Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA DI SEKOLAH Nur Hikmah; Rachma Anisa Paradise; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6053

Abstract

Pendidikan multikultural memiliki peran yang signifikan dalam mengembangkan sikap saling menghormati antar pemeluk agama di lingkungan sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan penerapan pendidikan multikultural dalam menanamkan nilai-nilai toleransi di dalam lingkungan pendidikan. Kajian ini memanfaatkan metode penelitian pustaka melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural mampu meningkatkan kesadaran siswa mengenai keragaman dengan mengintegrasikan nilai toleransi dalam kurikulum, pembiasaan budaya sekolah, teladan dari guru, serta aktivitas non-akademik yang berfokus pada dialog antaragama dan budaya. Dengan cara demikian, pendidikan multikultural berfungsi sebagai alat yang efektif untuk membentuk suasana sekolah yang inklusif, harmonis, dan beradab.
Pendidikan Multikultural sebagai Pilar Pembinaan Solidaritas di Era Disrupsi Siti Wahyuningsih; Avila Marsa Salsabila; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6089

Abstract

Pendidikan multikultural muncul pada era 1960-an di Amerika Serikat sebagai respons terhadap diskriminasi dalam sistem pendidikan yang belum mengakomodasi keragaman budaya. Dalam era disrupsi yang ditandai kemajuan teknologi dan interaksi lintas budaya yang cepat, pendidikan ini semakin relevan untuk menumbuhkan sikap toleran dan solidaritas sosial. Penelitian dengan metode library research ini mengkaji peran pendidikan multikultural melalui analisis literatur dan sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berlandaskan pada nilai keberagaman, keadilan, inklusivitas, kemanusiaan, dan kesadaran kritis terhadap ketidakadilan sosial, yang menjadi dasar terbentuknya solidaritas sosial yang harmonis. Implementasinya dilakukan melalui integrasi nilai multikultural dalam kurikulum, peran aktif guru, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas interaksi lintas budaya. Dengan sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah, pendidikan multikultural menjadi pilar strategis dalam membangun masyarakat yang damai, adil, dan berkeadaban di tengah dinamika global.
Pendidikan Multikultural sebagai Sarana Pembentukan Karakter Inklusif di Era Globalisasi Tia Hanny Hapsari; Dina Lutfa Azizi; Marli Marsella Handayani; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6098

Abstract

Pendidikan multikultural berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang inklusif, toleran, dan berkeadilan sosial di tengah tantangan globalisasi. Globalisasi membawa arus informasi dan pertukaran budaya yang cepat, namun juga berpotensi menimbulkan konflik identitas apabila tidak diimbangi dengan pemahaman lintas budaya yang baik. Melalui pendekatan pendidikan yang menghargai keberagaman, siswa didorong untuk memiliki kesadaran kritis terhadap perbedaan serta sikap empatik terhadap sesama. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menelaah berbagai literatur akademik terkait pendidikan multikultural dan pembentukan karakter inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dapat diimplementasikan melalui integrasi nilai-nilai kemanusiaan dalam kurikulum, keteladanan guru, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat interaksi lintas budaya. Dengan dukungan seluruh pihak, pendidikan multikultural dapat menjadi sarana strategis dalam membentuk generasi berkarakter inklusif, adaptif, dan beradab di era globalisasi.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA YANG MENGIKUTI KESENIAN LENGGER Wissda Azzahro Chairunisa; Nukhbatun Nisa; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses internalisasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa yang mengikuti kesenian tradisional Lengger. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek utama adalah seorang siswa yang aktif dalam kesenian Lengger di luar kegiatan sekolah, sedangkan guru PAI, orang tua, dan teman sebaya menjadi informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai multikultural terjadi melalui tiga aspek utama, yaitu pengalaman sosial, pendekatan pedagogis guru, dan aktivitas budaya siswa. Guru PAI berperan penting dalam menghubungkan ajaran Islam dengan nilai-nilai budaya lokal, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Kesenian Lengger membantu siswa mengembangkan sikap toleran, disiplin, kerja sama, serta rasa saling menghormati. Secara keseluruhan, pembelajaran PAI yang berpadu dengan nilai-nilai multikultural mampu membentuk karakter moderat dan inklusif pada diri siswa.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA Khowi Uswatun Hasanah; Della Amania Fitry; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6102

