p-Index From 2021 - 2026
17.767
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Mizan (e-Journal) AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Jurnal Adabiyah Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin KOMUNITAS JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM UIR LAW REVIEW al-Afkar, Journal For Islamic Studies Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar TERRA : Journal of Land Restoration Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Journal of Educational Research and Evaluation Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Unes Law Review BILANCIA Politea : Jurnal Politik Islam El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Disiplin : Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum sumpah Pemuda Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam International Journal of Progressive Mathematics Education Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Edukha : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Al Tasyri'iyyah INDOGENIUS INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Sanjiwani: Jurnal Filsafat E-Jurnal Manajemen Trisakti School of Management (TSM) Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Padma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat English Language Teaching Methodology (ELTM) SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak Tahqiqa: Jurnal Pemikiran Hukum Islam DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Indonesia of Journal Business Law Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Jurnal Global Futuristik : Kajian Ilmu Sosial Multidisipliner Al-fiqh : Journal of Islamic Studies Cendekia Inovatif Dan Berbudaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Jurnal Nirta: Studi Inovasi Sosiosaintika : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Ilmiah Falsafah Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archipelago Journal of Southeast Asia Islamic Studies Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum FAWAID: Sharia Economic Law Review Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum) Journal of Economics and Business Jurnal Sains Materi Indonesia IECON: International Economics and Business Conference Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam An Nafi’; Multidisciplinary Science CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Ulil Albab PESHUM Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Issues in Mathematics Educations (IMED) Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review JAMP As-Sulthan Journal of Education Jurnal Ilmu Hukum NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Makkah: Journal Of Islamic Studies DIGITAL BUSINESS INSIGHTS JOURNAL Bayan: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Kepemimpinan Perempuan: Analisis Filsafat Tentang Kesetaraan Gender Dan Tantangan Patriarki Anniza Abdi; Khaerunnisa Sukri; Misbahul Khair; Kurniati
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/mf5y2d74

