p-Index From 2021 - 2026
10.076
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi TEKNIK Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Visi Ilmu Pendidikan PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Furnace JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN FISIKA AL BIRUNI Inklusi Journal of Disability Studies Journal of Industrial Engineering Management IJHCM (International Journal of Human Capital Management) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal ASET (Akuntansi Riset) Natural: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM JIKA: Jurnal Ilmu Keuangan dan Perbankan COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Jurnal Permukiman Teknologi Indonesia Metalurgi Majalah Patologi Indonesia Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Jurnal Digit : Digital of Information Technology Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan J-MIND (Jurnal Manajemen Indonesia) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian International Journal Of Science Education and Technology Management (IJSETM) Jurnal Masyarakat Indonesia Makara Journal of Science Pena Dimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Metalurgi Journal International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL) Indonesian Journal of Learning and Educational Studies Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar VISA: Journal of Vision and Ideas RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jurnal Dirosah Islamiyah El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia COSMOS Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Jurnal Witana JURNAL FPPTI Al-Wasathiyah: Journal of Islamic Studies At-Tadris: Journal of Islamic Education Jurnal Riset Pendidikan Multidisiplin dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Metalurgi

Pengaruh Penambahan Karbon Dan Nitrogen Terhadap Mikrostruktur, Kekuatan Tarik Dan Mampu Bentuk Paduan Co-28Cr-6Mo-0,8Si-0,8Mn-0,4Fe-0,2Ni [Influence of Additional Carbon And Nitrogen on Microstructure, Tensile Strength And Workability of Co- 28Cr-6Mo-0,8Si-0,8Mn-0,4Fe-0,2Ni] Rokhmanto, Fendy; Soegijono, Bambang; Kartika, Ika
Metalurgi Vol 31, No 3 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 3 Desember 2016
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17436.428 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v31i3.174

Abstract

Co-Cr-Mo alloys are widely used as bone and dental implant materials, where the composition of the alloy refers to the standard ASTM F75. Co-Cr-Mo alloys has good mechanical properties, biocompatibility and high corrosion resistance. Objective of this paper is to investigate the influence of Carbon and Nitrogen on tensile strength and workability of Co-28Cr-6Mo-0,8Si-0,8Mn-0,4Fe-0,2Ni when used to that applications. Carbon is added into the alloys of 0.08; 0.15 and 0.25 (% weight), whereas nitrogen at 0.2 (% weight). As cast ingot homogenized at 1200 °C for 6 h, and then hot rolled with preheating 1200 °C for 1 h and then water quenched. The alloys (as cast and after hot rolling) were characterized with optical microscope and SEM to investigate the microstructure and the tensile test to investigate the mechanical properties and fraktografi. The tensile strength of the alloy Co-28Cr-6Mo-0,8Si-0,8Mn-0,4Fe-0,2Ni increased with the addition of carbon in the alloy, while the addition of nitrogen increased work ability of Co-28Cr-6Mo-0,8Si-0,8Mn-0,4Fe-0,2Ni alloy.AbstrakPaduan Co-Cr-Mo banyak digunakan sebagi material implan tulang dan gigi, dimana komposisi paduan mengacu kepada standar material implan ASTM F75. Paduan Co-Cr-Mo memiliki sifat mekanis yang baik, bersifat biokompatibilitas dan memiliki ketahanan korosi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh penambahan karbon dan nitrogen terhadap kekuatan tarik dan mampu bentuk paduan Co-28Cr-6Mo-0,8Si-0,8Mn-0,4Fe-0,2Ni untuk memenuhi aplikasi di atas. Karbon ditambahkan ke dalam paduan sebesar 0,08; 0,15 dan 0,25 %berat, sedangkan nitrogen sebesar 0,2 %berat. Paduan hasil coran (as cast) kemudian dihomogenisasi pada temperatur 1200 °C selama 6 jam, lalu dilakukan prosess hot roll dengan pemanasan awal 1200 °C selama 1 jam dilanjutkan dengan quenching dalam media air. Paduan as cast maupun hasil hot roll kemudian diamati strukturnya dengan menggunakan mikroskop optik dan SEM serta dilakukan uji tarik untuk mengetahui sifat mekanik dan fraktografi patahan. Kekuatan tarik paduan Co-28Cr-6Mo-0,8Si-0,8Mn-0,4Fe-0,2Ni meningkat seiring dengan meningkatnya penambahan karbon dalam paduan, sedangkan penambahan nitrogen meningkatkan mampu bentuk paduan Co-28Cr-6Mo-0,8Si-0,8Mn-0,4Fe-0,2Ni. 
Struktur Mikro, Sifat Mekanik, Dan Ketahanan Korosi Paduan Mg-Zn-Ca Yang Dihasilkan Melalui Proses Metalurgi Serbuk [Microstructure, Mechanical And Corrosion Properties of Mg-Zn-Ca Alloy via Powder Metallurgy] Annur, Dhyah; Lestari, Franciska Pramudji; Erryani, Aprilia; Amal, M Ikhlasul; Sitorus, Lyandra S; Kartika, Ika
Metalurgi Vol 31, No 3 (2016): Metalurgi Vol. 31 No. 3 Desember 2016
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7886.384 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v31i3.173

Abstract

Magnesium (Mg), known for its biodegradable and biocompatible properties, currently is being developed for biodegradable implant material. Unfortunately, application of Mg in biomedical devices was limited due to its low mechanical strength and low corrosion resistance. In this study, powder metallurgy was selected to process Mg-3Zn-1Ca, Mg-29Zn-1Ca, and Mg-53Zn-4.3Ca (in weight%) alloys. Holding time of sintering were varied for five and ten hours. Microstructure of Mg alloy was characterized by SEM (scanning electron microscope) and also XRD (x-ray diffraction). Compression testing was done to show the mechanical strength of Mg alloy, while corrosion resistance was examined through electrochemical testing. This study showed that ten hours of sintering time would increase mechanical properties of Mg alloy but would reduce corrosion resistance. The lowest corrosion rate was 0.32 mmpy given by Mg-29Zn-1Ca alloy and Mg-53Zn- 4Ca alloy which were sintered for five hours. Therefore, sintering time for five hours was found to be the optimum time to process Mg-Zn-Ca alloy for biodegradable implant material.AbstrakMagnesium (Mg), dengan kemampuan mampu luruh dan biokompatibilitas, merupakan salah satu logam yang kini dikembangkan sebagai material implan mampu luruh. Namun, penggunaan Mg dalam aplikasi biomedis masih terkendala kekuatan dan ketahanan korosi yang rendah. Pada penelitian kali ini proses metalurgi serbuk dipilih untuk membuat paduan Mg-3Zn-1Ca, Mg-29Zn-1Ca, and Mg-53Zn-4.3Ca (dalam %berat) dengan variasi waktu tahan sintering lima jam dan sepuluh jam. Pengaruh waktu tahan sintering dikaji dari segi kekuatan tekan dan ketahanan korosi paduan. Karakterisasi struktur mikro paduan Mg dilakukan dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM) dan juga x-ray diffraction analysis (XRD). Dilakukan pengujian tekan untuk mengetahui nilai kekuatan paduan sedangkan ketahanan korosi dianalisis dengan menggunakan pengujian elektrokimia.  Waktu  tahan sintering selama 10 jam akan meningkatkan kekuatan mekanik namun menurunkan ketahanan korosi paduan. Laju korosi yang terbaik (0,32 mmpy) ditunjukkan oleh paduan Mg-29Zn-1Ca dan Mg-53Zn-4Ca dengan waktu tahan lima jam. Oleh karena itu, waktu tahan sintering yang optimum  adalah lima jam untuk menghasilkan paduan Mg-Zn-Ca untuk material implan.
FENOMENA DYNAMIC STRAIN AGING PADA PROSES TEMPA PANAS PADUAN Co-33Ni-20Cr-10Mo[Dynamic Strain Aging Phenomena of Co-33Ni-20Cr-10Mo Alloy During Hot Forging] Kartika, Ika
Metalurgi Vol 27, No 1 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 1 April 2012
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.426 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i1.136

Abstract

 FENOMENA DYNAMIC STRAIN AGING PADA PROSES TEMPA PANAS PADUAN Co-33Ni-20Cr- 10Mo. Pada penelitian ini, telah dilakukan proses tempa panas terhadap bahan paduan Co-33Ni-20Cr-10Mo pada selang temperatur 700-900 ºC , laju regangan (έ) berkisar antara 0,01-30 per detik dan regangan (ε) konstan sebesar 0,5 untuk mempelajari karakteristik deformasinya. Kurva tegangan regangan menunjukkan kecepatan pengerasan regangan pada temperatur tersebut. Pada temperatur 700-750 ºC , tegangan pada 0,2 % terlihat menurun dengan meningkatnya laju regangan, sementara pada temperatur 800-850 ºC, tegangan pada 0,2 % tersebut tidak bergantung terhadap laju regangan. Sensitivitas laju regangan yang dihasilkan pada temperatur 700-900 ºC mempunyai nilai negatif yang menandakan bahwa interaksi dislokasi dengan atom terlarut telah terjadi pada selang temperatur tersebut. Interaksi antara atom terlarut dan kesalahan susun yang diikat oleh parsial Shockley merupakan fenomena dynamic strain aging (DSA) yang berasal dari segregasi Suzuki. DSA kemudian dikategorikan sebagai salah satu fenomena yang merugikan dalam proses pengerjaan panas dari paduan Co-33Ni-20Cr-10Mo.  AbstractDYNAMIC STRAIN AGING PHENOMENA OF Co-33Ni-20Cr-10Mo ALLOY DURING HOT FORGING. In the present study, hot deformation characteristic in Co-33Ni-20Cr-10Mo superalloy was carried out by using hot compression test in the temperature range from 700-900 ºC and strain rates ranging from 0.01-30 s–1 with a constant strain 0.5. The flow curves showed high work hardening rate at those temperatures. At temperatures 700-750 ºC, the 0.2 % flow stress decreased with increasing strain rate, while at temperatures 800-850 ºC, the 0.2 % flow stress is independent of a strain rate. Negative strain rate sensitivity was obtained at temperatures 700-900 ºC, suggesting the dislocation solute interaction occurred in those temperature ranges. DSA come from Suzuki segregation; chemical interaction between solute atoms and stacking faults bonded by the shockley partials. DSA is categorized as one of catastrophic phenomena in a hot working process of Co-33Ni-20Cr-10Mo superalloy.
PENGARUH VARIASI BERAT FOAMING AGENT CaH2 TERHADAP KARAKTERISTIK PADUAN Mg-Ca-Zn METAL SELULAR BERBASIS SISTEM Mg-Zn-CaH2 Kartika, Ika; Amal, M Ikhlasul; Sutowo, Cahya; Sukarso, Sulistyoso Gian; Sriyono, Bambang
Metalurgi Vol 29, No 2 (2014): Metalurgi Vol.29 No.2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v29i2.286

Abstract

PENGARUH VARIASI BERAT FOAMING AGENT CaH2 TERHADAP KARAKTERISTIK PADUANMg-Ca-Zn METAL SELULAR BERBASIS SISTEM Mg-Zn-CaH2. Pada penelitian ini dilakukanpembuatan metal selular dengan jenis struktur open cell dari serbuk paduan Mg-Ca-Zn berbasis sistem Mg-CaH2-Zn. Penambahan CaH2 ditujukan untuk memicu pelepasan gas hidrogen dari partikel CaH2 dalam serbukpaduan sehingga mendorong terbentuknya pori. Komposisi paduan yang dipilih adalah sebesar Mg –2 %berat Zn– 1,2 % berat CaH2; dan Mg –2 %berat Zn – 10 % berat CaH2. Hasil dari serbuk paduan setelah milling dankompaksi diuji dengan DTA (differential thermal analysis), sedangkan hasil sintering dikarakterisasi dengan ujiXRD (X-ray diffraction) dan pengamatan struktur mikro menggunakan SEM-EDS (scanning electronmicroscopy-energy dispersive spectroscopy). Dari hasil analisa menggunakan XRD, terlihat bahwa prosespencampuran secara mekanik serbuk Mg-Ca-Zn-CaH2 menghasilkan fasa tunggal Mg (HCP), fasa tunggal Zndan fasa biner Mg2Ca selain fasa terner Mg-Ca-Zn.
PENGARUH WAKTU MILLING PADA PADUAN Mg-Ca-Zn-CaH2 UNTUK APLIKASI IMPLAN[The Effects of Milling Time On Mg-Ca-Zn-CaH2 Alloys for Implant Application] Lestari, Franciska Pramuji; T, Yudi Nugraha; Kartika, Ika; Sriyono, Bambang
Metalurgi Vol 28, No 2 (2013): Metalurgi Vol.28 No.2 Agustus 2013
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.369 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v28i2.248

Abstract

PENGARUH WAKTU MILLING PADA PADUAN Mg-Ca-Zn-CaH2 UNTUK APLIKASI IMPLAN. Paduan Mg-Ca-Zn merupakan paduan yang digunakan untuk aplikasi metal foam implant. Pada penelitian ini dipelajari mengenai studi awal proses pembuatan metal foam dari serbuk murni campuran Mg-Zn-Ca-CaH2 dengan proses pencampuran kering (dry milling) pada temperatur kamar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan campuran serbuk yang homogen dan mengetahui reaktivitas mekanik campuran serbuk murni Mg-Ca-Zn-CaH2. Waktu milling yang digunakan bervariasi selama 2, 4 dan 6 jam menggunakan bola baja dan keramik sebagai media penghancur dan pengaduk partikel. Campuran serbuk Mg-Zn-Ca-CaH2 kemudian ditekan menggunakan mesin kompresi dengan beban 1000 KPa pada temperatur kamar menggunakan cetakan berbentuk silinder dengan diameter 25 mm. Hasil proses dry milling kemudian dikarakterisasi dengan menggunakan x-ray diffraction (XRD), mapping unsur dengan menggunakan scanning electron microscope (SEM) dan perhitungan elastic recovery yang dihitung dari parameter penekanan paduan serbuk. Diketahui dari hasil mapping unsur dengan SEM bahwa secara kualitatif terjadi pemecahan partikel serbuk serta kehomogenan campuran serbuk seiring dengan lamanya proses milling. Dari perhitungan % elastic recovery diketahui bahwa serbuk dengan proses milling 6 jam memiliki prosentase elastic recovery terkecil yaitu sebesar 43,6%. Terlihat juga dari hasil analisa XRD terbentuk fasa binner MgZn dan Mg2Ca. AbstractMg-Ca-Zn alloy is metal alloys that used for metal foam implant application. This research were investigatedabout pre-eliminary study of metal foaming manufacturing from pure powder Mg-Ca-Zn-CaH2 with drymilling process in room temperature. The aim of the study was to study about the homogeneity andmechanic reactivity of milling the pure powder of Mg-Ca-Zn-CaH2. Milling time variation of those processwere 2, 4 and 6 hours and used steel and ceramic balls mill as a crusher and stirrer media. Then powdersample which had mixed are compacted with compaction machine at 1000 KPa in cylinder dies with 25 mmin diameter. Mapping SEM qualitative analysis show that powder particle disintegrated to be smaller andhomogeneity as qualitative with addition of milling time. From elastic recovery percentage shows thatpowder milled during 6 hours has lowest elastic recovery approximately around 43.6% XRD analyses showthat binner phase MgZn and Mg2Zn were formed.
PENGARUH PENAMBAHAN MANGAN TERHADAP SIFAT MAMPU TEMPA PADUAN Co-35Cr-5Mo UNTUK APLIKASI IMPLAN [The Effect of Mn Addition on Forging Ability Of Co-35Cr-5Mo Alloy for Implant Applications] Kartika, Ika
Metalurgi Vol 27, No 2 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 2 Agustus 2012
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.384 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i2.144

Abstract

 PENGARUH PENAMBAHAN MANGAN TERHADAP SIFAT MAMPU TEMPA PADUAN Co-35Cr-5Mo UNTUK APLIKASI IMPLAN. Paduan Co-Cr-Mo dalam aplikasinya lebih banyak digunakan sebagaimaterial implan seperti pengganti tempurung atau sambungan tulang pinggul. Penambahan Ni dalam paduantersebut akan meningkatkan sifat mampu bentuknya, akan tetapi unsur nikel bersifat alergi terhadap tubuhmanusia. Oleh karenanya mangan akan dicoba untuk dapat menggantikan fungsi unsur nikel dalam paduan Co-Cr-Mo sebagai paduan implan. Pada penelitian ini akan dipelajari sifat mampu tempa dari paduan Co-35Cr-5Motanpa dan dengan penambahan Mn secara bervariasi sebesar 0,2-0,4-0,6-0,8-1(% berat). Diagram fasa daripaduan Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-20 % berat) dikalkulasi dengan menggunakan data base dalam Thermo-Calc.Ingot paduan Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-1 % berat) diperoleh melalui proses peleburan dan pemaduanmenggunakan tungku busur listrik dalam kondisi vakum pada temperatur di atas 1400 ºC. Proses homogenisasikemudian dilakukan menggunakan tungku vakum yang dialiri gas argon dengan kemurnian tinggi padatemperatur 1200 ºC selama 24 jam. Hasil proses tempa pada T =1250 ºC menunjukkan bahwa ingot paduan Co-35Cr-5Mo-0,4Mn tidak menghasilkan retak yang sangat signifikan bila dibandingkan dengan paduan tanpa dandengan variasi penambahan mangan lainnya. Hasil XRD menunjukkan bahwa fasa γ (fcc), fasa ε (hcp) dan fasaσ terkandung pada semua paduan Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-1 % berat). Hasil metalografi memperlihatkanadanya presipitasi fasa σ dalam batas butir austenit, dan beberapa striasi dalam butir austenit. Striasidimungkinkan adalah fasa ε dan kembaran deformasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paduanCo-35Cr-5Mo-0,4Mn memiliki sifat mampu tempa yang baik. Striasi dan adanya fasa σ mengarah terhadaprendahnya sifat mampu tempa dari paduan tersebut. AbstractTHE EFFECT OF Mn ADDITION ON FORGING ABILITY OF Co-35Cr-5Mo ALLOY FOR IMPLANTAPPLICATIONS. The applications of Co-Cr-Mo alloys are widely used as an implant material such as kneeand hip joint. Subject of this research relates to the forge ability of Co-35Cr-5Mo without and with variousaddition of Mn approximately 0.2-0.4-0.6-0.8-1 (weight %). Co-35Cr-5Mo-xMn (0-20 weight %) phase diagramis calculated using data base in the Thermo-Calc software. Co-35Cr-5Mo-xMn (0-1 weight %) alloy ingots areobtained through melting and solidifying process by using tri arc melting in vacuum condition at temperatureabove 1400 ºC. Homogenizing is carried out using vacuum furnace with high purity argon gas at temperature1200 ºC for 24 h. After forging process at T = 1250 ºC, Co-35Cr-5Mo-0.4Mn alloy ingot did not obtain anysignificant cracking when compared to others. XRD results reveal that ε phase and σ phase consist in all Co-35Cr-5Mo-xMn (x=0-1 weight %) alloys. Metallography examinations show precipitations of σ phase alongaustenite grain boundaries and striations in the interior of austenite grains. Striations are to be expected as εphase or deformation twinning. From this research study concludes that Co-35Cr-5Mo-0.4Mn is suitable forforging process. The existence of striation and σ phase lead to the low grade of forging ability in these alloys.
PROSES DEFORMASI SANGAT TINGGI (SEVERE PLASTIC DEFORMATION) TERHADAP PADUAN Al-5052 HASIL ANILING[Severe Plastic Deformation Process of Annealed Al-5052 Alloy] Kartika, Ika
Metalurgi Vol 27, No 3 (2012): Metalurgi Vol.27 No.3 Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.72 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i3.229

Abstract

PROSES DEFORMASI SANGAT TINGGI (SEVERE PLASTIC DEFORMATION) TERHADAPPADUAN Al-5052 HASIL ANILING. Proses deformasi sangat tinggi adalah teknologi yang digunakan untukmenghasilkan ukuran butir sampai dengan skala nano (≤ 100 nm). Dalam penelitian ini proses deformasi sangattinggi dengan ECAP (equal channel angular pressing) telah dilakukan terhadap material paduan aluminium (Al-5052) hasil proses aniling. Proses aniling dilakukan untuk memunculkan presipitat dalam paduan tersebut.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh presipitat dalam paduan Al-5052 terhadap sifatmekanik paduan setelah proses deformasi sangat tinggi (severe plastic deformation) dengan ECAP. Prosesaniling bervariasi dilakukan pada temperatur 150 °C selama 24 jam, 175 °C selama 24 jam dan 200 °C selama24 jam. Teknik ECAP dilakukan pada rute A dengan jumlah deformasi sebanyak 8 pas. Beberapa pengujianuntuk melihat pengaruh struktur mikro yang dihasilkan terhadap sifat mekanik paduan Al-5052 adalahmetalografi dengan mikroskop optik dan SEM (scanning electron microscope), uji keras dengan metoda Brinell,analisis unsur dengan SEM-EDS (scanning electron microscope-energy dispersive spectroscopy) dan uji tarik.Hasil proses deformasi sangat tinggi setelah aniling menunjukkan bahwa peningkatan sifat mekanik terjadidalam paduan seiring dengan meningkatnya jumlah pas deformasi yang dilakukan. Peningkatan kekuatan setelahproses deformasi juga dikarenakan terbentuknya sub butir equiaksial (equiaxed subgrain) dalam butir danpartikel-partikel presipitat Mg2Si+ Mg2Al3 yang menjadi penghalang dari pergerakan dislokasi dalam paduan Al-5052. AbstractSevere plastic deformation is a technology that has been used to obtain grain size into nano grade scale (≤100nm). In this study, severely plastic deformation by equal channel angular pressing (ECAP) was conducted inthe annealed of aluminum magnesium alloy (Al-5052). Annealing was done leading to form precipitates inthe alloy. The aim of this study is investigated mechanical properties of this alloy after severely plasticdeformation by ECAP and the influent of precipitates that was formed into those properties. Variousannealing processes were treated in the Al-5052 alloy at various temperatures of 150 °C-24h for sample A,175 °C-24h for sample B and 200 °C-24 h for sample C. The route of ECAP was concerned on A route with8 numerous of deformation pases. Several examinations were carried out to observe the influent ofmicrostructures and mechanical properties that was obtained after ECAP, such as metallography by usingoptical microscopy and SEM (scanning electron microscope), Brinell hardness test, chemical analysis bySEM-EDS (scanning electron microscope-energy dispersive spectroscopy) and tensile test. Severely plasticdeformations after annealing show that mechanical properties increase with increasing number of pasdeformation in this alloy. Strength improve after severely plastic deformation due to formation of equiaxedsub-grains in the interior grains and FeCrSiAl, Mg2Si, Mg2Al3 precipitations as a barrier for dislocationsmotion in the Al-5052 alloy.
KARAKTERISTIK SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO TOTAL KNEE JOINT DARI PADUAN Co-Cr-Mo-XN HASIL PENGERJAAN PANAS Astawa, I Nyoman Gede Putrayasa; Kartika, Ika; Rokhmanto, Fendy; Purawiardi, Ibrahim; Natalia, Jessica; Alhamidi, Ali
Metalurgi Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.01 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v34i1.359

Abstract

Penggantian material implan pada lutut memerlukan sifat mekanis yang penting selain sifat ketahanan aus, diperlukan juga kekuatan dan  ketangguhan yang tinggi. Hal ini dikarenakan lutut merupakan bagian yang vital dimana bagian ini sering mengalami beban dinamis, sehingga harus memiliki kekerasan dan kekuatan yang tinggi untuk menahan beban dari berat badan manusia tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dari struktur mikro yang terbentuk dan nilai  kekerasan pada paduan Co-Cr-Mo hasil hot rolling selain itu juga untuk mengetahui pengaruh penambahan unsur nitrogen terhadap pembentukan fasa  dan presipitat pada paduan Co-Cr-Mo. As-cast Co-26Cr-6Mo-0,18N dan Co-26Cr-6Mo dihomogenisasi pada temperatur 1200°C selama 12 jam, setelah itu dilakukan hot rolling pada temperatur 1200°C dengan waktu tahan 90 menit  dan persen reduksi sebesar 50, diakhiri pendinginan dengan variasi media pendingin seperti air es, air dan udara. Setelah itu beberapa pengujian dilakukan untuk mengetahui perubahan struktur mikro dan nilai kekerasan yang dihasilkan melalui pengujian kekerasan, XRD, pengamatan SEM-EDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butiran pada sampel yang mengalami rapid cooling dengan menggunakan air es (3°C) menghasilkan ukuran butiran yang lebih halus dibandingkan dengan sampel dengan media pendingin air dan udara. Media pendingin air es memiliki nilai kekerasan paling tinggi dan udara paling rendah hal ini dikarenakan presipitat M23X6 yang terbentuk dapat menghambat pergerakan dislokasi sehingga memperkuat matriks dan dengan demikian dapat meningkatkan kekerasan paduan. Sedangkan  paduan Co-Cr-Mo yang mengandung unsur nitrogen didalamnya memiliki ukuran butiran yang lebih kecil  dibanding unsur tanpa nitrogen, hal ini dikarenakan atom N yang bertindak sebagai atom interstisi mengisi kekosongan jarak antar atom. Fasa σ yang muncul pada paduan kobalt Co-26Cr-6Mo memiliki intensitas peak yang lebih tinggi dibandingkan dengan kobalt Co-26Cr-6Mo-0,18N karena usur nitrogen menekan pembentukan fasa σ. Kata kunci: Co-26Cr-6Mo, hot rolling, presipitat, fasa σ, kekerasan
Co-Authors Abdul Aziz, Haris Abdul Gofur, Huliman Abdulloh, Parid Abriansyah, Faisal Ade Saputra Nasution Adhitya Trenggono, Adhitya Agustianty, Efit Fitria Ahmad Syauqi Hidayatullah Ahmad Zakiyuddin Ahyudin, Didin Aji Budi Santosa Aji Santoso Akbari, Safitri Al Akbar, Amin alfira, alfira Alfirano, Alfirano Ali Alhamidi, Ali Alimuddin Amal, M Ikhlasul Amara, Itaqila Amelia, Rahma Amroni, Amroni Andarista, Aria Ani Widyawati, Ani Anindya, Weni Annur, Dhyah Anugrah, Pria Arifin, Antoni Ludfi Arifudin, Opan Arjadisastra, Nasihin Aroyandini, Elvara Norma Arum Widyarini Ashari, Andi Mulya Astawa, I Nyoman Gede Putrayasa Atika, Iva Nandya Aulia, Frida Aulia, Maulida Ayu Lestari, Ni Wayan Fitriana Bagaskara, Muhammad Zaki Baihaqi, Muhammad Hafidz Bambang Soegijono Budi Riza Putra Bumbungan, Sepriadi Cahya Sutowo Chaerunnisa Cholimah, Vina Nur Citra Dewi Corry Yohana Darmawan, Diky Desmaradd, Soraya Sagita Desmeradd, Soraya Sagita Devi Safitri Deviah, Siti Rahmada Devita Devita Dewi Susita Dewi, Dessy Kumala Dwi Kartika, Viar Dwijaya, Made Subekti Efrita Norman ekawati Elyas Djufri Erfiyana, Evi Erial Bahar, Erial Erryani, Aprilia Erryani, Aprilia Fabianza, Iqbal Fajrul Hamdi Barmawi Farel Sopaheluwakan, Indy Fariza, Muthia Fatimah Dzakiroh Fauzan Ginanjar, Taufiq Fauziah, Nyiayu Febriyani, Ayu Fernanda, Tiara Firdaus, Risky Fitri Meliani, Fitri Fitri, Eka Fitria, Zahra Gitama, Gytha Nurhana Dhea Praadha HAMIDAH Handayani, Dina Hania Aminah, Hania Hardivan, Hardivan Helina, Erna Herlina Heni Maulani, Heni Heni Susanti Herawati, Silvi Herliawati, Lia Hidayat, Gugum Agung Hidayat, Rohman Hidin Muhidin Himawan Putranta Humairo, Shovi Sholahiyah Ibrahim Ibrahim Ibrahim Purawiardi, Ibrahim Ijirana Ika Kartika Inderanata, Rochmad Novian Indriani, Noer Puspita Ivon Bilkistan Iwan Setiawan Jamilah, Vita Jayanti, Sri Joko Purwanto Julhida, Fajar Julhida, M Fajar Junaedi Junaedi Karlina, Haura Kosasih, Muhamad Krisna Murti Kuswandi, Sony Kuswandi, Stefanus Laili Fitri Yeni Laily Purnamasari, Dewi Latifah, Alia Leman, Swanggi Lena Magdalena, Lena Lestari, Franciska P. Lestari, Franciska Pramudji Lestari, Franciska Pramuji Lestari, Franciska Pramuji Libel, Eduwardo Lubis, Dokmen M Jahidin M. Rafi Machmud Maghfiroh, Adinda Haniatul Mahfud Baihaki Mahira, Sarah Makmudi, Makmudi Maria Ulfa Marvina, Vivien Masitho, Siti Maulana, Slamet Meri, Meri Mochammad Chaerul, Mochammad Muadi, Muadi Muh. Rizal Muhamad Fadli Muhammad Muhammad Firmansyah, Muhammad Mukmin Suprayogi, Mukmin Mulyati, Inti Mulyawan, Hafid Muna, Nailul Murdianti, Annisa Andrea Muslim Nanang Purnama, Radik Nasution, Annio Indah Lestari Natalia, Jessica Neti, Neti Nisa, Zakia Hary Noerlitasari Nopita Setiawati Noprianti, Vivin Nora Ramkita NOVITA SARI, PUTRI Nur Hajijah, Sitta Nurfitriah Nurhalim Nurhalim, Nurhalim Nurhana Dhea Parlina Nurhana Dhea Praadha Gitama, Gytha Nurhana, Gytha Nurita, Ita Nurita Nurkomala Dewi, Wiwiek Nurlita, Siti Oktavia, Bela Oktaviana, Alysa Paddy, Paddy Paramansyah, Arman Parameswari Pramuwardhani, Andita Sri Permana, Ardian Agus Perme Suci, Dina Perwira, Ida Farida Adi Pitaloka, Bela Lola Pranata, Sudadi Purnamasari, Laelah Purwaningsih, Yuli Putri, Nadia Safira Ramdhani, Deni Ratu Asma Rd. Tuty Sariwulan Ridhova, Aga Rihma, Wildya Agna Rima Widia Riyanto Riyanto Rizki Hidayat, Muhammad Rokhmanto, Fendy Rokhmanto, Fendy Ropitasari, Anna Rosdiana, Nanin Rusminan, Suly Auline Sadiah, Ati Saepudin Saepudin Saepudin Sahar Layali, Sahar Saidah, Chaira Sandria, Sandria Sapitri, Elsa Saputra, Ade Maulana Saputra, Brama A. Saputri, Rahmawati Eka Sari, Pratia Mega Sarintan Nurcahyati Kaharu Seda, Andi Septa, Fadly Setiawati, Yanti Hasbian Setyawan, Albertus Deny Heri Sih Hayuning Tyas Hestutami SIHOTANG, DONI SUGIANTO Siti Fatimah SITI MARYAM Siti Masitho Sitohang, Lita Meliana Sitorus, Lyandra S Sri Hardianti Sartika, Sri Hardianti Sri Harjanto Sri Muliani, Sri Sri Yanih Srihartini, Yusi Sriyono, Bambang Steven Steven Sugianto, darul Suhada, Ahmad Suhenda, Suhenda Suherman, Kevin Andreas Sukarso, Sulistyoso Gian Sulastri Sulastri Sunasa, Arman Aria Supriadi, Ujang Supriani, Yuli Supriatna, Usup Suryapranatha, Dicky Suwandi Suwandi Suzena, Yayuk Syamswisna , Syuwari, Hanifah Ridho T, Yudi Nugraha Taufika Rahmah, Alifia Tendi, Grace Regina Thaha, Yudi Nugraha Tjahja, Stephanus Rainer Tri Sumarsih Triantika, Nova Trisnawati, Nia Turini, Turini Ucu, Nurjanah Umar Mone Umi Widyastuti Umronih, Dewi Usep Suhud Uswatiyah, Wiwi Wahyu Ningsih, Indah Wahyudi, Titono Wibowo, Esa Hari Widyasari, Friscandany Dhiaz Wiwiek Nurkomala Dewi Wresnindyatsih Wresnindyatsih, Wresnindyatsih Wulan Tri Wahyuni Yahya, Irfan Yulianingsih, Elsa Yulistiani, Siti Alfiah Yuningsih, Andri Yuningsih, Neni Yunita, Rini Irma Yustina, Kristin Zikrulloh, Muhamad