p-Index From 2021 - 2026
14.916
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Mizan (e-Journal) AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Jurnal Adabiyah Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Englisia Journal UIR LAW REVIEW Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar TERRA : Journal of Land Restoration Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Journal of Educational Research and Evaluation Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Unes Law Review BILANCIA Politea : Jurnal Politik Islam El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Disiplin : Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum sumpah Pemuda Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam International Journal of Progressive Mathematics Education Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Edukha : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat INDOGENIUS ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Sanjiwani: Jurnal Filsafat Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Padma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat English Language Teaching Methodology (ELTM) SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak Tahqiqa: Jurnal Pemikiran Hukum Islam AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Indonesia of Journal Business Law Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Jurnal Global Futuristik : Kajian Ilmu Sosial Multidisipliner Al-fiqh : Journal of Islamic Studies Cendekia Inovatif Dan Berbudaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Jurnal Nirta: Studi Inovasi Sosiosaintika : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Ilmiah Falsafah Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archipelago Journal of Southeast Asia Islamic Studies Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum FAWAID: Sharia Economic Law Review JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum) Jurnal Sains Materi Indonesia IECON: International Economics and Business Conference Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam An Nafi’; Multidisciplinary Science AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Ulil Albab PESHUM Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Issues in Mathematics Educations (IMED) Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review JAMP As-Sulthan Journal of Education Jurnal Ilmu Hukum Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam DIGITAL BUSINESS INSIGHTS JOURNAL
Claim Missing Document
Check
Articles

Rekonstruksi Konsep Takafuul dalam konsep syari'ah perspektif maqashid syariah Zulkifli; Muh.Adzan; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/b9w8hq69

Abstract

This study aims to rebuild the concept of takaful in Islamic insurance using the maqashid syariah approach, which is a framework of Islamic law objectives that emphasizes public interest. In the development of the Islamic financial system in Indonesia, Islamic insurance still faces philosophical issues related to the application of the values of justice, solidarity, and sustainability. Many people argue that Islamic insurance has not fully demonstrated the values of ta'awun or mutual assistance, and takaful or shared responsibility, as expected by Sharia. Through a literature review and normative qualitative analysis, this study examines the essence, mechanisms, and evaluation of maqashid syariah on the application of the takaful system. The results show that takaful is a concept of social protection based on moral values, not merely an economic transaction. Its implementation mechanisms need to be improved so that it is not only formally Sharia-compliant, but also provides real social benefits. Thus, rebuilding takaful from the perspective of maqashid sharia is an important step to strengthen the legitimacy and sustainability of Islamic insurance in Indonesia.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membangun kembali konsep takaful dalam asuransi syariah dengan menggunakan pendekatan maqashid syariah, yang merupakan kerangka tujuan syariat Islam yang menekankan kemaslahatan. Dalam perkembangan sistem keuangan syariah di Indonesia, asuransi syariah masih dihadapkan pada masalah filosofis terkait penerapan nilai keadilan, solidaritas, dan kelangsungan. Banyak orang berpendapat bahwa asuransi syariah belum sepenuhnya menunjukkan nilai-nilai ta'awun atau tolong-menolong, serta takaful atau tanggung jawab bersama, sesuai dengan yang diharapkan syariah. Melalui metode studi pustaka dan analisis kualitatif normatif, penelitian ini menelaah hakikat, mekanisme, serta evaluasi maqashid syariah terhadap penerapan sistem takaful. Hasilnya menunjukkan bahwa takaful adalah konsep perlindungan sosial yang didasarkan pada nilai moral, bukan sekadar transaksi ekonomi. Mekanisme pelaksanaannya perlu diperbaiki agar tidak hanya patuh syariah secara formal, tetapi juga memberikan kemaslahatan sosial yang nyata. Dengan demikian, pembangunan kembali takaful melalui sudut pandang maqashid syariah menjadi langkah penting untuk memperkuat legitimasi dan kelangsungan asuransi syariah di Indonesia
EDUKASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI DAN NUMERASI PESERTA DIDIK DI BERBAGAI JENJANG PENDIDIKAN Rahmatika Kayyis; Fitri Wulandari; Robia Astuti; Siti Rahayu; Kurniati
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru serta dosen dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk penguatan literasi dan numerasi pada berbagai jenjang pendidikan. Permasalahan yang diidentifikasi adalah rendahnya pemahaman pendidik mengenai konsep dasar AI dan minimnya keterampilan dalam mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan workshop, praktik langsung, dan evaluasi dengan melibatkan 30 peserta dari Kabupaten Pringsewu. Metode pelatihan mencakup ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi perangkat AI, serta praktik pembuatan soal otomatis, pengoperasian chatbot pembelajaran, dan penggunaan analisis teks berbasis AI. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan peserta, serta tercapainya seluruh target program, termasuk tersusunnya modul pelatihan dan terbentuknya jejaring akademik antarpendidik. Evaluasi menunjukkan bahwa 90% peserta menilai kegiatan sangat bermanfaat, sedangkan 10% menilai luar biasa. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan literasi digital pendidik dan mendukung implementasi pembelajaran berbasis teknologi. Kesimpulannya, edukasi AI berkontribusi nyata terhadap peningkatan literasi, numerasi, dan kesiapan pendidik menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.
HARMONISASI NILAI SYARIAH DAN PRAKTEK PERBANKAN MENUJU SISTEM YANG ADIL DAN TRANSPARAN Hardianto S; Kurniati; Qadir Gassing
Istiqra: jurnal hasil penelitian Vol. 13 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/ist.v13i2.4124