Abstract

Artikel ini mengkaji implementasi pendidikan multikultural dalam membentuk karakter bangsa Indonesia, dengan fokus pada konsep teoretis, strategi implementasi, tantangan, serta dampaknya terhadap harmoni sosial dan identitas nasional. Pendidikan multikultural didefinisikan sebagai pendekatan yang menekankan pengakuan, penghormatan, dan perayaan keragaman budaya, etnis, bahasa, dan agama untuk menumbuhkan toleransi, inklusivitas, dan interaksi harmonis dalam masyarakat plural, sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Penelitian ini menggunakan metode library research melalui kajian pustaka dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan dokumen terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan multikultural di sekolah-sekolah Indonesia melibatkan integrasi kurikulum inklusif, peran strategis guru sebagai fasilitator dan model toleransi, strategi pembelajaran kooperatif, pembiasaan nilai-nilai melalui kegiatan harian, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti festival budaya. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya kesadaran, pendidikan ini memberikan dampak positif dalam mengurangi prasangka, meningkatkan empati sosial, dan memperkuat identitas nasional. Kesimpulan menegaskan bahwa pendidikan multikultural merupakan pilar utama untuk membentuk generasi yang toleran, demokratis, dan siap menghadapi globalisasi, dengan komitmen dari semua pemangku kepentingan untuk keberlanjutan implementasinya.
Teori Kedaulatan Negara David Doresta Wijaya; Nurul Mubin
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): November : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v2i4.332

Abstract

Sovereignty is simply the highest power. One of the principles of sovereignty means managing domestic affairs without interference from other countries, this is because the state has power. However, the issue of who owns the power is still a polemic to this day. This is because if something is said to be sovereign but can still be subject to other powers, then that is not sovereignty. Therefore, the emergence of theories of sovereignty did not coincide but developed according to the times, followed by the emergence of philosophers who were more critical about sovereignty in the state. Among the theories is the theory of state sovereignty, which means that the highest power is held by the state. However, as has been explained, this theory still has advantages and disadvantages, which means that the state can be subject to many things, but the state can also be subject to other things.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM ISLAM Debi Selasa; Tiyas Mulyani; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i1.6025

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pentingnya penerimaan dan penghargaan terhadap keberagaman budaya, agama, ras, dan gender di lingkungan sekolah. Dalam konteks ini, guru memiliki peranan penting sebagai agen perubahan yang bertugas menanamkan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan keadilan sosial kepada peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengimplementasikan pendidikan multikultural di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar mata pelajaran, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan. Guru diharapkan mampu mengelola proses pembelajaran yang menekankan prinsip kesetaraan, menghargai keberagaman, serta mendorong kolaborasi lintas budaya. Dengan demikian, peran guru dalam pendidikan multikultural sangat strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter toleran, demokratis, dan siap hidup di masyarakat majemuk.
Implementasi Istighosah Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan Siswa SMK Takhasus Al-Qur’an Wonosobo Latif Khusmawardi; Nurul Mubin; Ahmad Robihan
Student Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Juni:Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srjyappi.v2i3.1241

Abstract

This research aims to: 1) Understand the concept of implementing Istighosah SMK Takhassus Al Qur'an Wonosobo in instilling religious values ​​in its students; 2) knowing the implementation of Istighosah in instilling religious values ​​in students at Takhasus Al Qur'an Vocational School, Wonosobo; 3) To find out the supporting and inhibiting factors. This research uses qualitative field methods to examine complex and dynamic problems. This method was chosen so that data obtained from sources through direct interviews could be filtered more naturally and produce scientific answers. The results of this research show that Takhasus Al-Qur'an Vocational School applies the concept of Istighosah as an effort to instill religious values ​​and religious character in students. This program requires all students to take part in Istighosah activities which are held every day before learning begins. Takhasus Al-Qur'an Vocational School holds Istighosah as a means to foster spiritual awareness and instill religious values ​​in its students. Through this program, it is hoped that students will be able to integrate these values ​​in their daily lives. In instilling religious values ​​through istighosah activities, there are supporting and inhibiting factors for the implementation of Istighosah in instilling students' religious values. The successful implementation of Istighosah to instill religious values ​​in students is supported by good cooperation between teachers, adequate facilities and infrastructure, as well as a supportive environment so that the cultivation of religious characters can continue to be integrated into students' daily lives. There are several obstacles that hinder the effective implementation of Istighosah to instill religious values ​​in Takhasus Al-Qur'an Vocational School students, including students' limited understanding of Istighosah, lack of self-control, and lack of habit in carrying out Istighosah prayers.
Strategi Peningkatan Kualitas Kinerja Pendidik di MI Ma’arif Kaliwiro, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo Sri Nurhayati; Rifqi Muntaqo; Nurul Mubin
Student Research Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus : Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srjyappi.v2i4.1374

