Articles
Social Capital Transformation in the Digital Era: A Study of the Shift in Social Interactions of Indonesian Youth
Muhammad Faisal;
Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 5 (2024): (NOVEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64924/sn3v3e81
This study aims to analyze the transformation of social capital among young Indonesians in the context of digitalization, focusing on changes in social interaction patterns, the formation of digital social capital, and its implications for socio-cultural development. Using a qualitative approach with a systematic literature study method, this study analyzes scientific articles published in the period 2019-2024 from the Scopus, Web of Science, and Google Scholar databases. The results of the study indicate that digital transformation has created a new form of social capital that is more dynamic and flexible, with 80% of social interactions of young Indonesians now taking place in digital spaces. Digital platforms facilitate the formation of broader and more diverse social networks, but also create challenges in terms of the digital divide and the development of social skills. The study recommends the development of an integrative framework to understand and facilitate the formation of effective digital social capital, as well as strategies to balance digital and physical interactions. Policies are also needed that can address the digital divide and support the development of digital social skills among young Indonesians.
Pola Komunikasi Keluarga dan Dampaknya terhadap Pembentukan Konsep Diri Remaja (Studi Kasus pada Keluarga Desa Suka Maju)
Susi Apriana;
Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 5 (2024): (NOVEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64924/mg9fr435
Keluarga adalah bagian terkecil dari kelompok sosial yang lebih besar di masyarakat, di mana orang hidup bersama dan disatukan oleh hubungan saudara. Kelompok ini terdiri dari kepala keluarga, yang berarti mereka adalah orang tua dan memiliki minimal satu anak. Hal ini tidak berlaku untuk semua keluarga karena ada beberapa keluarga yang hanya teridiri dari suami dan istri serta belum memiliki anak. Penerapan pola komunikasi yang dilakukan dalam keluarga tentunya berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi dan dampaknya terhadap pembentukan konsep diri remaja melalui studi kasus pada keluarga Desa Suka Maju. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berdasarkan pendekatan studi kasus di Desa suka Maju. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap remaja dan keluarganya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan konsep diri remaja di Desa Suka Maju. Komunikasi yang terbuka, suportif, dan empati cendrung memperkuat konsep diri positif remaja, sedangkan komunikasi otoriter dan minim interaksi dapat menghambat proses pembentukan konsep diri. Hal ini tentunya berdasarkan temuan penelitian yang menunjukkan bahwa gaya komunikasi keluarga akan memengaruhi perubahan kepribadian anak.
Ekonomi Kreatif Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Melalui Bank Sampah Desa Kedung Waringin, Bojonggede
Nadifah Nurfalah;
Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 5 (2024): (NOVEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64924/qhxaqw09
Pemanfaatan sampah melalui bank sampah merupakan inovasi ekonomi kreatif yang bertujuan untuk meminimalisir sampah rumah tangga dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Kedung Waringin. Sampah rumah tangga yang dikelola oleh bank sampah berjenis sampah anorganik seperti plastik, kaca, logam dan lainnya yang mana sampah ini sulit diuraikan oleh alam. Mekanisme pengelolaan bank sampah tersebut dipilah berdasarkan karakteristik dan jenisnya masing-masing sehingga sampah yang di kelompokan oleh masyarakat tersebut akan memiliki nilai ekonomis. Riset ini bertujuan untuk menganalisis dampak positif ekonomi kreatif bank sampah terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat Desa Kedung Waringin. Riset ini mengaplikasikan teknik penelitian kualitatif deskriptif berorientasi pada kajian fenomenologis. Metode akumulasi informasi yang dilakukan mengaplikasikan teknik observasi lapangan, interview serta dokumentasi real-time untuk dapat lebih memahami dan meninjau seberapa besar dampak positif bank sampah yang diimplementasikan oleh masyarakat Desa Kedung Waringin. Hasil riset menunjukan bahwa bank sampah menjadi alternatif terbaik dalam mengurangi jumlah sampah rumah tangga berbasis komunitas. Dengan adanya ekonomi kreatif tersebut, masyarakat memiliki peluang yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangganya. Selain karna faktor ekonomi, dengan hadirnya bank sampah dapat menjadi lokasi bersosialisasi antar masyarakat, yang mana dapat membangun solidaritas serta meningkatkan kesadaran komunitas akan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
Peran Guru Sebagai Agen Perubahan Sosial Dengan Pola Pendidikan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah Ngawen
Nurul Hidayat;
Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 5 (2024): (NOVEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64924/t1aqsw95
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta memperkuat bahwa peran guru sebagai agen perubahan sosial dengan pola Pendidikan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah Ngawen sangat berpengaruh. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan tahapan observasi, wawancara langsung terhadap guru sebagai informan, dan analisis hasil data dengan menggunakan kuesioner pertanyaan yang diberikan kepada 3 (tiga) guru sebagai subjek langsung di SMA Muhammadiyah Ngawen. Teknik analisis data dengan melibatkan beberapa pernyataan atau jawaban guru sebagai informan kemudian dilakukan analisis dan kesimpullan sebagai jawaban dari tiap kebutuhan pertanyaan, penelitian ini menghasilkan bahwa peran guru sebagai agen perubahan sosial yang positif dengan pola Pendidikan Kemuhammadiyahan di SMA Muhammadiyah Ngawen berpengaruh dan sangat dibutuhkan untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Dengan demikian, peran guru sebagai agen perubahan sosial di SMA Muhammadiyah Ngawen sangat berpengaruh, terutama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya berilmu tetapi juga memiliki kesadaran moral dan sosial sesuai dengan nilai-nilai Islam yang diajarkan oleh Muhammadiyah.
Faktor Penyebab Kenakalan Remaja dan Cara Mengatasinya di Kelurahan Mentaya Seberang Seranau Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah
Musta’an Musta’an;
Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 5 (2024): (NOVEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64924/9h801570
Kenakalan remaja sangat meresahkan bagi masyarakat. Perilaku penyimpangan ini memiliki dampak yang merugikan bagi diri sendiri, orang tua dan nama baik tempat tinggalnya. Kenakalan remaja sendiri bukan tanpa penyebab. Ada banyak faktor yang melatarbelakanginya. Penetian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis dan teori sosiologi, dengan cara melakukan wawancara secara semi-tersetruktur kepada informan yang berkaitan, baik pelaku itu sendiri, maupun tokoh yang bersentuhan langsung dengan pelakunya. Tujuannya supaya mendapatkan data yang akurat dan valid sesuai fakta di lapangan.Penelitian tersebut menghasilkan data berikut tentang faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja di Kelurahan Mentaya Seberang, 1). Faktor internal, yaitu faktor penyebab yang lahir dari diri remaja sendiri, dengan rincian, anak mudanya kurang pendidikan nilai-nilai agama dan kurangnya ketahanan diri dari remaja tersebut. 2). Faktor ekternal, yaitu sebab yang lahir dari luar diri remaja, meliputi akibat media sosial, lingkungan sosial, pertemanan, kurangnya perhatian orang tua, dan adanya perilaku negatif dari anggota keluarganya.
Transformasi Nilai-Nilai Budaya dan Identitas Sosial di Era Globalisasi: Perspektif Sosiologis
Yenni Melia;
Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 6 (2025): (JANUARY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64924/09z86417
Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi nilai-nilai budaya dan identitas sosial di era globalisasi dengan menggunakan perspektif teori strukturasi Anthony Giddens. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber akademik yang diterbitkan antara 2010-2024, meliputi artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: Pertama, transformasi nilai budaya melibatkan proses adaptasi aktif di mana masyarakat melakukan negosiasi antara nilai global dan lokal, menciptakan bentuk-bentuk hibridisasi budaya yang unik. Kedua, identitas sosial mengalami rekonfigurasi signifikan dalam era digital, ditandai dengan munculnya identitas yang lebih fluid dan multilayer, terutama di kalangan generasi muda. Ketiga, proses transformasi ini menghasilkan implikasi sosial yang kompleks, termasuk munculnya kesenjangan digital dan kebutuhan untuk menjembatani konflik nilai antargenerasi. Penelitian merekomendasikan pengembangan kebijakan yang memfasilitasi transformasi kultural secara seimbang, mendukung dialog antargenerasi, dan memperkuat kapasitas komunitas dalam mengelola perubahan sosial-budaya..
Pengembangan Kantin Sehat di SD Inpres Poopo Barat, Kec. Ranoyapo, Kab. Minahasa Selatan
Yulyke Eklesia Sumakul;
Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 2 No 1 (2025): (MARCH) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64924/wgqxzp76
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kantin sehat di SD Inpres Poopo Barat, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan sebagai upaya menyediakan makanan bergizi dan mendukung kesehatan siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada stakeholder kunci yang terdiri dari pengelola kantin, siswa, dan komunitas sekolah. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan validitas data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik dan fasilitas kantin telah memenuhi standar kantin sehat dengan fasilitas sanitasi yang memadai, ventilasi baik, dan tata letak yang ergonomis. Variasi makanan dan minuman yang tersedia mencakup nasi bungkus dengan lauk bergizi, cemilan sehat, air mineral, susu, dan minuman tradisional yang telah melalui seleksi ketat untuk memastikan kandungan gizi seimbang. Persepsi stakeholder menunjukkan dukungan positif dengan pengelola kantin yang berkomitmen tinggi berdasarkan pengalaman 30 tahun dan siswa yang memahami konsep makanan sehat serta menunjukkan antusiasme dalam memanfaatkan fasilitas kantin. Implementasi kantin sehat ini berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan siswa dan dapat menjadi model bagi sekolah lain di daerah rural.
Analisis Sosiologi Bisnis Petani Cengkeh di Desa Powalutan
Anjelita Andale;
Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 2 No 1 (2025): (MARCH) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64924/j4p6fk17
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosiologi bisnis petani cengkeh di Desa Powalutan dengan menggunakan perspektif sosiologi ekonomi untuk memahami bagaimana praktik bisnis petani cengkeh tertanam dalam struktur sosial masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur yang menganalisis berbagai sumber akademik tentang sosiologi pertanian dan ekonomi pertanian, serta mengintegrasikan temuan empiris dari wawancara dengan petani cengkeh di lokasi penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik dengan kerangka teoretis yang menggabungkan teori embeddedness Granovetter, teori modal sosial Bourdieu, dan konsep habitus untuk memahami dinamika sosial dalam praktik bisnis petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis cengkeh dipandang sebagai investasi strategis yang tidak hanya didasarkan pada kalkulasi ekonomi rasional tetapi juga tertanam dalam jaringan sosial dan sistem nilai masyarakat. Strategi diversifikasi produk yang meliputi pemanfaatan tangkai cengkeh mencerminkan kemampuan petani mengoptimalkan modal sosial dan pengetahuan kolektif untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi. Faktor penentu keberhasilan bisnis cengkeh sangat terkait dengan habitus petani yang terbentuk melalui pembelajaran sosial dan pengalaman praktis dalam budidaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan bisnis cengkeh di Desa Powalutan tidak dapat dipisahkan dari modal sosial, struktur jaringan, dan praktik sosial budaya masyarakat setempat, yang mengkonfirmasi relevansi teori embeddedness dalam memahami fenomena ekonomi pertanian.
Hubungan Tradisi Ketimpangan Gender dengan Kesetaraan untuk Perempuan
Sofiatun Wasi’ah;
Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 2 No 2 (2025): (MAY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64924/2cwng639
Perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam hal peran, pendidikan dan tugas domestik. Penelitian ini dilakukan untuk memperdalam kesadaran dalam konteks budaya serta adat istiadat masyarakat Jawa. Tradisi yang mengakar kuat mempertahankan bagaimana pembagian peran dalam tugas domestik berdasarkan jenis kelamin. Selain batasan akses pendidikan, keluarga juga menjadi sebab terjadinya ketimpangan gender. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teori feminimse, penelitian ini telah merangkum beberapa pengalaman perempuan menjadi korban ketimpangan gender dari berbagai usia dini yang telah menghasilakan patriarkial dalam keluarga, pernikahan usia dini, dan beban ganda. Pergeseran pemikiran dalam pembagian peran gender baik itu dalam pekerjaan domestik maupun umum. Selain faktor pendidikan dan ekonomi, keluarga menjadi kunci utama bagaimana ketimpangan gender terjadi.
Analisis Manajemen Keuangan Rumah Tangga Keluarga Petani di Desa Poopo Barat Kecamatan Ranoyapo
Lolita Manurung;
Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 2 No 2 (2025): (MAY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64924/4nz1n307
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik manajemen keuangan rumah tangga keluarga petani di Desa Poopo Barat, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan, dengan fokus pada identifikasi sumber pendapatan, pola pengeluaran, dan penerapan manajemen keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap keluarga petani sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga petani mengandalkan diversifikasi pendapatan melalui kombinasi komoditas pertanian utama (padi) dengan komoditas sekunder (kelapa, cengkeh, pisang) dan usaha non-pertanian (warung kecil). Pola pengeluaran didominasi oleh investasi masukan pertanian, dengan strategi swasembada pangan untuk mengurangi pengeluaran konsumsi, serta prioritas tinggi pada investasi pendidikan anak dan biaya kesehatan. Temuan utama mengungkapkan paradoks dalam penerapan manajemen keuangan, dimana keluarga petani mampu melakukan penyusunan anggaran terstruktur untuk aktivitas pertanian namun tidak menerapkan pencatatan keuangan formal untuk manajemen rumah tangga karena faktor hambatan psikologis dan keterbatasan literasi keuangan. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun keluarga petani memiliki kemampuan adaptif melalui strategi diversifikasi dan perencanaan keuangan informal, keterbatasan akses terhadap modal dan layanan keuangan formal menjadi kendala utama dalam optimalisasi manajemen keuangan rumah tangga yang menyeluruh dan berkelanjutan.