p-Index From 2021 - 2026
11.305
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Suara Pengabdian 45 NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Jurnal Keperawatan Bunda Delima Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Jurnal Pengabdian West Science Jurnal Kabar Masyarakat Jurnal Abdimas Indonesia Ebers Papyrus Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Journal of Community Service and Society Empowerment Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Jurnal Pengabdian Sosial Compromise Journal : Community Proffesional Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Health Community Service Gotong Royong Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat ALMURTADO: Journal of Social Innovation and Community Service Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Kusuma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Serina Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

KORELASI FAKTOR DEMOGRAFI, NUTRISI DAN ANTROPOMETRI TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETUGAS KEAMANAN DI UNIVERSITAS TARUMANAGARA JAKARTA Santoso, Alexander Halim; Lontoh, Susy Olivia; Gunaidi, Farell Christian; Istikanto, Ferdian Harum; Destra, Edwin; Kurniawan, Junius; Anggraeni, Natasha; Cahyadi, Stanley Surya; Mayvians, Tizander
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 1 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i1.12157

Abstract

Introduction Hypertension is a silent killer and causes various complications and even death. According to World Health Organization (WHO), hypertension causes 9.4 million deaths per year worldwide. Hypertension is more common in countries with low to middle economic status than in high-income countries. Based on the results of the Riskesdas 2018, there was an increase in the prevalence of hypertension in people aged ?18 years, from 23.8% to 34.1%. DKI Jakarta Province is one of the provinces with a high prevalence of hypertension (34%). University security officers are a group of workers who are at risk of hypertension. This may be due to the work style of the University security officers who are mostly standing and sitting. Studies of security personnel are still rare. Methodology This study is an analytical study with a cross-sectional design to see the correlation of demographic, nutritional and anthropometric factors on hypertension. Results In this study, a total of 90 male  subjects were recruited, with an average age of 30.09 years, 84.4% were educated to high school level, 80% smoked, 88.9% consumed coffee, 92,2% exercised regularly. In this study, it was found that the subject's average body weight was 70.56 kg, the average body mass index of the subject was 24.79 kg/m2, 32.2% of the subjects had an waist circumference of more than 90 cm and the average hip circumference was 97.24 cm. In this study, it was found that 48.9% had high blood pressure, where 8.9% of subjects had systolic blood pressure of 140 mmHg and 47.8% of subjects had diastolic blood pressure of ³90 mmHg. There was a positive and significant correlation between age, body weight, BMI, waist circumference and hip circumference with hypertension (p<0.05). Conclusion Increasing age, weight, body mass index, abdominal circumference and pelvic circumference were correlated with hypertension in security officers
KEGIATAN PEMERIKSAAN KESEHATAN TELINGA SEBAGAI DETEKSI DINI PADA POPULASI WANITA LANJUT USIA Ernawati, Ernawati; Firmansyah, Yohanes; Gunaidi, Farell Christian; Geoffrey Christian Lo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.29753

Abstract

Telinga memiliki mekanisme pembersihan alami terhadap kotoran atau serumen telinga yang berlebihan. Praktik pembersihan telinga, seperti memasukkan benda ke dalam liang telinga seperti cotton bud, batang korek api, dan benda lainnya yang biasa digunakan untuk membersihkan telinga dapat menimbulkan risiko cedera. Kotoran telinga atau serumen berfungsi melindungi telinga dari debu dan partikel asing. Namun, akumulasi kotoran telinga yang berlebihan, terutama pada orang lanjut usia, dapat mengganggu pendengaran dan meningkatkan risiko infeksi. Oleh karena itu, pemeriksaan fisik telinga sebagai deteksi dini sangat penting dilakukan pada lansia. Kegiatan ini menggunakan metodologi PDCA (Plan-Do-Check-Act) untuk melakukan pemeriksaan telinga pada kelompok lanjut usia di Gereja St. Fransiskus Asisi, Jakarta. Hasil pemeriksaan fisik diketahui terdapat 7 (19,4%) responden memiliki gendang telinga kanan yang tidak dapat dinilai, 2 (5,6%) responden memiliki gendang telinga kiri yang perforasi, 7 (19,4%) responden mengalami serumen prop pada telinga kanan serta 3 (8,3%) responden mengalami serumen prop pada telinga kiri. Edukasi kepada lanjut usia tentang pentingnya praktik pembersihan telinga dengan cara yang tepat sangat penting untuk kesehatan telinga secara keseluruhan. Hal ini dapat membantu mencegah cedera dan menjaga kesehatan pendengaran.
PENAPISAN ANEMIA PADA GURU DAN KARYAWAN SMA SANTO YOSEPH CAKUNG JAKARTA TIMUR Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Kasvana, Kasvana; Enike, Syilvia Cendy; Destra, Edwin; Gunaidi, Farell Christian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37653

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan global yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin atau hematokrit, yang dapat mengganggu kemampuan darah mengangkut oksigen dan nutrisi. Kondisi ini berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup individu, khususnya pada populasi pekerja. Di lingkungan kerja, anemia dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, dan mengganggu efektivitas kerja. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining anemia pada guru dan karyawan SMA Santo Yoseph Cakung Jakarta Timur. Kegiatan ini disusun menggunakan metode Plan-Do-Check-Action (PDCA). Pengukuran hemoglobin dilakukan dengan alat POCT. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 1 orang (1,45%) mengalami anemia sangat berat, 2 orang (2,9%) mengalami anemia berat, 8 orang (11,59%) mengalami anemia sedang, 33 orang (47,83%) mengalami anemia ringan, dan 25 orang (36,23%) normal. Asupan nutrisi yang cukup, terutama zat besi, vitamin B12, dan folat, serta pengendalian faktor risiko seperti kebiasaan makan dan pola hidup sehat sangat penting untuk mencegah anemia. Pengukuran kadar hemoglobin secara rutin efektif untuk deteksi dini terjadinya anemia, sehingga memungkinkan intervensi yang cepat. Hal ini dapat mengurangi risiko komplikasi anemia serta meningkatkan kesejahteraan guru dan karyawan secara keseluruhan.
PERAN EDUKASI MENGENAI KESEHATAN TELINGA DALAM UPAYA MENJAGA KESEHATAN PENDENGARAN PADA WANITA USIA LANJUT Ernawati, Ernawati; Firmansyah, Yohanes; Gunaidi, Farell Christian; Lo, Geoffrey Christian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40938

Abstract

Kesehatan telinga adalah kondisi yang memengaruhi kualitas hidup seseorang, terutama pada kelompok wanita usia lanjut yang rentan terhadap gangguan pendengaran. Edukasi kesehatan telinga sangat penting untuk meningkatkan pemahaman terkait faktor risiko, tanda awal gangguan, dan langkah preventif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA), meliputi penyuluhan, pemeriksaan pendengaran berkala, dan panduan praktis untuk menjaga kesehatan telinga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait perawatan telinga, pentingnya deteksi dini, dan cara menjaga kebersihan telinga yang benar. Edukasi mengenai faktor risiko yang dapat menurunkan fungsi pendengaran disampaikan kepada para wanita usia lanjut seperti paparan suara keras dan infeksi berulang agar mereka dapat menerapkan langkah-langkah preventif. Edukasi yang diberikan memungkinkan peserta untuk lebih waspada terhadap kesehatan pendengaran mereka, sehingga mengurangi risiko penurunan fungsi pendengaran. Edukasi kesehatan telinga berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan wanita usia lanjut untuk menjaga kesehatan pendengaran, yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup mereka.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI KEKUATAN OTOT SEBAGAI PREDIKTOR KEJADIAN SARKOPENIA PADA KELOMPOK LANJUT USIA Lontoh, Susy Olivia; Santoso, Alexander Halim; Jaya, I Made Satya Pramana; Gunaidi, Farell Christian; Kurniawan, Joshua; Nathaniel, Fernando
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32000

Abstract

Aging results in significant changes in body composition, including decreased muscle mass and increased fat mass. Muscle mass decreases by about 3–8% per decade after age 30, with the decline accelerating after age 60. This decrease in muscle strength, especially in women, is associated with various health problems, such as decreased physical function, decreased quality of life, weakness, and cognitive impairment. Clinical practice and public health research use Handgrip strength (HGS) as a simple, rapid, and cost-effective measure to assess musculoskeletal function and evaluate weakness and disability. This activity uses the PDCA (Plan-Do-Check-Act) methodology to educate and screen elderly participants at St. Mary's Church, Francis of Assisi, Jakarta. All participants took part in physical hand grip strength examination activities. This activity involved 35 participants, and it was found that the average grip strength for the left hand was 19.2% and 15.7% for the right hand. HGS screening is very important for the early detection of sarcopenia, a condition common in the elderly that causes a significant decline in health. Implementing preventive strategies based on HGS results can help maintain muscle mass and strength, thereby reducing the risk of dependency and limited mobility. Abstrak Penuaan mengakibatkan perubahan signifikan pada komposisi tubuh, termasuk penurunan massa otot dan peningkatan massa lemak. Massa otot menurun sekitar 3-8% per dekade setelah usia 30 tahun, dengan penurunan yang semakin cepat setelah usia 60 tahun. Penurunan kekuatan otot ini, terutama terjadi pada wanita, dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti penurunan fungsi fisik, penurunan kualitas hidup, kelemahan, serta gangguan kognitif. Kekuatan genggaman tangan (HGS) adalah ukuran sederhana, cepat, dan hemat biaya yang digunakan dalam praktik klinis dan penelitian kesehatan masyarakat untuk menilai fungsi muskuloskeletal dan mengevaluasi kelemahan dan kecacatan. Kegiatan ini menggunakan metodologi PDCA (Plan-Do-Check-Act) untuk mendidik dan menyaring peserta lanjut usia di Gereja St. Fransiskus Asisi, Jakarta. Seluruh peserta mengikuti kegiatan pemeriksaan kekuatan fisik genggaman tangan. Kegiatan ini mengikutsertakan 35 peserta dan didapatkan rerata kekuatan genggaman tangan kiri adalah 19,2% dan 15,7% untuk tangan kanan. Pemeriskaan HGS sangat penting untuk deteksi dini sarkopenia, suatu kondisi yang umum terjadi pada lansia yang menyebabkan penurunan kesehatan secara signifikan. Penerapan strategi pencegahan berdasarkan hasil HGS dapat membantu menjaga massa dan kekuatan otot, sehingga dapat mengurangi risiko ketergantungan dan keterbatasan mobilitas.  
KEGIATAN PEMERIKSAAN KESEHATAN TELINGA SEBAGAI DETEKSI DINI PADA POPULASI WANITA LANJUT USIA Ernawati, Ernawati; Firmansyah, Yohanes; Gunaidi, Farell Christian; Lo, Geoffrey Christian
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32137

Abstract

The ear has a natural cleaning mechanism for excessive ear wax. Ear cleaning practices, such as inserting objects into the ear canal like cotton buds, matchsticks, and other objects commonly used to clean the ears, can pose a risk of injury. Earwax, or cerumen, functions to protect the ears from dust and foreign particles. However, excessive accumulation of earwax, especially in elderly people, can impair hearing and increase the risk of infection. As a result, physical examination of the ear is an important early detection method for the elderly. This activity uses the PDCA (Plan-Do-Check-Act) methodology to carry out ear examinations in the elderly group at St. Mary's Church, Francis of Assisi, Jakarta. The physical examination results showed that 7 (19.4%) respondents had an unassessable right eardrum, 2 (5.6%) had a perforated left eardrum, 7 (19.4%) had prop cerumen in their right ear, and 3 (8.3%) had prop cerumen in their left ear. Educating the public about the importance of proper ear cleaning practices is crucial for maintaining overall ear health. This can help prevent injuries and maintain hearing health. ABSTRAK Telinga memiliki mekanisme pembersihan alami terhadap kotoran atau serumen telinga yang berlebihan. Praktik pembersihan telinga, seperti memasukkan benda ke dalam liang telinga seperti cotton bud, batang korek api, dan benda lainnya yang biasa digunakan untuk membersihkan telinga dapat menimbulkan risiko cedera. Kotoran telinga atau serumen berfungsi melindungi telinga dari debu dan partikel asing. Namun, akumulasi kotoran telinga yang berlebihan, terutama pada orang lanjut usia, dapat mengganggu pendengaran dan meningkatkan risiko infeksi. Oleh karena itu, pemeriksaan fisik telinga sebagai deteksi dini sangat penting dilakukan pada lansia. Kegiatan ini menggunakan metodologi PDCA (Plan-Do-Check-Act) untuk melakukan pemeriksaan telinga pada kelompok lanjut usia di Gereja St. Fransiskus Asisi, Jakarta. Pada hasil pemeriksaan fisik diketahui bahwa terdapat 7 (19,4%) responden memiliki gendang telinga kanan yang tidak dapat dinilai, 2 (5,6%) responden memiliki gendang telinga kiri yang perforasi, 7 (19,4%) responden mengalami serumen prop pada telinga kanan serta 3 (8,3%) responden mengalami serumen prop pada telinga kiri. Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya praktik pembersihan telinga dengan tepat sangat penting untuk kesehatan telinga secara keseluruhan. Hal ini dapat membantu mencegah cedera dan menjaga kesehatan pendengaran.
Role of Dermatoporosis as Mediating Factors: Impact of Systemic Health Parameters on Dermatology Life Quality Index in The Elderly W., Linda Julianti; Destra, Edwin; Firmansyah, Yohanes; Moniaga, Catharina Sagita; Tan, Sukmawati Tansil; Wijaya, Bryan Anna; Gunaidi, Farell Christian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20813

Abstract

ABSTRACT Dermatoporosis, an emerging concern in geriatric dermatology characterized by pronounced skin fragility and chronic skin atrophy, significantly impacts the quality of life among the elderly. This study delves into the complex interactions between various health parameters such as albumin, glucose, lipid profiles, uric acid, vitamin D, insulin resistance, uric acid, renal functions, and liver functions, assessing their cumulative effect on the Dermatology Life Quality Index (DLQI) in an elderly population, with dermatoporosis serving as a pivotal mediating factor. This study included 31 individuals who met the specified inclusion criteria. The selection process was designed to ensure the relevance of analyzed health parameters and to minimize selection bias, thereby enhancing the validity and applicability of the findings. Descriptive and inferential statistical methods were employed, along with Partial Least Squares (PLS) path modeling, to control for potential confounding variables and explore the multifactorial relationships among the measured variables. Regression analysis indicated that dermatoporosis significantly mediates the relationship between these health parameters and the DLQI, evidenced by R² values of 0.691 for dermatoporosis and 0.842 for DLQI. This study confirms that skin health in the elderly is multifactorial and strongly influenced by systemic health parameters. A multidisciplinary approach is essential to holistically manage dermatological conditions, addressing not only skin symptoms, but also systemic health factors that exacerbate skin disorders and diminish the quality of life in older adults. Keywords: Dermatoporosis, Dermatology Life Quality Index (DLQI), Geriatric Dermatology, Health Parameters, Systemic Health Influences.
Hubungan Antara Kadar GDP, HBA1C, Insulin Puasa, Obesitas, dan Kondisi Kelemahan Otot terhadap Risiko Infeksi Saluran Kemih pada Kelompok Lanjut Usia S., Donatila Mano; Ernawati, Ernawati; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Gunaidi, Farell Christian; Goh, Daniel; Kusuma, Kanaya Fide
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20717