Abstract

This research aims to identify strategies for improving the quality of educator performance at MI Ma'arif Kaliwiro, Kaliwiro District, Wonosobo Regency. Focusing on academic and moral aspects as part of the educational vision, this research evaluates the professionalism and effectiveness of the performance of educators at this institution until the 2023/2024 academic year. Qualitative methods are used to collect data through observation, interviews and documentation. The research results show that there are several problems such as lack of discipline, professionalism and effectiveness of teacher performance, which are caused by various factors including leadership, infrastructure and teacher welfare. The proposed strategies include classroom supervision, increasing discipline, motivation, rewards, training, collaboration with other schools, and improving infrastructure. This research emphasizes the need for a comprehensive and sustainable approach to improving the quality of educator performance in order to achieve the expected educational goals..
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN SIKAP TOLERANSI DI SEKOLAH Sela Asyifa Dalila; Salma Naylul Husnayaini; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i1.6017

Abstract

Pendidikan multikultural di tingkat sekolah dasar memiliki peran sangat krusial dalam membentuk sikap toleransi di kalangan siswa. Dalam konteks globalisasi yang menekankan keberagaman budaya, agama, dan etnis, pendidikan multikultural bertujuan menanamkan pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan tersebut. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pustaka (library research)untuk mengkaji penerapan pendidikan multikultural di sekolah dan kontribusinya dalam menumbuhkan sikap toleransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai multikultural dalam kurikulum dan aktivitas pembelajaran meningkatkan kesadaran siswa bahwa hidup berdampingan dengan sikap toleransi sangat penting. Pendidikan multikultural bukan hanya mengajarkan perbedaan, tetapi juga berfungsi membangun kedamaian sosial dan menghormati keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.
Co-Authors Abdussani, Nahdi Achmad Manarul Hidayat Achmad Nurrochim Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faid Muzakky Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfiatull Laely Lutfiah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alviana, Alviana Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Amaliyah, Zulvika Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Anggi Defi Saputri Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Putri Herdiana Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Sholihatun Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Arbain Arbain Argya Gavrila Maulana Arida Arina Salsabila Arizal Imam Fauzy Arsyad Danish Al bawasil Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Atiqotul Azimah Ati’il Khusna Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili Bagas Latif bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Dea Artika Sanri Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Diki Aditya Saputra Dina Lutfa Azizi Dinazad Maryam Tsabita Dini Syarifah Dini Tri Muslimah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Faiz Ulurosad Attoyari Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathul Faizin Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hanafi Hilal Khoirullah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Hidayat Zainur Rohim Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Iqbal Bakhits Taufiqurrohman Ircham Taufiqul Hakim Ishmatun Nabila Isma Maulana Isnun Qurota Ayuni Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jauhar Alauddin Al Arkan Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khaerul Miftahul Falah Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Kholifatus sa’adah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Laila Nur Fitriana Latif Khusmawardi LATIFAH Latifah, Khikmah Ledyna Bilqis Lia Amalia Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Lutfi Safarudin Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Ulinnuha M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mahfudh, Anwas Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Marsel Hidayat Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miftakhul Arzak Miftakhul Hayat Miladia Nurul Aulia Milkhotun Nafisah Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Mohammad Imron Nawawi Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Abu Sofyan Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Faishol Yusuf Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Iqbal Rosyid Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafarin Zuhaeroh Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nala Fury Ashlah Nanang Sudiyono Nasikhatul Kharimah Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nilna Fauziyah Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Farida, Laeli Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Prasasti Dauliya Pratama Surya Haryanto Prayogo Puput Anjarwati Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Rahmah Fadilatin Nisa Ria Tri Hartini Rifan Khasani Rifana Azzahra Rifdatul Aisy Rifian Irfan Muzaki Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Said Arkan Muzakki Salamah Vera Dwiyani Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sa’idatul Abadiyyah Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Sinta Fatimah Siti Amsa Hulwana Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Nurlaila Fitayatun SITI SHOLIHAH Siti Suryaningsih, Siti Siti Wahyuningsih Slamet Wahyu Asih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Soleh Hidayah Sri Nurhayati Stania Rahmah Sulasno Sulasno, Sulasno Susan Asasiyah Syarif Hamid Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Ulil Absor Umada Habibatil Mutia Via Nailil Ngyah Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wildan Rifqi Asyfia Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Rifandina Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yoga Rahman Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulfa Mufatihah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah