p-Index From 2021 - 2026
19.355
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Mizan (e-Journal) AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Jurnal Adabiyah Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin KOMUNITAS JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM UIR LAW REVIEW al-Afkar, Journal For Islamic Studies Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar TERRA : Journal of Land Restoration Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law Journal of Educational Research and Evaluation Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Unes Law Review BILANCIA Politea : Jurnal Politik Islam El-Faqih : Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab ELFALAKY: Jurnal Ilmu Falak Disiplin : Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum sumpah Pemuda Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher) Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Qisthosia Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam International Journal of Progressive Mathematics Education Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Edukha : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Al Tasyri'iyyah INDOGENIUS INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Sanjiwani: Jurnal Filsafat E-Jurnal Manajemen Trisakti School of Management (TSM) Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Padma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat English Language Teaching Methodology (ELTM) SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak Tahqiqa: Jurnal Pemikiran Hukum Islam DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Indonesia of Journal Business Law Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Jurnal Global Futuristik : Kajian Ilmu Sosial Multidisipliner Al-fiqh : Journal of Islamic Studies Cendekia Inovatif Dan Berbudaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Jurnal Nirta: Studi Inovasi Sosiosaintika : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Ilmiah Falsafah Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archipelago Journal of Southeast Asia Islamic Studies Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum FAWAID: Sharia Economic Law Review Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan JISH (Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum) Journal of Economics and Business Jurnal Sains Materi Indonesia HUMANIORASAINS IECON: International Economics and Business Conference Al-Qolamuna : Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam An Nafi’; Multidisciplinary Science CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Ulil Albab PESHUM Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Issues in Mathematics Educations (IMED) Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review JAMP As-Sulthan Journal of Education Jurnal Ilmu Hukum NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Makkah: Journal Of Islamic Studies DIGITAL BUSINESS INSIGHTS JOURNAL Bayan: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Etika Jual Beli Dalam Perlindungan Konsumen Pada Produk Palsu Di E-Commerce Muhammad fachri; Dini khaerani; Kurniati
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth of e-commerce platforms in Indonesia has indeed created significant space for trade activities, but at the same time, it has also given rise to new problems, particularly the widespread circulation of counterfeit products that can harm buyers. This study seeks to examine how the principles of Islamic transaction ethics can serve as a basis for strengthening consumer protection in digital transactions. This research was conducted through a literature review, examining primary sources such as the Quran, hadith, and the thoughts of Islamic scholars. This research was supplemented by supporting materials in the form of books, scientific articles, and national laws and regulations, including Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. This study found that Islam teaches the values ​​of honesty, clarity of information, mutual consent, and prohibits practices that involve elements of uncertainty, fraud, and usury. These principles align with positive legal regulations aimed at protecting consumer rights and security. Therefore, the application of Islamic transaction ethics in the digital trading environment is considered capable of strengthening consumer protection while building an e-commerce ecosystem that is safer, fairer, and in accordance with Islamic guidance. Abstrak Pertumbuhan platform jual beli e-commerce di Indonesia memang telah memberikan ruang yang signifikan bagi aktivitas perdagangan, tetapi di saat yang sama, hal ini juga menimbulkan permasalahan baru, terutama maraknya peredaran produk palsu yang dapat merugikan pembeli. Penelitian ini berupaya mengkaji bagaimana prinsip-prinsip etika muamalah Islam dapat menjadi dasar penguatan perlindungan konsumen dalam transaksi digital. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka, dengan mengkaji sumber-sumber primer seperti Al-Qur'an, hadis, dan pemikiran para ulama. Penelitian ini dilengkapi dengan bahan-bahan pendukung berupa buku, artikel ilmiah, dan peraturan perundang-undangan nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini menemukan bahwa Islam mengajarkan nilai-nilai kejujuran, kejelasan informasi, kerelaan bersama, dan larangan praktik-praktik yang mengandung unsur ketidakpastian, penipuan, dan riba. Prinsip-prinsip ini selaras dengan peraturan hukum positif yang bertujuan untuk melindungi hak dan keamanan konsumen. Oleh karena itu, penerapan etika transaksi Islam dalam lingkungan perdagangan digital dinilai mampu memperkuat perlindungan konsumen sekaligus membangun ekosistem e-commerce yang lebih aman, adil, dan sesuai dengan tuntunan Islam.
Pandangan Hukum Islam Tentang Hak-Hak Dan Kedudukan Perempuan Dalam Wakaf Mattalioe, Andi Syahrani Afdhal; Wardayani; Nur Azzahra; Kurniati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.11964

Abstract

Ajaran Islam menegaskan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan berumah tangga maupun bermasyarakat. Namun dalam praktiknya, perempuan masih sering mengalami diskriminasi yang berakar pada penafsiran ajaran agama yang terdistorsi oleh budaya. Dalam konteks ini, wakaf sebagai bentuk amal jariyah dalam Islam menjadi salah satu praktik yang sangat dianjurkan dalam Al-Qur’an dan Hadis, serta berpotensi menjadi sarana pemberdayaan perempuan dan masyarakat secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan hukum Islam mengenai hak dan kedudukan perempuan dalam wakaf. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan menganalisis berbagai literatur yang membahas kedudukan dan tantangan yang dihadapi perempuan dalam perwakafan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pandangan hukum Islam, perempuan memiliki hak yang setara dengan laki-laki dalam berwakaf, baik sebagai wakif (pemberi wakaf) maupun sebagai nazhir (pengelola wakaf). Ajaran Islam sejak awal mengakui peran aktif perempuan dalam pengelolaan harta, sebagaimana tercermin dalam praktik para sahabat Nabi. Namun dalam pelaksanaannya, perempuan masih menghadapi tantangan berupa bias budaya, kurangnya literasi wakaf, serta terbatasnya kesempatan dalam kepemimpinan lembaga wakaf.
PENGARUH PENGALAMAN MAGANG TERHADAP KESIAPAN BERWIRUSAHA MAHASISWA Kurniati; Bayu Fajar Susanto; Sri Astuti; Zulrahmadi
Digital Business Insights Journal Vol 1 No 1 (2025): DIGITAL BUSINESS INSIGHTS JOURNAL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/bidi.v1i1.4010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman magang terhadap kesiapan berwirausaha di kalangan mahasiswa. Masalah penelitian ini adalah rendahnya kesiapan berwirausaha di kalangan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 200 mahasiswa dari berbagai jurusan yang telah mengikuti program magang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman magang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki pengalaman magang cenderung lebih siap untuk memulai usaha dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki pengalaman magang. Saran dari penelitian ini adalah agar universitas dan perusahaan meningkatkan program magang yang lebih berkualitas dan relevan untuk mendukung kesiapan berwirausaha mahasiswa.
Ketidaksetaraan Gender dalam Konsep Nusyuz pada Hukum Keluarga Islam Nurainun Maharani; Nabila Khairunnisa; Aviva Riani Puteri Irma; Kurniati
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 4 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ad2x8192

Abstract

This article aims to re-examine the concept of nusyuz by placing it within a more egalitarian framework of marital relations through a critical reading of classical fiqh literature, modern fiqh discourse, and the practice of Islamic family law in Indonesia. This study employs a library research method by collecting data from classical fiqh manuals, exegetical works, academic journals, religious court decisions, and positive legal regulations. All materials were analyzed qualitatively using a comparative–interpretive approach to identify how gender bias is constructed within the discourse of nusyuz and how it influences legal reasoning. The findings indicate that classical literature frequently positions nusyuz as a violation attributed primarily to wives, whereas contemporary discourse increasingly asserts that such actions may be committed by either spouse, thereby challenging hierarchical understandings of the marital relationship. An examination of religious court rulings reveals that many judges still rely on textual frameworks that offer limited space for more egalitarian interpretations, although there is an emerging tendency toward approaches more responsive to dynamics of violence and relational inequality. This analysis recommends the development of interpretive models attentive to social context and to principles of reciprocal justice in order to enhance the gender sensitivity of family law practice and reduce inequities arising from rigid normative interpretations. Abstrak. Tulisan ini bertujuan menelusuri kembali konsep nusyuz dengan menempatkannya dalam kerangka relasi suami–istri yang lebih setara, melalui pembacaan kritis terhadap literatur fiqh klasik, fiqh modern, serta praktik hukum keluarga Islam di Indonesia. Penelitian menggunakan metode library research dengan menghimpun data dari kitab-kitab fiqh, karya tafsir, jurnal akademik, putusan pengadilan agama, serta regulasi hukum positif. Seluruh bahan dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan komparatif-interpretatif untuk melihat bagaimana bias gender terbentuk dalam wacana nusyuz dan bagaimana ia memengaruhi pertimbangan hukum. Temuan menunjukkan bahwa konsep nusyuz dalam banyak literatur klasik lebih sering diposisikan sebagai pelanggaran yang ditujukan kepada istri, sementara wacana kontemporer mulai menegaskan bahwa tindakan serupa dapat dilakukan kedua belah pihak sehingga relasi rumah tangga tidak lagi dipahami secara hierarkis. Kajian terhadap putusan pengadilan agama mengungkap bahwa sebagian hakim masih mengandalkan kerangka tekstual yang kurang memberi ruang pada pendekatan yang lebih setara, meskipun ada kecenderungan baru yang lebih responsif terhadap dinamika kekerasan dan ketimpangan relasi. Analisis ini merekomendasikan perlunya model pembacaan yang memperhatikan konteks sosial dan prinsip keadilan hubungan timbal balik agar praktik hukum keluarga lebih sensitif terhadap ketidaksetaraan gender yang muncul dari interpretasi normatif yang kaku
Siyasah sebagai Prinsip Politik Islam dalam Menjaga Hak Minoritas dan Mengelola Keragaman Pluralitas Ahmad Fakhri Wardana; Meutya Ramdhani Zalsabila; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/0g6db658

