Kinerja institusi merupakan elemen penting dalam menentukan keberhasilan pencapaian visi dan misi organisasi, khususnya dalam konteks lembaga pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan publik terhadap kinerja institusi melalui peran digitalisasi sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis SWOT. Sampel penelitian terdiri dari 191 responden yang meliputi pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar serta pengguna jasa. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS serta pengujian inner model sebagai bagian dari analisis data struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja institusi. Selain itu, digitalisasi juga terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja serta berfungsi sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara kualitas pelayanan publik dan kinerja institusi pada Kantor KSOP Utama Makassar. Dengan demikian, penguatan implementasi digitalisasi pelayanan publik menjadi strategi penting untuk mengoptimalkan efektivitas pelayanan, meningkatkan efisiensi kerja, dan memperkuat profesionalisme institusi dalam merespons kebutuhan masyarakat secara lebih cepat, akurat, dan transparan. Institutional performance plays a crucial role in achieving organizational vision and mission, particularly for government institutions responsible for delivering public services. This study aims to analyze the influence of public service quality on institutional performance with digitalization serving as a mediating variable. The research employed a quantitative, descriptive design with a SWOT analysis. The sample consisted of 191 respondents, including employees of the Makassar Main Harbor Master and the Port Authority Office (KSOP) and service users. Data analysis was conducted using multiple linear regression in SPSS, along with structural model testing (inner model) to validate the relationships among variables. The results of the study demonstrate that public service quality significantly and positively affects institutional performance. Moreover, digitalization has a significant positive influence and acts as a mediating variable, strengthening the relationship between public service quality and institutional performance at the KSOP Makassar Office. These findings emphasize that enhancing digital-based service systems is essential for improving service effectiveness, increasing operational efficiency, and supporting a more transparent, accurate, and responsive institution capable of meeting public expectations in the digital era.