Abstract

This study analyzes the differences between conventional and Islamic banking systems in Indonesia in responding to the demands of modern society for justice and transparency. The results of the study indicate that public interest in Islamic banking has increased significantly, primarily because its profit-sharing system is more transparent and equitable compared to conventional bank interest, which is often complex and opaque. However, the study also reveals unfair practices that still occur in several conventional banks, such as hidden fees, confusing interest calculations, and discriminatory treatment of small customers. Through a quantitative approach using OJK data analysis and customer surveys, this study provides concrete solutions for banks to enhance justice and transparency, including product simplification, technology adoption, and internal policy reform. The research findings emphasize the importance of transforming the conventional banking system by adopting principles of honesty and openness, and the need to strengthen regulations to protect customers. In conclusion, the development of banking in Indonesia must be directed towards creating a more inclusive, fair, and transparent system to meet the needs of a modern society that is increasingly critical and financially literate.
TITIK TEMU ISLAM DAN DEMOKRASITELAAH KONSEPTUAL TENTANG KEADILAN DAN MUSYAWARAH Umirahayusari; Kurniati; Musykifah Ilyas
Indonesia of Journal Business Law Vol. 5 No. 1 (2026): Artikel Riset Volume 5 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijbl.v5i1.7592

Abstract

Latar belakang: Hubungan antara Islam dan demokrasi merupakan salah satu tema sentral dalam kajian politik Islam kontemporer, terutama dalam perdebatan mengenai kompatibilitas nilai-nilai keagamaan dengan sistem politik modern. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-filosofis melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang membahas konsep politik Islam dan teori demokrasi modern. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam dan demokrasi memiliki titik temu substansial pada nilai keadilan dan musyawarah, meskipun keduanya berbeda dalam sumber legitimasi dan mekanisme pelaksanaannya. Islam memberikan landasan etis dan moral bagi kekuasaan politik, sementara demokrasi menyediakan instrumen institusional untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut secara praktis. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa relasi Islam dan demokrasi bersifat dialogis dan komplementer, bukan antagonistik, sehingga demokrasi dapat dipahami sebagai sarana aktualisasi nilai-nilai Islam dalam konteks negara modern yang plural.
Not a Shift in Lineage but a Shift in Responsibility: The Concept of Kafālah in the Care of Adopted Children from an Islamic Legal Perspective Yusnadia Achda Saputri; Kurniati
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7 No 02 (2025): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jsga.v7i02.art05

