesantren Nurul Jadid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa Program Keagamaan, observasi selama proses pembelajaran, serta analisis dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan efektif antara guru dan siswa Program Keagamaan MAN 1 Probolinggo dibangun melalui komunikasi dialogis, empati pedagogis, dan keteladanan sikap yang konsisten, yang kemudian menciptakan iklim pembelajaran yang aman dan partisiptif. Temuan observasi memperlihatkan dominannya interaksi dua arah, partisipasi aktif siswa, serta pengelolaan kelas yang humanis tanpa mengurangi disiplin. Sementara itu, hasil dokumentasi menunjukkan adanya interasi strategi relasional dalam perencanaan pembelajaran yang tercermin dalam RPP dan silabus berbasis nilai-nilai pesantren. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa strategi hubungan efektif antara guru dan siswa dalam konteks pesantren tidak hanya bersifat pedagogis, akan tetapi juga spritual, sehingga memperkuat motivasi intrinsik, partisipatif siswa, dan pembentukan karakter siswa.