Abstract

ABSTRACT Urinary tract infection (UTI) is a common disease among the elderly, especially in nursing homes. Knowing the individual risk factors that impact the incidence of UTIs is essential for the development of prevention strategies. This study aims to identify the relationship between fasting blood sugar (FBG), HbA1c, fasting insulin levels, upper arm circumference (MUAC), and calf circumference (CC) on the incidence of UTIs in the elderly group conducted at Bina Bhakti Nursing Home in 2024. A cross-sectional study was conducted using a total sampling method. UTI diagnosis was based on urinalysis findings of positive leukocytes, nitrites, or leukocyte esterase. HbA1c, fasting blood glucose, and insulin levels were measured from venous blood samples and analyzed in a laboratory. MUAC and calf circumference were measured using a measuring tape. Statistical analysis included descriptive statistics, and regression analysis was performed to evaluate the relationship between numerical variables. The study involved 93 respondents with an average age distribution of 74.19 years (61-97 years) and the majority were female (82.8%). Diagnosis of UTI was based on urine examination with findings of positive leukocytes, positive nitrite, or positive leukocyte esterase. The average HbA1c value of the respondents was 7.59% which was predominantly moderate as many as 52 respondents (55.9%), the average MUAC value was 23.61 cm, and the calf circumference was 28.72 cm. Most respondents had optimal insulin levels (mean 4.83 ng/mL) and normal FBG values (mean 86.54 mg/dL). Regression analysis showed a significant correlation (p0.05) between age and HbA1c values with the incidence of UTI. However, no significant correlation was found between gender, FBG, fasting insulin levels, MUAC, and calf circumference with the incidence of UTI. The results of this study conclude that increasing age and HbA1c values correlate with an increase in the incidence of UTIs in the elderly. Further research is needed to better understand the causal relationship between these factors and the incidence of UTI in nursing homes. Keywords: Calf Circumference, Fasting Blood Sugar, HbA1c, Nursing Home, Upper Arm Circumference, Urinary Tract Infection.  ABSTRAK Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit yang umum terjadi pada kelompok lanjut usia, terutama di lingkungan panti werdha. Mengetahui faktor risiko individu yang berdampak terhadap kejadian ISK sangat penting untuk pengembangan strategi pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kadar gula darah puasa (GDP), HbA1c, kadar insulin puasa, lingkar lengan atas (LiLA), serta lingkar betis terhadap kejadian ISK pada kelompok lanjut usia yang dilakukan di Panti Werdha Bina Bhakti pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan metode pengambilan sampel total. Diagnosa ISK ditegakkan berdasarkan pemeriksaan urin dengan temuan leukosit positif, nitrit positif, atau leukosit esterase positif. Kadar HbA1c, gula darah puasa, dan insulin diukur melalui pengambilan darah vena dan diperiksa di laboratorium. Lingkar lengan atas dan lingkar betis diukur menggunakan pita pengukur. Analisis statistic mencakup penyajian deskriptif dan analisis regresi diterapkan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel numerik. Penelitian ini melibatkan 93 responden dengan distribusi usia rata-rata 74,19 tahun (61-97 tahun) dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (82,8%). Rata-rata nilai HbA1c responden adalah 7,59% yang didominasi derajat sedang sebanyak 52 responden (55,9%), Rata-rata nilai LiLA sebesar 23,61 cm dan lingkar betis sebesar 28,72 cm. Sebagian besar responden memiliki kadar insulin yang optimal (rata-rata 4,83 ng/mL) dan nilai GDP yang normal (rata-rata 86,54 mg/dL). Analisis regresi menunjukkan adanya korelasi signifikan (P0,05) antara usia dan nilai HbA1c dengan kejadian ISK. Namun, tidak ditemukan korelasi signifikan antara jenis kelamin, GDP, kadar insulin puasa, LiLA, dan lingkar betis dengan kejadian ISK. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan usia dan nilai HbA1c berkorelasi dengan peningkatan kejadian ISK pada lansia. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami lebih dalam hubungan kausal antara faktor-faktor tersebut dengan kejadian ISK di panti werdha. Kata Kunci: Gula Darah Puasa, HbA1c, Infeksi Saluran Kemih, Lingkar Betis, Lingkar Lengan Atas, Panti Werdha.
Co-Authors Abizar Rafi, Muhammad Adam Aditya Pratama Aditya, Vincent Alexandro, Cristian Alexin, Corry Calista Alifia, Khalisya Alifia, Tosya Putri Alvianto, Fidelia Alwini, Muhammad Rifat Umar Amanda, Shelma Tria Amertha, Anak Agung Ngurah Putrayoga Andersan, Jonathan Andria Priyana Anggraeni, Natasha Anthony, Louis Averina, Frilliesa Aziel, Disya Gwyneth Bachri, Fiqi Afrizal Bustam, Steve Geraldo Cahyadi, Stanley Surya Charissa, Olivia Chian, Sung Christiana, Catherine Dava Pratama, Muhammad Kevin Destra, Edwin Dewanto, Naomi Esthernita F. Dewanto, Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, Paulus Gegana Thery Dinali, Diana Drew, Clement Dwiana, Alya Dzakwan, Muhammad Fikri Edbert, Bruce Edbert, Juan Edwin Destra Enike, Syilvia Cendy Enike, Sylvia Cendy Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Evelyn Evelyn Evelyn Fadhila, Arni Ismi Fajarivaldi, Kresna Bambang Febriana, Nafrisca Febriastuti, Abebi Felicia, Ivana Fernando Nathaniel Frisca Frisca Frisca Geoffrey Christian Lo Ghina, Andini Goh, Daniel Gracieene Gracienne Gracienne Gracienne Hardjanto, Kevin Angga Hariesti, Ribka Anggeline Harsono, Axsel Hartono, Eric Hartono, Vincent Aditya Budi Haryanto, Ines Hawari, Irawati Hekmatyar, Haritsyah Hendrianto, Rafindra Raja Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi Herdiman, Alicia Herdiman, Julia Irawaty Hawari Istikanto, Ferdian Harum Jap, Ayleen Nathalie Jaya, I Made Satya Pramana Jeffrey Jeffrey Johan Johan Johan, Richver Framanto Joshua Kurniawan Kadang, Fidelis Samudra Kartolo, Marenra Shinery Kasvana Kasvana, Kasvana Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Kristianto, Angeline Florencia Grace Kurniawan, Joshua Kurniawan, Junius Kusuma, Kanaya Fide Lo, Geoffrey Christian Lontoh, Susy Olivia Lucius, Steven Hizkia Lumintang, Valentino Gilbert Mahendri, Ryan Dafano Putra Mano S, Donatila Marcella, Agnes Martin, Alfianto Mashadi, Fladys Jashinta Mayvians, Tizander Moniaga, Catharina Sagita Monika, Sesilia Nathaniel, Fernando Nikita Noer Saelan Tadjudin Peter Ian Limas Pranata, Catherine Christiana Pratama, Muhammad Kevin Dava Prayogo Khoto, Anthon Eka Purnomo, Yonathan Adi Putra, Feri Yanto Putra, Muhammad Dzakwan Dwi Putri, Tiara Aulia Raden Seliwat Agung Aditya Rafi, Muhammad Adam Abizar Rafif, Akhtar Nawfal Raharjo, Budiarjo Notonagoro Ramadhani, Kenzie Rafif Ranindita Maulya Ismah Amimah Rayhan, Naufal Riadi, Seravin Janet Rosadi Putra, Rosadi Ruslim, Daniel Ruslim, Welly Hartono S, Donatila Mano S., Donatila Mano Santoso, Alexander Halim Satyanegara, William Gilbert Setia, Nicholas Setiawan, Fiona Valencia Shirly Gunawan Sidarta, Erick Sim, Alfred Sutrisno Singh, Arwinder Sitorus, Ribka Angeline Hariesti Siufui Hendrawan Soebrata, Linginda Soeltanong, Dianova Sugiarto, Hans Sugiharto, Hans Sukianto, Louise Audrey Sunjaya, Angela Felicia Sunjaya, Anthony Paulo Suros, Angel Sharon Susilo, Muhammad Farhan Pratama Susy Olivia Lontoh Sutedja, Gina Triana Syarifah, Andini Ghina Tambunan, Nicholas Albert Tan, Nikita Tan, Sukmawati Tansil Tantoso, Lidya Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Triyana Sari W., Linda Julianti Warsito, Jonathan Hadi Widjaja, Yoanita Wijaya, Bryan Anna Wijaya, Christian Wijaya, Dean Ascha Wijayadi, Linda Julianti yanto, heri Yohanes Firmansyah Yudhitiara, Novia Yulishaputra, Muhammad Daffa Alghifari Yunita, Fenny Zhalila, Zhillan