Abstract

Kepemimpinan perempuan dalam perspektif filsafat dikaji melalui dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis untuk memahami hakikat, mekanisme, serta peranannya dalam menghadapi budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menelaah gagasan-gagasan filosofis tentang kesetaraan dan keadilan gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa kapasitas, integritas, dan tanggung jawab moral merupakan dasar utama dalam menilai kepemimpinan, bukan jenis kelamin. Hambatan terhadap kepemimpinan perempuan sering kali muncul dari penafsiran patriarkis, diskriminasi sosial, dan stereotip gender yang mengakar dalam struktur masyarakat. Melalui filsafat, bias-bias tersebut dapat dikritisi dan diurai untuk membangun paradigma kepemimpinan yang menegakkan nilai kesetaraan, keadilan, dan kemanusiaan. Kajian ini menegaskan pentingnya model kepemimpinan perempuan yang inklusif dan transformatif, berorientasi pada kemaslahatan bersama, serta mampu menegaskan peran perempuan sebagai subjek aktif dalam ruang publik dan pengambil kebijakan. Abstract: Women's leadership in philosophical perspective is examined through ontological, epistemological, and axiological dimensions to understand its essence, mechanisms, and role in confronting patriarchal culture. This study employs a qualitative approach based on library research by analyzing philosophical concepts of equality and gender justice. The findings reveal that leadership is not determined by gender, but by individual capacity, integrity, and moral responsibility. The main obstacles to women’s leadership arise from patriarchal interpretations, social discrimination, and gender stereotypes embedded in society. Philosophy provides a critical framework to deconstruct these biases and to build a paradigm of leadership grounded in equality, justice, and humanity. This study emphasizes the importance of an inclusive and transformative model of women’s leadership that is oriented toward the common good and strengthens the position of women as active subjects in public spaces and decision-making processes.
Etika Jual Beli Dalam Perlindungan Konsumen Pada Produk Palsu Di E-Commerce Muhammad fachri; Dini khaerani; Kurniati
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth of e-commerce platforms in Indonesia has indeed created significant space for trade activities, but at the same time, it has also given rise to new problems, particularly the widespread circulation of counterfeit products that can harm buyers. This study seeks to examine how the principles of Islamic transaction ethics can serve as a basis for strengthening consumer protection in digital transactions. This research was conducted through a literature review, examining primary sources such as the Quran, hadith, and the thoughts of Islamic scholars. This research was supplemented by supporting materials in the form of books, scientific articles, and national laws and regulations, including Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. This study found that Islam teaches the values ​​of honesty, clarity of information, mutual consent, and prohibits practices that involve elements of uncertainty, fraud, and usury. These principles align with positive legal regulations aimed at protecting consumer rights and security. Therefore, the application of Islamic transaction ethics in the digital trading environment is considered capable of strengthening consumer protection while building an e-commerce ecosystem that is safer, fairer, and in accordance with Islamic guidance. Abstrak Pertumbuhan platform jual beli e-commerce di Indonesia memang telah memberikan ruang yang signifikan bagi aktivitas perdagangan, tetapi di saat yang sama, hal ini juga menimbulkan permasalahan baru, terutama maraknya peredaran produk palsu yang dapat merugikan pembeli. Penelitian ini berupaya mengkaji bagaimana prinsip-prinsip etika muamalah Islam dapat menjadi dasar penguatan perlindungan konsumen dalam transaksi digital. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka, dengan mengkaji sumber-sumber primer seperti Al-Qur'an, hadis, dan pemikiran para ulama. Penelitian ini dilengkapi dengan bahan-bahan pendukung berupa buku, artikel ilmiah, dan peraturan perundang-undangan nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini menemukan bahwa Islam mengajarkan nilai-nilai kejujuran, kejelasan informasi, kerelaan bersama, dan larangan praktik-praktik yang mengandung unsur ketidakpastian, penipuan, dan riba. Prinsip-prinsip ini selaras dengan peraturan hukum positif yang bertujuan untuk melindungi hak dan keamanan konsumen. Oleh karena itu, penerapan etika transaksi Islam dalam lingkungan perdagangan digital dinilai mampu memperkuat perlindungan konsumen sekaligus membangun ekosistem e-commerce yang lebih aman, adil, dan sesuai dengan tuntunan Islam.
Pandangan Hukum Islam Tentang Hak-Hak Dan Kedudukan Perempuan Dalam Wakaf Mattalioe, Andi Syahrani Afdhal; Wardayani; Nur Azzahra; Kurniati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.11964

Abstract

Ajaran Islam menegaskan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan berumah tangga maupun bermasyarakat. Namun dalam praktiknya, perempuan masih sering mengalami diskriminasi yang berakar pada penafsiran ajaran agama yang terdistorsi oleh budaya. Dalam konteks ini, wakaf sebagai bentuk amal jariyah dalam Islam menjadi salah satu praktik yang sangat dianjurkan dalam Al-Qur’an dan Hadis, serta berpotensi menjadi sarana pemberdayaan perempuan dan masyarakat secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan hukum Islam mengenai hak dan kedudukan perempuan dalam wakaf. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan menganalisis berbagai literatur yang membahas kedudukan dan tantangan yang dihadapi perempuan dalam perwakafan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pandangan hukum Islam, perempuan memiliki hak yang setara dengan laki-laki dalam berwakaf, baik sebagai wakif (pemberi wakaf) maupun sebagai nazhir (pengelola wakaf). Ajaran Islam sejak awal mengakui peran aktif perempuan dalam pengelolaan harta, sebagaimana tercermin dalam praktik para sahabat Nabi. Namun dalam pelaksanaannya, perempuan masih menghadapi tantangan berupa bias budaya, kurangnya literasi wakaf, serta terbatasnya kesempatan dalam kepemimpinan lembaga wakaf.
PENGARUH PENGALAMAN MAGANG TERHADAP KESIAPAN BERWIRUSAHA MAHASISWA Kurniati; Bayu Fajar Susanto; Sri Astuti; Zulrahmadi
Digital Business Insights Journal Vol 1 No 1 (2025): DIGITAL BUSINESS INSIGHTS JOURNAL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/bidi.v1i1.4010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman magang terhadap kesiapan berwirausaha di kalangan mahasiswa. Masalah penelitian ini adalah rendahnya kesiapan berwirausaha di kalangan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 200 mahasiswa dari berbagai jurusan yang telah mengikuti program magang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman magang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki pengalaman magang cenderung lebih siap untuk memulai usaha dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki pengalaman magang. Saran dari penelitian ini adalah agar universitas dan perusahaan meningkatkan program magang yang lebih berkualitas dan relevan untuk mendukung kesiapan berwirausaha mahasiswa.
Ketidaksetaraan Gender dalam Konsep Nusyuz pada Hukum Keluarga Islam Nurainun Maharani; Nabila Khairunnisa; Aviva Riani Puteri Irma; Kurniati
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ad2x8192