Abstract

This study examines the forms of covert psychological violence experienced by adopted children in foster families and explores the implementation of the concept of kafālah in Islamic law to protect them. Adopted children are often vulnerable to psychological pressure and exploitation because their relationship with their foster family, which has no blood ties, is often considered a disadvantageous distinguishing factor. Based on the principle of kafālah, adopted children retain their rights to identity and care. The research method used a qualitative approach with a literature study method to understand the forms of psychological abuse experienced by adopted children in their adoptive families. The results show that neglect and psychological abuse of adopted children often occur covertly, causing long-term trauma. The implementation of the kafālah concept is proposed as a solution to ensure the protection of the emotional rights of adopted children, emphasizing the importance of the role of adoptive parents in creating a safe and supportive environment for them. This study is expected to raise public awareness and encourage the application of appropriate kafālah principles so that the psychological well-being of adopted children is better guaranteed. [Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk kekerasan psikologis terselubung yang dialami oleh anak angkat dalam keluarga angkat serta mengeksplorasi implementasi konsep kafālah dalam hukum Islam untuk melindungi mereka. Anak angkat kerap kali rentan terhadap tekanan psikologis dan eksploitasi, karena hubungan mereka yang tidak memiliki ikatan darah dengan keluarga angkat sering dianggap sebagai faktor pembeda yang merugikan. Berdasarkan prinsip kafalah, anak angkat tetap memiliki hak identitas dan perawatan yang terjaga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk memahami bentuk-bentuk kekerasan psikologis yang dialami oleh anak angkat dalam keluarga angkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabaian dan kekerasan psikologis terhadap anak angkat seringkali terjadi secara tersembunyi, yang dapat menimbulkan trauma jangka panjang. Implementasi konsep kafālah diusulkan sebagai solusi untuk memastikan perlindungan hak-hak emosional anak angkat, menekankan pentingnya peran orang tua angkat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong penerapan prinsip kafālah yang sesuai, sehingga kesejahteraan psikologis anak angkat lebih terjamin].
Hak Perempuan dalam Deklarasi Kairo dan DUHAM: (Tantangan Implementasi di Indonesia) Nurul Safitri; Nur Amanda Jaya; Amirah Zahra Maulidyah; Kurniati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2900

Abstract

Manusia sebagai makhluk Tuhan secara kodrati dianugerahi hak dasar yang disebut hak asasi, tanpa perbedaan antara satu dengan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak perempuan dalam Deklarasi Kairo dan Deklarasi Universal HAM, tantangan implementasi hak perempuan di Indonesia serta solusi penguatan terhadap implementasi hak perempuan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan normatif komparatif dengan sumber data dari dokumen, buku, serta artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia, meskipun secara hukum telah didukung oleh ratifikasi CEDAW dan Undang-undang Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM namun masih menghadapi berbagai hambatan seperti kuatnya budaya patriarki, diskriminasi gender, dan tingginya angka kekerasan terhadap perempuan. Dalam mengatasi tantangan tersebut, pemerintah melakukan berbagai strategi seperti menerapkan kebijakan Pengarusutamaan Gender, meningkatkan penegakan hukum, serta sosialisasi, pendidikan dan pemahaman terhadap masyarakat tentang kesetaraan gender.
Peran Otoritatif Fatwa MUI dalam Dinamika Hukum Islam di Indonesia di Era Kontemporer Ashar; Kurniati; Musyfikah Ilyas
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3168

Abstract

Tulisan ini membahas peran otoritatif fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam dinamika hukum Islam di Indonesia pada era kontemporer. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya posisi MUI sebagai lembaga keulamaan yang menjembatani antara norma-norma syariat Islam dengan kebutuhan hukum masyarakat modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis otoritas fatwa MUI dalam dinamika hukum Islam di Indonesia, menelusuri sumber legitimasi keilmuan dan sosialnya, serta menilai sejauh mana fatwa MUI berkontribusi terhadap perkembangan hukum Islam dan kebijakan publik nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas fatwa MUI bersumber dari dua aspek utama, yaitu otoritas keilmuan ulama dan legitimasi sosial umat Islam. Fatwa MUI berfungsi sebagai living law, yakni hukum yang hidup dan memengaruhi praktik sosial serta kebijakan publik, terutama dalam bidang keuangan syariah, jaminan produk halal, dan isu-isu sosial-keagamaan. Namun, di era digital modern, MUI menghadapi tantangan besar seperti pada bidang muamalah dan isu-isu di era digital. Meski demikian, dengan menjaga independensi kelembagaan, memperkuat literasi keagamaan publik, serta memperluas kerja sama kelembagaan, MUI dapat terus mempertahankan relevansinya sebagai lembaga otoritatif yang berperan penting dalam pembentukan hukum Islam kontemporer dan penguatan moralitas publik di Indonesia.
Analisis Empiris terhadap Putusan Pengadilan Agama tentang Dispensasi Perkawinan Anak dalam Perspektif Pluralisme Hukum dan Maqāṣid al-Syarī'ah: Empirical Analysis of Religious Court Decisions on Marriage Dispensations for Minors from the Perspective of Legal Pluralism and Maqāṣid al-Syarī’ah Nurbaeti; Kurniati; Musyfikah Ilyas
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. 6 No. 3 (2025): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v6i3.2674

Abstract

The phenomenon of granting marriage dispensations in Indonesia demonstrates a complex interaction between Islamic law, state law, and socio-cultural norms. This study aims to assess the consistency of the application of maqāṣid al-syarī'ah in decisions on child marriage dispensations in several Religious Courts in Indonesia, particularly in relation to the extent to which judges consider comprehensive child protection aspects. Using a qualitative method based on a normative juridical approach, this study analyzes four Religious Court decisions, namely PA Palembang No. 139/Pdt.P/2023/PA.PLG, PA Samarinda No. 335/Pdt.P/2021/PA. Smd, PA Samarinda No.148/Pdt.P/2023/PA.Smd, and PA Sengkang No. 1/Pdt.P/2020/PA.Skg, using the framework of legal pluralism  and maqāṣid al-Syarī’ah. The findings show that the judges' decisions in the four cases varied in terms of the balance between state law, religious values, and child protection. Social, cultural, and moral factors remain the main drivers in granting dispensations. However, from the perspective of maqāṣid al-Syarī’ah, most decisions still place ḥifẓ al-nasl and ḥifẓ al-'irḍ as the main basis for granting dispensations, especially to avoid social stigma resulting from pregnancy outside of marriage. while more fundamental considerations such as ḥifẓ al-nafs and ḥifẓ al-'aql, which include physical health, psychological readiness, and the child's education, have not been applied consistently. Only Samarinda Religious Court Decision No. 335 displays a more comprehensive use of maqāṣid. Based on these findings, this study recommends more operational technical guidelines so that the application of maqāṣid al-syarī'ah is not partial, but functions as a comprehensive child protection instrument in the context of Indonesian legal pluralism.  
Mediasi Keagamaan MUI dalam Fatwa Nomor 24 Tahun 2017 dan Analisis Maqāṣid Al-Syarī‘Ah di Era Digital: Religious Mediation by the Indonesian Council of Ulama (MUI) in Fatwa No. 24 of 2017 and the Analysis of Maqāṣid Al-Sharī‘Ah in the Digital Era Syarif, Muh Isra; Kurniati; Misbahuddin
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. 6 No. 3 (2025): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v6i3.2719