Abstract

This study examines the role of siyasa as a political principle in Islam that is oriented towards efforts to maintain and fulfill the rights of non-Muslim citizens in Indonesia, which is pluralistic in terms of religion, ethnicity, and culture. As a country with the largest Muslim population in the world, Indonesia has a strong constitutional foundation in guaranteeing religious freedom and the protection of human rights for all citizens without discrimination. However, in social and political practices, various challenges are still encountered in the form of intolerance, marginalization, and discriminatory treatment of religious minorities that often contradict the values ​​of Pancasila and the mandate of the 1945 Constitution. Through a qualitative approach with historical methods and literature analysis, this study examines the concept of fiqh siyasah and its relevance in the context of the modern Indonesian state that adheres to a democratic system and the principle of the rule of law. Fiqh siyasah is understood not merely as a theory of power, but as an ethical framework that emphasizes the values ​​of justice (al-‘adl), deliberation (shura), equal rights, and the public good (maslahah ‘ammah). These principles align with the primary objectives of Islamic law (maqasid al-shariah), particularly in safeguarding religion, life, intellect, property, and human dignity. The results of this study indicate that the application of siyasa values ​​in public policy can strengthen the protection of minority rights if accompanied by consistent law enforcement, inclusive policy reform, and education for pluralism and tolerance in various aspects of life. Thus, siyasa functions not only as an Islamic moral guideline but also as a strategic instrument for realizing a just, harmonious, and inclusive Indonesian society for all citizens, regardless of religious or belief differences. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran siyasah sebagai prinsip politik dalam Islam yang berorientasi pada upaya menjaga dan memenuhi hak-hak warga negara non Muslim di Indonesia yang plural secara agama, etnis, dan budaya. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki landasan konstitusional yang kuat dalam menjamin kebebasan beragama serta perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi. Namun demikian, dalam praktik sosial dan politik, masih dijumpai berbagai tantangan berupa sikap intoleransi, marginalisasi, dan perlakuan diskriminatif terhadap kelompok minoritas agama yang sering kali bertentangan dengan nilai Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode historis dan analisis literatur, penelitian ini menelaah konsep fiqh siyasah serta relevansinya dalam konteks negara modern Indonesia yang menganut sistem demokrasi dan prinsip negara hukum. Fiqh siyasah dipahami tidak sekadar sebagai teori kekuasaan, tetapi sebagai kerangka etis yang menekankan nilai keadilan (al-‘adl), musyawarah (shura), persamaan hak, dan kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah). Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan tujuan utama syariat Islam (maqasid al-shariah), khususnya dalam menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan kehormatan manusia. Hasil dari Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai siyasah dalam kebijakan publik dapat memperkuat perlindungan hak-hak minoritas jika diiringi dengan penegakan hukum yang konsisten, reformasi kebijakan yang inklusif, serta pendidikan pluralisme dan toleransi di berbagai lini kehidupan. Dengan demikian, siyasah berfungsi tidak hanya sebagai pedoman moral keislaman, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk mewujudkan tatanan masyarakat Indonesia yang adil, harmonis, dan inklusif bagi seluruh warga negara, tanpa memandang perbedaan agama atau keyakinan.  
Falsafah Dan Hikmah Asuransi: Perspektif Filosofis Dan Etis Dalam Perlindungan Risiko Muh. Fikri Alfian; Andi Yusril Azwandi; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/dvn7jy06

