Claim Missing Document
Check
Articles

KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI PESERTA DIDIK: KAJIAN KEPUSTAKAAN Sinta Amalia; Ilsa Atkol Atkia; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6444

Abstract

Artikel ini membahas peran pendidikan multikultural dalam membangun sikap toleransi peserta didik melalui kajian kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian lima tahun terakhir. Pendidikan multikultural dipahami sebagai pendekatan yang menekankan penghargaan terhadap keberagaman budaya, agama, dan etnis sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan humanis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan multikultural, baik melalui pendekatan pembelajaran, integrasi nilai dalam pendidikan agama, penggunaan media digital interaktif, maupun pembiasaan nilai keseharian, terbukti meningkatkan toleransi siswa secara signifikan. Namun, efektivitas implementasinya sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru, dukungan lembaga pendidikan, budaya sekolah, serta integrasi nilai multikultural dalam kurikulum. Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural memiliki urgensi strategis dalam memperkuat karakter peserta didik yang moderat, empatik, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat majemuk.
Peran Pendidikan Multikultural dalam Membangun Generasi Anti-Perundungan (Anti-Bullying) Nurmala Dewi; Wisely Permadi; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6445

Abstract

Fenomena meningkatnya kasus perundungan di sekolah menunjukkan bahwa peserta didik belum memiliki sensitivitas terhadap keberagaman dan kemampuan berinteraksi secara empatik, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang mampu membentuk karakter inklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan multikultural dalam membangun generasi anti-perundungan melalui studi kasus pada siswa sekolah menengah yang memiliki latar belakang etnis, budaya, dan sosial berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen untuk menggali pengalaman siswa, praktik guru, serta dinamika interaksi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai multikultural dalam kurikulum, pembiasaan dialog empatik, dan modeling guru berkontribusi signifikan terhadap penurunan perilaku agresif serta peningkatan kemampuan resolusi konflik. Penelitian menyimpulkan bahwa pendidikan multikultural berperan efektif sebagai strategi preventif sekaligus transformatif dalam membentuk budaya sekolah yang aman dan menghargai perbedaan, dengan implikasi pada perlunya kebijakan sekolah yang memperkuat kurikulum inklusif dan pelatihan guru berbasis keberagaman.
Implementasi Pendidikan Multikultural dan Dampaknya terhadap Sikap Empati Siswa di Lingkungan Sekolah Nahdiah; Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6446

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus intoleransi dan rendahnya empati siswa di sekolah yang secara empiris tampak dari interaksi antarsiswa yang kurang sensitif terhadap perbedaan budaya, sehingga diperlukan pemahaman tentang implementasi pendidikan multikultural yang mampu membentuk sikap empati. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendidikan multikultural di lingkungan sekolah serta menelaah dampaknya terhadap perkembangan empati siswa. Menggunakan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian terbaru yang relevan, dengan fokus pada karakteristik peserta didik sebagai subjek pendidikan yang hidup dalam konteks keberagaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural yang diterapkan melalui integrasi nilai toleransi, kegiatan kolaboratif lintas budaya, dan kurikulum inklusif secara konsisten meningkatkan kemampuan siswa memahami perspektif orang lain, merespons perbedaan secara positif, dan mengurangi prasangka. Kesimpulannya, implementasi pendidikan multikultural memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan empati siswa, meskipun efektivitasnya masih dipengaruhi dukungan guru dan budaya sekolah. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan program sekolah inklusif, pelatihan guru, serta pengembangan kebijakan berbasis keberagaman sebagai solusi berkelanjutan.
Menciptakan Lingkungan Masyarakat yang Beragam dan Inklusif Melalui Pendidikan Multikultural Annisa Kamila Zahro; Panca Wisnu Wardani; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6498