Abstract

The development of digital technology has created a new sphere for social interaction and Islamic da‘wah while simultaneously opening opportunities for conflicts arising from the spread of hoaxes, slander, and hate speech based on religion. In this context, the Indonesian Ulema Council (Majelis Ulama Indonesia, MUI) plays an important role as a religious institution that not only issues legal fatwas but also performs a function of social mediation. This study aims to analyze MUI’s mechanism of religious mediation through Fatwa No. 24 of 2017 on the Law and Guidelines for Social Interaction via Social Media, by examining the extent to which maqāṣid al-sharī‘ah (the higher objectives of Islamic law) are reflected in its substance and objectives. This research employs a qualitative-descriptive approach combined with a normative-sociological perspective and is categorized as library research. The primary data are derived from the official text of the MUI fatwa, while secondary data include the Qur’an, hadith, classical uṣūl al-fikih works, and relevant academic literature. The analysis uses content analysis guided by the framework of maqāṣid al-sharī‘ah. The findings reveal that MUI Fatwa No. 24/2017 embodies the values of protecting religion (ḥifẓ al-dīn), intellect (ḥifẓ al-‘aql), and honor (ḥifẓ al-nasl), and functions as a form of normative mediation in maintaining ethical digital communication. The contribution of this study lies in strengthening the discourse of fikih al-islāḥ (the jurisprudence of reconciliation) within contemporary Islamic law, by offering a maqāṣid-based perspective in understanding fatwas as social instruments for fostering peace in the digital era.
Analisis Normatif Partisipasi Politik Pemuda muslim dalam Demokrasi Digital perspektif fikih siyasah: A Normative Analysis of Muslim Youth Political Participation in Digital Democracy from the Perspective of Fiqh Siyasah Salpiyah; Nurfadillah Wilmayanti; Hilda Hinaya; Kurniati
QISTHOSIA : Jurnal Syariah dan Hukum Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jhki.v6i2.1903

