p-Index From 2021 - 2026
17.151
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Studi Pemerintahan JURNAL MAGISTER HUKUM UDAYANA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Pandecta Lentera Hukum JURNAL LITIGASI (e-Journal) AL-Daulah Jurnal Cita Hukum Jurnal Komunikasi Hukum Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I) Jurnal Hukum Novelty Sawwa: Jurnal Studi Gender Badamai Law Journal MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law) PURWARUPA Jurnal Arsitektur INDONESIAN JOURNAL OF CRIMINAL LAW STUDIES Journal of Indonesian Legal Studies Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum Jurnal Ilmiah Hukum LEGALITY DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum Jurnal Selat Ajudikasi : Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Panorama Hukum SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Varia Justicia Morality :Jurnal Ilmu Hukum Widya Yuridika Mimbar Yustitia : Jurnal Hukum dan Hak Asasi Manusia RESAM Jurnal Hukum Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune Substantive Justice International Journal of Law Lex Scientia Law Review Jambe Law Journal JURNAL HUKUM MEDIA BHAKTI Res Judicata Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI JOURNAL OF PRIVATE AND COMMERCIAL LAW JURNAL MERCATORIA Jambura Law Review Gorontalo Law Review Literasi Hukum Jurnal Penelitian Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Sospol : Jurnal Sosial Politik DIVERSI : Jurnal Hukum Kosmik Hukum Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Nurani Hukum : Jurnal Ilmu Hukum Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services Madani Legal Review Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Jurnal Abdi: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Unnes Law Journal The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang Law Research Review Quarterly Ganesha Law Review Walisongo Law Review (Walrev) Dinasti International Journal of Economics, Finance & Accounting (DIJEFA) PAMPAS: Journal of Criminal Law Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC) Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Aktual Justice Advances in Police Science Research Journal The Digest: Journal of Jurisprudence and Legisprudence COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of International Law Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia Law Journal TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Administrative and Environmental Law Review Jurnal Bina Desa Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi Hang Tuah Law Journal International Law Discourse in Southeast Asia Indonesian Journal of Environmental Law and Sustainable Development Contemporary Issues on Interfaith Law and Society Indonesian Journal of Counter Terrorism and National Securit Indonesia Media Law Review Indonesian Journal of Pancasila and Global Constitutionalism Jurnal Ilmu Hukum Riau Law Journal Jurnal Hukum Prioris DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies The Prosecutor Law Review Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Jurnal Hukum dan Pembangunan Jurnal Hukum Islam Annual Review of Legal Studies Jurnal Hukum Mimbar Justitia Journal of Law and Legal Reform The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education Knowledge Garden: International Journal of Library Studies Lex Scientia Law Review Indonesian State Law Review (ISLRev) Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services International Law Discourse in Southeast Asia International Law Discourse in Southeast Asia Contemporary Issues on Interfaith Law and Society Semarang State University Undergraduate Law and Society Review Indonesia Media Law Review Law Research Review Quarterly Journal of Computer Science and Technology Application Indonesian Journal of Criminal Law Studies Unnes Law Journal : Jurnal Hukum Universitas Negeri Semarang
Claim Missing Document
Check
Articles

The Intersection of Criminal Law, Technology and Business Commercial Law on Carding as Cyber Fraud Ridwan Arifin; Hartini Atikasari; Waspiah Waspiah
Jurnal Hukum Novelty Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/novelty.v11i2.a15700

Abstract

Introduction to The Problem:  Since digital reform, business and trade sectors have begun to expand their network in cyberspace. Transactions carried out also no longer refer to ordinary things. The modern era of society indeed prefers a more efficient payment process, namely through a credit card. On the other hand, the advancement of digital technology also provides opportunities for perpetrators of crime in cyberspace. The fraud, which was initially carried out with the objects of written reports, began to move lanes towards data manipulation in the form of carding.Purpose/Objective Study: This paper is intended to analyze and examine carding as cyber fraud in three legal studies: criminal law, business, and commercial law, and transnational criminal law. This study illuminates the intersection between criminal law, business and commercial law, law and technology, and international criminal law in carding cases.Design/Methodology/Approach: The paper is normative legal research using a comparative approach and regulations related to carding and cyber fraud.Findings: The study highlighted that carding as a manifestation of cyber fraud is also a transnational crime, which involves networks or groups across national borders to carry out certain illegal businesses or activities. Included in this case is the data theft on credit cards. Of course, this has resulted in a shift of public trust towards the credit card provider sector, namely banks, so that there is a need to strengthen the juridical pathway nationally and internationally.Paper Type: General Review
The Legal and Social Aspect for Underage Marriage Women's Education Rights in the Perspective of Human Rights: Contemporary Issues and Problems Ridwan Arifin; Rodiyah Rodiyah; Fadhilah Rizky Afriani Putri
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2020): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.867 KB) | DOI: 10.21580/sa.v15i2.5165

Abstract

The right to education is a fundamental human right and must be fulfilled by the state. However, the right to education, especially for women with underage marriages (child marriages), has not yet had adequate education. This paper aims to analyze the legal and social aspects of children's educational rights, especially women with conditions of underage marriage (child marriage) in Indonesia. This study examines the formal juridical aspects of the protection and guarantee of education rights for women and social aspects related to the constraints of fulfilling women's education. This research is a normative juridical study in which this study looks at the community's various facts based on the applicable legal rules. This research's social aspects are seen based on various social theories related to this research study; the data and facts obtained in this study are data sourced from previous research, both print and online media. This research confirms that child marriage is motivated by many factors, one of which is economic conditions so that women cannot achieve the rights to education. However, according to the 1945 Constitution Article 31 paragraph (1) that every citizen has the right to get an education. However, there are no strict criminal sanctions for families who leave their children out of school in terms of law enforcement.
TRANSAKSI BITCOIN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA Raden Muhammad Arvy Ilyasa; Ridwan Arifin
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.757 KB) | DOI: 10.24235/mahkamah.v4i1.3956

Abstract

Pada era ini pengaruh globalisasi sangat kuat, terlebih lagi dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, dan komunikasi mengalami perkembangan yang pesat. Dunia sedang bergerak ke arah baru dan menuntut untuk diikuti perkembangannya tidak terkecuali dengan Indonesia. Sebagai negara berkembang Indonesia harus mampu untuk bisa mensejahterakan rakyatnya dan dapat membawa rakyatnya menuju ke arah yang baru.Fenomena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi dan komunikasi ini sudah menyebar ke berbagai aspek kehidupan, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi dan komunikasi ini dianggap dapat mengawali perubahan tatanan kehidupan suatu masyarakat dalam berbagai aspek maka dari itu di tuntut adanya kecermatan dari pihak pemerintah maupun masyarakat untuk mengimbanginya. Perkembangan yang pesat ini pun turut merubah pola pikir masyarakat dalam berbagai bidang tidak terkecuali dalam bidang ekonomi. Dalam bidang ekonomi transaksi penjualan dan pembelian menjadi aspek yang sangat penting dalam perekonomian,karena perkembangan yang pesat ini dalam hal transaksi penjualan dan pembelian tidak harus penjual dan pembeli bertemu secara langsung tetapi sekarang melalui media dunia maya atau internet, kita bisa melakukan transaksi jual beli kapan pun dan di mana pun kita berada tanpa harus bertemu secara langsung, melihat trend perkembangan ini sebagian masyarakat tidak menggunakan uang konvensional seperti pada umumnya tetapi mulai beralih menggunakan digital currency yang dilindungi oleh kriptografi, diantara digital currency yang beredar yang paling terkenal adalah Bitcoin. Dalam perjalanan Bitcoin sendiri mengalami berbagai polemik dalam penggunaannya di dunia bahkan di Indonesia sendiri, karena di Indonesia sendiri Bitcoin belum diakui eksistensinya dan belum ada regulasi jelasnya. Bahkan dalam islam pun para ulama seputar Bitcoin ini masih menjadi perdebatan apakah Bitcoin ini dikatakan halal atau haram apabila di kaji dalam Al-Quran, hadits, ijma maupun sumber islami lainnya. In this era the influence of globalization was very strong, especially in the fields of science, technology, information and communication which experienced rapid development. The world is moving in a new direction and demands that its development be followed by Indonesia. As a developing country, Indonesia must be able to prosper its people and bring its people to a new direction. The phenomenon of the development of science, technology, information and communication has spread to various aspects of life, the development of science, technology, information and communication is considered able initiating changes in the order of life of a society in various aspects, therefore it is demanded carefulness from the government and the community to compensate. This rapid development also helped change the mindset of the people in various fields, including in the economic field. In the economic field, sales and purchase transactions are a very important aspect in the economy, because of this rapid development in terms of sales and purchase transactions that do not necessarily require sellers and buyers to meet directly, but now through cyber media or the internet, we can buy and sell transactions when and wherever we are without having to meet directly, seeing this development trend, some people do not use conventional money as in general, but begin to switch to using digital currency protected by cryptography, among the digital currency in circulation the most famous is Bitcoin. In the course of Bitcoin itself experienced various polemics in its use in the world even in Indonesia itself, because in its own existence Bitcoin has not yet recognized its existence and there is no clear regulation. Even in Islam, the scholars around Bitcoin are still debating whether Bitcoin is said to be halal or haram if it is reviewed in the Koran, hadith, ijma and other Islamic sources.
PERNIKAHAN DINI DI INDONESIA: FAKTOR DAN PERAN PEMERINTAH (PERSPEKTIF PENEGAKAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK) Ana Latifatul Muntamah; Dian Latifiani; Ridwan Arifin
Widya Yuridika Vol 2, No 1 (2019): Widya Yuridika: Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Widya Gama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.406 KB) | DOI: 10.31328/wy.v2i1.823

Abstract

Children are the most valuable assets for the sustainability of a country. Quality should be preferred over quantity. Even though the quantity is very large, it must be balanced with good quality. This paper aims to explain early marriage in terms of legal perspective and its relation to the deprivation of children's rights. With a qualitative approach, there are five reasons that the community legalizes early marriage, namely: the age limit of marriage (Law No. 1 of 1974), akil baliqh, sustenance, in order to reduce the family's economic burden and who is ideal to marry first. Early marriage also results in social problems, namely: divorce, weak family stability, gender discrimination, and parenting for children becomes less good. Everyone is allowed to marry in the hope that marriage takes place between men and women who are mature in terms of their age, thoughts, and actions. However, the problem that is very crucial nowadays in Indonesia is justifying early marriage, arguing that it has met the requirements in Law No. 1 of 1974 concerning Marriage. However, this should not be a benchmark that age is allowed to marry, but there must be many considerations in terms of maturity, maturity in thinking and acting. In order to avoid divorce especially at a young age. In fact, what happens in Indonesia, if the child is less than 16 years old, the religious court gives a dispensation for marriage due to reasons of pregnancy, religious faktors, economic faktors, and educational faktors. Even worse, there is a village in Indonesia that responds positively to underage marriage. There is an assumption that early marriage is a tradition that must be guarded because it is a heritage. There are many reasons that at the age of 20 it has not been legalized for marriage, which is one of them from the aspect of reproductive health. Then, for women they are very difficult to continue their education to a higher level because they have the responsibility to take care of their husbands.Kata kunci: Pernikahan Dini, Aspek Sosial dan Hukum, Hak Asasi Manusia, Anak
TINJAUAN TEORITIS KEADILAN DAN KEPASTIAN DALAM HUKUM DI INDONESIA (The Theoretical Review of Justice and Legal Certainty in Indonesia) Kania Dewi Andhika Putri; Ridwan Arifin
MIMBAR YUSTITIA Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : universitas islam darul ulum lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.948 KB) | DOI: 10.52166/mimbar.v2i2.1344

Abstract

Law is a tool used to regulate human behavior and living order so that it is in accordance with applicable values ​​and norms, in the law there is a sanction. These sanctions have a strict and real nature so that sanctions cannot be contested by anyone. Someone if you break the law, you will get a sanction. Completion of a law is carried out by law enforcement agencies in Indonesia. In the law there are actions that are used to resolve a case. We often understand these actions as a legal process. The running of a legal process must be in accordance with the applicable provisions, cannot be arbitrary because the legal process is the most important thing in the world of law. The legal process is a reflection of the success or failure of a legal settlement. In a law, it must apply the aspects used to settle the case before the law. These aspects are things that must be applied for the continuity of a judiciary and law in the world and in Indonesia. Namely justice and legal certainty in the continuity of the law. Justice and legal certainty are at the same time the foundation in the law that must be applied and must be reflected in the law. Because without justice and legal certainty a legal process cannot work properly. If justice and legal certainty are not applied in the world of law, then the continuity of a law cannot be fair. As a result of not implementing justice and legal certainty, there arises an imbalance between rights and obligations in the law. The settlement of a matter must be fair between the rights and obligations of one party must be the same between the rights and obligations of the other party. So if you have applied justice in the law, you can achieve legal certainty. Legal certainty must be mutually beneficial for the parties concerned. Legal certainty cannot harm various parties. So that legal certainty must be balanced. So the case can be justified by the law. Hukum merupakan alat yang digunakan untuk mengatur tingkah laku manusia dan tata kehidupan agar sesuai dengan nilai maupun norma yang berlaku, didalam hukum terdapat suatu sanksi. Sanksi tersebut mempunyai sifat tegas dan nyata sehingga sanksi tidak dapat diganggu gugat oleh pihak siapapun. Seseorang jika telah melanggar hukum, maka akan mendapatkan suatu sanksi. Penyelesaian suatu hukum dilakukan oleh aparat-aparat hukum di Indonesia. Didalam hukum terdapat suatu tindakan-tindakan yang digunakan untuk menyelesaikan suatu perkara. Tindakan-tindakan tersebut sering kita pahami adalah suatu proses hukum. Berjalannya suatu proses hukum haruslah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tidak dapat sewenang-wenang karena proses hukum hal yang paling penting dalam dunia hukum. Proses hukum merupakan pencerminan dari berhasil atau tidaknya suatu penyelesaian perkara di dalam hukum. Di dalam suatu hukum harus menerapkan aspek-aspek yang di gunakan untuk penyelesaian perkara di depan hukum. Aspek tersebut merupakan hal yang harus di terapkan untuk kelangsungan suatu peradilan dan hukum di dunia maupun di Indonesia. Yaitu keadilan dan kepastian hukum di dalam kelangsungan hukum. Keadilan dan kepastian hukum merupakan pokok sekaligus landasan dalam hukum yang harus diterapkan dan harus di cerminkan dalam hukum. Karena tanpa keadilan dan kepastian hukum suatu proses hukum tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Jika keadilan dan kepastian hukum tidak diterapkan dalam dunia hukum, maka kelangsungan suatu hukum tidak dapat berjalan degan adil. Akibat dari tidak diterapkannya keadilan dan kepastian hukum timbul suatu ketidak seimbangan antara hak dan kewajiban di dalam hukum. Penyelesaian suatu perkara harus adil antara hak dan kewajiban satu pihak harus sama antara hak dan kewajiban pihak yang lainnya. Sehingga jika sudah menerapkan keadilan di dalam hukum, maka dapat tercapainya suatu kepastian hukum. Kepastian hukum harus saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang terkait. Kepastian hukum tidak dapat merugikan berbagai pihak-pihak. Sehingga kepastian hukum harus seimbang. Sehingga perkara tersebut dapat dipertanggungjawabkan hukumnya
Jalur Mediasi dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan Sebagai Dorongan Pemenuhan Hak Asasi Manusia Yudha Chandra Arwana; Ridwan Arifin
Jambura Law Review Volume 1 No. 2 July 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.74 KB) | DOI: 10.33756/jalrev.v1i2.2399

Abstract

Permasalahan sengketa pertanahan di banyak tempat memicu berbagai konflik, baik itu antara kelompok masyarakat, masyarakat dengan pengusaha, atau masyarakat dengan pemerintah. Pada banyak kasus di Indonesia, konflik agrarian sangat berkaitan erat gagalnya pemenuhan hak-hak warga oleh pemerintah, baik pada tingkat lokal daerah maupun nasional. Kepemilikan tanah dan kepastian hukum dalam permasalahan agrarian di Indonesia mengacu dan merujuk pada Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Reformasi Agraria (Landreform) menjadi salah satu bentuk implementasi undang-undang tersebut, termasuk perubahan struktur penguasaan pemilikan tanah yang tidak hanya dimaknai sebagai makna politik namun juga teknis. Tulisan ini menganalisis aktivitas landreform di Indonesia dalam kajian hak asasi manusia, termasuk proses penyelesaian sengketa pertanahan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini yuridis normatif, dimana kajian hanya meliputi norma dan dasar hukum yang digunakan dalam penyelesaian sengketa agrarian dalam berbagai kasus. Kasus yang digunakan dalam penelitian ini bukan hasil penelusuran lapangan secara langsung, namun kasus-kasus yang sudah pernah terjadi di berbagai daerah yang diperoleh melalui media cetak atau online. Tulisan ini menegaskan bahwa proses penyelesaian sengketa agraria pada banyak kasus di Indonesia belum memenuhi standar pemenuhan hak asasi manusia, seperti adanya upaya paksa dan tindak kekerasan dari pemerintah, sikap refresif, diskriminatif, dan intimidatif. Tulisan ini menggarisbawahi dan menyimpulkan bahwa dalam penyelesaian konflik agraria dalam kajian hak asasi manusia harus melibatkan banyak pihak, salah satunya Komnas HAM.Land disputes in many places trigger various conflicts, whether between community groups, communities and entrepreneurs, or communities with the government. In many cases in Indonesia, agrarian conflict is closely related to the failure of the fulfilment of citizens' rights by the government, both at the local and national level. Land ownership and legal certainty in agrarian issues in Indonesia refer to and refer to Law No. 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Principles Regulation (UUPA). Agrarian reform (Land Reform) is one form of implementation of the law, including a change in the structure of ownership of land ownership which is not only interpreted as a political but also a technical meaning. This paper analyse the activities of land reforms in Indonesia in the study of human rights, including the land dispute resolution process. The method used in this paper is normative juridical, where the study only covers the norms and legal basis used in agrarian dispute resolution in various cases. The cases used in this study are not direct field search results, but cases that have already occurred in various regions were obtained through print or online media. This paper emphasizes that the agrarian dispute resolution process in many cases in Indonesia has not met the standards of fulfilment of human rights, such as the existence of forced efforts and acts of violence from the government, repressive, discriminatory and intimidating attitudes. This paper underlines and concludes that the resolution of agrarian conflicts in the study of human rights must involve many parties, one of which is the National Human Rights Commission.
Kajian Hukum Pidana Pada Kasus Kejahatan Mayantara (Cybercrime) Dalam Perkara Pencemaran Nama Baik Di Indonesia Fairuz Rhamdhatul Muthia; Ridwan Arifin
RESAM Jurnal Hukum Vol 5, No 1 (2019): RESAM Jurnal Hukum
Publisher : RESAM Jurnal Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1994.73 KB) | DOI: 10.32661/resam.v5i1.18

Abstract

AbstrakKejahatan mayantara (cybercrime) di Indonesia terjadi dengan berbagai motif dan dilakukan oleh beragam pelaku mulai dari usia remaja hingga orang tua, laki-laki atau perempuan. Kasus-kasus cybercrime sebetulnya diatur secara khusus melalui undang-undang informasi dan transaksi elektronik, juga dalam kitab undang-undnag hukum pidana, namun dalam praktiknya masih belum maksimal. Salah satu yang sering terjadi yakni pencemaran nama baik yang dilakukan melalui media sosial atau media online lainnya. Pencemaran nama baik adalah suatu tindakan kejahatan yang bertujuan untuk mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk tertulis maupun tidak tertulis dan akan menimbulkan dampak buruk yang merugikan seseorang bagi yang namanya tercemar atau yang dicemarkan. Tulisan ini menganalisis dari segi hukum pidana tentang penerapan hukum pidana pada kasus pencemaran nama baik melalui media sosial atau media online di Indonesia.AbstractThe crime of mayantara (cybercrime) in Indonesia occurs with a variety of motives and is carried out by various actors ranging from teenagers to parents, men or women. Cybercrime cases are actually specifically regulated through information laws and electronic transactions, also in the criminal law law, but in practice it is still not optimal. One that often occurs is defamation carried out through social media or other online media. Defamation is a crime that aims to defame someone in written or unwritten form and will have a negative impact on someone whose name is polluted or defiled. This paper analyzes in terms of criminal law about the application of criminal law in cases of defamation through social media or online media in Indonesia.
TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN: REALITAS KASUS DAN PENEGAKAN HUKUMNYA DI INDONESIA (Crime of Rape: Case Reality and Law Enforcement in Indonesia) Meita Agustin Nurdiana; Ridwan Arifin
Literasi Hukum Vol 3, No 1 (2019): Literasi Hukum
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.445 KB)

Abstract

Berbagai kasus pelecehan seksual dan juga pemerkosaan di Indonesia semakin marak terjadi. Padahal undang-undang hokum pidana, pada Pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana secara tegas memberikan ancaman bagi setiap pelaku pemerkosaan, dikatakan  bahwa “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun” yang menjadi salah satu acuan yang siap menjerat para pelaku tindak pemerkosaan yang tentunya merebut mahkota penting bagi perempuan. Namun, suara lain melayangkan protes tentang aturan tersebut terlalu dikhususkan untuk perempuan, bagaimana dengan laki-laki? Beberapa kasus hangat yang dibicarakan di Indonesia tentunya perempuanlah yang jadi korban dan menjadi momok menakutkan bagi perempuan lain, para pelaku cenderung terlalu sadis, bukan hanya perkosaan, namun tak jarang pembunuhan hal ini contohnya terjadi pada seorang gadis berumur 14 tahun bernama Yuyun yang diperkosa oleh 14 orang pelaku, bahkan 2 diantaranya masih dibawah umur. Banyaknya faktor penyebab baik itu secara internal maupun eksternal membuat tindakan pemerkosaan seolah membabi buta tak memandang derajat, pendidikan, ekonomi, umur, bahkan jabatan tinggi sekalipun. Tindak kejahatan pemerkosaan yang dianggap sebagai pemotong cerahnya masa depan seorang remaja, tentunya anggapan yang salah itu butuh banyak dukungan berbagai kalangan, bahwasannya seorang korban pemerkosaan juga harus punya masa depan yang cerah. Namun kembali lagi, hukum lah yang paling banyak menentukan saat kejadian kriminal ini sudah terjadi, yaitu menjerat pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku, serta menjadi tiang pembatas agar pelaku tidak berkeinginan melakukan kejahatan tersebut
FACEBOOK LEAKS: HOW DOES INDONESIAN LAW REGULATE IT? Ridwan Arifin; Taza Ratna Atika
Ganesha Law Review Vol 3 No 1 (2021): May
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/glr.v3i1.320

Abstract

Along with the development in the world of technology, especially in the internet sector, which has provided so many benefits and advantages and conveniences for many people, in addition to these advantages there are also developments in negative aspects, the existence of risks, and the negative impact of its misuse by parties who not responsible. Some time ago the Indonesian people were quite troubled by the emergence of cases of leakage of personal data of Facebook users. The personal data leakage scandal of Facebook users that has been broken into by the analytical research firm Cambridge Analytica is targeting the entire world population, one of which is Indonesia. Many people are wondering who is to blame and responsible for this case. What is the cause of this case and can it be prevented.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA PUSAT KONSERVASI EKOLOGI KAWASAN PESISIR DI JAKARTA UTARA Ridwan Arifin; Ashadi Ashadi; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.645 KB)

Abstract

Secara geograis Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17.508 pulau dan didominasi oleh wilayah laut, yaitu mencapai 81.7 % (5.8 juta kilometer persegi) dari luas total wilayah indonesia. Indonesia memiliki banyak kawasan pesisir yang berfungsi sebagai penyedia sumber daya alam, seperti muara, bakau, rumput laut dan terumbu karang yang produktif. Pada saat ini penanganan ekologi kawasan pesisir masih sangat kurang diperhatikan terutama dalam penanganannya yang masih diabaikan seperti tidak mempunyai peran penting terhadap kawasan pesisir. Untuk menjawab issu tersebut, maka dirancanglah sebuah pusat konservasi ekologi kawasan pesisir dengan pendekatan arsitektur hijau. Dengan adanya pusat konservasi ekologi kawasan pesisir ini diharapkan menjadi pusat penelitian, konservasi dan edukasi berwawasan wisata alam bagi masyarakat luas.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Abidah, Shofriya Qonitatin Absor, Ajib Mukadirin Achmad Muchsin Adhi, Surya Adi Maulana, Adi Adiguna Bagas Waskito Aji Adiyatma, Septhian Eka Adrian Hadiputra Afiatun, Umi Afifah, Bayyinatun Aflah, Muhammad Hilmi Naufal Agustinus, Akwila Ahmad Zaharuddin Sani Ahmad Sabri Ahmad Zaharuddin Sani Ahmad Sabri Aisyah Dara Pamungkas Aji, Adiguna Bagas Waskito Akbar Kurnia Putra Akhmad, Muhammad Zaidan Syafiqy Aksan, Mutia Azizah Al Farouq, Alamul Fikri Alfianto, Muhammad Hadi Ali Masyhar Alkadri , Riska Alycia Sandra Dina Andhini Amaliani, Hannifah Rizky Amanda Septiani, Amanda Amandha, Asyaffa Ridzqi Aminuyati Amira, Btari Amrullah, Ikram Ana Latifatul Muntamah Anan, Yuni Ananda Ima Saputri Ananta, Bintang Rafli Andjeng Pratiwi Angga Angga Anggie Rizqita Herda Putri Anis Widyawati Anis Widyawati Anisa Cahyani Anissaa Nuril Chasanah Annas Firdaus Aprila Niravita, Aprila Aprilia Putri Adiningsih Arif Andika Arifin, Wandi Ariyanti, Dwi Oktafia Ariyanti, Dwi Oktafia Arsitas Dewi Fatasya Arvante, Jeremy Zefanya Yaka Asmarani Ramli ASYAFFA RIDZQI AMANDHA Atha Difa Saputri Atikasari, Hartini Aulya, Layla Putri Ayu Anggriani Ayu Setyaningrum Ayu, Adelia Setya Ayu, Adelya Setya Az Zahra, Layla Bagus Adi Saputro Baiquni, Iqbal Baiquni, Muhammad Iqbal Baiquni, Muhammad Iqbali Banane, Mohamed Cheick Basuki, Astin Ratri Nur Anggraini Bayangsari Wedhatami Benny Riyanto Btari Amira Btari Amira Cahya Wulandari Cahyani, Anisa Cahyani, Kartika Fajar Chasanah, Anissaa Nuril Choirinnisa, Shafa Amalia Chusnul Qotimah Nita Permata Daliman, Marsiyah Damayanti , Fitria Dani Muhtada Detalim, Mikha Dewanti, Natasya Fitri Dewi Anggraeni Dewi ANGGRAENI Dewi Puspa Sari, Dewi Puspa Dewi Puspasari Dian Latifiani Diandra Preludio Ramada, Diandra Preludio Didik Purnomo, Didik Dwiandari, Ameena Syifa Edy Tandililing Emha, Zidney Ilma Fazaada Eva Achjani Zulfa Ezzerouali, Souad Fadhilah Rizky Afriani Putri Fairuz Rhamdhatul Muthia Farida Pramestian Fathurrohmah Hasanah Febri Fera Febrianti, Ayu Febriyanti, Diyah Anggun Fera, Febri Firdaus, Annas Firqotun Naziah Fitri, Rahma Fitria Damayanti, Fitria Fitria Puspita Fitriyaningrum, Julyatika Fraz Ashraf Khan Fuad, Adib Nor Gabrielle Poetri Soebiakto Gustandi, Padjri Hadiputra, Adrian Hamdani . Hanif Helmi Hanita, Margaretha Hapsari, Paundria Dwijo Hartini Atikasari Hartini Atikasari Hasanah, Fathurrohmah Heni Rosida Herawan , Wahyu Nandang Herry Subondo Herry Subondo Hibatullah Maajid Hidayat, Ashbar Holish, Amarru Muftie Holish, Amarru Muftie Hua, Chua Toh Huda, Muhammad Wahyu Saiful Husodo, Sukma Jati I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani Idris, Siti Hafsyah Ikram Amrullah Ilyasa, Raden Muhammad Arvy Indah Lestari, Indah Indah Novita Sari Indah Sri Utari Indah, Wulan Saputri Indraswara, Dede Iqbal Baiquni Irawaty Jaka Bangkit Sanjaya Januari Nasya Ayu Taduri Jeremy Zefanya Yaka Arvante Julianto, Riki Junaidi Junaidi Kambuno, Juan Anthonio Kania Dewi Andhika Putri Karim, Ridoan Karsinah - Kemala Dewi, Mentari Berliana Khan, Fraz Ashraf Khoiril Huda Kinasih, Salisa Widyaning Krisnawati, Elizabeth Yunita Kurniawan, Dwi Bagus Laryea, Emmanual Lemuel, Yehezkiel Lestari, Lilis Eka Lestari, Lilis Eka Lestari, Tri Ditaharmi Linda, Angel Maris Lucas, Oluka Nduka Lutfi Prayogi Maajid, Hibatullah Maharani, Aulia Maharani, Desty Puspita Mahasin, Zahra Zara Maria Daeli, Ora Plane Maryani, Indah Masayu, Nahdiah Masrukhi Masrukhi Massulthan Rafi Wijaya Maulana Fuad Nugraha Maulana, Dede Lalan Maulana, Muhammad Reza Maya, Dyah Meita Agustin Nurdiana Melani Diah Sekar Puri Mentari Berliana Kemala Dewi Millennia, Nurul Izzah Mohd Noor, Noor Farihah Muhammad Akmal Rizki Rivaldi Muhammad Azil Maskur Muhammad Azil Maskur Muhammad Iqbal Baiquni Muhammad Miftahul Umam Muhammad Miftahul Umam Muhammad Ramadhan Muhammad Wahyu Saiful Huda Muhammad Wahyu Saiful Huda Muhammad Wahyu Saiful Huda Muhammad Zaidan Syafiqy Akhmad Mukhoyyaroh, Vina Durrotul Muliadi Mumpuni Tri Utami Munandar, Tri Imam N, Edwindha Prafitra Nadiyah Meyliana Putri Nadiyah Meyliana Putri Nadiyah Meyliana Putri Nadiyya, Ahsana Naefi, Mohammad Nahdiah Masayu Napitupulu, Michael Timothy Natasya Fitri Dewanti Nauli Marsusila Lubis Naziah, Firqotun Ngaboawaji Daniel Nte Ngaboawaji Daniel Nte Ngboawaji Daniel Nte Noviana Dwi Utami Novitasari, Choirunnisa Nur Nte, Ngaboawaji Daniel Nte, Ngboawaji Daniel Nucharee Nuchkoom Smith, Nucharee Nuchkoom Nugraha, Maulana Fuad Nurasiah Nurasiah Nurkumalawati, Intan Nurul Fibrianti Nurul Fibrianti Oktavianto, Fabio Aji Oluka Nduka Lucas Ony Suryono Pahlevi, Raza Syah Pamungkas, Aisyah Dara Pangestu, Rico Alfian Paundria Dwijo Hapsari Perdana, Andi Rangga Permata, Chusnul Qotimah Nita Pertiwi, Adinda Ratna Pramestian, Farida Pranesti, Dewi Ayu Prasetyo, Kresna Adi Pratama Herry Herlambang Pratama, Radhitya Pratiwi, Adinda Ratna Prayitno, Heri Puji Wiyatno Puri, Melani Diah Sekar Putra, Bagas Hidayat Putra, Handyka Pribowo Putra, Oktav Awangga Putra, Tegar Islami Putri, Destashya Wisna Diraya Putri, Fadhilah Rizky Afriani Putri, Nadiyah Meyliana Putri, Naila Sayyidina Putri Putri, Wiki Oktama Qoiri, Mutmainah Nur Raden Muhammad Arvy Ilyasa Raden Muhammad Arvy Ilyasa Rafikawati, Yulia Fajar Rafiq, Jihan Rahayu, Dista Dewi Rahayu, Sang Ayu Putu Rahayuningsih, Bisri Rahmayani, Chanidia Ari Ramadhan, Hafiz Ramli, Asmarani Rasdi - Rasdi Rasdi Rasdi Rasdi Rasdi Rasdi, Rasdi Rastini Rastini Rastini, Rastini Ratih Damayanti Ratna Atika, Taza Resthiningsih, Lilies Resthiningsih, Lilies Ria Juliana Ridoan Karim Rifki Fakihudin Rifki Fakihudin Riki Julianto Riska Alkadri Riska Alkadri Riska Alkadri, Riska Rivaldi, Muhammad Akmal Rizki Riyanto, R Benny Rizky, Agung Rodiyah - Rohadhatul Aisy Rohmat Rohmat Rosida, Heni Runturambi, Arthur Josias Simon Sabri, Ahmad Zaharuddin Sani Ahmad Sabri, Zaharuddin Sani Ahmad Sabri, Zaharuddin Sani Ahmah Saefudin, Yusuf Rizky Saktiani Nurul Hidayat Salisa Widyaning Kinasih Salsabila Fakhriyyah Ar-raidah Saman, Moh Sandi, Tirta Sani, Tajudeen Sanjaya, Jaka Bangkit Saputri, Ananda Ima Saputri, Atha Difa Saputri, Elsa Mellinda Saputro, Bagus Adi Saputro, Muhammad Eko Saraswati, Dhann Saraswati, Dhanny Saraswati, Ni Nyoman Putri Buana Ariani Sari , Dewi Puspa Septhian Eka Adiyatma Septhian Eka Adiyatma Septhian Eka Adiyatma Setyanto, Heru Setyawan, Nathanael Bagas Shafa Amalia Choirinnisa Siahaan, Arie Kornelius Immanuel Sigit Riyanto Singmin Johanes Lo Sinta Swasti Sipahutar, Bernard Siti Faridah Siti Hafsyah Idris Siti Hafsyah Idris Smith, Robert Brian Soebiakto, Gabrielle Poetri Sohabudin, Ahmad Sonny Saptoajie Wicaksono Sonny Saptoajie Wicaksono Sri Hartanto Sri Hartanto Sri Wartini Steven Steven Steven Steven Suci, Wahyu Wulan Sukma Jati Husodo Sulaksmi, Galih Niken Anggoto Suranti, Riska Surip Surip Surip Surip Swasti, Sinta Syahputra, Bearlly Deo Syaiful Amin Syariefudin, Iqbal Taduri, Januari Nasya Ayu Tahir, Mohammad Saleh Tajudeen Sani Taza Ratna Atika Tegar Islami Putra Tri Rizky Analiya Tri Sulistiyono Tsabit Azinar Ahmad Ubaidillah Kamal Umam, Muhammad Miftahul Utomo, Lutfi Erlangga Risky Vania Shafira Yuniar Vivin Restia Wahyudin Wahyudin Wandi Arifin Waspiah Waspiah - Wedhatami, Bayangsari Wicaksono, Andri Aditya Widiastuti, Anita Indah Wijaya, Massulthan Rafi Wiraputra, Anindito Rizki Wiyatno, Puji Yazid, Muhammad Fahmi Yenni Wiranti Yudha Chandra Arwana Yuni Kartika Yuni Kartika, Yuni Yuniar, Vania Shafira Zahra Zara Mahasin Zainurohmah Zainurohmah Zainurohmah, Zainurohmah Zakaria, Luby Lukman Zikkri Zikkri Zikkri, Zikkri Zulfa, Zaeda