Abstract

Lingkungan masyarakat yang beragam masih menghadapi persoalan eksklusi sosial yang tampak dari rendahnya interaksi lintas budaya dan meningkatnya stereotip antar kelompok, sehingga diperlukan model pendidikan multikultural yang mampu membentuk ruang sosial yang inklusif; penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana implementasi pendidikan multikultural dapat menciptakan masyarakat yang lebih menerima keberagaman melalui studi kasus pada komunitas lokal perkotaan dengan karakteristik heterogen etnis, agama, dan status sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa praktik pendidikan multikultural yang dilakukan melalui dialog antarbudaya, kegiatan kolaboratif, dan internalisasi nilai kesetaraan berhasil meningkatkan empati, mengurangi prasangka, serta memperkuat kohesi sosial antarwarga. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan multikultural berperan signifikan dalam membangun lingkungan masyarakat yang inklusif, meskipun tantangan seperti ketimpangan akses informasi dan resistensi budaya masih dijumpai implikasinya, model ini dapat direplikasi pada konteks masyarakat lain dengan penyesuaian kebutuhan lokal.
Peran Pendidikan Multikultural dalam Membangun Toleransi Antar Siswa di Sekolah Tatia Dwi Rahayu; Dani Riana; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6499

Abstract

Penurunan sensitivitas sosial dan meningkatnya potensi konflik antarsiswa di sekolah secara empiris menunjukkan perlunya pendidikan yang mampu menanamkan nilai keberagaman sejak dini, sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan multikultural dalam membangun toleransi antar siswa melalui studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur terhadap buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian mutakhir tentang implementasi pendidikan multikultural di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan signifikan dalam meningkatkan sikap saling menghargai, empati, kemampuan dialog, serta menurunkan prasangka siswa melalui integrasi kurikulum inklusif, pembiasaan interaksi lintas budaya, dan model pembelajaran kolaboratif. Studi kasus yang dianalisis dalam literatur menggambarkan bahwa sekolah dengan penerapan praktik multikultural yang konsisten berhasil memunculkan perubahan perilaku toleran yang lebih stabil dibanding sekolah yang hanya menerapkan intervensi sesekali. Kesimpulannya, pendidikan multikultural memiliki kontribusi strategis dalam membangun toleransi siswa, sementara implikasinya menegaskan perlunya pelatihan guru, kebijakan sekolah inklusif, dan penguatan pengalaman belajar lintas budaya secara berkelanjutan.
Analisis Nilai-Nilai Toleransi Keberagamaan dalam Kisah Kenabian (Qashash al-Anbiya') dan Relevansinya sebagai Sumber Masalah dalam Problem-Based Learning (PBL) Muhammad Danial Fitroh; Denny Setiawan; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai toleransi keberagamaan yang terkandung dalam kisah-kisah kenabian (Qashash al-Anbiya’) dan mengeksplorasi relevansi nilai-nilai tersebut sebagai sumber masalah dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL). Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif-literatur (library research), dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat kisah nabi serta menelaah interpretasi tafsir untuk menggali nilai toleransi yang muncul — seperti penghormatan terhadap kemajemukan, hak beragama, sikap hormat terhadap penganut agama lain, pengakuan perbedaan, dan kedamaian dalam kebersamaan. Temuan menunjukkan bahwa kisah-kisah kenabian dalam Qashash al-Anbiya’ memang sarat dengan nilai toleransi, yang apabila dikontekstualisasikan bisa menjadi masalah pembelajaran yang relevan dalam PBL: misalnya sebagai bahan untuk membangun isu (problem) tentang hidup bersama dalam keberagaman, sikap menghormati perbedaan, dan penanaman toleransi. Dengan demikian, Qashash al-Anbiya’ dapat berfungsi sebagai sumber materi pembelajaran bermuatan nilai religius dan keberagaman — mendukung upaya pendidikan karakter toleran dalam lingkungan sekolah/kelas. Penelitian ini diharapkan membuka alternatif model PBL berbasis nilai religius dan pluralitas sebagai upaya membentuk sikap toleran generasi muda.
Pendidikan Multikultura sebagai Fondasi Ketahanan Nasional dan Integrasi Bangsa Muslikhatul Hasanah; Rizka Dian Amaliya; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6501