Abstract

This study examines Muslim youth political participation in digital democracy from the perspective of fiqh siyasah. Using a qualitative approach with library research, the study analyzes classical and contemporary Islamic political jurisprudence alongside scholarly works on digital politics. Data were analyzed descriptively through the framework of Maqashid Sharia. The findings reveal two primary forms of digital political participation: low-cost and high-cost participation. Low-cost participation, such as liking, sharing, and commenting, is inclusive but vulnerable to misinformation and disinformation. In contrast, high-cost participation—including content creation, digital advocacy, and mobilization—demonstrates stronger commitment but risks intensifying digital polarization. To address these challenges, this study proposes a Digital Fiqh Siyasah framework grounded in four core principles: ‘Adl (justice), Amanah (responsibility), Maslahah (public interest), and Syura (deliberation). This framework serves as an ethical guide for Muslim youth citizenship in digital spaces and bridges classical Islamic political ethics with contemporary digital democratic practices.
Co-Authors , A A Istri Adeka Saputri -, Sutra A. Firda Abd Rahman R Abd. Qadir Gassing Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman R Abd. Rauf M. Amin Abdul Hafid Abdul Rahman Abubakar, Achmad Achmad Musyahid Idrus Adiyatza Masdar Afriani Ahmad Fauzan Fatahillah Ahmad Jailani, Ahmad Ahmad Pitoni Ainil Wahdaniyah Aliahardi Winata Alimuddin, Hardiyanti Amal Ashraf Amatullah Amin, Putri Aprilyana Idi Amirah Zahra Maulidyah Andi Akmal Andi Marwah Andi Muhammad Akmal Andi Muhammad Syukur Andi Sani Silwana Andi Syahru Ramadhan Andi Tabrani Rasyid andi, fadhil Andika Dwi Putra Anisa, Nur Ainun Anniza Abdi Arafah arham, ihsan Arif Rahman Aris, Aryan Arisyanti Arya Hidayat as-Siddiq, Hasbi Asdar Asgar Ashar ASNI Astriani Aswar Aulia Shaafirah Aulia, Astri Aviva Riani Puteri Irma Aziza Icksan Bagus Satrialdy Azhar Baiq Farista Baso Intang Sappaile Bayu Fajar Susanto Belinda Putri Faradhiva Burhan, Abd Rukman Chitra Dedi Supriadi Diah Novita Sari Didik Pramono, Didik Dini khaerani Eka Puji Lestari Elfarisna Erlina Rahmayuni, Erlina Erna Hastuti Fadhil, Andi Fadia Indah Sari Fadillah Eka Putri Faidati, Wind Fattah, Salman Fini Rinayani Firda Firman Firmansyah Fitri Wulandari Gerry Sangra Gunawan Gunawan Gunawan, Syahrul Hamzah Hardianto S Haris Kulle, Haris Herman, Welly Hermawan, Adithia hidayat, Khair Tasnim Razak Naba Hikmah Hilda Hinaya Hindun Umiyati Hisbullah Hisbullah Hisbullah Ian Vanath Alhakim Idris Alfarizi Ifiasr ILHAM Imam Makmun Imran, Muh. Fadhil Abdillah Indra Yanto indra, A.Indraerawati Indriyani MS, Eka Irlan Irlan Irwan Hidayat Irwan Wirajaya Jenita Berliana Juhari, Andi Rezal Jumarni Juwita, Marisa Kamaliasari, Sri Kanayya, Yumna Kaprawi Khaerunnisa Sukri Khalid Rijaluddin Kiljamilawati Kinanti, Hapsari Kusuma, Anggi Lestari, Tari Lidya Saraswati Dellaneyra Lilis Lomba Sultan Luthfiah M. Hairul M. Yusran S Majid, Ahmad Farham Marciafeli Marilang Mattalioe, Andi Syahrani Afdhal Maulidah, Tahani Asri MIFTAHUL JANNAH Misbahuddin Misbahuddin Misbahul Khair Moh Alamsyah Noor Muammar Bakry Muawan, Muhammad Habib Muh Alghifari Muh Farhan Bausat Muh Tabran Muh.Adzan Muhammad Afdal Amirullah Muhammad Arsyam Muhammad Fachri Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rusli Mulham Jaki Asti Mustafa, Adriana Mustafa, Zulhas' ari Mustika Nur Srikandi Musyfikah Ilyas Musykifah Ilyas Mutiara Mutmainnah Nabila Farhana Sabir Nabila Khairunnisa Nahruddin Ni Putu Ayu Aprila Andra Kumara Nida Nurhasanah Nita Novita Nur Adilah Nur Amanda Jaya Nur Azzahra Nur Khaera Nur, Awaluddin Nuraini Nurainun Maharani Nurbaeti Nurfadila Nurfadillah Wilmayanti Nurfaika Ishak Nurhidayat Nurhikma Nursalam NURUL AZIZAH NURUL HIKMAH Nurul Mujahidah Nurul Safitri Nurzaelani, Mohammad Muhyidin Othman, Muhammad Remy Patahuddin Patongai, Alny Avasyah R Patongai, Alny Avasyah R.A Pikahulan, Rustam Magun Putra, Andika Dwi Putri, Elsa Lolita Qadir Gassing R, Abdul Rahman Rahantan, Ahmad Rahim, Yusuf Rahma Yuni Saputri Rahmadani, Mutiara Ivonni Rahmat Hermawan Rahmatika Kayyis Rahmiati Ramadhani, Mutiara Ivonne Rasdiyanah, Rasdiyanah Rasyid, St. Cheriah Razak, Syaiful Akbar Rian Hidayat Rian Setiawan Ridwan Rifyan Zahir Rismania Tiara Milenia Robia Astuti Robinsyah Rosmiati, Meiti Rusdi Tahir Rusniati Rusniati S, M. Yusran. Sabaruddin Sabri Samin Sakhi, Dwi Fa’yi Arya Sakina Salpiyah Sangkala , Ismail Sanjaya, Muhammad Fahyu Sarsil MR Satriani Saudi Septiana Dewi Putri Shadiq, Muh Ibnu Shafar, Ahmad Ginannafsih Siti Mardiyati Siti Rahayu Sitti Aisyah Kara Sofyan Sri Astuti Sri Rejeki Sri Sukmawati suci, Nandita Fahira Sunuwati, Sunuwati Supardin Supriadi Supriadi Susilawati Syamsuddin, Darussalam Syarif, Muh Isra Syarifuddin syauqi Tabran, Muhammad Tahir, Juraeri Talia Wandiyani Tari Lestari Titi Andriani Umar B Umar Laila Umirahayusari Ummi Khaerati Syam, Ummi Khaerati Veny Usviany Vidia Putri, Evrilianti Wahyudi, Feri Eko Wardayani Widya wati Wiwik Handayani Wiwik, Wiwik Triulan Yoga, Yoga Saputra Yusnadia Achda Saputri Yuyun Alwania Walude Zahir, Rifyan Zahwa Aulia Zainuddin Zakirah, Zakirah Zulhas’ari Mustafa Zulkifli Zulkifly Zulrahmadi