p-Index From 2021 - 2026
10.318
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Akmenika : Jurnal Akuntansi dan Manajemen WALISONGO Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Journal of Indonesian Tourism and Development Studies Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies MUQTASID IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan SOCIOLOGIE Jurnal Administrasi Bisnis ARABIYAT Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage Wardah JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Lisanudhad Badamai Law Journal al-Uqud : Journal of Islamic Economics Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Cakrawala : Jurnal Kajian Manajemen Pendidikan Islam dan Studi Sosial Jurnal Bidan Komunitas Journal of Midwifery and Nursing Jurnal Literasiologi PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Al-Iqtishadiyah: Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah Majalah Kesehatan Pharmamedika Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam AKMENIKA Community Empowerment Jurnal Pendidikan PROFESI (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian Jurnal Promotif Preventif STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora International Journal of Law, Environment, and Natural Resources Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Kesehatan LEBAH Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Analisa: Journal of Social Science and Religion Borneo Journal of Language and Education Penamas Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Junior Medical Journal Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Eduvest - Journal of Universal Studies The Journal of Nursing and Midwifery Sciences Pulchra Lingua Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage Journal of Food Security and Agroindustry OMNICODE Journal (Omnicompetence Community Developement Journal) Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Journal of Educational Technology and Learning Creativity Ardhi: Jurnal Pengabdian dalam Negri Journal of Community Empowerment Jurnal Kualitas Pendidikan Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Grab Kids: Journal of Special Education Need Journal of Islamic Economics Studies and Practices (JIESP). LamLaj International Journal of Economics and Management Research Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) El-Syaker : Samarinda International Journal of Language Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Penamas

FEMALE LEADERSHIP IN INDONESIAN PESANTREN; KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI PESANTREN Zakiyah Zakiyah
Penamas Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan telah terlibat dengan pesantren sejak beberapa tahun yang lalu, baik sebagai santri (siswi) maupun sebagai ustadhah (guru). Beberapa studi menunjukkan, bahwa sejarah keterlibatan perempuan di pesantren sudah dimulai sejak tahun 1916. Akan tetapi, lamanya keterlibatan tersebut tidak berarti perempuan akan mendapatkan kesempatan yang sama dalam posisi manajemen, karena kebanyakan pesantren dipimpin oleh kyai (seorang laki-laki). Artikel ini ditulis berdasarkan pada hasil penelitian pada dua pesantren, satu berada di Gresik Jawa Timur dan Brebes Jawa Tengah. Hasil riset menunjukkan, bahwa nyai (istri dari kyai) memimpin pesantren putri, sementara kyai sebagai pimpinan puncak dari pesantren putra dan pesantren putri. Pada level manajemen, nyai berada di posisi kedua setelah kyai. Dia mempunyai wewenang memimpin dan menjalankan pesantren putri serta mengajar santri putri.Kata Kunci: Pesantren, kepemimpinan wanita, kyai, nyai Women have involved in pesantren since many years ago whether as students or as teachers. Many studies revealed the history of the involvement of women in this educational institution which is stated that it started in 1916. However, the long engagement in this institution does not meant that women will have same opportunity in the management level since most of pesantren is chaired by a kyai (a man). This article based on the field research at two pesantren located in Gresik East Java and Brebes Central Java. In addition, data was gathered through documentary study. Finding of the research shows that nyai (wife of the kyai) lead a pesantren for female students, meanwhile a kyai is the top leader for both pesantren for male and female students. In the management, nyai is in the second level under the kyai. She has authority to run female pesantren and teach female students. Keywords: Pesantren, female leadership, kyai, nyai
PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA: PEMENUHAN HAK SISWA PENGHAYAT DI SEKOLAH Zakiyah Zakiyah
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.232

Abstract

Artikel ini membahas masalah Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di sekolah bagi siswa siswi penghayat Kepercayaan. Tema ini penting untuk dikaji karena masih banyak sekolah yang belum memberikan mata pelajaran “Pendidikan Kepercayaan” karena berbagai alasan seperti belum adanya perangkat pendukungnya dan adanya pandangan pendidikan Kepercayaan ini bukan merupakan “Pendidikan Agama” sebagaimana di atur dalam perundang-undangan. Data dalam tulisan ini diambil dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2016. Adapun penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dan data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawacara dan studi pustaka terhadap dokumen terkait dengan topik penelitian. Riset ini dilakukan di Kabupaten Cilacap dengan pertimbangan di daerah ini terdapat sekolah-sekolah yang telah memberikan pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan YME bagi peserta didiknya. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan perpektif Hak Asasi Manusia. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat 14 sekolah mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas yang telah memberikan layanan pendidikan tersebut. Dalam pelaksanaannya mereka bekerjasama dengan MLKI Cilacap dalam hal penyediaan guru, materi, silabut, KIKD dan soal-soal tes. Hal ini merupakan gambaran pemenuhan hak dasar bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan keyakinannya
FEMALE LEADERSHIP IN INDONESIAN PESANTREN; KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI PESANTREN Zakiyah Zakiyah
Penamas Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan telah terlibat dengan pesantren sejak beberapa tahun yang lalu, baik sebagai santri (siswi) maupun sebagai ustadhah (guru). Beberapa studi menunjukkan, bahwa sejarah keterlibatan perempuan di pesantren sudah dimulai sejak tahun 1916. Akan tetapi, lamanya keterlibatan tersebut tidak berarti perempuan akan mendapatkan kesempatan yang sama dalam posisi manajemen, karena kebanyakan pesantren dipimpin oleh kyai (seorang laki-laki). Artikel ini ditulis berdasarkan pada hasil penelitian pada dua pesantren, satu berada di Gresik Jawa Timur dan Brebes Jawa Tengah. Hasil riset menunjukkan, bahwa nyai (istri dari kyai) memimpin pesantren putri, sementara kyai sebagai pimpinan puncak dari pesantren putra dan pesantren putri. Pada level manajemen, nyai berada di posisi kedua setelah kyai. Dia mempunyai wewenang memimpin dan menjalankan pesantren putri serta mengajar santri putri.Kata Kunci: Pesantren, kepemimpinan wanita, kyai, nyai Women have involved in pesantren since many years ago whether as students or as teachers. Many studies revealed the history of the involvement of women in this educational institution which is stated that it started in 1916. However, the long engagement in this institution does not meant that women will have same opportunity in the management level since most of pesantren is chaired by a kyai (a man). This article based on the field research at two pesantren located in Gresik East Java and Brebes Central Java. In addition, data was gathered through documentary study. Finding of the research shows that nyai (wife of the kyai) lead a pesantren for female students, meanwhile a kyai is the top leader for both pesantren for male and female students. In the management, nyai is in the second level under the kyai. She has authority to run female pesantren and teach female students. Keywords: Pesantren, female leadership, kyai, nyai
Co-Authors A, MellaYuria R Aan Sutandi Abdul Hadi Abdul Wahab Afrinaldi Afrinaldi Agnia, Raisa Agung Prakoso , Firza Agus Purnomo Ahmad Sulaeman Al Hadi, M. Qoshid Alghani, Muhammad Ilham Revo Alhafiza, Rahma Ghania Alnur, Rony Darmawansyah Alven Putra Amberi, Mariani Andriani, Rika Apriana Apriana Apriana Rahmawati Apriani, Fitri Arami, Nova Aries Chandra Ananditha, Aries Chandra Arwansyah bin Kirin Asri, Sinta Yunita Sariningtyas Atika Zahra Maulida Aulia Utami Putri Aulia, Yulfa Azamel Fata Baihaqi, M. Boonma , Kantida Chleo, Tan Charla Chomsiyah, Siti Collado, Resty Damayanti, Siti Darodjat, Darodjat Darsono Darsono Darweni, Darweni Davika, Zahra Dedi Hadian Dewi, Aliana Diana Rahmawati Dimas Aditia Dirgantara, Marvinda Rizki Dwi Mirani Emiliyah, Siti Endy Muhammad Astiwara Eny Ariyanto, Eny Ermanovida Erziaty, Rozzana Etalia Brahmana, Netti Fadhilah, Lulu Nurul Faiza, Nais Musyafaul Fakhriyah, Sani Fathra, Fathra Fatihuddin, Fatihuddin Fazriyani, Felinda Firma Pradesta Amanah, Firma Pradesta Fitria Budi Utami Fitriah, Nur Aina Fitriyani, Vika Ramadhana Flora Flora Gary1, Wulan Puspa handayani, Hani Sri Hasna Septiani, Firna Hijriyati, Yoanita Huda, Hisbullah Hudnah, Hudnah Ibnu Hasan, Ibnu Ilma Mahdiya Iman Setya Budi Indra Gilang Pamungkas Jamillah Jamillah Jamillah Jamillah, Jamillah Jauharoh, Titin Karim, Ulfah Nuraini Karimah, Safa’atul Khofifah, Ani Kirin, Arwansyah Kusno Kusno Lababah, Ainiyatul luklukatul Listyo Yudha Irawan Luchman Hakim M Baihaqi M, Makhful M. Ridho Kholid, M. Ridho M.Z Syafiq, M.Z Syafiq Manik, Kristina Dewi Manjorang, Marlida Yuliza Marianna, Siswani Marlina, Inda Maulinda, Riska Maya Lestari, Maya Ma’rifah, Rabiatul Mohammad Effendy Mohammad Effendy Muhammad Basri Muhammad Eka Prasetia Muhammad Taufik Hidayat Muhammad Taufik Hidayat Muhammad Taufik Hidayat, Muhammad Muhtadi, Muhamad Ammar Mukarromah, Safitri Mutiara Firdausi An Tasya Nababan, Donal Nadifa, Hilda Ayu Putri Najwa Mawaddah Nana Gustianda Nasaruddin Nasaruddin Nikem Kurnia Ningsih Novizal Wendry, Novizal Nugroho Eko Atmanto, Nugroho Eko Nuniek Setyo Wardani Nunun Indrasari Nur Laili Noviani, Nur Laili Nuraeni, Mega Afria Nurazizah, Suci Nurhalina Sari Nurromsyah Nasution Nurul Mouliza Nurul Setiani Olivia Olivia Orita Satria Paiza, Nurul Parman Komarudin Parray, Tauseef Ahmad Pertiwi, Harizza Purnamasari, Yana Dwi Putra, Alven Putri, Arum Kusmila Surya Qadrsih, Nabilah Rahma Rady, Mohammed Jassim Mohammed Rahawa, Ina Rahmah, Yunika Rahmatul Huda Rakhman, Itmam Aulia Ramadhani, Nabilah Ramdani, Ahmad Randell, Madeleine Rinjani, Rinjani Risca Latifah Romelah Romelah Rosita, Erlia S. Purnamasari Sabit Tohari Samsidar Samsidar Saprudin Saprudin, Saprudin Saputra, Edriagus Sari, Anggi Maulida Sari, Mirda Sari, Siti Maulidya Sartini, Wahyuni Sauca, Dhinar Mawanti Serafinah Indriyani Serafinah Indriyani Setyaningsih, Widanarti SETYO BOEDI OETOMO, SETYO BOEDI Shofia Purnamasari Siti Hajar Siti Muawanah Siti Nuraini Siti Sumirah Sri Suci Suryawati Sudirman Sudirman Sulfiatin, Sulfiatin Supriono Supriono Susanti, Ita Syahidin, Amal Syahrida, Syahrida Sylvie Agustina Tajul Arifin Tarta, Efnu Taufik, Mirwan Akhmad Tavinayati Tavinayati Tavinayati Tavinayati, Tavinayati Tiara, Anita Tri Mustikowati Ulfa, Nurina Umar Said Umi Hani Umi Masfiah, Umi Umi Muzayanah Umilatifah, Anizak USWAH, Uswah Wakinah, Wakinah Winarti, Hesti Wulandari, Cyntia Wulandari, Latiffa Ihza Yana, Riska Sofi Yolanda, Wiwit Yuda, Yuda Yuhofifah, Yuhofifah Yulia Qamariyanti Yunisa Fitriana Yusuf Yusuf Yuwono, Joko Zaki Mubarok, Zaki Zakiyah