Abstract

This article aims to re-examine the concept of nusyuz by placing it within a more egalitarian framework of marital relations through a critical reading of classical fiqh literature, modern fiqh discourse, and the practice of Islamic family law in Indonesia. This study employs a library research method by collecting data from classical fiqh manuals, exegetical works, academic journals, religious court decisions, and positive legal regulations. All materials were analyzed qualitatively using a comparative–interpretive approach to identify how gender bias is constructed within the discourse of nusyuz and how it influences legal reasoning. The findings indicate that classical literature frequently positions nusyuz as a violation attributed primarily to wives, whereas contemporary discourse increasingly asserts that such actions may be committed by either spouse, thereby challenging hierarchical understandings of the marital relationship. An examination of religious court rulings reveals that many judges still rely on textual frameworks that offer limited space for more egalitarian interpretations, although there is an emerging tendency toward approaches more responsive to dynamics of violence and relational inequality. This analysis recommends the development of interpretive models attentive to social context and to principles of reciprocal justice in order to enhance the gender sensitivity of family law practice and reduce inequities arising from rigid normative interpretations. Abstrak. Tulisan ini bertujuan menelusuri kembali konsep nusyuz dengan menempatkannya dalam kerangka relasi suami–istri yang lebih setara, melalui pembacaan kritis terhadap literatur fiqh klasik, fiqh modern, serta praktik hukum keluarga Islam di Indonesia. Penelitian menggunakan metode library research dengan menghimpun data dari kitab-kitab fiqh, karya tafsir, jurnal akademik, putusan pengadilan agama, serta regulasi hukum positif. Seluruh bahan dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan komparatif-interpretatif untuk melihat bagaimana bias gender terbentuk dalam wacana nusyuz dan bagaimana ia memengaruhi pertimbangan hukum. Temuan menunjukkan bahwa konsep nusyuz dalam banyak literatur klasik lebih sering diposisikan sebagai pelanggaran yang ditujukan kepada istri, sementara wacana kontemporer mulai menegaskan bahwa tindakan serupa dapat dilakukan kedua belah pihak sehingga relasi rumah tangga tidak lagi dipahami secara hierarkis. Kajian terhadap putusan pengadilan agama mengungkap bahwa sebagian hakim masih mengandalkan kerangka tekstual yang kurang memberi ruang pada pendekatan yang lebih setara, meskipun ada kecenderungan baru yang lebih responsif terhadap dinamika kekerasan dan ketimpangan relasi. Analisis ini merekomendasikan perlunya model pembacaan yang memperhatikan konteks sosial dan prinsip keadilan hubungan timbal balik agar praktik hukum keluarga lebih sensitif terhadap ketidaksetaraan gender yang muncul dari interpretasi normatif yang kaku
Hikmah Siyasah Dan Rekontruksi Islamic Governance Di Indonesia Nurul Hikmah; Fadillah Eka Putri; Moh Alamsyah Noor; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/xfhxby23

Abstract

The development of modern governance demands the reconstruction of siyasa thinking to make it relevant to the context of a democratic and pluralistic nation-state. This study analyzes the understanding of siyasa wisdom in classical and modern literature, its application in Indonesian public policy, and its effectiveness in addressing contemporary governance challenges. The research method uses a qualitative descriptive-analytical approach through a literature review of Islamic political thought, contemporary scientific studies, and national policy documents. The results show that the principles of siyasa wisdom justice (‘adl), trustworthiness, deliberation (shura), and maslahah have universal relevance and can be integrated into modern governance through the digitalization of public services, apparatus integrity mechanisms, community participation, and social protection programs. However, its effectiveness is still hampered by digital infrastructure gaps, administrative formalization, limited public influence, and inaccurate targeting of social assistance. This study concludes that the reconstruction of siyasa wisdom has the potential to become the basis for an Islamic ethical governance paradigm that can strengthen transparency, accountability, and public welfare in Indonesian governance.  Abstrak Perkembangan tata kelola modern menuntut rekonstruksi pemikiran siyasah agar relevan dengan konteks negara bangsa yang demokratis dan plural. Penelitian ini menganalisis pemahaman hikmah siyasah dalam literatur klasik dan modern, penerapannya dalam kebijakan publik Indonesia, serta efektivitasnya dalam menghadapi tantangan pemerintahan kontemporer. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui studi literatur terhadap pemikiran politik Islam, kajian ilmiah kontemporer, dan dokumen kebijakan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip hikmah siyasah keadilan (‘adl), amanah, musyawarah (syura), dan maslahah memiliki relevansi universal dan dapat diintegrasikan ke dalam tata kelola modern melalui digitalisasi layanan publik, mekanisme integritas aparatur, partisipasi masyarakat, dan program perlindungan sosial. Namun, efektivitasnya masih terhambat oleh kesenjangan infrastruktur digital, formalisasi administratif, keterbatasan pengaruh publik, serta ketidaktepatan sasaran bantuan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi hikmah siyasah berpotensi menjadi dasar paradigma Islamic ethical governance yang mampu memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kemaslahatan publik dalam tata kelola pemerintahan Indonesia.
Adaptasi Hukum Pidana Islam Terhadap Fenomena Bullying Dalam Perspektif Maqasid Syariah Muh Farhan Bausat; Ainil Wahdaniyah; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/7zy05819

Abstract

The phenomenon of bullying in the modern era has become increasingly alarming because it has serious implications for mental, physical, and social health, especially among children and adolescents. Although bullying is not explicitly mentioned in religious texts, from an Islamic criminal law perspective, this act falls under the category of jarīmah ta‘zīr, due to the element of injustice that undermines maqāṣid al-syarī‘ah, with an emphasis on the protection of life (ḥifẓ al-nafs), reason (ḥifẓ al-‘aql), and dignity (ḥifẓ al-‘ird). This study aims to analyze the philosophy and wisdom behind the establishment of jinayah law and its relevance in handling bullying cases by applying the maqāṣid syariah approach. The research methods used are normative legal research and a philosophical-juridical approach, which examine primary and secondary sources of law in fiqh jinayah as well as modern literature related to bullying. The results of the study show that Islamic criminal law has the adaptive capacity to respond to contemporary crimes through the flexible and contextual ta‘zīr mechanism. The sanctions that can be imposed include qisas for severe physical violence, diyat as compensation for losses, and ta'zir in the form of reprimands, fines, moral guidance, counseling, and restrictions on social or digital activities. The ta'zir approach is not only repressive but also preventive and restorative, providing opportunities for the Islamic process. rehabilitation of perpetrators, and recovery of victims. The findings of this study confirm that Islamic criminal law offers a comprehensive solution to the problem of bullying, covering legal, moral, and social dimensions, and is highly relevant in efforts to create a safe, fair, and substantively just society.  Abstrak Fenomena bullying pada era modern menjadi semakin memprihatinkan karena berimplikasi serius terhadap kesehatan mental, fisik, dan sosial, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja. Meskipun tindakan bullying tidak diungkapkan secara eksplisit dalam teks-teks keagamaan, dalam perspektif hukum pidana Islam, perbuatan ini termasuk dalam kategori jarīmah ta‘zīr, dikarenakan adanya elemen kezaliman yang merusak maqāṣid al-syarī‘ah, dengan penekanan pada perlindungan terhadap jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), dan martabat (ḥifẓ al-‘ird). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filosofi dan hikmah penetapan hukum jinayah serta relevansinya dalam penanganan kasus bullying dengan menerapkan pendekatan maqāṣid syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dan pendekatan filosofis-yuridis, yang mengkaji sumber hukum primer dan sekunder dalam fiqh jinayah serta literatur modern terkait perundungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum pidana Islam memiliki kapasitas adaptif untuk merespons kejahatan kontemporer melalui mekanisme ta‘zīr yang bersifat fleksibel dan kontekstual. Sanksi yang dapat dijatuhkan meliputi qisas untuk tindak kekerasan fisik yang berat, diyat sebagai kompensasi atas kerugian, serta ta‘zīr yang berupa teguran, denda, pembinaan moral, konseling, hingga pembatasan aktivitas sosial atau digital. Pendekatan ta‘zīr bukan hanya berfungsi represif, tetapi juga preventif dan restoratif, yang memberikan kesempatan bagi proses islah, rehabilitasi pelaku, serta pemulihan korban. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa hukum pidana Islam menawarkan solusi yang komprehensif terhadap masalah bullying, mencakup dimensi hukum, moral, dan sosial, serta memiliki relevansi yang signifikan dalam upaya menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, adil, dan berkeadilan substantif.
Rekonstruksi Konsep Takafuul dalam konsep syari'ah perspektif maqashid syariah Zulkifli; Muh.Adzan; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/b9w8hq69

Abstract

This study aims to rebuild the concept of takaful in Islamic insurance using the maqashid syariah approach, which is a framework of Islamic law objectives that emphasizes public interest. In the development of the Islamic financial system in Indonesia, Islamic insurance still faces philosophical issues related to the application of the values of justice, solidarity, and sustainability. Many people argue that Islamic insurance has not fully demonstrated the values of ta'awun or mutual assistance, and takaful or shared responsibility, as expected by Sharia. Through a literature review and normative qualitative analysis, this study examines the essence, mechanisms, and evaluation of maqashid syariah on the application of the takaful system. The results show that takaful is a concept of social protection based on moral values, not merely an economic transaction. Its implementation mechanisms need to be improved so that it is not only formally Sharia-compliant, but also provides real social benefits. Thus, rebuilding takaful from the perspective of maqashid sharia is an important step to strengthen the legitimacy and sustainability of Islamic insurance in Indonesia.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membangun kembali konsep takaful dalam asuransi syariah dengan menggunakan pendekatan maqashid syariah, yang merupakan kerangka tujuan syariat Islam yang menekankan kemaslahatan. Dalam perkembangan sistem keuangan syariah di Indonesia, asuransi syariah masih dihadapkan pada masalah filosofis terkait penerapan nilai keadilan, solidaritas, dan kelangsungan. Banyak orang berpendapat bahwa asuransi syariah belum sepenuhnya menunjukkan nilai-nilai ta'awun atau tolong-menolong, serta takaful atau tanggung jawab bersama, sesuai dengan yang diharapkan syariah. Melalui metode studi pustaka dan analisis kualitatif normatif, penelitian ini menelaah hakikat, mekanisme, serta evaluasi maqashid syariah terhadap penerapan sistem takaful. Hasilnya menunjukkan bahwa takaful adalah konsep perlindungan sosial yang didasarkan pada nilai moral, bukan sekadar transaksi ekonomi. Mekanisme pelaksanaannya perlu diperbaiki agar tidak hanya patuh syariah secara formal, tetapi juga memberikan kemaslahatan sosial yang nyata. Dengan demikian, pembangunan kembali takaful melalui sudut pandang maqashid syariah menjadi langkah penting untuk memperkuat legitimasi dan kelangsungan asuransi syariah di Indonesia
Cryptocurrency Dalam Perspektif Hukum Islam : Antara Praktik Riba Dan Pemenuhan Tujuan Syariat Muh Aswar; Sulastri Nurul Qalbi; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/mrq25515

Abstract

Perkembangan teknologi informasi pada era digital telah mendorong lahirnya cryptocurrency sebagai bentuk baru aset digital berbasis blockchain yang menawarkan efisiensi dan kemudahan transaksi lintas negara. Meskipun demikian, keberadaannya menimbulkan perdebatan dalam perspektif hukum Islam, terutama terkait potensi praktik riba, gharar, dan maysir dalam mekanisme transaksi yang bersifat spekulatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat cryptocurrency menurut hukum Islam, menilai keabsahan praktik transaksi aset digital berdasarkan prinsip fiqh muamalah, serta mengidentifikasi bentuk-bentuk riba digital yang muncul dalam aktivitas perdagangan kripto kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan normatif, melalui kajian terhadap fatwa, regulasi negara, literatur fiqh klasik dan kontemporer, serta karya ilmiah yang relevan dengan keuangan digital syariah. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka fiqh muamalah dan pendekatan maqasid al-shariah untuk menilai kemaslahatan dan potensi mafsadat dalam setiap bentuk transaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cryptocurrency tidak dapat digeneralisasi sebagai instrumen yang sepenuhnya bertentangan dengan hukum Islam. Penggunaannya sebagai alat tukar dinilai tidak memenuhi kriteria syariah karena volatilitas ekstrem dan ketidakpastian nilai. Namun demikian, dalam konteks tertentu, cryptocurrency berpotensi diterima sebagai komoditas digital apabila memiliki kejelasan akad, underlying asset yang dapat diverifikasi, serta terbebas dari unsur riba dan spekulasi berlebihan. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menawarkan pendekatan kontekstual yang membedakan antara teknologi kripto dan mekanisme transaksinya dalam penilaian hukum Islam.
Membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Dan Rahmah Dalam Pernikahan Berdasarkan Falsafah Islam Syahriadi; Muhammad Fuad Zhaky; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/t0syqb32

Abstract

This research focuses on the analysis of the concept of forming a harmonious, loving, and compassionate (SAMARA) family in marriage according to Islamic philosophy and its relevance in the context of modern household life. The SAMARA concept is understood as the ideal foundation for building a family that is not only oriented towards formal bonds, but also towards peace of mind, love, and ongoing affection. From an Islamic perspective, marriage is positioned as a sacred institution that integrates spiritual, social, and legal values ​​to create a balanced and meaningful family life. This research uses a qualitative descriptive method by examining various Islamic literature sources and the social phenomena of contemporary Muslim families. The study focuses on the spiritual dimension that emphasizes faith and piety, the social dimension related to the interaction patterns of husband and wife and the environment, and the legal dimension that regulates rights and obligations in marriage. The results of the study indicate that mutual respect, open and effective communication, fair distribution of responsibilities, and a balance between material and spiritual aspects are key elements in creating a harmonious and resilient family. In the context of the modern era, family challenges are increasingly complex, including economic pressures, changing gender roles, and rapid social dynamics. Therefore, this study also examines the importance of prospective husbands and wives' readiness to understand the meaning, purpose, and values ​​of marriage before starting a household. In conclusion, the SAMARA concept remains relevant and relevant as a moral and ethical framework that can serve as a guideline for building strong, adaptive family relationships based on Islamic values ​​amidst changing times Abstrak. Penelitian ini berfokus pada analisis konsep pembentukan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah (SAMARA) dalam pernikahan menurut falsafah Islam serta relevansinya dalam konteks kehidupan rumah tangga modern. Konsep SAMARA dipahami sebagai fondasi ideal dalam membangun keluarga yang tidak hanya berorientasi pada ikatan formal, tetapi juga pada ketenangan jiwa, cinta kasih, dan kasih sayang yang berkelanjutan. Dalam perspektif Islam, pernikahan diposisikan sebagai institusi sakral yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan hukum guna menciptakan kehidupan keluarga yang seimbang dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menelaah berbagai sumber literatur keislaman serta fenomena sosial keluarga Muslim kontemporer. Kajian difokuskan pada dimensi spiritual yang menekankan keimanan dan ketakwaan, dimensi sosial yang berkaitan dengan pola interaksi suami istri dan lingkungan, serta dimensi hukum yang mengatur hak dan kewajiban dalam pernikahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sikap saling menghormati, komunikasi yang terbuka dan efektif, pembagian tanggung jawab yang adil, serta keseimbangan antara aspek material dan spiritual merupakan elemen utama dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan tangguh. Dalam konteks era modern, tantangan keluarga semakin kompleks, meliputi tekanan ekonomi, perubahan peran gender, serta dinamika sosial yang cepat. Oleh karena itu, penelitian ini juga mengkaji pentingnya kesiapan calon suami dan istri dalam memahami makna, tujuan, serta nilai-nilai pernikahan sebelum membangun rumah tangga. Kesimpulannya, konsep SAMARA tetap relevan dan aktual sebagai kerangka moral dan etika yang mampu menjadi pedoman dalam membentuk hubungan keluarga yang kokoh, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam di tengah perubahan zaman.
Co-Authors , A A Istri Adeka Saputri -, Sutra A. Firda A. St. Aqilah Nur Asizah Abd Rahman R Abd. Qadir Gassing Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman R Abd. Rauf M. Amin Abdul Hafid Abdul Rahim Abdul Rahman Abubakar, Achmad Achmad Musyahid Idrus Addinul, Addinul Ikhsan Adiyatza Masdar Afriani Ageng Abdi Putra Ahmad Fauzan Fatahillah Ahmad Jailani, Ahmad Ahmad Pitoni Ainil Wahdaniyah Akmal Aliahardi Winata Alim, Nur Alimah, Huriyah Nahdah Alimuddin, Hardiyanti Alyasari, Irmaya Amal Ashraf Amatullah Amin, Putri Aprilyana Idi Amirah Zahra Maulidyah Andi Akmal Andi Marwah Andi Muhammad Akmal Andi Muhammad Syukur Andi Sani Silwana Andi Syahru Ramadhan Andi Tabrani Rasyid andi, fadhil Andika Dwi Putra Anisa, Nur Ainun Anniza Abdi Arafah arham, ihsan ARIES JONATHAN Arif Rahman Aris, Aryan Arisyanti Arya Hidayat Arya, Andi Muhammad as-Siddiq, Hasbi Asdar Asgar Ashar ASNI Astriani Aswar Aswidia Agustin Aulia Shaafirah Aulia, Astri Aviva Riani Puteri Irma Azis Rahman Bagus Satrialdy Azhar Baiq Farista Baso Intang Sappaile Bayu Fajar Susanto Belinda Putri Faradhiva Burhan, Abd Rukman Chitra Dedi Supriadi Diah Novita Sari Dian Adriani Didik Pramono, Didik Dini khaerani Edelia Triasty Eka Puji Lestari Elfarisna Erlina Rahmayuni, Erlina Erna Hastuti Ervina Fadhil, Andi Fadhilla, Siti Nurul Fadia Indah Sari Fadillah Eka Putri Faidati, Wind Fatmawati Fatmawati Fattah, Salman Fera Zabira Zahra Fini Rinayani Firda Firman Firmansyah Fiska Amelia Fitri Wulandari Gerry Sangra Gunawan Gunawan Gunawan, Syahrul Halisah, Nur Hamzah Hardianto S Haris Kulle, Haris Hasan, Erfandi Hawa Herman, Welly Hermawan, Adithia hidayat, Khair Tasnim Razak Naba Hikmah Hilda Hinaya Hindun Umiyati Hisbullah Hisbullah Hisbullah Ian Vanath Alhakim Idris Alfarizi Ifiasr ILHAM Imam Makmun Imran, Muh. Fadhil Abdillah Indra Yanto indra, A.Indraerawati Indriyani MS, Eka Irlan Irlan Irwan Hidayat Irwan Wirajaya Jenita Berliana Juhari, Andi Rezal Jumarni Juwita, Marisa Kanayya, Yumna Kaprawi Khaerunnisa Sukri Khalid Rijaluddin Kiljamilawati Kinanti, Hapsari Kusuma, Anggi Lestari, Tari Lidya Saraswati Dellaneyra Lilis Lomba Sultan Luthfiah M. Hairul M. Yusran S Magefirah Majid, Ahmad Farham Marciafeli Marilang Mattalioe, Andi Syahrani Afdhal Maulidah, Tahani Asri Meilani Putri Basri MIFTAHUL JANNAH Misbahuddin Misbahuddin Misbahul Khair Moh Alamsyah Noor Muammar Bakry Muawan, Muhammad Habib Muh Alghifari Muh Aswar Muh Farhan Bausat Muh Tabran Muh.Adzan Muhammad Afdal Amirullah Muhammad Arsyam Muhammad Asmar Muhammad Fachri Muhammad Fuad Zhaky Muhammad Haikal Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rusli Mulham Jaki Asti Mumtahana, Nur Mustafa, Adriana Mustafa, Zulhas' ari Mustika Nur Srikandi Musyfikah Ilyas Musykifah Ilyas Mutiah Mukarramah Alkhatimah Mutiara Mutmainnah Nabila Farhana Sabir Nabila Khairunnisa Nada Nur Kamaria Nahruddin Nawirman Ni Putu Ayu Aprila Andra Kumara Nida Nurhasanah Nita Novita Nur Adilah Nur Amanda Jaya Nur Azzahra Nur Khaera Nur Saria Nur, Awaluddin Nuraini Nurainun Maharani Nurbaeti Nurchamidah Nurfadila Nurfadillah Wilmayanti Nurfaika Ishak Nurfarhati Nurhidayat Nurhikma Nursalam Nurul Aziza, Nurul NURUL AZIZAH NURUL HIKMAH Nurul Mujahidah Nurul Safitri Nurul Wasilah Kadir Nurzaelani, Mohammad Muhyidin Oktavianti , Amanda Othman, Muhammad Remy Patahuddin Patongai, Alny Avasyah R Patongai, Alny Avasyah R.A Pikahulan, Rustam Magun Pratama, Fingky Hendika Prayoga, Dava Putra, Andika Dwi Putri, Elsa Lolita Qadir Gassing R, Abdul Rahman Rafi Pradipa Rahantan, Ahmad Rahim, Yusuf Rahma Yuni Saputri Rahmadani, Mutiara Ivonni Rahmania, Nelly Rahmat Farham Rahmat Hermawan Rahmatika Kayyis Rahmiati Ramadani, Tasya Almutia Ramadhani, Mutiara Ivonne Rasdiyanah, Rasdiyanah Rasyid, St. Cheriah Razak, Syaiful Akbar Reza kurnia Rian Hidayat Rian Setiawan Ridwan Rifai Rifyan Zahir Rina Pebriana, Rina Rismania Tiara Milenia Robia Astuti Robinsyah Rosmiati, Meiti Rusdi Tahir Rusniati Rusniati S, M. Yusran. Sabaruddin Sabri Samin Sahruni Sakhi, Dwi Fa’yi Arya Sakina Salahuddin Salpiyah Sangkala , Ismail Sanjaya, Muhammad Fahyu Saprian Taga Leo Satriani Saudi Selviani Septiana Dewi Putri Shadiq, Muh Ibnu Shafar, Ahmad Ginannafsih Siti Aulya Indira Siti Mardiyati Siti Rahayu Siti Sundari Sitti Aisyah Kara Sofyan Sri Astuti Sri Rejeki Sri Sukmawati suci, Nandita Fahira Sulastri Nurul Qalbi Sunuwati, Sunuwati Supardin Supriadi Supriadi Suryatno, Hadi Syahriadi, Syahriadi Syahrur Rahmat Syamsuddin, Darussalam Syarif, Muh Isra Syarifuddin syauqi Tabran, Muhammad Tahir, Juraeri Talia Wandiyani Tari Lestari Tenri Nayyara Nurnaina Titi Andriani Tri Layla Salehah Umar B Umar Laila Umirahayusari Ummi Khaerati Syam, Ummi Khaerati Veny Usviany Vidia Putri, Evrilianti Wahyudi, Feri Eko Wardayani Widya wati Wijaya, Alwan Wiwik Handayani Wiwik, Wiwik Triulan Yoga, Yoga Saputra Yusnadia Achda Saputri Yuyun Alwania Walude Zahir, Rifyan Zahwa Aulia Zainuddin Zakirah, Zakirah Zulhas’ari Mustafa Zulkifli Zulkifly Zulrahmadi