Abstract

This study is motivated by the need to understand the philosophical and ethical dimensions of insurance practices, which are not merely economic mechanisms but also means of risk protection that contain moral values. Through a qualitative approach based on literature studies, this research analyzes various primary and secondary sources, including philosophical works, ethics, and risk studies, using documentation and theoretical triangulation techniques to validate the data. The results reveal that conventional insurance promotes solidarity but faces ethical challenges such as moral hazard and information asymmetry, while Islamic insurance (takaful) offers a paradigm based on ta'awun and maslahah that emphasizes fairness and transparency. The study concludes that the two models can be synthesized to create a more ethical, inclusive, and sustainable risk protection framework. The implication is that strengthening aspects of transparency, distributive justice, and public literacy are necessary to create an insurance system that is not only financially effective but also socially and morally meaningful. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya memahami dimensi filosofis dan etis dari praktik asuransi, yang tidak hanya sekadar mekanisme ekonomi tetapi juga sarana perlindungan risiko yang mengandung nilai moral. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk karya filosofis, etika, dan kajian risiko, dengan teknik dokumentasi dan triangulasi teoretis untuk memvalidasi data. Hasil penelitian mengungkap bahwa asuransi konvensional mengedepankan solidaritas namun menghadapi tantangan etis seperti moral hazard dan asimetri informasi, sementara asuransi syariah (takaful) menawarkan paradigma berbasis ta’awun dan maslahah yang menekankan keadilan dan transparansi. Simpulan studi menegaskan bahwa kedua model tersebut dapat disintesiskan untuk menciptakan kerangka perlindungan risiko yang lebih etis, inklusif, dan berkelanjutan. Implikasinya, diperlukan penguatan aspek transparansi, keadilan distributif, dan literasi masyarakat untuk mewujudkan sistem asuransi yang tidak hanya efektif secara finansial tetapi juga bermakna secara sosial dan moral
Falsafah Dan Hikmah Gadai: Peran Gadai Sebagai Solusi Dalam Krisis Ekonomi Sosial Nur Azizah; Andi Ariel Firdani; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/b86jaq85

Abstract

Pawning (rahn) is an Islamic transactional instrument with legal, social, and moral dimensions. The concept of pawning not only serves as collateral for debt but also embodies a philosophy and wisdom that reflect the principles of justice, humanity, and balance in the Islamic economic system. This study aims to examine the philosophy and wisdom of pawning and its role as a solution to address the socio-economic crisis. The method used is a literature study with a qualitative-descriptive approach, through an analysis of the Qur'an, the hadith of the Prophet Muhammad ﷺ, the views of classical and contemporary scholars, and Islamic economic literature. The results of the study indicate that pawning in Islam functions as a rights safeguard mechanism that can protect the interests of both parties without causing injustice. In situations of socio-economic crisis, pawning is a humane solution because it allows for the fulfillment of urgent needs without having to permanently lose ownership of property or fall into usury practices. In addition, the concept of pawning strengthens social solidarity, maintains human dignity, and encourages the creation of economic stability in society. The conclusion of this study confirms that the philosophy and wisdom of pawning reflect the relevance of Islamic teachings in addressing contemporary economic challenges. Pawning is not merely a financial instrument, but a means of worship and social empowerment that integrates economic, ethical, and spiritual values ​​into a unified whole. Abstrak Gadai (rahn) merupakan salah satu instrumen muamalah dalam Islam yang memiliki dimensi hukum, sosial, dan moral. Konsep gadai tidak hanya berfungsi sebagai jaminan utang, tetapi juga mengandung falsafah dan hikmah yang mencerminkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keseimbangan dalam sistem ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji falsafah dan hikmah gadai serta perannya sebagai solusi dalam menghadapi krisis ekonomi sosial. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis terhadap Al-Qur’an, hadits Nabi Muhammad ﷺ, pandangan ulama klasik dan kontemporer, serta literatur ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa gadai dalam Islam berfungsi sebagai mekanisme pengaman hak yang mampu melindungi kepentingan kedua belah pihak tanpa menimbulkan kezaliman. Dalam situasi krisis ekonomi sosial, gadai menjadi solusi yang humanis karena memungkinkan pemenuhan kebutuhan mendesak tanpa harus kehilangan kepemilikan harta secara permanen atau terjerumus dalam praktik riba. Selain itu, konsep gadai memperkuat solidaritas sosial, menjaga martabat manusia, dan mendorong terciptanya stabilitas ekonomi masyarakat. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa falsafah dan hikmah gadai mencerminkan relevansi ajaran Islam dalam menjawab problematika ekonomi kontemporer. Gadai bukan sekadar instrumen finansial, melainkan sarana ibadah dan pemberdayaan sosial yang mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi, etika, dan spiritual dalam satu kesatuan yang utuh.
Pemahaman Konsep Nusyuz Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Hukum Islam Serta Implikasi Terhadap Kehidupan Rumah Tangga Asmah; Muh. Dzaky Abdad; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/fjvacp36

Abstract

This research is motivated by a patriarchal understanding of the concept of nusyuz in Islamic society, where a wife's disobedience to her husband is often the sole focus without considering the possibility of nusyuz from the man. Based on data from the Religious Courts Agency in 2023, approximately 70% of divorce cases were filed by wives on grounds of incompatibility and violence, indicating that the practice of nusyuz has a more complex social and moral dimension. The purpose of this study is to explain the nature of nusyuz for men and women according to Islamic legal sources, describe methods of knowledge through interpretation of the Qur'an, hadith, and ijtihad of scholars, and analyze the wisdom of its application in domestic life. This study uses a qualitative method with a normative-descriptive approach, modern hermeneutics, and constructive ijtihad through a literature study of classical commentaries such as Jāmi‘ al-Bayān al-Ṭabarī, Tafsīr al-Qurṭubī, and contemporary commentaries such as al-Mishbah. The results of the study show that classical interpretations view nusyuz literally and with gender bias, while contemporary scholars such as Quraish Shihab, Yusuf al-Qaradawi, and Musdah Mulia interpret nusyuz as a two-way disharmony that must be resolved based on the principles of maqāṣid al-syarī‘ah, namely justice and welfare. The conclusion of this study confirms that nusyuz is not merely a unilateral violation, but a form of moral imbalance in the household that needs to be addressed with an ethical and educational approach, so that Islamic law does not become a tool to legitimize violence, but rather a means of maintaining harmony, justice, and affection in the family. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman patriarkal terhadap konsep nusyuz dalam masyarakat Islam, di mana ketidakpatuhan istri terhadap suami sering dijadikan fokus tunggal tanpa mempertimbangkan kemungkinan terjadinya nusyuz dari pihak laki-laki. Berdasarkan data Badan Peradilan Agama tahun 2023, sekitar 70% kasus perceraian diajukan oleh istri dengan alasan ketidakcocokan dan kekerasan, menunjukkan bahwa praktik nusyuz memiliki dimensi sosial dan moral yang lebih kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hakikat nusyuz laki-laki dan perempuan menurut sumber hukum Islam, menguraikan metode pengetahuan melalui penafsiran Al-Qur’an, hadis, dan ijtihad ulama, serta menganalisis hikmah penerapannya dalam kehidupan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-deskriptif, hermeneutika modern, dan ijtihad konstruktif melalui studi kepustakaan terhadap tafsir klasik seperti Jāmi‘ al-Bayān al-Ṭabarī, Tafsīr al-Qurṭubī, dan tafsir kontemporer seperti al-Mishbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir klasik memandang nusyuz secara literal dan bias gender, sedangkan ulama kontemporer seperti Quraish Shihab, Yusuf al-Qaradawi, dan Musdah Mulia menafsirkan nusyuz sebagai ketidakharmonisan dua arah yang harus diselesaikan berdasarkan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, yakni keadilan dan kemaslahatan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa nusyuz bukan sekadar pelanggaran sepihak, melainkan bentuk ketidakseimbangan moral dalam rumah tangga yang perlu ditangani dengan pendekatan etis dan edukatif, sehingga hukum Islam tidak menjadi alat legitimasi kekerasan, melainkan sarana menjaga keharmonisan, keadilan, dan kasih sayang dalam keluarga.
Eksistensi Gadai Emas Di Era Modern: Studi Tentang Mekanisme Pelayanan Dan Penilaian Hukum Islam Resky Mulia Azzahrah; Khaeril Akhsan; Nurul Atika; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/jm33bf70

Abstract

This research comprehensively examines the existence, service mechanisms, and Islamic legal assessment of the gold pawning practice (rahn al-dzahab) that has developed in modern Islamic financial institutions. The primary focus of the research is how the practice of gold pawning has transformed from a traditional model into a structured, formal financial product, and how its legal legitimacy is assessed within an Islamic normative framework. The approach used is a qualitative method with a normative-philosophical nature, using an analysis of Islamic jurisprudence (Fiqh Muamalah) and the perspective of Maqāṣid Syariah as the primary instruments for understanding the legal substance and objectives of Sharia. This research specifically examines the dualism of contracts in Islamic gold pawning products: the qardh contract, which acts as a non-profit loan, and the ujrah contract, which acts as a service fee for the storage and security of collateral. The analysis demonstrates that the existence of modern gold pawning plays a crucial role as a safe and secure liquidity instrument, particularly within the framework of ḥifẓ al-māl (property protection). Pawning gold allows people to gain quick access to funds without losing ownership of their valuable assets. The research confirms that charging a service fee (ujrah) in gold pawning is considered permissible under Islamic law, subject to certain conditions. The ujrah must be determined based on a realistic calculation of the costs of storage (ḥifẓ) and security (ḥirāsah) of the collateral, and should not be directly or proportionally linked to the principal loan (qardh). Therefore, the practice of sharia gold pawning is considered to meet the requirements of legal certainty (tsubūt) and benefit (maṣlaḥah), as long as the contract is clearly separated and the ujrah is determined transparently to avoid potential hidden usury (riba). Abstrak Penelitian ini mengkaji secara komprehensif eksistensi, mekanisme layanan, serta penilaian hukum Islam terhadap praktik gadai emas (rahn al-dzahab) yang berkembang di lembaga keuangan syariah modern. Fokus utama penelitian diarahkan pada bagaimana praktik gadai emas mengalami transformasi dari model tradisional menjadi produk keuangan formal yang terstruktur, sekaligus bagaimana legitimasi hukumnya dinilai dalam kerangka normatif Islam. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan sifat normatif-filosofis, melalui analisis Fiqh Muamalah dan perspektif Maqāṣid Syariah sebagai instrumen utama dalam memahami substansi hukum dan tujuan syariat. Penelitian ini secara khusus menelaah dualisme akad dalam produk gadai emas syariah, yaitu akad qardh sebagai pinjaman yang bersifat non-profit dan akad ujrah sebagai biaya jasa atas layanan penyimpanan dan pengamanan barang jaminan. Analisis menunjukkan bahwa eksistensi gadai emas modern memiliki peran yang krusial sebagai instrumen likuiditas yang aman dan terlindungi, terutama dalam kerangka ḥifẓ al-māl (perlindungan harta). Gadai emas memungkinkan masyarakat memperoleh akses dana cepat tanpa harus kehilangan kepemilikan atas aset berharga yang dimilikinya. Hasil penelitian menegaskan bahwa pembebanan biaya jasa (ujrah) dalam praktik gadai emas dipandang halal menurut hukum Islam dengan syarat tertentu. Ujrah harus ditetapkan berdasarkan perhitungan riil atas biaya penyimpanan (ḥifẓ) dan pengamanan (ḥirāsah) barang jaminan, serta tidak dikaitkan secara langsung atau proporsional dengan jumlah pokok pinjaman (qardh). Dengan demikian, praktik gadai emas syariah dinilai memenuhi aspek kepastian hukum (tsubūt) dan kemaslahatan (maṣlaḥah), selama pemisahan akad dilakukan secara tegas dan penetapan ujrah dilaksanakan secara transparan guna menghindari potensi riba terselubung.
Hikmah Siyasah Dan Rekontruksi Islamic Governance Di Indonesia Nurul Hikmah; Fadillah Eka Putri; Moh Alamsyah Noor; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/xfhxby23

Abstract

The development of modern governance demands the reconstruction of siyasa thinking to make it relevant to the context of a democratic and pluralistic nation-state. This study analyzes the understanding of siyasa wisdom in classical and modern literature, its application in Indonesian public policy, and its effectiveness in addressing contemporary governance challenges. The research method uses a qualitative descriptive-analytical approach through a literature review of Islamic political thought, contemporary scientific studies, and national policy documents. The results show that the principles of siyasa wisdom justice (‘adl), trustworthiness, deliberation (shura), and maslahah have universal relevance and can be integrated into modern governance through the digitalization of public services, apparatus integrity mechanisms, community participation, and social protection programs. However, its effectiveness is still hampered by digital infrastructure gaps, administrative formalization, limited public influence, and inaccurate targeting of social assistance. This study concludes that the reconstruction of siyasa wisdom has the potential to become the basis for an Islamic ethical governance paradigm that can strengthen transparency, accountability, and public welfare in Indonesian governance.  Abstrak Perkembangan tata kelola modern menuntut rekonstruksi pemikiran siyasah agar relevan dengan konteks negara bangsa yang demokratis dan plural. Penelitian ini menganalisis pemahaman hikmah siyasah dalam literatur klasik dan modern, penerapannya dalam kebijakan publik Indonesia, serta efektivitasnya dalam menghadapi tantangan pemerintahan kontemporer. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui studi literatur terhadap pemikiran politik Islam, kajian ilmiah kontemporer, dan dokumen kebijakan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip hikmah siyasah keadilan (‘adl), amanah, musyawarah (syura), dan maslahah memiliki relevansi universal dan dapat diintegrasikan ke dalam tata kelola modern melalui digitalisasi layanan publik, mekanisme integritas aparatur, partisipasi masyarakat, dan program perlindungan sosial. Namun, efektivitasnya masih terhambat oleh kesenjangan infrastruktur digital, formalisasi administratif, keterbatasan pengaruh publik, serta ketidaktepatan sasaran bantuan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi hikmah siyasah berpotensi menjadi dasar paradigma Islamic ethical governance yang mampu memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kemaslahatan publik dalam tata kelola pemerintahan Indonesia.
Co-Authors , A A Istri Adeka Saputri -, Sutra A. Firda A. St. Aqilah Nur Asizah Abd Rahman R Abd Syatar Abd. Halim Talli Abd. Rahman Abd. Rahman Abd. Rahman R Abd. Rauf M. Amin Abd. Rauf Muhammad Amin Abdul Hafid Abdul Rahim Abdul Rahman Abdul Rivai Poli Abdul Wahid Haddade Abubakar, Achmad Achmad Musyahid Achmad Musyahid, Achmad Addinul, Addinul Ikhsan Afriani Ageng Abdi Putra Ahmad Fakhri Wardana Ahmad Jailani, Ahmad Ahmad Pitoni Ainil Wahdaniyah Aisyah Kara Akmal Alfiyyah Nur Alifah Aliahardi Winata Alim, Nur Alimah, Huriyah Nahdah Alimuddin, Hardiyanti Alwaris, Sri Ayu Andari Putri Alyasari, Irmaya Amal Ashraf Amatullah Amin, Putri Aprilyana Idi Amirah Zahra Maulidyah Andi Airiza Rezki Syafa’at Andi Ariel Firdani Andi Khaerun Niza Andi Marwah Andi Muhammad Rifqy Ramadhan Andi Muhammad Syukur Andi Sani Silwana Andi Syahru Ramadhan Andi Tabrani Rasyid Andi Yusril Azwandi andi, fadhil Andika Dwi Putra Andry Nirwanto Anisa, Nur Ainun Anniza Abdi Arafah arham, ihsan ARIES JONATHAN Arif Rahman Aris, Aryan Arisyanti Arya Hidayat Arya, Andi Muhammad as-Siddiq, Hasbi Asdar Asgar Ashar Asmah ASNI Aswar Aswidia Agustin Ativa Nurhadi Aulia Shaafirah Aulia, Astri Aviva Riani Puteri Irma Azis Rahman Bagus Satrialdy Azhar Baiq Farista Baso Intang Sappaile Bayu Fajar Susanto Belinda Putri Faradhiva Burhan, Abd Rukman Chitra Dedi Supriadi Dhiyan azizah Diah Novita Sari Dian Adriani Dian Anggraeni Didik Pramono, Didik Dini khaerani Edelia Triasty Eka Puji Lestari Elfarisna Elsa Dwi Aryana Ramadhani Erlina Rahmayuni, Erlina Erna Hastuti Ervina Fadhil, Andi Fadhilla, Siti Nurul Fadia Indah Sari Fadillah Eka Putri Faidati, Wind Fatmawati Fatmawati Fattah, Salman Fera Zabira Zahra Fini Rinayani Firda Firman Firmansyah Fiska Amelia Fitri Sri Ramadhani M Fitri Wulandari Fitry Purnamasari Gerry Sangra Gunawan, Syahrul Halim Talli Halisah, Nur Hamzah Hardianto S Haris Kulle, Haris Hasan, Erfandi Hawa Herman Herman, Welly Hermawan, Adithia Hikmah Hilda Hinaya Hindun Umiyati Hisbullah Hisbullah HM. Kafrawi, Try Sa’adurrahman Ian Vanath Alhakim Idris Alfarizi Ifiasr ILHAM Imam Makmun Imran, Muh. Fadhil Abdillah Indo Santalia Indra Yanto indra, A.Indraerawati Indriyani MS, Eka Irlan Irlan Irmayanti Irwan Hidayat Irwan Wirajaya ISKANDAR Jenita Berliana Jufri Juhari, Andi Rezal Jumarni Juwita, Marisa Kanayya, Yumna Kaprawi Kara, Aisyah Khaeril Akhsan Khaerunnisa Sukri Khalid Rijaluddin Kiljamilawati Kinanti, Hapsari Kusuma, Anggi Lestari, Tari Lidya Saraswati Dellaneyra Lilis Lomba Sultan Lomba Sultan Luthfiah M. Hairul M. Yusran S Magefirah Majid, Ahmad Farham Marciafeli Marilang Mattalioe, Andi Syahrani Afdhal Meilani Putri Basri Meutya Ramdhani Zalsabila MIFTAHUL JANNAH Misbahuddin Misbahul Khair Moh Alamsyah Noor Muammar M. Bakry Muawan, Muhammad Habib Muh Alghifari Muh Aswar Muh Farhan Bausat Muh Tabran Muh. Dzaky Abdad Muh. Fikri Alfian Muh. Resky Akbar Muh. Rifqhi Al-Qadri Muh.Adzan Muhammad Afdal Amirullah Muhammad Arsyam Muhammad Asmar Muhammad Fachri Muhammad Fuad Zhaky Muhammad Haikal Muhammad Nur Hidayat Muhammad Rusli Muhammad Tahir Mulham Jaki Asti Mumtahana, Nur Mustafa, Zulhas' ari Mustika Nur Srikandi Musyfikah Ilyas Musykifah Ilyas Mutiah Mukarramah Alkhatimah Mutiara Nabil Akbar Nabila Farhana Sabir Nabila Khairunnisa Nada Nur Kamaria Nahruddin Nawirman Ni Putu Ayu Aprila Andra Kumara Nida Nurhasanah Nita Novita Nur Adilah Nur Amanda Jaya Nur Azizah Nur Azzahra Nur Khaera Nur Saria Nur, Awaluddin Nuraini Nurainun Maharani Nurbaeti Nurchamidah Nurfadila Nurfadillah Wilmayanti nurfaika ishak Nurfarhati Nurfianalisa Nurhidayat Nurhikma Nursalam Nurul Atika Nurul Aziza, Nurul NURUL AZIZAH NURUL HIKMAH Nurul Mujahidah Nurul Safitri Nurul Wasilah Kadir Nurzaelani, Mohammad Muhyidin Oktavianti , Amanda Othman, Muhammad Remy Patahuddin Patongai, Alny Avasyah R Pikahulan, Rustam Magun Pratama, Fingky Hendika Prayoga, Dava Putra, Andika Dwi Putri, Elsa Lolita Qadir Gassing Qadir Gassing, Qadir R, Abdul Rahman Rafi Pradipa Rahantan, Ahmad Rahim, Yusuf Rahma Yuni Saputri Rahmadani, Mutiara Ivonni Rahmania, Nelly Rahmat Farham Rahmat Hermawan Rahmatika Kayyis Rahmiati Ramadani, Tasya Almutia Ramadhani, Mutiara Ivonne Rasdiyanah Rasyid, St. Cheriah Razak, Syaiful Akbar Resky Mulia Azzahrah Reza kurnia Rezki Syafa'at, Andi Airiza Rian Hidayat Rian Setiawan Ridwan Rifai Rifyan Zahir Rina Pebriana, Rina Rismania Tiara Milenia Robia Astuti Robinsyah Rosmiati, Meiti Rusdi Tahir Rusniati Rusniati S, M. Yusran. Sabaruddin Sahruni Sakhi, Dwi Fa’yi Arya Sakina Salahuddin Salpiyah Samin, Sabri Sangkala , Ismail Sanjaya, Muhammad Fahyu Saprian Taga Leo Sastrawati, Nila Satriani Saudi Selviani Septiana Dewi Putri Shabrina Syifa Salsabila Shadiq, Muh Ibnu Siti Aisyah Siti Aulya Indira Siti Mardiyati Siti Rahayu Siti Sundari Sitti Asmah Sofyan Sri Astuti Sri Rejeki Sri Sukmawati Sri Wahyuni suci, Nandita Fahira Sulastri Nurul Qalbi Sunuwati, Sunuwati Supardin Supriadi Supriadi Suryatno, Hadi Syahriadi, Syahriadi Syahrur Rahmat Syarif, Muh Isra Syarifuddin Tabran, Muhammad Talia Wandiyani Tari Lestari Tenri Nayyara Nurnaina Titi Andriani Tri Layla Salehah Umar B Umar Laila Umirahayusari Ummi Khaerati Syam, Ummi Khaerati Usman Jafar Veny Usviany Vidia Putri, Evrilianti Wahyudi, Feri Eko Wardayani Widya wati Wijaya, Alwan Wiwik Handayani Wiwik, Wiwik Triulan Yoga, Yoga Saputra Yusnadia Achda Saputri Yuyuk Adelista Yuyun Alwania Walude Zahir, Rifyan Zahwa Aulia Zainuddin Zakirah, Zakirah Zulhas’ari Mustafa Zulkifli Zulkifly Zulrahmadi