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya potensi konflik sosial, intoleransi, dan melemahnya kohesi sosial yang secara empiris terlihat pada dinamika keberagaman masyarakat Indonesia, sehingga diperlukan model pendidikan yang mampu memperkuat ketahanan nasional dan integrasi bangsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pendidikan multikultural dapat berfungsi sebagai fondasi strategis bagi pembangunan karakter toleran serta penguatan persatuan. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan yang menelaah sumber primer dan sekunder mutakhir terkait konsep multikulturalisme, ketahanan nasional, dan integrasi bangsa, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan multikultural mampu meningkatkan sensitivitas budaya, empati sosial, dan kompetensi kewargaan melalui internalisasi nilai saling menghargai dan resolusi konflik. Temuan tersebut menegaskan bahwa integrasi bangsa dapat diperkuat ketika praktik pendidikan multikultural diterapkan secara konsisten pada kurikulum, pedagogi, dan kultur sekolah. Kesimpulannya, pendidikan multikultural bukan hanya solusi normatif, tetapi juga strategis dalam membangun ketahanan nasional berbasis persatuan dalam keberagaman; implikasinya menuntut adanya kebijakan pendidikan berorientasi inklusi, transformasi kurikulum, dan pelatihan guru yang berkelanjutan.
Pendidikan Multikultural: Analisis Literatur terhadap Dampaknya pada Pembentukan Identitas Sosial Siswa Ahmad Jihad Mumtaz Hasan; Muhammad Fauzi Irfan; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6502

Abstract

Penelitian literatur ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya gejala eksklusivitas identitas di kalangan siswa yang secara empiris tampak melalui kecenderungan mengelompok berdasarkan etnis, agama, atau latar budaya, sehingga berpotensi menghambat integrasi sosial di lingkungan sekolah. Studi ini bertujuan menganalisis bagaimana pendidikan multikultural berkontribusi terhadap pembentukan identitas sosial siswa melalui penelaahan teori, temuan empiris, dan kajian kasus yang relevan. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan sumber-sumber terkini, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan multikultural mampu memperkuat identitas sosial inklusif melalui internalisasi nilai toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, serta pengalaman belajar kolaboratif yang meminimalkan prasangka. Analisis juga menunjukkan bahwa penerapan kurikulum multikultural berdampak signifikan dalam membentuk persepsi diri siswa sebagai bagian dari komunitas yang lebih luas, meskipun beberapa kajian menegaskan tantangan berupa resistensi kultural dan keterbatasan kompetensi guru. Kesimpulannya, pendidikan multikultural efektif sebagai strategi membangun identitas sosial yang lebih terbuka dan dialogis, dengan implikasi perlunya kebijakan sekolah yang konsisten, pelatihan guru berkelanjutan, dan penguatan pengalaman belajar lintas budaya untuk memaksimalkan dampaknya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI DAN KEBERAGAMAN SOSIAL DI ERA MODERN Anisa Zulfatusyrifah; Alfikran Gumohung; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6548

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pendidikan multikultural dalam menghadapi tantangan globalisasi dan dinamika keberagaman sosial di era modern. Arus globalisasi yang semakin kuat membawa dampak pada pola interaksi, nilai budaya, dan cara pandang generasi muda, sehingga diperlukan strategi pendidikan yang mampu menjaga identitas nasional sekaligus membuka wawasan global. Penelitian ini menggunakan studi pustaka (library research), Studi pustaka dipilih karena fokus penelitian adalah pengkajian konsep, teori, dan temuan sebelumnya yang relevan dengan pendidikan multikultural dalam menghadapi tantangan globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural telah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran, baik melalui sikap guru sebagai teladan maupun pembiasaan nilai toleransi, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, terutama pengaruh budaya global yang begitu cepat masuk melalui media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pendidikan multikultural perlu melibatkan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar peserta didik memiliki karakter yang inklusif serta mampu beradaptasi dengan perubahan dunia tanpa kehilangan jati diri.
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Arina Salsabila Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Dina Lutfa Azizi Dini Syarifah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Ishmatun Nabila Isma Maulana Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Latif Khusmawardi LATIFAH Ledyna Bilqis Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miladia Nurul Aulia Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin , Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nanang Sudiyono Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Pratama Surya Haryanto Prayogo Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Ria Tri Hartini Rifana Azzahra Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Wahyuningsih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Sri Nurhayati Stania Rahmah Susan Asasiyah Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Umada Habibatil Mutia Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah